"Ardika, bukannya kamu sangat hebat?""Ayolah, sekarang Tuan Muda Cahdani sudah berdiri tepat di hadapanmu, apa kamu berani mengatainya anjing sekali lagi?"Gijran memasang ekspresi mempermainkan.Saat ini, dia sedang berdiri membelakangi Cahdani, jadi dia tidak melihat saat ini raut wajah Cahdani sudah berubah menjadi seburuk apa.Ardika melirik Cahdani sekilas, lalu tersenyum tipis dan berkata, "Cahdani, coba kamu menggonggong dulu, aku mau dengar."Begitu kata-kata itu keluar dari mulut Ardika, suasana di tempat itu kembali berubah menjadi hening.Orang yang satu ini benar-benar masih ingin melanjutkan aksi cari mati?"Pfffttt ...."Gijran tertawa dengan mengeluarkan suara. Dalam hatinya, dia berkata, 'Ardika ini benar-benar bodoh! Aku mendorongnya untuk terus memprovokasi Cahdani, dia nggak hanya memprovokasi, bahkan makin menjadi-jadi. Benar-benar cari mati!'"Tuan Muda Cahdani, kamu sudah mendengarnya, 'kan?""Si Ardika ini nggak hanya mengataimu anjing, dia bahkan memintamu untu
Read more