Share

Telor Gosong

Author: YOSSYTA S
last update Last Updated: 2024-04-03 00:53:55

Seperti biasa, Cahaya akan selalu terbangun di pagi hari untuk melaksanakan sholat subuh. Ia terbangun masih dengan keadaan telanjang tanpa ada pakaian yang melekat di tubuhnya, hanya selimut tebal saja yang menutupi dirinya dan juga seorang pria yang masih terlelap sambil memeluknya dari belakang.

Sebenarnya ia merasa sangat risih apabila harus tidur dalam keadaan telanjang seperti ini. Tetapi karena sudah terlalu lelah melayani keinginan suaminya semalam, sehingga membuat gadis tersebut langsung saja tertidur.

Terkadang Cahaya sampai kualahan menuruti keinginan sang suaminya ini yang selalu meminta jatah di malam hari. Belum lagi di pagi harinya pria tersebut juga terkadang masih saja meminta tambah lagi. Sehingga beberapa hari ini pria tersebut selalu datang terlambat ke kantor.

Gadis itu pun merasa heran dengan tenaga sang suaminya tersebut, yang seperti tak mengenal kata lelah. Berbeda dengan dirinya yang selalu dibuat kualahan olehnya.

Dengan perlahan gadis itu ingin melepas tan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Menemui Aditya

    Setelah semua pekerjaan beres-beresnya telah selesai. Sesuai janjinya kemarin gadis cantik berambut ikal sebahu itu ingin segera pergi menemui Aditya. Sekarang gadis tersebut berdiri di depan apartemen. Ia sedang menunggu taksi online yang telah dipesannya tadi, untuk mengantarnya ke restoran xxx tempat mereka janjian.Tak berapa lama sebuah taksi pun mendekat ke arahnya."Dengan Nona Cahaya?" tanya sang supir taksi."Iya, Pak," jawabnya sambil mengangguk. Kemudian ia pun masuk ke dalam taksi itu."Mau ke mana, Non?" tanya sang supir lagi."Oh restoran xxx, Pak."Setelah 15 menit kemudian, gadis cantik yang memakai gaun sederhana bermotif bunga sakura itu akhirnya telah sampai di sebuah restoran mewah yang terletak di pinggiran kota Jakarta.Cahaya pun langsung masuk ke dalam restauran tersebut. Dengan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang, ia mencari keberadaan lelaki itu."Hai, Aya! Aku di sini!" seru Aditya melambaikan tangan ke arahnya.Tanpa menunggu lama, Gadis berkucir kud

    Last Updated : 2024-04-04
  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Merasa Aneh

    Aditya bangkit dari tempat duduknya dan hendak mengejar Cahaya. Tetapi tiba-tiba saja malah ada seorang pelayan yang langsung mencegatnya."Em-maaf, Pak! Anda mau ke mana? Bayar dulu baru Anda boleh pergi dari sini?" ucap si pelayan ìtu."Oh iya, maaf! Tadi saya sedang terburu-buru jadi saya lupa belum bayar. Berapa semuanya tadi, Mas?"Kemudian sang pelayanan itu menyerahkan bil tagihan makanan tadi. Lalu Aditya membayar dan ingin segera pergi dari tempat itu tanpa menunggu kembalian uang tersebut.Begitu Cahaya sudah berada di luar restoran. Gegas ia menghubungi Langit, agar lelaki tersebut segera datang menjemputnya sebelum Aditya bisa melihatnya nanti.Sementara di dalam restauran, lagi-lagi Aditya dibuat kaget. Tak kala ia melihat dari jendela kaca restauran ada sebuah mobil sport berwarna hitam yang berhenti tepat di depan Cahaya. Sehingga membuatnya merasa penasaran ingin mengetahui siapa yang telah menjemputnya kini.Dengan samar-samar ia dapat melihat ada seorang pria di dal

    Last Updated : 2024-04-05
  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Aduan Dari Thalita

    Sepulang dari kuliah, dengan sengaja gadis manis berkulit putih, dan berbadan ramping itu ingin menenui kakaknya di kantor. Ia ingin mengatakan sesuatu hal tentang Cahaya kepada sang kakak.Dengan menaiki sebuah taksi online yang telah dipesannya tadi, gadis itu kini telah sampai di depan sebuah gedung bertingkat yang super megah. Setelah membayar, gadis becelana jeans dan berkemeja putih motif polkadot itu segera turun dari taksi. Kemudian dengan berjalan santai ia langsung saja memasuki gedung tersebut.Lalu ia segera menaiki lift untuk menuju ke lantai 10, di mana letak kantor kakaknya berada. Begitu sampai di sana, ia langsung menuju ke resepsionis.Sang pegawai resepsionis itu pun sudah pasti dapat mengenali siapa gadis tersebut. Ya, walaupun Thalita jarang dan bahkan hampir tidak pernah mengunjungi kantor itu. Akan tetapi para karyawan di sana pernah sesekali melihatnya, di saat ia datang ke kantor dalam acara-acara tertentu saja."Mbak, Kak Langit ada?" tanya Thalita."Eh, Non

    Last Updated : 2024-04-06
  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Aduan Thalita 2

    "Ya, masuk!" ucap Langit.Ceklikk!"Permisi, Pak! Ini minumannya." Terlihat Dilla datang membawa nampan yang berisikan 2 gelas minuman untuk kedua kakak beradik itu."Ya, taruh saja di sini!" Langit menunjuk ke arah meja yang ada di hadapannya.Kemudian si sekertaris itu meletakan 2 gelas minuman yang berisikan orange jus dan es mocacino di atas meja. Setelah itu, ia pun kembali meninggalkan ruangan tersebut.Tanpa disuruh minum pun, si gadis cantik berambut kecoklatan itu langsung menyambar gelas yang berisikan orange jus. Lalu dengan segera ia mulai meminumnya.Sehingga membuat lelaki yang duduk di sebelahnya itu hanya menggelengkan kepala melihatnya. "Pelan-pelan aja, Lita, minumnya. Tar keselek loh!"Seraya terus menyeruput minuman itu dengan sedotan, gadis itu hanya mengangguk pelan. "Haus tau!" sahutnya.Kemudian Langit pun melakukan hal yang sama dengan adiknya. Ia mengambil gelas yang ada di hadapannya, dan mulai meminum minuman tersebut febgan perlahan. Setelah habis separuh

    Last Updated : 2024-04-07
  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Kemarahan Pak Hadi

    Setelah bertemu dengan Langit di kantor tadi. Kini laki-laki paruh baya itu sudah berada di rumahnya. Ia tidak mengira kalau lelaki itu akan mengatakan tentang perlakuan buruk anak gadisnya kepada Cahaya beberapa hari yang lalu.Sungguh ia merasa cukup syok dan juga sangat malu terhadap laki-laki tersebut. Bagaimana tidak? Karena perbuatan anaknya itu benar-benar telah mempermalukan dirinya di depan lelaki itu.Ya, walaupun Langit tidak meminta uang itu untuk dikembalikan, tetapi tetap saja ia merasa tidak enak hati dan tak habis pikir, bagaimana bisa si Selly meminta uang sebayak itu ke Cahaya. Lalu uang itu ia gunakan untuk apa?Pada akhirnya sang anak dari majikannya yang sekaligus suami dari keponakannya itu hanya memintanya agar dirinya selalu mengawasi putrinya dan juga memberi peringatan agar outri semata wayangnya itu jangan sampai berani menggangu Cahaya lagi.Untuk kali ini lelaki tampan itu masih bisa memberi maaf atas perlakuan buruk anak gadisnya itu. Namun, jika sampai in

    Last Updated : 2024-04-08
  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Selly Mengamuk

    Dengan seringai jahat, wanita judes yang usianya 2 tahun lebih tua di atas Cahaya itu berniat mendatangi apartemennya Langit untuk menemui Cahaya.Wanita berkulit sawo matang itu sudah tahu di mana letak apartemennya Langit berada. Karena di saat adik sepupunya itu menginap di rumahnya dulu. Secara tidak sengaja ia sempat mendengar Cahaya yang menyebutkan di mana alamat ia tinggal sekarang.Sehingga tanpa perlu bersusah payah, wanita tersebut langsung saja menuju gedung apartemen di mana tempat Cahaya tinggal.Dengan menaiki sebuah taksi online yang dipesannya tadi, akhirnya perempuan garang itu telah sampai di depan sebuah gedung tinggi pencakar langit yang berdiri kokoh di hadapannya kini.Untuk sesaat wanita berkemeja putih dan celana bahan itu sempat merasa terkagum-kagum dengan bangunan gedung megah yang terkesan mewah dan sangat modern itu terlihat indah dan sangat sedap dipandang mata."Wah ... besar sekali gedung ini. Kira-kira seperti apa ya, di dalam sana? Dari luarnya saja,

    Last Updated : 2024-04-09
  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Tepat Waktu

    Langit yang baru saja sampai di depan gedung apartemennya langsung bergegas masuk. Lelaki itu kini berjalan ingin segera menuju lift.Namun, baru saja ia sampai di depan resepsionis, kedua pegawai resepsionis yang sedang bertugas di sana langsung menyapannya dengan ramah."Selamat sore, Pak Langi! Baru pulang kerja ya, Pak?" tanya salah satu pegawai itu."Hem." Dengan mengulas senyum, laki-laki itu hanya menganggukan kepala.Lalu, lelaki berkemeja hitam itu terus berlalu meninggalkan kedua pegawai resepsionis yang sedang terpesona memandanginya."Duh, ganteng banget sih suami orang! Senyumanya itu loh bikin hatiku meleleh," ujar salah satu pegawai wanita sembari tersenyum sumringah, ia terus menatapnya dengan "Hus! Dia itu udah punya istri tau! Kamu ini mau jadi pelakor, ya?" sahut temannya."Ah ... kamu gangguin imajinasiku saja deh! Iya, aku tau kalau dia udah punya istri. Lagian siapa juga yang mau jadi pelakor? Orang aku cuma mengaguminya saja kok, bukan ingin merebutnya, tau!" j

    Last Updated : 2024-04-10
  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Merajuk

    Bruggh!"Aww ...." Selly meringis kesakitan. Dengan tidak berdaya wanita berkemeja putih itu duduk bersimpuh di lantai.Otomatis semua orang yang berada di sekitar sana langsung menoleh ke arah wanit tersebut. Dengan keheranan orang-orang itu mulai berkasak-kusuk membicarakan Selly."Security!" Dengan wajah yang tampak merah padam, Langit langsung memanggil petugas keamanan."Cepat bawa perempuan ini keluar dari sini! Dan kalian semua harus ingat! Jangan pernah biarkan perempuan ini sampai masuk ke sini lagi. Mengerti!" bentak Langit dengan sangat serius ia menatap ke arah semua orang-orang yang sedang berada di sana.Sehingga membuat semua orang, terutama kedua petugas resepsionis tadi langsung merasa ketakutan dibuatnya.Selang beberapa menit kemudian, terlihat ada dua orang laki-lak yang berseragam langsung datang menghampiri Selly. Dengan sigap kedua orang tersebut meraih lengan wanita itu dan akan menyeretnya keluar."Sebelumnya kami meminta maaf atas ketidaknyaman ini! Dan kami p

    Last Updated : 2024-04-11

Latest chapter

  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Datang Tepat Waktu

    Sudah sekitar 5 hari yang lalu, Langit tak pernah lagi masuk kerja. Membuat Revan mulai khawatir dan ingin tahu bagaimana keadaannya sekarang. Sehingga sepulangnya dari kantor, ia berniat untuk mengunjunginya di apartemen. Dengan mengendarai mobil putih miliknya, lelaki berkumis tipis itu kini sedang berada di perjalanan menuju sana. Namun, ketika ia baru saja akan membelokkan laju mobilnya ke arah gedung apartemen yang ditinggali oleh Langit, tiba-tiba saja ia melihat sebuah mobil hitam milik temannya itu keluar dari area parkir apartemen. Sontak saja ia merasa keheranan dibuatnya. "Lah, itu 'kan mobilnya Langit. Mau ke mana dia?" gumamnya pelan. Seraya mengerutkan dahi, tatapannya terus menyorot ke arah mana mobil itu melaju. Lalu tanpa pikir panjang lagi, ia bergegas mengikuti mobil tersebut. Mobil mewah berlogo sapi jantan itu melaju dengan kecepatan tinggi menyalip mobil lainnya. Sehingga membuat orang yang mengikuti dari belakang, cukup kesusahan untuk mengejarnya.

  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Jebakan Cellina

    Dengan memantapkan hati, lelaki tampan yang kini memakai kemeja hitam itu, mulai melangkah untuk memasuki Club. Begitu masuk, dirinya langsung disambut dengan bisingnya suara musik yang memekakkan telinga. Bagai menemukan mangsa yang empuk, dengan mata berbinar, para wanita seksi berbaju terbuka itu melihatnya lapar. Lalu dengan berlomba-lomba mereka ingin mendekatinya. "Hay, Tuan tampan. Bolehkah aku menemanimu?" ucap salah satu wanita bergaun merah terang, tersenyum genit menggodanya. "Iya, Tuan. Pilihlah di antara kami untuk bisa menemanimu malam ini!" sahut satu wanita bergaun maroon mulai lancang mengusap lengan laki-laki itu dengan gerakan sensual. Namun, bukannya senang. Pandangan lelaki berwajah dingin itu tampak langsung melotot tajam ke arah wanita itu. Pertanda kalau lelaki tersebut tidak suka. Otomatis nyali para wanita nakal itu langsung menciut dan tak berani lagi untuk mendekatinya. Lalu, dengan mendengkus kesal, lelaki tegap bertubuh atletis itu langsung saj

  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Mulai Bimbang

    Sudah tiga hari Cahaya mengurung diri di apartemennya Aditya. Dan selama itu pula Langit selalu berusaha menghubungi Cahaya lewat telepon. Namun, gadis itu selalu saja menolak ataupun merejek telepon tersebut. Dia masih merasa sangat malas dan tak ingin berbicara terlebih dahulu dengannya. Ia masih butuh waktu untuk bisa menenangkan pikirannya sendiri, dan berusaha agar bisa memanfaatkan suaminya. Akan tetapi, ini semua terasa sangatlah berat, dan ia pun mulai tampak ragu untuk melanjutkan pernikahan ini. Karena sudah dua kali lelaki yang masih berstatus sebagai suaminya itu telah berbohong dan mengkhianatinya lagi. Bahkan hingga saat ini, dirinya masih sangat-sangatlah mengingat dengan jelas. Di mana di depan matanya sendiri, ia melihat adegan mesra, suaminya yang sedang berciuman dengan Cellina. Betapa sakit dan hancur hatinya kini. Bagai tersayat oleh sembilu, rasa cintanya pun telah koyak, dengan serpihan hati yang telah hancur hingga berkeping-keping. Bulir bening seper

  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Bertemu Revan

    "Ya, baik, Kak." Cahaya mengangguk patuh. Lalu dengan sangat terpaksa lelaki itu pergi meninggalkan Cahaya hanya seorang diri berada di apartemen. Dan ternyata laki-laki berjambang dan berkumis tipis itu pergi untuk menemui Revan. Dirinya memang sengaja sudah janjian buat ketemuan dengannya di sebuah kafe. Tak butuh waktu lama, lelaki berkemeja krem tersebut kini telah sampai di tempat tujuan. Begitu telah sampai dirinya langsung saja mengedarkan pandangan mencari keberadaan temannya tersebut. "Hai, Dit! Aku di sini." Revan yang melihat kedatangannya langsung melambaikan tangan ke arahnya. Aditya yang tengah berdiri di depan pintu masuk coffee shop itu, langsung mematikan handphone. Ia segera mendekatinya dan langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan lelaki tersebut. Kemudian Revan memanggil pelayan dan memesankan minuman untuk mereka berdua. "Gimana Langit?" tanya Aditya to the poin. "Ya, gitu deh. Dia masih kacau banget. Kan kau tau sendiri gimana keras kepala

  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Mulai Frustasi

    Bragk! Dengan sangat kasar Langit membanting pintu. Sehingga membuat semua orang yang sedang berada di luar ruangan langsung terjingkat kaget dan sontak menoleh ke arah sumber suara. Sedangkan Cellina yang berdiri di depan pintu, kini mulai menggedor pintu dan terus memohon padanya. "Lang, aku minta maaf! Aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki ini semua, Lang!" bujuknya sedikit memelas. Dengan keheranan semua karyawan yang ada di depan ruang itu pun otomatis melihat ke arahnya dan mulai berkasak kusuk membicarakannya. Kemudian Revan mendekatinya. "Sudahlah, Lin! Sebaiknya kamu pergi dari sini sekarang juga! Kamu sudah puas, 'kan melihat Langit dan Cahaya jadi salah paham? Dan kau telah berhasil membuat mereka berdua bertengkar seperti tadi?" tukasnya. "Kamu ngusir aku?" sahut Cellina sewot. "Bukan aku, tapi Langit yang ingin kamu pergi dari sini, Cellina! Apa kamu nggak malu? Tuh kamu dilihatin banyak orang!" "Ya ya, oke baiklah. Kali ini aku akan pergi dari s

  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Tinggal di Apartemen Aditya

    Karena merasa bingung, tak tahu harus membawa Cahaya ke mana. Pada akhirnya Aditya memutuskan untuk mengantarkan gadis itu ke apartemennya saja. "Ayo masuk, Ya!" ajaknya sambil membuka pintu apartemen. Cahaya masih tampak bingung dan merasa ragu, di antara mau masuk apartemen itu atau tidak. Aditya yang melihatnya hanya diam berdiri di depan pintu pun menghampirinya dan lalu menuntunnya untuk masuk ke dalam. "Kamu tenang saja! Dan nggak usah khawatir. Aku nggak tinggal di sini, Kok. Aku jarang tinggal di sini, cuma kalau lagi mau aja sekali-kali baru akan tidur di sini," terangnya. Kemudian keduanya pun mulai memasuki apartemen. "Ayo duduk dulu, Cahaya!" Sembari menganggukan kepala, gadis itu mulai mengedarkan pandangan mengamati keadaan di sekitar. Lalu ia duduk di sofa yang ada di ruang tersebut. "Em ... biar aku ambilkan minuman buat kamu ya?" tawar Aditya. Cahaya kembali mengangguk. Tak lama kemudian lelaki tampan itu sudah membawa 2 gelas air minum untuk mereka b

  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Keputusan Cahaya

    "Beraninya kamu bawa pergi Cahaya, huh?" ucap Langit sembari terus memukuli wajah tampan sahabatnya itu. Aditya pun tak mau kalah, dia membalasnya juga. Sontak saja baik Cahaya yang masih berada di dalam mobil dan begitu juga Revan, langsung terlihat panik dan kebingungan melihat kedua pria itu yang kini sedang beradu jotos itu. Tentu saja Dengan segera keduanya pun berlari mendekat mereka berdua. Lalu mereka berusaha untuk melerai perkelahian itu dan juga memisahkan keduanya. "Berhenti, udah stop! Kenapa kalian ini jadi seperti anak kecil gini sih? Semuanya kan bisa bicara dengan baik-baik!" Dengan sebisa mungkin Revan yang kini berdiri di tengah-tengah Langit dan Aditya berusaha memisahkan keduanya. Akan tetapi, tidak berhasil. Ia malah ikut terkena bogem mentah dari mereka berdua dan terombang-ambing di antara kedua orang tersebut. "E-eh ... aduh-aduh- duh! Lang, Dit, udah jangan berantem lagi!" serunya lagi. "Sudah cukup, berhenti!" Akhirnya Cahaya berteriak dengan sa

  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Fatal

    "Loh, Cahaya!" Sontak saja Aditya kaget melihatnya. Aditya yang memang sengaja datang ke kantor itu karena ingin menemui Langit. Namun, di saat lelaki itu sedang berjalan menuju ruangan lelaki itu, ia malah bertabrakan dengan gadis tersebut. Kemudian lelaki itu pun melihat kalau gadis cantik itu kini sedang menangis. Sehingga membuatnya langsung memegang kedua pundaknya dan bertanya, "Loh, kamu kenapa, Aya, kok menangis? Dan kenapa pula kamu bisa berada dari sini, huh?"Dengan sesegukan, gadis itu hanya menggeleng tak mau menjawab. Sementara dari arah belakang gadis itu, ia melihat Langit yang sedang berlari menuju ke arahnya. Kini ia baru mengerti kalau Cahaya sedang ada masalah lagi dengan Langit. Secara otomatis membuatnya merasa sangat marah kepada lelaki tersebut. "Aya, tunggu! Aku mohon, tolong dengarkan penjelasanku dulu, Aya!" Langit kembali bersuara manggilnya. Dengan sangat panik gadis yang sedang menangis itu langsung memohon pada Aditya agar Ia mau membawanya per

  • Terpaksa Menikahi Anak Majikan   Bagai Tersambar Petir

    Dengan sangat terburu-buru Cellina terlebih dahulu masuk ke dalam kantor dan ia ingin segera menuju ke ruang kerjanya Langit. Sementara Cahaya yang sedang berjalan ingin memasuki kantor. Tiba-tiba saja ada yang memanggilnya dari belakang. "Hay, Cahaya!" Panggil Revan yang kebetulan baru saja datang di kantor itu. Karena merasa ada yang memanggil, gadis itu pun menoleh ke arah sumber suara. "Eh, Revan! Kamu juga kerja di sini bareng Kak Langit, ya?" jawab Cahaya. "Enggak, kok. Kalau aku kerjanya di kantor cabang yang ada di Kebon Jeruk. Biasa aku ke sini karena ada meeting gitu. Nanti setelah meetingnya selesai aku balik lagi deh ke kantor cabang." "Kalau kamu kok tumben datang ke sini mau ketemu sama Langit, ya?" tebaknya. "Oh ini, tadi Kak Langit hp-nya ketinggalan. Jadi aku mau anterin HP ini ke dia." Gadis cantik bergaun putih tulang itu menunjukkan ponsel yang ada di tangan kanannya. "Oh gitu." Revan tampak manggut-mangut. "Ya udah, ayo biar aku antar ke ruangan Lan

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status