“Gils! Pak Udin damage-nya nambah after married.”Flora memukul Angel. “Kok lo jadi ikut-ikutan Anya sih, manggilnya. Nama bagus-bagus lo panggil Udin!” protesnya.Sebagai fans sejati dosennya, Flora cukup terganggu dengan panggilan kedua sahabatnya. Menurutnya panggilan Udin itu kampungan, tidak cocok jika disetarakan dengan wajah tampan sang dosen.“Ya udah sih, Flo. Istrinya aja manggilnya gitu. Kok lo protes sih?!”“Tauk, nih! Udinnya aja selow. Happy-Happy aja dia dapet panggilan khusus dari gue..” Kali ini Anya yang berucap. “Udin aja lah sekarang.. Cucok, Bo!” Perempuan hamil itu melambaikan tangan, berlagak sedikit kebanci-bancian.“Bener-bener deh lo, Nya. Orang seganteng itu, ck! Serah lo berdua deh!” Decaknya, pasrah.“Hihihi, Nya, ini nggak apa-apa, lo ada di kamar kita? Bukannya harusnya lo ehem-ehem sama Pak Udin?” tanya Angel. Mereka baru tahu kalau Anya turut memesankan kamar untuk keduanya. Setelah acara selesai, ia dan Flora diseret paksa, mengikuti langkah bumil.“I
Terakhir Diperbarui : 2023-07-19 Baca selengkapnya