...“Habis dari mana? Suami lagi sakit malah kamu ngeluyur,” sembur Mbak Mita.“Suka-suka Nina. Daripada di sini liat Mbak Mita, lama-lama bisa ikutan sakit. Mas, Nina pulang dulu, ya? Mau balikin motor sekalian ambil baju ganti,” pamitku.“Eh, nggak usah. Kelamaan nanti di rumah kalau kamu yang pulang. Biar Mbak aja sama Ibu yang pulang ke rumah,” cegah Mbak Mita.Alah, aku tahu modusnya. Palingan dia malas berlama-lama di rumah sakit. Mana bisa dia direpotkan sama aku dan yang lain. “Nggak usah, Mbak. Nina bentaran doang. Ngapain lama-lama. Kayak nggak ada kerjaan aja di sini.”“Ya emang gak ada. Kamu kan kerjaannya cuma nyusahin Ahmad.”Aku memutar bola mata jengah. Ibu mertua hanya diam saja, tak ikut menyela atau mendebat pernyataan Mbak Mita yang terdengar sangat tidak sopan.“Mad, Ibu pulang dulu, ya? Jani takut nyariin. Malam ini sama Nina saja di rumah sakit nggak apa, kan? Besok Ibu ke sini pagi-pagi sekalian bawa sarapan buat kamu dan Nina. Ya?” pamit Ibu mertua.“Ya, Bu. I
Last Updated : 2023-12-26 Read more