“Rumah atas namamu disewakan saja, toko juga disewakan. Uang sewa satu bulan juga sekitar puluhan juta. Untuk orang biasa, itu sudah seperti pendapatan satu tahun mereka. Fani, kamu sudah jauh lebih beruntung dari banyak orang.”Fani berkata dengan memelas, “Mama menyalahkanku karena boros?”“Mama nggak bermaksud begitu. Mama hanya ingin kamu tahu kalau kamu sudah ada di posisi yang jauh lebih beruntung dibandingkan orang lain,” ujar Patricia.“Sudah, jangan marah lagi. Mama beberapa hari lagi akan kembali. Setelah pulang, Mama akan buka kartu bank kamu dan memarahi Felicia, oke? Tapi, kamu menabarak mobilnya dan lebih baik ganti rugi. Kalau nggak, Mama nggak ada alasan kuat untuk membelamu karena dia adalah anak kandung Mama.”Fani hanya menjawab dengan tidak rela, “Aku ganti biaya perbaikan mobilnya. Tapi Setelah Mama pulang, Mama harus menghibur hatiku yang terluka ini.”Patricia terkekeh dan berkata, “Iya, Mama akan beli hadiah untukmu. Hanya beli untukmu. Fani, Mama paling sayang
Ibunya pergi ke Kota Mambera untuk menghadiri pernikahan Stefan, lalu tinggal di Kota Mambera selama lebih dari setengah bulan. Felicia tahu apa tujuan sang ibu, begitu pula yang lainnya.Selama itu, Felicia tidak berani menyuruh orang pergi ke Kota Mambera untuk cari tahu, karena takut akan ketahuan oleh ibunya. Namun, dia bisa menebak kalau rencana ibunya tidak akan berjalan dengan baik di sana.Kota Mambera adalah daerah kekuasaan keluarga Adhitama, keluarga Lumanto, keluarga Ardaba serta keluarga Sanjaya. Saat ini, empat keluarga besar itu juga terikat satu sama lain. Jika Patricia ingin melakukan sesuatu di sana akan sulit untuk berhasil.Saat mendengar Felicia masih lembur di perusahaan, nada bicara Patricia sedikit melembut. “Fani bilang, kamu beritahu kakak iparmu soal kakak-kakakmu cari perempuan di luar? Satu lagi, kamu blokir kartu debitnya Fani?” tanya Patricia.“Kakak-kakakku pada sudah berkeluarga. Bukannya pria yang sudah berkeluarga harus setia pada istrinya? Meskipun k
“Aku nggak bisa blokir kartu debit pribadinya. Memangnya dia nggak bisa belanja pakai tabungannya sendiri? Akhir-akhir ini dia sering banget belanja pakai kartu kredit pemberian Mama. Mau nggak mau aku harus turun tangan urus masalah ini.”“Tabungan pribadinya nggak banyak.”Felicia tertawa, “Nggak banyak? Dia punya tabungan miliaran. Dia kira semua orang kaya raya? Banyak orang yang nggak bisa hasilkan uang sebanyak itu seumur hidup mereka. Dia masih merasa kurang? Dia minta Mama gantikan uangnya?”“Dia sengaja tabrak mobilku. Aku tanya orang bengkel, untuk perbaikan butuh biaya ratusan juta. Kalau nggak minta rugi padanya, aku cari siapa? Kakak-adik? Memangnya aku dan dia kakak-adik? Apakah di tubuhnya juga mengalir darah keluarga Gatara? Kalau dia memang keturunan keluarga Gatara, aku bisa saja nggak minta rugi padanya. Tapi apakah dia keturunan keluarga Gatara?”Patricia seketika terdiam, tidak tahu harus berkata apa.“Setelah rumah dan toko miliknya disewakan, setiap bulan dia bis
Setelah meletakkan telepon, Patricia malah tertawa dan berkata dengan puas, “Anak yang kejam.”Patricia merasa lega, karena putri kandungnya ini memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang penerus. Dengan kekejaman Felicia, dia merasa lega menyerahkan keluarga Gatara ke tangan Felicia.Sebagai keturunan kakak Patricia, Yuna ingin mendorong Odelina menjadi penerus. Apakah Odelina bisa dibandingkan dengan Felicia.Terlebih lagi Odelina seorang ibu tunggal. Dia sendiri juga sudah membuka sebuah toko sarapan dan sebuah restoran. Biasanya Odelina sudah sibuk bukan main. Rasanya dia tidak punya cukup energi untuk pergi ke Kota Cianter untuk bersaing dengan Felicia memperebutkan posisi kepala keluarga. Setelah memikirkan hal itu, Patricia merasa sedikit lebih lega.Tentu saja, Patricia masih harus mencari cara untuk membasmi hingga ke akar-akarnya. Selama anak dan cucu dari kakak pertamanya meninggal semua, maka posisi kepala keluarga Gatara akan selalu menjadi milik Patricia dan keturunannya.
Felicia membalas pesan pria itu, “Aku mau makan es krim. Kamu coba lihat di jalan ada yang jual, nggak. Kalau ada beli yang kemasan gelas. Nggak peduli apa mereknya. Yang penting pakai gelas."Dengan begitu, tidak akan belepotan ke mana-mana saat makan es krim nanti. Felicia suka makan es krim yang dalam kemasan gelas. Biasanya Vandi akan membujuknya kurangi makan makanan dingin. Malam ini Felicia jelas dalam suasana hati yang buruk. Jadi Vandi tidak membujuknya, justru mengiyakan dengan suara lembut.Setelah mendapat jawaban Vandi, Felicia baru meletakkan ponselnya di atas meja lagi. Kemudian, dia berdiri dan berjalan ke depan jendela. Gedung kantor Gatara Group tentu saja tidak setinggi gedung Aurora Group, tapi masih lebih tinggi dari gedung perusahaan lain di sekitarnya.Kantor Felicia hanya berjarak satu lantai dari lantai paling atas. Begitu dia berdiri di depan jendela kantornya dan melihat ke luar, dia bisa melihat pemandangan indah gedung-gedung di sekitarnya. Kota Cianter jug
Felicia yang menyuruh sekretarisnya pulang. Karena Felicia lembur untuk menangani masalahnya sendiri di perusahaan. Sekretarisnya di Gatara Group tidak akan bisa membantunya.Suasana di luar begitu sunyi. Beberapa departemen juga sedang lembur. Namun, di lantai tempat kantor Felicia berada, tidak ada yang lembur selain dirinya. Setelah keluar dari ruangannya, Felicia melewati kantor besar yang penuh dengan meja kubikel, lalu berjalan ke arah lift.Setelah sampai di depan lift, Felicia melihat seorang pria bersandar di pintu masuk lift sambil membawa sebuket bunga. Begitu melihat Felicia datang, pria itu tersenyum. Felicia pernah bertemu dengan pria itu.Ayah kandung Felicia ingin menjodohkan Felicia dengan pria yang bernama Warren itu. Setelah tahu sang ayah ingin menjodohkannya, Felicia langsung meminta Vandi untuk menyelidiki Warren, cari tahu semua hal tentang Warren sampai jelas.Dari situ, Felicia pun tahu kalau Warren hanyalah seorang anak dari keluarga kaya yang hanya tahu berhu
“Felicia, jangan begitu, dong. Aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama. Rasa cintaku semakin besar saat bertemu lagi denganmu. Kita bisa ngobrol baik-baik dulu.”Tatapan Warren tertuju pada kerah jas Felicia. Perempuan itu memang tumbuh besar di desa, tapi hal itu tidak menghalanginya untuk tumbuh menjadi seorang perempuan cantik. Dia memiliki aura yang bagus, tidak salah lagi dia anak kandung keluarga Gatara. Aura itu memang bawaan dari lahir, yang tidak akan hilang karena lingkungan tempat dia dibesarkan.Felicia juga memiliki bentuk tubuh yang sangat bagus. Hanya dengan melihatnya saja sudah membuat hati Warren tergelitik, bahkan air liur hampir menetes dari mulutnya. Warren ingin segera menghambur ke arah Felicia dan menjatuhkannya ke tempat tidur. Dia pasti bisa membuat Felicia jadi cinta mati padanya.Pemikiran itu membuat Warren menjadi tidak sungkan-sungkan lagi. Dia pun mengulurkan tangan untuk menyentuh wajah Felicia. Felicia langsung mencekal tangan besar pria itu dan
Mulai sekarang, Warren tidak akan menginjakkan kakinya di tempat ini lagi. Meskipun kejayaan dan kekayaan keluarga Gatara sangat menggoda, Warren juga tidak bisa menikmatinya. Ternyata benar, perempuan keluarga Gatara galak-galak semua.Vandi bisa menebak apa yang terjadi di dalam ketika melihat Warren yang berlari terbirit-birit. Dia merasa khawatir. Baru saja hendak menelepon Felicia, dia pun melihat Felicia berjalan keluar dengan santai. Karena Vandi datang menjemputnya, Felicia tidak mengemudikan mobilnya sendiri.“Bu Felicia.”Satpam-satpam yang bertugas segera menyapa Felicia ketika melihatnya keluar. Felicia tiba-tiba berhenti dan melihat ke arah mereka.Para satpam merasa bingung dipandang seperti itu oleh Felicia. Salah satu dari mereka memberanikan diri untuk bertanya, “Bu Felicia, apakah kami melakukan kesalahan?”“Kalian lihat pria yang baru saja lari keluar?”Beberapa satpam itu saling menatap satu sama lain. Kemudian, mereka menganggukkan kepala dengan serempak. Kemudian,
Namun Olivia justru malah bertanya, “Russel, kamu mau menemani Liam kerjain tugasnya? Anggap saja ini sebagai latihan menulis. Ingatan kalian berdua kan bagus, kalau kamu nulis banyak dan bisa ingat apa yang kamu tulis, di masa depan bakal berguna juga buat kamu, lho.” Tidak pernah ada salahnya mengerti sedikit tentang kesehatan dan ilmu kedokteran. Karena ditatap oleh tante dan teman baiknya, Russel secara tak terduga menerima tantangan itu. Biarlah, dia pikir, tidak ada ruginya juga menemani teman baiknya mengerjakan tugas. ***Sementara itu di Aldimo ….Kemarin malam baru saja turun salju yang sangat deras, maka dari itu hari ini di mana-mana dipenuhi dengan pemandangan jalan yang putih pekat. Di halaman rumah keluarga Pangestu, terlihat dua orang anak dengan pakaian tebal sedang asyik bermain dan membuat boneka salju. Mereka adalah dua anak penerus keluarga Pangestu. Tommy membuat boneka salju dengan ukuran yang sangat besar. Setelah boneka salju itu jadi, dia mundur beberapa l
Dalam hatinya Yose berkata “Stefan belajarnya cepat juga ternyata, padahal waktu itu dia yang datang berguru padaku.” Setelah sarapan, Mulan dan Olivia membawa anak-anak mereka untuk bermain di ruang tengah utama, semetara Yose harus berangkat ke kantornya untuk bekerja. Dengan hati yang sangat berat dia menyerahkan putri kesayangannya kepada Mulan, lalu meminta Mulan untuk mengantarnya sampai ke pintu depan. Setelah itu baru Yose berangkat kerja. “Dasar … anak sudah sebesar ini masih saja manja,” ujar Mulan mengeluhkan sikap suaminya kepada Olivia. “Romantis banget. Hubungan kamu dan Yose masih sama seperti waktu pertama kali kalian pacaran. Kalau bukan romantis, apa namanya? Kamu itu kan wanita idaman yang sudah Yose impikan selama belasan tahun, wajah saja kalau dia masih suka bersikap manja sama kamu.” Seketika rona wajah Mulan langsung memerah. Di saat itu juga, Dokter Panca baru datang sambil menggendong Tiano. Sally juga datang menggandeng dua anak lelakinya untuk meramaikan
Raut wajah Liam langsung berubah masam dan seketika nafsu makannya juga hilang. Namun mengingat, jarak liburan musim panas nanti masih ada setengah tahun, nafsu makannya kembali membaik. “Olivia, biasanya Russel dikasih pelajaran apa? Liburan musim panas tahun depan kan mereka berdua main bareng lagi, gimana kalau kita suruh mereka belajar bareng juga. Kalau ada teman belajar, belajarnya pasti bisa lebih cepat masuk,” Yose mengusulkan. “Liburan musim panas nanti, mungkin aku nggak bisa datang, kecuali Liam yang datang ke rumahku,” kata Olivia. Di saat itu anak Olivia baru genap satu bulan. Anaknya masih sangat kecil sehingga tidak memungkinkan Olivia untuk melakukan perjalanan jauh. Jika Liam yang datang ke Mambera juga akan menjadi tanggung jawab yang berat. Olivia tidak berani menanggung itu. Andaikan Mulan mau membawakan Liam dan kedua anak kembarnya ke Mambera, itu akan lebih baik, karena bagaimanapun Mulan dan Yose adalah orang tuanya Liam. Di liburan musim panas nanti, kedua
“Ma, Om Stefan nggak mungkin secepat itu datang jemput aku dan Tante, ‘kan? Aku masih belum puas main di sini, aku masih mau main sebentar lagi.” Mendengar Russel bilang begitu, Liam juga ikut khawatir Russel akan segera pulang ke Mam bera, maka dia pun bergegas berbicara kepada Odelina, “Tante, jangan jemput Russel pulang dulu. Kasih Russel masih di sini beberapa hari lagi saja. Kami masih belum puas. Aku … aku nggak bakal berantem sama Russel, jadi tolong kasih Russel menginap di sini lebih lama, ya.” “Boleh, kalau begitu Tante kasih kasih Russel menginap di sana satu minggu lagi. Seharusnya nanti Stefan ada waktu kosong untuk jemput dia,” kata Odelina. Liam merasa satu minggu saja masih tidak cukup, jadi dia memberikan tawaran baru. “Tante, kalau sepuluh hari saja, boleh nggak?” “Sepuluh hari, ya …,” Odelina menghitung tanggal. “Kalau sepuluh hari, Tante sudah libur. Ya sudah, oleh. Kalau begitu Russel menginap di sana sepuluh hari lagi, tapi kalian berdua harus akur, ya. Jangan
Status keluarga Junaidi di Aldimo membuat mereka tidak bisa bertindak gegabah. Faktor lainnya adalah nantinya mereka tidak akan bisa lagi mendapat informasi apa pun tentang Liam dari Vila Ferda. Mereka menduga keluarga Junaidi mengirim anak itu ke suatu tempat, tetapi mereka tidak tahu tempat apa pastinya. “Nggak apa-apa. Libur musim panas tahun depan waktunya lebih panjang. Nante Tante bawa Russel main ke rumahmu, biar dia bisa menemani kamu selama liburan,” kata Odelina tersenyum. “Tante Odelina harus tepat janji, ya! Liburan musim panas nanti Russel harus temani aku main,” ujar Liam. Liam dan Russel pasti ada saja sesekali bertengkar, tetapi sebagian besar waktu lebih banyak mereka habiskan dengan bermain bersama. Ada banyak sekali anak-anak di Vila Ferda, tetapi Archie dan Audrey masih terlalu kecil untuk bermain bersama dengan Liam. Liam tentu saja berharap Russel yang datang untuk bermain bersama. “Pasti,” Odelina berjanji. Ketika liburan musim panas nanti, anaknya Olivia ju
“Oke!” jawab Russel dengan gembira. “Mama, aku makan sendiri, lho. Tante Olivia nggak suapin aku lagi. Aku makan juga nasinya sudah nggak berantakan di meja. Aku mau tanding sama Liam siapa yang bisa makan lebih cepat.” Lam langsung mendekat dan dengan santun menyapa Odelina. “Halo, Tante. Selamat pagi. Tante sudah makan, belum?” Odelina tersenyum. “Tante baru saja makan. Sekarang lagi perjalanan balik ke kantor. Kamu sama Russel makan yang banyak, ya, biar cepat tinggi.” “Kak Odelina, jangan suruh mereka berdua makan banyak. Mereka ini tukang makan, aku malah takut mereka makan kebanyakan dan malah jadi sakit perut mereka,” sahut Mulan. Odelina juga sadar anaknya, Russel, itu tukang makan. Namun apa mau dikata, semua orang yang menjaganya juga sama-sama suka makan. Karena mendapat pengaruh dari Olivia, reputasi Russel sebagai tukang makan justru malah makin terkenal. Sisi positifnya, paling tidak sekarang sudah tidak pilih-pilih makanan. Dulu Russel paling tidak suka makan sayur,
Selama ada Vandi di sisinya, mau dunia kiamat pun Felicia tidak akan merasa khawatir.Odelina selalu bilang kalau Vandi mencintai Felicia, dan Felicia juga memiliki perasaan kepada Vandi. Odeline sudah pernah mengingatkan Felicia agar tidak menyia-nyiakan Vandi, dan juga jangan mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal seperti hanya menginginkan anak tanpa suami agar tidak membuat Vandi bersedih.Tidak peduli bagaimana akhir dari persaingan antara Odelina dengan keluarga Gatara, dalam hubungan asmara, Odelina hanya ingin memberikan saran demi kebaikan Felicia sendiri. Felicia mengakui perasaannya, dia memang mencintai Vandi. Tak bisa dipungkiri, memang sangat mudah untuk mencintai pria yang luar biasa seperti Vandi.Melihat Felicia sudah tertidur, Vandi menghentikan mobil dan melepas jaketnya, lalu dia gunakan jaket itu untuk menutupi tubuh Felicia. Udara masih terasa dingin meski di dalam mobil sudah menggunakan penghangat. Felicia akan mudah masuk angin jika dia tertidur begitu saja.
Felicia menyapu pandangannya ke arah bawahan Dikta yang sudah tumbang di lantai. “Cukup awasi saja mereka, nggak perlu dibunuh.”“Baik, sudah kuperintahkan ke anak buahku,” jawab Vandi.Felicia mengiyakan, lalu dia langsung naik ke mobilnya Vandi. Dengan segera Vandi mengemudikan mobil itu kembali ke Cianter. Selagi di perjalanan, Vandi berkata, “Dari awal Bu Patricia sudah merencanakan ini. Dia sudah minta Dikta untuk menyiapkan seorang pengganti. Sekarang pengganti itu ada di rumah.”“Sudah kuduga Mama pasti bakal melakukan ini,” tutur Felicia seraya memijat lehernya.Karena itu Felicia juga sudah menyiapkan rencananya sendiri. Sewaktu ibunya mengajak dia jalan-jalan di halaman rumah, Felicia sudah menunggu ibunya beraksi, agar ibunya mengira kalau rencananya berjalan dengan lancar. Dengan begitu, Felicia bisa kembali ke Cianter tanpa ketahuan.“Mama sudah tua pun tenaganya masih kuat. Leherku sampai sekarang masih sakit.”“Bu Patricia pernah latihan bela diri. Usianya sudah tua pun
Ketiga putranya sudah memiliki anak, dan menantunya juga lebih mendengarkan Cakra untuk mengungsi ke kediaman keluarga Vikar selama tahun baru.Yang ingin Cakra lindungi adalah anak cucu yang mewarisi marganya, sedangkan yang ingin Patricia lindungi adalah Felicia yang masih menggunakan marga Gatara.Namun, bagaimanapun juga mereka tetaplah cucunya, maka dari itu Patricia tidak meminta para menantunya untuk membawa anak-anak mereka ke Cianter. Biarlah mereka melewati tahun baru yang damai di sana. Akan lebih baik jika mereka jauh dari perseteruan ini. Dalam hal ini, Cakra melakukan bagiannya dengan baik. Cakra menyadari kekejaman istrinya. Jika cucunya tidak segera pergi, dikhawatirkan mereka semua juga tidak akan bertahan hidup.Patricia mengerutkan bibirnya. Apa yang akan terjadi pada malam ini semua bergantung kepada takdir mereka semua. Andaikan, belum waktunya bagi mereka untuk mati, mungkin mereka bisa keluar dari rumah ini dengan selamat. Namun apabila mereka tidak berhasil mela