Share

Bab 33

Author: Arif
Jamadi terkejut. Dia tidak menyangka ada rencana seperti ini di balik masalah ini.

Budi tersenyum sinis. Jika bukan karena ada dukungan dari Tuan Mahendra, dia tidak akan berani menyusun rencana seperti ini terhadap seorang cendekiawan.

Danu, Doddy, dan Sony mengepalkan tangan mereka sambil menatap marah pada Mahendra. "Bencana yang lebih besar?"

Wira mengangkat alisnya dan menyipitkan matanya, lalu melayangkan sebuah tinjuan ke wajah Mahendra. "Apakah ini cukup besar?"

Buk buk buk!

Mahendra terhuyung mundur, setengah wajahnya memerah dan mulutnya berdarah. Jamadi dan Budi terdiam.

Tidak ada yang menyangka bahwa Wira berani memukul Tuan Muda Keluarga Silali di depan umum.

"Berani-beraninya kamu memukulku!" teriak Mahendra dengan tatapan marah.

Kedua pelayan Mahendra buru-buru menghampirinya. Sebelum mereka mendekat, Doddy telah menyerbu kedua pelayan itu.

Wira berkata dengan ekspresi dingin, "Kamu bukan hanya mengincar istriku, tapi juga bahkan mau menghancurkanku. Memukulmu saja sudah
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Kaugnay na kabanata

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 34

    Wira berbalik dan berkata, "Jamadi, tugas ini kuserahkan padamu.""Terima kasih, Tuan Wira!" ucap Jamadi sambil membungkukkan badan.Tatapan Budi tampak tidak rela. Padahal, ini adalah uangnya. Namun, Jamadi bahkan tidak meliriknya sama sekali. Pecundang ini benar-benar tahu bagaimana memanfaatkan orang dan licik. Budi harus memperingatkan anggota keluarganya untuk jangan berurusan dengan orang ini.Mereka semua pergi ke pengadilan daerah, sementara Wira, Gandi, Lianam, dan Liteja tetap tinggal di luar.Buk!Gandi bersujud dengan mata berkaca-kaca. "Tuan Wira, padahal kami bertiga telah mencuri barangmu. Tapi, kamu malah memperlakukan kami sebaik ini, kami sangat malu. Aku berutang nyawa padamu. Kalau kamu butuh bantuan, silakan utus orang untuk memberi tahu kami."Lianam dan Liteja mendengarkan ucapannya dengan ketakutan. Apakah orang ini bersedia mengorbankan nyawanya demi Wira?"Sebagai lelaki sejati, kamu tidak pantas bersujud pada siapa pun selain orang tuamu."Wira memapah Gandi

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 35

    Darius memicingkan matanya sambil berkata, "Boris akan bangkit lagi di dalam istana."Boris Linardi adalah Kepala Keluarga Linardi, sekaligus ayah Wulan.Keluarga Silali dan Linardi adalah teman dekat selama bertahun-tahun, sampai ketika Keluarga Linardi mengalami kesulitan."Pengamatan Ayah memang jeli!"Mahendra mengangguk sambil tersenyum tipis, "Baru-baru ini, ada surat dari istana. Paman Boris telah menjadi teman dekat dengan tokoh terkemuka di istana dan sekarang telah menjabat sebagai Menteri Kiri. Kaisar mendukung adu kekuasaan antara Menteri Kiri dan Menteri Kanan, yang menunjukkan kemungkinan pergantian kekuasaan.""Kalau Menteri Kiri berhasil mengalahkan Menteri Kanan, Paman Boris pasti akan naik pangkat. Kalau aku menjadi menantu Keluarga Linardi, status Keluarga Silali juga akan ikut naik. Kita akan menjadi keluarga terhormat, bahkan keluarga terkemuka.""Apa informasi ini akurat?"Darius berjalan ke sana kemari dengan tangan di belakang punggungnya, "Boris telah mengalami

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 36

    Di gerbang kota, Wira, Doddy, dan penduduk desa penjual ikan Dusun Darmadi berkumpul."Kak Wira, hari ini kita berhasil menjual ikan seharga 30.000 gabak. Memang benar, semakin banyak orang, kemampuan kita juga akan semakin besar!" kata Sony dengan semangat.Selain mendapatkan uangnya kembali, Sony bahkan bertemu dengan pemimpin kabupaten dan menginap di sini. Kalau Sony menceritakan hal ini setelah kembali ke Dusun Darmadi nanti, kepala desa mereka, Agus, juga pasti akan berubah pikiran terhadapnya. Istrinya juga pasti akan lebih hormat padanya lagi.Tidak akan ada yang memanggilnya Sony lagi. Mereka semua pasti akan memanggilnya Kak Sony. Saat ini, Sony sedang memimpin tim penjual ikan dengan penuh semangat.Tim penjual ikan terdiri dari 30 orang. Ketika panen besar, mereka bisa menangkap 500 kilogram ikan dalam sehari. Bahkan di saat kurang beruntung pun, mereka bisa mendapat 250 sampai 300 kilogram. Sebagian kecil hasil tangkapan mereka dijual di pasar, sementara sebagian besar lai

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 37

    Tim penjual ikan telah kembali ke desa!Anak-anak langsung melarikan diri ketika melihat Wira, beberapa bahkan langsung menangis ketakutan. Para wanita muda yang melihat Wira langsung wajahnya memerah dan berusaha menahan tawa.Warga desa melihat Wira dengan penuh kagum, sekaligus ketakutan dalam pandangan mereka. Di sisi lain, Agus langsung pergi begitu saja ketika melihat Wira. Dia tidak lagi mencemoohnya seperti sebelumnya.Setelah makan, tim penangkap ikan langsung mengadakan pertemuan. Tanpa kursi, meja, atau ruang rapat, sekelompok orang itu hanya berdesakan di halaman Wira. Sebagian besar berjongkok, sementara beberapa orang lainnya langsung duduk di tanah. Wira duduk di depan pintu. Di kedua sisi, duduk empat anggota tim utama, yaitu Hasan, Sony, Danu, dan Doddy. Di posisi yang lebih jauh lagi, ada Sofyan, Said, Surya, Herman, Hamid, dan beberapa paman dari Keluarga Darmadi.Semakin dekat hubungan mereka, semakin dekat posisi duduknya dengan Wira. Para warga desa tahu sendiri

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 38

    Sambil memegang koin perunggu yang berat di tangan mereka, banyak penduduk desa terduduk di tanah sambil berlinang air mata.Sebagai petani, bahkan setelah bekerja keras sepanjang tahun sekalipun, mereka tidak bisa menghasilkan banyak uang. Kalaupun ingin mencari pekerjaan di kabupaten, mereka tetap kesulitan menemukan pekerjaan yang cocok.Jika bekerja di rumah bos yang kaya, sering kali mereka hanya diberi makanan tanpa upah. Pekerjaan di kantor pemerintahan setempat bahkan lebih mirip seperti kerja paksa. Bukan hanya tidak mendapatkan upah, mereka bahkan harus membawa makanan sendiri.Namun sekarang, setelah bekerja beberapa hari untuk Wira, mereka bisa menghasilkan sejumlah besar koin perunggu."Ini memang kelalaianku, untung saja ada Paman Hasan yang mengingatkan!"Wira tersenyum saat berbicara, "Kalau bukan karena Paman Hasan mengingatkan, malam ini kita pasti tidak jadi membagikan gaji. Oleh karena itu, kalau ada masalah, semua orang harus mengemukakannya agar kita bisa mencari

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 39

    Wira berkata dengan serius, "Kita harus cukup makan kalau mau kerja berat. Kalau tidak, tubuh tidak akan kuat! Aku mengerti situasi kalian, kalaupun aku memberikan gaji lebih banyak, kalian tetap tidak akan tega untuk membelanjakannya."Semua warga desa tersenyum canggung.Hal seperti ini sangat sering terjadi di desa. Meskipun menghasilkan pendapatan lebih dalam sebulan, mereka tetap saja akan hidup hemat. Bahkan di rumah bos kaya sekalipun, mereka hanya makan secukupnya, tidak ada yang makan makanan mewah setiap hari!Semua uang yang dihasilkan mereka juga akan ditabung.Wira mulai memikirkan cara, "Jadi, gaji dan bonus kalian akan tetap sama, kalian juga tetap akan menerima ikan. Tim penangkap ikan akan mengeluarkan uang untuk mendirikan sebuah kantin. Kantin ini akan menyediakan makanan tiga kali sehari. Dijamin kalian akan makan sampai kenyang setiap hari. Saat makan siang akan ada jatah daging untuk setiap orang."Warga desa terkejut! Disediakan makanan tiga kali sehari, dijamin

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 40

    Melihat Wira mendukungnya, Doddy membusungkan dada dengan bangga.Prok prok prok ....Kembali terdengar suara tepuk tangan dari warga desa.Sebenarnya, warga desa tidak setuju dengan usulan tersebut. Bukan karena mereka tidak ingin menikmati hidup, tetapi karena mereka merasa tidak berhak. Selama bisa menghasilkan uang, apa artinya kaki terluka? Bahkan kaki mereka patah pun, mereka tidak akan mengeluh sama sekali.Wira berpikir sejenak, "Begini saja, tim penjualan akan ditambah menjadi 30 orang dan dibagi menjadi tiga tim. Setiap hari, satu tim pergi ke kabupaten, satu tim pergi ke pasar, dan satu tim beristirahat di rumah. Dengan begini, mereka pergi ke kabupaten hanya tiga hari sekali.""Selain itu, jumlah kereta keledai akan ditambah menjadi tiga, dua di antaranya digunakan untuk mengangkut ikan, dan satu kereta akan digunakan bergantian oleh semua orang ketika kembali. Dengan cara ini, perjalanan pulang dapat diperpendek menjadi 15 km, sehingga tidak akan terlalu melelahkan bagi se

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 41

    Seluruh warga desa menjadi hening. Ada hanya dua tempat untuk menjual ikan, yaitu pasar dan kabupaten.Di Kabupaten Uswal ada 13 desa. Setiap desa mengadakan pasar selama dua hari sekali. Jumlah pembeli ikan sangat sedikit di pasar tersebut. Lebih baik menjual ikan di kabupaten.Jika ada masalah dengan penjualan ikan di kabupaten, mereka tidak akan bisa menjual semua ikan yang mereka tangkap.Wira mengerutkan kening, "Iwan cari gara-gara lagi?"Sony menggelengkan kepala, "Iwan telah digulingkan. Ada seorang pemimpin baru di pasar ikan yang bernama Handoko. Tiga hari yang lalu, dia mematahkan kaki Iwan di pasar ikan dan mengambil semua anak buahnya. Dia kembali memungut komisi di Pasar Timur. Dia mengatakan tidak akan memungut komisi dari kita, tetapi meminta kita untuk tidak menyebarkannya.""Handoko!"Wira tertawa sinis, "Hanya ganti kedok saja, tapi tetap trik lama!""Sepertinya begitu!"Setelah melalui kejadian dalam beberapa hari terakhir, Sony menjadi lebih berpengalaman. "Meskipun

Pinakabagong kabanata

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3271

    Melihat Hayam dan Adjie telah setuju, Wira mengangguk pelan. Dia menatap keduanya sambil berkata, "Kalau begitu, tugas ini kuserahkan kepada kalian berdua. Kalian harus sangat berhati-hati! Segalanya harus dilakukan sesuai dengan rencana Adjie!"Hayam mengangguk tanpa ragu. Namun, Wira masih merasa sedikit khawatir. Dia bertanya, "Adjie, 500 orang cukup? Perlu kutambahkan pasukan untukmu?"Mendengar ini, Adjie segera menjawab dengan suara tegas, "Jangan khawatir! Lima ratus orang sudah lebih dari cukup!"Wira pun mengangguk setuju setelah mendengar jawaban itu. Setelah rencana mereka diputuskan, Wira berujar lagi, "Hari ini semua orang telah berjuang seharian. Lebih baik sekarang kita istirahat. Adjie dan Hayam, besok kalian jalankan rencana seperti yang telah disepakati!"Semua orang mengangguk, memberi hormat, lalu mundur untuk beristirahat.Setelah mereka pergi, Wira menoleh ke arah wakil jenderalnya dan berucap dengan suara rendah, "Rencana sudah ditetapkan. Sebelumnya aku menyuruh

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3270

    Wira mengangguk pelan. Jumlah ini memang kurang lebih sesuai dengan yang dia bayangkan. Lagi pula, 500 orang bukanlah jumlah yang besar. Karena pasukan musuh adalah kavaleri, logistik mereka pasti dibawa menggunakan kereta kecil.Dengan begitu, saat musuh melakukan perpindahan dengan teratur, mereka bisa langsung menarik kereta logistik tersebut sehingga memudahkan pergerakan mereka.Setelah memahami semuanya, Wira tersenyum dan menatap orang-orang yang duduk di hadapannya. Dia bertanya dengan suara pelan, "Semua, apa ada pendapat lain? Kalau ada ide tambahan, silakan sampaikan."Mendengar itu, Hayam segera bangkit dan berkata, "Tuan, aku rasa rencana ini bisa dijalankan. Memang sedikit menyimpang, tapi jika dijalankan dengan baik, pasti bisa berhasil.""Yang terpenting adalah mengeksekusinya dengan benar. Selain itu, satu-satunya risiko yang kulihat hanyalah kemungkinan ketahuan oleh musuh. Menurutku, waktu terbaik untuk bergerak adalah saat malam hari."Semua orang mengangguk setuju

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3269

    Mendengar itu, Adjie mengangguk pelan, lalu maju selangkah dan menangkupkan tangan sambil berkata, "Tuan, rencanaku ini bisa dibilang cukup berisiko dan sedikit menyimpang dari cara biasa.""Memang benar jumlah musuh lebih banyak dari kita dan mereka pasti memiliki bala bantuan. Tapi, semakin banyak orang, semakin besar pula pangan yang mereka butuhkan, 'kan?"Mendengar itu, Wira langsung teringat sesuatu dan matanya berbinar. Ide Adjie langsung mengingatkannya akan sesuatu yang sangat penting.Sebagian besar pasukan utara terdiri dari pasukan kavaleri, yang berarti mereka bukan hanya perlu makanan untuk bertahan hidup, tetapi kuda-kuda mereka juga demikian. Itu artinya, kebutuhan logistik pasukan utara jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan pasukan mereka.Setelah menyadari hal ini, Wira menatap Adjie dan tersenyum. "Aku mengerti. Jadi, maksudmu adalah menghancurkan persediaan pangan mereka agar mereka sendiri yang jatuh dalam kekacauan?"Adjie tersenyum tipis, lalu berdiri di dekat

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3268

    Wakil jenderal itu mengangguk, lalu segera membawa pasukan untuk membersihkan medan perang. Setelah memastikan semuanya tertata rapi, Hayam pun bangkit dan berjalan pergi.....Di dalam kemah, Wira menatap orang-orang yang mulai kembali satu per satu. Dia menoleh sedikit ke arah wakil jenderalnya dan bertanya, "Kalian sudah mengabari Jenderal Hayam?"Wakil jenderal itu segera menjawab, "Sudah kami sampaikan, Tuan. Sepertinya beliau sedang dalam perjalanan kembali."Wira mengangguk pelan, lalu menatap orang-orang yang berdiri di hadapannya sambil berucap, "Laporkan kondisi pasukan kita. Seberapa besar kerugian yang kita alami? Berapa banyak pasukan yang masih bisa bertempur?"Mendengar pertanyaan itu, semua orang bertatapan. Kemudian, Adjie yang pertama kali berkata, "Aku dan Agha membawa total 10.000 pasukan. Sejauh ini, sekitar sepertiga pasukan terluka dan gugur."Tingkat kerugian ini masih bisa dianggap cukup baik. Bagaimanapun, korban jiwa di pasukan Joko mencapai sepertiga dan tot

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3267

    Zaki menatap mata-mata itu, lalu bertanya dengan suara rendah, "Jadi, sekarang bisa dipastikan bahwa Jenderal Joko dan pasukannya sudah mundur?"Mata-mata itu mengangguk pelan, lalu berkata lagi, "Bukan hanya Jenderal Joko, bahkan Jenderal Kahlil juga sedang mundur saat ini."Kahlil? Zaki tertegun sejenak. Dia langsung teringat pada orang itu, bawahan Joko sekaligus orang yang memiliki hubungan baik dengannya.Dalam sekejap, Zaki menyadari bahwa Kahlil datang untuk memberi bantuan. Namun, melihat keadaan saat ini, Zaki mengerutkan alisnya. Setelah berpikir beberapa saat, dia bertanya, "Tadi Jenderal Kahlil datang untuk membantu kita? Kenapa aku nggak melihat mereka bertempur?"Zaki tahu seperti apa kemampuan Kahlil. Dia naik pangkat dari prajurit biasa menjadi seorang jenderal kavaleri yang tangguh. Meskipun pangkatnya tidak terlalu tinggi, kecepatannya dalam bertempur tidak bisa diremehkan.Joko mengirim Kahlil untuk membantunya, yang membuktikan betapa besar kepercayaan Joko terhadap

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3266

    Arhan mengernyit mendengar kata-kata itu. Menurutnya, situasi ini memang agak merepotkan. Terlebih lagi dari sudut pandangnya saat ini, masalah ini tidak mudah untuk diatasi.Setelah beberapa saat, Arhan berucap, "Kalau dilihat sekarang, sepertinya mereka sedang menghadapi masalah, 'kan? Kita tunggu dan lihat saja dulu."Saat itu juga, dari kejauhan seorang mata-mata berlari mendekat. Begitu melihat mereka berdua, dia langsung menangkupkan tangan dan berkata, "Jenderal-jenderal, Tuan Wira telah memberi perintah dan membunyikan tanda untuk mundur, segera kembali!""Baik!" Mendengar perintah ini, Arhan dan Nafis tertegun sejenak. Dalam hati, mereka bertanya-tanya, kenapa harus mundur padahal pertempuran masih berlangsung dengan baik?Namun, mereka juga menyadari bahwa pasukan mereka telah mengalami banyak kerugian. Karena itulah, begitu Wira memberi perintah, keduanya tidak lagi bersikeras melanjutkan pertempuran.Setelah saling bertukar pandang, Arhan dan Nafis segera membawa pasukan me

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3265

    Saat ini, Arhan sedang memimpin pasukannya untuk bergabung dengan Nafis dan pasukan musuh yang jumlahnya kurang dari sepuluh ribu itu tepat berada di depan mereka. Pertempuran ini membuat kedua belah pihak mengalami kerugian besar dan pasukan musuh berada dalam situasi yang sangat sulit.Jenderal yang bertugas memimpin kavaleri bantuan dari pasukan utara, Jeremy, pun mengernyitkan alis dan berkata, "Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Kenapa pasukan ini begitu hebat? Jumlah mereka hanya tinggal delapan ribu orang, tapi mereka bisa membantai begitu banyak pasukan kita."Mendengar perkataan itu, wakil jenderal yang berdiri di samping Jeremy menganggukkan kepala dan berkata, "Jenderal, orang ini adalah Arhan, jenderal Pasukan Harimau di bawah komando Trenggi dari Kerajaan Nuala. Meskipun hanya memimpin tiga ribu Pasukan Harimau, dia ini tetap sosok yang sangat berpengaruh di Kerajaan Nuala."Jeremy menganggukkan kepala, lalu berkata dengan penuh semangat, "Sayang sekali. Kalau orang sepert

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3264

    Mendengar perkataan itu, para wakil jenderal lainnya langsung tertegun karena mereka merasa keputusan itu terlalu berlebihan.Beberapa saat kemudian, wakil jenderal yang memperhatikan situasi ini mengernyitkan alis dan berkata, "Jenderal, bagaimana kita menjelaskannya pada Tuan?"Joko mengernyitkan alis dan perlahan-lahan berkata, "Saat kita kembali, aku sendiri yang akan meminta maaf pada Tuan. Tapi, sekarang kita benar-benar harus mundur. Kalau terus bertempur, kita benar-benar akan musnah. Kita harus menyelamatkan pasukan yang tersisa. Cepat kirim mata-mata ke sana."Para wakil jenderal mengernyitkan alis dan hanya segera bisa mengatur perintah Joko.Setelah mengatur semuanya, Joko menoleh dan menatap mata-mata di sampingnya.Mata-mata yang tadinya hendak mundur itu pun langsung menundukkan kepala karena mengira Joko ingin membunuhnya untuk melampiaskan amarahnya.Namun, Joko malah menatap mata-mata itu dan berkata, "Segera kirim pesan pada Tuan bilang sepertiga pasukanku sudah gugu

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3263

    Mendengar perkataan Wira, kavaleri yang berada di barisan belakang merasa sangat bersemangat karena mereka merasa ini adalah kemenangan besar.Melihat Wira berhasil membantai delapan ribu kavaleri musuh hanya dengan dua ribu kavaleri, Adjie, Agha, dan yang lainnya langsung bersorak dengan lantang.Melihat pemandangan itu, ekspresi Joko menjadi sangat muram. Dia sama sekali tidak menyangka delapan ribu kavaleri sudah habis dimusnahkan musuh hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Dia hanya bisa menutup matanya dan berpikir kali ini semuanya benar-benar sudah berakhir. Melihat pasukan di barisan depan sudah kehilangan semangat tempur, dia berteriak, "Mundur!"Joko merasa satu-satunya pilihan mereka sekarang hanya mundur. Jika tetap bertahan, mereka benar-benar akan musnah.Tepat pada saat itu, seorang kavaleri di barisan depan bergegas mendekati Joko. Sebelum kudanya berhenti sepenuhnya, dia langsung melompat turun dan berlutut di depan Joko sambil memberi hormat. "Jenderal, ada surat da

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status