Akhirnya pintu kamar pasangan itu pun terbuka dan Haidar disambut dengan wajah kesal Aidan serta Ghadi. Dua pria itu menatap judes ke Haidar yang hanya mengusap tengkuknya dengan wajah tidak enak. "Sorry but not so sorry," senyum Haidar membuat Aidan menggelengkan kepalanya. "Saudara perempuan aku habis kena tembak! Malah diajak ngadon! Suami macam apa kau!" amuk Aidan. "Leona juga mau kok.." Ghadi memilih masuk dan melihat rambut Leona masih agak basah. Cucu Gasendra itu hanya menatap dingin ke arah Leona. "Bisa nggak sih kalian tahan diri dulu? Itu dada masih diperban, Leona! Kamu juga Haidar! Ingat, istri kamu habis kena tembak!" omel Ghadi. "Demi keponakan, Ghadi," jawab Leona santai. Ghadi menyipitkan matanya. "Tunggu sampai kamu pulih dulu!" "Lho bercinta itu obat sembuh..." eyel Leona. "Toh aku berbuatnya dengan suamiku. Tidak ada larangan kan?" Dua saudara sepupunya memilih tidak mau memperpanjang masalah bercinta pasangan suami istri itu karena memang tidak ada laran
Haidar memutuskan untuk berbicara empat mata dengan ayahnya karena bagaimana pun ini masalah yang sangat pelik dan menyangkut rakyat Jordania. Haidar tidak mau terjadi kepanikan masal hingga mempengaruhi perekonomian negaranya. Jordania memang tidak sekaya Qatar atau UAE atau Arab Saudi tapi para rakyatnya hidup sejahtera. Sebelum Fatimah meninggal, Ukail adalah raja yang bijaksana dan adil. Kematian istrinya lah yang membuat Ukail seperti kehilangan arah dan Haidar lah yang menjalankan pemerintahan selama ini bersama Gaston dan jendral Angkatan Bersenjata. Pria tampan itu pun berjalan menuju ruang perpustakaan dimana ayahnya lebih suka merenung disana jika ada masalah. Tebakannya benar karena Haidar menemukan ayahnya sedang duduk di depan jendela dengan tatapan kosong meskipun ada buku yang dibukanya tapi hanya berada diatas pangkuannya. Ukail melihat putranya mendatangi dirinya yang sedang melamun, tersenyum saat Haidar duduk di sebelahnya. "Bagaimana Leona? Sama siapa dia s
Leona bergerak diatas tubuh Haidar yang memegang pinggang rampingnya. Leona harus menggigit bibir bawahnya karena dia tidak mau suara erangan nikmatnya terdengar para pengawal di luar. Haidar memajukan wajahnya dan mengisap serta memainkan dada istrinya membuat Leona semakin menggelinjang sementara Haidar terus menggerakkan pinggulnya. "Oh sayang ... Oh ..." desah Leona berusaha tidak berteriak sambil memejamkan matanya saat kilmaks itu datang. Haidar tersenyum saat tahu istrinya sudah mendapatkan orgasmenya yang pertama. Pria itu lalu membalikkan tubuh istrinya dan permainan inilah yang disukai Leona. Dia merasa milik Haidar memenuhi dalam tubuhnya dan itu membuatnya gila penuh nikmat. Haidar bergerak maju mundur. membuat Leona harus menggigit bantal sofa saat kenikmatan yang sekian kali datang hingga akhirnya keduanya mendapatkan klimaks bersamaan. Leona ambruk diatas sofa sedangkan Haidar perlahan menciumi punggung istrinya yang lembab oleh keringat. "Apakah bekas jahitannya t
Leona merebahkan tubuhnya yang lelah akibat percintaan brutal mereka semalam. Leona baru sadar bahwa dirinya memiliki sisi liar juga dalam berhubungan intim yang kebetulan memiliki suami juga sama passionate dengannya. Leona memang belum pernah melakukan hubungan seks dengan pria manapun sebelum menikah karena baginya, kerugian akan diterimanya jika dia hidup bebas sana sini. Keluarga besarnya sangat menekankan aturan ketat bagi mereka semua dari generasi pertama. Mungkin bagi sebagian besar orang, ajaran ini dianggap kuno atau ketinggalan jaman, apalagi dengan prinsip your body is your own choice. Iya betul, your body is your choice mau ngapain saja tapi jika kamu sudah hamil di luar nikah, prianya tidak mau bertanggung jawab, belum nasab si anak menjadi susah dalam aturan syariat Islam, siapa yang rugi? Tak heran meskipun saudara-saudara Leona yang pria sekalipun tetap mengikuti peraturan karena mereka tidak mau merusak anak gadis seseorang. Leona tahu mereka semua gentleman, sa
Pasukan khusus buatan Haidar dan Jendral Angkatan Bersenjata itu mulai bergerak dalam senyap membuat orang-orang yang dicurigai itu ditangkap satu persatu dan dibawa ke penjara dengan keamanan maksimum. Haidar menunggu sampai semuanya tertangkap dan sementara itu, para iparnya kembali ke negara masing-masing karena melihat pangeran itu bisa mengatasi masalah internal negaranya tanpa harus ada kekerasan dalam prose penangkapan para orang-orang yang dicurigai sebagai sleeper Cell yang akan membuat kudeta dan perang di Jordania. Haidar berada di ruang kerjanya bersama dengan Gaston dan Leona sambil menerima laporan dari para tentara pilihannya. Ayah Haidar, Ukail, sedang menghadiri pertemuan para Emir di Oman dan mereka merasa aman karena Oman adalah negara kekuasaan Eren dan Aidan Al Sharif sehingga untuk masuk kesana pun harus berpikir dua kali. "Sudah seratus lima puluh orang yang ditangkap?" tanya Haidar ke Kapten Umar, pemimpin silent movement melalui panggilan video. "Benar tu
Gaston menjemput Sora Chen, putra Triad Hongkong Jonathan Chen dan Raihanun Park yang datang menggunaka pesawat pribadi milik keluarga Park. Jonathan dan Raihanun punya dua pesawat pribadi milik keluarga Chen dan Park. Sora lebih suka memakai Gulfstream milik keluarga Park karena sering tidak berebutan pakai dengan ayahnya. "Welcome to Amman, Mr Chen," sapa Gaston sopan. "Terima kasih Gaston. Bagaimana sepupu aku?" tanya Sora sambil bersalaman dengan tangan kanan Haidar itu. "Mereka baik-baik saja Sir. Alhamdulillah tidak ada kerusuhan sebulan ini. Semoga saja tetap seperti sekarang," jawab Gaston. Mereka pun menunggu koper Sora turun dan pria itu mengambil koper khusus dilengkapi pendingin macam koper obat. "Itu barangnya?" tanya Gaston. "Yes. Jika bisa meminimalisir korban jiwa, kenapa tidak?" senyum Sora. Pria Asia dengan wajah dingin itu pun masuk ke dalam Range Rover anti peluru bersama Gaston setelah menyelesaikan semua urusan imigrasi dan menuju istana Abdulla
Menjelang jam sebelas malam, Haidar dan Sora mengobrol di ruang tengah sementara Leona tidur diatas paha suaminya. Sora menatap sayang ke saudara sepupunya yang memang dikenal periang dan ramai orangnya. "Bahagia dengan pernikahan kamu?" tanya Sora sambil menyesap kopinya. "Hhmmm... ini kopinya enak banget! Di Tokyo dan Hongkong, aku tidak menemukan kopi seperti ini." "Jenis kopinya yang berbeda, Sora. Jika kamu lama disini, aku akan mengajak kamu minum kopi khas Yordania, kopi pasir Turki." "Apa bedanya dengan kopi Turki?" "Di Yordania, kita memakai pasir untuk tetap membuatnya hangat. Pasir itu tetap dipanaskan dan cezve (cangkir kopi khas Timur Tengah) diletakan diatas pasir panas dengan kedalaman mau seberapa," terang Haidar. "Kamu dan Leona? Bahagia?" "Alhamdulillah... Dia satu-satunya wanitaku," jawab Haidar sambil mengelus rambut coklat istrinya. "Oom Rauf?" "Marah khas ayah dan aku paham kenapa ... Leona adalah little princess nya dan sampai dia terluka ditambah aku t
Para tentara yang datang dari Amman segera menemui Kapten Umar di markas militer mereka sembari memberikan petunjuk dari Sora Chen. Kapten itu tersenyum senang karena rencana Pangeran Haidar untuk mendapatkan semua informasi tanpa harus dengan cara kekerasan, akhirnya bisa terlaksana. "Kalian mengambil random sepuluh orang disana dan mulai berikan serum kejujuran karena aku ingin tahu, apa yang direncanakan pihak Sheikh Pahlevi!" perintah Kapten Umar. "Baik Kapten." "Tidak sekarang. Ini sudah jam dua malam. Kita beristirahat sejenak dan semua akan kita mulai pada pukul enam pagi! Six zero zero on sharp!" "Baik Kapten!" Kapten Umar melihat dua koper yang dibawa dari Hongkong dan hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tidak menyangka jika princess Leona memiliki keluarga yang mengerikan. Ini baru Triad padahal yang aku tahu ayahnya masih ada hubungan saudara dengan negara timur tengah, negara eropa, Mafioso dan Yakuza Jepang tapi sekarang Triad Hongkong? - Batin Kapt