Reyga adalah sesosok remaja yang amat nakal. Dia memiliki dua saudara yang berpisah dengannya membuat mereka hidup berpisah. Di sekolah Reyga di cap sebagai antagonis karena kenakalannya yang luar biasa bahkan ia pernah membuat guru BP menangis melihat tingkahnya. Bukan hanya itu saja yang membuat dirinya di cap antagonis di sekolahnya. Geng bernama 'Serigala' yang dipimpin oleh Samuel adalah geng yang melindungi siswa-siswi disekolah mereka dari geng-geng sekolah lain sehingga geng tersebut di cap sebagai pelindung sekolah. Namun, Reyga menjadi sesosok musuh bagi geng tersebut. Seorang siswa sendiri melawan 1 geng, apakah itu adil atau itu adil-adil saja? Mengingat Reyga yang seorang antagonis. Beralih ke Aira, gadis pendiam yang diam-diam menyukai Reyga. Dimata orang Reyga adalah antagonis sekaligus manusia berwatak rubah namun bagi Aira, Reyga adalah seorang rubah penyelamat.
View More"Anak-anak itu membawa tas mencurigakan!" teriak salah satu anggota kepolisian.
Renjana yang melihat itu langsung mengambil pisau didekatnya. "Reyza! Bawa lari adik-adikmu!"
Renjana kemudian menyerang para kepolisian bermodal pisau demi mengulurkan waktu agar anak-anaknya dapat pergi jauh dari rumah mereka.
DORRR!
"AYAH!!!" teriak ketiga anak
itu.Sang kakak yang melihat kejadian dimana ayah mereka bertiga tertembak oleh anggota kepolisian sontak sangat syok namun ia berusaha menutupinya agar adik-adiknya tidak menambah kepanikan mereka.
Dengan cepat ia menuntun adik-adiknya berlari sejauh-jauhnya dari rumah mereka yang sudah dikepung anggota kepolisian karena kasus bandar narkoba.
Selama terus berlari dari kejauhan seseorang memantau mereka dari jauh.
***
Tepat hampir tengah malam sang kakak dan kedua adiknya berdiri didepan sebuah pintu rumah.
Si kakak berjongkok menyamakan tingginya dengan adik perempuannya lalu mengelus pipi mulus adiknya itu.
"Dengar baik-baik, Abang minta maaf atas ini. Terserah kamu ingin melupakan kami apa tidak tapi yang jelas kami semua menyayangimu." Air mata sang kakak keluar seketika, sedangkan adiknya yang laki-laki sudah meneteskan air mata dari tadi.
"Jadilah gadis hebat, Abang gak akan marah jika kamu melupakan kami," ucapnya meski ia tahu adik perempuannya itu masih terlalu polos belum mengetahui apapun.
"Reyna mau main petak umpet?" tanya kakak pertama itu memaksakan diri untuk tersenyum.
Dengan polosnya adik perempuannya itu mengangguk cepat.
"Kalo gitu Reyna itung satu sampai sepuluh dulu boleh 'kan?" tanya sang kakak yang dibalas anggukan oleh adik perempuannya.
Anak perempuan itu pun menghitung sambil memejamkan matanya. Kakak tertua itu menekan tombol bel didekat pintu itu lalu berlari bersama adik laki-lakinya meninggalkan adik perempuannya itu. Sebelum pergi ia sempat membenarkan jepit rambut berbentuk kupu-kupu itu di rambut indah adiknya.
Cklek
"Iya ada ap-" Orang yang membuka pintu tadi terkejut melihat seorang anak perempuan kira-kira berumur 4 tahun.
"Hey kamu ngapain disini?" tanya wanita itu dengan lembut sambil berjongkok menyamakan tingginya dengan balita itu.
"Hai Bu, nama aku Reyna aku disini karena lagi main petak umpet sama abang-abang aku," jawabnya polos sambil menampilkan wajah riangnya.
Wanita tampak terkejut mendengar hal itu. Ia merasa kalau itu tak mungkin, mana ada anak-anak bermain di jam yang hampir tengah malam.
"Kamu mau makan gak? Ibu punya permen lho," ujar wanita itu.
"Mau!" serunya.
Wanita itu tersenyum lalu menuntun anak itu masuk.
---------------------------------------------------------
"Hiks...kenapa Abang meninggalkan Reyna?" ucapnya sambil menghapus air matanya.
Kakaknya menatapnya haru. Langkah mereka terhenti karena memang sudah sangat kelelahan.
"Aku gak mau Reyna menderita, Reyga," ucap sang kakak.
Si adik yang bernama Reyga itu mengepalkan erat-erat tangannya menatap tajam sang kakak.
"Aku akan pergi! Aku akan menjemput Reyna suatu saat ketika aku sudah punya uang!" ujar Reyga dengan matanya yang memerah.
"Reyga jangan buat tindakan bodoh, aku melakukan ini atas kemauan ayah," ucap sang kakak.
"Aku pergi Reyza," ujar Reyga tak memperdulikan kakaknya yang bernama Reyza itu.
Reyza menatap teduh adiknya yang perlahan menghilang dari pandangannya, mungkin memang ini yang terbaik bagi mereka. Hidup dengan berpisah, Reyza akan terus mengingat adik-adiknya itu meski ia ragu kalau mereka akan mengingatnya.
Di sisi lain Reyga tersesat, ia lupa kemana arah selanjutnya menuju tempat Reyna ditinggalkan tadi. Ia melihat warnet didepannya 'Warnet Meraki'. Bocah berumur 10 tahun itu berjalan memasuki warnet itu.
"Iya Ma, Jere-" Pria itu terhenti berbicara ketika melihat bocah bernampilan urakan masuk ke warnet yang sudah kosong pengunjung.
"Lo siapa?!" tanya pria itu terkejut.
Reyga juga ikut terkejut mendengar suara teriakan pria didepannya itu.
"Lo gak di cariin bapak lo keluar malem-malem?!"
Seketika air mata Reyga terjatuh karena mengingat kejadian beberapa jam yang lalu. ia lalu menangis sambil terduduk lemas.
"A-ayah...dah...gak ada...hiks," lirih Reyga.
Pria itu langsung panik. "Waduh salah cakap gue!"
"Eh udah ya ntar gue beliin coklat lo," rayu pria itu namun Reyga tetap menangis keras.
Pria itu kemudian punya ide. "Aha gue ada ide!"
***
Dengan wajah datarnya pria itu menatap Reyga yang asik tertawa menonton kartun di komputer warnetnya.
"Seneng lo sekarang," sindir pria itu namun Reyga tak menggubris.
"Lo gak dicariin orang tua lo, bocah?" tanya pria itu hati-hati.
"Ayah udah ninggal, aku tersesat eh malah kesini hahahah," jawab Reyga masih fokus pada layar didepannya.
Pria itu terdiam, ada satu hal yang terlintas dipikirannya. "Lo gak punya rumah dong."
"Ada tapi udah diisi sama polisi banyaaakkkk," jawab Reyga polos masih fokus pada layar.
Pria itu kembali terdiam. Ada rasa iba dihatinya mendengarnya.
"Hey Bang."
Pria itu tersentak ketika dipanggil Reyga.
"Iya bocil?" tanya pria itu.
"Nama Abang siapa ya?"
"Jere, Jeremia Meraki."
Saat itu adalah pertemuan keduanya, calon pekerja dan calon bos.
***
"Buk Aira pengen liat bintangnya lebih dekat," ucap anak perempuan itu dengan riang sambil melompat-lompat menunjukkan bintang di langit malam.
Ibu dari anak itu tersenyum lalu mengelus lembut rambut anak semata wayangnya itu.
"Nanti kapan-kapan kalo ibu punya uang, Ibu akan belikan Aira teleskop," ujar ibu dari anak perempuan bernama Aira itu.
"Memangnya teleskop itu apa Buk?" tanya Aira polos.
"Teleskop itu teropong yang bisa liat bintang sama bulan lebih dekat."
"Wah kalo gitu Aira mau!"
"Tentu, kalo ibu dah punya banyak uang nanti ibu beli."
"Makasih Buk." Aira kemudian memeluk kaki ibunya.
"Sama-sama sayang."
•REYGA•
"Acieeee kencan dia 'nyaaa!" seru Jeremia menggoda Reyga yang berpakaian rapi. "Lo kira lo aja yang bisa kencan? Gue juga bisa kali," ujar Reyga menatap remeh Jeremia. "Mantap deh kalo gitu." Reyga berjalan keluar hendak pergi namun ia memberhentikan langkahnya sebentar, ada hal yang ingin ia katakan. "Bos...lo gak nyesel punya pegawai kayak gue?" Jeremia diam sejenak namun detik selanjutnya ia tersenyum lalu berkata, "Gak dong, gue gak ada sedikit pun rasa nyesel." Reyga mengangguk. "Thanks," ucapnya lalu pergi. ••••••••••'REYGA'••••••••• Sesampainya di rumah Aira, Reyga langsung masuk begitu saja ke dalam rumah bercat hijau itu. "Buk," sapa Reyga kepada Lana yang sedang memasak. "Eh Reyga," sapa Lana balik. Reyga kemudian mencium punggung tangan Lana. "Aira'nya di mana Buk?" tan
"Nih buat lo." Jeremia memberikan amplop kepada Reyga. Dengan santai pria itu mengambilnya lalu memasukkan ke saku celananya, matanya masih fokus ke jalanan."Pake buat nge-date sama cewek lo," ucap Jeremia. Pria itu sedang dalam keadaan berbunga-bunga karena saat mengantar Manda ke rumah gadis itu, Jeremia menyempatkan diri menyatakan perasaannya dan Manda menerimanya."Langsung deketin ortunya dong bos," ujar Reyga."Manda?" tanya Jeremia."Ya iyalah! Masa iya ortunya gue!""Hoooo gitu, ya mungkin besok gue ke rumah dia."Reyga mengangguk. Ia salut dengan Jeremia yang gentle, saat berkenalan dari chat dengan Manda, pria itu langsung mengajak Manda untuk kencan lalu menembak gadis itu. Padahal rencana untuk menembak Manda tak terpikir oleh Jeremia. Namun saat berbincang dengan Manda, akhirnya Jeremia yakin untuk segera menyatakan perasaannya.
Hari ini sekolah masih seperti biasa. Hanya saja di circle Aira dan teman-temannya agak sedikit berubah. Reyga tiba-tiba tampak menjauh dari mereka."Apa dia kepikiran trus ya sama perkataan Tommy?" tanya Laras.Mereka saat ini berada di kantin sekolah. Mereka sedikit melirik kearah Reyga yang sedang memesan minuman."Bisa jadi, buktinya dia gak mau mandang kita dikit pun," ujar Ando."Semalam dia juga gak kayak biasanya," ujar Aira mengingat kejadian tadi malam."Apa sesulit itu ya cuma nerima kita sebagai temannya?" tanya Salsa."Mungkin bagi Reyga itu sulit," jawab Sekar.Reyna hanya diam memandang teduh Reyga yang pergi keluar setelah membayar minumannya."Bang Reyga gak punya alasan khusus kenapa dia gak mau berteman, alasannya hanya sederhana dan aneh. Dia memang gak berniat memiliki teman, sesimpel itulah alasannya. Dip
CebolsynkAku udh di lapanganCebolsynkKlo kamu g dtng aku bakal marah 😡Dengan langkah seperti orang mabuk, Reyga berjalan menuju kamar mandi.BrakDengan keras ia membanting pintu itu membuat roti isi ditangan Jeremia hampir jatuh. "Buset tuh anak lagi mens kali ya."Setelah selesai mandi dan memakai style pakaian basket, Reyga langsung pergi menggunakan motor Jeremia namun kali ini ia tidak memakai motor sport Jeremia, entahlah alasan kenapa dia melarang Reyga memakai motor itu.10 menit di jalan akhirnya siluman rubah itu sampai di lapangan outdoor. Ia bisa melihat para cewek itu yang sedang berteriak melihat cowok mereka bermain.Aira yang melihat kedatangan Reyga langsung berjalan mendekati pacarnya itu."Lama banget kamu," gerutu Aira."I
Reyga merasakan kakinya kram karena terus mondar-mandir ke tempat penyucian motor dan mobil. Ingat! Dia sudah berjanji kepada Jeremia."Kalo gak gara-gara Aira gak bakal gue lakuin nih tugas," gerutu Reyga sambil menatap motor terakhir yang sedang di cuci.Sambil bersenandung menatap jalanan tiba-tiba Reyga tersentak melihat Abang tukang es krim lewat."Bang!" teriak Reyga sambil berdiri."Bah kau lagi Ga," ucap Abang itu sambil mendekat ke Reyga."Yoi Bang, es krim satu Bang yang spesial," ujar Reyga."Oke Ga.""Bang nama Abang siapa ya? Gue lupa-lupa mulu nanya sama Abang," tanya Reyga."Namaku Jones, Dek," jawab Abang es krim bernama Jones."Oh oke Bang Jones, nih duitnya." Reyga memberikan uang kepada Jones."Mana cewek kau?" tanya Jones memberikan es krimnya."Di rumah Bang, palingan
Reyga menatap pantulan dirinya di cermin. Malam ini ia bersiap pergi bersama Aira ke pentas seni sekolah yang diadakan malam hari."Buset ganteng bet lo, mau kondangan dimana?" tanya Jeremia dengan nada mengejek.Reyga mendengus lalu pergi begitu saja meninggalkan Jeremia yang cekikikan. Reyga mengambil kunci mobil Jeremia, ia sengaja meminjam mobil Jeremia karena kata bosnya itu... "Cewek lo pasti pake dress, 'kan? Kalo lo bawa motor pasti tuh roknya ditiup angin abis tuh nampak 'lah yang mulus-mulus."Reyga yang mengingat perkataan Jeremia itu langsung panas sehingga meminjam mobil pria itu dengan syarat... "Lo harus nyuci mobil gue sekalian motor-motor gue, mager gue bawa tukang cuci motor soalnya."Tapi tak masalah bagi Reyga asalkan Aira terlindungi dari mata keranjang para buaya jantan.Sesampainya di rumah Aira, pria itu langsung masuk karena memang Lana sudah memperbolehkan
Kelas 12 sudah mau tamat dari sekolah. Acara pentas seni sudah diumumkan oleh kepala sekolah saat amanat upacara. Para OSIS mulai melakukan pekerjaan mereka menyulap aula menjadi panggung megah. Para murid-murid juga mulai mencari pakaian yang cocok saat pentas seni nantinya.Tak banyak yang berubah selama beberapa bulan ini termasuk pada lingkungan Reyga. Samuel yang sudah turun dari jabatannya karena sudah akan menginjak kelas 12, lagipun katanya dia mau terus bersama dengan Laras. Sekar masih seperti biasa, sama halnya dengan Ando dan Salsa juga Ali dengan Reyna.Reyga sudah mulai tidak begitu nakal lagi karena sering dinasihati oleh Aira. Kalau Reyga tetap keras kepala gadis itu akan kesal dan akhirnya ngambek. Reyga masih menetap tinggal dirumah Jeremia, pria itu tak keberatan asal Reyga tak menjadi parasit dirumahnya seperti hanya makan tidur saja kerjanya.Perusahaan Reyza sudah mulai berkembang berkat bantuan tuan
Malam ini Reyga dan Aira ingin pergi ke suatu tempat. Keduanya tak lupa terlebih dahulu berpamitan dengan Lana di ruang rawat."Buk Reyga sama Aira mau pergi dulu ya Buk," pamit Reyga mencium punggung tangan Lana.Lana tersenyum lalu mengelus rambut Reyga. "Iya, jaga Aira ya.""Pasti dong Buk."Lana tersenyum melihat kedua insan itu, tak masalah baginya jika Aira memilih pria nakal seperti Reyga jika itu membuat putrinya bahagia. Lagi pula, Lana juga sudah dibuat suka oleh bocah nakal itu. Reyga memang nakal namun tak pernah menunjukkan kemunafikan didalam dirinya. Bagi Lana, kenakalan Reyga adalah hal wajar bagi anak yang lahir dari lingkungan buruk. Sifat apa adanya anak itulah yang membuat Lana suka, mungkin juga teman-temannya.***Motor Reyga berhenti. Aira bisa melihat tempat ini hanyalah tanah yang diisi beberapa pohon dan rumput-ru
Bimo meringis merasakan bibirnya mengeluarkan darah, ia terkena pukulan Bara yang memakai knuckle. "Segitu sombongnya elo mau ngelawan gue," ucap Bara memandang Bimo remeh lalu menyerang kembali pria itu. Bimo terus menghindari serangan Bara yang jika sekali lagi mengenainya maka fatal akibatnya kepada tubuhnya.Raymon agak kewalahan melawan Ariel karena pria itu menggunakan pisau melawannya. Namun bukan ketua namanya jika kewalahan hanya menghadapi lawan bersenjata seperti itu.Bugh! Ariel tersungkur akibat ditendang oleh Raymon. "Arghh!" ringisnya.Dengan cepat Raymon memaksa Ariel berdiri lalu memukul wajah pria itu bertubi-tubi.Joel sendiri kewalahan menghadapi Reyga, pria itu benar-benar ingin balas dendam dengannya soal kejadian saat dirinya berhasil memarakkan perseteruan Reyga dan Samuel.Bugh
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Comments