Semua Bab Dosen Kampret itu, Suamiku!!: Bab 11 - Bab 20

328 Bab

[11] Menyelamatkan Anya

Plak!!Tanu Handoyo membulatkan matanya ketika sebuah tamparan mendarat pada pipinya. Matanya berkilat marah, tak menyangka mantan istrinya memberikan salam pembuka yang begitu kasar.“Apa yang kamu lakukan, Sasmita?!” Ia baru saja sampai dan hendak menyapa wanita itu. Belum sempat mulutnya yang terbuka mengeluarkan suara, sapaan lain justru menyambutnya. Membuat pipinya terasa kebas.“Seharusnya saya yang bertanya begitu, Mas!” Murka Sasmita, membentak. Kelembutannya tak lagi terlihat saat berhadapan dengan sang mantan suami. Ia kecewa— teramat sangat. Disaat pria itu dapat menugaskan seseorang untuk mengawasinya, mengapa dia tak melakukan hal yang sama untuk putri mereka. Dengan begitu putri mereka tidak akan terperosok pada lubang kesalahan.“Apa yang selama ini Mas lakukan sampai nggak becus jaga anak kita satu-satunya?” “Maksud kamu apa?” tanya Tanu. “Ada apa ini, Anya? Kenapa Mama kamu marah-marah ke Papa?” Pria itu lantas mengalihkan fokusnya, meminta penjelasan kepada sang pu
last updateTerakhir Diperbarui : 2023-07-09
Baca selengkapnya

[12] Pak Tanu Mengajukan Syarat

Pemandangan menyakitkan terlihat ketika Tanu Handoyo menyeret lengan Anya. Gadis itu diseret memasuki rumah mewahnya, menimbulkan kepanikan dalam diri Asih— wanita yang selama ini menjaga Anya, layaknya putri sendiri.Asih sudah mendapatkan pesan dari sang nyonya. Ia langsung berlari keluar, menanti kedatangan dua majikannya dengan hati berdebar.“Tuan, tolong lepaskan Mbak Anya. Kasihan Mbak Anya, kesakitan, Tuan,” mohon Asih, mengiba.Tanu menghentikan langkah kakinya, “masukan Anya ke kamarnya. Jangan biarkan dia keluar atau kamu yang menanggung akibatnya, Asih!” Ancam Tanu sembari mendorong tubuh Anya. Ia tidak akan membiarkan putrinya melangkah satu senti pun dari rumahnya. Anya akan dirinya tawan layaknya seorang tawanan.“Pah ada apa lagi ini? Anak kamu bikin ulah lagi?” Tanpa sebuah basa-basi, Soraya muncul dengan pemikirannya. Dimantanya Anya memang selalu saja bertingkah hingga menyebabkan papanya uring-uringan. Padahal gadis itu hanya perlu menurut dan kehidupannya akan sej
last updateTerakhir Diperbarui : 2023-07-09
Baca selengkapnya

[13] Keegoisan yang Menghancurkan

Anya— Perempuan muda itu menatap nyalang Tanu ketika dengan lugasnya, sang papa menyampaikan syaratnya. Rahangnya mengeras. Jari-jari telapak tangannya terkepal hebat dengan napas yang memburu.Pria itu rupanya sudah kehilangan kewarasannya. Bagaimana bisa dia! Hilang ke mana rasa malu dan wajahnya.Menuruti kata hatinya, Anya mengambil satu langkah maju. Tayangnya melayang, mendaratkan satu tamparan.Plak!!Ya, papanya pantas mendapatkan. Bahkan lebih dari tamparan pun, dia pantas menerimanya.Ia mengetahui benar sedalam apa luka mamanya dan sebesar apa pria dihadapannya membenci sang mama. Tidak akan Anya biarkan mamanya menderita lagi.“Lelucon macem apa yang pengen Papa peranin? Lebih baik Anya nggak nikah seumur hidup, dibandingin ngeliat Mama jadi istri kedua Papa!” berang Anya. Sekali pun ia hamil nanti, ia sanggup merawat anaknya. Menikah memang tidak pernah ada di dalam kamusnya. Ia menyetujui semua itu karena Kamarudin mendesak, menyeret nama-nama tak bersalah yang dirinya b
last updateTerakhir Diperbarui : 2023-07-09
Baca selengkapnya

[14] Membangunkan Seekor Singa

“Bagaimana para saksi?”“Sah!” Koor para saksi, yang menyaksikan ijab qobul secara serempak.Anya menangis tersedu-sedu. Perempuan itu tak henti mengeluarkan air mata. Pernikahan mendadak ini begitu menyakiti hati kecilnya.Karena kesalahannya, sang mama harus kembali merasakan lara. Dirinya dinyatakan hamil dan untuk menutupi itu semua, mamanya terpaksa berkorban. Menerima tawaran papanya hanya agar ia tak dicemooh oleh banyak orang.“Hiks, ini semua gara-gara lo, Udin Penyok!”Kamarudin tak terpancing plesetan Anya. Pria itu mengulurkan tisu untuk kesekian kalinya ke tangan mahasiswinya. “Ya jangan salahin saya! Siapa yang ngira kalau bibit saya ternyata unggul” balasnya santai, mendapatkan cubitan maut dari kuku-kuku panjang Anya.Dosennya memang mengesalkan. Tidak salah Anya menjuluki pria itu manusia kampret. Seharusnya kan dirinya ditenangkan. Bukan malah menyombongkan dirinya sendiri berkat aib yang mereka terima.Dibelakang Anya, Flora dan Angel terkikik. Anya terkena karma. M
last updateTerakhir Diperbarui : 2023-07-09
Baca selengkapnya

[15] What are You doing, Moron?!

Plak!!“Mama!” Anya menjerit saat seseorang tiba-tiba saja menampar Sasmita. Mereka tengah memperhatikan sebuah kursi pijat hingga tak menyadari keberadaan Soraya yang mendekat.Suara lantang Anya menarik perhatian dua laki-laki yang juga berkeliling. Kamarudin dan Tanu langsung menghampiri keduanya. Setelah drama penarikan rambut Kamarudin, Tanu memboyong istri serta anaknya berkeliling pusat perbelanjaan. Kedua sahabat Anya pun memutuskan tak mengikuti agenda keluarga yang baru saja kembali utuh itu. Mereka memberikan waktu agar mereka dapat mengakrabkan diri.“Apa-Apaan lo?!” bentak Anya lalu membalas tamparan dipipi kanan Soraya.“Jalang! Beraninya kamu menggoda suami saya sampai menikahi kamu!”“Soraya!” geram Tanu, menarik lengan Soraya saat wanita itu terlihat ingin menyerang Sasmita lagi.Mendengar hinaan istri papanya, Anya meradang. Ia melemparkan sebutan yang sama, dengan apa yang wanita itu layangkan. Mengutuk mulut Soraya habis-habisan. Karena perilaku Soraya, semua orang
last updateTerakhir Diperbarui : 2023-07-09
Baca selengkapnya

[16] Idaman Segala Bangsa

“Lon*te!”“What?” Desis Anya, mencengkram telapak tangannya. Ia mengenal dua diantara lima gadis yang sedang melakukan perundungan terhadapnya. Dua gadis itu merupakan teman satu angkatannya sedangkan yang lain, adalah adik juniornya yang tergabung ke dalam aliansi pemuja Dosen Kampret-nya.“Lemparin lagi aja! Biar parfum wanginya berubah busuk kayak kelakuan dia!” Kompor salah satu gadis membuat rahang Anya sekeras batu. Tidak hanya berada di tahun ajaran yang sama, gadis yang membuka mulut terkutuknya itu juga merupakan teman sekolahnya dulu. Dia memang tak menyukai Anya karena kedekatannya dengan Josephin.‘Si Anjing gagal move on ini,’ batin Anya, menggeram.Hidupnya semakin sial sejak berhubungan dengan Kamarudin. Dosennya itu membawa petaka masuk ke dalam kehidupannya yang sudah rusak.Disisi lain, Kamarudin yang melihat itu menuruni mobilnya. Ia tidak langsung membantu Anya, melainkan membuka pintu belakang mobilnya untuk mengambil sesuatu.“LEMPAR!”“Bang..”Buagh!Mata Anya m
last updateTerakhir Diperbarui : 2023-07-15
Baca selengkapnya

[17] Mempersiapkan Ajal!

Kamarudin mengenyahkan handuk yang tersangkut di wajahnya. Pria itu menarik napasnya dalam-dalam. Mencoba mengendalikan diri ditengah perilaku Anya yang mempermalukannya di depan banyak pasang mata. “Apa?” Bukannya takut atas intimidasi mata Kamarudin, Anya menyalak galak. Ia terlanjur emosi berat. Merasa dipermainkan oleh dosennya. Tidak tahukah pria itu jika dirinya sudah bersusah payah. Hanya karena beberapa detik saja, dirinya tidak diizinkan masuk. Benar-Benar dosen kampret yang menyebalkan! Anya benci Udin yang satu itu.“Sayang!”“Nggak usah sayang-sayangan deh lo! Nggak guna!” Pagi harinya terlalu berat. Kalau saja harga dirinya memperbolehkan untuk menangis, Anya akan merendah seluruh penghuni kampusnya ke dalam air bah tangisnya. Sayang air matanya sangat mahal. Dia tidak mau keluar karena kekesalannya pada Kamarudin.“Maaf ya, aku nggak bisa kasih toleransi walau pun kamu calon istri.”‘Ngomong apa sih, ini babik!’ geram Anya, membatin. Akting apa lagi manusia satu ini.
last updateTerakhir Diperbarui : 2023-07-15
Baca selengkapnya

[18] Menurut Kamu, Kenapa?

Usai meminta diturunkan di depan fakultasnya, Anya bergerak masuk. Perempuan itu menolak kebaikan Angel yang ingin menemaninya. Anya berkata jika sebentar lagi mereka (Ia dan Kamarudin) pun akan langsung pulang. Tidak ketinggalan, senyum palsu turut ia hadirkan, demi menyamarkan tujuannya kembali ke kampus.Langkah kakinya menghentak. Paper bag dalam genggamannya ikut bergoyang, seiring kuatnya hentakan yang dirinya pijakan. Anya emosi. Ia diprank habis-habisan. Karena aksi tak terpuji Kamarudin itu, dirinya harus merogoh kocek yang sangat dalam. Papanya pasti mengamuk habis-habisan setelah membayar tagihannya nanti. Sebelum itu terjadi, dirinya akan meminta ganti rugi dulu pada si biang masalah.“Lo liat Udin, nggak?” tanya Anya kepada salah satu mahasiswa yang sedang berkumpul di selasar gedung. Ia memilih secara random, karena tidak mengetahui dimana dosen kampretnya itu berada.“Udin siapa? Kelas sama angkatan berapa?” Sumbu dikepala Anya semakin memendek. Baru mencari orangnya
last updateTerakhir Diperbarui : 2023-07-15
Baca selengkapnya

[19] Melebihi Ekspektasi yang Dibayangkan

“Why?” Kamarudin membuka kancing teratas kemejanya. Ia menyandarkan tubuhnya pada kepala kursi. Menatap Anya yang sepertinya begitu menantikan jawaban darinya. “Menurut kamu, kenapa?” tanyanya dengan sebuah seringaian.Pria itu bangkit meninggalkan kursi kerjanya. Berjalan mendekati Anya dengan tatap dan seringainya yang tetap bertahan.“Ya mana saya tahu!” balas Anya, berusaha sebisa mungkin untuk bersikap tenang. Ia tidak ingin terlihat gugup di depan Kamarudin. Tidak ketika dirinya tahu benar jika pria itu sedang ingin mempermainkannya.“Really, kamu tidak mengetahuinya?”Mengapa rasanya menjengkelkan ya? Sungguh Anya merasakan hal itu. Pria dihadapannya terlalu berbelit-belit hanya karena sebuah pertanyaan. Apa sulitnya memberikan jawaban, tanpa mengajak lawan bicaranya berputar-putar.“Udahlah!” Hela Anya. Kalau Kamarudin tak mau membuka mulutnya, dirinya juga tak ingin memaksa.Wasting time! Anya benci itu.“Karena kamu!”Awalnya Anya hendak menyerah, tapi mendengar dirinya di
last updateTerakhir Diperbarui : 2023-07-15
Baca selengkapnya

[20] Kita Ke Hotel Dulu

Kamarudin menatap jam tangan yang melingkar pada lengannya. Sudah waktunya ia menjemput Anya. Menghentikan perdebatan yang nyatanya dapat Anya selesaikan sendiri.“Pak Putut, saya permisi. Terima kasih karena sudah memberikan tumpangan untuk menguping,” pamitnya tak lupa berterima kasih atas kebaikan rekan kerjanya.Pria itu menyambar peralatan yang dirinya gunakan mengajar. Berjalan tenang lalu masuk ke ruangannya tanpa sebuah ketukan.“Yang!”Alisnya kontan menukik. Jika tidak salah dengar, Anya baru saja memanggilnya dengan panggilan yang berbeda.“Hem.. Ada apa ini?” tanya-nya, pura-pura tidak tahu. Padahal sejak tadi dirinya mendengar perdebatan alot kedua wanita di depannya.‘Wah! Si Anjing! Nggak ada mesra-mesranya! Gue kan lagi mau manas-manasin fansnya,’ decak Anya, kesal dengan respon yang Kamarudin tunjukan.“Ah, Kamaru. Nggak ada apa-apa. Saya cuman lagi ngobrol aja sama Anya.”Munafuck!— ingin rasanya Anya menjeritkan makian itu. Benar-Benar wanita berwajah seribu topeng.
last updateTerakhir Diperbarui : 2023-07-15
Baca selengkapnya
Sebelumnya
123456
...
33
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status