Hidup sebagai seorang mahasiswi teladan yang tinggal di asrama universitas dan mendapatkan beasiswa penuh tidak membuat Crystal Gu menjadi gadis remaja yang membenci club malam maupun dunia malam seperti seorang kutu buku lainnya.
Selama ini Crystal harus berjuang melalui banyak hal karena masalah keluarga yang tidak pernah dia ceritakan pada siapun. Dan hal itu pada akhirnya membuat Crystal harus mencari dan memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dengan melakukan berbagai macam pekerjaan yang bisa membuatnya menghasilkan uang dengan cepat. “Gu Crystal!” kata seorang Wanita yang baru saja masuk dengan terburu-buru, “Apa sampai saat ini kamu masih memerlukan pekerjaan yang bisa menghasilkan banyak uang dalam waktu singkat?” tanyanya menatap Crystal serius “Tentu saja aku memerlukannya!” jawab Crystal tanpa melepaskan pandangannya dari layar komputer “Dan apa kamu yakin kalau kamu sama sekali tidak peduli dengan pekerjaan yang harus kamu lakukan?” tanya Victoria memastikan Crystal mendengarkan ucapannya “Hmm!” gumam Crystal yang masih tetap fokus pada layar di hadapannya karena dia masih sibuk dengan tugas yang harus segera dia serahkan sebelum akhir minggu ini berakhir "Meskipun itu adalah sebuah club malam?” tanyanya semakin ragu “Song Victoria!” tegas Crystal yang akhirnya menatap Victoria kesal, “Jika kamu memang ingin memberiku informasi mengenai pekerjaan ini, sebaiknya kamu segera mengatakannya!” sambungnya serius, “Tapi jika kamu tidak ingin mengatakannya, lebih baik kamu berhenti bicara dan biarkan aku menyelesaikan tugasku!” kesalnya kembali sibuk menatap layar komputer di hadapannya. Merasa apa yang Crystal katakan serius, Victoria memutar kursi yang Crystal duduki agar menatapnya beberapa saat, “Seorang kenalanku memberitahuku kalau club malam miliknya memerlukan seorang Wanita cantik yang mau menjadi pengantar minuman di ruang VIP miliknya!” kata Victoria dalam satu tarikan nafas dan dengan mata yang terpejam "Berapa upah yang akan aku dapatkan dalam sebulan?” tanya Crystal tak acuh karena selama ini dia memutuskan pekerjaan setelah mengetahui berapa banyak penghasilannya dalam sebulan “Sekitar 700 yuan…” “Aku tidak mau!” sela Crystal tegas “Dalam semalam di luar tips yang akan para tamu VIP berikan,” kata Victoria melanjutkan kalimatnya dengan cepat "Apa?” tanya Crystal memastikan pendengarannya tidak salah “Kamu hanya perlu bekerja di akhir pekan mulai dari jam 8 malam sampai jam 6 pagi, yang artinya dalam seminggu kamu akan bekerja selama 3 hari!" jelas Victoria yang membuat Crystal segera melakukan penghitungan di dalam kepalanya “Kapan aku bisa mulai bekerja?” senyum Crystal setelah memikirkan keuntungan yang akan dia dapatkan di waktu produktif dia bekerja “Akhir minggu ini," kata Victoria ragu “Tapi..." sambungnya menggantung kalimatnya dan menatap Crystal, “Apa tidak masalah jika seorang siswa teladan sepertimu menjadi pengantar minuman di sebuah club malam?" tanya Victoria serius “Itu sama sekali bukan masalah untukku selama kamu tidak mengatakannya pada orang lain!” senyum Crystal yang sangat mempercayai sahabatnya itu. “Baiklah," jawab Victoria akhirnya, “Aku akan mengatakan hal ini pada kenalanku," sambungnya yang membuat Crystal melanjutkan pekerjaannya itu. Akhir minggu tiba, dan setelah menyerahkan tugasnya pada sang dosen, Crystal dan Victoria pergi ke tempat yang Victoria maksud. Dan sesampainya di sana, seorang Wanita bertubuh tinggi dan langsing berjalan menghampiri mereka “Crystal Gu?" tanyanya menatap dan memperhatikan Crystal dari ujung kepala hingga ke ujung kakinya “Ya,” jawab Crystal sedikit tidak nyaman dengan tatapan itu “Perkenalkan, aku Sunny Ma," katanya mengulurkan tangannya, “Dan semua orang disini memanggilku Sunny jie!” katanya membuat Crystal menyambut uluran tangan itu sama hangatnya. “Sunny jie," kata Crystal tersenyum ceria “Tori..." katanya menatap Victoria serius, “Aku akan mengajak Xiao Gu berkeliling ke dalam! Dan karena kamu tidak akan bekerja disini, sebaiknya kamu pergi atau menikmati waktumu sendiran sampai tempat ini buka seperti yang biasanya kamu lakukan." senyumnya hangat “Tapi aku…” “Aku akan menjaganya dengan baik," sela Sunny tersenyum hangat, “Tapi apa yang akan aku katakan pada Xiao Gu tidak bisa di dengar oleh orang lain karena ini adalah rahasia tempat kami!” sambungnya penuh penekanan, “jadi…” “Baiklah!" sela Victoria mengerti, “Xiao Gu adalah anak yang baik dan pekerja keras..." katanya singkat, “Jadi aku harap Sunny jie bisa memberinya keringanan!” sambungnya menatap Crystal yang bersikap lebih tenang daripada Victoria "Aku mengerti!" senyum Sunny, “Kalau begitu aku akan menunjukan jalannya..." kata Sunny membuat Crystal melambaikan tangannya pada Victoria dan mengikuti langkah Sunny “Sunny jie!” kata seorang pemuda tampan tersenyum hangat saat mereka melewatinya dan membuat Sunny menganggukan kepalanya ramah “Jadi… apa saja yang Victoria katakan mengenai pekerjaan yang akan kau lakukan disini?” tanya Sunny saat mereka berjalan “Aku bekerja sebagai pramusaji di ruang VIP!” jawab Crystal mengulangi apa yang Victoria katakan “Sebenarnya bukan hanya itu," kata Sunny menghentikan langkahnya dan menatap Crystal serius, “Kamu juga mungkin harus ‘melayani’ tamu yang datang jika mereka memintanya..." senyumnya hangat, “Jadi kamu bisa berubah pikiran jika kamu memang tidak siap untuk melakukannya!” sambungnya sekali lagi, “Tapi tentu saja, kamu juga bisa menolak untuk melakukan pelayanan itu jika kamu tidak ingin melakukannya!" senyumnya, “Tapi jika kamu menginginkan pendapatan yang lebih besar, maka tentu saja kamu harus mau melayani mereka." jelasnya lagi “Berapa banyak yang akan aku dapatkan jika aku mau menerima ‘pekerjaan’ itu?” tanya Crystal yang berpikir kalau hal itu sama sekali bukanlah masalah baginya selama yang dia dapatkan besar dan sepadan “Sekitar 2000 yuan," senyumnya kembali melangkahkan kakinya, “Bahkan bisa lebih jika kamu bisa memuaskan mereka," jelasnya lagi, “Dan karena kamu memiliki tubuh yang bagus dan juga wajah yang cantik, tips yang kamu dapatkan mungkin bisa lebih besar lagi." Kata Sunny pasti “Jadi pikirkan lagi hal ini selama aku menunjukan seluruh tempat ini padamu." Sambungnya mulai menunjukan satu per satu ruangan yang ada disana termasuk ruang kamar yang ada di setiap ruang VIP. “Jadiapa kamu sudah memutuskannya?” tanya Sunny saat mereka kembali ke tempat awal Crystal datang “Bisakah aku mulai bekerja sebagai pramusaji sebelum memutuskan hal lainnya?” tanya Crystal ragu “Baiklah… karena kamu merupakan sahabat dari Victoria, maka kamu bisa melakukannya," jawab Sunny setelah terdiam memikirkan pertanyaan Crystal beberapa saat “Terima kasih." Senyum Crystal yang merasa lebih tenang karena dia memerlukan waktu untuk memikirkan lagi hal ini dengan matang karena meski Crystal mengukur segalanya dengan uang, dia juga masih merasa takut untuk mencoba hal-hal baru seperti itu. *** Begitu waktu kerjanya dimulai, Crystal diminta untuk mengganti pakaiannya dengan rompi hitam yang dipadukan dengan kemeja putih panjang dan rok hitam pendek. Dan setelah selesai berganti pakaian, Crystal bersiap untuk melakukan tugas pertamanya “Dia adalah tn. Lu, Caesar Lu," kata Sunny saat Crystal menyiapkan beberapa makanan dan minuman yang diperintahkan ke atas trolley makanan di hadapannya, “Dia merupakan pelanggan tetap di club ini, tapi selama ini dia tidak pernah sekalipun meminta pelayanan tambahan dan hanya menghabiskan uangnya untuk makan dan minum di tempat kita," sambungnya, “Jadi karena kamu belum memutuskan apa yang kamu inginkan, sebaiknya kamu memulainya dengan tn. Lu." Jelas Sunny hangat. “Aku mengerti." Kata Crystal segera mendorong trolley yang sudah siap menuju ruangan yang sudah di tentukan. Perlahan namun pasti, Crystal kini masuk ke dalam ruangan yang sudah pria itu pesan. Wajah tampan dengan hidung mancung dan bibir tipis berwarna merah yang dimiliki Pria bernama Caesar Lu itu benar-benar membuat Crystal kagum meski dia hanya melihatnya dari samping. “Apa kau adalah orang baru disini?” Tanyanya menatap Crystal dan membuat jantungnya berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya saat wajah tampan dan sempurna di hadapannya memandanginya dengan teliti "Benar," jawab Crystal ragu, “Ini adalah hari pertamaku bekerja di tempat ini." Katanya mulai menata makanan dan minuman yang ada di troley ke atas meja “Melihat dari wajahmu ini, sepertinya kau belum mencapai usia legal." Katanya meneguk minuman yang baru saja Crystal sajikan dan membuat Crystal terkejut hingga dia harus menahan rasa takutnya karena dia bekerja di tempat seperti itu sebelum mencapai usia legal “Usiaku sudah 25 tahun dan aku sudah melewati usia legalku." Bohong Crystal setenang mungkin “Benarkah?” Senyumnya mendominasi “Tentu saja,” jawabnya yakin, “Jika aku belum sampai usia legal, mana mungkin aku bisa bekerja di tempat seperti ini dengan tenang?” Tantang Crystal dengan harapan Pria tampan di hadapannya berhenti mencurigainya dan tidak membuatnya kehilangan pekerjaan yang sangat menguntungkan ini. “Jika kamu sudah berada di usia legal…” kata Caesar mencondongkan tubuhnya dan meraih tangan Crystal yang ada di atas piring yang baru saja dia sajikan, “Bukankah itu artinya kamu juga sudah bisa melakukan ‘pelayanan’ tambahan untuk pelanggan tetap sepertiku?” Senyumnya yang membuat Crystal terkejut hingga membuat jantungnya seolah terlepas dari tempatnya. O.O“Tuan Lu,” kata seorang Wanita yang bersikap genit begitu melihat Caesar berjalan untuk memesan ruangan kosong, makanan serta minuman yang ingin dia nikmati di hari liburnya minggu ini, “Tuan Lu.” Kata Wanita lainnya yang tetap Caesar abaikan karena selama ini dia tidak pernah merasa tertarik pada mereka karena seperti yang biasa dia lakukan, Caesar datang hanya untuk makan, minum, dan mendengarkan musik yang DJ mainkan hingga ke VIP room tempatnya berada.Caesar kini dengan tenang menikmati musik yang di mainkan dari ruang utama sampai ke ruang VIP tempatnya berada.Namun saat itu, seorang Wanita muda yang baru pertama kali dia lihat masuk ke dalam ruangannya dengan sebuah troley yang penuh dengan semua pesanannya.Dan saat mata mereka bertemu, sebuah rasa tertarik muncul dalam diri Caesar saat melihat wajah cantik Wanita di hadapannya. Sebuah ketertarikan yang tidak pernah Caesar rasakan sebelumnya dan membuatnya ingin mengenal sosok Wanita yang kini mulai menyajikan makanan di atas
Pagi kembali tiba, dan Caesar membuka matanya yang berat secara perlahan. Bayangan akan tubuh polos Gadis kecil yang ditemuinya dua hari lalu benar-benar sudah membuatnya gila, karena setiap kali wajah Gadis itu muncul, bayangan akan permainan mereka di atas ranjang juga terus kembali dalam mimpinya dan membuatnya tidak bisa tidur dengan nyeyak karena kembali menginginkan pelayan Gadis bernama Crystal Gu.Hari ini Caesar diminta untuk mengisi kelas Nyonya Liu yang baru saja mengambil waktu cuti melahirkan.Seperti biasa, Caesar akan menyiapkan bahan ajar yang hari ini akan dia sampaikan. Dan saat waktu pelajaran akan di mulai hanya tersisa beberapa menit, Caesar melangkahkan kakinya menuju kelasnya hari ini.Namun saat baru saja akan masuk ke dalam kelas, karena terlalu fokus memeriksa buku di tangannya, Caesar hampir saja menabrak seorang mahasiswi yang juga baru akan masuk ke dalam ruangan“Maaf,” kata Gadis kecil di hadapannya dengan kepala tertunduk, “Anda bisa masuk lebih dulu.”
“Jika memang hanya hal itu yang kamu perlukan, maka tinggalkan pekerjaan ini dan bekerjalah di rumahku.” Senyum Caesar menatap Gadis kecil di hadapannya dengan serius“Apa?” Tanya Crystal serius karena tidak mengerti dengan keinginan Pria di hadapannya“Jika kau benar-benar melakukan pekerjaan ini hanya untuk memenuhi semua kebutuhan hidupmu, lebih baik kau bekerja untukku.” Kata Caesar mengulangi perkataannya“Aku pikir Profesor sudah salah paham pada caraku memilih pekerjaan,” senyum Crystal canggung, “Karena meski aku melakukan banyak pekerjaan untuk menghasilkan sejumlah uang, tapi aku bukanlah orang yang bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dengan baik,” sambungnya “Jadi aku tidak akan mungkin bisa datang dan bekerja di rumah Profesor.” Jelas Crystal yang memang tidak pernah bisa melakukan pekerjaan rumah tangga apapun, terutama jika hal itu berhubungan dengan dapur.“Apa aku tanpa sengaja memberitahumu kalau kau akan bekerja sebagai asisten rumah tangga?” Tanya Caesar berdiri d
“Karena ini adalah pertama kalinya aku menemukan seseorang yang bisa membuatku tertarik padanya hingga membuatku selalu memikirkannya,” jawab Caesar yang membuat jantung Crystal seolah melompat dari tempatnya, “Jadi apa yang akan kau lakukan setelah mendengar penjelasanku barusan?” tanya Pria itu tenang yang akhirnya membuat Crystal kembali meyakinkan dirinya sendiri untuk menerima tawaran serius dari Profesor-nya itu karena dia juga merasa sangat tertarik pada Pria yang kini duduk hadapannya“Apa ada perjanjian yang harus aku tanda tangani jika aku menyetujui tawaran Anda?” tanya Crystal yang terus saja mengingit dan menjilat bibirnya karena tegang“Perjanjian?” tanya Caesar yang membuat Crystal menganggukan kepalanya, “Kita bicarakan itu kain kali” senyum Caesar yang tidak bisa lagi menahan diri dan membuatnya mencium bibir Crystal intens.Merasakan bibir manis Caesar yang melumat bibirnya, Crystal yang tidak mau kalah segera mengaitkan lengannya di leher Caesar dan membalas ciuman
“Dan setelah makan, kita bisa mulai membicarakan kontrak yang semalam kamu sebutkan.” Kata Caesar menatap Crystal serius dan kembali membuat Crystal merasa terintimidasi oleh tatapan Caesar saat ini.“Kontrak?” Tanya Crystal ragu meski awalnya dia sendiri yang memikirkan hal itu.“Hmm,” senyum Pria di hadapannya hangat, “Aku yakin kalau ada sesuatu yang harus kita sepakati dalam suatu hubungan agar hal itu tidak merugikan pihak manapun,” sambungnya pasti, “Jadi seperti yang sebelumnya kamu katakan… kita harus membuat kontrak yang bisa membuat posisi dan hubungan kita jelas juga tidak saling merugikan.” “Apa aku bisa mengatakan apa yang aku inginkan?” Tanya Crystal ragu“Tentu saja,” jawab Caesar dengan senyum sehangat sebelumnya, “Kita berdua terlibat dalam kontrak itu, jadi kau juga bisa mengatakan apa yang kau inginkan,” sambung Caesar yang membuat jantung Crystal kembali berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya saat melihat senyuman dari wajah Pria tampan di hadapannya.Crystal k
“Nona besar,” kata kedua Pria dengan setelan hitam di hadapannya membungkukan badannya sopan, “Tuan besar memerintahkan kami untuk membawa Anda kembali ke kediaman,” sambungnya menghalangi jalan Crystal dan membukakan pintu mobil untuknya.“Katakan pada kakek tua itu kalau aku hanya akan kembali ke kediaman setelah dia membatalkan rencananya untuk menikahkan aku dengan Pria tidak tahu diri itu,” tegas Crystal menutup pintu mobil dengan kasar, “Karena aku tidak akan pernah kembali sampai dia memberiku izin untuk menikah dengan Pria manapun yang aku cintai.”“Tuan besar meminta Anda untuk menghubunginya setelah melihat semua ini,” katanya menunjukan foto-foto Crystal yang berjalan masuk ke club malam tempatnya bertemu dengan Caesar.“Aku akan bicara padanya,” kata Crystal meminta mereka memberikan ponsel itu dan menghapus foto-foto yang ada di galeri ponsel lalu menghubungi sang kakek menggunakan ponsel anak buahnya itu karena dia sudah memblokir semua hal yang berhubungan dengan sang k
Begitu pekerjaannya di Shanghai selesai, Caesar segera kembali ke Qing dan menjadikan universitas tempatnya mengajar sebagai tempat pertama yang harus dia kunjungi.Namun sesampainya di tempat parkir, dia melihat Crystal yang sedang tertawa bahagia bersama seorang Pria yang baru pertama kali dia lihat dan hal itu membuatnya segera melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana karena terlalu kesal dengan pemAndangan di depan matanya saat ini“Profesor,” Senyum Crystal berdiri di hadapan Caesar dan menghentikan langkahnya.“Siapa laki-laki itu?” Tanya Caesar dingin.“Dia…” ragu Crystal saat dia harus berpikir untuk mencari alasan yang bisa meyakinkan Caesar tanpa harus membuat Caesar menyadari identitasnya.“Kenapa? Apa dia adalah laki-laki yang sebenarnya kau cintai? Atau mungkin dia adalah cinta pertamamu?” Tanya Caesar bertubi-tubi saat Pria itu terus memandang ke arah Crystal berdiri saat ini.“Tentu saja bukan,” jawab Crystal pasti, “Dia hanya seorang senior yang meminta bantuanku unt
“Jika kau memang selalu memikirkanku dan juga permainan kita, maka sebaiknya segera urus kepindahanmu dari asrama dan tinggalah bersamaku, supaya kita bisa memiliki lebih banyak waktu untuk di habiskan bersama,” kata Caesar menatap Crystal serius.“Aku akan memikirkannya, jadi…” senyum Crystal menggantung kalimatnya dan menunjukan ponselnya.“Baiklah,” senyum Caesar menunjukan kode QR miliknya, “Dan aku akan mengirimkan nomor teleponku melalui pesan,” sambungnya kembali menatap Crystal hangat, “Jadi pikirkan tawaranku dengan baik karena sejak awal, itulah yang aku inginkan.”“Aku akan memikirkannya dan memberi Anda jawabannya saat aku kembali ke rumah Anda,” jawab Crystal tenang.“Hmm… kalau begitu istirahatlah lebih awal,” perintah Caesar yang benar-benar membuat hati Crystal terasa hangat karena dia tidak pernah mendapatkan perhatian sehangat yang beberapa waktu ini Caesar berikan padanya.Sesampainya di kamar, Crystal masih memikirkan tawaran Caesar untuk tinggal bersama. Dan karen
Saat itu, Jason dan Felix berdiri di kedua sisi ujung lorong sempit, menghalangi satu-satunya jalan keluar bagi Zhang Wei. Napas Zhang Wei terdengar kasar, matanya bergerak gelisah, mencari celah untuk melarikan diri. Namun, Jason dan Felix tidak memberinya kesempatan.Felix, yang berdiri di hadapan Jason dan Zhang Wei, tiba-tiba menangkap sesuatu dari sudut matanya. Sekelompok pria berpakaian hitam tengah mengawasi mereka dari kejauhan, bersembunyi di balik bayangan gedung tua yang remang. Mata Felix menyipit, karena dia bisa segera menyadari maksud mereka.Dengan nada tajam dan sedikit mengancam, Felix menatap Zhang Wei. “Kau lihat itu?” ujarnya seraya menganggukkan kepalanya ke arah pria-pria mencurigakan itu. “Kau masih di sini, tapi mereka sudah bersiap untuk melenyapkanmu.”Zhang Wei menggeleng dengan ekspresi penuh ketidakpercayaan. “Tidak mungkin! Li zong tidak akan menghabisiku begitu saja. Aku punya terlalu banyak rahasia. Aku tahu setiap transaksi gelapnya, perusahaan cangk
Di dalam kamar yang remang, Jenny dan John berdiri di ambang pintu dengan ekspresi penuh keraguan. Mereka tak pernah mengira akan berada dalam posisi ini—mencari perlindungan dari seorang ibu yang selama ini mereka abaikan.Nyonya Jin, yang duduk di tepi ranjang dengan wajah lelah, mengangkat pandangannya ketika menyadari kehadiran mereka dari sudut matanya. Napasnya terdengar berat, seakan beban yang ia pikul selama ini mulai mencapai batasnya."Kenapa kalian datang padaku sekarang?" tanyanya dengan nada yang tidak sepenuhnya dingin, tetapi juga tidak hangat. "Setelah sekian lama, baru sekarang kalian ingat bahwa kalian punya ibu?" Nyonya Jin menoleh bergantian melihat putra dan putrinya dengan mata yang basah. “Atau mungkin baru sekarang kalian akhirnya ingat, bahwa ibu kalian masih hidup?”John menggigit bibirnya, sementara Jenny melirik ke arah saudaranya sebelum akhirnya berbicara. "Kami… butuh bantuan, Ibu."Jenny ikut menggigit bibirnya, la
Begitu menyelesaikan urusannya dengan nyonya Jin, Crystal kembali ke rumah sakit. Dian di rumah sakit, suasana di kamar VIP terasa sunyi. Caesar masih terbaring dalam keadaan koma, dengan alat-alat medis yang terus memantau kondisinya. Crystal duduk di sisi ranjangnya, menggenggam tangan suaminya yang dingin. Tidak ada perkembangan signifikan sejak insiden itu, dan setiap hari yang berlalu hanya menambah beban di hatinya.Begitu malam kembali tiba, Victoria masuk ke dalam ruangan dengan membawa secangkir kopi. “Kau harus tetap kuat, Crystal. Kehancuran Li Jingyan, sudah semakin dekat, dan keadaan Lu zong, pasti akan segera membaik,” katanya, meletakkan kopi itu di meja kecil.Crystal mengangguk tanpa melepaskan genggaman tangannya dari Caesar. “Aku tahu… tapi semakin lama dia tidak sadar, semakin besar kesempatan bagi Li Jingyan untuk bergerak dan mencari alasan untuk menggulingkannya. Dan aku takut waktu kita tidak cukup untuk menghancurkannya, hanya dengan bukti
Di dalam rumah keluarga Li, Nyonya Jin duduk di kursi roda dengan wajah pucat, tubuhnya tampak lemah. Li Jingyan tidak pernah terlalu mengawasi istrinya secara ketat, tapi dia selalu memastikan bahwa Nyonya Jin tidak melakukan hal-hal yang mencurigakan. Dan meminum air mineral, serta obat yang selama ini dia sediakan.Hari itu, Nyonya Song, ibu Victoria, yang memang sudah merawat nyonya Jin selama.beberapa hari, menghampiri Li Jingyan yang masih sibuk di ruang kerja yang berseberangan langsung dengan tempat nyonya Jin beristirahat. Dia masuk dengan senyum ramah, meletakkan tangannya di bahu Jingyan dengan lembut."Jingyan," panggilnya sedikit manja. "Aku ingin membawa nyonya Jin keluar sebentar. Dia sudah terlalu lama terkurung di dalam rumah. Mungkin udara segar akan membantunya merasa lebih baik."Li Jingyan manarik tangan nyonya Song lembut dan menatap wanita di sampingnya dengan curiga, lalu mengalihkan pandangan ke arah istrinya. "Apa kau pikir, dia c
Jason dan Felix tiba di rumah sakit dengan langkah tergesa. Wajah mereka serius, menandakan bahwa mereka membawa kabar penting. Sesampainya di depan kamar perawatan Caesar, mereka melihat Crystal yang tetap duduk di sisi ranjang suaminya, jemarinya menggenggam erat tangan Caesar yang masih tak sadarkan diri. Mata Crystal tampak lelah, tapi sorotnya tetap tajam penuh tekad.Felix mengetuk pintu pelan sebelum masuk. Setelah mendapat izin, dengan sedikit keraguan Felix melangkah maju dan membungkuk sedikit dengan sopan. "Nona besar, kami sudah mendapatkan sesuatu."Crystal menoleh, menatap Felix dan Jason secara bergantian. "Apa yang kalian temukan?"Jason menyandarkan dirinya pada dinding dan menyilangkan tangan di dada. "Pria yang mencoba membunuh Caesar akhirnya berbicara. Namanya Jiang Hao. Awalnya dia bersikeras bahwa dia hanya orang suruhan yang tidak pernah melihat wajah dalang di balik semua ini. Tapi setelah sedikit tekanan..."Felix melanju
Setelah memastikan penjagaan di ruang rawat Caesar lebih ketat dari sebelumnya, Felix dan Jason kini tiba di salah satu apartemen rahasia milik Caesar. Bersama mereka, seorang pria yang sebelumnya berusaha melenyapkan Caesar dengan suntikan kini duduk terikat di atas kursi kayu, kedua tangannya diikat erat di belakang punggungnya.Felix berdiri di sisi ruangan, melepaskan jasnya dengan gerakan tenang sebelum menggulung lengan kemejanya hingga sebatas siku. Mata tajamnya menatap dingin ke arah pria yang duduk dengan kepala tertunduk. Jason, yang duduk di atas meja di hadapan pria itu, menyilangkan tangan di depan dada dengan ekspresi santai namun penuh kehati-hatian."Su Zong, apa aku bisa memulainya?" tanya Felix, suaranya rendah dan tajam, berbeda dari biasanya.Jason menatap pria yang diikat itu sejenak sebelum mengangguk pelan. "Hmm... Mari kita mulai."Tanpa ragu, sebuah pukulan keras mendarat di wajah pria itu, membuatnya tersentak ke belakan
Crystal sedang duduk di ruang tamu bersama kakeknya ketika teleponnya tiba-tiba berdering. Nama asisten Wu muncul di layar ponselnya, membuat alisnya berkerut. Dia tidak pernah menyangka akan menerima panggilan dari asisten pribadi Caesar di tengah malam seperti ini."Halo?" Suaranya terdengar ragu."Nona Besar… Lu zong… Lu zong mengalami kecelakaan. Dan saat ini sedang dalam perjalanan ke rumah sakit sekarang."Dunia Crystal terasa berhenti berputar. Napasnya tercekat, dan dadanya terasa sesak seolah ada sesuatu yang menghimpitnya. "Apa yang terjadi?! Bagaimana kondisinya?!""Aku tidak bisa menjelaskannya," jawab Felix dengan suara berat. "Tapi dokter sudah berkata Lu zong harus segera menjalani operasi. Dan saat ini aku dalam perjalanan ke sana. Anda harus segera datang."Crystal tidak bisa mendengar apa pun lagi. Suara Felix terasa jauh, bergema di dalam kepalanya. Dengan tangan gemetar, dia segera bangkit dari sofa, membuat kakeknya menatapnya dengan khawatir."Ada apa, Xiaobao?"
Tanpa terasa malam kembali tiba, dan seperti biasanya, Caesar kembali ke rumah cukup larut. Hari ini, dia menghabiskan waktu lebih lama untuk memastikan rencana yang Felix buat berjalan dengan sempurna. Pengawasan terhadap keluarga Li harus diperketat. Setiap gerakan mereka harus dipantau tanpa celah sedikit pun.Saat memasuki kamarnya, mata Caesar langsung tertuju pada pintu balkon yang terbuka. Udara malam yang dingin menyusup masuk, membawa hembusan angin yang membuat tirai tipis berkibar pelan. Namun, tanpa memikirkan hal itu lebih jauh karena dia tahu alasan pintu balkon terbuka, Caesar segera melangkah ke kamar mandi. Setelah seharian bekerja, yang ia butuhkan saat ini hanyalah mandi dan berendam di dalam bathtub untuk meredakan ketegangan di tubuhnya.Air hangat menyentuh kulitnya, memberikan sensasi nyaman yang perlahan mengendurkan otot-ototnya yang tegang. Waktu berlalu tanpa terasa, dan setelah beberapa saat, dia keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan bathrobe. Saa
Dua hari kembali berlalu, dan baik Jason maupun Li Nan masih terus berkutat di depan layar komputer mereka masing-masing, menyisihkan waktu istirahat demi menggali lebih dalam masalah keluarga Li. Mereka tahu bahwa sedikit saja celah yang ditemukan bisa menjadi senjata ampuh untuk melawan Li Jingyan.Jason, yang sudah cukup lama menyelidiki transaksi keuangan Jenny, akhirnya menemukan bukti yang selama ini mereka cari—rekaman transaksi yang menunjukkan pembelian obat per**gs**g yang pernah digunakan Jenny untuk menjebak Caesar beberapa bulan lalu. Bukti yang akan menjadi ancaman besar bagi Li Jingyan, yang selama ini sangat mempercayai putrinya, dan menganggap ucapan Caesar hari itu hanya untuk menyudutkannya saja.Di saat yang bersamaan, di ruang kerjanya sendiri Li Nan juga berhasil mengakses percakapan WeChat antara John dan Jenny. Dalam percakapan itu, John menekan Jenny dengan ancaman agar menutup mulutnya mengenai perjudian ilegal yang selama ini dia lakukan. Sebagai gantinya, d