Apakah readers tahu? Tanaman daun kentut merupakan salah satu tanaman obat yang sudah tidak diragukan lagi khasiatnya. Ciri khas dari tanaman ini adalah daunnya yang beraroma mirip bau kentut. Di daerah lain, daun kentut juga dikenal sebagai daun sembukan, kasembukan, gum siki, dll. Daun kentut memiliki kandungan: Arbutin, oleanolic acid Asperuloside, deacetylasperuloside, gama-sitosterol, scandoside, paederosid, paederosidic acid, dan minyak menguap. Khasiat: Mengobati kejang, luka pada mata / telinga, kurang nafsu makan, batuk, patah tulang, disentri, radang usus, keracubab, buang air kecil tidak lancar, dll.Cara membuat ramuan obat dari daun kentut:Untuk mengobati sakit perut, daun kentut bisa dibuat sayur, dikonsumsi dengan cara dikukus dan dimakan sebagai lalapan. Untuk pengobatan luar, daun kentut dilayukan di atas api lalu diikatkan di perut.
Bab 55. Operasi.Shizi menatap dalam pada Wang Suyi dan Song Ong yang kini berjalan bersama menyusuri jalanan ibukota, tampak para pengawalnya pun berjalan mengikuti di belakang keduanya.Shizi akan melangkahkan kakinya untuk mengikuti rombongan tersebut namun satu pegangan erat pada lengannya membuatnya tak bergerak.Ia menoleh ke arah belakang,tampak Lien Wei lah yang menahan dirinya.“ Jika kau mengikuti mereka pastinya akan membuat para pengawal Song Ong mengetahui kau membuntuti mereka!” Jelas Lien Wei yang membuat Shizi sadar dengan tindakan bodoh yang hampir membuat dirinya terlibat masalah.“ Kau benar, maafkan aku! “ “ Saking penasarannya aku sampai lupa dengan situasinya!” Jawab Shizi yang seketika itu pula membuat Lien Wei melepaskan genggamannya.Keduanya pun berjalan mengambil arah yang berbeda dengan jalan yang diambil Song Ong dan Wang Suyi dimana keduanya memutuskan untuk kembali ke kediaman keluarga Lien.Sambil berjalan.“ Kau kenal dengan Wang Suyi juga?” Tanya Lie
Bab 56. Pangeran. Shizi mulai mengambil tindakan, setelah semua peralatan yang dimintanya siap dan sang pemuda telah berbaring di atas meja segera Shizi pun memulai apa yang akan dilakukannya. Pertama, ia membuat sang pemuda tidak sadarkan diri dengan menusukan satu jarum akupunturnya di area leher sang pemuda. Setelah sang pemuda tak sadarkan diri sepenuhnya, Shizi mulai melakukan akupuntur di area perut dan bahu kanan yang tertancap anak panah. Begitu jarum akupuntur selesai ditancapkan, Shizi pun mulai menyayat kulit di area perut sang pemuda. Di sudut ruangan, Tuan besar Li dan Jenderal Lien Zhong menunjukan raut wajah seriusnya. Bagaimana tidak! Karena apa yang dilakukan Shizi adalah hal yang bisa dikatakan tabu di kalangan tabib kerajaan karena metodenya merupakan metode pengobatan kuno yang dilarang. “ Tuan, bagaimana ini?” Tanya Lien Zhong serius. “ Jika ia memang yakin dengan apa yang dilakukannya maka kita tidak bisa melarangnya.” “ Lagipula jika kita memanggil tabib
Bab 57. Bertemu?Selama sehari semalam Shizi menjaga dan memantau keadaan sang pangeran, selama observasi tersebut akhirnya Shizi yakin jika penyebaran racun sudah berhenti dan keadaan sang pangeran telah stabil kembali.“ Aku kurang beristirahat, bagaimana aku menjalani hari ini? Padahal hari ini waktu penerimaan sebagai tabib kerajaan!” Ujarnya pelan dengan wajah mengecut.Tak lama, Lien Wei pun datang.Shizi segera mendekatinya untuk berbicara.” Hari ini aku harus pergi jadi kau yang menjaganya!” Serunya sambil berbisik.Lien Wei terkejut namun setelah beberapa saat ia paham yang Shizi maksudkan.“ Aku paham, lalu aku harus mengatakan apa jika ayah dan tuan besar menanyakanmu?” Tanyanya serius.“ Katakan saja aku ada urusan penting, sisanya biar mereka yang putuskan. “ “ Aku yakin kau pasti ahli dalam urusan berkelit.” Jawab Shizi yang langsung disambut wajah kesal Lien Wei.“ Sekarang bantu aku keluar dari sini, tak mungkin aku bisa keluar dari sini dengan banyaknya pengawal di
Bab 58. Hampir.Shizi dan para tabib lainnya kini berbaris di halaman rumah sakit kerajaan, para tabib pria berbaris di samping kiri dan para tabib wanita berbaris di samping kanan, kain putih yang menjadi pembagi batas kedua kelompok tersebut.Dari arah dalam rumah sakit keluar rombongan para pejabat rumah sakit, ada yang menggunakan pakaian kerajaan berwarna merah, pakaian berwarna hijau, pakaian berwarna biru dan pakaian berwarna ungu.Dari pakaian yang mereka kenakan jelas menunjukan tingkatan mereka dimana pengguna pakaian kerajaan berwarna merah merupakan pemilik jabatan tertinggi.Pengguna pakaian kerajaan berwarna merah menunjukan tingkatannya berada di tingkat satu sampai tiga, hijau menunjukan tingkatan keempat dan kelima, biru tingkatan enam dan tujuh dan terakhir pakaian kerajaan berwarna ungu menunjukan tingkat terendah yaitu tingkat delapan dan sembilan.“ Jadi nantinya aku akan menggunakan pakaian kerajaan berwarna ungu jika sedang menghadiri acara istana?” Batin Shizi.
Bab 59. Penempatan.Shizi menunggu giliran namanya dipanggil oleh Cao Yongjing, ia harap harap cemas menunggu akan dimana ia ditempatkan.Ia menatap ke sekelilingnya, dari raut wajah para tabib baru itu terlihat jelas ada yang sama cemas seperti dirinya dan untuk sebagiannya lagi terlihat percaya diri dengan penempatan yang akan mereka dapat.“ Yang cemas pastinya tidak memiliki orang dalam, sedangkan orang orang yang percaya diri kebanyakan adalah para tabib yang sebelumnya berkumpul dan menyapa para pejabat kerajaan yang datang.” Batinnya penuh keyakinan.Dari kasak kusuk yang sebelumnya ia dengar dari para tabib baru ini ketika menunggu upacara, sedikit banyaknya ia mengetahui jika ada tiga tempat yang dihindari oleh mereka.Yang pertama adalah rumah sakit kerajaan karena kebanyakan pasien di tempat ini adalah rakyat jelata dan bentuk pengobatannya gratis sehingga tidak bisa menjadi tempat untuk meraih keuntungan.Yang kedua adalah klinik pasukan kerajaan, selain tidak bisa digunak
Bab 60. Menjahit.Setelah mendapatkan perlengkapan dan pakaian tabib kerajaan, Shizi pun berangkat menuju ke bagian timur kota kerajaan dimana markas pasukan kerajaan berada.Dari sekian banyak tabib baru yang diangkat,hanya dia seorang yang ditugaskan untuk membantu disana. Tentunya hal itu membuatnya sempat berpikiran buruk tentang hal tersebut.Meski begitu ia membuang jauh jauh pemikiran tersebut karena ia mengingat ini adalah tugas yang mulia.Shizi tidak pergi sendiri, ia pergi bersama tiga orang tabib senior dimana Cao Yongjing menjadi salah seorang diantaranya. Karena hal itu jugalah yang membuatnya tidak mau berpikiran buruk tentang situasi tersebut.Di dalam kereta kuda yang membawa mereka, Cao Yongjing pun menyampaikan pesan pada semua orang yang ikut bersamanya.“ Semuanya, dengarkan arahanku dengan seksama.” Lanjutnya.” Keberangkatan kita ke markas pasukan kerajaan ini untuk membantu para tabib yang ada disana.” “ Situasinya cukup rumit mengingat pasukan Jenderal Tang San
Bab 61. Merayap punggung.Cen Du dan Fu Long saling menatap,mendengar kata menjahit saja sudah sangat aneh untuk mereka karena biasanya untuk pengobatan luka terbuka hanya akan menggunakan racikan ramuan saja.Adapun untuk luka panah yang menancap di tubuh biasanya mereka hanya akan melakukan sayatan besar untuk mengeluarkan mata panahnya dan setelahnya baru mereka akan menggunakan racikan ramuan untuk menutup luka yang dibuat.“ Perawat Sun, perawat Li, kalian dampingi tabib Shizi, sediakan bahan dan alat yang ia minta.” Titah Cen Du tanpa banyak bertanya lagi.Kedua perawat senior langsung menjalankan perintah Cen Du, dari sana Shizi pun langsung bergerak menuju pasien yang ada di dekatnya.Begitu juga dengan Cen Du, Fu Long dan Su Ong, mereka pun pergi menuju barisan pasien yang ada.“ Tuan prajurit, tolong bawakan meja itu untukku, tempatkan disini!” Seru Shizi pada prajurit yang membantu membawa rekan rekannya.Segera mereka melakukan perintah Shizi, setelah melakukan apa yang d
Bab 62. Permintaan.Cao Yongjing, Cen Du, Fu Long dan Jenderal Tangsan melihat dan memeriksa hasil kerja Shizi dengan seksama, tampak mereka semua tidak bisa berkata kata dengan apa yang mereka lihat.“ Dengan membuat luka tertutup seperti ini akan membuat lukanya cepat kering dan sembuh.” Ujar Tang San yakin.“ Tapi teknik seperti ini membutuhkan keahlian khusus dan perlu ketelitian, tidak boleh ada benda lain yang tertinggal di dalam bekas luka karena itu akan membuat masalah yang baru!” Jelas Fu Long.“ Karena itulah teknik pengobatan kuno ini dilarang penggunaannya karena dulu banyak kasus seperti itu dimana sisa serpihan luka ada yang tertinggal sehingga menyebabkan luka dalam dan akhirnya menyebabkan kematian.” Timpal Cen Du.“ Tentu saja itu terjadi karena prosesnya menyakitkan, namun dengan apa yang kita lihat dimana para prajurit itu seperti tertidur maka semua masalah itu kecil kemungkinan terjadi!” “ Jangan lupakan tentang proses penghentian darah, penjahitan bagian otot,d
Bab. 192. Shizi berjalan ke arah di mana Klan Li berada, yang ada di kepalanya saat ini adalah ibunya kemungkinan besar berada di dua tempat. Pertama, di Istana Kekaisaran dan jika tidak ada di sana maka kemungkinan ada di Kediaman Klan Li sendiri.“Aku tidak bisa langsung pergi menemui ayah, bisa-bisa terjadi keributan nantinya!” gumamnya pelan.Pemikirannya tersebut bukan tanpa alasan, dengan situasi yang terjadi saat ini pastinya dengan kemunculan dirinya akan banyak menimbulkan intrik di dalam Istana.Keputusannya untuk mendatangi Klan Li pun bukan tanpa alasan, Klan ayahnya mungkin bisa memberikan informasi lebih banyak dan juga bisa menerima kehadirannya.Tak membutuhkan waktu lama baginya untuk menemukan kediaman Klan Li. Shizi menoleh ke arah timur, tampak olehnya Istana Kekaisaran berdiri tegak tak jauh dari kediaman Klan Li.Shizi menghela nafas panjang, meski saat ini ia ingin sekali bertemu ayahnya, namun, ia merasa waktunya belumlah tepat.Ia mengalihkan pandangannya
Bab. 191. Kekaisaran Langit.Shizi, Fu Tong dan Jin Hua tiba di Kota Li, Kota yang menjadi Ibukota Kekaisaran. Mereka muncul di Portal Teleportasi yang ada di dalam Sekte Langit Emas yang berada di sebelah selatan Ibukota.Kedatangan mereka langsung disambut seorang Tetua yang berjaga di sana, tampak ia menunjukan keheranannya saat melihat Fu Tong datang hanya berdua dengan Jin Hua dan seorang yang asing di matanya.“Salam Tetua Cu,” ucap Fu Tong dan Jin Hua serempak sambil menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.“Kenapa kalian kembali hanya berdua saja? Lalu siapa dia?” tanya Tetua Cu sambil melirik pada Shizi.“Dia rekan seperjalananku, adapun anggota kelompokku yang lain telah … tewas,” jawab Fu Tong dengan lirih.Tetua Cu tertegun mendengar jawaban Fu Tong.“Fu Tong melanjutkan, “Aku tak bisa menceritakannya sekarang, yang utama saat ini adalah aku perlu bertemu dengan Master Sekte sesegera mungkin!” ujarnya dengan serius.Tetua Cu mengangguk paham, setelahnya Shizi pun an
Bab. 190.Shizi, Fu Tong dan Jin Hua tiba di Kota Zhen, Kota besar yang dulunya menjadi Ibukota Kerajaan Turk. Tampak olehnya keramaian kota tersebut yang mana sepenglihatannya Kota Zhen menjadi pusat berdirinya banyak sekte aliran putih.Dengan token yang ditunjukan Fu Tong pada sang penjaga gerbang membuat mereka dengan mudah melenggang masuk ke dalam kota.“Tampaknya Sekte Langit Emas mendapat perhatian khusus dari Kekaisaran, “ ujar Shizi dengan santai.“ Ya, kau benar. Sebagai salah satu sekte terbesar yang menopang Kekaisaran Langit membuat pihak Kekaisaran memberikan perhatian Sekte kami,“ jawab Jin Hua tidak menyangkal.“ Lalu bagaimana tanggapan Sekte kalian dengan situasi yang terjadi pada saat ini”? tanya Shizi dengan tenang.Fu Tong dan Jin Hua tahu arah tujuan pembicaraan Shizi yang menyangkut pada kekisruhan yang terjadi antara aliran hitam dan aliran putih.Fu Tong mendekatkan dirinya pada Shizi lalu berkata sambil sedikit berbisik, “ Lima Sekte aliran putih terkuat d
Bab 189.Shizi, Fu Tong dan Jin Hua duduk bersama mengelilingi masakan yang dibuat Shizi, tampak mereka berdua begitu menikmati makanan yang dibuat Shizi itu.“ Ini sup daging apa? Rasanya begitu enak! Dan setiap daging yang kumakan mengisi kembali energi di tubuhku!” seru Jin Hua sambil terus menyuapkan sup daging ke dalam mulutnya.“ Jangan bicara ketika makan, nikmati dan habiskan saja, buat dirimu kenyang,” ujar Shizi penuh penekanan.Shizi dengan tenang memakan masakan buatannya, Jin Hua yang diberi peringatan oleh Shizi hanya bisa tersenyum setelahnya.“ Dia ini sangat tegas dan berprinsip, makan saja harus mengedepankan tata krama.” "Benar-benar tidak seperti orang biasa," batin Jin Hua sambil terus menikmati masakan Shizi.Fu Tong yang duduk di sebelah Jin Hua juga menikmati masakan Shizi dengan sangat lahap. Setelah makanan di mangkuk mereka habis tak bersisa, Fu Tong pun angkat bicara. "Shizi, masakanmu benar-benar lezat! Aku belum pernah makan masakan yang seperti ini s
Bab 187.Kedua orang yang diselamatkan Shizi terlihat tertidur dalam kolam obat Shizi. Sementara itu, Shizi sendiri telah menyelesaikan proses pemotongan Beast Kadal Pasir untuk mengambil bahan berharganya.“Sudah kuduga, ternyata pasirnya beracun!” ujarnya pelan.Shizi kemudian mengambil potongan utuh kepala Beast Kadal Pasir tersebut, ia kemudian menempatkan masing-masing kepala Beast tersebut ke dalam bak obatnya.Setengah batang dupa berlalu.Sang wanita bangun dari tidurnya, perlahan matanya terbuka. Wajahnya seketika memucat saat melihat apa yang ada di hadapan wajahnya.“ Kyaaaaa!” teriaknya dengan keras.Shizi menatap santai sang wanita, sedangkan sang pria terbangun dari tidurnya karena jeritan tersebut.Wajah sang pria berubah buruk seketika, bagaimana tidak? Hal yang pertama kali dilihatnya adalah Kepala Beast Kadal Pasir yang menyembul dari dalam air.“Jangan terkejut, itu bagian dari pengobatan kalian,” ucap Shizi dengan santai.“ Bagaimana mungkin hal seperti ini bagia
Bab 187.Shizi memasuki kawasan padang pasir yang menjadi jalan utama menuju Kota Zhen, salah satu Kota yang harus dilalùinya untuk mencapai Ibukota Kekaisaran Langit.“ Jika tidak salah dulunya tempat ini adalah wilayah Kerajaan Turk. Namun, setelah Kerajaan Turk kalah dan menghilang dari sejarah, sisa orangnya kini mengabdikan diri pada Kekaisaran Langit dan ibukotanya menjadi salah satu Kota Kekaisaran,” gumam Shizi.Setelah satu hari perjalanan, Shizi tiba di tengah gurun pasir, tampak badai pasir mulai menyelimuti area tersebut.“Hmm…itu….” Dari kejauhan ia melihat ada pertarungan yang terjadi dua orang melawan beberapa Beast Kadal Pasir.“Dua mati dan dua lainnya terluka parah,” ujar Shizi sambil mengamati dari posisinya.Shizi memunculkan aura ranahnya, garis energi berwarna ungu melindungi tubuhnya itu.Dengan cepat ia memasuki badai pasir lalu menuju tempat pertarungan berlangsung.Seekor Beast kadal pasir yang sedang melancarkan serangan pada kedua orang tersebut langsung
Bab 186.Kultus Mowang. Shizi pergi dari kota setelah menyaksikan perjanjian antara Sekte Kalajengking Hitam dengan Kota yang dipimpin Ryu Jin tersebut. Tentunya ia pergi tidak dengan tangan kosong karena Ryu Jin memberikannya surat rekomendasi dan sebuah token khusus Kekaisaran. Dari token itu pula Shizi mengetahui jika Ryu Jin ternyata adalah seorang Tuan Muda yang berasal dari Klan Ryu yang ada di Kekaisaran Langit dan Tetua Muda dari Sekte Langit Emas, salah satu Sekte Aliran Putih yang ada di Ibukota Kekaisaran. “ Pantas saja Ryu Jin sangat berpikiran terbuka, ternyata ia memiliki sahabat yang menjalankan kultivasi kegelapan juga.” “ Meski hal ini pasti bertentangan dengan sikap sektenya, tapi ia mengesampingkan itu semua demi janji pada sahabatnya itu.” “ Orang yang cukup menarik,” ujar Shizi bermonolog. Belum jauh ia berjalan, ia menghentikan langkahnya. Dari sana ia menoleh ke belakang. Tampak dua orang sedang menuju ke arahnya dengan cepat. Setelah beberapa saat, ia
Bab 185.Shizi memperhatikan perbincangan yang Ryu Jin dan Xie Chong lakukan setelah kesepakatan dibuat, tampak di mereka dengan serius membahas tentang Kekaisaran dan Sekte aliran hitam yang tumbuh cepat bagai rumput liar di wilayah Kekaisaran Langit.Hal itu juga yang menarik perhatian Shizi di mana ia ingin tahu sejauh mana masalah yang terjadi diantara kedua kubu tersebut.“ Tuan Walikota, agar kau tahu, Xie Chong ini belum lama menjadi Master Sekte Kalajengking, karena sejatinya Sekte milikku ini anggotanya merupakan gabungan dari Sekte kecil yang pemimpinnya aku kalahkan.” “Kenapa aku melakukan itu… tentu saja karena aku tidak suka dengan penyimpangan yang dilakukan oleh sekte-sekte tersebut,” jelas Xie Chong tanpa ragu.“ Penyimpangan? Apa itu?” tanya Ryu Jin penasaran.Shizi menarik nafas panjang, setelahnya ia pun ikut angkat bicara, ”Cultivator Kegelapan selalu dianggap sesat karena diyakini sebagai teknik peningkatan kekuatan yang menghalalkan segala macam cara dan beraf
Bab 184.Ryu Jin terkejut melihat puluhan orang yang menggunakan jubah berlambang Kalajengking Hitam berdiri di depan gerbang Balai Kota. Ia tidak bisa membayangkan apa yang sebenarnya terjadi."Bagaimana mereka bisa tiba di sini?" tanya Ryu Jin kepada Shizi dengan nada yang penasaran.Shizi tidak menjawab, ia hanya menatap Ryu Jin dengan mata yang dingin.Ryu Jin kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah Shizi."Baiklah, aku akan mempercayai kau," kata Ryu Jin."Bantu aku dalam perundingan ini,” ucapnya penuh arti.Shizi mengangguk, ia kemudian berjalan ke arah pintu." Mari kita pergi menemui mereka," kata Shizi.Ryu Jin mengikuti Shizi, mereka berdua keluar dari ruangan dan menuju ke arah gerbang Balai Kota.Saat mereka tiba di gerbang, Ryu Jin melihat puluhan orang yang menggunakan jubah berlambang Kalajengking Hitam masih berdiri di sana.Salah satu dari mereka melangkah ke depan, ia adalah seorang laki-laki yang memiliki wajah yang dingin dan mata yang tajam.Sementara