"Sudahlah, jangan menolak niat baik. Ibumu adalah ibuku juga. Aku tak mau ada sesuatu yang terjadi jika kamu yang menjemputnya. Nanti kamu share loc lokasi ibu ke WA. Oke?"Tidak membantah lagi, Hana memilih diam. Diam itu bisa diartikan setuju oleh Mahendra. "Nanti sore aku yang jemput, ya. Siangnya aku minta supir Mommy jemput Kai dari sekolah, langsung ke rumah."Hana menoleh dan si suami sepertinya paham arti dari sorot matanya. Dia pun melanjutkan sebelum Hana membuka mulut."Nanti Pak Dadang, kan, mau jemput Ibu pakai mobil Aldo. Mobil kantor masih di bengkel, perbaikannya belum bisa kelar satu dua hari ini. Jika selesai, rencananya mobil itu dijual dan beli yang baru saja. Biar nggak ribet, mogok lagi malah nyusahin istri dan anakku."Akhir kalimat yang diucapkan Mahendra sukses menggelitik hati Hana. Entah mengapa, dia merasa geli kosakata itu. Untuk menyimpan rasa tersebut, dia memutar kepala menuju ke kaca jendela lalu tanpa se
Terakhir Diperbarui : 2023-02-03 Baca selengkapnya