[Ding][Sub Quest : Kalahkan Rico dan Para Berandalan][Host berhasil menyelesaikan Sub Quest][Hadiah 10 EXP + $100.000 dikirim ke status pewaris dan Money Power Anda][Nama Host : Davis][Keluarga : Miller][Status Pewaris : Level 3 (101/300)][Health Point : 16/23][Kekuatan : 14 | Pertahanan : 15 | Kecerdasan : 16 | Kelincahan : 14][Money Power : $999. 600.000]“Aku berhasil menyelesaikan quest di saat-saat terakhir.” Davis melepaskan pisau dari bahu, meringis kesakitan ketika darah mengucur. Ia terbaring di tengah hujan yang terus mengguyur deras. Napasnya terengah-engah.Davis perlahan duduk, menatap sekeliling. Ia melihat Rico dan para berandalan masih terbaring di tanah. “Aku harus segera mengobati lukaku dan kembali ke rumah.”Davis meninggalkan Rico dan para berandalan, berjalan cukup lambat karena lukanya. Ia mendongak ke langit, teringat dengan bayangan peristiwa aneh yang mendadak muncul. “Apa yang sebenarnya aku lihat tadi? Aku melihat kobaran api dan orang-orang asi
Dua hari kemudian.[Waktu penyelesaian Quest Utama : 4 hari 9 jam][Waktu penyelesaian Sub Quest : 4 hari 8 jam 40 menit]Davis menepikan mobil di dekat tempat latihan beladirinya. Ia keluar dari mobil dengan pakaian biasa, berjalan menuju tempat pertemuannya dengan Dave dua hari lalu.Davis belajar bisnis sesuai jadwal dan di saat yang sama beristirahat untuk menyembuhkan lukanya dari pertarungan dengan Rico dan para berandalan. Ia merasa tubuhnya kembali sehat dan siap untuk pertarungan.“Aku senang kau datang, Bung.” Dave melambaikan tangan pada Davis meski jarak mereka masih agak jauh. “Aku kira kau tidak akan datang.”“Aku sudah berjanji padamu untuk datang.” Davis mengamati wajah Dave. “Kenapa wajahmu terluka?”Dave menyentuh mata dan bibirnya. “Ini hanya luka kecil. Aku tidak akan mati hanya dengan luka ini. Ayahku mengamuk dan sebagai gantinya menjadikanku samsak hidup.”“Ayahmu menyiksamu?” tanya Davis.“Ya.” Dave menjawab santai. “Dia sering melakukannya sejak aku dan kaka
[Waktu penyelesaian Quest Utama : 4 hari 8 jam 45 menit][Waktu penyelesaian Sub Quest : 4 hari 8 jam 25 menit]Para penonton seketika bersorak heboh. Beberapa di antara mereka berdiri dari kursi, mengelu-elukan Tonny. Sebagian yang lain mulai mencari siapa pria yang bernama Davis.“Apa kalian sudah siap dengan taruhan kalian?” tanya Don dengan suara lantang, “siapa yang akan kalian pilih? Juara kedua tahun lalu atau pecundang baru bernama Davis?”Davis berdecak, berusaha tenang.Beberapa gadis mulai berkeliling ke setiap sudut dengan membawa dua buah nampan, satu nampan bertuliskan Tonny dan satu nampan bertuliskan Davis. Banyak penonton yang menyimpan uang mereka ke nampan bertuliskan Tonny.“Tidak ada yang memilihku,” ujar Davis dengan tangan mengepal erat. “Itu tidak masalah. Aku hanya perlu membuktikan pada mereka kemampuanku.”“Kau langsung menghadapi lawan yang sangat tangguh, Bung,” bisik Dave, “aku tidak bermaksud menghinamu, tapi Tonny adalah orang terkuat di antara kita s
“Aku tidak sengaja menemukannya saat dia bertarung dengan tiga puluh berandalan.” Dave tersenyum lebar.Para berandalan yang berada tidak jauh dari Dave terkejut, menatap Davis.Tonny tiba-tiba memekik sangat kencang hingga suasana menjadi sangat hening. “Aku akan menghabisimu malam ini.”Tonny menyeka darah dari hidung, berlari sangat cepat ke arah Davis. Ia melompat setinggi mungkin, melesatkan tendangan.Davis berhasil menghindar, merenggangkan jarak dengan Tonny. “Tonny sedang dikuasai amarah. Ini kesempatanku untuk bisa mengendalikan pertarungan dan mengalahkannya.”Davis terus menghindar dari serangan Tonny. Selama dua menit, ia menghindari semua serangan Tonny yang membabi buta. Para penonton mulai bersorak untuk Davis dan mencibir Tonny. Don tampak semangat mengomentari pertandingan.“Sialan! Hadapi aku dengan jantan, brengsek!” Tonny melesatkan tendangan dari samping kiri sekuat mungkin.Davis mundur untuk menghindar, tetapi terdorong ke belakang karena angin yang diciptakan
[Waktu penyelesaian Quest Utama : 4 hari 8 jam 30 menit][Waktu penyelesaian Sub Quest : 4 hari 8 jam 10 menit]“Aku berhasil mengalahkan Tonny dan memenangkan pertandingan pertama.”Davis masih tidak percaya jika dirinya mengalahkan Tonny. Ia melihat para penonton tampak marah dan mencaci Tonny. Beberapa di antara mereka melemparkan botol pada Tonny yang kini berdiri.Tonny meninggalkan arena pertandingan, beberapa kali menepis lemparan botol, memelotot tajam pada para penonton hingga lemparan mendadak berhenti.“Apa kalian memenangkan taruhan kalian?” teriak Don seraya memberi tanda pada Davis untuk keluar dari arena pertarungan.Davis berjalan ke sisi arena, menatap Tonny yang baru saja menghilang di ujung arena. “Aku masih tidak percaya jika aku bisa mengalahkan Tonny, padahal Tonny adalah lawan yang sangat tangguh. Apa aku sekuat itu atau memang Tonny melawanku di saat kondisinya tidak prima?”“Kau berhasil, Bung.” Dave menyambut Davis dengan suka cita, membawa Davis melewati k
[Ding][Sub Quest sudah dibuat][Tingkat kesulitan : Normal][Quest : Menyelamatkan Dave dan Uang Taruhan][Durasi Quest : 15 Menit][Hadiah : 10 exp + $100.000]“Aku memiliki rencana,” ujar Davis, “kita akan berpencar. Serahkan uang itu padaku.”Dave terkejut, mengeratkan pelukan pada tas. “Apa kau berubah pikiran?”“Aku bisa saja menghajar para berandalan itu, tapi aku harus mengistirahatkan tubuhku untuk pertandingan besok malam. Jika aku membawa tas uang itu, para berandalan kemungkinan besar akan mengejarku dan sedikit dari mereka yang mengejarmu. Tapi jika kau yang membawa uang itu, kau kemungkinan akan menjadi sasaran mereka.”“Aku akan menyimpan tas di suatu tempat dan kau akan mengambil kembali tas itu. Kau mengerti?” Davis menoleh ke belakang, melihat banyak berandalan yang mengikutinya.Dave tampak ragu, terlebih setelah menghitung jumlah uang taruhan yang cukup banyak.“Percayalah padaku. Waktu kita tidak banyak.”Dave mengepalkan tanagn erat-erat, menimbang keputusan, mel
Davis pulang ke rumah setelah memeriksa dan mengobati luka-lukanya di rumah sakit. Ia membersihkan diri, mengganti pakaian, berbaring di kasur. Saat menutup mata, ia teringat dengan pertarungannya dengan Tonny.Davis duduk di kasur, mengamati perban di lengannya. “Aku masih tidak percaya jika aku bisa mengalahkan Tonny. Sean adalah pelatih yang luar biasa. Aku bisa memahami intruksinya dengan mudah. Dia juga mengajariku dengan sabar. Aku jadi penasaran akan seperti apa pertarunganku dengan Sean di akhir pelatihanku nanti.”Davis memeriksa ponselnya, menonton rekaman pertandingan pria yang akan menjadi lawannya besok. “Aku harus bisa mencari cara menghadapi tendangan samping pria botak itu. Tendangannya selalu berhasil mengenai lawan dan memberi dampak yang tidak main-main. Dave mengatakan kalau pria botak itu adalah lawan terkuat Tonny setelah Roxy di kejuaran tahun lalu. Aku penasaran bagaimana reaksi pria botak itu saat aku berhasil mengalahkan Tonny. Pertandingan besok pasti akan m
[Waktu penyelesaian Quest Utama : 3 hari 8 jam 30 menit][Waktu penyelesaian Sub Quest : 3 hari 8 jam 10 menit] “Apa kau berhasil mendapatkan uang taruhan itu, Dave?” tanya Davis ketika melihat Dave tengah bediri di dekat gang kecil.“Temanku, Davis.” Dave semringah. “Aku senang karena kau selamat. Aku benar-benar mengkhawatirkanmu.”“Kau sepertinya lebih mengkhawatirkan uang taruhanmu.” Davis terkekeh.Dave tertawa. “Kau adalah hal kedua yang aku khawatirkan, Bung. Aku takut kau berbohong padaku dan aku takut kau celaka karena para berandalan itu.”Davis dan Dave berjalan di trotoar.“Aku berhasil lolos dari mereka. Aku juga melihatmu saat kau keluar dari gang. Kau pelari yang sangat baik.”Davis dan Dave memakai penyamaran untuk mengelabui para berandalan. Mereka memilih jalur berbeda dengan semalam meski harus mengambil jalan memutar.Davis berhenti ketika melihat Romeo, Gabriel, Joseph, dan Paul di dalam mobil yang melaju ke arah jembatan Wessel. “Ke mana mereka akan pergi?”“A
“Dasar brengsek! Aku tidak tahu apa yang terjadi, tetapi aku harus menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin,” ujar Draco sembari melompati para penjaga yang tidak sadarkan diri di sepanjang lorong. Draco tersenyum, menendang seorang penjaga. “Apakah aku harus tetap menghabisi Henry Tolando sesuai perintah Logan dan Ludwig?”Draco mendengkus kesal, terkejut saat melihat layar hologram di depannya. “Apa ini? Kenapa tanganku bisa menembus layar ini?”Pedro berlari di samping Draco. “Itu adalah layar hologram, Tuan. Aku tidak tahu bagaimana pastinya, tetapi aku menduga layar hologram dan keadaan sekarang adalah ulah Logan.”Logan mendadak muncul di layar hologram. “Aku akan menjelaskan sedetail mungkin apa yang sedang terjadi sekarang. Aku menempatkan sebuah alat canggih di tubuh kalian sebelum kalian menyamar sebagai mata-mata. Alat itu aktif saat dalam keadaan darurat. Alat itu memiliki kemampuan untuk meretas semua sistem canggih, alat komunikasi sekaligus alat pelacak. Selama alat i
[Waktu penyelesaian Quest Rahasia : 30 menit 15 detik]Rombongan mobil yang membawa Lucas, Liam, dan Levon terus melaju menuju bukit, melewati tanjakan dan hutan lebat. Di saat yang sama, pertarungan terjadi halaman dan sepanjang jalan. Pasukan Logan dan Ludwig berhasil mengecoh musuh dan melakukan serangan mendadak. Asap membumbung tinggi di beberapa titik lokasi. Beberapa anggota pasukan terlihat terkapar di tanah dan jalan. Suara tembakan terdengar bersahutan berkali-kali. Dua anggota pasukan tengah menyingkirkan batang pohon yang menimpa mobil. Seorang anggota menarik Evan Mulikas dari dalam kendaraan, menjauhkan pria itu dari lokasi kecelakaan. Evan Mulikas tidak sadarkan diri setelah sebuah bom meledak di depan mobilnya. Pohon tumbang dan mengenai kendaraan hingga ia terjepit. Darah mengalir dari kepala dan wajahnya. Seorang dokter bergegas mengecek keadaannya. Di saat para pengawal utama Evan Mulikas mengobatinya, sebagian pasukannya dan pasukan aliansi bergegas mengejar Lu
Lucas, Liam, dan Levon seketika bersiaga saat mendapatkan informasi dari bawahan mereka. Suara ledakan terdengar dari arah cukup jauh. “Dasar bajingan! Bagaimana mungkin aliansi bodoh itu menemukan keberadaan kita di tempat ini?” tanya Lucas sembari mengintip keadaan luar melalui jendela. Ia melihat asap mengepul di arah barat dan timur. Lucas mendengkus kesal. “Bukankah orang-orang itu mengatakan bahwa aliansi bodoh itu tidak mungkin menemukan keberadaan kita di tempat ini?”“Aku menduga jika ada pengkhianat di antara pasukan kita, Ayah. Mengingat penjelasan Paman Ludwig sekaligus melihat tindakan pasukan khusus itu, mereka tidak mungkin berbohong dengan ucapan mereka,” kata Liam. Levon menimpali, “Ya, aku juga menduga hal yang sama, Ayah. Pengkhianat itu pasti sudah membocorkan informasi lokasi ini pada Henry Tolando dan yang lain. Kalaupun tidak ada pengkhianat di pihak kita, kemungkinan lainnya adalah aliansi memang sudah mengikuti kita sejak kita keluar dari penjara. Meski beg
Henry Tolando dan para anggota aliansi berada dalam situasi yang cukup aman sekarang. Mereka berada dalam penjagaan yang lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Meski begitu, pasukan Logan dan Ludwig tidak tinggal diam. Mereka menyebar ke berbagai lokasi untuk menemukan tempat persembunyian anggota aliansi sekaligus untuk melakukan serangan balasan. Situasi beberapa kota masih mencekam. Para polisi terus berpatroli di berbagai jalan, mencari dan mengejar para tahanan yang melarikan diri. Pemerintah kota menetapkan situasi gawat darurat dan melarang semua warganya untuk meninggalkan rumah. Di waktu yang sama, beragam media terus memperbaharui informasi seputar kerusuhan.Pasukan khusus aliansi berjaga di depan sebuah rumah, hilir mudik memeriksa keadaan. Para penjaga menjaga lorong dengan persenjataan lengkap. Setiap pasukan saling berkomunikasi, memperbaharui informasi. Di sebuah ruangan, Draco baru saja sadarkan diri. Pria itu membuka mata perlahan, mengawasi keadaan sekeliling. Saat
Rebecca memutar bola mata. “Susan, bisakah kau duduk? Kau terus jalan mondar-mandir sampai membuatku pusing.”Emmely menyahut, “Tenanglah, Susan. Aku yakin Davis akan baik-baik saja. Para pengawalnya akan melindunginya.”“Ya, orang-orang menyeramkan itu tidak akan mungkin membiarkan Davis dalam bahaya.” Rebecca meneguk teh hangat. “Suasana berbagai kota dalam bahaya sekarang. Kita beruntung karena Leaventown masih terkendali. Orang-orang Davis juga menjaga rumah ini. Kita akan aman selama kita berada di dalam rumah.”Susan menjatuhkan diri di sofa, mengendalikan napas yang terengah-engah. “Aku tetap mengkhawatirkan Davis. Dia bahkan tidak mengangkat panggilan dan membalas pesanku sejak tadi. Aku sangat takut sekarang.”Rebecca dan Emmely memutar bola mata, mengabaikan Susan. Romeo mendengkus kesal, menggerutu, “Susan sangat menyebalkan karena terus membicarakan Davis.”Gabriel tertawa. “Aku percaya bahwa Davis akan baik-baik saja. Dia memiliki keberuntungan yang sangat banyak.”“Apa
“Apa?” Henry Tolando terkejut saat mendengar ucapan Davis di telepon. “Kau akan pergi untuk menangkap Lucas?”Harold dan para pengawal yang berjaga sontak terkejut, tetapi mereka memilih diam. Henry Tolando menjatuhkan tubuh ke soga, mencengkeram ponsel lebih erat. Ia seolah tidak peduli benda itu akan hancur. “Kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran, Davis? Bukankah kau mengatakan akan berada di balik layar? Bagaimana jika kau tewas dalam penyerangan itu? Kelompok sialan itu mungkin saja akan muncul kembali.”Davis mengamati penampilannya di cermin, tersenyum. “Aku akan baik-baik saja, Tuan. Aku sudah menyusun rencana untuk tindakan ini. Kau juga tidak perlu khawatir jika aku tidak akan memberikan informasi padamu. Aku akan tetap memberikan informasi padamu sesuai dengan janjiku. Aku juga sudah mengirim pasukanku untuk menjagamu, Harry, dan Helga.”“Dasar bajingan tengik! Apa yang sebenarnya ada dalam otakmu? Pertarungan masih terjadi, dan kemungkinan musuh akan tahu pergerakanmu dan m
Davis sontak berdiri, menatap layar tidak berkedip. “Quest Rahasia muncul kembali.”Davis tersenyum dan tegang di waktu yang bersamaan. Ia seolah merasa ruangan menjadi sangat hening hingga ia bisa mendengar napasnya. [Apakah Host akan menerima Quest Rahasia?][Ya/Tidak?]Davis menoleh pada Sammy, Don, Trex, dan para pengawal. Jarinya berada di tengah-tengah antara tombol “Ya” dan “Tidak”. “Aku harus menolong Jack, Edwin, Russel, dan Rolando saat menerima quest rahasia pertama kali. Itu quest yang sangat sulit. Aku bahkan nyaris gagal menyelesaikannya. Quest apa yang akan aku terima sekarang?”[Jika Host tidak memberikan jawaban dalam waktu 60 detik, sistem akan menganggap host tidak menerima Quest Rahasia][Memulai waktu mundur : 60]Davis memejamkan mata, dan tiba-tiba saja melihat semua cuplikan peristiwa aneh yang beberapa kali ia lihat. “Wajah mereka masih terhalang cahaya, kecuali Dylan dan Mario. Siapa mereka sebenarnya?”Davis membuka, melihat waktu terus terhitung mundur.
Lucas, Liam, dan Levon keluar dari mobil, mengamati halaman luas dan sebuah bangunan cukup besar di depan mereka. “Apakah kita benar-benar harus bersembunyi di tempat ini?” tanya Levon sembari mengamati keadaan sekeliling. “Tempat ini adalah sebuah peternakan.”Liam melirik para pria bertopeng di dekat mobil. “Mereka tidak mungkin membawa kita ke tempat yang salah. Tempat ini jauh dari keramaian dan situasinya sangat tenang.”Lucas berjalan menuju pintu, membuka pintu perlahan. Pria itu terdiam saat melihat tumpukan jerami, kotak kayu, dan beberapa kursi dan ranjang kayu.Lucas, Liam dan Levon memasuki gedung, menyentuh beberapa barang, menyebar ke sekeliling. Tidak banyak benda yang berada di ruangan ini. “Kita beruntung karena ruangan ini bersih. Tempat ini lebih baik dibandingkan dengan penjara sialan itu,” ketus Levan sembari menyentuh sebuah pisau di dinding kayu. Seorang pria bertopeng mendekati Lucas, Liam, dan Levon. Pria itu memberikan tiga ponsel pada mereka. “Kami sudah
“Benda itu adalah alat pelacak, alat komunikasi sekaligus alat perekam canggih yang ditanam di tubuh Draco dan Pedro. Alat itu baru aktif beberapa menit lalu,” ujar Davis sembari mengamati informasi di layar hologram. Davis mengepalkan tangan erat-erat. “Aku harus memuji kecerdasan Logan. Dia mampu menciptakan alat-alat canggih itu. Dia pasti mendapatkan informasi dari alat-alat itu.”Davis termenung selama beberapa waktu. “Aku penasaran dengan kotak yang Draco dan Pedro sebut sebelumnya?”“Aku harus mencari kotak itu secepat mungkin agar Draco dan Pedro tidak menemukannya. Akan tetapi, jarakku terlalu jauh sekarang!”Davis mengawasi keadaan sekeliling. Lampu masih padam dan hotel hanya memakai listrik cadangan sekarang. Para tamu masih berselisih dengan para pegawai dan polisi di teras, lobi, dan halaman. Mereka terus memaksa untuk pergi. “Davis, apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya Sammy. “Aku harus kembali ruanganku sekarang juga. Aku harus melakukan sesuatu.”Don menyahut