Share

Bab 5

Author: Helena Ayu
last update Last Updated: 2024-10-23 11:04:38
Miana menatap mata Henry untuk waktu yang lama sebelum berkata sambil tersenyum, "Jangan pernah berpikir untuk mengorbankan diriku demi dirinya! Selain itu, Henry, yang ingin kubicarakan adalah keputusanku untuk bercerai denganmu sudah buat, kapan kamu punya waktu untuk pergi ke kantor catatan sipil untuk mengurus surat cerai kita? Ini nggak akan memakan banyak waktu!"

Meskipun senyuman di wajah terlihat begitu cerah, tetapi hatinya terasa sangat sakit.

Dia selalu tahu bahwa Henry memihak pada Janice, tetapi dia tidak menyangka akan sampai sejauh ini.

Mustahil dia membiarkan dirinya menjadi batu pijakan untuk Janice naik ke atas!

"Selesaikan dulu masalah tren tagar Janice itu dan aku baru akan memenuhi keinginanmu! Kalau sampai aku yang turun tangan duluan, yang akan kamu hadapi nggak akan sesederhana mengklarifikasi saja!" seru Henry dengan marah tanpa berpikir panjang.

Menurutnya, permintaan perceraian Miana hanyalah baru untuk menarik perhatiannya.

Dia tidak percaya Miana benar-benar ingin bercerai dengannya.

Lagi pula, Miana yang telah menggunakan berbagai cara untuk bisa menikah dengannya.

Selain itu, selama tiga tahun pernikahan ini, Miana selalu bersikap rendah diri di hadapannya dan menjaganya dengan baik.

Semua alasan itu membuat Henry berpikir bagaimana mungkin orang yang sudah terbiasa memperlakukannya dengan baik tiba-tiba ingin meninggalkannya.

Miana tiba-tiba menyerah dan mengangguk setuju, "Oke! Aku setuju! Ingat apa yang barusan kamu katakan! Selain itu, urusan Eri juga selesai!"

Dia merasa pada akhirnya hasilnya akan sama saja terlepas dari apakah dia setuju atau tidak, jadi dia mengambil inisiatif sendiri untuk menangani masalah ini.

Setidaknya dia bisa menemukan cara untuk meminimalkan kerugian pada dirinya sendiri.

Henry menatap mata Miana yang terlihat dingin dan tenang, merasa panik tanpa alasan untuk sesaat, tetapi dia segera kembali tenang.

Dia berpikir Miana sekarang hanya sedang keras kepala.

Dia yakin, tidak perlu waktu yang lama, Miana akan kembali mencarinya dan memohon padanya.

"Aku tunggu kabar darimu." Selesai mengatakan ini, Henry kembali masuk ke kamar rawat.

Suasana yang penuh dengan tekanan akhirnya menghilang. Miana langsung merasa sekujur tubuhnya lemas, kedua tangannya menopang dinding, dia menarik napas dalam-dalam.

Henry sudah setuju untuk bercerai, dia seharusnya senang, tetapi hatinya malah terasa sangat sakit.

Setelah menenangkan diri, Miana merapikan pakaiannya. Saat beranjak pergi, pandangannya tanpa sengaja melewati celah pintu, dia melihat pria di dalam ruangan itu membungkuk untuk mencium wanita di ranjang.

Adegan yang sangat romantis.

Sepasang mata Miana langsung memerah dan berkaca-kaca dan dia mengepalkan tangannya erat-erat.

Bagaimanapun, dia telah mencintai pria itu selama sembilan tahun. Sekalipun dia yang mengajukan cerai, cintanya pada pria itu tidak mungkin hilang dalam sekejap.

Pada saat ini, ponselnya tiba-tiba berdering.

Miana menenangkan pikirannya, mengeluarkan ponselnya, panggilan dari asistennya, Amanda Liman, lalu mengangkatnya.

"Kak Miana, ada sidang perceraian pada pukul sepuluh pagi ini, aku hanya ingin mengingatkanmu."

"Aku akan segera ke kantor."

Setelah menutup telepon, Miana pergi tanpa menoleh.

Di kamar rawat, Janice baru selesai diperiksa. Melihat ekspresi masam Henry, dia pun menebak bahwa Henry dan Miana pasti bertengkar tadi.

Begitu dokter pergi, dia langsung bertanya, "Henry, kamu kenapa?"

Henry mengatup-ngatupkan bibirnya sebelum berkata dengan tenang, "Sekalipun kamu ingin memberi pelajaran pada Sherry, kamu nggak boleh memukul dirimu sendiri!"

Janice yang tertangkap basah seketika merasa panik di dalam hatinya, ekspresinya juga berubah beberapa kali dan dia menjelaskan dengan tergagap-gagap, "Saat itu dia mengataiku wanita jalang, mengataiku sebagai pelakor, merebut suami Miana, jadi aku sangat marah, lalu ...."

'Apa yang sudah dikatakan Miana wanita jalang itu pada Henry!'

'Kenapa Henry tiba-tiba membicarakan hal ini!'

Henry tidak ingin mendengarnya dan langsung menyela Janice, "Masalah ini, berakhir di sini!"

Janice mengangguk patuh, "Oke, aku mengerti."

Dia tentu saja tidak akan membiarkan masalah ini berakhir begitu saja.

Jika tidak, tamparan yang dia lakukan akan menjadi sia-sia.

"Mengenai masalah tren tagar itu, aku sudah meminta Miana untuk bertanggung jawab. Ke depannya, kamu jangan memprovokasi Miana." Henry hanya tidak ingin Miana membuat keributan.

Dia juga tidak pernah berpikir untuk bercerai dengan Miana terlepas dari apakah dirinya mencintai Miana atau tidak.

Di lingkaran social sepertinya, kebanyakan pria memiliki wanita simpanan, tetapi dia hanya ingin tidur dengan Miana.

Mungkin karena selain Miana memiliki paras cantik, dia juga memilik tubuh yang sangat lembut.

Mereka sangat harmonis dalam hal itu, setiap kali melakukannya, Henry merasa sangat puas dan senang.

Dia tidak pernah berpikir untuk mengganti wanita.

Mata Janice langsung memerah dan dia berkata dengan sedih, "Aku nggak pernah memprovokasi Miana!"

'Sebenarnya apa yang sudah dikatakan Miana wanita jalang itu pada Henry!'

Henry mengerutkan keningnya dan tetap diam.

Janice tidak tahu apakah Henry percaya atau tidak padanya, ini membuat hatinya menjadi gelisah.

....

Miana sibuk sepanjang hari di firma hukum.

Sore hari mendekati jam pulang, Eddy Jirgan, kakeknya Henry meneleponnya.

Miana pun menghentikan pekerjaannya dan menjawab telepon.

"Mia, hari ini pulanglah untuk makan malam bersama, aku sudah meminta pembantu untuk menyiapkan makanan kesukaanmu." Suara Eddy yang penuh semangat terdengar, membuat hati Miana terasa sedikit hangat.

Di seluruh keluarga Jirgan, hanya Eddy benar-benar baik padanya, memperlakukannya sebagai bagian dari keluarga dan sangat menyayanginya.

Dia tahu bahwa dia tidak akan pernah memiliki kesempatan lagi untuk mendapatkan kasih sayang itu jika bercerai dengan Henry.

"Kek, aku malam ini harus lembur menyiapkan materi untuk sidang besok, jadi aku nggak bisa pergi ke sana untuk makan malam." Dia dan Henry akan bercerai, jadi dia juga harus mulai menjaga jarak dengan Eddy.

"Aku akan mengirim sopir untuk menjemputmu! Pokoknya kamu harus datang!" seru Eddy yang berpura-pura marah. "Kamu merasa Kakek sudah tua, jadi nggak ingin makan bersamaku lagi?" lanjutnya.

Miana buru-buru menjawab, "Aku akan beres-beres dulu, lalu ke sana."

Miana tahu, Eddy yang sudah tua dan selalu makan sendirian. Meskipun ada banyak pembantu di sekitarnya, Eddy tetap saja merasa kesepian.

Sebelumnya, Miana sering menyempatkan diri untuk makan bersama dan mengobrol dengan Eddy. Meskipun dia akan bercerai dengan Henry, dia tidak tega menolak permintaan Eddy.

"Kalau begitu aku akan kirim sopir untuk jemput kamu! Temani aku minum malam ini." Setelah mengatakan ini, Eddy menutup teleponnya dengan gembira.

Miana mengusap alisnya, lalu melanjutkan pekerjaannya.

Karena ada sopir yang akan datang menjemput, dia pun tidak buru-buru turun ke bawah.

Setengah jam kemudian, Eddy meneleponnya lagi.

"Kakek."

"Mia, cepat turun, sopirnya sudah tiba!"

Setelah menutup telepon, Miana merapikan meja kerjanya, mengambil tasnya dan keluar.

Begitu dia keluar dari pintu firma hukum, dia langsung melihat mobil Bentley milik Henry.

Miana tertegun sejenak.

Mengingat pertengkaran hari ini di rumah sakit dengan Henry, dia tidak ingin semobil dengan Henry.

Saat dia hendak menolak, suara tidak sabar pria itu terdengar, "Kakek memintaku untuk menjemputmu, cepat masuk ke mobil!"

Henry pada dasarnya tidak punya kesabaran untuk Miana, ditambah lagi ini adalah perintah kakeknya untuk menjemput Miana, jadi nada bicaranya pun ketus.

Miana menggigit bibirnya, menekan emosinya, membuka pintu dan masuk ke dalam mobil.

Gerakannya sangat cepat karena takut terlihat orang.

Rekan-rekan sekantornya terlalu suka bergosip, jika mereka melihat dia masuk ke dalam mobil mewah, mereka pasti akan diam-diam membicarakannya.

Dia tidak peduli apa yang akan dibicarakan mereka tentang dirinya, tetapi lebih baik menghindari hal itu terjadi jika bisa dihindari.

Henry menyipitkan matanya, merasa tidak senang tanpa alasan yang jelas.

'Dia begitu takut orang lain mengetahui hubungannya denganku?'

Setelah masuk mobil, Miana dengan sadar duduk di dekat jendela, menjaga jarak dengan Henry.

Alis Henry bergerak-bergerak.

Dia mulai berpikir, wanita ini biasanya selalu ingin menempel padanya setiap kali bertemu, tetapi hari ini mengapa dia begitu menjaga jarak?

Miana sedang termenung, jadi tentu tidak menyadari perubahan suasana hati Henry.

Tiba-tiba, mobil berbelok tajam.

Miana tidak siap, tubuhnya langsung jatuh ke arah Henry.

Tubuh halus wanita itu ada di pelukan Henry. Aroma memikat dari tubuh wanita itu menggelitik hidungnya. Hampir seketika, tubuh Henry bereaksi dan dia spontan mendengkus.

Related chapters

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 6

    Mendengar suara tersebut, Wiley segera menaikkan sekat partisi mobil.Henry memandang wanita dalam pelukannya, seakan-akan telah tersihir, dan menundukkan kepalanya untuk mencium bibir wanita itu.Miana teringat adegan Henry mencium Janice di kamar rawat hari ini, merasa sedikit mual, dan mendorong Henry, dia menutup mulutnya dan muntah kering.Mendengar suara muntah Miana, raut wajah Henry langsung menggelap."Miana, apa maksudmu!"'Aku menciumnya, tapi dia malah muntah?'Miana segera mengambil tisu dan menyeka mulutnya. Kemudian, dia mengangkat kepalanya, menatap Henry dengan mata merah dan berseru, "Kita akan bercerai, nggak pantas melakukan hal seperti ini!"Henry mengangkat dagu Miana, memaksa Miana untuk menatapnya. "Janji yang kamu buat belum terpenuhi, 'kan? Sekarang belum saatnya kita bicara tentang perceraian!"Miana menatap wajah tampan pria di depannya, tertawa kecil dan berkata, "Aku pasti akan menyelesaikan hal itu sebelum fajar besok!"Henry begitu ingin segera membersih

    Last Updated : 2024-10-23
  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 7

    Kakak ipar dan adik ipar begitu dekat dan mereka tidak takut dibicarakan orang.Wiley hendak menghentikan kepala pelayan, tetapi mendapati Miana yang duduk di kursi belakang sudah membuka pintu dan keluar dari mobil.Mendengar ucapan kepala pelayan tadi, Miana sudah bisa menebak bahwa pingsannya Kakek disebabkan oleh kemunculan Janice.Miana sudah mengingatkan Henry sebelumnya, tetapi Henry tidak memercayainya.Sekarang Kakek pingsan karena marah, dia pun bertanya-tanya bagaimana perasaan Henry saat ini.Mungkin saja Henry tidak merasakan apa-apa.Lagi pula, Henry tidak peduli pada siapa pun kecuali Janice.Ketika kepala pelayan melihat Miana, dia menjadi sedikit emosional sampai tanpa sadar suaranya meninggi, "Nyonya, cepat ikut saya!"Miana mengikutinya sambil bertanya, "Sudah panggil dokter keluarga?""Sudah, butuh dua puluh menit untuk bisa tiba.""Sudah buka jendelanya untuk ventilasi?""Semua jendela sudah dibuka."Miana mengerutkan bibirnya, lalu mempercepat langkahnya.Saat tib

    Last Updated : 2024-10-23
  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 8

    Eddy hampir mati berdiri karena marah mendengar pertanyaan Henry.Henry terkenal di dunia bisnis karena kecerdasannya.Namun, setiap kali berbicara tentang Janice, dia seperti tidak menggunakan otaknya.Miana dengan tenang menyendok semangkuk sup untuk Eddy, lalu meletakkannya di depannya sambil berkata dengan lembut, "Kakek, minumlah sup dulu."Eddy mengambil mangkuk itu dan menyesap sup di dalamnya. Amarahnya mereda. Setelah meletakkan mangkuk itu, dia kembali menatap Henry dengan tajam dan berkata, "Karena kamu menanyakan itu, aku akan beri tahu kamu alasannya.""Mia selalu memasak untukku setiap kali dia datang kemari, dia juga tahu apa yang aku suka makan, kalau ada ikan, dia akan memilah tulang ikan untukku. Mia sangat memperhatikanku!""Sedangkan Janice? Setiap kali dia hanya duduk di sofa, berlagak menjadi nona besar dan membiarkan para pembantu melayaninya. Semua pembantu di rumah harus memprioritaskannya, siapa yang akan menjagaku!"Saat mengatakan itu, raut wajah Eddy sudah

    Last Updated : 2024-10-23
  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 9

    Suara Miana membuat Henry terangsang dan dia pun memeluk pinggang Miana dengan erat, seakan-akan ingin meremasnya ke dalam tubuhnya."Miana, kamu juga menginginkanku, 'kan? Ayo, panggil aku 'Sayang', aku ingin mendengarnya."Keduanya telah menikah selama tiga tahun, hampir setiap hari mereka melakukan hubungan intim. Bagaimana membuat Miana terangsang, membuat Miana merasa sangat nikmat, Henry paling tahu.Oleh karena itu, dia mampu membuat Miana merasakan sesuatu dalam waktu singkat setiap saat, bahkan tidak sabar untuk mengundangnya.Dia belum melakukannya dengan Miana selama dua hari, jadi dia tentu ingin melakukannya.Sekarang, wanita lembut itu berada dalam pelukannya, dia tentu tidak ingin melepaskannya.Selain itu, dia belum pernah melakukannya di luar, jadi ingin mencobanya.Miana menggigit bibirnya erat-erat, tidak ingin mengeluarkan suara yang memalukan.Henry terlihat dingin dan mulia di luar, tetapi memiliki selera buruk ketika berada di atas kasur, dia suka sengaja menyiks

    Last Updated : 2024-10-23
  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 10

    Mendengar itu, Janice marah sekali dan hanya bisa berkata, "Miana memanggilmu, cepat pergilah, jangan khawatirkan aku!""Aku minta sopir mengantarmu ke rumah sakit dulu, aku akan segera menyusul." Henry kemudian menggendong Janice masuk ke mobil dan meminta sopir untuk mengemudi.Janice yang duduk di dalam mobil memperhatikan sosok Henry yang makin menjauh, lalu mengepalkan tangannya erat-erat.'Tua bangka itu!''Suatu hari nanti, aku ingin melihatmu mati di depan mataku!'Henry masuk ke rumah setelah mengantar Janice pergi.Di ruang tamu, Miana sedang duduk di sofa sambil makan buah, berbincang dengan Pak Agam, suasana begitu harmonis.Melihat itu, Henry menghentikan langkahnya.'Hubungan Miana dengan orang-orang di rumah lama begitu baik, tapi kenapa dia selalu ingin berseteru dengan Janice?'Melihat Henry datang, Miana memasukkan buah ke dalam mulutnya sambil menunjuk ke lantai dua dan berkata "Kakek sedang menunggumu di ruang kerja."Miana tidak tahu apa yang ingin dibicarakan Kake

    Last Updated : 2024-10-23
  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 11

    Eddy mendengkus dingin dan berkata, "Aku nggak akan bertaruh denganmu! Lagi pula, kalau Mia nggak menginginkanmu lagi, jangan datang mencariku! Malu-maluin!"Setelah mengatakan itu, dia bangkit berdiri dan berjalan ke pintu.'Henry dengan angkuh berpikir kalau Miana nggak akan pernah meninggalkannya. Suatu hari nanti, dia pasti akan menyesalinya!'Henry mengangkat alisnya, mengambil map dokumen dan berjalan keluar.Pada saat ini, Miana sudah turun ke bawah.Melihat raut wajah Miana, Pak Agam sedikit khawatir dan bertanya, "Apa Nyonya nggak enak badan? Kenapa wajah Nyonya terlihat begitu pucat?"Miana menggeleng dan menjawab, "Aku baik-baik saja."Perkataan Henry tadi sangat melukai hatinya."Duduklah sebentar, saya akan ambilkan segelas air," ujar Pak Agam, lalu segera pergi mengambilkan air minum untuknya.Eddy dan Henry turun bersama, mereka melihat Miana sedang duduk di sofa. Eddy pun berkata, "Sudah larut dan di luar dingin, kalian menginap saja di sini untuk semalam. Kamar selalu

    Last Updated : 2024-10-23
  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 12

    Henry mengernyit dan bertanya dengan suara rendah, "Apa yang terjadi!""Miana membeli tren tagar, mengatakan kalau penghargaan penari yang kudapatkan itu karena ada orang dalam! Juga mengatakan bahwa aku dinafkahi oleh seorang investor dan ayah dari bayi yang aku kandung ini adalah anak investor itu! Sekarang reputasiku hancur, aku nggak akan pernah bisa untuk berdiri di atas panggung lagi! Masa depanku, hidupku, semuanya menjadi gelap! Apa gunanya aku hidup!"Janice berteriak histeris.Ekspresi Henry langsung berubah masam. "Tren tagar? Apa yang terjadi?" tanyanya.Henry sama sekali tidak tahu hal itu."Tanya Miana! Dia yang melakukannya, dia pasti tahu!" teriak Janice, bahkan melalui telepon bisa merasakan kemarahannya."Baiklah, jangan emosi, aku akan tanya padanya." Setelah mengatakan ini, Henry pun menutup telepon.Miana awalnya berencana untuk memejamkan matanya sebentar, beristirahat, tetapi ketika dia mendengar percakapan antara Henry dan Janice, kelopak matanya langsung berked

    Last Updated : 2024-10-23
  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 13

    Miana memalingkan wajahnya untuk menghindari tangan pria itu. Dia menggigit bibirnya, lalu berkata, "Aku adalah istri Henry Jirgan, sebelum kamu bertindak, sebaiknya pikirkan baik-baik apakah kamu bisa menanggung konsekuensi menyinggung Henry!"Di situasi genting seperti ini, Miana terpaksa menggunakan nama Henry.Di Kota Jirya, Henry dikenal dan ditakuti sebagai orang yang tidak berperasaan.Ada rumor mengenai Henry merupakan orang yang kejam dan berdarah dingin.Orang-orang ini pasti takut pada Henry dan mungkin akan melepaskannya."Semua orang di Kota Jirya tahu kalau pasangannya Henry adalah Janice, nggak pernah ada yang tahu kalau Henry sudah menikah! Cantik, berhenti membodohi kami, oke?" Pria itu meraih dagu Miana dengan kuat dan mengangkatnya, dia lalu tersenyum jahat dan berkata, "Kamu berlama-lama di sini, apa karena ingin aku yang menggendongmu masuk ke mobil?"Miana mengertakkan gigi dan berseru, "Aku nggak berbohong, aku benar-benar istri Henry! Kalau kalian nggak percaya,

    Last Updated : 2024-10-23

Latest chapter

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 218

    "Sudahlah, jangan bicara lagi, aku akan membawamu ke UGD!" ujar Henry dengan suara lembut. Saat melihat Miana masih berdiri di sana, raut wajahnya menjadi dingin dan berkata dengan ketus, "Tunggu di luar, jangan coba-coba menghindari tanggung jawabmu!"Ketika Miana mendengar kata "anak kita," hatinya ternyata masih terasa sakit. Dia menarik napas dalam-dalam, menenangkan emosinya dan berkata, "Henry, bukan aku yang mendorongnya! Ada kamera CCTV di sini, kamu bisa mengeceknya!""Nggak perlu itu, aku percaya dengan apa yang kulihat sendiri! Miana, kalau terjadi sesuatu pada bayi di perutnya, aku akan membuatmu mati bersamanya!" bentak Henry sambil menatap tajam Miana.Miana menarik napas panjang, bibirnya bergerak-gerak, tetapi pada akhirnya dia tidak mengatakan apa-apa.Jika terjadi sesuatu pada bayi di perut Janice, dia juga akan merasa bersalah.Bagaimanapun, perkataannya yang telah memprovokasi Janice hingga terjatuh.Dokter dengan cepat datang. Setelah melihat pintu UGD tertutup, Mi

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 217

    Miana tertawa dan terlihat senyuman melengkung di sekitar matanya. "Dia mencintaimu tapi nggak menikahimu, malah membuatmu menjadi pelakor, benar-benar pria berengsek!"Dulu, dia akan bersedih cukup lama ketika Janice mengatakan hal seperti itu di depannya.Kini, dia hanya menganggap Henry sebagai mitra kerja, bukan kekasih seumur hidup. Bisakah dia menuntut seorang mitra kerja untuk setia dan berkomitmen hanya padanya?Tentu saja tidak!Oleh karena itu, dia tidak merasakan apa-apa setelah mendengar Janice mengatakan itu."Kalau bukan kamu nggak tahu malu masuk ke ranjangnya, Henry nggak akan menikahimu!" Tiga tahun lalu, saat dia mendengar Henry akan menikahi Miana, hatinya seperti ditusuk ribuan panah. Bahkan, sekarang masih terasa sakit ketika mengingatnya kembali.Dia berpikir bahwa Henry akan menunggu dan setia padanya seumur hidup.Dia tidak menyangka, tanpa persiapan sedikit pun dia mendapatkan kabar pernikahan Henry.Makanya, dia membenci Miana selama tiga tahun!Berkali-kali i

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 216

    Seketika, pipi Miana terasa panas. Dia mengangkat kepalanya, menatap mata Janice yang penuh dengan kemarahan. Kemudian, dia berdiri sambil mengusap wajahnya.Tingginya lebih dari Janice, saat ini dia menatapnya dari atas, tersenyum dingin, "Hubungan suami istri antara aku dan Henry, apa urusanmu!""Dasar jalang! Nggak tahu malu!" seru Janice, lalu hendak menampar Miana lagi. Namun, pergelangan tangannya ditahan oleh Miana. Sorot mata Miana menjadi dingin, lalu dengan cepat membalas menampar wajah Janice. "Bisa-bisanya kamu mengumpatku jalang, sungguh nggak tahu malu! Janice, jangan lupa Henry masih suami sahku! Apakah kamu sekarang berhalusinasi karena sudah terlalu lama menjadi pelakor?"Biasanya, ketika dia melihat berita tentang Henry dan Janice masuk tren tagar, dia berusaha untuk tidak peduli dan tidak membiarkan dirinya menghabiskan energi, pikiran, dan emosinya sendiri.Bagaimanapun, dia harus menghargai hidupnya sendiri.Tidak layak menyia-nyiakan hidupnya untuk orang yang tida

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 215

    Miana membantu Henry turun dari mobil. Seluruh beban tubuh Henry bertumpu padanya.Ketika masuk ke dalam lift, Miana sudah berkeringat deras.Henry bersandar di dinding lift dan memandangnya.Wajah Miana terlihat begitu merah, seperti baru saja selesai berolahraga.Meskipun demikian, kecantikannya tetap terjaga, membuat suasana hati Henry sedikit lebih baik.Sampai di lantai atas, Henry masuk ke UGD.Sebenarnya ,,,,Dia perlu masuk ke sana.Namun, pihak rumah sakit takut terjadi sesuatu pada Henry.Setelah pintu ruang gawat darurat tertutup, Miana duduk di kursi dan menghela napas panjang.Sepanjang jalan menuju UGD, Henry seperti tidak punya tulang, bersandar padanya dan hampir membuatnya kelelahan.Tepat ketika Miana ingin istirahat sebentar, ponselnya berdering. Dia pun mengeluarkan ponselnya, mendapati panggilan dari Sherry. Dia segera teringat bahwa hari ini dia tidak jadi menginap di rumah sakit, lalu segera mengangkatnya, "Sher, dengarkan aku ....""Mia, kamu memukul Henry sampa

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 214

    "Henry, kamu turun dulu, aku akan parkir mobilnya." Miana berusaha membuat suaranya terdengar alami.Henry mengangkat alisnya dan bertanya, "Kamu yang memukulku, nggak mau bertanggung jawab?"'Dia jelas-jelas nggak ingin menemaniku.''Ingin melarikan diri.''Nggak semudah itu!'"Mana ada!" Miana membantah dengan keras.Dia hanya merasa canggung.Bukan tidak mau bertanggung jawab!"Kalau begitu, aku ikut kamu parkir mobil dulu!" ujar Henry dengan tenang, dia tidak peduli dengan orang-orang yang sedang menunggunya di luar.Miana menggigit bibirnya dan membujuk lagi, "Cepat turunlah, darahmu sudah keluar begitu banyak."'Pria ini benar-benar manja!''Kenapa harus aku temani?'"Miana, jujur saja, kamu nggak mau bertanggung jawab padaku, 'kan?" Makin dilihat ekspresi Miana, dia makin yakin Miana ingin melarikan diri.Dia tentu saja tidak akan membiarkan Miana kabur!"Sudah, jangan bicara lagi, turun mobil sekarang!" Miana mematikan mesin, membuka pintu dan turun dari mobil.Miana berpikir,

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 213

    Sebenarnya, jika Henry sedikit saja lebih memperhatikannya, Henry akan menyadari bahwa bulan lalu dia tidak datang menstruasi."Apakah kamu menyalahkanku karena kurang memperhatikanmu?" Henry menutupi dahinya, tetapi darah terus mengalir. Suasana hatinya sedang buruk.Ingin melakukan hubungan intim dengan istri sahnya, tetapi dahinya malah terluka karena dihantam istrinya. Jika kejadian ini tersebar, dia pasti akan kehilangan muka.Miana melirik dahi Henry sejenak. Dia tidak ingin lagi berdebat dengannya, jadi segera berbalik dan berjalan ke ruang ganti.Tidak lama kemudian, dia keluar mengenakan pakaian kasual. Penampilannya terlihat muda dan imut.Dia berjalan ke arah Henry, mengambil jubah mandi dari tempat tidur dan membantu Henry memakaikannya. "Dahimu berdarah terlalu banyak, nggak perlu ganti baju, pakai ini saja."Henry mengatup-ngatupkan bibirnya sebelum berkata, "Kamu ingin aku keluar tanpa pakaian dalam? Nyonya Jirgan, apa maksudmu?"Miana seketika tersipu malu. Dia segera m

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 212

    Tubuh Miana menegang, "Henry, aku nggak mau!""Aku nggak akan melakukannya, hanya membuatmu nyaman, bagaimana? Nggak suka?""Nggak nyaman, aku ingin tidur!" Suara Miana terdengar cemas, dia berpikir apa yang harus dia lakukan jika Henry memaksanya?"Aku sudah melayanimu seperti ini, kamu masih merasa nggak nyaman. Nyonya Jirgan, kamu sedang berbohong." Jemari Henry memilin daging di tubuh Miana dengan perlahan, lalu dia membisikan kata-kata vulgar di samping telinga Miana.Miana segera mendorong Henry, lalu menggulingkan tubuhnya ke di tempat tidur.Karena khawatir dengan perutnya, dia tidak berani berguling ke lantai.Sekarang, jaraknya dengan Henry sudah sedikit lebih jauh.Henry menyipitkan matanya, menatap Miana dengan emosi yang tidak dapat dijelaskan dengan jelas.'Dia memang menolak berhubungan intim denganku.''Apakah karena Giyan?''Apa yang mereka bicarakan saat dia menemui Giyan tadi?'Miana sedikit panik karena ditatap seperti itu oleh Henry, dia buru-buru bangkit dan henda

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 211

    Ada sedikit tangisan dalam suara Janice, membuat orang lain merasa kasihan padanya.Yosef menebak sendiri apa yang telah terjadi dan dengan yakin menyimpulkan bahwa semuanya karena Miana!Sepertinya, dia harus menemui Miana dan memperingatkannya.Jika tidak berhasil, dia akan mengambil tindakan langsung.Dia mencoba menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik sebelum mengambil tindakan keras."Janice, kalau kamu ada masalah, beri tahu aku, pasti akan kubantu! Aku nggak akan memaksamu kalau kamu nggak mau. Baiklah, kamu istirahatlah, aku pergi dulu," ujar Yosef, lalu berbalik dan pergi.Setelah mendengar pintu kamar tertutup, Janice baru membalikkan badannya. Dia kemudian membuka perban di pergelangan tangannya. Sebenarnya, lukanya tidak dalam dan darah di perban itu dia tambah sendiri.Dia tentu hanya berpura-pura mencoba bunuh diri.Meskipun terluka, lukanya tidak serius dan akan sembuh dengan cepat.Namun, setelah melakukan bunuh diri pun, dia tidak bisa membuat Henry menemaninya lagi

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 210

    Yosef mengernyit, rasa sedihnya kepada Janice makin bertambah. Dia membungkuk dan memeluk Janice lagi, lalu berkata, "Kalau kamu benar-benar nggak punya tempat tinggal, aku punya rumah di Kompleks Raffles, dekat dengan Firma Hukum Astera. Nanti kamu bisa jalan kaki ke tempat kerja, aku juga akan mencari dua pembantu untuk menjagamu. Janice, tenang saja, aku nggak akan membiarkanmu hidup menderita!"Yosef sangat emosional saat mengatakan itu.Dia benar-benar sangat peduli pada Janice.Jika bisa, dia akan memberikan semua yang dimilikinya kepada Janice.Yosef tidak bisa melihat wajah Janice yang sedang dia peluk, dan pada saat ini, sudut bibir Janice sedikit terangkat.Namun, Janice segera berhenti tersenyum, lalu dengan hati-hati berkata, "Hubunganku dengan Miana sangat buruk. Terakhir kali, dia menyewa provokator untuk mencemarkan reputasiku di sosmed. Kamu pasti juga sudah mendengar kejadian ini. Kalau aku tinggal di tempatmu dan dia tahu, dia pasti akan melecehkanku lagi di sosmed. A

DMCA.com Protection Status