Share

Chapter 04

Penulis: Shao_sān
last update Terakhir Diperbarui: 2024-03-09 19:55:20

“Jika memang hanya hal itu yang kamu perlukan, maka tinggalkan pekerjaan ini dan bekerjalah di rumahku.” Senyum Caesar menatap Gadis kecil di hadapannya dengan serius

“Apa?” Tanya Crystal serius karena tidak mengerti dengan keinginan Pria di hadapannya

“Jika kau benar-benar melakukan pekerjaan ini hanya untuk memenuhi semua kebutuhan hidupmu, lebih baik kau bekerja untukku.” Kata Caesar mengulangi perkataannya

“Aku pikir Profesor sudah salah paham pada caraku memilih pekerjaan,” senyum Crystal canggung, “Karena meski aku melakukan banyak pekerjaan untuk menghasilkan sejumlah uang, tapi aku bukanlah orang yang bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dengan baik,” sambungnya “Jadi aku tidak akan mungkin bisa datang dan bekerja di rumah Profesor.” Jelas Crystal yang memang tidak pernah bisa melakukan pekerjaan rumah tangga apapun, terutama jika hal itu berhubungan dengan dapur.

“Apa aku tanpa sengaja memberitahumu kalau kau akan bekerja sebagai asisten rumah tangga?” Tanya Caesar berdiri dari tempatnya duduk dan berjalan menghampiri Gadis kecil yang menurutnya semakin menarik

“Jika bukan sebagai asisten rumah tangga… lalu apa yang harus aku lakukan di rumah Anda?” tanya Crystal ragu

“Melayaniku di atas ranjang setiap kali aku menginginkannya.” Tegas Caesar berdiri tepat di hadapan Crystal

“Apa?” tanya Crystal membelalakan matanya karena dia benar-benar merasa terkejut

“Aku akan memenuhi semua kebutuhan hidupmu,” tegas Caesar membelai bibir Crystal menggunakan ibu jarinya dengan lembut, “Tapi sebagai gantinya, kamu harus tinggal bersamaku dan melayaniku dengan baik, karena bagaimanapun juga lokasi club ini cukup dekat dengan kampus kita, dan cepat atau lambat orang lain juga mungkin akan melihat dan mengenalimu bahkan mungkin menggunakan jasamu.” Sambungnya mengambil key-card di tangan Crystal dan menyerahkan secarik kertas yang bertuliskan alamat tempat tinggalnya, “Jadi pikirkan hal ini baik-baik dan datanglah ke alamat itu jika kamu sudah membuat keputusan.” Senyum Caesar meninggalkan Crystal yang masih berdiri kaku di tempatnya saat ini karena terlalu terkejut dengan tawaran yang baru saja Caesar berikan.

 

Crystal menatap kertas di tangannya dengan bingung.

Dia sama sekali tidak menyangka kalau sebagai seorang Profesor, Caesar sama sekali tidak melarang perbuatannya tapi justru meminta Crystal untuk menjadi ‘pelayan’ pribadinya.

 

Ada rasa takut dalam diri Crystal saat memikirkan berapa banyak hubungan intim yang harus dia lakukan untuk memuaskan Caesar jika dia menyetujui tawaran itu. Tapi disisi lain, tidak bisa dia pungkiri kalau tawaran itu sangat menggiurkan bagi Crystal saat apa yang sebelumnya Caesar lakukan kembali terbayang dalam benaknya dan membuatnya kembali menginginkan hal yang sama dari Pria sesempurna Caesar

‘Gu Crystal,’ tegas Crystal pada dirinya sendiri, ‘Jangan lupa kalau dia adalah Profesor muda di salah satu kelasmu, yang membuat psosisinya sebanding dengan posisi seorang ayah.*’ sambungnya pasti, ‘Dan kamu juga harus mempertimbangkan kemungkinan dia mengatakan hal itu hanya untuk menguji, sejauh apa kamu akan bertindak dalam situasi seperti itu.’ Tegasnya menggelengkan kepalanya lalu segera keluar dari sana untuk kembali melakukan pekerjaannya.

(*dalam budaya China yang sangat sopan, guru seringkali di anggap sebanding dengan seorang ayah yang harus sangat di hargai)

 

Setelah tugasnya selesai, Crystal kembali ke tempat para staf biasanya menunggu tugas datang. Dan saat dia sampai di tenpat Sunny berdiri, Sunny menatap Crystal cemas dan berkata, “Apa yang sudah terjadi sehingga Tuan Lu mengembalikan kunci kamar dan pergi begitu saja setelah kau menemuinya tadi?”

“jie-kak-.” kata Crystal ragu, “Aku pikir aku harus mengatakan ini sebelum orang lain yang mengatakannya.” sambungnya menatap Sunny serius

“Kalau begitu katakan” pinta Sunny cepat

“Sebenarnya usiaku belum genap 20 tahun, dan tanpa sengaja aku dan Tuan Lu bertemu di luar club sehingga membuat situasi kami menjadi canggung setelah dia mengetahui yang sebenarnya” jelas Crystal tanpa mengatakan status Caesar yang sebenarnya

“Victoria sudah mengatakan segalanya tentangmu,” kata Sunny pasti, “Tapi apa maksudmu saat mengatakan situasi kalian menjadi canggung?” tanya Sunny ragu

“Dia memintaku untuk segera berhenti dari pekerjaan ini sebelum ada orang lain lagi yang melihatku di tempat ini” jelas Crystal singkat tanpa ingin mengatakan hal lainnya karena itu sudah menjadi urusan pribadinya dengan Caesar

“Apa yang Tuan Lu katakan memang benar, tapi semua keputusan tetap ada di tanganmu karena sejak awal aku mengizinkanmu bekerja di sini setelah mengetahui kondisi keuanganmu” bijak Sunny yang memang hanya ingin memberi jalan keluar bagi kondisi ekonomi Crystal yang sebelumnya Victoria katakan

“Aku akan memikirkan lagi hal ini,” kata Crystal pasti “jadi bisakah aku…”

“Kau bisa pulang sekarang juga,” senyumnya hangat “Dan seperti yang aku katakan sebelumnya, semua keputusan tetap ada di tanganmu,” sambungnya memegang bahu Crystal untuk memberikan dukungan yang tulus padanya, “Jadi pikirkan baik-baik mengenai apa yang akan kamu lakukan, dan pastikan kalau keputusan itu adalah keputusan terbaik untuk dirimu sendiri” sambungnya yang tahu pasti betapa sulitnya menghasilkan uang untuk Gadis kecil yang hidup sebatang kara seperti Crystal.

 

Selama dalam perjalanan kembali menuju asrama, Crystal terus menatap secarik kertas yang Caesar tinggalkan sebelum pergi.

Dia benar-benar masih tidak percaya dengan apa yang sudah Caesar katakan padanya.

Namun disisi lain, Crystal juga tidak ingin kehilangan kesempatan yang dia milikki untuk mendapatkan penghasilan yang sangat menguntungkan tanpa perlu bekerja keras. Sehingga akhirnya Crystal membulatkan tekadnya untuk menemui Caesar saat ini juga dan memperjelas perkataan Caesar yang masih belum bisa dia mengerti apalagi percayai.

 

Crystal sampai di depan lingkungan apartemen cukup mewah yang ada dalam kertas di tangannya.

Langkahnya terhenti saat melihat pintu kaca yang masih tertutup di hadapannya, sampai akhirnya seorang penghuni apartemen lain membuka pintu di hadapannya dan membuat Crystal melangkahkan kakinya masuk untuk pergi ke lantai tempat Caesar tinggal.

Kembali ada keraguan dalam diri Crystal saat dia akan menekan tombol intercom di hadapannya. Tapi sekali lagi, Crystal meyakinkan dirinya sendiri untuk masuk dan memperjelas situasi mereka saat ini

“Gu Crystal?” Tanya Pria di hadapannya terjekut

“Aku datang untuk memperjelas apa yang sebelumnya sudah Profesor katakan” jawab Crystal tegas meski tatapan Caesar saat ini membuatnya kembali merasa terintimidasi

“Tentu saja,” kata Caesar membuka pintu apartemennya lebar “Masuklah” sambungnya tersenyum hangat dan membuat Crystal melangkahkan kakinya masuk.

 

Sederhana dan mewah,

Itulah yang ada dalam pikiran Crystal begitu kakinya melangkah masuk ke dalam ruang apartemen yang cukup luas dan mewah. Dimana ada sebuah pintu kaca buram yang sepertinya mengarah ke dapur, yang di hadapannya terdapat sebuah mini bar mewah dengan wine refrigator dan juga beberapa jenis minuman beralkohol yang tertata rapi di belakang mini bar.

Lalu sebuah meja makan berbentuk persegi yang berada tepat di depan pintu geser dengan 4 buah kursi yang senada dengan meja makan di depannya yang hanya berjarak sekitar 3 meter dari sebuah ruang tv dengan sofa kulit hitam panjang dan juga sebuah sofa tunggal yang membuat ruangan di hadapannya terlihat sangat klasik dan cukup mewah saat berdampingan dengan barang-barang yang ada di sekelilingnya.

“Aku tidak pernah menerima tamu disini,” kata Caesar menyadarkan Crystal yang masih berdiri mematung di dekat lemari sepatu yang ada di depan pintu masuk, “Jadi untuk saat ini, kamu bisa menggunakan sAndal milikku” katanya melepaskan slipper hitam berbahan kulit yang di gunakannya dan menyerahkannya pada Crystal.

“tidak masalah Profesor” tolak Crystal saat melihat Caesar yang akan berjalan tanpa alas kaki

“Kamu adalah seorang Gadis kecil,” senyumnya hangat dan membuat Crystal merasa kalau Pria di hadapannya bukanlah orang yang sama dengan Pria yang dia temui di club malam itu maupun rumor dingin dan kejam yang tersebar di seluruh universitas, “Jadi berjalan tanpa alas kaki bukanlah hal yang baik,” sambungnya berjalan ke arah refrigator, “Apa beer tidak masalah?” Tanyanya menunjukan sekaleng beer dengan rasa yang cukup Crystal sukai

“Tidak masalah” jawab Crystal ragu

“Kalau begitu duduklah” senyumnya lagi dan membuat jantung Crystal kembali berdetak berkali-kaki lipat saat melihat senyum tampan Pria di hadapannya.

 

Senyuman terukir di wajah Caesar saat melihat betapa canggungnya Gadis kecil yang memilih untuk duduk di sofa tunggal yang berhadapan langsung dengan meja kaca di depannya.

Dia sama sekali masih tidak percaya kalau Wanita yang sudah memuaskannya di atas ranjang hanyalah seorang Gadis kecil berwajah cantik sekaligus polos yang kini duduk di hadapannya berdiri

‘Memuaskan?’ Gumam Caesar tersenyum mencibir dirinya sendiri karena perkataannya seolah menunjukan kalau dia adalah seorang Pria yang profesional di atas ranjang disaat itu adalah pengalaman pertamanya

“Profesor,” kata Crystal saat Caesar hanya menyAndarkan tubuhnya di hadapan mini bar sambil menatapnya tanpa sepatah katapun

“Hmm?” gumamnya melangkahkan kakinya mendekat lalu duduk di sudut lain sofa panjangnya, “Jadi apa yang masih belum bisa kamu mengerti?” tanya Caesar pasti

“Sebenarnya aku ingin menanyakan beberapa hal mengenai apa yang sebelumnya Profesor katakan.” Ragunya menggigit bibir bawahnya canggung

“Hmm… jadi bagaimana pendapatmu mengenai hal itu?” Tanya Caesar menyilangkan kedua kakinya dan bersAndar di sofa

“Mengenai apa yang Profesor katakan kemarin, apa maksudnya hubungan kita menjadi seperti pihak dominan dan submisif dalam hubungan BDSM dan aku yang akan menjadi pihak submisif-nya?” tanya Crystal menjilat bibirnya semakin canggung

“BDSM?” Tanya Caesar tidak percaya “Maksudmu seperti Fifty Shades?” Senyumnya membuat Crystal menganggukan kepalanya ragu sehingga membuat Caesar menggeser posisi duduknya mendekati tempat Crystal duduk “Gu Crystal… sebenarnya apa saja yang sudah kamu pelajari hingga kamu bisa memikirkan tawaran sederhanaku itu hingga sejauh ini?” Tanya Caesar pasti

“aku…” kata Crystal terbata karena tidak tahu harus berkata apa

“Kalau begitu biar aku tegaskan satu hal padamu,” senyum Caesar menatapnya serius, “Aku bukan seorang Christian Grey yang merupakan seorang profesional di atas ranjang karena sudah bersetubuh dengan banyak Wanita,” tegas Caesar pasti “Dan aku juga bukanlah seorang dominan yang akan menikmati hubungan seks dengan cara seperti itu, karena seperti yang aku katakan sebelumnya, malam itu adalah yang pertama kalinya untukku.” Sambungnya pasti

“Lalu kenapa Profesor mengatakan hal seperti padaku?” Tanya Crystal kembali menggigit bibirnya dan membuat Caesar semakin merasa tertarik pada Gadis kecil di hadapnnya

“Karena ini adalah pertama kalinya aku menemukan seseorang yang bisa membuatku tertarik padanya hingga membuatku selalu memikirkannya,” jujur Caesar yang benar-benar bisa membuat dia sendiri tidak percaya dengan jawaban yang baru saja dia dengar dari bibirnya sendiri, “Jadi apa yang akan kamu lakukan?” Tanya Caesar menatap Crystal serius dan menunggu jawaban yang akan di berikan olehnya.

-°-

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • My Sweet Baby   Chapter 05

    “Karena ini adalah pertama kalinya aku menemukan seseorang yang bisa membuatku tertarik padanya hingga membuatku selalu memikirkannya,” jawab Caesar yang membuat jantung Crystal seolah melompat dari tempatnya, “Jadi apa yang akan kau lakukan setelah mendengar penjelasanku barusan?” tanya Pria itu tenang yang akhirnya membuat Crystal kembali meyakinkan dirinya sendiri untuk menerima tawaran serius dari Profesor-nya itu karena dia juga merasa sangat tertarik pada Pria yang kini duduk hadapannya“Apa ada perjanjian yang harus aku tanda tangani jika aku menyetujui tawaran Anda?” tanya Crystal yang terus saja mengingit dan menjilat bibirnya karena tegang“Perjanjian?” tanya Caesar yang membuat Crystal menganggukan kepalanya, “Kita bicarakan itu kain kali” senyum Caesar yang tidak bisa lagi menahan diri dan membuatnya mencium bibir Crystal intens.Merasakan bibir manis Caesar yang melumat bibirnya, Crystal yang tidak mau kalah segera mengaitkan lengannya di leher Caesar dan membalas ciuman

    Terakhir Diperbarui : 2024-03-11
  • My Sweet Baby   Chapter 06

    “Dan setelah makan, kita bisa mulai membicarakan kontrak yang semalam kamu sebutkan.” Kata Caesar menatap Crystal serius dan kembali membuat Crystal merasa terintimidasi oleh tatapan Caesar saat ini.“Kontrak?” Tanya Crystal ragu meski awalnya dia sendiri yang memikirkan hal itu.“Hmm,” senyum Pria di hadapannya hangat, “Aku yakin kalau ada sesuatu yang harus kita sepakati dalam suatu hubungan agar hal itu tidak merugikan pihak manapun,” sambungnya pasti, “Jadi seperti yang sebelumnya kamu katakan… kita harus membuat kontrak yang bisa membuat posisi dan hubungan kita jelas juga tidak saling merugikan.” “Apa aku bisa mengatakan apa yang aku inginkan?” Tanya Crystal ragu“Tentu saja,” jawab Caesar dengan senyum sehangat sebelumnya, “Kita berdua terlibat dalam kontrak itu, jadi kau juga bisa mengatakan apa yang kau inginkan,” sambung Caesar yang membuat jantung Crystal kembali berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya saat melihat senyuman dari wajah Pria tampan di hadapannya.Crystal k

    Terakhir Diperbarui : 2024-03-13
  • My Sweet Baby   Chapter 07

    “Nona besar,” kata kedua Pria dengan setelan hitam di hadapannya membungkukan badannya sopan, “Tuan besar memerintahkan kami untuk membawa Anda kembali ke kediaman,” sambungnya menghalangi jalan Crystal dan membukakan pintu mobil untuknya.“Katakan pada kakek tua itu kalau aku hanya akan kembali ke kediaman setelah dia membatalkan rencananya untuk menikahkan aku dengan Pria tidak tahu diri itu,” tegas Crystal menutup pintu mobil dengan kasar, “Karena aku tidak akan pernah kembali sampai dia memberiku izin untuk menikah dengan Pria manapun yang aku cintai.”“Tuan besar meminta Anda untuk menghubunginya setelah melihat semua ini,” katanya menunjukan foto-foto Crystal yang berjalan masuk ke club malam tempatnya bertemu dengan Caesar.“Aku akan bicara padanya,” kata Crystal meminta mereka memberikan ponsel itu dan menghapus foto-foto yang ada di galeri ponsel lalu menghubungi sang kakek menggunakan ponsel anak buahnya itu karena dia sudah memblokir semua hal yang berhubungan dengan sang k

    Terakhir Diperbarui : 2024-03-15
  • My Sweet Baby   Chapter 08

    Begitu pekerjaannya di Shanghai selesai, Caesar segera kembali ke Qing dan menjadikan universitas tempatnya mengajar sebagai tempat pertama yang harus dia kunjungi.Namun sesampainya di tempat parkir, dia melihat Crystal yang sedang tertawa bahagia bersama seorang Pria yang baru pertama kali dia lihat dan hal itu membuatnya segera melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana karena terlalu kesal dengan pemAndangan di depan matanya saat ini“Profesor,” Senyum Crystal berdiri di hadapan Caesar dan menghentikan langkahnya.“Siapa laki-laki itu?” Tanya Caesar dingin.“Dia…” ragu Crystal saat dia harus berpikir untuk mencari alasan yang bisa meyakinkan Caesar tanpa harus membuat Caesar menyadari identitasnya.“Kenapa? Apa dia adalah laki-laki yang sebenarnya kau cintai? Atau mungkin dia adalah cinta pertamamu?” Tanya Caesar bertubi-tubi saat Pria itu terus memandang ke arah Crystal berdiri saat ini.“Tentu saja bukan,” jawab Crystal pasti, “Dia hanya seorang senior yang meminta bantuanku unt

    Terakhir Diperbarui : 2024-03-16
  • My Sweet Baby   Chapter 09

    “Jika kau memang selalu memikirkanku dan juga permainan kita, maka sebaiknya segera urus kepindahanmu dari asrama dan tinggalah bersamaku, supaya kita bisa memiliki lebih banyak waktu untuk di habiskan bersama,” kata Caesar menatap Crystal serius.“Aku akan memikirkannya, jadi…” senyum Crystal menggantung kalimatnya dan menunjukan ponselnya.“Baiklah,” senyum Caesar menunjukan kode QR miliknya, “Dan aku akan mengirimkan nomor teleponku melalui pesan,” sambungnya kembali menatap Crystal hangat, “Jadi pikirkan tawaranku dengan baik karena sejak awal, itulah yang aku inginkan.”“Aku akan memikirkannya dan memberi Anda jawabannya saat aku kembali ke rumah Anda,” jawab Crystal tenang.“Hmm… kalau begitu istirahatlah lebih awal,” perintah Caesar yang benar-benar membuat hati Crystal terasa hangat karena dia tidak pernah mendapatkan perhatian sehangat yang beberapa waktu ini Caesar berikan padanya.Sesampainya di kamar, Crystal masih memikirkan tawaran Caesar untuk tinggal bersama. Dan karen

    Terakhir Diperbarui : 2024-03-21
  • My Sweet Baby   Chapter 10

    “Apa kau sudah memutuskannya,” tanya Caesar sibuk dengan panci sup di hadapannya, “Maksudku mengenai kepindahanmu ke sini,” sambungnya ragu. “Profesor,” serius Crystal membuat Caesar menatapnya, “Kita baru saja saling mengenal, jadi aku pikir tinggal bersama…” sambungnya menggantung kalimatnya ragu. “Kita bahkan sudah bersetubuh berkali-kali,” senyum Caesar mendengus kesal, “Jadi apa waktu berkenalan bisa menjadi alasan untukmu menolaknya?” Tanyanya menatap Crystal dingin. “Bukan itu maksudku,” bantah Crystal cepat, “Tapi teman-temanku tidak memberiku izin untuk tinggal bersama Pria yang aku sukai karena kita baru saja saling mengenal,” Jelas Crystal yang akhirnya mengatakan yang sebenarnya. “Apa kau yakin kalau hanya itu alasannya?” Tanya Caesar mematikan kompor dan menatap Crystal serius. “Tentu saja aku yakin,” jawab Crystal tegas karena hanya itu alasannya tidak bisa tinggal bersama Caesar meski dia juga memang sedikit menginginkannya. “Apa kau yakin kalau ini bukan kar

    Terakhir Diperbarui : 2024-03-26
  • My Sweet Baby   Chapter 11

    “Jangan katakan padaku jika dia melakukan hal itu karena dia ingin menjadikan Anda sebagai cucu menantunya juga,” goda Crystal saat meminum obatnya dan membuat Caesar hanya bisa terdiam karena merasa wajahnya tertampar keras oleh ucapan Crystal, “Jadi itu benar?” Tanya Crystal memastikan apa yang baru saja dia katakan tidak benar.“Bagaimana menurutmu?” Senyum Caesar setenang mungkin.“Melihat ekspresi Anda barusan, awalnya aku pikir ucapanku itu benar,” senyum Crystal menatap Pria di hadapannya serius, “Tapi saat aku melihat ekspresi Anda saat ini, aku rasa itu hanyalah bayanganku yang terlalu banyak menyaksikan drama televisi,” senyumnya berjalan melewati Caesar begitu saja untuk masuk ke dalam kamar.“Lalu apa yang akan kau lakukan jika aku memang sudah di jodohkan dengan Wanita lain?” Kata Caesar menahan tangan Crystal dan menghentikan langkahnya.“Apa yang harus aku lakukan?” Senyum Crystal seolah semuanya baik-baik saja disaat dia bisa menangkap kebenaran di balik jawaban semu y

    Terakhir Diperbarui : 2024-03-28
  • My Sweet Baby   Chapter 12

    “Kalau begitu apa dia tahu bagaimana latar belakangmu yang sebenarnya?” Tanyanya kembali percaya diri, “Dan setelah dia mengetahui segalanya, apa kau pikir dia akan tetap bertahan bersamamu dengan hanya bermodalkan cinta dan kasih sayang,” sambungnya mencibir, “Atau mungkin kau pikir dia akan sanggup melawan dan menentang kekuasaan yang kakekmu miliki di kota ini?” Tanyanya bertubi-tubi dan percaya diri seolah dia adalah Pria paling baik dan bisa melakukan segalanya untuk Crystal.Mendengar perkataan masuk akal John saat itu, benar-benar membuat Crystal goyah dan meragukan dirinya sendiri. Namun saat dia memikirkan kembali bagaimana perasaannya pada Caesar, tanpa ragu Gadis kecil itu berkata, “Aku pikir, itu adalah urusanku dengannya,” senyum Crystal tenang, “Jadi Li ge… jika hanya itu yang ingin di bicarakan, aku rasa sebaiknya kita menghentikan pembicaraan kita sampai di sini, karena aku tidak akan pernah menyerah untuk bisa bersamanya,” tegas Crystal beranjak dari tempatnya duduk m

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-02

Bab terbaru

  • My Sweet Baby   Bab 98

    Saat itu, Jason dan Felix berdiri di kedua sisi ujung lorong sempit, menghalangi satu-satunya jalan keluar bagi Zhang Wei. Napas Zhang Wei terdengar kasar, matanya bergerak gelisah, mencari celah untuk melarikan diri. Namun, Jason dan Felix tidak memberinya kesempatan.Felix, yang berdiri di hadapan Jason dan Zhang Wei, tiba-tiba menangkap sesuatu dari sudut matanya. Sekelompok pria berpakaian hitam tengah mengawasi mereka dari kejauhan, bersembunyi di balik bayangan gedung tua yang remang. Mata Felix menyipit, karena dia bisa segera menyadari maksud mereka.Dengan nada tajam dan sedikit mengancam, Felix menatap Zhang Wei. “Kau lihat itu?” ujarnya seraya menganggukkan kepalanya ke arah pria-pria mencurigakan itu. “Kau masih di sini, tapi mereka sudah bersiap untuk melenyapkanmu.”Zhang Wei menggeleng dengan ekspresi penuh ketidakpercayaan. “Tidak mungkin! Li zong tidak akan menghabisiku begitu saja. Aku punya terlalu banyak rahasia. Aku tahu setiap transaksi gelapnya, perusahaan cangk

  • My Sweet Baby   Chapter 97

    Di dalam kamar yang remang, Jenny dan John berdiri di ambang pintu dengan ekspresi penuh keraguan. Mereka tak pernah mengira akan berada dalam posisi ini—mencari perlindungan dari seorang ibu yang selama ini mereka abaikan.Nyonya Jin, yang duduk di tepi ranjang dengan wajah lelah, mengangkat pandangannya ketika menyadari kehadiran mereka dari sudut matanya. Napasnya terdengar berat, seakan beban yang ia pikul selama ini mulai mencapai batasnya."Kenapa kalian datang padaku sekarang?" tanyanya dengan nada yang tidak sepenuhnya dingin, tetapi juga tidak hangat. "Setelah sekian lama, baru sekarang kalian ingat bahwa kalian punya ibu?" Nyonya Jin menoleh bergantian melihat putra dan putrinya dengan mata yang basah. “Atau mungkin baru sekarang kalian akhirnya ingat, bahwa ibu kalian masih hidup?”John menggigit bibirnya, sementara Jenny melirik ke arah saudaranya sebelum akhirnya berbicara. "Kami… butuh bantuan, Ibu."Jenny ikut menggigit bibirnya, la

  • My Sweet Baby   Chapter 96

    Begitu menyelesaikan urusannya dengan nyonya Jin, Crystal kembali ke rumah sakit. Dian di rumah sakit, suasana di kamar VIP terasa sunyi. Caesar masih terbaring dalam keadaan koma, dengan alat-alat medis yang terus memantau kondisinya. Crystal duduk di sisi ranjangnya, menggenggam tangan suaminya yang dingin. Tidak ada perkembangan signifikan sejak insiden itu, dan setiap hari yang berlalu hanya menambah beban di hatinya.Begitu malam kembali tiba, Victoria masuk ke dalam ruangan dengan membawa secangkir kopi. “Kau harus tetap kuat, Crystal. Kehancuran Li Jingyan, sudah semakin dekat, dan keadaan Lu zong, pasti akan segera membaik,” katanya, meletakkan kopi itu di meja kecil.Crystal mengangguk tanpa melepaskan genggaman tangannya dari Caesar. “Aku tahu… tapi semakin lama dia tidak sadar, semakin besar kesempatan bagi Li Jingyan untuk bergerak dan mencari alasan untuk menggulingkannya. Dan aku takut waktu kita tidak cukup untuk menghancurkannya, hanya dengan bukti

  • My Sweet Baby   Chapter 95

    Di dalam rumah keluarga Li, Nyonya Jin duduk di kursi roda dengan wajah pucat, tubuhnya tampak lemah. Li Jingyan tidak pernah terlalu mengawasi istrinya secara ketat, tapi dia selalu memastikan bahwa Nyonya Jin tidak melakukan hal-hal yang mencurigakan. Dan meminum air mineral, serta obat yang selama ini dia sediakan.Hari itu, Nyonya Song, ibu Victoria, yang memang sudah merawat nyonya Jin selama.beberapa hari, menghampiri Li Jingyan yang masih sibuk di ruang kerja yang berseberangan langsung dengan tempat nyonya Jin beristirahat. Dia masuk dengan senyum ramah, meletakkan tangannya di bahu Jingyan dengan lembut."Jingyan," panggilnya sedikit manja. "Aku ingin membawa nyonya Jin keluar sebentar. Dia sudah terlalu lama terkurung di dalam rumah. Mungkin udara segar akan membantunya merasa lebih baik."Li Jingyan manarik tangan nyonya Song lembut dan menatap wanita di sampingnya dengan curiga, lalu mengalihkan pandangan ke arah istrinya. "Apa kau pikir, dia c

  • My Sweet Baby   Chapter 94

    Jason dan Felix tiba di rumah sakit dengan langkah tergesa. Wajah mereka serius, menandakan bahwa mereka membawa kabar penting. Sesampainya di depan kamar perawatan Caesar, mereka melihat Crystal yang tetap duduk di sisi ranjang suaminya, jemarinya menggenggam erat tangan Caesar yang masih tak sadarkan diri. Mata Crystal tampak lelah, tapi sorotnya tetap tajam penuh tekad.Felix mengetuk pintu pelan sebelum masuk. Setelah mendapat izin, dengan sedikit keraguan Felix melangkah maju dan membungkuk sedikit dengan sopan. "Nona besar, kami sudah mendapatkan sesuatu."Crystal menoleh, menatap Felix dan Jason secara bergantian. "Apa yang kalian temukan?"Jason menyandarkan dirinya pada dinding dan menyilangkan tangan di dada. "Pria yang mencoba membunuh Caesar akhirnya berbicara. Namanya Jiang Hao. Awalnya dia bersikeras bahwa dia hanya orang suruhan yang tidak pernah melihat wajah dalang di balik semua ini. Tapi setelah sedikit tekanan..."Felix melanju

  • My Sweet Baby   Chapter 93

    Setelah memastikan penjagaan di ruang rawat Caesar lebih ketat dari sebelumnya, Felix dan Jason kini tiba di salah satu apartemen rahasia milik Caesar. Bersama mereka, seorang pria yang sebelumnya berusaha melenyapkan Caesar dengan suntikan kini duduk terikat di atas kursi kayu, kedua tangannya diikat erat di belakang punggungnya.Felix berdiri di sisi ruangan, melepaskan jasnya dengan gerakan tenang sebelum menggulung lengan kemejanya hingga sebatas siku. Mata tajamnya menatap dingin ke arah pria yang duduk dengan kepala tertunduk. Jason, yang duduk di atas meja di hadapan pria itu, menyilangkan tangan di depan dada dengan ekspresi santai namun penuh kehati-hatian."Su Zong, apa aku bisa memulainya?" tanya Felix, suaranya rendah dan tajam, berbeda dari biasanya.Jason menatap pria yang diikat itu sejenak sebelum mengangguk pelan. "Hmm... Mari kita mulai."Tanpa ragu, sebuah pukulan keras mendarat di wajah pria itu, membuatnya tersentak ke belakan

  • My Sweet Baby   Chapter 92

    Crystal sedang duduk di ruang tamu bersama kakeknya ketika teleponnya tiba-tiba berdering. Nama asisten Wu muncul di layar ponselnya, membuat alisnya berkerut. Dia tidak pernah menyangka akan menerima panggilan dari asisten pribadi Caesar di tengah malam seperti ini."Halo?" Suaranya terdengar ragu."Nona Besar… Lu zong… Lu zong mengalami kecelakaan. Dan saat ini sedang dalam perjalanan ke rumah sakit sekarang."Dunia Crystal terasa berhenti berputar. Napasnya tercekat, dan dadanya terasa sesak seolah ada sesuatu yang menghimpitnya. "Apa yang terjadi?! Bagaimana kondisinya?!""Aku tidak bisa menjelaskannya," jawab Felix dengan suara berat. "Tapi dokter sudah berkata Lu zong harus segera menjalani operasi. Dan saat ini aku dalam perjalanan ke sana. Anda harus segera datang."Crystal tidak bisa mendengar apa pun lagi. Suara Felix terasa jauh, bergema di dalam kepalanya. Dengan tangan gemetar, dia segera bangkit dari sofa, membuat kakeknya menatapnya dengan khawatir."Ada apa, Xiaobao?"

  • My Sweet Baby   Chapter 91

    Tanpa terasa malam kembali tiba, dan seperti biasanya, Caesar kembali ke rumah cukup larut. Hari ini, dia menghabiskan waktu lebih lama untuk memastikan rencana yang Felix buat berjalan dengan sempurna. Pengawasan terhadap keluarga Li harus diperketat. Setiap gerakan mereka harus dipantau tanpa celah sedikit pun.Saat memasuki kamarnya, mata Caesar langsung tertuju pada pintu balkon yang terbuka. Udara malam yang dingin menyusup masuk, membawa hembusan angin yang membuat tirai tipis berkibar pelan. Namun, tanpa memikirkan hal itu lebih jauh karena dia tahu alasan pintu balkon terbuka, Caesar segera melangkah ke kamar mandi. Setelah seharian bekerja, yang ia butuhkan saat ini hanyalah mandi dan berendam di dalam bathtub untuk meredakan ketegangan di tubuhnya.Air hangat menyentuh kulitnya, memberikan sensasi nyaman yang perlahan mengendurkan otot-ototnya yang tegang. Waktu berlalu tanpa terasa, dan setelah beberapa saat, dia keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan bathrobe. Saa

  • My Sweet Baby   Chapter 90

    Dua hari kembali berlalu, dan baik Jason maupun Li Nan masih terus berkutat di depan layar komputer mereka masing-masing, menyisihkan waktu istirahat demi menggali lebih dalam masalah keluarga Li. Mereka tahu bahwa sedikit saja celah yang ditemukan bisa menjadi senjata ampuh untuk melawan Li Jingyan.Jason, yang sudah cukup lama menyelidiki transaksi keuangan Jenny, akhirnya menemukan bukti yang selama ini mereka cari—rekaman transaksi yang menunjukkan pembelian obat per**gs**g yang pernah digunakan Jenny untuk menjebak Caesar beberapa bulan lalu. Bukti yang akan menjadi ancaman besar bagi Li Jingyan, yang selama ini sangat mempercayai putrinya, dan menganggap ucapan Caesar hari itu hanya untuk menyudutkannya saja.Di saat yang bersamaan, di ruang kerjanya sendiri Li Nan juga berhasil mengakses percakapan WeChat antara John dan Jenny. Dalam percakapan itu, John menekan Jenny dengan ancaman agar menutup mulutnya mengenai perjudian ilegal yang selama ini dia lakukan. Sebagai gantinya, d

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status