Home / Romansa / JEBAKAN CALON KAKAK IPAR / Chapter 31 - Chapter 40

All Chapters of JEBAKAN CALON KAKAK IPAR: Chapter 31 - Chapter 40

86 Chapters

BAB 31. Felisha atau Anakmu?

“Fel, tenanglah. Kau boleh membenciku lagi tapi setelah anak kita keluar yah. Saat ini, aku hanya minta kau untuk tenang Fel,” bisik Kevin dengan lirih sambil menatap nanar Felisha. Hati Felisha terasa ngilu mendengar ucapan Kevin, ingin rasanya ia menangis sedih dan memeluk seseorang. Tapi, tidak mungkin ia mau memeluk Kevin, yang ia inginkan adalah Clay. Selamanya, bagi Felisha cintanya hanya untuk Clay seorang. “Jika saja, anak yang akan aku lahirkan ini adalah buah cintaku dengan Clay, keadaanku tidak akan seperti ini.” Felisha memberontak dalam hati. Mereka lantas segera bergegas menuju ke rumah sakit internasional yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi penthouse tempat tinggalnya. Sesampainya di sana, tanpa Kevin sadari Felisha sudah terkulai lemas di dalam mobil. Ketika ia membuka pintu mobilnya dan hendak menggendong Felisha, betapa terkejutnya ia ketika melihat aliran darah berceceran memenuhi jok kursi mobil milikny
last updateLast Updated : 2024-03-26
Read more

BAB 32. Denyut Jantung.

“Aku tidak memiliki banyak waktu, Kevin. Kau, harus segera memutuskan, siapa yang harus kau selamatkan. Felisha atau anakmu?” desak Dokter Anggi membuat pikirannya Kevin kalut. Namun waktu terus berjalan, jika ia tidak segera memutuskannya maka bayi di dalam kandungannya bisa keracunan dan jika hal tersebut terjadi, Felisha juga bisa mengalami serangan jantung. “Kevin, maaf, aku tidak punya waktu lagi untuk menunggu lebih lama. Tolong cepat putuskan saat ini juga,” desak Anggi sekali lagi dan itu membuat Kevin muak. “Okay! Okay! Selamatkan Felisha! Utamakan keselamatan Felisha!” teriak Kevin dengan berderai air mata. Bisa saja kejadian ini adalah karma yang harus dibayar oleh Kevin karena sudah memaksa Felisha untuk mengandung anak yang tidak pernah diinginkan oleh Felisha. Hingga membuat segala penantian selama ini bisa saja menjadi penantian yang paling menyakitkan dalam kehidupan Kevin. “Baiklah! Kalau begitu lanjutkan
last updateLast Updated : 2024-03-26
Read more

BAB 33. Selamatkan Bayiku.

Dokter Anggi lantas menghela nafas, dia tidak bisa mengatakan jika saat ini anak di dalam kandungan itu sangat lemah. Karena sebelum Felisha sadar, dokter Anggi sudah memeriksa denyut jantung bayi dan denyut jantung yang terdengar saat sudah sangat lemah. Bahkan hampir tidak terbaca oleh alat fetal Doppler dari IFD. “Kumohon Dokter, aku ingin mendengarnya sekarang, aku sangat khawatir,” desak Felisha. “Anakmu saat ini menunggu untuk segera dilahirkan Fel. Jangan lagi menunda yah, demi keselamatan kalian bersama. Aku akan mengantarmu masuk ke dalam ruang operasi.” Dokter Anggi tidak lagi mau memperpanjang kalimatnya. Ia takut jika keceplosan dan semakin membuat Felisha khawatir. Setelah kantung darah tersebut habis, proses operasi pun segera dimulai. Datanglah Kevin yang memilih untuk menunggu di dalam ruangan tetapi ia berdiri tepat di atas bagian kepala tempat tidur operasi tersebut. Tujuan Kevin hanya satu, agar Felisha dapat mel
last updateLast Updated : 2024-03-27
Read more

BAB 34. Tim Medis Menyerah.

“Tuan, tolong duduk dan buka pakaian anda. Kami butuh hangatnya tubuh orang tua bayi, ini juga salah satu metode yang biasa kami gunakan,” terang bidan itu. Tanpa pikir panjang Kevin segera membuka kemejanya dan memeluk anaknya. Kulit mereka bersentuhan satu sama lain, bidan lantas meletakkan kepala bayi mungil itu tepat di dadanya Kevin. "Semoga dengan mendengarkan jantung ayahnya, bayi anda bisa menangis," ucap bidan Karsih penuh dengan harapan. Beberapa kali Kevin mengusap punggung bayinya agar terasa hangat dan sesuai dengan instruksi sang bidan, ia juga memukul bokong sang bayi beberapa kali. Tetapi sayang, bayinya sama sekali tetap tidak menangis. Bahkan ia tidak bergerak dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, warna kulitnya yang merah sudah mulai pucat. Kevin semakin panik, setelah menunggu beberapa saat dan tidak ada perubahan sama sekali, akhirnya dokter Anggi beserta para bidan yang ada di sana pun angkat
last updateLast Updated : 2024-03-27
Read more

BAB 35. Miracle.

 “Siapa tahu dengan seperti ini, justru kamu membuka harapan baru dan kesempatan untuk memperbaiki rumah tangga mu.”Kevin yang awalnya enggan karena takut Felisha, menolak kehadiran bayinya akhirnya terdiam dan bungkam. Anggi yakin walaupun Kevin tidak mengeluarkan sepatah kata apapun, tapi Kevin pasti mempertimbangkan semua saran dan nasehatnya.“Kumohon Kevin, percayalah. Seburuk-buruknya seorang ibu, jika dia merawat anaknya sendiri dan menyusui, aku yakin naluri keibuan itu pun akan muncul dengan sendirinya. Dan, aku yakin setelah melihat bagaimana Felisha panik dan histeris tadi, tidak mungkin ia menolak kehadiran buah hati kalian.”Kevin pun menatap Anggi dengan nanar sambil mendesah dan menghela nafas dalam, akhirnya Kevin memutuskan untuk mengikuti saran Anggi.“Baiklah, jika memang itu yang terbaik untuk kami.” Anggi tersenyum dan mengangguk sambil menepuk bahu Kevin.“Kalau begitu ap
last updateLast Updated : 2024-03-28
Read more

BAB 36. Miracle Jelita Sanjaya.

Felisha melihat kedatangan Kevin dengan anak di dalam gendongannya, hatinya membuncah saat Kevin mendekatkan baby Mira. Felisha tersenyum bahagia. “Maafkan mama, Sayang. Mama akan merawatmu dengan baik,” bisik Felisha sambil mencium bayinya. Betapa kagumnya Felisa saat melihat wajah mungil sang bayi. Ia tidak menyangka dapat melahirkan seorang malaikat kecil berparas elok seperti seorang malaikat. “Halo cantik, bagaimana menurutmu kalau mama menamakanmu Jelita? Sesuai dengan paras elokmu,” bisik Felisa lalu menatap Kevin meminta persetujuan. “Kevin lalu menganggukkan kepalanya Miracle Jelita Sanjaya itu adalah nama anak kita,” jawab Kevin sambil tersenyum dan menatap Felisha penuh cinta. “Miracle Jelita Sanjaya, nama yang sangat indah. Benar ya, aku tidak kepikiran sama sekali nama yang berarti sebuah keajaiban. Lalu siapa nama panggilannya, Kev?” tanya Felisa kali ini meminta pendapat langsung dari Kevin. “Aku suka meman
last updateLast Updated : 2024-03-28
Read more

BAB 37. Berbagi Ranjang Denganmu.

Kevin sangat mengharapkan ada perbaikan dalam nikah, rumah tangga yang telah diperjuangkannya. Walau dengan jalan yang salah dan harus menyakiti Felisha terlebih dulu. Tapi, alasan kuat membuat Kevin dibenci oleh wanita yang paling dicintainya.Sebagai seorang pria, Kevin pun dapat menyadari bahwa untuk membuka hati kepada seseorang yang tidak pernah dicintai bahkan dibenci pasti adalah hal yang mustahil. Walau, jika Tuhan berkehendak maka tidak ada kata yang tidak mungkin.Kevin hanya dapat berusaha, memberikan yang terbaik dan kenyamanan bagi Felisha. Ia sudah berjanji, jika Felisha dan anaknya lahir. Maka tidak akan ada lagi, pemaksaan dalam rumah tangganya.Baginya, sudah cukup pemaksaan yang dilakukannya tahun lalu hingga membuat Felisha terjebak dalam pernikahan ini.Saat Kevin mendengar pertanyaan Felisha dengan raut wajah yang khawatir, ia pun menjawabnya dengan jujur.“Ini adalah kamar kita berdua,” jawab Kevin.Kevin sa
last updateLast Updated : 2024-03-29
Read more

BAB 38. Ancaman Adibah Khairiyah.

  Kevin lalu menatap Felisha menunggu informasi yang akan dibagi oleh istrinya tapi Felisha masih saja serius menatap sendu wajah Mira. Lalu terdengar suara keributan diluar hingga membuat Felisha dan Kevin menoleh. “Apa apa itu, Bang?” tanya Felisha. “Aku tidak tau, tunggulah di sini.” Lalu Kevin membuka pintu kamar dan melihat Adibah menerobos masuk ke Penthousenya dengan wajah gusar. “Kevin! Anda sangat tidak professional!” bentak Adibah dengan gusar. Kevin segera mengerutkan kedua alisnya. “Ada apa denganmu, sampai kamu datang ke kediaman pribadiku? Ini bukanlah tempat kita untuk membicarakan masalah pekerjaan,” ucap Kevin masih dengan sopan, bahkan masih sempat mempersilahkan Khai untuk duduk di ruang tamunya. “Duduklah,” sambung Kevin sekali lagi, walau dirinya saat ini sedang menahan rasa tersinggung karena dibentak oleh rekan kerjanya. Adibah Khairiyah pun segera duduk, wajahnya masih cemberut dan menatap kesal kep
last updateLast Updated : 2024-03-29
Read more

BAB 39. Rasa Canggung

 Bagai boomerang, kemarahan Adibah yang dikira dapat menyerang Kevin dan diharap akan menjadi kelemahan Kevin, ternyata justru berbalik menyerangnya.Tidak pernah Adibah pikirkan jika Kevin menunjukkan ketidak butuhannya secara terang-terangan dengan pekerjaan besar yang dimenangkan oleh perusahaannya Kevin ini.Benar yang Kevin katakan, Abidah sebenarnya tidak benar-benar mengerti latar belakangnya Kevin. Ia mengira jika Kevin akan bersikap sama dengan pengusaha lainnya yang mengejar kesuksesan dengan mengabaika keluarganya.Maka, untuk menutupi rasa malunya, Abidah pun berkata seolah dirinya adalah orang yang pengertian dan akan memberikan Kevin waktu untuk bersama dengan anak dan istrinya sesaat.“Kalau begitu, Kevin kamu cutilah lebih dulu. Aku memberikanmu waktu, aku akan memberikan kelonggaran untukmu menghabiskan waktu sejenak bersama dengan istrimu dan anakmu yang baru saja lahir.” Adibah kembali berpura-pura peduli dengan
last updateLast Updated : 2024-03-29
Read more

BAB 40. Malam Panas Yang Hampir Mencabut Nyawa.

 Kabar kelahiran bayinya Kevin dan Felisha sampailah terdengar di telinganya Garini. Ia mendapatkan foto seorang bayi mungil yang tampak sangat imut dan lucu. Garini mendesah sedih melihat bayi yang dia harapkan bukan menjadi anaknya Kevin melainkan anaknya Clay.“Aku, harus bagaimana kalau sudah begini, Ando? Aku masih berencana memisahkan mereka, aku tidak sanggup melihat Clay yang semakin menjauh dariku seperti ini,” keluh Garini kepada satu-satunya orang kepercayaannya.“Nyonya, mengapa anda justru ingin menyakiti anak anda yang lain. Memisahkan Felisha dari tuan muda Kevin, tidak akan menyelesaikan masalah, Nyonya.” Ando lalu mendekat kepada Garini dan duduk dihadapannya.“Kalau saya boleh berpendapat dan memberikan saran, sebaiknya Nyonya merestui saja hubungan mereka dan mulai fokus dengan pengobatannya tuan muda Clay di sini serta mengajarkannya untuk berbisnis. Biar tuan muda menghabiskan waktunya dengan hal ya
last updateLast Updated : 2024-03-30
Read more
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status