"Wah, kalau begitu, benar-benar malang!"Sosok profesor yang bernama Wilfred itu juga mengamati Ardika sambil mengangkat bahunya.Namun, sebagai target ejekan, Ardika sama sekali tidak terpengaruh. Dia hanya melirik Limdo sekilas sambil tersenyum tipis.Ekspresi Limdo terlihat agak canggung, dia segera menangkupkan tangannya di hadapan Ardika dengan diliputi rasa bersalah."Maaf, Tuan Ardika, demi keselamatan Tuan Jace ...."Kala itu, saat masih di kereta api cepat, setelah Ardika pergi, dia segera menyelidiki latar belakang dan berbagai data-data mengenai Ardika.Demi melindungi Jace, terutama setelah Jace telah menjadi target pembunuhan beberapa kali, sudah menjadi tugas dan kewajiban Limdo untuk menyelidiki setiap orang yang mendekati atasannya itu.Hanya saja, sekarang Gijran malah mengekspos hal tersebut di depan banyak orang, bahkan di hadapan Ardika sendiri, tentu saja Limdo merasa agak canggung.Menghadapi sikap arogan Gijran, tentu saja Ardika tidak akan berdiam diri saja."Ng
Read more