Home / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Chapter 2181 - Chapter 2187

All Chapters of Menantu Pahlawan Negara: Chapter 2181 - Chapter 2187

2187 Chapters

Bab 2181 Sudah Direkrut

"Jangan bicara sembarangan! Apa kamu Ardika tertarik dengan aset keluarga kita yang nggak seberapa itu?"Ekspresi Sutandi berubah menjadi makin muram. Kemudian, dia berkata seakan-akan keputusannya sudah bulat, "Intinya, aku sudah memutuskan ini. Aku yang mengelola perusahaan, apa aku bahkan nggak memiliki wewenang ini?""Wewenang apaan?!"Sambil menunjuk Sutandi, Leane berkata dengan marah, "Eh, Sutandi, aku sudah mengerti sekarang, kamu sudah nggak ingin melanjutkan pernikahan ini, 'kan?!"Melihat pasangan paruh baya itu bertengkar sengit, Ardika bangkit dengan tidak berdaya dan berkata, "Pak Sutandi, Bibi Leane, jangan bertengkar lagi, aku nggak akan bergabung dengan perusahaan kalian ....""Kamu nggak perlu berpura-pura baik di sini!"Sambil menunjuk Ardika, Leane berkata dengan marah, "Pasti kamu yang sudah menyihir Sutandi!""Katakan, apa kamu adalah anak haramnya?!"Ardika benar-benar tercengang.'Apa-apaan ini? Bahkan kata anak haram juga sudah keluar dari mulutnya.'Begitu dil
Read more

Bab 2182 Kesempatan untuk Mengejar

Namun, kalau dia tidak membuat pengaturan seperti ini, ayah dan ibunya pasti akan bertengkar sengit hanya karena orang luar seperti Ardika. Jadi, Jeslin hanya bisa "berkorban" seperti ini.Sementara itu, Sutandi juga tidak berkomentar apa-apa.Grup Goldis adalah perusahaan besar di ibu kota provinsi. Kalau perusahaan miliknya itu hanyalah sebuah perusahaan kecil, maka tidak perlu diragukan lagi Grup Goldis adalah sebuah platform yang besar.Kalau Ardika bisa bekerja di sana, pasti masa depan muridnya itu bisa lebih cerah daripada bekerja di perusahaannya, bahkan lebih membantu untuk perkembangan Ardika di kemudian hari."Huh, anggap saja dia beruntung."Leane mendengus, lalu menatap Ardika dengan ekspresi seolah-olah baru saja memberikan peluang yang sangat berharga untuk Ardika. "Berterima kasihlah pada Jeslin! Kalau bukan berkat dia, kamu bahkan nggak akan bisa mendekati Grup Goldis seumur hidupmu!"Walaupun dengan pengaturan ini Ardika pasti akan memperoleh keuntungan berkat Jeslin,
Read more

Bab 2183 Terjadi Sesuatu pada Kasandra

Sutandi membuka mulutnya. Akan tetapi, pada akhirnya dia hanya menghela napas tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Tentu saja dia tahu apa yang dipikirkan oleh putrinya.Namun, karena Jeslin sudah berbicara demikian, dia juga tidak bisa memaksa putrinya lagi. Dia tidak mungkin memaksa putrinya untuk menurunkan standar, itu artinya dia sendiri tidak meyakini kemampuan Ardika.Bukankah itu sama saja dengan dia beranggapan pendapatan Ardika tidak bisa mencapai puluhan miliar per tahun?"Oke, nanti aku akan pergi ke Grup Goldis untuk melihat-lihat," kata Ardika dengan acuh tak acuh.Dia malas untuk memberi penjelasan apa pun pada Leane dan Jeslin, lebih tidak mungkin lagi dia memberi tahu mereka bahkan Jeslin bisa direkrut oleh Grup Goldis pun berkat dirinya.Kalau dia langsung mengutarakan hal ini, selain diejek oleh kedua orang wanita itu, sama sekali tidak ada artinya.Namun, kalau dia menolak penawaran ini, Keluarga Yasin pasti akan kacau lagi.Lagi pula, Ardika juga berencana ke sana u
Read more

Bab 2184 Penyakit Kumat Lagi

"Apa sangat mendesak? Bagaimana kalau aku antar kamu?"Sutandi langsung meletakkan tekonya dan berdiri."Nggak perlu, orang itu sudah mengirim mobil untuk menjemputku."Selesai berbicara, Ardika langsung pergi."Huh, bilang saja naik taksi, untuk apa membual dengan bilang dijemput? Membuat diri sendiri seperti tokoh hebat saja!"Leane mendecakkan lidahnya dengan jijik.Saat Ardika berada di rumah, dia merasakan udara di rumahnya sangat menyesakkan.Sekarang, setelah akhirnya pria itu pergi, dia baru merasakan udara di rumahnya sangat menyegarkan....Tanpa memedulikan sindiran Leane, Ardika langsung turun ke lantai bawah. Dia berjalan ke luar kompleks tempat tinggal Keluarga Yasin untuk menunggu Limdo.Dalam kurun waktu kurang dari isapan satu batang rokok, sebuah mobil Audi dengan pelat Kediaman Wali Kota Ibu Kota Provinsi melaju kemari."Tuan Ardika, silakan masuk!"Limdo langsung turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Ardika.Melirik rambut pria itu tampak berantakan, ser
Read more

Bab 2185 Mantra Boneka

"Setelah aku melihat kondisinya, baru kita bicarakan lagi."Ardika menanggapinya dengan acuh tak acuh.Harus dilihat dengan mata kepala sendiri, sekarang banyak bicara juga tidak ada gunanya.Ardika bertanya dengan santai, "Tuan Jace baik-baik saja, 'kan?"Hal yang tidak diutarakannya secara langsung saat berada di Kediaman Keluarga Sinantri adalah, ada orang yang menggunakan mantra pada Kasandra, kemungkinan besar untuk menargetkan Jace.Sebelumnya Jace sudah mengalami aksi pembunuhan beberapa kali. Belakangan ini, bahkan ada orang yang menggunakan Mantra Wajah Hantu padanya, hampir membuatnya kehilangan nyawanya.Dalam situasi Jace yang kini waspada penuh, menjaga keselamatan dirinya sendiri, tentu saja ada kemungkinan si pelaku memanfaatkan putri Jace untuk mencapai tujuannya.Tentu saja, mungkin si pelaku juga ada tujuan lain.Namun, apa pun itu, baik Jace maupun Kasandra, sudah ada mantra yang ditanam dalam tubuh mereka berdua beberapa waktu yang lalu.Itu artinya, si pelaku sudah
Read more

Bab 2186 Memohon dengan Berlutut

Jace dan istrinya berdiri di belakang para pengawal tersebut. Mata mereka tampak memerah, raut wajah mereka sangat pucat."Jangan menggunakan senjata anestesi, jangan lukai Kasandra!""Setelah Kasandra lelah, dia akan berhenti sendiri!"Sambil merangkul istrinya yang sudah hampir pingsan akibat terus menangis, Jace memberi instruksi dengan suara dalam.Anestesi memerlukan keterampilan yang sangat tinggi. Hanya sedikit kurang berhati-hati saja, akan menimbulkan konsekuensi besar.Walaupun Jace tidak tahu mengapa putrinya bisa berubah menjadi sangat asing, seolah-olah sudah menjadi orang yang berbeda, tetapi selama belum sampai pada situasi yang benar-benar mendesak, dia tidak ingin Kasandra terluka."Tuan Jace, Tuan Ardika sudah tiba!"Limdo segera melangkah maju, melapor pada atasannya."Ardika!"Jace langsung menoleh ke arah Ardika. Dia menepuk-nepuk pundak istrinya. Setelah melepaskan istrinya, dia berinisiatif melangkah maju dan berkata dengan volume suara kecil, "Maaf, Ardika. Kema
Read more

Bab 2187 Mengambil Pisau

Terlepas dari masalah sebesar apa pun itu, Jace akan mempertaruhkan masa depannya, bahkan nyawanya untuk membantu Ardika menangani masalah!Kalau sampai hal seperti ini tersebar keluar, pasti akan ada banyak orang yang iri setengah mati.Bagaimanapun juga, di ibu kota provinsi, walaupun kelihatan dari luar masih ada Kediaman Kodam Provinsi Denpapan yang menekannya, tetapi kekuasaannya tetap sangat besar.Hanya dengan mendapatkan sedikit keuntungan darinya saja, orang biasa sudah bisa memperoleh keuntungan yang tidak berani bayangkan seumur hidup."Untuk apa aku menginginkan nyawa Tuan Jace?"Ardika hanya tersenyum, tidak menyetujui, juga tidak menyangkal ucapan Jace.Bagi orang lain, mungkin Wali Kota Ibu Kota Provinsi adalah tokoh besar yang tidak bisa digapai. Akan tetapi, bagi Ardika, sama sekali bukan apa-apa.Namun, selanjutnya dia akan menangani urusan di ibu kota provinsi. Dengan adanya bantuan dari Jace, bisa memudahkannya untuk melakukan banyak hal."Ayo, biar aku lihat kondis
Read more
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status