LOGINBab 295. Buru dan Culik."Master Shizi,semua yang Master minta sebelumnya telah kami siapkan!" Ujar Hao Rang dari luar ruangan pada Shizi yang kini sedang berada di salah satu ruangan khusus bersama tiga Grandmaster lainnya."Baik, terima kasih patriark, maaf merepotkan patriark,” jawab Shizi."Kami akan segera keluar sesaat lagi patriark," Ujar Shizi kembali." Baik,Master!" "Tidak…tidak sama sekali Master! Malah kami yang berterima kasih karena Masterlah kami semua masih hidup saat ini," Ujar Hao Rang sungguh sungguh.Setelah sang patriark klan Hao undur diri, Shizi kembali menatap ke arah tiga Grandmaster yang masih fokus pada peralatan yang ada di atas meja."Aku baru melihat hal seperti ini!" Ujar Pan Jun sambil menatap pada makhluk hitam yang seperti gurita tanpa kepala yang bergerak perlahan setelah ditetesi darah."Jadi kau menemukan ini dari orang yang kau obati dengan teknik anehmu itu?" Tanya Mei Chan. "Benar senior!" Jawab Shizi pasti."Jelas ini adalah turunan dari pen
Bab 294. Dua kali.Ce Fu, patriark klan Ce sekaligus ayah dari Ce Mong, wajahnya berubah menjadi merah padam. Bukan hanya malu luar biasa dengan omong kosong putranya, tapi apa yang dilakukan Shizi pada Ce Mong pun membuat amarahnya baik sampai ke ubun ubun.Ce Fu baru akan akan bicara, namun sebuah suara dari arah belakang membuat dirinya menahan diri untuk sementara."Pemimpin kota,rombongan alkemis dari perkumpulan alkemis wilayah timur telah tiba. Mohon petunjuk patriark!" seru salah satu penjaga gerbang kota sambil berlutut dan memberi hormat padanya."Dimana mereka sekarang?" tanya Ce Fu serius.Sang penjaga tampak ragu untuk berkata, "Mereka hamba bawa kesini pemimpin kota, karena mereka tak mau menunggu di depan, selain itu para alkemis tersebut sudah terlihat kesal karena tuan muda Mong tidak ada saat kedatangan mereka," jelas sang penjaga dengan canggung.Sontak hal itu langsung membuat Ce Fu berwajah kecut karena kelakuan buruk putranya semakin terbukti dihadapan semua ora
Bab 293. SentilDalam waktu empat batang dupa. Ketujuh orang yang tadinya tergeletak tak berdaya diatas tempat tidur kini bisa bangkit setelah Shizi mengangkat sang kutukan dengan teknik miliknya.Shizi sendiri kini duduk di atas lantai dengan keringat yang membasahi tubuhnya. "Huft, Ternyata batasku dalam menggunakan teknik bola penyembuh ini hanya mampu sejauh ini."“Tampaknya energi qi kegelapan dan energi qi putih di tubuhku ini belum bisa tersinkronisasi dengan sempurna sehingga ada batasan seperti ini,” batinnya." Saudara Shizi, apa kau baik baik saja? " Tanya Ceng Hei pada Shizi yang masih duduk di atas lantai ruangan dimana tubuhnya berkeringat cukup deras."Pertanyaan bodoh macam apa itu? Jelas pasti Master tidak baik baik saja sampai bisanya ia kelelahan dan duduk di lantai seperti itu! " Ujar Hao Tenghai kesal pada sahabatnya itu."Bantu aku mengangkat Master Shizi, agar ia bisa beristirahat dengan nyaman! " Seru Hao Tenghai kembali.Segera keduanya membopong Shizi dan
Bab 292. TurunanShizi beserta Hao Tenghai dan Ceng Hei kini berada di depan satu gerbang klan, tampak para penjaga yang berada di gerbang menggunakan kain putih untuk menutupi area mulut dan hidungnya dan terlihat waspada dengan pergerakan setiap orang yang melintas di depan klan mereka."Tuan muda," seru empat penjaga serentak dengan hormat saat melihat Hao Tenghai datang.Satu anggukan kepala dan satu tanda dari gerakan satu tangannya langsung ditanggapi oleh empat penjaga gerbang tersebut. Gegas mereka membuka gerbang masuk clan. " Mari saudara Shizi, " ujar Hao Tenghai mempersilakan sambil menunjukan jalan.Sang tuan muda klan Hao itu segera membawa Shizi menuju salah satu aula yang ada di paviliun utama klan Hao. Tampak di depan ruangan tersebut terdapat banyak orang yang sedang berdiri sambil berbincang serius.Kedatangan Hao Tenghai dan Ceng Hei langsung menarik pandangan dari semua orang ke arah sang tuan muda. Tentu saja yang menjadi pusat perhatian semua orang adalah Shizi
Bab 291. Mengetahui Dengan perlindungan Shizi mereka berhasil sampai dengan selamat ke Kota Xian. Beast yang mengamuk dan menyerang siapapun dengan brutal di dalam hutan pun semua dikalahkan oleh Shizi.Di depan gerbang Kota Xian."Ini, ambillah," ujar Shizi sambil menyerahkan tiga buah slip jade khusus pada Yu Yan, Ninghuan dan Yinxuan." Dengan slip jade ini, nanti ketiga nona bisa mengabariku jika semuanya sudah siap, aku akan menuju ke tempat kalian nantinya. Aku sendiri juga tak akan diam, waktu yang ada akan kugunakan untuk mencari bahan bahan lainnya di kota Xian ini sembari mengurus urusanku sendiri," jelas Shizi.“Kenapa tidak menunggu di sekte kami saja? Biar kami yang mencari bahan-bahan pil yang saudara butuhkan?” tawar Yu Yan.“Kukira membutuhkan waktu untuk mencari bahan-bahan itu terutama untuk bahan yang memiliki esensi kegelapan seperti rumput Lingzhi hitam, ganoderma darah dan juga bunga biru langit.” “Itu pastinya tidak akan kalian miliki dan cukup membutuhkan
Satu hari penuh Shizi habiskan di dalam ruangan lain yang ada di dalam gua.Bunyi ledakan dan kepulan asap membuat keramaian tersendiri di dalam gua tersebut. Yaa, ia fokus meneliti darah Yu Yan yang sebelumnya ia ambil, dari sana ia menemukan jika di dalam darah gadis itu terdapat hal yang ganjil. Shizi kini tampak fokus sambil melihat ke atas cawan dimana potongan makhluk hitam yang dihidupkan kembali dari tetes darah Yu Yan yang ia ambil. “Ada hal seperti ini…kurasa benda ini tidak berasal dari dunia ini,” ujarnya sambil menatap setitik gumpalan hitam yang bergerak dengan lambat di dalam cawan. "Aku akan mencari cara agar makhluk ini benar benar hilang dari muka dunia ini!" ujar Shizi sambil menyeringai pada makhluk hitam berlendir pekat yang merayap di atas cawan. Shizi segera meneteskan beberapa ramuan yang sebelumnya ia buat keatas tubuh sang mahluk hitam tersebut. Jatuhnya cairan keatas tubuh makhluk hitam tersebut langsung membuat tubuh makhluk tersebut bergelung me







