Home / Fantasi / Legenda Kaisar Beladiri / Bab 5 - Sarang Bandit

Share

Bab 5 - Sarang Bandit

Author: Fanfic
last update Last Updated: 2024-10-09 14:17:50

Han Shen mendarat ketanah dengan cukup keras dan membuat lubang, badanya terasa seperti akan remuk dan perlahan dia merangkak keluar dari dalam lubang. Cahaya matahari yang hangat terasa cukup menyilaukan dan perasaan ini sudah dia lupakan sejak lama.

Persepsinya meningkat dan pandangan mata yang tadinya tumpul sekarang semuanya nampak jelas, Han Shen dapat melihat dari jarak yang jauh dan bukan hanya itu saja perasaan hangat yang memenuhi Dantiannya sangat mengagumkan.

*Srek.*

Han Shen mendengar suara dibelakangnya dan dua orang yang terlihat garang muncul, melihat penampilan Han Shen yang seperti gelandangan membuat mereka terkejut.

"Hei pengemis... siapa yang menyuruhmu untuk masuk ke Wilayah Bandit kami hah ?" Kata salah seorang Bandit itu sambil membentak.

"Terus kenapa ?" Tanya Han Shen dengan nada yang sangat sombong.

"Kurang ajar." Bandit itu mengeluarkan Pedang bermata tunggal dan berniat menebas Han Shen.

Walaupun Han Shen sangat terkejut namun entah mengapa segalanya terasa lambat dimatanya, ayunan Pedang yang tiba-tiba itu dapat dilihat dengan jelas dan Han Shen memiringkan kepalanya sedikit.

Serangan balik yang berupa pukulan dilancarkan oleh Han Shen dan mengenai tulang rusuk Bandit itu, tubuhnya terhempas beberapa meter hingga menabrak pohon. Bandit itu mati karena organ dalamnya yang tertusuk pecahan tulang rusuk yang hancur.

"Eh..." Han Shen sedikit terkejut dengan kemampuannya dan secara tidak sadar membunuh Bandit itu.

Salah seorang rekan Bandit itu gemetar ketakutan dan bahkan tidak bisa lari karena takut, "Pengemis... tidak tolong ampuni aku Tuan Muda, dia yang berbicara sedangkan aku hanya diam saja sejak awal."

Spirit Asura melayang disekitar Han Shen dan tertawa, "Hahaha... beginilah dunia yang sebenarnya yang lemah harus menundukkan kepalanya kepada yang kuat. Bandit yang kau bunuh barusan tidak layak disebut seorang Seniman Beladiri dan hanya sampah diantara para sampah."

Han Shen tersenyum dan memiliki ide yang bagus, "Kau ingin hidup ?"

Bandit itu menganggukkan kepalanya sambil meneteskan keringat, "Iya."

"Mari buat ini menjadi sederhana dan antar aku ke markasmu. Tenang saja aku datang bukan untuk memberantas kalian semua, hanya saja aku butuh tempat untuk membersihkan diri tapi..." Han Shen berjongkok dan meniup tinjunya, "Jika ada yang ingin main-main denganku seperti temanmu maka aku akan memukul mereka sampai jadi bubur."

Asura cukup menikmati ini dan dia tidak menyangka Han Shen akan sangat ahli dalam menggertak seseorang. Melihat ekspresi Bandit yang ketakutan membuatnya tidak punya pilihan, mereka berdua pergi menuju Markas utama dan lebih baik memikirkan dirinya sendiri terlebih dahulu.

Bandit itu memimpin jalannya dan tidak butuh waktu lama mereka berdua sampai di markas mereka, pagar kayu yang cukup tinggi dan beberapa rumah kayu yang sederhana terlihat meyakinkan. Dua orang Bandit yang berdiri didepan pintu masuk melihat kearah mereka.

"Hei... apa-apaan kau sebenarnya Ketua memintamu untuk berburu dan kenapa kau kembali membawa Gelandangan ?"

Bandit itu memberikan tanda agar mereka tutup mulut, walaupun terlihat seperti Gelandangan Han Shen adalah Seniman Beladiri yang kuat namun Bandit disamping Han Shen tidak berani mengungkapkan apapun.

Han Shen melepaskan Auranya yang mengagumkan dan terlihat sangat mengerikan, tubuh kedua Penjaga Bandit itu seketika membeku karena rasa intimidasi yang kuat.

"Aku tidak pernah merobek mulut seseorang tapi jika kalian berbicara kasar dan terus menyebutku gelandangan maka kalian mungkin akan menjadi yang pertama dan kedua. Suruh Ketua kalian keluar menyiapkan bak mandi, makanan dan pakaian yang pas untukku. Jika kalian tidak bisa melakukan hal sederhana itu maka nasib kalian akan berakhir buruk." Han Shen sangat menikmati hal ini dan sudah sangat lama dia ingin seperti ini.

Asura mengatakan jika mereka hanyalah kumpulan sampah dan Han Shen sangat percaya diri yang artinya mereka bukan ancaman serius untuknya sama sekali. Berbicara seolah dia adalah yang teratas memang sangat mengagumkan, bahkan jika mereka melawan Han Shen hanya perlu memberikan pukulan.

Setelah beberapa waktu kedua Bandit itu melapor beberapa Kelompok yang berjumlah sepuluh orang yang dipimpin oleh Pria besar membawa Kampak muncul. Pria besar itu adalah Pemimpin mereka yang bernama Mang Wu, dia melihat kearah Han Shen dan tidak menyangka jika Anak buahnya sudah diintimidasi oleh Bocah gelandangan.

"Hei Bocah apakah kau ingin mati ?" Tanya Mang Wu yang berdiri didepan Han Shen.

"Krak... sepertinya kau harus dipukul dengan keras sebelum sadar." Han Shen meregangkan otot lehernya dan terlihat siap.

Kapak besar itu tiba-tiba berayun dan Han Shen menangkapnya, Mang Wu mencoba mengerahkan kekuatan lebih banyak namun Han Shen menahannya tanpa kesulitan. Menurut apa yang diajarkan Asura kepadanya cara terbaik dengan pengendalian Qi adalah membuatnya mengalir dipergelangan tangannya.

Perlahan Han Shen melakukannya dan meremas Kapak besar itu, besi yang kokoh hancur berkeping-keping. Mang Wu hanya bisa membuka mulutnya karena terkejut melihat hal ini dan tamparan yang keras membuatnya tersungkur ketanah dengan darah yang mengalir dihidungnya.

"Tuan tolong ampun orang rendahan ini akan segera menyiapkan apa yang Anda inginkan !" Mang Wu dengan cepat berlutut memohon ampun dan bahkan semua orang yang dia bawa juga berlutut karena takut.

"Jika kau patuh dari tadi aku tidak akan menghancurkan senjatamu. Sekarang mari masuk kedalam dan siapkan apa yang aku inginkan." Han Shen berjalan masuk kedalam dengan santai.

Mang Wu meminta semua anak buahnya untuk bergegas pergi menyiapkan apa yang Han Shen inginkan. Setelah mandi dan Han Shen mengganti pakaiannya yang seperti pengemis, penampilannya sekarang terlihat jauh lebih baik dan makan dengan sangat lahap.

Sudah lama dia tidak makan dengan benar dan semua orang berpikir jika Han Shen sangat rakus, dia hanya merasakan Roti kering selama sepuluh tahun dan walaupun bukan makanan kelas atas namun rasa ini benar-benar sangat dia rindukan.

"Ugrr... aku kenyang sekarang kau duduk kemari dan jawab pertanyaanku. Namamu Mang Wu dan katakan ada dimana ini sekarang ?" Tanya Han Shen sambil memerintah.

"Kami adalah Kelompok Bandit Turtle yang berada di lembah Valley kami menguasai bagian selatan dan masih ada tiga kelompok lainya. Sedangkan untuk Wilayah perairan Sungai itu di kuasi oleh para Bajak laut. Lembah Valley berada diperbatasan Wilayah Kota Nanyang dan Aliansi Beladiri. Sepertinya Tuan Muda adalah Ahli Beladiri dari Aliansi, apakah saya benar ?"

"Aku memang Ahli Beladiri tapi tidak bergabung dalam kelompok manapun, aku hanya ingin hidup sesuka hatiku saja dan tidak mau ikut campur dengan pertengkaran konyol mereka." Han Shen menjawab dengan jujur.

Mang Wu sedikit ragu dan berkata, "Bisakah Tuan Muda membantu kami untuk mengurus seorang Monster. Sebenarnya kami keempat Kelompok sedang terdesak dan mengalami masalah serius dengan Seniman Beladiri Jalan Iblis."

"Bagaimana bisa kalian masih tetap hidup sampai sekarang, apakah kau berusaha untuk membodohi diriku ?" Tanya Han Shen dengan nada yang keras.

"Saya tidak berbohong dan bahkan jika Tuan Muda pergi untuk bertanya kepada yang lainya maka jawabannya pasti sama. Pria ini mengendalikan dua Serigala berbulu merah dan setiap bulannya meminta tumbal 3 Gadis untuk diberi makan kepada Serigalanya."

Mang Wu mengangkat kepalanya, "Kami mungkin orang tercela dan selalu meminta biaya pajak dari para pedagang ataupun merampok jika mereka tidak mau membayar. Tapi ini sudah terlalu berlebihan bagi kami dan jika kami melakukannya Pemerintah hanya akan menyalahkan kami."

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
semakin seru
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 6 - Menjadi Ketua Bandit

    Han Shen berpikir sejenak dan berbicara dengan Asura, "Bagaimana menurutmu ?" "Aku hanya Pedang rusak yang punya pengetahuan dan tahu cara membunuh. Putuskan saja sendiri apa yang kau inginkan, mau jadi orang baik atau jahat bukankah kau ingin hidup sesuai dengan keinginanmu sendiri. Lagi pula aku yakin orang itu bukan tandinganmu sama sekali." Asura mengatakan pendapatnya.Han Shen mengetuk meja dan bertanya, "Aku bisa melakukannya namun kau tahu benar jika tidak ada alasan bagiku untuk menolong sekumpulan Bandit bukan ? Mari anggap saja seperti ini keuntungan apa yang dapat kalian berikan kepadaku ?" "Kami hanya bisa menawarkan tenaga terlebih tidak ada yang berharga yang kami punya sekarang." Mang Wu berkata dengan jujur."Itulah yang aku inginkan mulai sekarang kalian adalah Bawahanku dan kau akan menjadi tangan kananku. Besok kau dan aku akan pergi menemui Pria itu paham ?" Han Shen berkata dengan tegas."Mengerti Ketua." Mang Wu t

    Last Updated : 2024-11-10
  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 7 - Seni Beladiri Yang Berbahaya

    Han Shen pergi kesamping dan tangannya bersandar didinding Gua, dia merasa sangat mual melihatnya dan walaupun Han Shen sudah membunuh seorang Bandit sebelumnya namun penampilannya jauh berbeda.Melihat mayat yang tercerai berai dan bahkan tidak bisa dikenali itu sangat gila, namun ada perasaan aneh yang muncul dalam dirinya seolah Han Shen sudah kehilangan rasa pedulinya kepada mayat Biksu ini sama sekali."Ketua Anda berhasil !" Mang Wu dan ketiga orang rekannya berlari kearah Han Shen."Pergi dan periksa didalam apakah ada Gadis yang selamat !" Han Shen meminta mereka pergi memeriksa dan dia saat ini sedang dalam kondisi yang tidak nyaman karena mual.Asura hanya menertawakannya dan dia sudah merasakan sensasi yang menyenangkan, tapi dari semua hal itu Asura sadar jika dari pada kemampuan Han Shen mulutnya seratus kali lebih mengerikan dan mungkin ini adalah sisinya yang sebenarnya.Setelah beberapa waktu Han Shen akhirnya mulai terbia

    Last Updated : 2024-11-10
  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 8 - Rencana Masa Depan

    Keesokan paginya Han Shen membawa semua Pria keluar, dia berjalan kearah Pohon yang kokoh dan dengan Pedang pinjaman dia memotong Pohon itu menjadi balok kayu dengan cepat. Tidak berhenti disitu saja dia terus melakukannya dan semua Balok kayu itu dibawa ke markas.Mang Wu terlihat ragu dan berkata, "Ketua sebenarnya persedian makanan kita sudah menipis dan mungkin hanya akan bertahan selama tiga hari saja." "Apakah masih ada daging Serigala yang tersisa ?" Tanya Han Shen sambil membuat Tombak kayu."Masih ada beberapa Apakah Ketua ingin memakannya ?" Mang Wu bertanya dengan ramah."Kumpulkan semua orang terlebih dahulu dan suruh mereka menungguku sebentar. Krisis makanan ini akan segera aku selesaikan." Han Shen memberikan perintah dan Mang Wu akan mengikutinya.Pola pikir dan cara hidup mereka itu sudah sangat salah, jika Han Shen ingin terus tetap hidup mengandalkan pajak jalan saja tidak akan cukup untuknya. Setelah beberapa waktu se

    Last Updated : 2024-11-10
  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 9 - Debut Pertama

    Han Shen menghela nafas dan berkata, "Kau adalah wakilku disini dan semisal aku berpergian keluar maka kepemimpinan akan diatur olehmu Mang Wu. Tapi dalam pola pikir kau itu sangat kosong dan aku akan mengangkat Xie Yun sebagai asistenku, mulai sekarang dengarkan baik-baik rencana pengembangan."Han Shen menjelaskan niat tujuannya tentang pertanian dan peternakan, Han Shen ingin membeli biji gandum dengan uang yang tersisa dan akan mengolah lahannya sendiri. Belum lagi menanam pohon buah seharusnya mungkin baginya, ada baiknya mempersiapkan sesuatu lebih awal mengingat apa yang terjadi dimasa depan jauh lebih keras.Adapun soal peternakan Han Shen akan meminta yang lainya untuk menangkap anakan babi, ataupun babi jantan dan betina agar dikembang biakan. Adapun membuat keramba untuk ikan seharusnya masih mungkin karena posisi mereka dekat dengan aliran sungai.Mang Wu tidak mengerti banyak hal namun beberapa hal yang dia pahami terasa sangat hebat menurut d

    Last Updated : 2024-11-10
  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 10 - Masa Lalu

    Setelah beberapa waktu Han Shen dan lainya kembali membawa semua Kereta, tidak sedikit hal yang mereka dapatkan selain pakaian masih ada bahan makanan, rempah dan 200 tael perak. Han Shen meminta semua perabotan dan membagikan pakaian. Adapun pakaian wanita diberikan semuanya kepada Xie Yun dan Adiknya, hasilnya kali ini tidak terlalu buruk dan Han Shen cukup puas dengan semua ini."Ketua apakah yakin memberikan semua pakaian ini kepada kami dibandingkan dengan menjualnya kita bisa mendapatkan lebih banyak perak ?" Xie Yun sedikit ragu menerima barang yang bagus."Ambil saja dan lagi pula kau pasti akan terlihat cantik jika memakainya. Bukankah keinginan para Gadis seusiamu ingin selalu terlihat cantik dan lihat Adikmu juga suka." Han Shen berkata dengan santai.Mendengar pujian Han Shen membuat Xie Yun tersipu malu, dia akan menjaga semuanya dengan baik dan bersyukur karena bisa sampai ditempat ini.Salah seorang Pria memperhatikan Xie Yun dan be

    Last Updated : 2024-11-10
  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 11 - Membayar Mahal

    Setelah mendapatkan persetujuan Han Shen tidak menahan dirinya, dia mendekap Xie Yun dengan erat dan membuatnya menjadi semakin gugup. Bibir mereka saling berciuman dan sentuhan lembut dari lidah Han Shen membuatnya semakin mabuk. Han Shen sedikit lebih turun dan mencium leher Xie Yun yang ramping, agar suaranya tidak keluar Xie Yun menggigit bibirnya dan Han Shen membawanya pergi ketempat tidur."Pakaian ini benar-benar menghalangi !" Han Shen melepaskan pakaiannya dan membuat Xie Yun malu melihat ototnya yang bagus.Xie Yun juga melepaskan miliknya dan menunjukan semua bagian tubuhnya kepada Han Shen membuatnya semakin gugup, "Tolong perlakukan aku dengan baik Ketua." "Serahkan saja kepadaku." Han Shen mendorongnya berbaring ditempat tidur dan bercinta.Untuk pertama kalinya Xie Yun merasa sedikit kesakitan namun perlahan semuanya berubah, Han Shen mendekap erat dirinya dan memperlakukannya dengan baik. Keringat mereka saling bercucuran dan mal

    Last Updated : 2024-11-11
  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 12 - Perubahan Yang Dibawa

    Han Shen masuk kedalam rumah gua itu dan melihat dua orang Gadis yang meringkuk ketakutan ditempat tidur, melihat memar ditubuh mereka dan kondisi tanpa pakaian sudah sangat jelas baginya mengetahui apa yang terjadi."Aku tidak berniat menyakiti kalian dan bergegaslah gunakan pakaian dan keluar, untuk sekarang tunggu baik-baik instruksi dariku !" Ucap Han Shen dengan dingin.Mereka berdua bergegas keluar dari tempat itu dan Han Shen melihat sebuah Buku dan Kotak kayu diatas meja. Han Shen membaca Buku itu dan tertulis Seni Pemurnian Tubuh Vajra, dia juga membuka Kotak kayu itu dan berisi satu butir Pil berwarna coklat.Spirit Asura keluar dan berkata, "Sebentar... Seni Pemurnian Tubuh Vajra itu bukanya berasal dari Shaolin. Kau cukup beruntung karena menemukannya disini dan tidak heran mengapa tubuh orang itu sekeras batu hingga Pedang biasa tidak akan bisa menembus kulitnya, juga ini adalah Pil yang berisi energi Shaolin." "Apakah kedua benda in

    Last Updated : 2024-11-11
  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 13 - Balas Dendam Berakhir Kehancuran

    Sore harinya Han Shen kembali ke Kediamannya dan beristirahat, Xie Yun membawakan teh untuk Han Shen dan meletakkannya diatas meja. Han Shen sudah bekerja keras dalam latihannya dan semua rencana pembangunan."Bagaimana dengan Pelayan lainya apakah mereka sudah terbiasa ?" Tanya Han Shen dengan penasaran."Mereka bekerja dengan rajin dan Adikku sering bermain dengan beberapa anak-anak, bahkan mereka dapat menyulam benang menjadi pakaian hangat dan mereka juga cukup terampil." Jawab Xie Yun dengan jujur."Syukurlah kalau begitu... sejauh ini aku berpikir akan sulit untuk mengatur mereka semua, tapi sepertinya aku terlalu berpikiran pendek." Han Shen meminum tehnya dan merasa sedikit hangat."Tanpa Ketua semuanya mungkin tidak akan seperti ini." Xie Yun tersenyum cerah dan merasa jika semuanya sudah lebih baik dari pada sebelumnya.Han Shen berdiri dan mengusap dagu Xie Yun, "Pergi dan mandilah setelah itu pergi ke kamarku, pastikan malam i

    Last Updated : 2024-11-12

Latest chapter

  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 142 - Kunjungan

    Keesokan paginya Xie Yun masuk kedalam kamar Qin Yue, sesuai dengan apa yang dikatakan para Pelayan Istana Ratu Han Shen berada disana dan kedatangannya membangunkan mereka berdua."Tuanku... Sword Saint Qin Hong dan salah satu Petinggi Tombak Badai Sheng Yan Aliansi Beladiri datang. Atas perintah Su Yan para Kasim saat ini sudah menyambut mereka dan perlukah Anda datang ke Aula." Ucap Xie Yun dengan ramah."Tidak perlu sampai tiba di Aula dan minta mereka datang langsung ke tempat tinggal Kaisar, setelah bersiap kami akan datang kesana." Ucap Han Shen sambil meminum segelas air."Baik." Xie Yun mengangguk dan bergegas pergi untuk menyampaikan perintah.Setelah mereka berdua bersiap-siapa Han Shen membawa Qin Yue pergi menemui mereka berdua di Istana Kaisar. Kedatangan Han Shen dapat diketahui langsung oleh mereka berdua, tenaga dalam dengan Aura yang menakutkan dapat mereka rasakan dari sosok Han Shen.Qin Hong tersenyum dan tidak berhar

  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 141 - Latihan Tengah Malam

    Tengah malam mereka menyudahinya lebih awal dan Su Yan tertidur cukup pulas. Han Shen pergi ke tempat latihan dan mengolah Seni Beladirinya bersama dengan Asura dan White. Gerakan Pedangnya jauh lebih agresif dari biasanya dan Qin Yue juga datang."Jadi kau disini... kau jarang beristirahat apakah itu tidak masalah ?" Qin Yue melihat bekas ciuman didekat dada dan leher Han Shen.Han Shen tidak pernah lalai dalam tugasnya menjadi Kaisar dan dia tidak pernah mengabaikan semua Istrinya. Pria ini hampir jarang untuk bersantai dan selalu melakukan pekerjaan dengan sempurna."Jika semuanya sudah selesai maka aku bisa meluangkan waktu untuk istirahat. Jangan lupa jika aku seorang Raja Beladiri, bahkan jika aku tidak tidur selama satu bulan itu tidak akan jadi masalah besar karen terbiasa dalam pengasingan." Jawab Han Shen sambil menarik Pedangnya, "Bagaimana jika aku ingin melihat kemampuanmu ?" "Boleh saja." Qin Yue tersenyum dan juga sangat menantikan

  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 140 - Kebijaksana 2

    "Lancang kah ?" Han Shen menatap kearah Penjabat itu dan menunjukan Auranya yang menakutkan.Semua orang didalam ruangan gemetar dan Su Yan mengangkat kepalanya, Han Shen bukanlah orang seperti Kaisar dimasa lalu yang berpikir rasional. Jika apa yang dia sebut keadilan dipertanyakan maka tentu saja dia akan menunjukan hak sebenarnya dari pemegang kekuatan."Tolong redakan amarah Yang Mulia." Penjabat itu berlutut dan memohon ampun."Disini akulah Kaisarnya dan keputusanku adalah mutlak, kalian hanya bisa menambahkan sesuatu yang baik atau mengatakan akibat dari keputusan dariku karena itulah tugas kalian disini." Ucap Han Shen dengan tegas.Semua Penjabat Istana mengangguk dan menatap Meng Wuya, tentu saja dia tahu maksud dari mereka semua dan hanya bisa menghela nafas. Secara tidak langsung Meng Wuya adalah Ayah dari Selir Meng Die dan masih kerabat Kaisar."Lalu bolehkah saya tahu alasan apa Yang Mulia punya dengan semua rencana ini ?"

  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 139 - Kebijaksanaan

    Han Shen tersenyum dan berkata, "Tenang saja itu tidak akan lama lagi dan juga aku harus mulai serius sekarang." "Senang mendengarnya." Mereka semua juga mengharapkan hal yang sama.Waktu berlalu dengan sangat cepat selama sebulan dan dibawah tangan dingin dari Kaisar yang baru masa depan yang cerah sudah terlihat. Semua Penjabat korup yang menggelapkan uang pajak secara diam-diam dieksekusi dihadapan publik.Tidak berhenti disitu saja bahkan semua aset kekayaan mereka disita dan status Keluarga Bangsawan dihapus. Semua Prajurit dan Komandan yang dulunya berperang juga sudah sepenuhnya menyerah, tugas yang Han Shen berikan kepada Meng Wuya sudah diselesaikan dan secara keseluruhan semuanya sudah teratur.Han Shen juga menggunakan kekayaan pribadinya untuk merekrut banyak Sarjana dan menyebar mereka ke berbagai Kota. Saat ini dia ingin mendirikan sekolah diberbagai kalangan, jika dulu hanya Bangsawan saja yang bisa mengemban pendidikan maka dia me

  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 137 - Kaisar Baru

    Satu minggu berlalu dengan sangat cepat dan penobatan Han Shen menjadi Kaisar sudah selesai, dia menyapa semua rakyatnya sekarang bersama dengan Su Yan. Semua Penjabat lama sudah disingkirkan dan semuanya diisi oleh bakat baru sesuai keinginan Han Shen.Yie Cheng, Xie Yun, Yu Ling, Meng Die dan Qin Yue juga akan tinggal di Istana Ratu mulai sekarang. Mereka sudah masuk kedalam Anggota Keluarga Kekaisaran dan dibawah naungan Han Shen yang merupakan Suami mereka.Diatas kertas posisi Su Yan adalah seorang Ratu namun dimata Han Shen mereka tetap sama, hanya saja penerus Kekaisaran berikutnya sudah ditentukan yaitu harus berasal dari garis keturunan Su Yan dan yang lainya juga tidak keberatan.Kelompok Dagang Valley juga akan membuka Kantor pusatnya di Ibukota, semua propertinya berada diatas nama Han Shen dan merupakan bisnis yang dijalankan oleh semua Selirnya. Keluarga Yu juga diberikan Wilayahnya sendiri dan menjadi Keluarga Bangsawan Kekaisaran.

  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 136 - Menduduki Singgasana Kaisar

    Han Shen sudah menyelesaikan persiapannya dan kekuatannya berkumpul, "Pedang Kaisar Beladiri bentuk kedua Roda Petir."Han Shen menukik kebawah dan berputar-putar dengan memanfaatkan momentum gravitasi, petir merah menyala di Pedangnya dan membentuk sebuah Roda Petir yang menekan Xian Sheng dibawahnya.Xian Sheng tidak bisa bergerak dengan semua tekanan yang menimpanya, serangan Han Shen yang mematikan mencapai dirinya dan ledakan yang besar dan Petir merah menghancurkan daerah disekitarnya.Badai yang besar mengamuk dan menghempaskan semua prajurit, Song Yulie dan puluhan Grandmaster yang ada disana merasakan kekuatan yang hebat dari hal ini.Para Naga lainya juga menelan ludah mereka dan pengetahuan mereka terbuka, rasa takut dan tidak berdaya dari serangan semacam ini membuat hati beladiri mereka terguncang. Chen Xue bahkan pernah mengatakan omong kosong jika dia ingin menantang Han Shen, namun melihat momentum mengerikan ini bahkan jika serang

  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 135 - Mereda

    Su Mui tersenyum kearah Su Yan dan berlari menuju kearah Su Yang. Pedang besar Song Yulie berayun dan menghempaskan Su Yang kebawah, berapa kalipun dia memotongnya tubuhnya akan terus menyatu kembali dan hebatnya tidak ada rasa sakit sama sekali."Apakah hanya ini saja kemampuan Iblis Gila yang terkenal itu ?" Teriak Su Yang dengan tawa kerasnya."Boleh juga." Song Yulie tersenyum namun perhatiannya dengan cepat teralihkan.Su Mui menangkap Su Yang dari belakang dan mengunci lehernya, energi yang mengamuk didalam tubuhnya akibat Qi yang disuntikkan Su Yan kedalam dirinya sedang mengamuk."Hentikan semua pertarunganmu ini Saudaraku dan mari menuju ke alam bawah bersama-sama. Kita sudah bertarung dan berusaha membunuh satu sama lain sejak lama, lenyap bersama-sama dari Dunia ini sepertinya bukan ide yang buruk." Su Mui mencengkram kuat Su Yang."Bodoh aku ini abadi dan akulah Kaisar dimasa depan bukan kau bajingan." Su Yang berusaha untuk m

  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 134 - Pertarungan Saudara

    Su Yang bergerak dengan cepat kearah Su Yan dan melakukan ayunan tangan, "Lama tidak bertemu Adik kecilku !" "Kakak ?" Su Yan sangat terkejut dan tenaga dalam yang begitu kuat sedang bergerak kearahnya.Qin Yue menebas salah satu Komandan Kekaisaran dan membunuhnya, "Sage Sword !"Pedangnya bercahaya dan dia berlari menuju kearah Su Yan, tenaga dalam yang begitu dingin membuat pijakannya membeku. Qin Yue dengan paksa memblokir serangan Su Yang dan terlempar mundur kebelakang, darah mengalir dari sudut mulutnya dan tangannya gemetar karena terkena serangan berat.Su Mui membawa Tombak dengan pegangan menyerupai Naga, dia berusaha menusuk Su Yan dari depan namun kedua Belati Su Yan menahan serangan berat itu. Su Yan mendesak tenaga dalamnya dan melempar Su Mui kebelakang, Su Mui sudah terlihat seperti Boneka tanpa ekspresi dan mustahil bagi mereka untuk bekerjasama."Kenapa kau masih ragu... mereka berdua itu sudah mati dan tubuh jiwanya d

  • Legenda Kaisar Beladiri   Bab 133 - Menciptakan Dunia Baru

    Zhuge Liang menyadari niat Han Shen dan Yan Mo merasa sedikit cemas, luapan tenaga dalam Han Shen dan Sword Qi yang melapisi kedua Pedangnya begitu menakutkan sekarang."Seni Formasi." Zhuge Liang berdiri dan mengangkat tangannya.Lingkaran formasi terbentuk dan Han Shen merasakan ada bayangan Iblis besar, kekuatan formasi ini membuat Han Shen jatuh kedalam bayangan ilusi dan juga pernah tercatat dalam Buku Shaman."Jadi kau bukan Ahli Strategi biasa tapi juga Master Formasi yang hebat, tapi kau tidak akan bisa menghentikan diriku karena aku sudah paham dengan cara kerja formasinya." Aura putih dan hitam pekat menyelimuti Pedangnya.Perhitungan Han Shen memalui segala kondisi hukum fisika membuatnya dapat menemukan titik lemah, kekuatan mentalnya juga sangat tinggi dan semua ilusi ini tidak akan bisa menjebaknya. "Gawat !" Zhuge Liang memperkuat formasinya namun tebasan Pedang Han Shen membuatnya hancur berkeping-keping seperti kaca peca

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status