Home / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 2183 Terjadi Sesuatu pada Kasandra

Share

Bab 2183 Terjadi Sesuatu pada Kasandra

Author: Sarjana
Sutandi membuka mulutnya. Akan tetapi, pada akhirnya dia hanya menghela napas tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Tentu saja dia tahu apa yang dipikirkan oleh putrinya.

Namun, karena Jeslin sudah berbicara demikian, dia juga tidak bisa memaksa putrinya lagi. Dia tidak mungkin memaksa putrinya untuk menurunkan standar, itu artinya dia sendiri tidak meyakini kemampuan Ardika.

Bukankah itu sama saja dengan dia beranggapan pendapatan Ardika tidak bisa mencapai puluhan miliar per tahun?

"Oke, nanti aku akan pergi ke Grup Goldis untuk melihat-lihat," kata Ardika dengan acuh tak acuh.

Dia malas untuk memberi penjelasan apa pun pada Leane dan Jeslin, lebih tidak mungkin lagi dia memberi tahu mereka bahkan Jeslin bisa direkrut oleh Grup Goldis pun berkat dirinya.

Kalau dia langsung mengutarakan hal ini, selain diejek oleh kedua orang wanita itu, sama sekali tidak ada artinya.

Namun, kalau dia menolak penawaran ini, Keluarga Yasin pasti akan kacau lagi.

Lagi pula, Ardika juga berencana ke sana u
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Muliadi
cerita taik anjing
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2184 Penyakit Kumat Lagi

    "Apa sangat mendesak? Bagaimana kalau aku antar kamu?"Sutandi langsung meletakkan tekonya dan berdiri."Nggak perlu, orang itu sudah mengirim mobil untuk menjemputku."Selesai berbicara, Ardika langsung pergi."Huh, bilang saja naik taksi, untuk apa membual dengan bilang dijemput? Membuat diri sendiri seperti tokoh hebat saja!"Leane mendecakkan lidahnya dengan jijik.Saat Ardika berada di rumah, dia merasakan udara di rumahnya sangat menyesakkan.Sekarang, setelah akhirnya pria itu pergi, dia baru merasakan udara di rumahnya sangat menyegarkan....Tanpa memedulikan sindiran Leane, Ardika langsung turun ke lantai bawah. Dia berjalan ke luar kompleks tempat tinggal Keluarga Yasin untuk menunggu Limdo.Dalam kurun waktu kurang dari isapan satu batang rokok, sebuah mobil Audi dengan pelat Kediaman Wali Kota Ibu Kota Provinsi melaju kemari."Tuan Ardika, silakan masuk!"Limdo langsung turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Ardika.Melirik rambut pria itu tampak berantakan, ser

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2185 Mantra Boneka

    "Setelah aku melihat kondisinya, baru kita bicarakan lagi."Ardika menanggapinya dengan acuh tak acuh.Harus dilihat dengan mata kepala sendiri, sekarang banyak bicara juga tidak ada gunanya.Ardika bertanya dengan santai, "Tuan Jace baik-baik saja, 'kan?"Hal yang tidak diutarakannya secara langsung saat berada di Kediaman Keluarga Sinantri adalah, ada orang yang menggunakan mantra pada Kasandra, kemungkinan besar untuk menargetkan Jace.Sebelumnya Jace sudah mengalami aksi pembunuhan beberapa kali. Belakangan ini, bahkan ada orang yang menggunakan Mantra Wajah Hantu padanya, hampir membuatnya kehilangan nyawanya.Dalam situasi Jace yang kini waspada penuh, menjaga keselamatan dirinya sendiri, tentu saja ada kemungkinan si pelaku memanfaatkan putri Jace untuk mencapai tujuannya.Tentu saja, mungkin si pelaku juga ada tujuan lain.Namun, apa pun itu, baik Jace maupun Kasandra, sudah ada mantra yang ditanam dalam tubuh mereka berdua beberapa waktu yang lalu.Itu artinya, si pelaku sudah

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2186 Memohon dengan Berlutut

    Jace dan istrinya berdiri di belakang para pengawal tersebut. Mata mereka tampak memerah, raut wajah mereka sangat pucat."Jangan menggunakan senjata anestesi, jangan lukai Kasandra!""Setelah Kasandra lelah, dia akan berhenti sendiri!"Sambil merangkul istrinya yang sudah hampir pingsan akibat terus menangis, Jace memberi instruksi dengan suara dalam.Anestesi memerlukan keterampilan yang sangat tinggi. Hanya sedikit kurang berhati-hati saja, akan menimbulkan konsekuensi besar.Walaupun Jace tidak tahu mengapa putrinya bisa berubah menjadi sangat asing, seolah-olah sudah menjadi orang yang berbeda, tetapi selama belum sampai pada situasi yang benar-benar mendesak, dia tidak ingin Kasandra terluka."Tuan Jace, Tuan Ardika sudah tiba!"Limdo segera melangkah maju, melapor pada atasannya."Ardika!"Jace langsung menoleh ke arah Ardika. Dia menepuk-nepuk pundak istrinya. Setelah melepaskan istrinya, dia berinisiatif melangkah maju dan berkata dengan volume suara kecil, "Maaf, Ardika. Kema

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2187 Mengambil Pisau

    Terlepas dari masalah sebesar apa pun itu, Jace akan mempertaruhkan masa depannya, bahkan nyawanya untuk membantu Ardika menangani masalah!Kalau sampai hal seperti ini tersebar keluar, pasti akan ada banyak orang yang iri setengah mati.Bagaimanapun juga, di ibu kota provinsi, walaupun kelihatan dari luar masih ada Kediaman Kodam Provinsi Denpapan yang menekannya, tetapi kekuasaannya tetap sangat besar.Hanya dengan mendapatkan sedikit keuntungan darinya saja, orang biasa sudah bisa memperoleh keuntungan yang tidak berani bayangkan seumur hidup."Untuk apa aku menginginkan nyawa Tuan Jace?"Ardika hanya tersenyum, tidak menyetujui, juga tidak menyangkal ucapan Jace.Bagi orang lain, mungkin Wali Kota Ibu Kota Provinsi adalah tokoh besar yang tidak bisa digapai. Akan tetapi, bagi Ardika, sama sekali bukan apa-apa.Namun, selanjutnya dia akan menangani urusan di ibu kota provinsi. Dengan adanya bantuan dari Jace, bisa memudahkannya untuk melakukan banyak hal."Ayo, biar aku lihat kondis

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 1 Mandi

    "Sayang, ini terakhir kali aku memandikanmu ....""Kita sudah menikah tiga tahun, tapi kita masih belum pernah bercinta ....""Sebelum bercerai, aku ingin memberikan malam pertamaku kepadamu ...."Ardika Mahasura duduk di dalam bak mandi, Luna Basagita yang bertubuh seksi sedang duduk di belakangnya. Kedua tangannya yang putih mulus itu sedang menggosok tubuh Ardika.Ketika air membasahi tubuh mereka, aroma yang harum pun memenuhi udara.Luna mengoleskan sabun mandi ke tubuh yang kekar itu, ketika kedua tangannya melewati otot perut Ardika, wajah Luna langsung merona.Namun, ketika melihat wajah Ardika, rasa sedih membuat air mata Luna ikut terjatuh.Saat ini, Ardika sedang memiringkan kepalanya. Wajah yang tampan itu terlihat bengong, air liur juga menetes dari sudut mulutnya. Dia benar-benar seorang idiot."Sayang, apa yang terjadi selama tiga tahun ini? Kenapa kamu menjadi seperti ini?" ucap Luna sambil terisak.Tiga tahun lalu, Ardika tiba-tiba menghilang di malam pertama mereka.D

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2 Kue Seharga Seratus Ribu

    Suara keras terdengar dari ujung telepon, seolah-olah ada meja dan kursi yang terbalik.Draco pun menjawab dengan nada gemetar, "Bos, ini benar-benar kamu? Ke mana saja kamu?""Selama ini, bos nggak ada kabar sama sekali. Teman-teman juga sangat panik.""Tapi, identitasmu sangat rahasia. Tanpa perintah, kami nggak berani pergi mencarimu."Sambil menghela napas, Ardika lalu menjawab, "Aku bertemu beberapa orang licik. Nggak masalah, sekarang aku sudah pulih.""Ada orang yang ingin mencelakakanmu? Siapa? Bos, berikan perintah! Aku akan bawa teman-teman untuk meratakan mereka," bentak Draco."Nggak perlu," jawab Ardika dengan ekspresi dingin. Terkait masalah Keluarga Mahasura, dia tidak ingin menggunakan bantuan dari luar. Semua ini harus diselesaikan oleh Ardika sendiri."Ada satu hal yang perlu kamu lakukan.""Malam ini, segera bawa Grup Angkasa Sura ke Kota Banyuli.""Selain itu, umumkan bahwa kita akan berinvestasi 20 triliun di Kota Banyuli."Selama tiga tahun bergabung dengan milite

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3 Calon Pewaris

    "Ardika, jangan-jangan ... kamu sudah pulih?"Melihat tatapan Ardika yang jernih, Luna menutup mulutnya dengan tangan dan tampak tidak percaya."Ya, aku sudah pulih, sayang."Ardika menatap ke arah Luna, dia yang begitu tegas dalam medan perang, ternyata bisa merasa sedih juga.Seketika, air mata mengenang di mata Luna. Rasa bahagia membuatnya ikut menangis.Ardika langsung memeluk Luna. Beberapa tahun ini, Luna sudah menderita."Huh! Memangnya kenapa kalau sudah pulih?"Wulan berkata dengan sinis, "Dia tetap saja seorang pecundang."Sambil berkata, Wulan kembali duduk di kursinya. Sambil menunjuk kursi lipat di pojokan, dia pun berkata, "Duduk sana! Berkontribusi 20 triliun? Jangan membuatku tertawa."Ketika Ardika yang mengernyit ingin berkata, Luna segera menghentikannya dan menariknya untuk duduk.Mereka berempat duduk di kursi lipat yang ada di pojokan. Melihat makanan yang mahal dan enak di meja lain, di atas meja mereka hanya ada empat mangkuk mi.Melihat suasana yang begitu hid

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 4 Herkules

    Melihat Ardika yang percaya diri, Luna pun merasa ragu. Setelah memikirkan kondisi keluarganya sekarang, dia pun menggertakkan gigi, lalu berdiri dan berkata, "Kakek, aku akan pergi menagih utang.""Kamu! Kamu sudah gila, ya? Kalau sampai wajahmu rusak karena dipukul Kak Herkules, Tuan Muda Tony pasti akan meninggalkanmu."Desi langsung panik.Semua orang terkejut, bahkan Tuan Besar Basagita juga tidak menyangka Luna akan menyetujuinya.Wisnu dan yang lain hanya mendengkus dingin.Wisnu tiba-tiba mengeluarkan sepuluh ribu dari sakunya, lalu dilemparkan ke kaki Luna sambil berkata, "Melihat keberanianmu itu, aku kasih sepuluh ribu untuk naik transportasi umum."Wulan juga menyilangkan tangannya di dada, lalu mengangkat alisnya sambil berkata, "Kamu sendiri yang mau pergi, ya? Kalau dihajar sampai lumpuh, jangan bilang Keluarga Basagita yang memaksamu."Ardika melirik beberapa orang itu dengan tatapan dingin. Dia tidak ingin memedulikan orang-orang tidak penting ini.Ardika langsung berd

Latest chapter

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2187 Mengambil Pisau

    Terlepas dari masalah sebesar apa pun itu, Jace akan mempertaruhkan masa depannya, bahkan nyawanya untuk membantu Ardika menangani masalah!Kalau sampai hal seperti ini tersebar keluar, pasti akan ada banyak orang yang iri setengah mati.Bagaimanapun juga, di ibu kota provinsi, walaupun kelihatan dari luar masih ada Kediaman Kodam Provinsi Denpapan yang menekannya, tetapi kekuasaannya tetap sangat besar.Hanya dengan mendapatkan sedikit keuntungan darinya saja, orang biasa sudah bisa memperoleh keuntungan yang tidak berani bayangkan seumur hidup."Untuk apa aku menginginkan nyawa Tuan Jace?"Ardika hanya tersenyum, tidak menyetujui, juga tidak menyangkal ucapan Jace.Bagi orang lain, mungkin Wali Kota Ibu Kota Provinsi adalah tokoh besar yang tidak bisa digapai. Akan tetapi, bagi Ardika, sama sekali bukan apa-apa.Namun, selanjutnya dia akan menangani urusan di ibu kota provinsi. Dengan adanya bantuan dari Jace, bisa memudahkannya untuk melakukan banyak hal."Ayo, biar aku lihat kondis

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2186 Memohon dengan Berlutut

    Jace dan istrinya berdiri di belakang para pengawal tersebut. Mata mereka tampak memerah, raut wajah mereka sangat pucat."Jangan menggunakan senjata anestesi, jangan lukai Kasandra!""Setelah Kasandra lelah, dia akan berhenti sendiri!"Sambil merangkul istrinya yang sudah hampir pingsan akibat terus menangis, Jace memberi instruksi dengan suara dalam.Anestesi memerlukan keterampilan yang sangat tinggi. Hanya sedikit kurang berhati-hati saja, akan menimbulkan konsekuensi besar.Walaupun Jace tidak tahu mengapa putrinya bisa berubah menjadi sangat asing, seolah-olah sudah menjadi orang yang berbeda, tetapi selama belum sampai pada situasi yang benar-benar mendesak, dia tidak ingin Kasandra terluka."Tuan Jace, Tuan Ardika sudah tiba!"Limdo segera melangkah maju, melapor pada atasannya."Ardika!"Jace langsung menoleh ke arah Ardika. Dia menepuk-nepuk pundak istrinya. Setelah melepaskan istrinya, dia berinisiatif melangkah maju dan berkata dengan volume suara kecil, "Maaf, Ardika. Kema

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2185 Mantra Boneka

    "Setelah aku melihat kondisinya, baru kita bicarakan lagi."Ardika menanggapinya dengan acuh tak acuh.Harus dilihat dengan mata kepala sendiri, sekarang banyak bicara juga tidak ada gunanya.Ardika bertanya dengan santai, "Tuan Jace baik-baik saja, 'kan?"Hal yang tidak diutarakannya secara langsung saat berada di Kediaman Keluarga Sinantri adalah, ada orang yang menggunakan mantra pada Kasandra, kemungkinan besar untuk menargetkan Jace.Sebelumnya Jace sudah mengalami aksi pembunuhan beberapa kali. Belakangan ini, bahkan ada orang yang menggunakan Mantra Wajah Hantu padanya, hampir membuatnya kehilangan nyawanya.Dalam situasi Jace yang kini waspada penuh, menjaga keselamatan dirinya sendiri, tentu saja ada kemungkinan si pelaku memanfaatkan putri Jace untuk mencapai tujuannya.Tentu saja, mungkin si pelaku juga ada tujuan lain.Namun, apa pun itu, baik Jace maupun Kasandra, sudah ada mantra yang ditanam dalam tubuh mereka berdua beberapa waktu yang lalu.Itu artinya, si pelaku sudah

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2184 Penyakit Kumat Lagi

    "Apa sangat mendesak? Bagaimana kalau aku antar kamu?"Sutandi langsung meletakkan tekonya dan berdiri."Nggak perlu, orang itu sudah mengirim mobil untuk menjemputku."Selesai berbicara, Ardika langsung pergi."Huh, bilang saja naik taksi, untuk apa membual dengan bilang dijemput? Membuat diri sendiri seperti tokoh hebat saja!"Leane mendecakkan lidahnya dengan jijik.Saat Ardika berada di rumah, dia merasakan udara di rumahnya sangat menyesakkan.Sekarang, setelah akhirnya pria itu pergi, dia baru merasakan udara di rumahnya sangat menyegarkan....Tanpa memedulikan sindiran Leane, Ardika langsung turun ke lantai bawah. Dia berjalan ke luar kompleks tempat tinggal Keluarga Yasin untuk menunggu Limdo.Dalam kurun waktu kurang dari isapan satu batang rokok, sebuah mobil Audi dengan pelat Kediaman Wali Kota Ibu Kota Provinsi melaju kemari."Tuan Ardika, silakan masuk!"Limdo langsung turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Ardika.Melirik rambut pria itu tampak berantakan, ser

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2183 Terjadi Sesuatu pada Kasandra

    Sutandi membuka mulutnya. Akan tetapi, pada akhirnya dia hanya menghela napas tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Tentu saja dia tahu apa yang dipikirkan oleh putrinya.Namun, karena Jeslin sudah berbicara demikian, dia juga tidak bisa memaksa putrinya lagi. Dia tidak mungkin memaksa putrinya untuk menurunkan standar, itu artinya dia sendiri tidak meyakini kemampuan Ardika.Bukankah itu sama saja dengan dia beranggapan pendapatan Ardika tidak bisa mencapai puluhan miliar per tahun?"Oke, nanti aku akan pergi ke Grup Goldis untuk melihat-lihat," kata Ardika dengan acuh tak acuh.Dia malas untuk memberi penjelasan apa pun pada Leane dan Jeslin, lebih tidak mungkin lagi dia memberi tahu mereka bahkan Jeslin bisa direkrut oleh Grup Goldis pun berkat dirinya.Kalau dia langsung mengutarakan hal ini, selain diejek oleh kedua orang wanita itu, sama sekali tidak ada artinya.Namun, kalau dia menolak penawaran ini, Keluarga Yasin pasti akan kacau lagi.Lagi pula, Ardika juga berencana ke sana u

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2182 Kesempatan untuk Mengejar

    Namun, kalau dia tidak membuat pengaturan seperti ini, ayah dan ibunya pasti akan bertengkar sengit hanya karena orang luar seperti Ardika. Jadi, Jeslin hanya bisa "berkorban" seperti ini.Sementara itu, Sutandi juga tidak berkomentar apa-apa.Grup Goldis adalah perusahaan besar di ibu kota provinsi. Kalau perusahaan miliknya itu hanyalah sebuah perusahaan kecil, maka tidak perlu diragukan lagi Grup Goldis adalah sebuah platform yang besar.Kalau Ardika bisa bekerja di sana, pasti masa depan muridnya itu bisa lebih cerah daripada bekerja di perusahaannya, bahkan lebih membantu untuk perkembangan Ardika di kemudian hari."Huh, anggap saja dia beruntung."Leane mendengus, lalu menatap Ardika dengan ekspresi seolah-olah baru saja memberikan peluang yang sangat berharga untuk Ardika. "Berterima kasihlah pada Jeslin! Kalau bukan berkat dia, kamu bahkan nggak akan bisa mendekati Grup Goldis seumur hidupmu!"Walaupun dengan pengaturan ini Ardika pasti akan memperoleh keuntungan berkat Jeslin,

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2181 Sudah Direkrut

    "Jangan bicara sembarangan! Apa kamu Ardika tertarik dengan aset keluarga kita yang nggak seberapa itu?"Ekspresi Sutandi berubah menjadi makin muram. Kemudian, dia berkata seakan-akan keputusannya sudah bulat, "Intinya, aku sudah memutuskan ini. Aku yang mengelola perusahaan, apa aku bahkan nggak memiliki wewenang ini?""Wewenang apaan?!"Sambil menunjuk Sutandi, Leane berkata dengan marah, "Eh, Sutandi, aku sudah mengerti sekarang, kamu sudah nggak ingin melanjutkan pernikahan ini, 'kan?!"Melihat pasangan paruh baya itu bertengkar sengit, Ardika bangkit dengan tidak berdaya dan berkata, "Pak Sutandi, Bibi Leane, jangan bertengkar lagi, aku nggak akan bergabung dengan perusahaan kalian ....""Kamu nggak perlu berpura-pura baik di sini!"Sambil menunjuk Ardika, Leane berkata dengan marah, "Pasti kamu yang sudah menyihir Sutandi!""Katakan, apa kamu adalah anak haramnya?!"Ardika benar-benar tercengang.'Apa-apaan ini? Bahkan kata anak haram juga sudah keluar dari mulutnya.'Begitu dil

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2180 Jabatan Sebagai Eksekutif

    "Leane, apa maksudmu?"Begitu mendengar ucapan istrinya yang begitu tidak enak didengar itu, ekspresi Sutandi langsung berubah menjadi muram."Ardika nggak layak untuk Jeslin? Memangnya kamu pikir Jeslin adalah putri kerajaan atau apa?""Hanya memperoleh sedikit uang dari siaran langsung, kamu sudah beranggapan semua orang di dunia ini nggak layak untuknya?""Ardika adalah murid yang aku lihat tumbuh dewasa sejak dia masih kecil. Dia adalah orang yang tahu membalas budi, bertanggung jawab dan berpemikiran terbuka. Dia menghadiahkan herba bernilai puluhan miliar untuk kita begitu saja. Biarpun herba-herba berharga itu kamu sia-siakan begitu saja, dia juga nggak mengeluh.""Apa mungkin dia nggak lebih baik dibandingkan Kalris itu?"Makin lama, Sutandi makin emosional. "Kalian ini, jangan hanya melihat penampilan luar orang saja!""Menurutku, Ardika hanya mengalami kegagalan untuk sementara waktu saja. Selama ada kesempatan terpampang nyata di hadapannya, cepat atau lambat dia pasti akan

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2179 Balasan dari Kakak Pria Pecundang

    Setelah berpikir demikian, kerutan di kening Sutandi makin dalam, sorot matanya diliputi kekhawatiran."Cih, sudah zaman apa sekarang ini, pemikiranmu masih saja seperti itu."Leane tidak menganggap serius ucapan suaminya. Sambil berbicara, dia melirik Ardika yang tengah duduk di sofa sambil bermain ponsel dan berkata dengan jijik, "Maksudmu, seperti muridmu itu?""Jeslin hanya membutuhkan belasan menit saja, sudah bisa menghasilkan uang yang nggak akan bisa dihasilkannya seumur hidupnya!""Ardika, sekarang kamu sudah tahu kesenjangan antara kamu dengan Jeslin, 'kan?""Yang paling penting dalam pernikahan adalah, memiliki latar belakang yang setara.""Selain itu, ada orang-orang tertentu yang memang sudah ditakdirkan sebagai orang yang berbeda dunia.""Seharusnya kamu tahu diri, bukan?"Leane menatap Ardika dengan tatapan arogan.Hanya dalam belasan menit saja, putrinya sudah bisa menghasilkan miliaran. Dia merasa Ardika sama sekali tidak pantas untuk putrinya.Kemudian, Leane menarik

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status