Sementara itu di kerajaan Khayangan raja Watu Ireng di temani permaisuri Kartika Dewi sedang melihat putra mahkota Pangeran Super. Pangeran Super sedang berlatih ilmu pedang. Saat ini usia pangeran super baru berumur tiga tahun. Pangeran Super sangat giat belajar tanpa mengenal lelah, tampak raja Watu Ireng bangga melihat perkembangan putra nya. Dengan senyum puas serta rasa gembira di hatinya melihat putra nya yang tampak lucu, tegas dan tidak ada belas kasih.
"Putraku, sungguh kau anak yang berbakat". Raja Watu Ireng memuji Pangeran Super.
"Trang!!!, Trangg!!!". Terdengar suara pedang beradu.
Pangeran Super asik bermain pedang, tampak cuek terhadap kehadiran ayahandanya. Sudah menjadi tabiat Pangeran Super arogan dan egois.
Namun Raja Watu Ireng Tidak Mempermasalahkannya, justru dia bangga, Jika orang ingin menjadi besar tidak boleh ada rasa kasihan di hatinya. Kira - kira seperti itulah dia mendidik putra nya Pangeran Super.
Para pelayan banyak yang kena hukuman. Jika sang pangeran sedang tidak enak hati atau pun ada pelayan yang melakukan kesalahan. Tak jarang ada yang kena cambuk sampai pingsan atau pun satu hari penuh tidak boleh makan.
Sudah Menjadi rahasia umum di kerajaan Khayangan.
Meski pun baru berumur tiga tahun namun pangeran Super telah di siapkan untuk menjadi raja pengganti Watu Ireng kelak di kemudian hari.
Pangeran Super di didik langsung oleh Ki Ageng Selo salah satu orang kepercayaan Raja Watu Ireng. Ki Ageng Selo memiliki tenaga dalam dan ilmu kebatinan yang sangat tinggi. Selain itu Ki Ageng Selo juga ahli dalam jurus pedang, memanah dan berkuda.
Setiap hari pangeran super belajar dengan disiplin mengenai jurus-jurus yang diajarkan oleh Ki Ageng Selo.
Setelah puas melihat putranya berlatih, raja Watu Ireng ditemani permaisuri berjalan menuju istana Krosok. Sebuah bangunan besar dan megah yang di tengahnya terdapat singgasana raja.
Tempat itu adalah ruang aula yang sangat besar tempat sang raja mengumpulkan para pejabat kerajaan.
Tampak seluruh pejabat negara khayangan dan juga para dukun ahli nujum di seluruh penjuru negeri di kumpulkan. Untuk mengungkapkan rahasia mimpi yang di alami raja Watu Ireng . Mimpi itu terjadi selama beberapa malam berturut - turut dengan mimpi yang hampir sama.
"Yang mulia tiba". Seru pengawal kerajaan penjaga istana Krosok .
Tampak seluruh pejabat dan para dukun bersujud memberi hormat, "Salam sejahtera untuk yang mulia, kelanggengan dan kejayaan akan selalu bersama paduka raja". Seru mereka serempak.
Tampak hadir di ruangan itu Patih Lugender, perdana menteri Songgo Jagat, panglima perang Bolo Dewo, Senopati Kelabang Ijo dan para perwira kerajaan lain nya.
"Duduklah kalian semua" perintah raja Watu Ireng.
Serempak semua yang hadir bangkit dari sujud nya dan duduk dengan kepala menunduk sebagai tanda penghormatan kepada sang raja.
"Aku mengumpulkan kalian hari ini, untuk menyingkap arti mimpi yang aku alami beberapa malam terakhir" kata raja Watu Ireng.
"Mimpi itu sangat membuat hati ku resah dan marah" lanjut Watu Ireng.
"Perdana menteri apa menurut mu arti dari mimpi ku tersebut, pada malam itu aku bermimpi bulan bersinar sangat terang bahkan lebih indah dari biasa nya. Namun tiba - tiba bulan itu seperti hidup dan berubah sangat menakutkan. Bulan itu kemudian menyedot semua yang aku miliki, bahkan seluruh negeri di wilayah kekuasaan ku tersedot habis lenyap tanpa bekas" raja Watu Ireng mengajukan pertanyaan.
Seketika ruangan yang tadinya hening menjadi kasak kusuk mereka mencoba untuk menerka - nerka apa arti mimpi sang raja. Meski pun ada beberapa orang yang memahami arti mimpi itu namun mereka semua ketakutan untuk mengatakan yang sebenarnya kepada sang raja. Mereka sangat memahami raja Watu Ireng sangat kejam siapa pun yang berani menyinggung nya akan dia penggal leher nya. Semua orang tidak ada yang berani membuat marah karena akibatnya akan sangat fatal.
"Ampun tuan ku yang agung, mimpi tuanku hanya sekedar kembang tidur jangan risaukan mimpi tersebut tuanku" Songgo Jagat menjawab dengan raut muka cemong ciri khas penjilat.
Raja Watu Ireng sangat tidak puas mendengar jawaban perdana menteri Songgo Jagat, lalu dia pun melemparkan pertanyaan kepada audiens lainya.
"Lalu bagai mana menurut mu panglima Bolo Dewo?" kata raja Watu Ireng sambil menatap tajam panglima perang nya.
"Yang mulia, pasukan perang kita adalah salah satu pasukan terbaik di jagat raya, bahkan kerajaan lain akan sangat takut berurusan dengan Prajurit kita. Tentulah benar apa yang di katakan perdana menteri Songgo Jagat bahwa mimpi paduka hanya lah kembang tidur" jawab Bolo Dewo dengan jilatan yang semakin licin.
Suasana hening tampak dari raut muka sang raja masih ada rasa penasaran yang sangat mendalam.
"Yang mulia, apakah anda mengalami mimpi yang lain, selain yang paduka sebutkan tadi" tiba - tiba terdengar suara dari salah satu ahli nujum yang hadir di ruangan itu.
Semua mata pun melihat ke arah suara tersebut. Tampak seorang kakek tua yang mengenakan ikat kepala hitam rambut nya berwarna putih mata nya menyorotkan warna merah yang menakutkan.
Jenggot nya keriting cuma beberapa helai macam mainan jenglot orang itu adalah Ki Ageng Kentir.
Ki Ageng Kentir sangat di segani di dunia sihir, kehebatan nya telah tersebar di seluruh pelosok negeri khayangan. Bahkan sampai ke negeri - negeri tetangga bisa di katakan ramalan yang dia sampaikan hampir tak pernah meleset.
Bahkan panglima perang Bolo Dewo selalu berkonsultasi kepada Ki Ageng Kentir setiap mau melakukan peperangan. Itu salah satu sebab Bolo Dewo tidak pernah kalah dalam setiap pertempuran.
"Benar!! aku bermimpi lagi setelah nya, malam itu aku mengadakan jamuan makan yang sangat mewah. Namun tiba - tiba ada petir menyambar yang sangat dahsyat. Petir itu membuat singgasana ku hancur berkeping - keping kemudian aku terbangun" jawab raja Watu Ireng.
"Kemudian mimpi ku yang terakhir, aku melihat api melahap habis seluruh bangunan istana ku tanpa sisa" raja Watu Ireng melanjutkan. Setelah menyampaikan kata - katanya pandangan sang raja menyapu ke seluruh ruangan, untuk meminta jawaban. Sebenar nya Ki Ageng Kentir sudah memahami bahwa takwil mimpi itu kurang baik, namun dia tidak mau gegabah. Salah - salah nyawa nya bisa melayang.
"Ampun baginda izin kan saya bermeditasi sebentar, untuk melihat apa arti mimpi baginda raja yang agung" Ki Ageng Kentir memohon.
" Baik lah, tapi jika kamu gagal mengartikan mimpi ku aku akan menggantung mu di alun - alun " seru Watu Ireng dengan tatapan mata yang sangat kejam.
"Ba... ba baik yang mulia" Ki Ageng Kentir tergagap, walau pun bagaimana ada rasa ketakutan yang sangat luar biasa bergemuruh dalam hati nya. Bukan karena takut tidak bisa menebak arti mimpi Watu Ireng tapi Ki Ageng Kentir memahami raja Watu Ireng hanya mau mendengar apa yang dia senangi. Dan jika mimpi itu tidak sesuai dengan keinginan Watu Ireng maka nyawa nya bisa melayang sia - sia.
Setelah mengatakan itu Ki Ageng Kentir kemudian membakar dupa asap mengepul menyelimuti seluruh ruangan itu di sertai bau harum semerbab, dia pun mulai duduk bersila memejamkan mata dan merapal mantra yang tidak begitu jelas, suasana ruangan itu pun menjadi hening dan senyap semua mata menatap ke arah Ki Ageng Kentir, mereka menunggu dengan was - was apa tafsir mimpi raja Watu Ireng.
Tubuh Ki Ageng Kentir bergetar wajah nya tampak memerah, keringat dingin membasahi seluruh badan nya perlahan - lahan dia mulai membuka matanya.
"Apa yang kau lihat dalam meditasi mu" tanya raja Watu Ireng tidak sabar.
"Hamba mohon ampun baginda yang agung, akan lahir bayi laki - laki yang akan menghancurkan kekuasaan baginda" terdengar suara Ki Ageng Kentir bergetar ketakutan.
"Braakk" raja Watu Ireng menggebrak meja di hadapan nya hingga patah.
"Apa !!! keparat!! berani sekali kamu mengatakan itu, prajurit seret orang ini ke alun - alun dan gantung dia di hadapan rakyat" raja Watu Ireng berteriak marah.
"Ampun baginda, hamba hanya menyampaikan apa yang hamba lihat ketika bersemedi" jawab Ki Ageng Kentir ketakutan.
"Baginda yang agung, ada baik nya kita dengar penjelasan ki agen kentir secara gamblang dulu sebelum yang mulia menjatuhkan hukuman" Patih Lugender berkata dengan ketakutan
"Benar yang mulia, selama ini tebakan Ki Ageng Kentir tidak pernah salah" kata panglima Bolo Dewo menimpali
"Yang mulia, Ki Ageng Kentir sudah banyak berjasa untuk kerajaan khayangan" sela perdana menteri Songgo Jagat.
Tampak ada raut kemarahan dan kegundahan dalam hati Watu Ireng, dia percaya apa yang di katakan oleh Ki Ageng Kentir adalah benar, namun di sisi lain dia tidak menyukai nya.
"Ki Ageng Kentir, apakah ada cara untuk mengatasi supaya mimpi itu tidak menjadi kenyataan dan bagaimana caranya menyelamatkan kerajaan khayangan" tiba - tiba permaisuri kartika putri berkata.
"Ampun tuan permaisuri, satu - satu nya cara adalah membunuh bayi itu sebelum lahir" kata Ki Ageng Kentir menjawab, nampak ada sedikit rasa lega di wajah Watu Ireng mendengar perkataan Ki Ageng Kentir.
"Anak itu masih dalam kandungan, dan orang tuan nya ada di sebuah desa letak nya jauh di sebelah barat dari kerajaan khayangan, desa itu tidak jauh dari sebuah gunung" kata Ki Ageng Kentir melanjutkan.
"Anak itu akan lahir pada tengah malam tanggal satu suro, baginda tidak boleh terlambat" lanjut Ki Ageng Kentir.
"Kelabang Ijo bawa sepuluh ribu prajurit sisir seluruh desa, bunuh setiap wanita hamil yang kalian temui" perintah raja Watu Ireng.
"Baik baginda, Kelabang Ijo patuh dan taat pada perintah paduka" kata Kelabang Ijo seraya bersujud memberi penghormatan sebelum mundur dan meninggalkan istana Krosok.
"Panglima Bolo Dewo, aku perintahkan kau untuk membawa seribu pasukan khusus kearah barat, aku mau wanita itu di tangkap hidup - hidup, biarkan bayi itu lahir di kerajaan khayangan, aku akan menjadikan tumbal untuk penguasa kegelapan supaya kekuatan ku semakin meningkat" Watu Ireng memberi perintah
"Bolo Dewo siap menjalankan perintah baginda yang agung" jawab Bolo Dewo seraya bersujud memberi penghormatan dan meninggalkan tempat itu.
"Untuk Ki Ageng Kentir, aku mengampuni mu saat ini, tetapi ingat !!! jika tafsir mimpi yang kau sampaikan meleset aku sendiri yang akan memenggal kepalamu" kata Watu Ireng dengan tegas dan kejam.
"Baginda yang agung sungguh mulia, terima kasih telah mengampuni hamba" jawab Ki Ageng Kentir.
"Baginda yang agung, sebagai bakti hamba kepada yang mulia, izin kan saya menyusul panglima Bolo Dewo untuk bergabung membantu menangkap wanita tersebut dan menyerahkan kepada yang mulia" kata Ki Ageng Kentir mengajukan diri.
"Baiklah, karena kau yang megetahui di mana letak desa tersebut aku izinkan kau pergi menyusul panglima Bolo Dewo" raja Watu Ireng berkata.
"Terima kasih yang mulia, yang mulia sungguh murah hati" kata Ki Ageng Kentir seraya bersujud memberi penghormatan dan pergi menyusul panglima Bolo Dewo.
“Baiklah untuk selanjut nya aku mau tau mengenai upeti dari kerajaan – kerajaan yang telah berhasil aku taklukan. Patih Lugender bias kah kau memberi laporan?” Raja Watu Ireng melempar pertanyaan kepada patih Lugender.
Setiap tahun nya negeri – negeri di bawah naungan kerajaan Khayangan selalu mengirim upeti. Biasanya mereka kirim setiap tanggal 20 bulan Suro.
Raja Watu ireng akan bersemedi selama kurang lebih dua minggu akan di mulai dari tanggal satu suro sampai tanggal empat belas Suro.
Kemudian di tanggal lima belas dia akan melakukan ritual sesembahan korban untuk menaikan kekuatanya.
“Kerajaan Negeri Dewa Akan mengirimkan Upeti. Tepat tanggal delapan belas Suro paduka”. Patih Lugender Menyampaikan laporan.
“Bagaimana Dengan kerajaan Medang Kemulan?” Lanjut Raja Watu Ireng.
“Kerajaan Mendang Kemulan, mereka akan mengirimkan upeti. Tapi tidak sebanyak tahun lalu Paduka. Mereka sedang di landa masalah Tuan ku. Dilanda Perang dengan kerajaan Papan Pasundan” Jawab Patih Lugender.
“Apakah Kerajaan Indralaya ikut campur? Tanya Raja Watu Ireng.
“Benar Yang Mulia. Mereka telah menempatkan pasukan milter mereka di kerajaan Papan Pasundan. Jawab Patih Lugender
“Kurang Ajar, Aku akan segera mengirimkan utusan ke Indralaya, Indralaya Harus kita tundukan” Teriak Raja Watu Ireng
“Patih Lugender kirim Pasukan untuk membantu Medang Kemulan” Perintah Raja Watu Ireng.
“Sendiko Dawuh Paduka” Jawab Patih Lugender.
Singkat cerita Raja Watu Ireng telah mengirimkan utusan ke Indralaya dan juga pasukan Ke Medang Kemulan.
Kilas Balik kerajaan Medang Kemulan dan Kerajaan Papan Pasundan.
Kerajaan Medang Kemulan dulunya adalah bagian wilayah dari kerajaan Papan Pasundan, Kerajaan Medang Kemulan di pimpin oleh Raja Basah dan kerajaan Papan Pasundan dipimpin Oleh Raja Kering, Mereka berdua adalah kakak dan adik namun tidak pernah akur, macam kucing sama tikus.
Raja Kering Ahli ilmu sastra, politik dan ekonomi sedangkan sang adik Raja Basah merupakan Komandan militer perang, ahli bela diri dan juga ahli setrategy pertempuran.
Sebelum raja Papan Pasundan meninggal yaitu Raja Putra Yasa, ayah dari Raja Basah dan Raja Kering.
Dia mengangkat putra tertua nya Raja Kering sebagai putra mahkota. Namun Raja Basah sebagai adik tidak terima. Raja Basah merasa hanya dia yang mampu mengelola kerajaan Papan Pasundan. Raja Basah sangat ambisius dan juga merupakan panglima perang yang hebat. Dan Raja kering lebih memilih belajar ilmu sastra dibandingkan ilmu olah kanuragan. Sehingga dalam hal militer Raja kering tidak ada apa- apanya jika di banding Raja Basah. Namun Raja Kering mendapat dukungan dari Ibu Suri dan para sesepuh kerajaan sehinga dialah yang naik menjadi raja.
Hal ini Membuat Raja Basah Marah dan pergi meninggalkan kerajaan Papan Pasundan. Dia tinggal di suatu wilayah bernama Medang kemulan.
Dia pergi membawa sebagian pasukan yang loyal kepada nya, ke wilayah medang kemulan. Dia mendirikan kerjaan kecil di wilayah itu. Raja Kering tak terima dengan sikap adik nya.
Dia pun mengirimkan pasukan untuk menumpas adik nya dan pengikut nya. Namun kekalahan demi kekalahan selalu dialami Raja Kering. Yang lebih tragis wilayah medang kemulan yang tadinya kecil, lambat laun menjadi kerajaan yang besar. Wilayah kerajaan Papan Pasundan semakin terkikis. Ini yang membuat Raja Kering memutuskan untuk menjalin aliansi dengan kerajaan Indralaya.
Dan Kerajaan Medang kemulan menjalin Aliansi dengan kerajaan Khayangan, sehingga persaingan blok barat dan blok timur pun terjadi.
Di desa Pelem Sengir malam itu Kaslan dan istri nya sedang bersiap - siap untuk pergi. Mereka harus meninggalkan desa itu. Mereka telah mendengar bahwa raja Khayangan telah mengerahkan bala tentara nya untuk mencari dan membunuh bayi - bayi yang akan lahir di tengah malam awal bulan suro."Dik Rukmini apakah keperluan mu sudah di siapkan semua?" Kaslan bertanya pada istrinya."Sudah kang, ayo kita berangkat" Rukmini segera menjawab.Mereka pun berjalan menyusuri jalan setapak di desa itu. Menuju ke arah gunung Manggir, gunung tersebut letak nya kurang lebih perjalanan dua hari dari desa Pelem Sengir.Selain terkenal angker gunung itu juga masih perawan alias tidak tersentuh tangan manusia. Banyak orang yang berusaha menaklukan gunung tersebut.Tetapi ke banyakan dari mereka di temukan telah menjadi mayat. Ada beberapa yang di temukan tersesat dan linglung seperti orang gila. Karena terkenal ke angkeran nya itulah para penduduk desa sekitar tidak ad
Di kerajaan Indralaya tampak raja Pak De Bowo dan iring - iringan pasukan kerajaan sedang berkeliling untuk menyapa rakyat nya.Ini adalah kegiatan rutin yang di lakukan raja Pak De Bowo setiap dua minggu sekali untuk melihat keadaan rakyat nya dan juga memberikan bantuan jika ada rakyat yang mengalami kesulitan.Hadir pula Hendrawan menteri yang mengurusi kesejahteraan rakyat. Raja Pak De Bowo memang di kenal sangat dekat dengan rakyat nya. Selain itu dia juga sangat memperhatikan kebutuhan mereka. Sehingga tidak heran kalau raja Indralaya tersebut sangat di cintai oleh rakyat nya.Rombongan itu dikawal oleh sekitar lima ratus prajurit pilihan yang di pimpin langsung oleh senopati Ala Udin. Senopati Ala Udin orang yang sangat cekatan bebrapa kali berhasil menumpas padepokan yang tidak mau tunduk kepada kerajaan. Selain itu dia juga orang yang setia dan loyal kepada raja Pak De Bowo. Sehingga tidak heran kalau raja pak de bowo memberi kepercayaan untuk mengawal
Sementara itu Kelabang Ijo dan sepuluh ribu prajurit prajurit negeri khayangan menyisir hampir seluruh desa yang berada di wilayah kekuasaan negeri Khayangan. Tiga hari sepuluh ribu prajurit itu di bagi menjadi team - team yang kecil. Dan hari ini adalah hari terakhir mereka berkumpul semua di wilayah kota Zuri.Zuri adalah salah satu kota terbesar di negeri Khayangan. Kota itu adalah pusat perdagangan dan bisnis juga merupakan salah satu pusat pertahanan kota. Desain kota itu sangat strategis terdapat benteng yang di jadikan untuk menahan serangan musuh dari luar. Selain itu disana juga ada pelabuhan yang di jadikan jalur transfortasi serta perdagangan antar kerajaan. Bisa di katakan kota Zuri adalah salah satu kota vital di kerajaan Khayangan.Para prajurit itu mengumpulkan banyak tahanan dari daerah - daerah lain di sekitar nya.Mereka membunuh seluruh wanita hamil yang diperkirakan akan lahir di bulan suro. Raungan dan jeritan tangis warga yang kerabatnya me
ementara di pinggir dusun terpencil. Di siang hari menjelang sore di bawah lereng gunung Manggir.Tampak dua sosok manusia sedang berjalan ter tatih - tatih karena ke lelahan. Dua sosok itu adalah Kaslan dan istrinya.Setelah berjalan dua hari dua malam mereka akhir nya sampai di bawah gunung Manggir.Jika di tempuh orang normal perjalanan dari desa Pelem Sengir ke gunung Manggir bisa di tempuh hanya satu hari satu malam.Dengan kondisi hamil tua ini menambah berat langkah Rukmini, mereka harus sering kali beristirahat. Namun dengan sabar dan penuh kasih sayang Kaslan membantu memapah istrinya."Kang! kita istirahat dulu". Dengan raut muka memelas Rukmini berkata lirih hampir tak terdengar, sungguh lelah yang luar biasa dia rasakan."Di depan ada sungai kita istirahat di sana". Dengan tatapan penuh rasa kasihan terdengar suara kaslan bergetar.Sesungguhnya dia tidak tega melihat penderitaan istri nya, tapi ini harus mereka lakukan dem
Tepat ketika malam itu memasuki tengah malam.Lintang kemukus bersinar terang dan sejajar dengan bumi jagat raya.Aura mistis di puncak gunung Manggir semakin terasa. Seperti ada pertempuran antara dua kekuatan yang sangat hebat dan menakutkan.Pertempuran antara kekuatan kegelapan dan kekuatan kebaikan.Semua daun dan pepohonan layu dan mengering seperti tersedot sari pati nya.Di saat Rukmini dan Kaslan belum pulih dari keheranan nya namun tiba - tiba bumi bergetar dan kilat petir menyambar sungguh sangat mengerikan.Rukmini menahan rasa sakit yang luar biasa."Sakit kang" ucap Rukmini kepada suaminya,.Kaslan menyadari kelahiran putra nya akan segera tiba."Sabar dek Mini tahan sakit nya kamu harus kuat, sebentar lagi bayi kita lahir."Glarrrr!!!!". Kembali suara guntur membelah bumi di sertai kilatan cahaya di langit.Dari langit muncul cahaya yang semakin lama semakin membesar.Cahaya itu menera
Sementara itu di kerajaan Papan Pasundan tampak Raja Kering mengumpulkan Panglima Pati Geni, Permaisuri Triana Putri, Patih Ganden, Senopati Gandos, dan Para pejabat tinggi kerajaan lain nya. Raja Kering postur tubuhnya sangat kurus, berbeda dengan adiknya Raja Basah, yang menguasai wilayah kerajaan Medang Kemulan. Tampak hadir juga di situ perwakilan dari kerajaan Indralaya Panglima Bang Jago. Kerajaan Indralaya menempatkan pasukannya di Kerajaan Papan Pasundan untuk membantu membendung serangan dari kerajaan Medang Kemulan. Pasukan pengamanan dari Indralaya dipimpin langsung oleh Panglima Bang Jago. Panglima Bang Jago sering dikirim oleh Raja Pak De Bowo untuk misi kemanusiaan dan misi pengamanan terhadap negara - negara sekutu yang menjalin aliansi dengan kerajaan Indralaya. "Patih Ganden, apa pendapatmu mengenai desa Tapelan dan desa Pelem Sengir?" Raja Kering Membuka pembicaraan dengan melempar pertanyaan kepada Patih Ganden. "Tuan ku, desa itu letaknya sangat terpencil bahkan
Singkat cerita para tahanan dari desa Pelem Sengir dan Tapelan telah di bebas kan dan di bawa kembali ke desa mereka. Dan pasukan negeri Khayangan yang tersisa telah di tangkap dan juga di bawa ke desa Tapelan. Sementara perwira Ora Kolu lari jauh ketengah hutan. Pikiranya dipenuhi dengan kepanikan untuk mencari selamat. Tampak oleh nya ada sebuah goa ditengah hutan belantara. Dia masuk hendak bersembunyi di dalam nya. Goa itu tampak unik. Banyak lobang diatas nya. Sehingga pohon - pohon jati yang tumbuh diatas nya dapat terlihat dari dalam goa. Banyak batu - batu runcing yang tercipta dari tetesan air di atas goa atau biasa disebut stalaktit. Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa indah. Goa Crawang, Begitulah penduduk setempat menyebut nya. Semakin kedalam Goa itu semakin luas dan unik. Perwira Ora Kolu semakin masuk kedalam. Namun dia sangat terkejut ketika melihat ada sekitar dua ratus orang di dalam goa tersebut. Mereka bersenjata lengkap dan tampangnya sangat berandalan. Muka
Sugeng terbangun, betapa terkejut nya dia, tidak tampak pondok rumah milik Ki Ageng Tirta dan Nyai Sekar Taji. Yang ada adalah sungai kecil yang mengalir jernih seperti yang disampaikan Ki Ageng Tirta kemarin."Ki Ageng Tirta!!! Nyai Sekar Taji!!!!" Sugeng berteriak keras memanggil nama mereka, Namun kesunyian yang dia dapat kan. Mendadak Sugeng tergiang Suara Ki Ageng Tirta, jika dia ingin keluar dari tempat ini. Dia harus mengikuti aliran sungai menuju arah matahari terbit. Sugeng segera beranjak pergi dari tempat itu, jalan yang berkelok dan penuh rimbun semak belukar membuat perjalanan nya agak terhambat. Ketika hari menjelang malam aliran sungai itu masuk kedalam tebing, Sugeng tercengang tebing tinggi menjulang di hadapan nya.Kegundahan kembali merayap dalam hati kecil sugeng, dia teringat terakhir kali mencoba menaiki tebing untuk bisa naik keatas, namun semua sia - sia. Bahkan dia jatuh pingsan dan bermimpi bertemu dengan Ki Ageng Tirta Dan Nyai sekar taji dan ketika terbangu
Dengan petunjuk KI Ageng Malentho, Kaslan mulai melangkah kan kaki nya kearah yang di tunjuk oleh guru nya. Semangat nya kembali muncul demi melihat anak nya tumbuh dewasa dan menjadi tiang penegak kebenaran. Setelah lelah berjalan Kaslan telah sampai pada tebing yang curam tepat di ujung tebing itu terdapat air terjun yang sangat besar dan pemandangan yang sangat luar biasa indah. Kaslan berdiri di pinggir tebing dilihat nya air yang terjun dengan deras kebawah, samar - samar terlihat danau yang sangat luas dibawah tebing itu. Kaslan mematung, dia menyatukan pikiran alam bawah sadarnya kemudian mulai gerakan untuk mempraktekan jurus - jurus sepasang dewa pedang yang diwariskan guru nya. Gerakan - gerakan sangat dinamis. Aneh nya air di terjun itu seperti terpengaruh setiap Kaslan membuat gerakan. Air terjun itu gergerak kekiri dan ke kanan, kemudian membuat gelombang yang sangat besar. Pusaran palung terbentuk di danau tepat air terjun itu jatuh. Air seperti berputar membuat lobang s
Sugeng terbangun, betapa terkejut nya dia, tidak tampak pondok rumah milik Ki Ageng Tirta dan Nyai Sekar Taji. Yang ada adalah sungai kecil yang mengalir jernih seperti yang disampaikan Ki Ageng Tirta kemarin."Ki Ageng Tirta!!! Nyai Sekar Taji!!!!" Sugeng berteriak keras memanggil nama mereka, Namun kesunyian yang dia dapat kan. Mendadak Sugeng tergiang Suara Ki Ageng Tirta, jika dia ingin keluar dari tempat ini. Dia harus mengikuti aliran sungai menuju arah matahari terbit. Sugeng segera beranjak pergi dari tempat itu, jalan yang berkelok dan penuh rimbun semak belukar membuat perjalanan nya agak terhambat. Ketika hari menjelang malam aliran sungai itu masuk kedalam tebing, Sugeng tercengang tebing tinggi menjulang di hadapan nya.Kegundahan kembali merayap dalam hati kecil sugeng, dia teringat terakhir kali mencoba menaiki tebing untuk bisa naik keatas, namun semua sia - sia. Bahkan dia jatuh pingsan dan bermimpi bertemu dengan Ki Ageng Tirta Dan Nyai sekar taji dan ketika terbangu
Singkat cerita para tahanan dari desa Pelem Sengir dan Tapelan telah di bebas kan dan di bawa kembali ke desa mereka. Dan pasukan negeri Khayangan yang tersisa telah di tangkap dan juga di bawa ke desa Tapelan. Sementara perwira Ora Kolu lari jauh ketengah hutan. Pikiranya dipenuhi dengan kepanikan untuk mencari selamat. Tampak oleh nya ada sebuah goa ditengah hutan belantara. Dia masuk hendak bersembunyi di dalam nya. Goa itu tampak unik. Banyak lobang diatas nya. Sehingga pohon - pohon jati yang tumbuh diatas nya dapat terlihat dari dalam goa. Banyak batu - batu runcing yang tercipta dari tetesan air di atas goa atau biasa disebut stalaktit. Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa indah. Goa Crawang, Begitulah penduduk setempat menyebut nya. Semakin kedalam Goa itu semakin luas dan unik. Perwira Ora Kolu semakin masuk kedalam. Namun dia sangat terkejut ketika melihat ada sekitar dua ratus orang di dalam goa tersebut. Mereka bersenjata lengkap dan tampangnya sangat berandalan. Muka
Sementara itu di kerajaan Papan Pasundan tampak Raja Kering mengumpulkan Panglima Pati Geni, Permaisuri Triana Putri, Patih Ganden, Senopati Gandos, dan Para pejabat tinggi kerajaan lain nya. Raja Kering postur tubuhnya sangat kurus, berbeda dengan adiknya Raja Basah, yang menguasai wilayah kerajaan Medang Kemulan. Tampak hadir juga di situ perwakilan dari kerajaan Indralaya Panglima Bang Jago. Kerajaan Indralaya menempatkan pasukannya di Kerajaan Papan Pasundan untuk membantu membendung serangan dari kerajaan Medang Kemulan. Pasukan pengamanan dari Indralaya dipimpin langsung oleh Panglima Bang Jago. Panglima Bang Jago sering dikirim oleh Raja Pak De Bowo untuk misi kemanusiaan dan misi pengamanan terhadap negara - negara sekutu yang menjalin aliansi dengan kerajaan Indralaya. "Patih Ganden, apa pendapatmu mengenai desa Tapelan dan desa Pelem Sengir?" Raja Kering Membuka pembicaraan dengan melempar pertanyaan kepada Patih Ganden. "Tuan ku, desa itu letaknya sangat terpencil bahkan
Tepat ketika malam itu memasuki tengah malam.Lintang kemukus bersinar terang dan sejajar dengan bumi jagat raya.Aura mistis di puncak gunung Manggir semakin terasa. Seperti ada pertempuran antara dua kekuatan yang sangat hebat dan menakutkan.Pertempuran antara kekuatan kegelapan dan kekuatan kebaikan.Semua daun dan pepohonan layu dan mengering seperti tersedot sari pati nya.Di saat Rukmini dan Kaslan belum pulih dari keheranan nya namun tiba - tiba bumi bergetar dan kilat petir menyambar sungguh sangat mengerikan.Rukmini menahan rasa sakit yang luar biasa."Sakit kang" ucap Rukmini kepada suaminya,.Kaslan menyadari kelahiran putra nya akan segera tiba."Sabar dek Mini tahan sakit nya kamu harus kuat, sebentar lagi bayi kita lahir."Glarrrr!!!!". Kembali suara guntur membelah bumi di sertai kilatan cahaya di langit.Dari langit muncul cahaya yang semakin lama semakin membesar.Cahaya itu menera
ementara di pinggir dusun terpencil. Di siang hari menjelang sore di bawah lereng gunung Manggir.Tampak dua sosok manusia sedang berjalan ter tatih - tatih karena ke lelahan. Dua sosok itu adalah Kaslan dan istrinya.Setelah berjalan dua hari dua malam mereka akhir nya sampai di bawah gunung Manggir.Jika di tempuh orang normal perjalanan dari desa Pelem Sengir ke gunung Manggir bisa di tempuh hanya satu hari satu malam.Dengan kondisi hamil tua ini menambah berat langkah Rukmini, mereka harus sering kali beristirahat. Namun dengan sabar dan penuh kasih sayang Kaslan membantu memapah istrinya."Kang! kita istirahat dulu". Dengan raut muka memelas Rukmini berkata lirih hampir tak terdengar, sungguh lelah yang luar biasa dia rasakan."Di depan ada sungai kita istirahat di sana". Dengan tatapan penuh rasa kasihan terdengar suara kaslan bergetar.Sesungguhnya dia tidak tega melihat penderitaan istri nya, tapi ini harus mereka lakukan dem
Sementara itu Kelabang Ijo dan sepuluh ribu prajurit prajurit negeri khayangan menyisir hampir seluruh desa yang berada di wilayah kekuasaan negeri Khayangan. Tiga hari sepuluh ribu prajurit itu di bagi menjadi team - team yang kecil. Dan hari ini adalah hari terakhir mereka berkumpul semua di wilayah kota Zuri.Zuri adalah salah satu kota terbesar di negeri Khayangan. Kota itu adalah pusat perdagangan dan bisnis juga merupakan salah satu pusat pertahanan kota. Desain kota itu sangat strategis terdapat benteng yang di jadikan untuk menahan serangan musuh dari luar. Selain itu disana juga ada pelabuhan yang di jadikan jalur transfortasi serta perdagangan antar kerajaan. Bisa di katakan kota Zuri adalah salah satu kota vital di kerajaan Khayangan.Para prajurit itu mengumpulkan banyak tahanan dari daerah - daerah lain di sekitar nya.Mereka membunuh seluruh wanita hamil yang diperkirakan akan lahir di bulan suro. Raungan dan jeritan tangis warga yang kerabatnya me
Di kerajaan Indralaya tampak raja Pak De Bowo dan iring - iringan pasukan kerajaan sedang berkeliling untuk menyapa rakyat nya.Ini adalah kegiatan rutin yang di lakukan raja Pak De Bowo setiap dua minggu sekali untuk melihat keadaan rakyat nya dan juga memberikan bantuan jika ada rakyat yang mengalami kesulitan.Hadir pula Hendrawan menteri yang mengurusi kesejahteraan rakyat. Raja Pak De Bowo memang di kenal sangat dekat dengan rakyat nya. Selain itu dia juga sangat memperhatikan kebutuhan mereka. Sehingga tidak heran kalau raja Indralaya tersebut sangat di cintai oleh rakyat nya.Rombongan itu dikawal oleh sekitar lima ratus prajurit pilihan yang di pimpin langsung oleh senopati Ala Udin. Senopati Ala Udin orang yang sangat cekatan bebrapa kali berhasil menumpas padepokan yang tidak mau tunduk kepada kerajaan. Selain itu dia juga orang yang setia dan loyal kepada raja Pak De Bowo. Sehingga tidak heran kalau raja pak de bowo memberi kepercayaan untuk mengawal
Di desa Pelem Sengir malam itu Kaslan dan istri nya sedang bersiap - siap untuk pergi. Mereka harus meninggalkan desa itu. Mereka telah mendengar bahwa raja Khayangan telah mengerahkan bala tentara nya untuk mencari dan membunuh bayi - bayi yang akan lahir di tengah malam awal bulan suro."Dik Rukmini apakah keperluan mu sudah di siapkan semua?" Kaslan bertanya pada istrinya."Sudah kang, ayo kita berangkat" Rukmini segera menjawab.Mereka pun berjalan menyusuri jalan setapak di desa itu. Menuju ke arah gunung Manggir, gunung tersebut letak nya kurang lebih perjalanan dua hari dari desa Pelem Sengir.Selain terkenal angker gunung itu juga masih perawan alias tidak tersentuh tangan manusia. Banyak orang yang berusaha menaklukan gunung tersebut.Tetapi ke banyakan dari mereka di temukan telah menjadi mayat. Ada beberapa yang di temukan tersesat dan linglung seperti orang gila. Karena terkenal ke angkeran nya itulah para penduduk desa sekitar tidak ad