Saat ini, bahkan seorang tuan muda yang suka bertindak semena-mena seperti Gijran juga merasakan sosok bayangan punggung Biksu Karuna luar biasa besar. Dia bahkan sampai tidak bisa menahan diri dan ingin berlutut, memberi penghormatan.Harus diakui, Biksu Karuna memang sudah mendalami ajaran Buddha.Dalam sekejap, suara lantunan sutra menyelimuti seluruh ruang tamu."Teknik hipnotis yang luar biasa! Apa ini adalah teknik pencerahan legendaris negara timur dalam ajaran Buddha itu?!"Wilfred yang sebelumnya dilukai oleh Kasandra, kini muncul di belakang kerumunan semua orang dan tengah menatap Biksu Karuna dengan tercengang.Walaupun tidak mengerti arti sutra itu, tetapi bahkan dia yang sudah menganggap dirinya sendiri sebagai seorang ahli psikologi pun, saat ini hatinya sudah tergerak. Dia juga ingin menyatukan kedua tangannya dan ikut melafalkan sutra bersama biksu tua itu.Tidak perlu diragukan lagi, yang paling ahli dalam menggunakan teknik hipnotis adalah agama-agama besar.Bagaiman
Begitu mendengar ucapan ini, ekspresi Limdo sedikit berubah.Saat ini, Jace yang tadinya masih diliputi ekspresi bahagia itu, senyumannya juga tampak memudar. Dia sedikit mengerutkan keningnya."Hehe ...."Gijran baru saja membuka mulutnya, ingin melontarkan kata-kata sindiran. Tepat pada saat ini, tiba-tiba suara sedingin es seseorang menyelanya."Eh, pria tua bangka, kamu cari mati!"Di bawah tatapan terkejut semua orang, Kasandra yang tadinya tampak tenang tiba-tiba saja melontarkan kata-kata itu dengan dingin.Tidak ada yang menyangka akhirnya Kasandra buka suara. Akan tetapi, kalimat yang diucapkannya tidak sesuai dengan identitasnya.Bahkan, orang-orang sempat merasakan seolah-olah di dalam tubuh gadis polos di hadapan mereka ini, sesungguhnya ada sesosok aura yang sangat jahat!"Kasandra, kamu ...."Jace dan istrinya juga membuka mulut mereka dengan tidak percaya. Saat ini, mereka benar-benar merasa asing pada putri mereka itu.Saat itu juga, di bawah tatapan terkejut banyak ora
"Jangan, Kasandra!"Jace dan istrinya berteriak dengan sedih pada saat bersamaan.Mereka hanya tahu kalau Biksu Karuna mati, Kasandra juga tidak punya harapan hidup lagi."Hei, biksu tua, kamu berempati pada orang lain juga nggak perlu cari mati sendiri seperti ini."Dalam sekejap mata, sebuah tangan besar muncul dari arah belakang Biksu Karuna, menarik jubah biksu tua tersebut, lalu melemparkan biksu tua tersebut ke arah sofa di belakang seperti yang dilakukannya pada Jace sebelumnya.Orang ini tidak lain adalah Ardika!"Bocah, kamu ...."Para biksu lainnya langsung marah besar. Namun, detik berikutnya, mereka langsung mengerti Ardika melakukan itu untuk menyelamatkan Biksu Karuna.Namun, memperlakukan Biksu Karuna dengan cara kasar seperti itu, bocah ini benar-benar menyebalkan.Tidak memedulikan tatapan terkejut semua orang, Ardika menatap ke arah Kasandra yang tengah mengayunkan pisau ke arahnya itu, lalu berteriak dengan tegas."Enyah sana!"Semua orang langsung tercengang.Apa ya
"Eh ... ini ....""Apa si Ardika itu begitu menakutkan?""Nggak, ini nggak mungkin. Orang kampungan ini adalah seorang penipu, bagaimana mungkin dia lebih hebat dibandingkan Biksu Karuna?"Gijran terduduk di lantai, berteriak dengan volume suara keras seakan-akan jiwanya sudah meninggalkan raganya.Dia tidak menyangka Kasandra yang bahkan hampir membunuh Biksu Karuna itu, begitu ketakutan saat menghadapi Ardika.Hal ini benar-benar tidak masuk akal!Jace juga menunjukkan ekspresi tidak mengerti.Biarpun dia tahu ada kemungkinan Ardika bisa menangani masalah ini. Bagaimanapun juga, sebelumnya saat di kereta api cepat, Ardika juga yang telah menyelamatkan nyawanya.Namun, melihat Ardika bisa membuat Kasandra ketakutan semudah itu, tentu saja adalah sebuah pemandangan yang di luar nalar."Sial, apa bocah ini ... adalah dewa?!"Wilfred membelalak kaget.Sebelumnya dia masih menganggap remeh Ardika, merasa Ardika adalah seorang penipu, yang sengaja melawan seorang ahli seperti dirinya. Itul
Hamparan bunga-bunga yang tadinya tidak menunjukkan pergerakan apa pun, kini bergoyang dengan kencang. Sosok bayangan seseorang yang mengenakan setelan pakaian hitam ketat melompat keluar, lalu menerjang ke arah tembok. Kecepatannya luar biasa cepat.Walaupun kecepatan sosok bayangan hitam itu cepat, tetap saja Ardika lebih cepat.Dia melompat dengan mengerahkan sedikit kekuatan pada ujung jari kakinya. Kemudian, dia langsung muncul di belakang sosok bayangan hitam itu seperti hantu, lalu langsung melayangkan sebuah pukulan ke targetnya itu."Bam ...."Sosok bayangan hitam yang awalnya sudah menggapai bagian atas tembok, langsung terjatuh ke tanah dan mulai memuntahkan darah."Sial!""Berani-beraninya kamu mengacaukan rencana shinobi! Terlepas dari siapa pun kamu, kamu pasti akan mati!"Sosok bayangan hitam itu merangkak bangkit dengan terhuyung-huyung. Dia melontarkan kata-kata itu dengan tajam, sepasang mata di atas maskernya itu memancarkan sorot mata yang dingin."Ternyata memang b
"Orang-orang Negara Jepara menjebak Kasandra, kami malah sama sekali nggak menyadarinya. Mereka benar-benar sulit diwaspadai."Ekspresi Jace tampak sangat muram."Mereka ingin menanam mantra juga nggak semudah itu, di sekeliling objek, perlu adanya media fisik. Nanti aku akan membantumu memeriksanya."Ardika melambaikan tangannya. Sambil melihat Kasandra yang terjatuh dalam pelukan Jace dan Lolita dengan ekspresi pucat pasi itu, dia berkata, "Belakangan ini, Nona Kasandra sudah terkena mantra. Kondisi mentalnya terganggu, serta kondisi fisiknya melemah, nggak bisa dihindari.""Tapi kalian juga nggak perlu terlalu khawatir, carikan saja beberapa ahli pengobatan tradisional yang bisa diandalkan, minta mereka untuk meresepkan obat untuknya. Setelah menjalani masa pemulihan selama tiga bulan hingga setengah tahun, dia pasti akan sepenuhnya pulih kembali.""Baik, baik!"Akhirnya Jace sudah diliputi perasaan bahagia, dia segera menginstruksikan anak buahnya untuk mencarikan dokter.Sebagai s
Setelah meninggalkan kamar Kasandra, mendengar Biksu Karuna juga berada di sini, Tanko juga secara khusus turun untuk menemuinya.Dia kebetulan menyaksikan pemandangan ini, dia juga tidak bisa menahan diri dan melirik Ardika sejenak. Setelah mengingat paras pemuda tersebut dengan baik, dia baru pamit dan pergi.Biksu Karuna sudah lanjut usia. Dengan dipapah oleh para biksu, dia pun meninggalkan tempat tersebut.Hingga Kasandra selesai meminum obat dan tidur, Jace baru meluangkan waktu untuk menyampaikan rasa terima kasihnya pada Ardika."Ardika, Pak Tanko sudah memeriksa kondisi putriku. Seperti yang kamu katakan, putriku sudah bisa sepenuhnya pulih kembali dalam waktu tiga bulan hingga setengah tahun.""Aku benar-benar berterima kasih padamu. Kamu yang telah menyelamatkan nyawaku dan nyawa putriku.""Ardika, kamu nggak perlu khawatir. Aku nggak akan mengingkari janjiku!"Saat berbicara, Jace kembali membungkukkan badannya, memberi hormat pada Ardika.Ardika segera memapahnya dan berka
"Terima kasih, Tuan Ardika!""Kelak kamu adalah dewaku!"Akhirnya Wilfred sudah bisa menghela napas lega. Dia sangat berterima kasih pada Ardika.Bagaimanapun juga, Ardika telah menyelamatkan masa depannya. Jadi, baginya, tentu saja Ardika adalah dewanya.Wilfred diseret pergi sambil berteriak dengan menyedihkan, Jace melirik Gijran dengan sorot mata dingin.Gijran langsung mengerti maksud pamannya, pamannya mengisyaratkannya untuk meminta maaf pada Ardika.Kalau Ardika tidak memaafkannya, hidupnya pasti akan berakhir dengan menyedihkan.Tidak ada pilihan lain lagi, Gijran melangkah maju beberapa langkah, menghampiri Ardika, lalu menundukkan kepalanya."Kak Ardika, maaf. Aku minta maaf padamu. Sebelumnya aku buta, sudah meremehkanmu dan menyinggungmu!""Kejadian tadi malam juga salahku sendiri, bukan salahmu. Aku berjanji kelak aku nggak akan membalasmu!""Tolong maafkan aku!"Dengan wajah tanpa ekspresi, Ardika berkata dengan acuh tak acuh, "Maksudmu, aku masih takut dibalas olehmu?"
Grup Mitsun.Salah satu dari empat konsorsium besar Negara Jepara. Tosiban, Sonie, Toiyotan, semua perusahaan di bawah naungan Grup Mitsun ini adalah perusahaan yang terkenal di dunia.Grup Mistun bukanlah perusahaan yang dimonopoli oleh keluarga bangsawan Negara Jepara tertentu, melainkan merupakan perusahaan yang terbentuk dari kepentingan bersama dari banyak keluarga bangsawan Negara Jepara.Di antaranya, ada keluarga kekaisaran Negara Jepara, juga ada Keluarga Saki, sebuah keluarga sudah memiliki sejarah panjang di Yedo, serta Keluarga Gozuku yang baru mulai berkembang pada zaman modern.Demi mengendalikan banyak bisnis di bawah konsorsium tersebut, keluarga-keluarga ini membentuk Asosiasi Zumui sebagai organisasi dengan otoritas paling tinggi di Grup Mitsun.Berdasarkan saham yang dipegang oleh keluarga sendiri, keluarga-keluarga ini menentukan hak bicara masing-masing.Ya, sebenarnya boleh dibilang seperti dewan direksi.Sebuah konsorsium yang telah berusia ratusan tahun, memilik
Kalau bukan karena Gijran adalah keponakan kandungnya, Jace bahkan ingin menghabisi pria itu.Setelah Gijran pergi, Ardika berkata pada Jace dengan acuh tak acuh, "Pak Jace, bukannya aku ingin mengatakan hal-hal buruk tentang Gijran, tapi bocah yang satu ini punya niat lain terhadap Nona Kasandra. Kamu harus hati-hati.""Intinya, jangan sampai Nona Kasandra menikah dengannya."Jace tertegun sejenak. Setelah memikirkan kembali hal-hal yang sudah lalu, dia juga sudah mengerti maksud Ardika. Dia langsung marah besar. "Dasar bajingan ini! Awas saja kalau dia berani!""Nggak perlu semarah ini. Selama sudah mengetahui hal ini, kelak jangan membiarkan Gijran berinteraksi dengan Nona Kasandra lagi saja," kata Ardika.Awalnya, orang luar sepertinya memang tidak pantas mengucapkan kata-kata seperti ini, mencampuri urusan keluarga orang lain.Namun, melihat gadis muda secantik Kasandra, dia sedikit menyukai gadis tersebut. Dia tidak ingin gadis muda itu jatuh ke tangan pria bajingan seperti Gijra
"Terima kasih, Tuan Ardika!""Kelak kamu adalah dewaku!"Akhirnya Wilfred sudah bisa menghela napas lega. Dia sangat berterima kasih pada Ardika.Bagaimanapun juga, Ardika telah menyelamatkan masa depannya. Jadi, baginya, tentu saja Ardika adalah dewanya.Wilfred diseret pergi sambil berteriak dengan menyedihkan, Jace melirik Gijran dengan sorot mata dingin.Gijran langsung mengerti maksud pamannya, pamannya mengisyaratkannya untuk meminta maaf pada Ardika.Kalau Ardika tidak memaafkannya, hidupnya pasti akan berakhir dengan menyedihkan.Tidak ada pilihan lain lagi, Gijran melangkah maju beberapa langkah, menghampiri Ardika, lalu menundukkan kepalanya."Kak Ardika, maaf. Aku minta maaf padamu. Sebelumnya aku buta, sudah meremehkanmu dan menyinggungmu!""Kejadian tadi malam juga salahku sendiri, bukan salahmu. Aku berjanji kelak aku nggak akan membalasmu!""Tolong maafkan aku!"Dengan wajah tanpa ekspresi, Ardika berkata dengan acuh tak acuh, "Maksudmu, aku masih takut dibalas olehmu?"
Setelah meninggalkan kamar Kasandra, mendengar Biksu Karuna juga berada di sini, Tanko juga secara khusus turun untuk menemuinya.Dia kebetulan menyaksikan pemandangan ini, dia juga tidak bisa menahan diri dan melirik Ardika sejenak. Setelah mengingat paras pemuda tersebut dengan baik, dia baru pamit dan pergi.Biksu Karuna sudah lanjut usia. Dengan dipapah oleh para biksu, dia pun meninggalkan tempat tersebut.Hingga Kasandra selesai meminum obat dan tidur, Jace baru meluangkan waktu untuk menyampaikan rasa terima kasihnya pada Ardika."Ardika, Pak Tanko sudah memeriksa kondisi putriku. Seperti yang kamu katakan, putriku sudah bisa sepenuhnya pulih kembali dalam waktu tiga bulan hingga setengah tahun.""Aku benar-benar berterima kasih padamu. Kamu yang telah menyelamatkan nyawaku dan nyawa putriku.""Ardika, kamu nggak perlu khawatir. Aku nggak akan mengingkari janjiku!"Saat berbicara, Jace kembali membungkukkan badannya, memberi hormat pada Ardika.Ardika segera memapahnya dan berka
"Orang-orang Negara Jepara menjebak Kasandra, kami malah sama sekali nggak menyadarinya. Mereka benar-benar sulit diwaspadai."Ekspresi Jace tampak sangat muram."Mereka ingin menanam mantra juga nggak semudah itu, di sekeliling objek, perlu adanya media fisik. Nanti aku akan membantumu memeriksanya."Ardika melambaikan tangannya. Sambil melihat Kasandra yang terjatuh dalam pelukan Jace dan Lolita dengan ekspresi pucat pasi itu, dia berkata, "Belakangan ini, Nona Kasandra sudah terkena mantra. Kondisi mentalnya terganggu, serta kondisi fisiknya melemah, nggak bisa dihindari.""Tapi kalian juga nggak perlu terlalu khawatir, carikan saja beberapa ahli pengobatan tradisional yang bisa diandalkan, minta mereka untuk meresepkan obat untuknya. Setelah menjalani masa pemulihan selama tiga bulan hingga setengah tahun, dia pasti akan sepenuhnya pulih kembali.""Baik, baik!"Akhirnya Jace sudah diliputi perasaan bahagia, dia segera menginstruksikan anak buahnya untuk mencarikan dokter.Sebagai s
Hamparan bunga-bunga yang tadinya tidak menunjukkan pergerakan apa pun, kini bergoyang dengan kencang. Sosok bayangan seseorang yang mengenakan setelan pakaian hitam ketat melompat keluar, lalu menerjang ke arah tembok. Kecepatannya luar biasa cepat.Walaupun kecepatan sosok bayangan hitam itu cepat, tetap saja Ardika lebih cepat.Dia melompat dengan mengerahkan sedikit kekuatan pada ujung jari kakinya. Kemudian, dia langsung muncul di belakang sosok bayangan hitam itu seperti hantu, lalu langsung melayangkan sebuah pukulan ke targetnya itu."Bam ...."Sosok bayangan hitam yang awalnya sudah menggapai bagian atas tembok, langsung terjatuh ke tanah dan mulai memuntahkan darah."Sial!""Berani-beraninya kamu mengacaukan rencana shinobi! Terlepas dari siapa pun kamu, kamu pasti akan mati!"Sosok bayangan hitam itu merangkak bangkit dengan terhuyung-huyung. Dia melontarkan kata-kata itu dengan tajam, sepasang mata di atas maskernya itu memancarkan sorot mata yang dingin."Ternyata memang b
"Eh ... ini ....""Apa si Ardika itu begitu menakutkan?""Nggak, ini nggak mungkin. Orang kampungan ini adalah seorang penipu, bagaimana mungkin dia lebih hebat dibandingkan Biksu Karuna?"Gijran terduduk di lantai, berteriak dengan volume suara keras seakan-akan jiwanya sudah meninggalkan raganya.Dia tidak menyangka Kasandra yang bahkan hampir membunuh Biksu Karuna itu, begitu ketakutan saat menghadapi Ardika.Hal ini benar-benar tidak masuk akal!Jace juga menunjukkan ekspresi tidak mengerti.Biarpun dia tahu ada kemungkinan Ardika bisa menangani masalah ini. Bagaimanapun juga, sebelumnya saat di kereta api cepat, Ardika juga yang telah menyelamatkan nyawanya.Namun, melihat Ardika bisa membuat Kasandra ketakutan semudah itu, tentu saja adalah sebuah pemandangan yang di luar nalar."Sial, apa bocah ini ... adalah dewa?!"Wilfred membelalak kaget.Sebelumnya dia masih menganggap remeh Ardika, merasa Ardika adalah seorang penipu, yang sengaja melawan seorang ahli seperti dirinya. Itul
"Jangan, Kasandra!"Jace dan istrinya berteriak dengan sedih pada saat bersamaan.Mereka hanya tahu kalau Biksu Karuna mati, Kasandra juga tidak punya harapan hidup lagi."Hei, biksu tua, kamu berempati pada orang lain juga nggak perlu cari mati sendiri seperti ini."Dalam sekejap mata, sebuah tangan besar muncul dari arah belakang Biksu Karuna, menarik jubah biksu tua tersebut, lalu melemparkan biksu tua tersebut ke arah sofa di belakang seperti yang dilakukannya pada Jace sebelumnya.Orang ini tidak lain adalah Ardika!"Bocah, kamu ...."Para biksu lainnya langsung marah besar. Namun, detik berikutnya, mereka langsung mengerti Ardika melakukan itu untuk menyelamatkan Biksu Karuna.Namun, memperlakukan Biksu Karuna dengan cara kasar seperti itu, bocah ini benar-benar menyebalkan.Tidak memedulikan tatapan terkejut semua orang, Ardika menatap ke arah Kasandra yang tengah mengayunkan pisau ke arahnya itu, lalu berteriak dengan tegas."Enyah sana!"Semua orang langsung tercengang.Apa ya
Begitu mendengar ucapan ini, ekspresi Limdo sedikit berubah.Saat ini, Jace yang tadinya masih diliputi ekspresi bahagia itu, senyumannya juga tampak memudar. Dia sedikit mengerutkan keningnya."Hehe ...."Gijran baru saja membuka mulutnya, ingin melontarkan kata-kata sindiran. Tepat pada saat ini, tiba-tiba suara sedingin es seseorang menyelanya."Eh, pria tua bangka, kamu cari mati!"Di bawah tatapan terkejut semua orang, Kasandra yang tadinya tampak tenang tiba-tiba saja melontarkan kata-kata itu dengan dingin.Tidak ada yang menyangka akhirnya Kasandra buka suara. Akan tetapi, kalimat yang diucapkannya tidak sesuai dengan identitasnya.Bahkan, orang-orang sempat merasakan seolah-olah di dalam tubuh gadis polos di hadapan mereka ini, sesungguhnya ada sesosok aura yang sangat jahat!"Kasandra, kamu ...."Jace dan istrinya juga membuka mulut mereka dengan tidak percaya. Saat ini, mereka benar-benar merasa asing pada putri mereka itu.Saat itu juga, di bawah tatapan terkejut banyak ora