Share

Bab 8

Penulis: Gina
Beberapa menit kemudian, Evelyn keluar dari toilet dengan ekspresi masam. Saat ini dia sudah mengganti pakaiannya menjadi gaun putih.

Romeo bertanya, "Ada apa?"

"Tadi aku mengganti pakaianku di toilet. Ketika aku keluar, aku melihat Kak Violet."

"Violet?"

Evelyn menganggukkan kepalanya.

Lalu, Evelyn berkata, "Aku melihat Kak Violet bersama pria yang waktu itu. Mereka terlihat dekat ...."

Setelah mengatakan itu, Evelyn memperhatikan raut wajah Romeo. Kemudian, dia buru-buru berkata, "Tapi, aku mungkin salah melihat. Bagaimana mungkin Kak Violet mengenal orang seperti Charles Griffin .... Dengar-dengar, Charles bukan orang baik."

"Violet ...."

Nada Romeo menjadi sinis.

Kemarin dia sudah bisa melihat kalau Charles tertarik pada Violet.

Apa wanita itu tidak bisa menjauh dari bahaya? Kenapa dia mau mendekati orang jahat seperti Charles?

Entah kenapa Romeo merasa panik.

Violet barusan keluar dari toilet dan dia mendapati Romeo sedang menatapnya dengan ekspresi kesal dan tatapan yang mencurigakan.

"Ngapain kamu tadi?" tanya Romeo.

"Aku? Tadi aku masuk toilet."

Violet kebingungan.

Evelyn maju, kemudian dia menarik tangan Violet dan berkata, "Kak Violet, tadi aku melihatmu. Charles Griffin bukan orang baik. Kak Violet jangan sampai tertipu olehnya."

Violet tanpa sadar menarik kembali tangannya.

Tangan Evelyn pun membeku di udara. Lalu, dia berkata dengan sedih, "Kak Violet, aku bukan sengaja mau mengadu kepada Tuan Romeo. Tapi, Charles benar-benar bukan orang baik."

"Aku tahu orang macam apa Charles. Orang lain nggak usah membantuku menilainya."

Sikap Violet sangat dingin.

"Aku ...."

Evelyn menggigit bibirnya dan dia terlihat sakit hati.

Romeo pun berkata dengan sinis, "Evelyn hanya memikirkanmu. Kamu nggak tahu apa-apa, tapi kamu malah pergi menyinggung orang yang nggak patut kamu singgung."

Evelyn menarik-narik lengan baju Romeo. Dia seolah-olah menyalahkan Romeo menegur Violet terlalu keras.

Violet melihat semua itu. Orang yang tidak tahu mungkin bisa mengira kalau Evelyn barulah istrinya Romeo.

"Pokoknya, lebih baik Kak Violet jangan mendekati Charles. Kak Violet adalah putri yang terhormat, sedangkan pria itu adalah orang biadab yang nggak berpendidikan. Kak Violet nggak boleh terlibat dengannya."

Tuk!

Tiba-tiba, terdengar suara tongkat menghantam tanah di kejauhan.

Semua orang menoleh ke arah suara itu. Mereka langsung melihat ada seorang lelaki tua berambut putih sedang berdiri di tengah-tengah aula.

Violet menoleh dan dia merasa lelaki tua itu terlihat familier. Dalam sekejap, dia mengenali kalau lelaki tua itu adalah tukang kebun yang tadi menjatuhkan vas bunga di aula.

Saat ini lelaki tua itu mengenakan jas dan sepatu kulit. Ada dua pengawal berdiri di belakangnya. Lelaki tua itu tampak sangat berwibawa. Dia mempunyai sepasang mata yang tegas dan tajam sehingga membuat orang tidak berani mendekatinya.

"Para tamu sekalian, ini Pak Thomas Griffin."

Pengawal yang berdiri di sebelah memperkenalkan lelaki tua itu.

Orang-orang di sekitar pun mengangkat gelas mereka untuk menunjukkan hormat.

Saat ini, hanya wajah Evelyn seorang yang tampak pucat.

Lelaki tua yang tadi dia bentak ternyata adalah Pak Thomas!

Tak lama kemudian, Charles muncul dari belakang Pak Thomas. Dia berdiri di sebelah Pak Thomas dan memegang lengannya.

Violet mendadak mempunyai firasat buruk.

Charles menatap Violet dan tersenyum ke arahnya.

"Hari ini aku mengundang kalian semua untuk memberi tahu kalau Charles adalah cucu Thomas Griffin. Dia adalah satu-satunya pewaris Keluarga Griffin."

Pak Thomas mengarahkan matanya yang sinis ke Evelyn.

Tatapan itu pun membuat Evelyn merinding.

Pak Thomas berkata dengan sinis, "Dia bukan orang biadab yang nggak berpendidikan."

Semua orang kaget dan hanya jantung Violet yang berdebar.

Tidak! Waktunya salah! Kenapa bisa menjadi seperti ini?

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 9

    Menurut garis waktu, identitas Charles tidak akan diumumkan sampai kematian Pak Thomas tiga tahun kemudian.Jangan-jangan kelahiran kembali Violet tanpa sengaja mengubah segalanya?Saat ini, wajah Evelyn menjadi pucat pasti karena ucapan Pak Thomas.Bukankah Charles adalah anak yatim piatu? Bagaimana mungkin dia adalah cucunya Pak Thomas?Kalau begitu, apakah Pak Thomas mendengar apa yang barusan dikatakan Evelyn?Kalau Evelyn menyinggung Pak Thomas, untuk seumur hidupnya dia tidak akan bisa melakukan apa-apa lagi di dunia keuangan.Setelah memikirkan itu, Evelyn melihat Romeo dan meminta bantuan."Pak Thomas, Evelyn hanya salah bicara. Karena dia masih muda, semoga Pak Thomas bisa memaafkannya."Pak Thomas mendengus sebelum dia berkata, "Dengar-dengar ada seorang genius di sisi Tuan Romeo. Sekarang setelah aku melihatnya, sepertinya dia biasa saja."Wajah Evelyn memucat.Jelas sekali kalau Evelyn telah kehilangan dukungan Pak ThomasViolet melihat semua itu.Kali ini meskipun Romeo me

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 10

    William mengendarai mobilnya ke sebuah gedung yang belum selesai dibangun tidak jauh dari tempat awal mereka."Sialan. Bagaimana si Jeffry berengsek itu bisa kepikiran mengurung orang di tempat mengerikan seperti ini?"William melihat sekeliling. Tempat ini gelap gulita dan dia tidak bisa mendengar suara lain. Hanya ada gema dari kata-kata yang barusan dia katakan.Charles menyeret Jeffry turun dari mobil. Jeffry tersandung beberapa kali sebelum dia bisa berdiri.William menendang Jeffry sembari berkata, "Katakan! Di mana orangnya!""Me ... mereka yang menyembunyikannya. Awalnya kami ingin memberi pelajaran kepada wanita ja ... Nona Violet. Kami berencana setelah kami menerima uang, kami mau meledakkan gedung ini. Selain Romeo mati, kami bahkan mendapat jumlah uang yang besar. Kami merasa itu akan membantu Tuan Charles. Saya benar-benar nggak menyangka ternyata Nona Violet dan Tuan Charles adalah teman ....""Apa? Kamu mau meledakkan gedung ini?" William membelalakkan matanya dan berta

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 11

    Setelah mendengar ucapan Romeo, Evelyn menundukkan kepalanya. Dia berdiri di sebelah Romeo dan seperti seekor kelinci yang terkejut.Violet merasa sedih ketika dia melihat tatapan sinis Romeo yang sama dengan di kehidupan sebelumnya.Awalnya dia ingin berterima kasih, tapi sepertinya Romeo tidak peduli."Aku sangat lelah. Terserah kalian."Violet pun naik ke atas.Saat ini dia sama sekali tidak peduli dengan Romeo dan Evelyn.Malam ini Jeffry dapat menyentuhnya dengan mudah dan itu berarti orang lain juga bisa.Dia tidak boleh selalu bergantung kepada Romeo dan tidak punya kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri sedikit pun.Besok harinya, pagi-pagi Violet sudah bersiap-siap untuk keluar. Dia baru saja turun ke bawah dan dia melihat Nyonya Besar Fernandez sedang duduk di ruang tamu. Evelyn berdiri di samping dan sepertinya dia baru menangis."Nenek?"Alis Violet berkerut.Nyonya Besar Fernandez jarang datang. Kenapa kali ini dia mendadak datang?"Dengar-dengar kamu menghabiskan 20 t

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 12

    Hanya Romeo yang bisa ditipu oleh Evelyn.Bagaimanapun juga, Romeo menyukai Evelyn. Dia tidak bisa melihat wajah asli Evelyn."Cukup. Ini bukan hal besar. Hari ini Evelyn ada kelas, jadi aku mengantarnya ke kampus dulu."Romeo memberikan kode kepada Evelyn.Evelyn tampak berterima kasih.Kemudian, Nyonya Besar Fernandez berkata dengan sinis, "Hari ini aku dan Vio mau pergi berjalan-jalan. Aku melihat kamu nggak sibuk, jadi pergilah bersama kami.""Tapi, Evelyn ....""Minta Levi mengantarnya. Kamu adalah presiden Grup Fernandez. Jangan melakukan hal yang menurunkan derajatmu," kata Nyonya Besar Fernandez.Evelyn menggigit bibirnya, kemudian berkata, "Tuan Romeo, Kak Levi bisa mengantarku ke kampus. Jangan membuat Nyonya Besar marah."Evelyn membungkuk dengan hormat kepada Nyonya Besar Fernandez.Namun, Nyonya Besar Fernandez sama sekali tidak menghiraukannya.Romeo memanyunkan bibirnya, lalu berkata, "Aku mengantarmu keluar."Evelyn pun menganggukkan kepalanya.Setelah melihat Romeo kel

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 13

    Namun, tidak apa-apa. Violet juga tidak berharap Romeo percaya padanya.Tak lama kemudian, Violet dan Romeo masuk ke dalam mobil. Romeo bahkan menggandeng tangannya.Violet tahu ini hanya sebuah akting untuk Nyonya Besar Fernandez.Bagaimanapun juga, orang tua Romeo meninggal lebih awal dan Nyonya Besar Fernandez-lah yang membesarkannya. Jadi, Romeo tetap menghormati dan berbakti kepada Nyonya Besar Fernandez.Violet juga tidak berulah dan bekerja sama dengan Romeo.Nyonya Besar Fernandez mendadak bertanya, "Apa rencanamu untuk tanah itu?"Namun, pertanyaan itu bukan tertuju kepada Violet, melainkan Romeo.Romeo melirik Violet sekilas sebelum menjawab, "Itu tanah Violet, jadi biarkan dia yang menanganinya."Nyonya Besar Fernandez melihat Violet, lalu berkata, "Serahkan saja tanah itu kepada Romeo. Tanggung jawab terpenting wanita masih melayani suaminya dan mendidik anak.""Nenek, urusan Keluarga Fernandez tentu saja ditangani oleh Romeo. Tapi, tanah itu kubeli untuk para tetua Keluarg

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 14

    Ekspresi Romeo tampak masam. Violet melihat tubuh Romeo menjadi tegang, jadi dia melewati Romeo.Cahaya di dalam rumah remang-remang. Entah kapan ruang tamu menjadi ruangan makan malam yang romantis.Setelah Violet melihat itu, raut wajahnya juga berubah.Tanpa perlu berpikir, ini pasti kerjaan Nyonya Besar Fernandez. Pantas saja setelah mereka keluar dari mal, Nyonya Besar Fernandez meminta Romeo mengantarnya pulang. Ternyata ini rencananya."Violet, kamu benar-benar hebat.""Ini bukan kerjaanku."Violet ingin menjelaskannya, tapi Romeo sudah melempar tas-tas belanjaan ke lantai. Kemudian, Romeo langsung keluar dari Kediaman Fernandez.Begitu Romeo keluar, dia mendapati mobilnya sudah menghilang.Violet sudah sepenuhnya memahami rencana Nyonya Besar Fernandez. Kalau malam ini dia dan Romeo tidak tinggal bersama, sepertinya Nyonya Besar Fernandez tidak akan berhenti."Berhenti membuang-buang energimu." Violet berkata, "Malam ini kamu tidur di ruang tamu dan aku tidur di kamar tidur."R

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 15

    Alis Romeo berkerut. Violet mau melepaskan kesempatan mereka bisa berduaan yang bagus ini?Seingatnya, kalau Violet tahu dia mau pergi bertemu dengan Evelyn, Violet pasti akan marah."Bukankah kamu mau mengantar Evelyn ke rumah sakit? Kenapa kamu diam saja?"Violet ingin sekali Romeo segera pergi.Kalau lebih malam lagi, dia takut Charles sudah tidur. Dia juga tidak tahu apa Nyonya Besar Fernandez ada mengatur hal lain lagi atau tidak besok."Pelan-pelan makannya."Romeo melirik makanan di atas meja yang hampir dihabiskan oleh Violet, lalu dia tiba-tiba merasa sedikit jengkel.Violet sudah bersusah payah membuatnya tinggal di rumah, tapi alhasil Violet hanya mementingkan makanannya?Setelah melihat Romeo pergi, Violet bergegas mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Charles."Halo? Tadi aku ada urusan. Sekarang aku pergi ke sana, ya.""Santai saja.""Sampai jumpa!"Pada saat yang sama, di Grup Airlangga, Charles sedang berdiri di depan jendela kantor dan menurunkan ponselnya.William ba

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 16

    Violet tampak sangat serius.Kata-katanya setengah benar, setengah bohong. Keluarga Gloria memang tidak seperti dulu lagi. Itulah kenapa di kehidupan sebelumnya Romeo makin memperlakukannya dengan dingin.Bagi Romeo, pernikahan mereka hanyalah masalah kepentingan. Setelah Violet kehilangan nilainya, dia bukan siapa-siapa lagi bagi Romeo.Di kehidupan sebelumnya, Keluarga Gloria jatuh dan bangkrut. Dia pun dibuang seperti sampah oleh Romeo."Kamu mau mengurus Keluarga Gloria? Berhenti bercanda."Sebelum William bisa selesai bicara, dia disela oleh tatapan mata Charles.William langsung menyadari kesalahannya. "Nona Violet, aku bukan memandang rendahmu. Tapi, kamu nggak pernah belajar keuangan dan juga nggak pernah belajar cara mengelola perusahaan. Walaupun sekarang Keluarga Gloria hanyalah cangkang kosong, kalian memiliki usaha yang besar. Seorang wanita juga akan kesulitan mendapat kepercayaan para orang tua.""Aku tahu.""Kamu tahu, tapi kamu masih ...."Charles memberi William tatap

Bab terbaru

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1325

    "Ada? Kapan?""Ketika kamu baru saja lahir." William berkata, "Sepertinya saat itu keempat keluarga berkumpul di mana itu jarang terjadi. Tapi, waktu itu kamu baru saja lahir, jadi kamu pasti nggak mengingatnya."Gwen di samping berkata, "Wah, ternyata kamu masih mengingat hal yang sudah lama itu?"William mengingat dengan saksama. "Saat itu aku masih sangat kecil. Aku nggak mengingat yang lain. Aku hanya mengingat pesta itu lebih megah daripada pesta mana pun yang pernah kulihat. Makanya, itu sangat berkesan padaku. Itu juga pertama kalinya aku bertemu dengan Charles. Saat itu Charles ... aduh!"Sebelum William bisa menyelesaikan kalimatnya, dia merasakan ada orang di belakang yang menyepaknya."Setir. Cerewet sekali.""Ya, ya, aku diam! Ngapain kamu menyepakku?!"William mengelus pantatnya.Violet melihat Charles, kemudian bertanya, "Kamu ada di sana pada hari aku lahir?"Sebelum Charles sempat menjawab, William di depan berkata, "Tentu saja. Saat itu semua orang dari keempat keluarg

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1324

    Gwen berpikir sejenak, lalu berkata, "Tugas Tuan Knowles tentu lebih sulit daripada tugas kita."Saat Jacob mendengar itu, matanya berbinar-binar.Gwen menepuk bahu Jacob, lalu berkata, "Masakan dapur Keluarga Airlangga nggak enak, jadi kamu bertanggung jawab membuat makan malam dan tunggu kami pulang.""..."Senyuman Jacob langsung menghilang. "Itu disebut tugas yang sulit?""Tentu saja. Itu sangat penting."Gwen tersenyum dengan manis kepada William dan berkata, "Tuan Muda William, ayo pergi. Ayo lihat rumah yang selama ini kamu rindukan.""..."William tidak pernah mau kembali ke rumahnya.Orang yang paling tidak ingin dia jumpai adalah ayahnya.Namun, karena Gwen, William hanya bisa berkata, "Aku melakukan ini semua untukmu. Kalau itu Charles, meskipun dia berlutut dan memohon padaku, aku nggak akan setuju."Charles berkata dengan datar, "Sebenarnya, aku bisa mengutus orang pergi ke rumah Keluarga Airlangga untuk mencuri buku akuntansi itu.""Jangan! Tuan Besar! Kalian semua adalah

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1323

    "Bukan itu, tapi sebelumnya.""Em ...." William berpikir sejenak, lalu berkata, "Penyelidikan kita pasti salah.""Sebelum itu lagi!""Buku-buku ini bukan peta harta karun?""Benar, yang itu."William bingung. "Ada apa dengan kalimat itu?"Violet berkata, "Dari tadi aku merasa aneh. Kenapa buku-buku ini nggak dibakar meskipun ini sangat berbahaya dulu dan malah memutuskan untuk menyembunyikannya? Selain itu, ini disembunyikan di setiap aula leluhur keluarga. Menurutku, Keluarga Airlangga dan Griffin juga memiliki buku-buku ini. Atau mungkin saat buku-buku ini digabungkan, ia menjadi satu peta harta karun."Gwen dan William saling bertatapan. Mereka tampak bingung.Gwen berkata, "Aku pernah mendengar tentang peta harta karun yang disembunyikan dalam puisi. Aku juga pernah mendengar tentang peta harta karun yang disembunyikan dalam lukisan. Tapi, ini pertama kalinya aku mendengar ada orang yang menyembunyikan peta harta karun di buku akuntansi!""Ya, Violet. Imajinasimu ini terlalu liar."

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1322

    Saat ini, Charles sudah turun ke bawah.Begitu William melihat Charles, dia pura-pura tidak berkata apa-apa dan bersiul di sebelah.Violet menoleh dan melihat Charles sudah membawa turun buku akuntansi. Charles berkata, "Tadi sepertinya aku mendengar ada orang yang mengataiku di belakang."William berkata, "Mana ada! Aku sedang memujimu. Aku memujimu sayang istri dan seorang contoh pria baik di zaman ini.""Oh, ya?""Tentu saja!"William menatap Charles dengan serius.Gwen menepuk William, lalu berkata, "Sudah, sudah. Berhenti omong kosong. Cepat lihat ada apa di buku-buku akuntansi ini."Violet sudah membuka buku akuntansinya.Violet berkata, "Menurut perhitungan kami, bisnis barang-barang asing Keluarga Griffin memiliki pendapatan tahunan sebesar 300 ribu tahil perak dan pengeluaran tahunan sebesar 600 ribu tahil perak. Bisnis bedak Keluarga Gloria memiliki pendapatan tahunan sebesar 100 ribu tahil perak dan pengeluaran tahunan sebesar 200 ribu tahil perak.""Keluarga Airlangga berge

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1321

    "Sialan! Apa kamu nggak bisa mengatakan sesuatu yang lebih baik?"Gwen memukul kepala William, kemudian berkata, "Tadi beberapa senior Keluarga Edris datang dan bilang ingin mengambil kembali stempel pribadi dari Vio. Aku sudah meneleponmu berkali-kali, kenapa kamu nggak angkat telepon?!"William memegang kepalanya dan berkata, "Aku bukannya nggak ingin angkat telepon. Charles ...."William melirik Charles sekilas, lalu mengubah kata-katanya. "Ada rapat dengan Keluarga Griffin, jadi aku mendiamkan ponselku. Aku bukannya sengaja nggak angkat telepon.""Kalau lain kali kamu nggak angkat teleponku lagi, kamu akan mati!""Ya, ya! Pasti nggak ada lain kali lagi!"William segera menjawab Gwen.Charles berkata, "Sepertinya masalahnya sudah kelar."Setelah mendengar ucapan Charles, William berkata dengan bingung, "Sudah? Jadi, apa yang terjadi dengan orang ini?"William menunjuk Aaron yang di lantai dan berkata, "Kenapa anak ini tidur di sini saat siang-siang bolong?""Aku membuatnya pingsan."

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1320

    Samuel berkata, "Tapi, ada rumor yang mengatakan empat keluarga besar bertanggung jawab atas rahasia harta karun Kota Poseidon. Rahasia ini selalu dipegang oleh kepala Keluarga Edris."Jacob bertanya, "Kalau begitu, hanya Nathan yang tahu tentang rahasia harta karun Kota Poseidon?"Samuel menggelengkan kepala, lalu berkata, "Itu adalah kecelakaan seumur hidup. Kasus penculikan Keluarga Edris menyebabkan kematian orang tua Nathan. Jadi, sudah nggak ada yang tahu rahasia Kota Poseidon lagi. Apa Nathan mengetahuinya atau nggak, kalian perlu menanyakannya. Tapi, aku merasa dia nggak tahu. Bagaimanapun juga, kecelakaan waktu itu mendadak. Seharusnya ayahnya belum sempat memberitahunya di mana letak harta karun Kota Poseidon.""Nak, apa permata warisan Keluarga Edris ada di tanganmu?"Saat Jethro menanyakan itu, Violet langsung mengingat permata biru pemberian Nicholas. Violet berkata, "Ya. Kalau kalian menginginkannya kembali ...."Jethro tersenyum dan melambaikan tangannya. Dia berkata, "N

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1319

    Lalu, Aaron pingsan.Violet menundukkan kepala untuk melihat Aaron yang sudah pingsan. Kemudian, dia menatap kedua pria tua itu dan berkata, "Bapak-Bapak sekalian, kalian nggak usah mengujiku lagi, 'kan?"Setelah mendengar apa yang dikatakan Violet, Gwen dan Jacob tampak terkejut.Menguji?Apa ini terlihat seperti ujian?Samuel melihat ekspresi percaya diri Violet, lalu dia langsung melihat sosok Tuan Besar Gloria. Samuel berkata, "Apa kamu mengira kami sedang bercanda?"Nada Samuel terdengar sinis. Kata-kata itu membuat jantung Gwen dan Jacob berdebar sekali lagi.Violet berkata, "Kalau kalian benar-benar ingin stempel pribadi, kalian nggak perlu datang dan beromong kosong denganku. Kalian bisa mengutus orang untuk merebutnya dariku. Kalian sudah lama nggak ikut campur dalam urusan Keluarga Edris. Sekarang kalian malah datang jauh-jauh untuk membuat drama. Selain ingin menguji apa aku akan menyerahkan stempel pribadi di bawah tekanan, itu juga karena seseorang telah memberi tahu kalia

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1318

    Lalu, ada seorang jenius pengembangan perangkat lunak yang dipuji sebagai anak ajaib pada usia tiga belas tahun. Di era ketika teknologi komputer masih langka, dia telah membobol lebih dari belasan mesin dan memberikan kontribusi besar bagi sains dan teknologi. Keterampilan meretasnya menciptakan banyak mitos tiga puluh tahun yang lalu.Yang berdiri di belakang pernah diterima oleh presiden berbagai negara ketika dia masih muda. Dia mulai mengembangkan bom atom pada usia 30 tahun, memenangkan banyak penghargaan di dalam dan luar negeri, selain itu merupakan seorang jenius fisika yang sudah pensiun....Kalau salah satu dari orang ini menunjukkan kekuatannya, dia bisa menggemparkan Kota Poseidon.Suasana di aula sangat menyesakkan.Saat Gwen dan Jacob yang berada di lantai dua melihat Violet berdiri di depan pintu, mereka bergegas menuruni tangga.Bahkan Gwen yang selama ini tak kenal takut pun memperlambat langkahnya saat turun ke bawah karena dia takut menimbulkan keributan dan mengga

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1317

    Charles mengelap moncong pistolnya sambil berkata pada orang di samping, "Bereskan ini.""Baik, Tuan Charles."Beberapa pengawal maju untuk membereskan mayat Billy. Beberapa pemegang saham yang awalnya mendukung Billy sedang gemetar ketakutan.Charles bersandar di kursinya sambil menatap pemegang-pemegang saham itu. Dia berkata dengan sinis, "Aku akan memberi kalian dua pilihan. Aku membeli saham kalian atau ... kalian akan berakhir sepertinya."Setelah mendengar dua pilihan yang diberikan Charles, mereka saling bertatapan. Mereka sangat ketakutan sehingga tubuh mereka gemetaran."Ka ... kami akan menyerahkan saham Grup Griffin kami dengan sukarela!""Kami akan ... menyerahkan saham kami dengan sukarela!"AC di ruang rapat dinyalakan pada suhu 20 derajat, tapi orang-orang itu berkeringat deras.Charles menoleh ke arah pengacara. Pengacara melangkah maju, kemudian dia membagikan perjanjian pengalihan saham kepada orang-orang itu.Karena orang-orang itu terpaksa, mereka hanya bisa menand

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status