Home / Romansa / Aku Mau Kamu di Kamarku / Chapter 121 - Chapter 130

All Chapters of Aku Mau Kamu di Kamarku: Chapter 121 - Chapter 130

167 Chapters

Bab 120 Rasanya Jadi Bumil

Happy reading***Tap. Tap.Tangan kanan Aluna menepuk ranjang di sampingnya, mencari sang suami dalam keadaan kedua mata masih tertutup. Pukul enam pagi Aluna sudah terganggu oleh pancaran matahari yang menyelinap dari balik gorden.“Daffin,” panggil Aluna dengan suara serak. Membuka kedua mata perlahan, menelusuri setiap sudut kamar untuk mencari sosok suaminya.Aneh memang, orang biasanya bangun tidur cuci muka, sikat gigi atau minum air putih, ini Aluna malah mencari Daffin. Seolah suaminya itu akan pergi jauh jika tidak berada di dekatnya sedikit saja.“Husband,” sekali lagi Aluna memanggil, sambil mengubah posisinya dari berbaring menjadi duduk dengan kedua kaki bersila.“Kemana dia?” bisik Aluna bertanya sendiri.Kamar mereka sepi, hanya ada Aluna yang bernapas di sana, bahkan suara dari kamar mandi juga tidak ada. Tidak seperti biasanya, Daffin pada jam enam pagi masih di kamar mandi atau walk in closet untuk bersiap-siap ke kantor.“Atau dia ada hal penting di kantor ya?”Men
last updateLast Updated : 2022-11-15
Read more

Bab 121 Hari Libur Sedunia

Happy reading *** “Kamu gak pergi kerja?” Aluna menatap heran sang suami yang masih saja betah duduk dengannya di sofa ruang tengah. Semua orang sudah pergi melakukan aktivitas masing-masing, Salina dan Lisa yang pergi ke kampus, kedua mertuanya yang katanya pergi jalan-jalan sebentar. Menyisakan dirinya dan Daffin, mereka hanya duduk santai sambil menonton televisi. Ah tidak, Aluna koreksi hanya dia yang duduk santai karena Daffin sekarang tengah sibuk dengan ipad miliknya. “Ini sedang bekerja,” jawab Daffin singkat. “Maksud aku ke kantor,” koreksi Aluna atas pertanyaannya. “Tidak, hari ini aku di rumah.” “Kenapa?” “Apanya?” Tanya Daffin sedikit bingung, menatap istrinya yang tengah mengkat salah satu alis. "Hah..." mengembuskan napas kesal, Aluna sedikit ingin mencubit suaminya karena sangat tidak mengerti maksud dari pertanyannya. “Ya kamu kenapa tidak ke kantor?, tumben banget.” Aluna mengulang pertanyaannya, supaya suaminya yang super tidak peka itu bisa menjawab dengan
last updateLast Updated : 2022-11-17
Read more

Bab 122 Belanja Untuk Bumil

Happy reading***Happy reading***Habis mulut Aluna terbuka lebar, menganga karena meja ruang tengah yang dipenuhi oleh berbagai macam barang belanjaan. Mendunga menatap kedua mertunya yang masih memilah belanjaan dengan tatapan tak paham.“Mama belanja sebanyak ini untuk apa?” pertanyaan Daffin mewakili Aluna yang sedari menahan gatal untuk berbicara.“Buat Aluna, ini semua keperluan selama masa kehamilan.” Mama meletakkan beberapa kota susu kehadapan Aluna.Mulai dari rasa Vanila, coklat, stroberi, bahkan pisang pun ada. Bukan hanya itu, berbagai macam cemilan organik, per-roti-rotian, sampai baju daster dari beberapa merk rumah fashion terkenal.“Mama gak tahu Aluna suka susu rasa apa, jadi mama beli semuanya. Lagi pula nanti kalau bosan bisa berganti rasa.”Percayalah kalian, Aluna masih dibuat seperti orang yang baru saja mendapat uang kaget karena ulah Mama yang seperti memborong isi minimarket. Bisa Aluna hitung jika ada lima belas kantong besar yang berisi barang belanjaan d
last updateLast Updated : 2022-11-18
Read more

Bab 123 Big Night

Happy reading***Cup.Aluna berjengit kaget saat merasa keningnya basah dan merasakan bibir lembut menempel. Suaminya, siapa lagi pria yang dengan berani mencium tiba-tiba dirinya. Daffin yang baru saja menyelesaikan pekerjaan di ruang kerjanya menyusul sang istri ke dalam kamar.“Memikirkan apa hm?” Daffin mengambil tangan Aluna, mengelus pelan mananti sang istri menjawab.“Gak ada, cuma aku gak enak sama mama papa.” Kepala Aluna menyandar pada bahu Daffin.Tersenyum samar, Daffin mengelus kepala Aluna yang sedari duduk melamun di atas ranjang. Dia bertanya karena takut istrinya tengah memikirkan hal berat yang akan membahayakan kondisi calon bayi mereka.“Mereka antusias karena tidak sabar menantikan kehadiran si kecil,” ucap Daffin menenangkan sang istri yang sedari tadi siang terus-terusan merasa tidak enak pada kedua orang tuanya.“Justru karena itu sayang,” keluh Aluna melepas genggaman sang suami, menatap kedua mata Daffin ragu.“Aku takut akan mengecewakan mereka,” lirih Alun
last updateLast Updated : 2022-12-02
Read more

Bab 124 Rencana Makan Siang

Happy reading ***Hari-hari berlalu membuat perut Aluna semakin membuncit. Semakin terlihat aura keibuannya, memakai baju terusan dengan sendal jepit menjadi pelengkat. Aluna menjalani hari-harinya dengan emosi yang masih bisa di kontrol. Selama empat bulan kehamilan, paling parah Aluna hanya sebatas mengomel karena kelakuan kedua adiknya dan sikap datar sang suami. Sama seperti hari ini, pagi-pagi Aluna sudah dibuat mengomel oleh Salina dan Lisa karena menyalakan music keras-keras.“Bisa gak sih kalau mau nyanyi atau nari itu suara musiknya kecilin sedikit?” kesal Aluna menatap heran kedua adiknya yang setiap hari minggu selalu melakukan aktivitas gila mereka.“Ini namanya bukan menari kak, tapi dance modern,” sahut Salina mengoreksi ucapan Aluna.“What ever, yang jelas music keras jedak jeduk kalian merusak gendang telingaku.” Aluna berkacak pinggang di depan kedua adiknya.“Iya kak volumenya dikecilin,” sahut Lisa sedikit menurut. Gadis itu mengecilkan volume dari pengeras suara,
last updateLast Updated : 2022-12-04
Read more

Bab 125 Ada Apa Salina?

Happy reading***Tatapan Aluna tidak lepas dari gadis yang tengah mengenakan dress selutut berwarna peach. Rambut yang di biarkan terurai dengan pitah mini sebagai hiasan. Agaknya Aluna sedikit curiga dengan sikap Salina yang sedikit berubah. No! bukan sedikit tapi sangat banyak.“Ini kita sebenarnya hanya ingin makan siang atau ingin mengadakan pesat makanya kamu berpkaian cantik begitu,” gatal bibir Aluna untuk mengomentari adik iparnya.“Gak tau tuh kak Salina, aneh banget tiba-tiba pake dress,” komen Lisa yang ikut heran.Bukannya menjelaskan Salina justru hanya menyengir sebentar setelahnya kembali fokus menatap makanan yang tadi sudah mereka masak bertiga. Bukan bertiga tapi berempat dengan bantuan Daffin yang cukup membantu masakan mereka agar tidak beracun.“Dia sudah seperti gadis yang ingin bertemu dengan pacar setelah lima tahun tak jumpa,” bisik Aluna di telinga Lisa yang membuat adiknya itu mengangguk setuju.“Bahkan aku mengira style kak Salina sekarang sudah seperti or
last updateLast Updated : 2023-01-02
Read more

Bab 126 Penolakan Daffin

Happy reading***“Sejauh ini kondisi Aluna dari segi fisik dan mental baik-baik saja.” Raynold menutup semua alat-alat pemeriksaannya. Matanya menatap ke arah Daffin setelah selesai membereskan barang-barang.“Kenapa?” bingung Aluna saat melihat suaminya dan Raynold saling menatap dalam diam.“Tidak ada, aku hanya penasaran kenapa suami kamu tidak membawa kamu ke dokter kandungan," jawab Raynold. Kalimat yang sudah dari lama ingin dirinya tanyakan pada pasangan itu.“Aku yang tidak mau.” Aluna sedikit melirik suaminya.Satu alis Raynold terangkat, dia ingin bertanya tapi sangat tahu jika pasangan di depannya tidak suka membagi hal pribadi. Apalagi Daffin, pria itu sangat menutup kehidupan pribadinya pada orang luar. Tidak ingin saja orang lain tahu masalah yang tengah dialami.“Hanya tidak mau saja, cukup aku tau dari kamu kalau aku sehat ya sudah. Lagi pula vitamin yang kamu berikan sudah cukup,” ungkap Aluna yang mengerti arti tatapan kepo Raynold.Bibir Raynold hanya ber-oh ria ta
last updateLast Updated : 2023-01-03
Read more

Bab 127 What Is This?

Happy reading***Jujur saja Aluna sudah merasa sangat bosan mendekam di rumah tanpa ada kerjaan. Ingin membantu asisten rumah tangga mengurus rumah tapi malah dimarahi Daffin. Suaminya itu over protective setelah dia hamil, apa-apa tidak boleh.“Mau keliling rumah juga bosen, yang dilihat itu terus,” misuh Aluna. Saat ini dia tengah mengelilingi taman belakang, maybe sudah lima kali saking bosannya.“Hah…” mengembuskan napas berat, Aluna bisa mati muda kalau begini terus. Aluna akui dia sedikit menyesal mengambil keputusan untuk berhenti kuliah, setidaknya sekaranga ada kesibukan yang dia kerjakan.“Apa main ke butik kak Alisia aja kali ya?” ide Aluna muncul tapi tidak sampai lima detik wanita itu langsung menggeleng. Dia malas keluar rumah siang-siang begini, apalagi menyusuri mall yang pasti tengah dikerumi banyak orang karena masuk jam makan siang.“Hah…”Entah sudah yang keberapa kalinya Aluna menghembuskan napas berat, dia sudah sangat-sangat bosan. Daffin tadi pagi sudah izin a
last updateLast Updated : 2023-01-06
Read more

Bab 128 Kondisi Kehamilan

Happy reading***Malam hari menjadi latar belakang saat Salina dan Lisa mendudukkan bokong mereka pada sofa ruang tengah. Kedua gadis itu tampak sedikit kelelahan setelah seharian menghabiskan waktu di luar rumah.“Tapi kak serius deh, tadi pertandingannya seru banget,” girang Lisa membuka galeri ponselnya. Tadi sore dia dan Salina pergi menonton pertandingan kampus mereka melawan kampus lain, dan itu untuk pertama kali bagi Lisa.“Apa aku bilang, nonton basket itu seru. Lebih seru dari tebalnya buku anatomi punya kamu itu.” Salina menunjuk buku anatomi kedokteran milik Lisa yang jujur saja membuat dirinya ingin muntah.“Iya seru, tapi nanti jangan ditinggalin lagi dong kalau ketemu sama mas pacar,” sindir Lisa dengan kedua bola mata memutar malas.Kalian bayangkan saja, saat pertandingan basket tengah dijeda karena istirahat, tiba-tiba saja ada salah seorang pemain basket dari kampus mereka yang berjalan ke tribun penonton. Jelas hal itu membuat beberapa histeris, ya bisa Lisa tebak
last updateLast Updated : 2023-01-08
Read more

Bab 129 Feeling

Happy reading***Betah duduk selama dua jam tanpa bergerak sedikit pun Daffin lakukan untuk menjaga istrinya. Pria itu bahkan tidak peduli dengan suara dengkuran tiga manusia yang saling menyahuti pada sofa ruang inap. Daffin tidak sedikit pun melepas pandangannya dari Aluna, wajah pucat istrinya jujur membuat Daffin jantungan setengah mampus. Hal yang ingin Daffin ketahui adalah alasan kenapa Aluna bisa seperti ini. Seingat Daffin tadi pagi saat dia meninggalkan sang istri untuk bekerja, Aluna bahkan masih berlari kecil menyusulnya ke garasi mobil untuk memberikan kiss.“Kenapa kamu bisa seperti ini?” bisik Daffin menanyakan hal yang sama terus menerus.Tap.Daffin yang memasang wajah kusut tiba-tiba terkesiap saat jari kelingking Aluna menyentak pelan punggung tangannya. Oh God! Istrinya membuka kedua mata dengan sangat lemah, bahkan tatapan sayu Aluna membuat Daffin sedikit bernapas lega. Cepat-cepat pria itu berdiri dan mendorong wajahnya untuk memposisikan agar lebih dekat denga
last updateLast Updated : 2023-01-19
Read more
PREV
1
...
1112131415
...
17
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status