Home / Romansa / Bukan Cinta Duda Biasa / Chapter 91 - Chapter 100

All Chapters of Bukan Cinta Duda Biasa: Chapter 91 - Chapter 100

126 Chapters

PELUKAN HANGAT

Papa tak memberiku jeda untuk mengatakan apapun, aku juga bingung ingin mengatakan apa pada Papa. Sejujurnya aku kecewa karena satu keluargaku bersekongkol membodohiku dengan tak mengatakan kemana perginya istriku. Mereka bahkan makin membebaniku dengan kata-kata tajam mereka.Hingga akhirnya aku pingsan dan dokter mengatakan bahwa gangguan stres pascatraumaku kembali muncul. Selama dua hari ingatan tentang kecelakaan itu muncul, membuatku ketakutan, muntah dan menggigil.Pada hari kedua setelah aku di rawat di rumah sakit. Dalam tidurku karena pengaruh obat. Aku melihat gadis kecil di bawah pohon rindang. Memakai baju lucu berwarna biru. Ia menyapaku dengan riang sambil mengucapkan kata “Papa”  berulang kali. Melambai-lambaikan tangan gemuknya dan menunjukka
last updateLast Updated : 2023-03-14
Read more

KERIKIL TAJAM

Diani dan Samudera saling pandang dalam kebisuan. Tidak ada yang mengeluarkan suara hingga rasanya detak jam dinding menggema di antara mereka.Samudera menggenggam erat tangan Diani. Sesekali ia mengusap punggung tangan Diani dengan ibu jarinya.“Kenapa kamu pergi gitu aja, Di?”“Maaf–”“Bukan maaf yang mau aku dengar. Aku gak mau kamu sakit sendirian dan kamu lebih memilih ninggalin aku daripada ngomong masalah kamu. Bukannya kita udah janji buat saling belajar mengenali satu sama lain. Tapi, kalau kamu selalu berpura-pura semua baik-baik aja. Kita gak akan bisa belajar apapun,” ucap Samudera sambil mengusap lembut air mata yang mengalir di pipi Diani.“Mas Samudera yang mulai
last updateLast Updated : 2023-03-15
Read more

MENATA ULANG

“Jadi Alasan kamu untuk menerima permintaan Kak Diani karena kamu ingin bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa Kak Riani, Mas?”Samudera yang kini sudah berbaring di kasur sempit milik Diani memandangi istrinya sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk membuang pemandangannya ke langit-langit kamar VVIP itu.“Iya, kamu juga kan?”Diani hanya mengiyakan pertanyaan itu hanya dalam hatinya. Situasinya memang sulit saat itu. “Selain itu, aku juga sempat ngobrol sama Dokter kenalanku. Beliau bilang kalau harapan Riani hidup sedikit. Dibanding yang sudah pergi, aku sebenarnya lebih takut kamu nekat melakukan sesuatu setelah Riani gak ada. Apalagi hidup kamu yang kamu didedikasikan untuk Riani. Kamu hebat banget, Di. Aku gak mau kamu
last updateLast Updated : 2023-03-15
Read more

KEBAHAGIAAN SEDERHANA

Samudera terlihat tampan dengan kaos dan celana jeans, juga sneaker yang ia gunakan. Satu tangannya membawa tas dan satu tangan lainnya membawa tas jinjing Diani juga koper milik perempuan itu.“Kalian yakin gak mau menghabiskan beberapa hari lagi disini?” tanya Sita dengan wajah sedikit kecewa.“Tante sebenarnya banyak acara kan? Karena Diani disini, jadi Tante gak bisa dateng. Maafin Diani yang ngerepotin Tante. Diani– pulang dulu aja sama Mas,” ucap Diani wajah yang juga terlihat kecewa.“Kalau udah baikan lupa deh sama tante,” goda Sita.“Apa sih, Tante. Nanti Tante sering-sering main ke Jakarta ya, Diani seneng banget kalau Tante rajin-rajin nengokin Diani.”“Iy
last updateLast Updated : 2023-03-16
Read more

KELUARGA KECIL SAMUDERA

Mereka sedang beristirahat di sebuah penthouse yang ditata dengan apik. Diani melihat desain dari ruangan itu seperti yang pernah ia gambar di buku sketsanya yang ada di apartemen. Apa mungkin suaminya menemukan buku sketsa miliknya? Diani tak mau ambil pusing tentang itu. Ia segera mengikuti langkah kaki Samudera.Sudah cukup sore saat mereka selesai membersihkan badan mereka setelah perjalanan yang cukup menyita waktu mereka. Ternate ke Jakarta yang ditempuh dalam waktu hampir empat jam membuat Diani cukup kelelahan. Hingga akhirnya Samudera berkata bahwa mereka akan singgah sebentar ke penthouse miliknya. Padahal pulang ke rumah orang tua Samudera pun tak masalah bagi Diani. Jaraknya tak begitu jauh.Samudera menikmati waktu senggangnya dengan secangkir kopi dan mengamati email masuk di tabletnya. Pemandang
last updateLast Updated : 2023-03-17
Read more

SAMUDERA YANG KUAT

Yang paling mengerikan dari hidup ini adalah lari dari rasa penerimaan. Lari dari fakta yang tak mau didengar. Lari dari rasa yang tak mau ditanggung. Mengelak dari kenyataan yang ada. Merasa bahwa apa yang akan terjadi di depan akan berat dan menyakitkan tanpa mau mencoba menjalaninya dulu. Mana ada hidup yang mudah? Kita melihat orang lain hidup tanpa tantangan dan selalu bahagia. Tapi, kenyataannya mungkin justru jauh lebih buruk dari apa yang kita lihat dan dengar.Bisa jadi, orang lain hanya menahannya sekuat tenaga dan merasa bahwa apa yang dia rasakan tak lebih menyakitkan dari apa yang dirasakan orang lain. Rasa syukur dan menerima membuatnya jadi lebih mudah. Walaupun kenyataannya tidak semudah yang dijalani.Seperti Diani yang memilih lari karena merasa tak tahan dengan semua kebahagiaan yang semu da
last updateLast Updated : 2023-03-18
Read more

KEMBALINYA MASA LALU

Samudera bergerak gelisah dalam tidurnya. Peluh nampak membanjiri keningnya. Nafasnya juga terlihat memburu. Seolah ingin meneriakkan sesuatu, namun semua katanya tercekat di tenggorokan.Saat ia berhasil membuka matanya, Samudera segera terduduk dan mengatur nafasnya. Ia menyeka keringatnya lalu melihat ke arah wanita yang tertidur di sebelahnya.“Tan,” ucap Samudera lirih sambil memeluk wanita yang tampaknya tidak terganggu oleh gerakan Samudera.Samudera membenamkan kepalanya di ceruk leher wanita itu.“Kenapa, Mas?”Deg!Astaga, kenapa gue bisa lupa?! Rutuk Samudera dalam hati.
last updateLast Updated : 2023-03-19
Read more

KEMBALINYA MASA LALU 2

Keduanya kini sudah sampai di butik milik Embun. beberapa mobil terlihat sudah terparkir dengan rapi menandakan bahwa sudah ada customer yang datang.“Wah, butik Mama habis diganti desainnya ya? bagus banget, Ma!” puji Diani yang terlihat tertarik dengan desain butik yang moderen seperti butik-butik kenamaan yang ia lihat di Amerika saat bulan madu.“Iya, bagus kan? Ini Mama samain sama kayak butik Mama di New York. Gimana kamu suka gak?”Diani mengangguk takjub. Ia bahkan baru tahu bahwa ibu mertuanya itu memiliki butik di negara favoritnya itu. Setahunya, hanya Kakak Iparnya yang memiliki bisnis furniture di negeri dengan julukan negeri paman sam itu. &l
last updateLast Updated : 2023-03-19
Read more

SISA KESABARAN

Samudera berlari dengan penampilan berantakan. Ia tak peduli dengan bagaimana pandangan orang saat ini. Ia berkali-kali mengumpat dalam hatinya. Bagaimana bisa ia kecolongan dalam menjaga Diani?Perasaan bersalah dan berbagai pikiran jelek berkecamuk dalam otaknya. Lagi-lagi ia gagal menjaga istri dan anaknya. Ia begitu marah dengan dirinya sendiri.Setelah menemukan ruangan tempat Diani dirawat. Tubuhnya lemas. Seluruh anggota tubuhnya bergetar. Ia segera mencari sandaran untuk punggungnya karena kakinya yang melemas.Diani memakai masker oksigen dengan infus terpasang di tangannya. Jantung Samudera makin berdetak dengan kencang. Pikirannya tak bisa diajak berkompromi tentang bagaimana kondisi keduanya.Marah, kesal, sedih, rasanya bercampur menjadi satu.
last updateLast Updated : 2023-03-20
Read more

RUMAH PENUH KENANGAN

Setelah dirawat beberapa hari, Diani diperkenankan untuk pulang. Samudera nampak sibuk menata barang-barang milik Diani, sedangkan Diani hanya duduk dan memandangi suaminya dengan tatapan memuja.Entah mengapa akhir-akhir ini Diani suka sekali memandangi suaminya sambil mengagumi ketampanan suaminya. Diani adalah wanita dengan gengsi yang tinggi, ia tak suka menunjukkan perasaannya terang-terangan. Namun kini, rasanya urat malunya telah putus semenjak kehamilannya.Pada awal Samudera mendapatkan tatapan memuja Diani, ia selalu dengan sifat narsisnya. Namun setelah beberapa saat Diani  berulang kali melakukan hal itu, Samudera akhirnya merasa risih dan jengkel. Lama-kelamaan Samudera mulai terbiasa dan mengabaikan tatapan Diani itu.“Udah, semuanya udah. Kamu mau kemana sekarang?" tanya Samudera membalas t
last updateLast Updated : 2023-03-21
Read more
PREV
1
...
8910111213
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status