"Maaf, permisi." ucapku "Ya, silakan!" sahut wanita itu seraya berdiri dan memutar badannya. Astaga! "Salma?" "Kak Lina? Sekarang Kakak kerja?" Wanita yang ternyata kakak iparku itu ternganga melihatku. Kami sama-sama terkejut. "Iy-iyaa ..." Jawabnya gugup. "Kalau Kak Lina kerja, anak-anak dengan siapa, Kak?" "Aku titip Ibu dan kak Norma. Aku terpaksa, Salma. Bang Marwan dan Bang Adam dipenjara sekarang. Siapa yang menafkahi kami kalau aku nggak kerja." Ya Allah. Hatiku terasa diiris. Saat ini aku serba berkecukupan. Sementara Ibu mertua dan kaka iparku sedang kesulitan.Cafe ini cukup jauh dari rumah Kak Lina. Sudah pasti ongkosnya juga besar. Gaji yang dia terima sebagai cleaning service pun pasti tidak besar. Sebelum masuk ke dalam toilet, aku mengambil beberapa lembar uang dan memberikannya pada Kak Lina. "Kak, maaf, ini ada sedikit dariku. Semoga bisa bermanfaat." "Eh, Apa ini? MasyaAllah, terima kasih, Salma." "Ya sudah. Aku masuk dulu. Salam buat Ibu dan Kak Norm
Last Updated : 2022-09-03 Read more