"Kemarin semuanya tenang saja, tapi hari ini .... Ini dikirim dari istri Direktur Grup Universal. Anak perempuan mereka yang paling kecil ulang tahun kedelapan belas, jadi mengundang Nona ke pestanya.""Yang ini dikirim sama istrinya Komandan Sucipto, putra pertamanya ulang tahun pernikahan, mengundang Nona untuk hadir.""Terus yang ini ....""Yang ini ...."Setiap mengambil satu undangan, Wahyu melaporkan orang yang mengundang, matanya mulai berkunang-kunang.Seakan-akan setiap keluarga di Mastika punya hal gembira yang mau dirayakan dan mengundang Celine untuk hadir.Wahyu tentu saja tahu kenapa bisa begini. Sekarang Celine adalah nona dengan kedudukan paling atas di Mastika. Setelah kemarin memproses informasi ini seharian, mereka akhirnya mulai bertindak."Nona, lihat, Nona tertarik sama keluarga yang mana?"Wahyu melihat Celine. Sejak tahu Celine adalah cucu kandung Richard, dia kembali semangat seperti waktu Richard masih hidup.Tidak hanya cara panggilnya berubah, dia bahkan mer
Donny sama sekali tidak melihat Albert, dia langsung menghampiri Celine dan terus menatap Celine.Tatapannya seperti ayah yang tidak puas melihat putrinya, tapi juga seperti melihat seseorang yang dia cintai melalui putrinya."Aku datang menjemput Celly ke kantor."Donny berkata.Yang namanya bos memang berbeda, hanya bicara biasa saja sudah membuat orang tidak bisa melawan. Orang-orang yang tadinya masih mau mengatakan sesuatu bahkan tidak bisa menyela lagi.Albert dalam hati berpikir, kamu datang menjemput Celly, siapa yang berani rebutan denganmu?Sementara Hansen dalam hati berpikir, karena mau menjemput Celly ke kantor, dia tidak bisa berkata apa-apa.Andreas yang berdiri jauh dalam hati berpikir, untung saja dia pintar, dia Cuma datang melihat-lihat istrinya.Celine tanpa sadar tenggelam dalam tatapan Donny terhadapnya. Apakah ini tatapan seorang ayah kepada putrinya? Hanya dengan ditatap saja Celine bisa merasakan "kebahagiaan", hatinya terasa hangat, membuatnya merasa tidak pua
Seperti dugaannya, Hansen masih tetap Hansen yang dulu.Memangnya kenapa kalau Hansen pintar? Asalkan dia memakai wajah Lala ini, Hansen akan percaya apa pun yang dia katakan. Benar-benar ... mudah ditipu!Tepat ketika dia sudah kesenangan, dia mendengar Hansen berkata, "Kalau begitu, hari ini nggak usah ke kantor, istirahat saja di rumah.""Nggak!" Tidak bisa!Setelah menjawab, Lala baru sadar kalau reaksinya ini berlebihan.Dia berusaha untuk tersenyum lalu berkata manja seperti biasa, "Kak, aku bisa, kok. Celly selelah itu saja tetap ke kantor, aku mana boleh istirahat di rumah? Aku mau bantu Kakak dan Celly."Membantu?Dia cuma mau tahu lebih banyak tentang Grup Nadine sebagai persiapan untuk rencananya.Dia mau ... Grup Nadine!Hansen tersenyum penuh kasih sayang. "Oke kalau begitu, naiklah, dasar kamu ini."Hansen berkata ringan, tapi begitu dia membelakangi Lala, senyumannya langsung menghilang....Celine pertama kalinya duduk satu mobil dengan ayahnya.Meski ruangannya luas, C
Waktu mendapat kabar dari Donny, Yuni langsung merasa sangat senang, dia mulai berjalan mondar-mandir di ruang tamu."Donny bakal datang, Donny bakal datang ...."Dia sangat bersemangat, terus menggumam sendiri. Kemudian, dia tiba-tiba teringat sesuatu. "Dia mau datang, berarti pesta kali ini nggak boleh sembarangan!"Harus mewah, harus besar, harus megah, harus menunjukkan kekayaan Keluarga Jayadi supaya Donny yang merupakan mitra mereka menyadari kehebatan Grup Jayadi.Namun, semua ini perlu ada yang siapkan.Yuni ingin melakukan semuanya sendiri, tapi bagaimanapun dia sudah tua.Pilihan pertamanya adalah Andreas.Namun, teringat pesta kali ini memakai nama Fera dan cucunya ini tidak mengakui ibu tirinya itu.Setelah berpikir lama, Yuni akhirnya membuat keputusan.Omar!Dia yang paling cocok.Setelah membuat keputusan, Yuni sama sekali tidak mengulur waktu dan langsung telepon Omar dan memintanya datang.Satu jam kemudian, Omar tiba.Fera juga ikut bersamanya."Pesta ulang tahun Fera
Dulu Fera tidak dihormati karena semua orang salah paham terhadap Fera. Namun, asalkan salah paham itu hilang, semuanya akan baik-baik saja.Omar pun berencana menjelaskan salah paham ini di pesta ulang tahun kali ini.Fera sedang memikirkan pesta ulang tahun ini, dia mengikuti semua ucapan Omar lalu tersenyum bahagia. "Terima kasih, Kak Omar, kamu yang terbaik."Sayangnya, yang dia inginkan bukanlah sikap baik Omar.Yang dia inginkan ...."Kak Omar, kita sekeluarga sudah lama nggak berkumpul, entah bagaimana keadaan Dylan sekarang."Sejak Dylan masuk rumah sakit, Andreas melindunginya dengan sangat ketat. Bahkan Fera juga tidak bisa mencari tahu tentang Dylan.Tidak hanya dia, Omar juga tidak tahu apa-apa tentang putranya ini.Namun, satu keluarga berkumpul ...."Fera, kamu tenang saja, aku bakal cari cara untuk mencari tahu lokasi Dylan," janji Omar."Iya."Bagus kalau bisa menemukan Dylan.Dengan adanya Dylan, pesta ulang tahun akan lebih seru....Omar pun mencari Dylan seperti yan
Bagus! Memang bagus lukisannya.Di bawah garis-garis lukisannya, mata Celine terlihat hidup.Namun, Dylan terang-terangan melukis kekasihnya begini, apa ... tidak aneh?Dylan sama sekali tidak peduli dengan ancaman di balik dua kata Andreas itu.Pensil di tangannya terus mengeluarkan suara gesekan dengan kertas, dia tenggelam dalam karyanya.Andreas menyipitkan matanya.Selama ini dia tahu kalau Dylan suka melukis, dia mewarisi bakat Ibu, pemahamannya atas warna dan goresan juga sangat mendalam.Waktu kecil, saat Ibu melukis, Dylan selalu ikut melukis di sampingnya.Setiap kali melihat adegan itu, perasaannya sangat rumit. Dia suka ketenangan dari adegan itu, tapi juga iri karena yang di sisi ibunya bukan dia!Namun setelah Ibu meninggal, Dylan tidak pernah menyentuh pensil lukis lagi.Andreas tidak menyangka hari ini Dylan kembali memegang pensil.Suasana di dalam kamar sangat hening, tetap hanya ada suara goresan pensil dan kertas, tapi anehnya sangat enak didengar.Andreas duduk di
Omar memperhatikan ekspresi Dylan, dia agak gugup, takut Dylan menolak.Kalau Dylan menolak, dia masih punya alasan lain.Tepat ketika Omar mau berbicara lagi, Dylan tiba-tiba berkata, "Oke."Omar pun terdiam. Hal ini di luar dugaannya.Sepertinya karena takut Dylan berubah pikiran, Omar langsung sadar kembali dan berkata, "Kalau begitu ... lusa aku datang jemput kamu."Setelah itu, dia menepuk bahu Dylan, masih ingin mengatakan sesuatu tapi tidak tahu mau mengatakan apa."Kalau begitu ... aku pergi dulu." Omar berusaha untuk tersenyum, tapi tetap terlihat canggung. Kemudian, dia melambaikan tangannya ke Dylan lalu berbalik naik ke mobil.Dylan tersenyum sinis.Ayah dan anak?Mereka berdua tidak pernah punya hubungan dekat.Atau lebih tepatnya, ayahnya ini tidak pernah memikirkannya.Dylan keluar khusus untuk "kebetulan" bertemu dengan Omar. Sekarang tujuannya sudah tercapai, dia tetap tidak mau terlalu lama di luar.Lusa ada pesta ulang tahun Fera, lusa ... dia sudah bisa bertemu deng
Hari ini ulang tahunnya, Fera berpakaian sangat mewah.Omar pergi menjemput Dylan, setelah berpisah dengan Omar, dia menghampiri para tamu wanita untuk menyapa mereka.Namun dia tidak menyangka, sebelum dia sampai, dia sudah mendengar kata-kata yang menusuk telinga.Bella lebih dulu berdiri di dinding bunga ini.Sejak Celine berubah jadi putri Grup Angkasa lalu mewarisi Grup Nadine dalam semalam, suasana hati Bella sangat jelek.Hanya karena beberapa kali dia berkumpul sama para nona-nona, mereka selalu membicarakan Celine. Semuanya kagum dan ingin berteman dengan Celine.Hari ini banyak perempuan, Celine sudah pasti akan dibicarakan.Dia malas ikut mengobrol tentang Celine, jadi dia duduk di ayunan yang ada di belakang dinding bunga.Namun, begitu mendengar kata-kata itu, dia tetap kesal, tapi untungnya ada yang lebih kesal dari dia.Bella melihat senyuman di wajah Fera yang berubah bentuk, dia pun menuang minyak ke api, menyingkirkan senyum itu sepenuhnya. "Celine benar-benar terkena
Babak final dimulai.Peserta babak final naik ke panggung secara bergantian untuk menunjukkan karya mereka.Tiba-tiba, terdengar suara pembawa acara berkata, "Selanjutnya, kami persilakan Tuan Tuvin Sarwen ...."Tuvin Sarwen ....Nama ini masuk ke telinga Celine, membuat Celine membeku sejenak.Data peserta di depannya juga dibalik ke "Tuvin Sarwen".Tunangannya bilang dia tidak akan datang.Dia ... harusnya tidak akan datang?Jelas-jelas sudah memastikan Tuvin itu bukan Andreas, tapi entah kenapa Celine tetap memikirkannya, bahkan dia diam-diam berharap Tuvin bisa muncul di sini.Tidak peduli apakah dia itu Andreas atau bukan."Tuan Tuvin ...." Melihat tidak ada yang naik ke panggung, pembawa acara hendak memanggil lagi, tapi tiba-tiba ada staf yang memberitahunya lewat HT.Pembawa acara pun langsung mengalihkan topik. "Tuan Tuvin tiba-tiba ada urusan, tidak bisa mengikuti babak final ini. Tapi kami percaya Tuan Tuvin yang mencintai desain pasti akan bertemu kita lagi. Kita tetap bisa
Cepat pergi?Di seberang telepon sangat berisik, Sheryn curiga dia salah dengar. "Apa katamu?"Hari ini dia bisa datang karena membayar uang.Apalagi Nicholas ada di sini, dia tidak akan pergi.Namun, suara pria di seberang terdengar semakin tajam. "Cepat pergi dari sana!""Kenapa?" tanya Sheryn kesal."Istriku dan juga keluarganya juga ke sana. Kalian nggak boleh sampai bertemu!" Suara pria itu terdengar sangat tidak sabaran.Jelas terdengar dia takut dengan istrinya.Rasa takut ini pun membuat Sheryn semakin marah.Pria ini adalah menantu Keluarga Tantra, istrinya adalah bibinya Nicholas, keluarga istrinya sudah pasti Keluarga Tantra.Inilah kenapa Sheryn sengaja menggoda dia.Dari Keluarga Tantra tidak hanya Nicholas yang datang?Saat sedang berpikir, Sheryn melihat beberapa wajah yang familier masuk ke lokasi, yaitu orang Keluarga Tantra.Mereka langsung berjalan menghampiri Nicholas.Setelah mereka datang, Nicholas sepertinya sedang memperkenalkan Celine. Meski jaraknya sangat jau
Hilangnya Andreas adalah sebuah rahasia.Namun, Nicholas adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu tentang hal ini.Senyuman Celine berubah kaku sejenak, lalu sebuah senyuman pahit muncul. Dia tidak perlu berpura-pura kuat di depan Nicholas."Belum, tapi dia ... ada di Binara.""Kalau ada di Binara, harusnya sedikit lagi bakal ketemu."Celine menoleh lalu bertatapan dengan Nicholas. "Kak Nicholas, nggak usah khawatir, aku nggak apa-apa. Bagaimana denganmu? Belakangan bagaimana kabarnya? Terus Winny, belakangan ... aku nggak sempat memperhatikan dia."Dia sepertinya sudah sangat lama tidak berinisiatif menghubungi Winny. Setiap kali Winny mencarinya, dia juga tidak pernah menanyakan kondisi Winny.Celine merasa sedikit bersalah.Nicholas menyadari perasaan Celine dan segera menjawab, "Winny sangat baik, dia terapi setiap hari, membaik dengan sangat cepat. Sebelum aku pulang ke Binara kali ini, dia berpesan padaku minta fotomu terus kirim ke dia, dia sangat merindukanmu."Celine mer
Benar, asalkan bisa menemukan Andreas, semuanya terbayarkan.Mereka saling menyemangati lewat telepon.Setelah mengakhiri panggilan, Celine melihat jam dan langsung teringat hari ini hari apa.Hari ini babak final Kompetisi Desain Perhiasan Nasional.Beberapa hari ini, dia fokus mencari Andreas, melupakan soal kompetisi ini.Noni juga tidak mengingatkannya.Celine tahu, pasti Hansen yang ada di Mastika yang berpesan pada Noni jangan mengganggu Celine dengan permasalahan kompetisi.Namun hari ini, dia harus hadir.Celine pun menyemangati dirinya.Setelah selesai mandi dan berpakaian, sebelum dia keluar, dia memakai cincin yang diberikan Andreas padanya.Lokasi babak final Kompetisi Desain Perhiasan Nasional ditentukan di tempat yang sama dengan tahun lalu.Pagi-pagi sekali, sudah ada banyak wartawan yang datang.Selain peserta, orang-orang yang boleh masuk adalah para orang berpengaruh di Binara.Sheryn berhasil masuk dan berbaur dengan kerumunan orang.Kalau bukan karena pria yang dia
Seakan-akan dia tidak tertarik sama sekali dengan cincin itu.Sementara kata "bagus" itu juga hanya komentar objektif, atau mungkin diucapkan hanya untuk membuat Lala senang.Lala sangat senang dengan reaksi Andreas ini.Beberapa hari ini, dia terus mengamati Andreas.Kelihatannya cuci otak Gion kali ini sangat sempurna. Andreas tidak jadi gila, juga sepertinya melupakan semua hal yang berhubungan dengan Celine.Bagus sekali!"Kalau begitu, aku mau yang ini. Boleh, 'kan, Kak Tuvin?" Mata Lala dipenuhi dengan cinta.Seperti yang sudah dia duga, Andreas menjawab, "Boleh.""Kalau begitu, aku bungkus cincin pasangan ini," ujar penjaga toko.Namun, baru saja dia selesai bicara, Lala malah berkata, "Nggak mau sepasang, aku cuma mau yang model wanita, yang pria nggak usah.""Tapi ...." Bukannya mereka sepasang kekasih?Cincin ini bukan untuk tunangan atau cincin nikah? Jadi cincin kekasih juga bagus.Lala menyadari reaksi penjaga toko itu.Dia pun terkekeh."Cincin ini memang bagus, tapi ini
Lala sangat puas dengan hadiah yang akan dia berikan ke Celine.Juga sangat puas melihat tampang Andreas yang sempurna di depannya. Melihat jarak mereka yang sangat dekat, dia akhirnya tidak bisa menyembunyikan kesenangan di hatinya."Kak Tuvin ...." Lala tiba-tiba mendekati Andreas.Namun, Andreas malah mundur selangkah.Reaksinya ini jelas adalah refleks.Sejak Andreas sadarkan diri, berapa kali pun Gion mencuci otaknya dan terus memberitahunya kalau Lala adalah tunangannya,bahwa hubungan mereka sangat dekat,setiap kali Lala mau mendekat, Andreas selalu menghindar.Senyuman di wajah Lala jadi kaku, tapi dia segera kembali normal."Kak Tuvin, besok kita sudah mau pergi. Mulai besok, di sanalah rumah kita. Nanti waktu sudah sampai, kamu teruskan sekolahmu, aku bakal menemanimu.""Kak Tuvin, kamu boleh kasih aku sebuah hadiah?"Lala mendongak melihat Andreas, matanya penuh dengan harapan, sama sekali tidak ada hal lain."Boleh." Andreas tidak ada alasan untuk menolak.Lala tahu dia ti
Manajer hotel itu pun menceritakan semua yang terjadi hari itu dengan sangat mendetail.Mendengar ceritanya, hati Celine sangat bergejolak."Berarti benar!"Malam itu bukan mimpi, melainkan Andreas yang asli!"Aku sudah pernah menemuinya."Celine bergumam, bibirnya membentuk sebuah senyuman yang paling tulus dalam dua bulan ini.Dia juga perlahan-lahan semakin bersemangat. Dia melihat ke Albert dan Dylan sambil berkata, "Hari itu aku bertemu dengannya!"Albert dan Dylan saling bertatapan.Meski mereka tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi malam itu, mereka percaya dengan Celine.Atau mungkin, Celine dan Andreas tidak hanya pernah bertemu.Andreas bahkan sedang melindungi Celine.Melihat Celine tersenyum, Albert juga ikut tersenyum.Dylan juga menghela napas lega.Dari informasi-informasi ini, mereka sudah bisa membuktikan kalau Andreas baik-baik saja. Hanya masalah waktu ... sampai dia kembali.Sementara hal yang harus dia lakukan sebelum Andreas pulang adalah mengurus Grup Jayadi dan
Selama dua bulan ini, Celine sangat sering memimpikan Andreas.Namun, kebanyakan di mimpinya, sosok Andreas hanya terlihat bagian punggungnya secara samar-samar. Bagaimanapun Celine memanggil dan mengejar Andreas, dia tetap tidak bisa menyentuhnya.Kecuali satu kali itu.Dia memimpikan Albert, melihat wajahnya dengan jelas.Celine bisa merasakan sentuhan Andreas, bahkan detak jantung dan juga napasnya. Semuanya terasa sangat nyata, seakan-akan dia tidak sedang bermimpi, melainkan benar-benar terjadi.Bukan mimpi ....Celine terkejut dengan tebakannya ini.Saat ini, dia seakan-akan menangkap sesuatu, seperti tadi waktu dia berharap Tuvin adalah Andreas.Meski panggilan tadi sudah membuktikan kalau Tuvin bukan Andreas,Celine tetap ingin mencoba menangkap harapan dan petunjuk sekecil apa pun.Sementara mimpi dan juga tempat di mimpinya ada di Hotel Binara."Ke hotel, Hotel Binara." Celine tiba-tiba berdiri.Dia bahkan mau langsung keluar tanpa memakai sepatu.Albert dan Dylan tahu Celine
Semuanya tergantung pada kata-kata Lala.Lala sangat suka dengan rasa di mana semuanya ada di dalam kendalinya."Oh ... oh begitu?" Celine merasa hatinya terasa berat.Seakan-akan ditimpa oleh sesuatu.Sementara wanita di seberang telepon malah terdengar semakin senang. "Iya, kami sudah mau menikah, kamu bakal mendoakan kami, 'kan?"Mendoakan?Celine tidak pernah bertemu "Tuvin", juga tidak pernah bertemu tunangannya.Sepasang orang tidak dikenal akan segera menikah, dia seharusnya mengucapkan selamat.Namun, saat ini, begitu memikirkan mau "mendoakan" mereka, hatinya seakan-akan ditusuk-tusuk, membuatnya kesusahan bernapas."Nona, kamu masih mendengar?"Lala kembali berkata.Dia seakan-akan tidak akan menyerah kalau belum mendapatkan ucapan selamat dari Celine.Terdengar suara napas yang kurang stabil di seberang, Lala pun tersenyum semakin lebar. Dia semakin bertekad mau mendengar ucapan selamat dari Celine.Celine menghirup napas dalam-dalam, dia ingin mengucapkan selamat, tapi mulu