Reyhan adalah pria miskin yang penuh dengan hinaan. Namun siapa sangkah ternyata dia adalah Tuan Levrawnch Britama. Putra kedua dari Chriss Levrawnch Britama yang paling kaya diKota Hunan. Tuan Levrawnch jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang Artis cantik dan pintar. Merekapun menjalani hubungan jarak jauh dengan melewati banyak tantangan dan rintangan. Hingga akhirnya hubungan mereka berakhir dengan pernikahan yang bahagia.
View More"Gebriellaaaaa....!!!" Seseorang berlari sambil memanggil Gebriella menuju Sekolah Menengah Atas (SMA) ternama, yaitu SMA Cendekia Intenasonal.
"Heiiii sayangku... dengan siapa kamu kesini Jessy? Kenapa kamu tidak memberitahuku terlebih dahulu sebelum kesini?" Ucap Gebriella pada Jessy.
Ahhh...!! Kata Jessy.
Sambil berjalan bersama Gebriella, Jessy berkata, "Aku sengaja memberikanmu kejutan Geb, dan mulai hari ini aku akan sekolah disini bersamamu..."
"OMG... Benarkah??" Tanya Gebriella dengan begitu riang kepada Jessy.
"Benar donnnggg... Ngapain aku bohong, orang tuaku memindahkanku di sekolah ini. Jadi mulai sekarang kita akan selalu bersama" Kata Jessy kepada Gebriella.
Jessy adalah siswa baru di SMA Cendekia Internasional tempat Gebriella sekolah dan tinggal beberapa bulan lagi mereka akan memasuki ujian akhir.
"Aku senang kamu pindah disekolah yang sama denganku Jessy, tapi kenapa kamu baru pindah sekarang?" Tanya Gebriella penasaran.
Sabar sedikit sahabatku...!!
"Akanku ceritakan semuanya kepadamu setelah kita diasrama, oke..." Ucap Jessy pada Gebriella.
"Baiklah kalau begitu. Aku akan menagihmu untuk menceritakan semuanya kepadaku." Kata Gebriella sambil menarik tangan Jessy dan berlari menuju kelas karena mendengar bel sekolah sudah berbunyi.
Jessy di tempatkan Kepala Sekolah (Kepsek) di kelas A bersama Gebriella. Pulang sekolah, Gebriella dan Jessy berjalan kaki pergi ke warung di depan asrama mereka.
"Pak, tolong maafkan saya... besok saya akan kesini lagi untuk membayar semuanya. Tapi Uang di saku saya benar benar jatuh pak..." Kata Reyhan Levrawnch Britama pada Pak Gani sebagai pemilik warung.
"Tuan muda, saya tidak menerima orang berhutang di sini. Kalau tidak punya uang, jangan sok mampir dan pesan makan banyak segala dong..." Kata pak Gani pemilik warung itu.
Mendengar pembicaraan Pak Gani yang sedan memarahi Reyhan, Jessy berkata pada Gebbriella, "Hmmmppp... Sudah tau nggak ada uang, sok-sokan pesan makan banyak lagi... Nggak tahu diri banget sih."
Gebriella melajukan lanhkahnya dan mendekati warung Pak Gani. "Hallo Pak Gani..." Ucap Gebriella memanggil Pak Gani.
"Eh Non... Mau beli makanan?" Tanya Pak Gani.
"Hehehe... Iya Pak Gani. Ngomong ngomong, berapa semua harga yang di ambil Tuan ini? Biar saya bayar saja Pak Gani." Ucap Gebriella pada Pak Gani.
"Tidak usah Non... Tuan ini sangat tidak tahu diri. Oh, iya Non.. Nona Gebby dan teman Non mau makan apa?" Tanya Pak Gani balik.
"Nggak apa apa Pak Gani. Biar saya bayar saja. Sekalian saya mau pesan gorengan... Sama Coffe Milk 2 yah pak Gani..." ucap Gebriella sambil tersenyum kecil dan memasukkan tangan ke tasnya untuk mengeluarkan uang.
Reyhan diam termangu melihat wanita cantik yang tiba tiba datang ingin membantu dirinya yang kini merasa sedikit malu tapi merasa bersyukur karena mendapatkan bantuan dari wanita yang tidak di kenalnya itu. Siapa lagi kalau bukan "Gebriella".
Gebbriella memang baik dan cantik. Orang tuanya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil. Berbeda dengan Jessy yang orang-tuanya mempunyai beberapa perusahan E_Commerce Trend Asia yang kini sangat sukses. Oleh sebab itu sifat Jessy sedikit lebih sombong.
"Terimakasih banyak sudah membantu saya Nona.. Oh iya, saya janji besok saya akan datang kesini lagi untuk menukar uang Nona," kata Reyhan sedikit malu dan sedikit membungkuk.
Mendengar ucapan Reyhan, Pak Gani langsung melanjutkan amarahnya, "Kamu bisa apa haaahhh...!! Syukur saja masih ada orang baik seperti Nona Gebby," kata Pak Gani sambil memberikan gorengan dan minuman yang dipesan Gebby.
"Huhh!! Ganteng ganteng nggak punya modal," sontak Jessy melihat Rayhan dengan tatapan jijik.
Gebbriella menghadap Reyhan sambil tertawa kecil dan berkata, "Nggak usah ditukar Tuan... saya ikhlas kok. Kalau begitu saya dan teman saya pamit dulu yah.." Pak Gani dan Reyhan sama sama berkata "Terimakasih Nona"
Setelah melihat Gebbriella dan Jessy pergi, Reyhanpun ikut meninggalkan warung Pak Gani. Reyhan merasa sangat bersykur ada yang membantunya. Reyhan adalah Mahasiswa di Universitas yang sangat mahal dan terkenal di Kota Hunan yaitu Universitas L Harvhard. Reyhan kuliah di Universitas L Harvhard karena kemauan orang tuanya. Reyhanpun bingung atas kemauan orang tuanya. Setahu Reyhan, orang tua dan kakak perempuannya hidup susah seperti dia. Bahkan Reyhanpun berkali kali harus berhutang kepada temannya agar bisa membeli buku dan membayar uang kuliah.
"Untung aku begitu berprestasi, sehingga aku bisa mendapatkan Beasiswa Prestasi dan Subsidi lainnya untuk pembayaran uang kuliah. Kalau nggak, janganpun makan, untuk beli air minum saja aku nggak mampu," Ucap Reyhan dalam hati sambil menarik nafas.
Setelah memasangkan cincin ke jari manis Maminya, mereka merasa bingung karena semua orang berlari ke arah depan jalan raya.Saking penasaran, Yulia bertanya pada salah satu bapak bapak yang juga ikut berlari ke depan jalan raya. "Pak, ada apa itu?? Apa yang terjadi di depan jalan itu??""Lecelakan, Non." Jawab bapak itu."Siapa yang celaka, Pak??" Tanya Yusuf."Katanya, Nona Marsyalinda berlari keluar jalan dan tertabrak mobil, Non. Kata mereka juga Nona Marsya tidak bernafas lagi." Jawab bapak itu lalu bergegas pergi.Yulia langsung berlari mengikuti bapak itu dengan begitu cepat dan berkata dalam hati, "Tanteeee... Maafkan aku."Lenia dan Yusufpun berjalancepat ke tempat kejadian itu. Setelah sampai, terlihat Yudha yang sedang menggendong Marsyalinda dan membawanya ke dalam ambulance.Semua keluarga Levrawnchpun menuju ke Rumah Sakit The L Medika. Namun sayangnya, setelah sampai di Rumah Sakit, Marsyalinda tidak sempat tertol
Air mata bercucuran tiada henti. Tangisan para tamu tak kalah dengan kesedihan keluarga Levrawnch. Meski menu makanan tiada henti di layani pada setiap individu yang datang, namun rasa sedih mendalam menutupi rasa dahaga mereka saat ini.Host 3 : "Itulah ucapan dari sang istri tercinta Tuan Levrawnch yang membuat kita semua yang hadir di sini merasa sedih."Host 1 : "Sedih banget. Namun masih ada lagi yang akan kita dengar, yaitu tentang kronologis keluarga Levrawnch Britama yang akan di sampaikan langsung oleh Nyonya Levrawnch Britama."👏👏👏Nyonya Levrawnch berjalan menuju kursi yang di taru di atas panggung. Meski begitu, Nyonya Levrawnch malah berdiri untuk menyampaikan hal tersebut dan menjadikan tempat duduk itu sebagai persiapan ketika dia merasa lelah berdiri."Pasti semuanya sudah kenal saya. Benar nggak??" Tanya Nyonya Levrawnch."KENAAAALLLL..." Sontak mereka semua."Baikah, terimakasih sudah datang maupun yang sudah menonton di
======== Sore hari tiba. Semua para Koki dan pelayan tengah sibuk di rumah baru Nyonya Levrawnch Britama. Ada begitu banyak penjemput tamu yang menggunakan gaun berwarna biru dan juga setelan jass yang sama berwarna hitam. Di kursi paling depan terlihat begitu banyak pengusaha pengusaha dan para direktur, serta pemilik saham yang sedang duduk bercerita dan bergunda ria. Sementara keluarga besar Levrawnch Britama, keluarga besar Debora serta keluarga besar Oscandra, semuanya memakai pakaian putih dan setelan jass berwarna hitam. Tak hanya itu, bahkan Marsyalinda, keluarga Yudha, teman teman Reyhan serta para pembantu juga serentak memakai pakaian putih dan hitam. "Sayang, kamu cantik banget hari ini." Kata Yudha pada Marsyalinda. "Terimakasih, sayang. Terimakasih sudah menemani aku, sudah melindungi dan memotivasi aku. Aku akan berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi." Jawab Marsyalinda dengan mata yang berbinar menyimpan 1000 tetes
1 Bulan Kemudian. "Nak... Coba kamu lihat awan itu, indah bukan??" Tanya Gebriella pada Ali yang sedang duduk bersama di teras atas sambil membicarakan masa depan mereka. "Iya Mi... Sangat indah..." Jawab Ali. "Mami ingat waktu masa dulu saat melihat matahari mulai terbit dan awan putih mulai tebal. Waktu itu, Papi kamu bercerita soal dia yang sedang sibuk mencari Mami di Kota Naung. Tapi begitu ketemu, sepi terasa ramai. Malampun terlihat terang." Kata Gebriella sambil menikmati indahnya matahari terbit. "Terus, Mi...??" Tanya Ali. "Terus, setelah sekian lama terpisah, Papi dan Mami baru bertemu kembali di bukit bunga Kota Naung. Papi mencari mami di sana. Dia sangat setia juga sangat romantis. Tiap hari Papi datang ke rumah Mami yang kecil demi mengambil hati Oma dan juga Opa, hingga akhirnya Oma dan Opapun setuju. Lalu, Mami ikut papi ke Kota Hunan dan menghadapi cobaan bersama. Hehehe... Mami masih ingat, dulu Papi kamu sangat tegas. Dia h
Sampai di lokasi shooting, semua orang menyambut Gebriella dengan hidangan dari berbagai macam menu makanan. Mereka semua terlihat sangat bahagia. Tidak hanya itu, di sana juga ada banyak penggemar yang datang dan menyiapkan hadia serta ucapan ucapan yang memotivasi Gebriella. "Terimakasih semuanya... Terimakasih karena Gebbylover's masih setia menunggu saya dan selama ini masih mendukung saya. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak untuk semua penggemar yang ada di sini maupun yang sedang menonton acara perdana live saya di luar sana." Kata Gebriella dengan menggunakan mike, lalu menyapa semua para aktor lama maupun aktor baru. Gebriella juga menyapa semua TIM medianTV maupun para produser dan grup kameramen yang hadir. Gebriella terlihat begitu bahagia. Sekejap melupakan suaminya yang hilang, meski bersifat sementara, tapi bagi Gebriella suasana saat ini lumayan menghiburnya. "Hallo Gebby, selamat datang kembali. Hehehe..." Ucap Andi. "Hallo juga Kak A
"Nak... Apa kamu sudah mengingat semuanya??" Tanya Lenia pada Yulia."Tidak, aku tidak mengingat apa apa. Hanya mencoba memanggilmu dengan kata, Mami saja." Jawab Yulia."Tidak apa apa, Nak... Ingatlah pelan pelan. Tidak usah buru buru." Kata Lenia sambil mengusap usap kepalanya."Tolong tinggalkan aku sendiri. Aku mau tidur. Kepalaku mulai terasa sakit. Mungkin karena aku terus berusaha untuk mengingat semua masa laluku." Perintah Yulia.Lenia lalu memakaikan selimut pada Yulia, anaknya. Setelah itu mereka semua keluar dari kamar Yulia.Yulia berbaring terlentang sambil menutup matanya dan mencoba mengingat semua hal yang terjadi padanya."Ternyata Papi dan Mamiku adalah orang kaya. Tapi kenapa mereka tidak mencariku?? Apa dulu mereka tidak sayang padaku?? Lalu, di mana Papiku?? Kenapa dia tidak pernah datang menjengukku?? Kenapa Marsyalinda dan lelaki tua itu memanfaatkan aku untuk membunuh keluargaku sendiri?? Apa sebenarnya yang terjadi?
Dokter Willy yang baru saja sampai, merasa heran melihat ekspresi wajah Lenia dan teman temannya."Nona Levrawnch..." Panggil dokter Willy membuat Lenia kaget dari pandangannya ke arah Marsyalinda dengan tatapan yang penuh emosi."Nona Lerawnch!!" Panggil dokter Willy lagi."Iya dok. Gimana keadaan Yulia, dok!!" Tanya Lenia spontan."Masih sama seperti dengan kemaren. Saya melihat Nona Levrawnch seperti kebingungan melihat ke arah pintu keluar sana. Makanya saya langsung medekati Nona Levrawnch kesini. Oh iya, Nona Lerawnch, saya akan mel...!!" Kata dokter terputus dengan suara suster yang memanggil namanya."Dokter Willy, pasien atas nama Rana telah pingsan." Teriak suster tersebut."Pingsan?? Di mana dia??" Sontak Lenia dan dokter Willy kaget."Di depan Paviliun ruangan mawar, dok..." Jawab Suster jaga itu."Ayo kita lihat Yulia dulu, Nona Levrawnch." Ajak dokter Willy lalu berlari menuju ke arah Rana yang sedang di angkat ol
1 BULAN KEMUDIANWaktu berputar begitu cepat, sehingga tak terasa hari demi hari dengan penuh tantangan dan rintangan kian bisa terlewatkan.Keluarga Levrawnch Britama untuk sementara waktu tinggal di Villa Reyhan yang berada di Villa L Green.Kenangan yang sudah terlewatkan masih mengiris hati dengan rasa rindu yang tak terlampiaskan. Tapi Gebriella yang baru saja sembuh, tetap semangat dan hanya fokus pada masa depan anaknya, Ali. Saat ini Alipun telah resmi di gelar sebagai Tuan Muda Levrawnch Britama. Diapun mengikuti sekolah privat di Villa untuk sementara waktu, karena menghindari kejahatan di luar sana yang tak terduga.Tiba tiba terdengar suara Bi' Ina yang masih setia tinggal di Villa Reyhan sejak dahulu kala. BI' ina sudah terlihat tua. Oleh sebab itu, Bi' Ina kini hanya di jadikan sebagai pengawas para pembantu di kediaman keluarga Levrawnch Britama."Nyonya Gebby, sarapannya sudah siap. Semuanya sudah berkumpul di ruang makan. Apa makan
Lenia bersama keluarganya berkumpul di ruangan pasien tempat Rana di rawat.Suasana terlihat bgitu mengharukan. Air mata kerinduan bercucuran di pipi. Rasa kangen dan kekhawatiran yang selama ini terpendam, kini bisa terluapkan. Lenia memegang tangan Rana, sampai akhirnya Ranapun terbangun dan kebingungan setelah melihat ada begitu banyak orang yang sedang berkumpul di kamarnya."Siapa kalian??" Tanya Rana membuat Nyonya Levrawnch terpukul dengan pertanyaan itu."Dokter Willy, apa kejadian barusan membuat Yulia lupa ingatan??" Tanya Nyonya Levrawnch pada dokter pribadi mereka sekaligus Direktur Rumah Sakit The L Medika."Saat ini, Non Yulia belum bisa mengingat apa apa. Karena sebelumnya dia sudah memang lupa ingatan. Namun karena dia telah mengkonsumsi obat pelambat ingatan secara terus menerus, akhirnya ingatannya lebih susah lagi untuk di kembalikan. Mungkin Nona dan juga Nyonya Levrawnch harus lebih sabar lagi selama bertahun tahun untuk menunggu inga
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Comments