Langit Merah

Langit Merah

last updateLast Updated : 2025-03-08
By:  Dina DwiOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
1 rating. 1 review
30Chapters
1.5Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Synopsis

Manusia normal seolah tidak ada lagi sejak sinar radiasi misterius menyelubungi penjuru dunia. Mereka berubah menjadi ‘Mutan berkemampuan khusus’. Fiona terbangun dengan ingatan yang hilang. Keadaan memaksanya harus beradaptasi menghadapi semua ketegangan dalam petualangannya. Beruntung ia tidak sendirian. Keempat remaja berbeda latar belakang bersamanya. Morgan yang bisa mengalahkan siapapun dengan sekali sentuhan. Ema yang bisa menghancurkan apa saja dengan sekejap. Garter yang punya banyak kemampuan dan Vano yang punya tenaga super. Dengan tujuan yang berbeda-beda mereka berkumpul menjadi sekelompok 'Mutan Bebas'.

View More

Latest chapter

Free Preview

Bab 1

Suara langkah kaki bergema di salah satu lorong bangunan tua bertingkat itu. Tiga orang remaja belasan tahun tengah berlari mencari tempat yang aman. Mereka meninggalkan dua orang lainnya yang mana keduanya berjenis kelamin laki-laki.Fiona, nama gadis yang termasuk tiga remaja itu mengikuti dua temannya yang memimpin jalan. Mereka memasuki sebuah ruangan kosong yang kotor berdebu."Kenapa ini bisa terjadi?" Akhirnya Fiona bisa bertanya ketika mereka duduk di sudut ruangan.Bunyi sesuatu yang terdengar layaknya suara ledakan terdengar, Fiona yakin itu adalah suara hancurnya dinding bangunan ini sama seperti sebelumnya."Mutan Liar tidak akan melepas siapa pun yang pernah lolos hidup-hidup darinya. Anggaplah seperti binatang yang memburu mangsanya. Dan kita sekarang menjadi mangsanya." Satu-satunya laki-laki di satu ruangan itu menjawab pertanyaan Fiona....

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments

user avatar
Redwin Tandek
Mari kita lihat..
2021-10-30 21:43:19
3
30 Chapters
Bab 1
Suara langkah kaki bergema di salah satu lorong bangunan tua bertingkat itu. Tiga orang remaja belasan tahun tengah berlari mencari tempat yang aman. Mereka meninggalkan dua orang lainnya yang mana keduanya berjenis kelamin laki-laki. Fiona, nama gadis yang termasuk tiga remaja itu mengikuti dua temannya yang memimpin jalan. Mereka memasuki sebuah ruangan kosong yang kotor berdebu.  "Kenapa ini bisa terjadi?" Akhirnya Fiona bisa bertanya ketika mereka duduk di sudut ruangan.  Bunyi sesuatu yang terdengar layaknya suara ledakan terdengar, Fiona yakin itu adalah suara hancurnya dinding bangunan ini sama seperti sebelumnya.  "Mutan Liar tidak akan melepas siapa pun yang pernah lolos hidup-hidup darinya. Anggaplah seperti binatang yang memburu mangsanya. Dan kita sekarang menjadi mangsanya." Satu-satunya laki-laki di satu ruangan itu menjawab pertanyaan Fiona.  
last updateLast Updated : 2021-09-24
Read more
Bab 2
Beberapa menit yang lalu. Sebelum Mutan Liar datang mencari mereka. “Fiona...” Nama gadis yang tak sadarkan diri itu disebut.    “Kenapa dia belum sadar juga?” tanya sebuah suara terdengar panik, berasal dari pemuda yang berambut pirang pucat. Laki-laki yang paling muda diantara mereka.   “Kau terlalu berisik! Lihat, dia terganggu.” Suara lain yang halus menyahut pelan. Tidak sejalan dengan kalimatnya yang menyindir, kalimat yang lebih cocok jika dikeluarkan dengan nada keras untuk membentak. Pemilik suara itu adalah pemuda yang memiliki mata kelabu terang.   “Tapi bagus juga, dia bisa segera sadar.” Suara yang lebih feminim terdengar, tapi bersamaan nadanya yang keluar juga lebih datar. Ia satu-satunya perempuan diantara mereka yang bersuara.   “Mungkin lukanya parah sampai membuatnya pingsan cukup lama.” Suara yang pertama memanggil Fiona kembali menimpali, berasal dari pemuda bertubuh
last updateLast Updated : 2021-09-24
Read more
Bab 3
“Sudah, jangan dilanjutkan. Yang pasti kalian berdua itu sama. Sama-sama jarang tersenyum. Yang satunya pendiam yang dingin. Satunya lagi pemarah yang jutek.” Spontan saja pandangan kedua orang yang disindir itu segera teralihkan pada yang berbicara, Morgan.    Mereka kompak mengganti objek kebencian mereka dengan sasaran yang sama.   Fiona ingin tahu apakah Morgan sebenarnya berniat melerai mereka dengan mengorbankan diri agar dibenci atau malah menambah kemarahan mereka?   Si pemuda pirang terlihat sangat kebingungan, Fiona mengira dia lah yang benar-benar ingin berperan menenangkan kedua temannya.    Hingga pemuda pirang itu berbicara.   “Kalian tidak akan saling bunuh dengan tatapan, kan?” tanya si pemuda pirang dengan takut.   Sekarang Fiona harus memperbaiki sedikit tebakan dari pikirannya tadi. Apa maksudnya perkataan pemuda itu? &nbs
last updateLast Updated : 2021-09-24
Read more
Bab 4
Morgan, pemuda dengan suara lembut tapi sinis itu namanya Morgan, memiliki rambut hitam dan mata kelabu. Tubuhnya lebih tinggi dari mereka yang ada di dalam ruangan. Tapi kalah tinggi dengan Garter. Wajahnya yang lumayan tampan dengan mata kelabu terang. Mata yang menarik perhatian Fiona saat pertama kali melihatnya. Apalagi wajahnya yang kotor tidak menghilangkan kesan tampannya. Sayang, ucapan yang dikeluarkan sering menyindir, padahal Morgan tipe pemuda bersuara lembut. Vano, pemuda yang sering terlihat ketakutan, sepertinya dia orang yang mudah khawatir. Dia memiliki rambut pirang pucat dan mata cokelat terang nyaris keemasan. Tubuhnya lebih tinggi dari Ema tapi lebih pendek dari dua temannya yang lain.  Pemuda tipe ini, terlihat kekanakan di mata Fiona karena selalu gugup. Mungkin dia lebih muda daripada yang lain, lalu tertindas. Fiona mencoba berpikiran positif, tapi kemungkinan Vano ditindas karena umurnya bisa jadi alasan sifatnya yang sering ta
last updateLast Updated : 2021-09-24
Read more
Bab 5
 Mereka bilang ia belum lama berkenalan dengan mereka. Itu artinya, ia baru bergabung dengan mereka. Meski ia ragu jika sudah bergabung dengan mereka mengingat Ter yang dengan mudahnya mau meninggalkannya.Fiona meneguk ludahnya setelah mendengar penjelasan Vano. Vano bilang pertemuan mereka terjadi karena mereka tidak sengaja terlibat obrolan yang membahas tentang tujuan perjalanan mereka yang ternyata sama. Dan untuk informasi yang sangat penting, mereka bukan manusia biasa, manusia biasa sudah tidak ada yang tahu keberadaannya. Mereka sekarang disebut sebagai manusia berkemampuan khusus. Mereka, katakanlah Mutan yang tercipta karena adanya cahaya gelombang radiasi di bumi tiga dekade lalu. Radiasi itu menstimulasi pembentukan gen baru pada semua manusia yang menjadi penyebab manusia mengeluarkan kemampuan tubuh di atas batas wajar karena mengalami mutasi. Dan begitulah, manusia biasa tidak ada yang tahu keberadaanny
last updateLast Updated : 2021-09-24
Read more
Bab 6
"Kenapa ini bisa terjadi?" Akhirnya Fiona bisa bertanya ketika mereka duduk di sudut ruangan. Bunyi sesuatu yang seperti ledakan terdengar, Fiona yakin itu seperti suara hancurnya dinding sebelumnya. "Mutan Liar tidak akan melepas siapa pun yang pernah lolos hidup-hidup darinya. Anggaplah seperti binatang yang memburu mangsanya. Dan kita sekarang menjadi mangsanya." Vano menjawab pertanyaan Fiona. Keringat mengalir di wajahnya yang kusam namun karena yang paling muda wajahnya lebih terlihat seperti anak kecil. Imut sekali jika di perhatikan."Memangnya apa untungnya dia mengejar kita?" Fiona mengernyit."Kau benar-benar tidak tahu apa pun, ya?" Ema menimpali. Terdengar seperti Morgan yang menyindir karena nada datarnya.Dalam hati Fiona cemberut. Aku kan lupa ingatan! Tapi entah kenapa Fiona tidak berani membalas Ema. Ia merasa segan. Lagipula Ema mungkin saja tidak berniat menyindirnya, Fiona mencoba berpikir positif karena tidak bisa menebak Ema."Sebelumnya, mutan inilah yang men
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more
Bab 7
"Ter!" Morgan berseru begitu angin tornado dilontarkan si mutan liar ke arah mereka. Jarang sekali ia berteriak tidak seperti biasanya yang sering berkata lembut."Berisik! Aku disampingmu! Kau bisa membuatku tuli." Ter merentangkan tangan kedepan. Angin tornado itu seketika menghilang saat mendekati tangannya.Mereka bisa berlari dengan sejajar karena Morgan butuh kemampuan Ter. Ter hanya bisa melindungi jika Morgan tidak jauh darinya.Tapi si mutan liar tidak berhenti disitu saja, dia mengeluarkan banyak serangan berkali-kali. Hal itu membuat Ter juga berkali-kali menetralkan serangannya. Ia mulai kelelahan padahal jarak mereka sudah dekat. Beberapa serangan yang tidak mengarah ke mereka berdua mengenai bangunan di belakang. Akibatnya, dinding bangunan itu dihiasi lebih dari satu lubang.Dan ketika Morgan dan Ter melompat ke arah mutan liar itu, seketika angin layaknya badai hurikan membentengi tubuh mutan liar itu.Ter tak sempat bertindak mencegah karena tidak memperkirakan serang
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more
Bab 8
"Sudah mulai senja. Ayo kita kembali saja," kata Gar yang tengah memegang seekor burung dan seekor tupai."Itu ide bagus." Vano tidak bisa menyembunyikan ras leganya."Berburu seperti ini memang tidak mudah. Tenaga yang keluar tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan," sahut Morgan yang tidak mendapatkan apa-apa."Tapi meski aku begini, kau itu ya?! Sudah tidak berusaha apa-apa, tidak tahu malu dan tidak merasa bersalah malah nyengir kalau waktunya kembali. Memangnya ini cukup untuk kita yang totalnya berlima?!" lanjut Morgan dan mengomel pada Vano."Kenapa marah padaku? Kan, Gar yang mengusulkan kembali karena sudah mulai gelap." Vano merenggut."He, kau memang tidak mengerti, ya. Kau juga bahkan hanya mengeluh terus. Kau malah jadi beban tahu. Sadarlah, hilangkan rasa takutmu yang berlebihan itu." Morgan memutar bola matanya teringat Vano yang terus-terusan gelisah saat mereka berburu tadi.Tapi mau bagaimana lagi, Vano tidak bisa mengendalikan pikirannya yang selalu memikirkan
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more
Bab 9
Dari awal memang Fiona merasa aneh dengan senyuman Ema. Biasanya gadis itu selalu menampakkan wajah datar. Sekalinya tersenyum ternyata ada makna tersembunyi. Dan lagi, Fiona lebih terkejut ketika tahu Ema keluar dari karakternya yang dikenal Fiona, apa maksud tindakan konyol Ema yang seperti itu tadi?"Ini yang kalian maksud?!" Vano berseru menatap seekor sapi hutan yang sudah mati. Matanya menatap Ema, meminta penjelasan."Yap, silakan dibawa. Itu tugasmu sekarang." Ema berkata dan tampak sengaja mengabaikan tatapan kesal Vano, Vano merasa kesal karena ketakutan pada hal seperti ini gara-gara Ema. Takut pada sapi hutan? Mata Vano jelas terlihat seperti sudah dikerjai dan tertipu."Jadi kau bisa melakukannya?" tanya Fiona memastikan. Karena ia dan Ema tidak bisa membawa sapi utuh itu.Vano tersenyum kecil, "Tentu saja, serahkan padaku."Vano merenggangkan kedua tangannya, lalu dengan tangan kurusnya itu, Fiona melihatnya mengangkat sapi itu."Wah!" Fiona tercengang. Awalnya ia tidak
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more
Bab 10
"Itu kesimpulanmu?" tanya Fiona."Yeah." Jawab Morgan."Baru kali ini aku menjumpai kemampuan Elektro gravitasi. Benar-benar gravitasi. Biasanya Elektro mengendalikan suatu unsur. tapi kau bisa lebih dari satu bahkan banyak unsur yang bisa kau kendalikan." Lanjut Morgan."Benarkah? Sehebat itu?" Tanya Fiona terkejut dengan kenyataan tentang kemampuannya itu. Morgan mengangguk.“Apa itu hal yang bagus?” tanya Fiona lagi.“Tergantung dari mana kau melihatnya.” jawab Ema tiba-tiba. Fiona segera mengalihkan perhatiannya pada Ema. Tapi Morgan bersuara lagi membuat Fiona memandangnya lagi.“Kemampuan yang hebat bisa melindungi tapi bisa juga mengundang bahaya untuk diri sendiri. Kau tahu banyak orang yang mengincar kemampuan yang hebat dan istimewa atau pun unik.”“Contohnya?” tanya Fiona.“Contohnya, mungkin Pusat Pemberdayaan? Mereka seolah terlihat baik karena mengarahkan para mutan untuk mengendalikan kemampuannya. Mereka membantu mengenali dan mengembangkan kemampuan mutan yang masih k
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status