Share

Part 10

Author: Khakalara
last update Last Updated: 2025-03-16 00:19:02
Happy Reading

Malam itu, Nara tak bisa tidur. Matanya tetap terbuka, menatap langit-langit kamarnya dengan pikiran yang berkecamuk. Kemarahan, kekecewaan, dan luka lama kembali menyeruak. Ia merasa marah pada dirinya sendiri—bagaimana bisa ia hampir percaya lagi pada Rehan?

Tanpa berpikir panjang, ia meraih jaket dan kunci mobilnya. Ada sesuatu yang harus ia lakukan.

Ia tiba di klub yang ada dalam video itu. Musik berdentum keras, lampu warna-warni berkedip liar, dan aroma alkohol bercampur parfum mahal memenuhi udara. Nara melangkah masuk, matanya segera menyapu ruangan, mencari sosok yang membuat dadanya begitu sesak.

Dan di sana, di sudut ruangan dengan sofa empuk berwarna hitam, Rehan masih duduk dengan wanita yang sama. Tawa pria itu terdengar jelas, tangannya masih melingkar erat di pinggang si wanita. Mereka terlihat akrab, terlalu akrab.

Darah Nara mendidih.

Tanpa ragu, ia berjalan mendekat, menembus kerumunan orang-orang yang sedang berdansa. Langkahnya tegas, penu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   Part 11

    Happy ReadingRehan berjalan keluar dari gudang dengan langkah berat. Angin malam yang menusuk kulit tak mampu mendinginkan gejolak di dalam dadanya. Pengkhianatan Arman masih berputar di kepalanya, seperti duri yang terus menusuk tanpa henti. Ia merogoh sakunya, menyalakan sebatang rokok, lalu menarik napas dalam-dalam sebelum menghembuskan asapnya ke udara.Bayu mendekatinya, menunggu perintah. "Apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Pak?"Rehan diam sejenak, matanya menatap kosong ke kejauhan. "Pastikan dia tidak bisa berbicara dengan siapa pun. Setidaknya sampai aku memutuskan apa yang harus kulakukan dengannya."Bayu mengangguk. "Kami akan mengurusnya."Rehan tidak menjawab. Ia hanya mengangguk pelan sebelum berjalan menuju mobilnya. Pikirannya masih berkecamuk. Bagaimana mungkin Arman, yang selama ini ia percaya, tega mengkhianatinya?Ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari Nara.Aku ingin bertemu.Rehan menatap pesan itu lama, lalu mengetik balasan. Di tempat biasa, seten

    Last Updated : 2025-03-17
  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   Part 12

    Happy ReadingHampir satu minggu Nara mendiamkan Rehan. Bahkan ketika laki-laki itu menemuinya di rumah sakit, Nara menghindar, tak ingin menemui Rehan.Rehan tidak pernah merasa sesakit ini sebelumnya. Ia sudah kehilangan seorang sahabat, dan sekarang, Nara juga menjauh darinya. Tapi ia tidak akan menyerah. Jika pengkhianatan Arman telah menghancurkan segalanya, maka ia akan memperbaiki semuanya, meskipun itu berarti melewati neraka.Malam itu, Rehan berdiri di luar rumah sakit, menatap ke arah jendela kamar Nara yang terletak di lantai dua. Hujan turun, membasahi tubuhnya, tapi ia tidak peduli. Yang ada di pikirannya hanya satu: bagaimana ia bisa mendapatkan kembali kepercayaan Nara.****Pagi harinya, Nara keluar dari kamar rumah sakit dengan langkah tergesa-gesa. Sudah cukup, pikirnya. Ia tidak bisa terus berada di tempat yang sama dengan seseorang yang telah menghancurkan hidupnya. Namun, begitu ia mencapai pintu keluar, seseorang berdiri menghadangnya.Rehan.Nara langsung berba

    Last Updated : 2025-03-18
  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   Part 13

    Happy ReadingRehan merasakan tubuh Nara yang gemetar dalam pelukannya. Ia mengeratkan dekapannya, membiarkan gadis itu merasakan kehangatan dan perlindungan yang ia tawarkan. Hujan gerimis yang mulai turun menambah nuansa dramatis malam itu."Aku di sini, Nara. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu lagi," bisiknya sekali lagi.Nara masih terisak, tapi perlahan ia mencoba mengendalikan dirinya. Ia mendorong dada Rehan pelan, melepaskan diri dari pelukannya. Tatapannya masih dipenuhi luka dan kebingungan."Kenapa kau selalu muncul di saat-saat seperti ini?" suaranya serak, nyaris tak terdengar.Rehan menatapnya dalam-dalam. "Karena aku peduli padamu. Karena aku tidak akan membiarkanmu sendirian, apalagi dalam bahaya."Nara menunduk, pikirannya berantakan. "Aku tidak tahu harus percaya atau tidak. Aku... Aku terlalu takut, Rehan."Rehan mengusap lembut lengan Nara. "Aku mengerti. Aku tidak akan memaksamu. Tapi aku akan membuktikan bahwa aku selalu ada untukmu."Malam itu, Reha

    Last Updated : 2025-03-19
  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   part 14

    Happy ReadingDua hari setelah kejadian itu, kondisi Nara semakin memburuk. Tubuhnya terasa lemas, demam tinggi membuatnya sulit bergerak, dan kepalanya terasa berputar setiap kali ia mencoba bangkit. Awalnya, Nara berpikir ini hanya kelelahan biasa, namun setelah muntah beberapa kali dan tubuhnya menggigil hebat, ia tahu bahwa ini bukan sekadar kelelahan.Rehan, yang diam-diam masih memperhatikannya dari jauh, segera bertindak begitu mendapat kabar dari asisten Nara bahwa wanita itu jatuh sakit. Tanpa ragu, ia menghubungi dokter pribadinya dan memastikan bahwa Nara mendapat perawatan terbaik. Karena Nara bersikeras tidak ingin kembali ke rumah sakit, Rehan mengambil keputusan cepat: membawanya ke apartemen pribadinya dan merawatnya di sana.Saat Nara membuka mata, ia mendapati dirinya berada di sebuah kamar luas dengan nuansa hangat dan nyaman. Selimut tebal menyelimuti tubuhnya, sementara suara samar dentingan piring terdengar dari luar kamar. Kepalanya masih terasa berat, tapi ia c

    Last Updated : 2025-03-21
  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   part 15

    Happy ReadingNara mengatur napasnya yang tidak beraturan. Ancaman yang baru saja didengarnya masih terngiang di telinganya. Ia menoleh ke arah Rehan yang berdiri tegap, matanya penuh amarah yang tertahan."Apa yang akan kita lakukan sekarang?" suara Nara bergetar sedikit, tapi ia berusaha untuk tetap tegar.Rehan mengangkat dagunya sedikit, memberi isyarat kepada anak buahnya untuk membawa pria itu ke tempat yang lebih aman untuk diinterogasi. "Aku akan memastikan kita mendapat jawaban. Sementara itu, kau tetap di sini. Jangan keluar tanpa izin dariku.""Jangan bersikap seperti aku ini tahanan, Rehan," protes Nara.Rehan menatapnya tajam. "Aku tidak punya pilihan lain. Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu."Nara menggigit bibirnya. Ia ingin membantah, tetapi bagian dalam hatinya tahu bahwa Rehan benar. Bahayanya nyata, dan kali ini, ia tidak bisa menghadapinya sendirian.Beberapa jam kemudian, Rehan kembali ke apartemen dengan ekspresi serius. "Orang itu akhirnya bicara,"

    Last Updated : 2025-03-22
  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   Part 16

    Happy ReadingSetelah beberapa minggu penuh ketegangan, akhirnya situasi mulai mereda. Rehan berhasil melacak dalang di balik ancaman tersebut, dan dengan caranya sendiri, ia memastikan bahwa orang-orang itu tidak akan mengganggu Nara lagi. Rasa aman mulai kembali ke dalam hidupnya, meski bayangan masa lalu masih sesekali muncul di benaknya.Nara kembali ke rutinitasnya, melanjutkan pekerjaan dan kehidupannya yang sempat terhenti. Namun, kali ini ada sesuatu yang berbeda. Setelah semua yang terjadi, ia menyadari bahwa keberadaan Rehan dalam hidupnya lebih berarti dari yang ia kira.Namun, seperti biasa, kebahagiaan itu tidak bertahan lama."Aku harus pergi ke London," ujar Rehan suatu malam saat mereka sedang duduk di balkon apartemen Nara. Angin malam berembus lembut, membawa serta perasaan yang sulit dijelaskan.Nara menoleh, menatapnya dengan ekspresi datar. "Untuk berapa lama?"Rehan menghela napas. "Beberapa minggu. Mungkin lebih. Ada event bisnis yang harus kuhadiri, dan beberap

    Last Updated : 2025-03-23
  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   Part 17

    Happy ReadingNara berjalan melewati koridor kantornya dengan langkah cepat. Hari itu terasa lebih panjang dari biasanya. Setiap detik terasa lambat, dan pikirannya terus menerawang ke sosok yang sudah berminggu-minggu tidak ia lihat.Ia melirik ponselnya. Tidak ada pesan dari Rehan. Tidak ada panggilan tak terjawab. Sama seperti beberapa hari terakhir.Sesampainya di apartemen, ia melempar tasnya ke sofa dan berjalan ke balkon. Angin malam menyentuh wajahnya, membawa aroma hujan yang baru saja reda. Ia menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan perasaan yang tak menentu.Tiba-tiba, suara ketukan di pintu menginterupsi pikirannya. Dengan sedikit enggan, Nara berjalan ke arah pintu dan membukanya. Ia membeku di tempat.Di hadapannya, berdiri Rehan dengan senyum khasnya. Namun bukan hanya kehadirannya yang membuat Nara terdiam. Di belakang Rehan, seorang pria membawa sebuah bucket mawar raksasa—seribu tangkai, mungkin lebih. Warna merahnya begitu mencolok, hampir seperti lautan kel

    Last Updated : 2025-03-26
  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   Part 18

    Happy ReadingNara menatap Rehan dengan perasaan yang bercampur aduk. Ia ingin percaya, ingin meyakinkan dirinya bahwa kali ini berbeda. Namun, setiap kata yang keluar dari mulut Rehan terasa seperti gema dari masa lalu yang terus menghantuinya."Tidak lama, hanya beberapa minggu," kata Rehan, seolah ingin meyakinkannya.Tapi Nara sudah sering mendengar janji-janji itu.Malam itu, mereka tetap tinggal di villa. Namun, tidak ada lagi tawa riang seperti sebelumnya. Nara mencoba menahan emosinya, tapi ia tidak bisa mengusir bayangan bahwa mungkin kali ini Rehan tidak akan kembali.Keesokan harinya, Rehan berangkat ke London. Nara tidak mengantarnya ke bandara, memilih untuk tetap tinggal di villa sendirian. Ia ingin menikmati sisa waktu di tempat yang seharusnya menjadi kenangan indah bagi mereka berdua.Namun, hanya beberapa hari setelah kepergian Rehan, sebuah kejadian aneh terjadi.Malam itu, Nara terbangun oleh suara ketukan di pintu villa. Ia melirik jam dinding—pukul dua dini hari.

    Last Updated : 2025-03-27

Latest chapter

  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   Part 20

    Happy ReadingNara menggenggam surat itu erat-erat, matanya terpaku pada kalimat yang tertulis dengan tinta hitam tebal. "Jangan menyesal ketika semuanya terungkap. Kau tidak akan bisa kembali." Jantungnya berdebar kencang, sementara pikirannya dipenuhi dengan berbagai kemungkinan buruk. Siapa pria tadi? Mengapa ia terus menerima surat misterius ini? Dan yang paling penting, apa yang sebenarnya terjadi dengan Rehan?Dengan tangan gemetar, Nara meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Rehan lagi, tetapi panggilannya langsung dialihkan ke pesan suara. Ia merutuk pelan, merasa frustrasi dengan semua yang terjadi. Ia tidak bisa hanya duduk diam dan membiarkan rasa takut menguasainya. Ia harus melakukan sesuatu.Nara kembali menatap surat di tangannya, lalu membandingkannya dengan surat pertama yang diterimanya. Ada sesuatu yang aneh—gaya tulisan pada kedua surat itu berbeda. Yang pertama lebih rapi, sedangkan yang baru ia terima terlihat tergesa-gesa, seolah-olah penulisnya tidak ingin ke

  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   Part 19

    Happy ReadingMalam itu, Nara duduk di ruang tamu dengan cahaya lampu yang temaram. Surat misterius itu masih tergenggam di tangannya. Pikirannya kalut, dadanya sesak oleh berbagai pertanyaan yang belum terjawab. Siapa yang mengirimkan surat itu? Mengapa Rehan tidak menjawab teleponnya? Dan yang paling menakutkan—apakah Rehan benar-benar akan pergi dan tak kembali?Ponselnya bergetar di atas meja. Dengan cepat, Nara meraihnya dan melihat nama Rehan di layar. Ia menghela napas panjang sebelum menjawab.“Rehan, di mana saja kau? Aku sudah mencoba menghubungimu berkali-kali!” suara Nara terdengar putus asa.Rehan menghela napas dari seberang telepon. “Aku sibuk, Nara. Banyak urusan yang harus kuselesaikan.”“Kau bilang hanya pergi beberapa minggu, tapi sejak kepergianmu, aku merasa ada yang tidak beres. Dan sekarang—” Nara menggenggam surat hitam itu erat-erat, “—aku menerima surat ini.”Rehan terdiam sesaat. “Surat? Surat apa?”Nara membaca isi surat itu dengan suara gemetar. “Kau sehar

  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   Part 18

    Happy ReadingNara menatap Rehan dengan perasaan yang bercampur aduk. Ia ingin percaya, ingin meyakinkan dirinya bahwa kali ini berbeda. Namun, setiap kata yang keluar dari mulut Rehan terasa seperti gema dari masa lalu yang terus menghantuinya."Tidak lama, hanya beberapa minggu," kata Rehan, seolah ingin meyakinkannya.Tapi Nara sudah sering mendengar janji-janji itu.Malam itu, mereka tetap tinggal di villa. Namun, tidak ada lagi tawa riang seperti sebelumnya. Nara mencoba menahan emosinya, tapi ia tidak bisa mengusir bayangan bahwa mungkin kali ini Rehan tidak akan kembali.Keesokan harinya, Rehan berangkat ke London. Nara tidak mengantarnya ke bandara, memilih untuk tetap tinggal di villa sendirian. Ia ingin menikmati sisa waktu di tempat yang seharusnya menjadi kenangan indah bagi mereka berdua.Namun, hanya beberapa hari setelah kepergian Rehan, sebuah kejadian aneh terjadi.Malam itu, Nara terbangun oleh suara ketukan di pintu villa. Ia melirik jam dinding—pukul dua dini hari.

  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   Part 17

    Happy ReadingNara berjalan melewati koridor kantornya dengan langkah cepat. Hari itu terasa lebih panjang dari biasanya. Setiap detik terasa lambat, dan pikirannya terus menerawang ke sosok yang sudah berminggu-minggu tidak ia lihat.Ia melirik ponselnya. Tidak ada pesan dari Rehan. Tidak ada panggilan tak terjawab. Sama seperti beberapa hari terakhir.Sesampainya di apartemen, ia melempar tasnya ke sofa dan berjalan ke balkon. Angin malam menyentuh wajahnya, membawa aroma hujan yang baru saja reda. Ia menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan perasaan yang tak menentu.Tiba-tiba, suara ketukan di pintu menginterupsi pikirannya. Dengan sedikit enggan, Nara berjalan ke arah pintu dan membukanya. Ia membeku di tempat.Di hadapannya, berdiri Rehan dengan senyum khasnya. Namun bukan hanya kehadirannya yang membuat Nara terdiam. Di belakang Rehan, seorang pria membawa sebuah bucket mawar raksasa—seribu tangkai, mungkin lebih. Warna merahnya begitu mencolok, hampir seperti lautan kel

  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   Part 16

    Happy ReadingSetelah beberapa minggu penuh ketegangan, akhirnya situasi mulai mereda. Rehan berhasil melacak dalang di balik ancaman tersebut, dan dengan caranya sendiri, ia memastikan bahwa orang-orang itu tidak akan mengganggu Nara lagi. Rasa aman mulai kembali ke dalam hidupnya, meski bayangan masa lalu masih sesekali muncul di benaknya.Nara kembali ke rutinitasnya, melanjutkan pekerjaan dan kehidupannya yang sempat terhenti. Namun, kali ini ada sesuatu yang berbeda. Setelah semua yang terjadi, ia menyadari bahwa keberadaan Rehan dalam hidupnya lebih berarti dari yang ia kira.Namun, seperti biasa, kebahagiaan itu tidak bertahan lama."Aku harus pergi ke London," ujar Rehan suatu malam saat mereka sedang duduk di balkon apartemen Nara. Angin malam berembus lembut, membawa serta perasaan yang sulit dijelaskan.Nara menoleh, menatapnya dengan ekspresi datar. "Untuk berapa lama?"Rehan menghela napas. "Beberapa minggu. Mungkin lebih. Ada event bisnis yang harus kuhadiri, dan beberap

  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   part 15

    Happy ReadingNara mengatur napasnya yang tidak beraturan. Ancaman yang baru saja didengarnya masih terngiang di telinganya. Ia menoleh ke arah Rehan yang berdiri tegap, matanya penuh amarah yang tertahan."Apa yang akan kita lakukan sekarang?" suara Nara bergetar sedikit, tapi ia berusaha untuk tetap tegar.Rehan mengangkat dagunya sedikit, memberi isyarat kepada anak buahnya untuk membawa pria itu ke tempat yang lebih aman untuk diinterogasi. "Aku akan memastikan kita mendapat jawaban. Sementara itu, kau tetap di sini. Jangan keluar tanpa izin dariku.""Jangan bersikap seperti aku ini tahanan, Rehan," protes Nara.Rehan menatapnya tajam. "Aku tidak punya pilihan lain. Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu."Nara menggigit bibirnya. Ia ingin membantah, tetapi bagian dalam hatinya tahu bahwa Rehan benar. Bahayanya nyata, dan kali ini, ia tidak bisa menghadapinya sendirian.Beberapa jam kemudian, Rehan kembali ke apartemen dengan ekspresi serius. "Orang itu akhirnya bicara,"

  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   part 14

    Happy ReadingDua hari setelah kejadian itu, kondisi Nara semakin memburuk. Tubuhnya terasa lemas, demam tinggi membuatnya sulit bergerak, dan kepalanya terasa berputar setiap kali ia mencoba bangkit. Awalnya, Nara berpikir ini hanya kelelahan biasa, namun setelah muntah beberapa kali dan tubuhnya menggigil hebat, ia tahu bahwa ini bukan sekadar kelelahan.Rehan, yang diam-diam masih memperhatikannya dari jauh, segera bertindak begitu mendapat kabar dari asisten Nara bahwa wanita itu jatuh sakit. Tanpa ragu, ia menghubungi dokter pribadinya dan memastikan bahwa Nara mendapat perawatan terbaik. Karena Nara bersikeras tidak ingin kembali ke rumah sakit, Rehan mengambil keputusan cepat: membawanya ke apartemen pribadinya dan merawatnya di sana.Saat Nara membuka mata, ia mendapati dirinya berada di sebuah kamar luas dengan nuansa hangat dan nyaman. Selimut tebal menyelimuti tubuhnya, sementara suara samar dentingan piring terdengar dari luar kamar. Kepalanya masih terasa berat, tapi ia c

  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   Part 13

    Happy ReadingRehan merasakan tubuh Nara yang gemetar dalam pelukannya. Ia mengeratkan dekapannya, membiarkan gadis itu merasakan kehangatan dan perlindungan yang ia tawarkan. Hujan gerimis yang mulai turun menambah nuansa dramatis malam itu."Aku di sini, Nara. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu lagi," bisiknya sekali lagi.Nara masih terisak, tapi perlahan ia mencoba mengendalikan dirinya. Ia mendorong dada Rehan pelan, melepaskan diri dari pelukannya. Tatapannya masih dipenuhi luka dan kebingungan."Kenapa kau selalu muncul di saat-saat seperti ini?" suaranya serak, nyaris tak terdengar.Rehan menatapnya dalam-dalam. "Karena aku peduli padamu. Karena aku tidak akan membiarkanmu sendirian, apalagi dalam bahaya."Nara menunduk, pikirannya berantakan. "Aku tidak tahu harus percaya atau tidak. Aku... Aku terlalu takut, Rehan."Rehan mengusap lembut lengan Nara. "Aku mengerti. Aku tidak akan memaksamu. Tapi aku akan membuktikan bahwa aku selalu ada untukmu."Malam itu, Reha

  • Putus Cinta Membuatnya Brengsek   Part 12

    Happy ReadingHampir satu minggu Nara mendiamkan Rehan. Bahkan ketika laki-laki itu menemuinya di rumah sakit, Nara menghindar, tak ingin menemui Rehan.Rehan tidak pernah merasa sesakit ini sebelumnya. Ia sudah kehilangan seorang sahabat, dan sekarang, Nara juga menjauh darinya. Tapi ia tidak akan menyerah. Jika pengkhianatan Arman telah menghancurkan segalanya, maka ia akan memperbaiki semuanya, meskipun itu berarti melewati neraka.Malam itu, Rehan berdiri di luar rumah sakit, menatap ke arah jendela kamar Nara yang terletak di lantai dua. Hujan turun, membasahi tubuhnya, tapi ia tidak peduli. Yang ada di pikirannya hanya satu: bagaimana ia bisa mendapatkan kembali kepercayaan Nara.****Pagi harinya, Nara keluar dari kamar rumah sakit dengan langkah tergesa-gesa. Sudah cukup, pikirnya. Ia tidak bisa terus berada di tempat yang sama dengan seseorang yang telah menghancurkan hidupnya. Namun, begitu ia mencapai pintu keluar, seseorang berdiri menghadangnya.Rehan.Nara langsung berba

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status