Kubalas Perbuatan Keluarga Suamiku 의 모든 챕터: 챕터 31 - 챕터 40

113 챕터

Tawaran Darmuji

"Ini uang bayaran bebersih rumah saya, setelah ini datanglah tiga hari sekali saja untuk membersihkan rumput. Mbak Nina, bisa datang setiap hari untuk menyapu rumah anak saya ini. Saat ditempati nanti, silakan datang setiap hari. Anak saya yang akan menggajinya nanti," ucap Pak Darmuji.Proses renovasi sudah selesai dalam satu minggu ini dan rumah ini terlihat sangat mewah dan rapi setelah dicat ulang. "Mas Ahmad, setelah ini mau kerja di mana?" Tanya Pak Darmuji."Kalau nggak kerja di sini ya saya nganggur di rumah." Suamiku menjawabnya pelan, "Bagaimana kalau jadi kuli di toko bahan milik saya? ""Tokonya jauh nggak?" Tanyaku. Tentu aku harus memperhitungkan jarak karena suamiku tidak bisa kepergian jauh lantaran kakinya yang belum begitu pulih."Ya nggak begitu jauh, yang di dekat pasar Saliwangi itu."Saliwangi. Jarak dari desaku tentu harus memakan waktu 15 menit agar sampai di sana. Tentu saja, suamiku harus mengendarai sepeda motor agar bisa sampai di toko itu. "Sepertinya n
last update최신 업데이트 : 2024-02-08
더 보기

lelaki tua itu, suaminya?

“Mas Ahmad, bisa kita bicara sebentar?” tanya Minah.“Nggak, ada sebentar sebentar. Jangankan sebentar, lama juga nggak boleh. Kamu ini udah aku kasih warning, jangan dekat dekat dengan suamiku. Apalagi ..”“Minah!” panggil Ibu dari depan.Aku menatap tajam wajah Minah, lalu membiarkan dia keluar dari dapur. Ibu tampak kembali dan menatap tajam padaku.“Kamu nggak izinkan Minah ngomong sama Ahmad, Nina? Dia itu mau pamitan.”“Pamitan? Udah akur lagi sama suaminya?” tanyaku senang.“Halah! Udah, kamu ke depan, Mad. Minah udah dijemput keluarganya. Ayamnya udah mateng belum?” tanya Ibu.“Udah, tuh!” Aku menunjuk ayam semur yang tadi dimasak.“Kok dimasak kecap? Digoreng, Nina. Allahu, kalau di semur basi kalau buat besok.”“Tinggal di angetin aja sih, memangnya mau buat siapa?”“Buat keluarga MInah. Kamu ini bikin malu saja! Ya sudah, kamu tempatkan di wadah kotak yang punya kamu itu, bawa ke depan.”“Yang tupperware itu, Bu? Nggak boleh. Itu Nina dapat dari kado teman pas nikahan Nina.
last update최신 업데이트 : 2024-02-09
더 보기

kesal

Entah perdebatan apa yang terjadi malam itu karena aku memutuskan untuk pergi ke kamar dan menyetel musik sedikit keras biar tidak mendengar percakapan mereka. Aku heran dengan keluarga ini yang justru membela sesuatu yang salah dan memperjuangkan mati-matian yang tidak sesuai dengan moral yang ada. Jika saja bukan karena mas Ahmad yang begitu sayang padaku tanpa aku menyayangiku meninggalkan rumah ini.Pintu terdengar dibuka dan suara musik nampak dipelankan, mungkin oleh Mas Ahmad. Aku masih berpura-pura tidur dengan selimut yang membungkus tubuh. “Aku tahu kamu pasti hanya berpura-pura tidur saja,” ucap Mas Ahmad.Aku bergeming. Aku tetap sedang malas berbicara apapun dan memilih untuk tiduran saja.“Minah sudah pergi, kamu tidak perlu khawatir lagi.”Aku membuka selimut dan menatap wajah suamiku. “Yakin?”“Ya. Tadi sempat terjadi bersitegang antara aku dan keluarga Minah bahkan ibu dan Mbak Mita pun kesal karena aku meminta Minah untuk ikut pulang bersama dengan mereka. Jadi, ka
last update최신 업데이트 : 2024-02-10
더 보기

Jasuke(Janda Suarakan Kebebasan)

"Bu, Tahu masak dua.""Dua? Dimakan sini?""Iya, Bu.""Duh, nggak salah, Mbak Nin?""Enggak, Bu. Mode laper belum sarapan, sudah harus kenyang makan kenyataan. Jadinya selera makan awut awutan," jawabku membuat Bu Hartati terkekeh."Mbak Nin ini, bisa aja. Pedes nggak nih?""Nggak usah, Bu. Nanti bukanya kenyang malah mencret. Juga minumnya yang anget ya, Mbak. Soalnya kalau dingin, cuma mertuaku."Lagi lagi mbak Hartati tertawa. Entah apa yang lucu, tapi yang jelas aku sedang dongkol. Rasanya malah sekali aku pulang ke rumah karena harus bertemu dengan ibu dan yang lain. Jika biasanya aku bersemangat karena ada mas Ahmad di rumah tetapi kali ini aku sedang kesal kepadanya sehingga rasanya pulang ke rumah pun kaki terasa tidak berdaya."Kenapa toh mbak Nin, mukanya kusut amat?" tanya Bu Hartati."Biasa, Bu, belum beli Kispray. Jadi masih kusut," jawabku asal."Loh? Itu muka atau gosokan baju," kekehnya. "Saya tanya serius Mbak Nina jawabnya selalu saja bikin saya sakit perut.""Habis
last update최신 업데이트 : 2024-02-11
더 보기

balas budi

"Tumben hari ini pulangnya sampai sore, dek?" Mas Ahmad ternyata sudah menungguku di depan halaman dan dia sepertinya panik dan khawatir dengan aku yang tidak biasanya pulang sampai sore hari. Selepas dari sekolahan aku memang mampir ke pasar karena tidak berbelanja ke toko biasa. Sengaja hanya untuk berjalan-jalan dan menghabiskan uang untuk sekedar membeli hal-hal yang sepele dan ingin aku beli dengan uang hasil jualanku. Aku habiskan tanpa sisa dan tentu saja aku beli hal-hal yang aku anggap sebagai kebutuhan.Melihatku pulang dengan membawa belanjaan yang begitu banyak Mas Ahmad langsung membantuku, dia memang lelaki yang sangat peka dengan kesusahan istrinya tetapi tidak peka dengan perasaan istrinya. Hal yang tentu menjadi sebuah pertimbangan matang ketika aku sedang marah Aku pun tidak tega jika berlama-lama karena pasti dia harus di kode terlebih dahulu agar paham jika istrinya ini sedang kesal karena apa yang dia lakukan.Ibu dan Mbak Mita sedang duduk di kursi tamu dan di s
last update최신 업데이트 : 2024-02-12
더 보기

perdebatan

"Mas nggak sadar dan merasa kalau itu hanya Modus dia saja?" sungutku.Entah apa yang ada di pikiran Mas Ahmad kali ini, tidak biasanya dia membela wanita itu di depanku seolah-olah tidak mempunyai dosa karena sudah mengganggu rumah tanggaku. Aku benar-benar curiga dengan semua hal yang terjadi kali ini termasuk tentang keputusan suamiku yang mendadak seperti menyetujui wanita itu ada di sini."Insyaallah enggak, Mas tahu Minah dulu tidak sejahat itu. Dia tinggal di sini dengan cara memaksa karena dia takut dengan suaminya yang mungkin akan melakukan hal yang tidak tidak. Dia sangat senang saat suaminya memberikan uang kepada mas meskipun syaratnya cukup membuatku kata-kata dengan kamunya yang begini," jawab Mas Ahmad.Aku menangkup kedua pipi suamiku dan mengapa matanya dalam dalam. Mencari kebenaran dan kejujuran dari lelaki yang sudah aku nikahi 5 tahun ini. Selama ini susah dan senang kami jalani bersama-sama tanpa ada yang ditutup-tutupi tetapi kedatangan Wanita itu sungguh membu
last update최신 업데이트 : 2024-02-12
더 보기

murka

Malam ini aku mendengar keributan di luar. Aku diminta untuk tetap di kamar karena mas Ahmad akan membahas tentang keberatanku menerima bantuan Minah. Aku mendengar Ibu yang misuh misu dan Mbak Mita yang membodohkan suamiku. Rasanya aku tak tahan dengan semua ini. Aku tak tega melihat suamiku sendirian di keroyok oleh keluarganya karena membelaku. Aku membuka pintu kamar, menemui keluarga suamiku yang sedang berdiskusi sengit dengan keluarganya.“Ini nih, biang si biang kurang ajar! Kamu itu sejak awal dinikahi Ahmad sudah bikin sial, Nina. Kamu udah bikin Ahmad nggak bisa kerja seperti dulu, udah bikin Ahmad menentang ibunya, kamu juga yang udah bikin dia seperti babu bagi kamu sendiri. Kurang ajar emang kamu!” sungut MBak Mita.“Mbak, nggak usah nyalahin Nina. Semua keputusan adalah mutlak keinginan Ahmad, Nina sama sekali nggak pernah mengajak pada keburukan,” ucap Mas Ahmad yang berusaha membelaku. “Oh nggak bisa, Ibu udah tahu kok kalau selama ini kamu udah kayak kebo dicucuk
last update최신 업데이트 : 2024-02-14
더 보기

bantuan

“Ini serius, Pak?” tanyaku.“Iya, ayo!” ajak Pak Widodo. Aku merasa beruntung karena ada orang baik yang mau membantuku tanpa pamrih. Aku diantar sampai ke rumah sakit oleh Pak Widodo padahal jarak rumah sakit lumayan jauh dari tempatku tinggal. Namun, aku tidak mau menjadi orang yang tidak tahu terima kasih sehingga aku memberikan uang saat lelaki itu menolak dengan keras. Aku memasukkan uang untuk dalam bagasi depan motornya dan melambaikan tangan untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.“Kalau butuh ojek atau tumpangan boleh hubungi saya, saya bisa datang ke sini dan bantu kapan saja.”"Siap, Pak. Makasih banyak ya."Mungkin karena tidak enak, akhirnya pak Widodo meninggalkan nomor ponsel yang aku catat dan aku pun langsung masuk ke dalam rumah sakit untuk melihat keadaan suami dan juga Minah.Aku bertanya pada petugas kesehatan tentang keberadaan suamiku dan pasien dengan atas Minah. Namun, jam besuk pasien sudah berakhir sehingga aku tidak boleh masuk ke ruangan dan
last update최신 업데이트 : 2024-02-15
더 보기

tak takut

Setelah melewati pertimbangan yang cukup matang akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti saran dari bank Asraf untuk beristirahat terlebih dahulu di ruangannya. Saat Aku diantar ke ruangannya tentu aku sangat kaget karena ruangan tempat bekerja dan istirahat Ashraf begitu besar adalah jauh dari ruangan dokter pada umumnya. Di tempat ini ruang periksa dan ruang beristirahat terpisah sehingga tidak ada yang tahu jika aku ada di sini.Bang Ashraf mengambilkanku air putih yang hangat. Dia sepertinya tahu kalau aku sedang tremor dan merasa kesal karena apa yang aku lihat tadi di ruangan Minah.“Abang tahu nggak kenapa wanita itu belum melahirkan sampai sekarang?” Tanyaku yang penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan Minah.“Hari ini aku masuk shift sore dan belum mengecek keadaan pasien yang masuk pagi tadi. Tadi jam prakteknya fildan jadi dia yang lebih tahu tentang kondisi mantan suami kamu itu,” jawab Bang Ashraf.“Oh, waktu itu dia juga pernah kontraksi palsu dan hampir memin
last update최신 업데이트 : 2024-02-15
더 보기

ikuti mobil itu

Sebenarnya aku bingung mau bagaimana dan mau ke mana setelah memberikan ancaman kepada wanita ulat bulu itu. Namun, kembali ke rumah seperti menabuh kendaraan perang sendirian sedangkan aku tidak punya kekuatan apapun sekarang. Amarah yang memuncak itu membuatku terdiam sambil mengetuk-ngetuk tangan di atas meja. Gimana, apa dan kenapa Mas Ahmad berjanji menikahi wanita itu tanpa sepengetahuanku.Aku memutuskan untuk membeli makanan di luar rumah sakit. Aku Masih memikirkan Bagaimana cara untuk membuat semua orang itu tidak memaksaku untuk melepaskan Mas Ahmad. Aku harus mengisi amunisi biar otak ini bisa bekerja dengan cepat. Aku memesan makanan opor ayam 2 porsi agar aku benar-benar kenyang dan bisa berpikir dengan baik. Ketika ada masalah rugi kalau sampai mengorbankan perut untuk ikut disiksa dan aku memutuskan untuk makan dengan porsi banyak agar benar-benar puas dan lega."Aku pikir kamu pergi ke mana," sapa Bang Asraf. Dia sudah berganti pakaian menjadi kemeja dan bukan lagi pa
last update최신 업데이트 : 2024-02-16
더 보기
이전
123456
...
12
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status