แชร์

Malam Ini, untuk Pertama Kalinya

ผู้เขียน: Writergaje23_
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2024-03-05 20:36:43

Abia terbangun dengan kepala yang terasa berat. Begitu menyadari tempatnya berada, perempuan itu terlonjak kaget.

Ini kamar Arya.

"Daddy, Biya bangun! Biya bangun!" Suara heboh dari sampingnya membuat perempuan itu menoleh.

Ada Neo dan Arya yang duduk di sofa samping ranjang. Wajah suaminya tampak kesal dan sedikit ... khawatir?

"Aku sudah menyuruhmu untuk tidak masuk kerja! Apa kau senang sakit?! Apa kau suka merepotkanku begini?!" tanya pria itu tiba-tiba membentak.

Abia sedikit menjauhkan kepala. Telinga juga kepalanya semakin sakit sekarang.

"Apa Mas Arya tidak bisa bicara dengan baik? Kepalaku sakit," keluh Abia dengan suara bergetar.

Neo berlari dan segera naik ke ranjang sang Mama. Bocah sipit itu memeluk Abia. Menyembunyikan wajah Mamanya dari pandangan sang Ayah.

"Daddy tidak boleh membentak Biya! Padahal Daddy memarahiku karena memarahi Biya yang sakit waktu itu. Kenapa sekarang Daddy yang nakal?!" teriak Neo tidak terima.

Mendengar itu, Abia tersenyum haru. Neo begitu menya
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทที่เกี่ยวข้อง

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   Tidur Seranjang

    "AAA!"Pagi ini, Arya dikejutkan dengan teriakan histeris Abia. Teriakan perempuan itu bahkan membuat beberapa pelayan juga Neo berlari ke kamar mereka.Iya, kamar mereka. Satu hal yang membuat perempuan itu kaget bukan main. Dia tidak tahu bagaimana jelasnya. Tapi, kenapa pagi ini dia malah terbangun di dalam dekapan Arya?Apa semalam Abia salah kamar? "Kau kenapa?" tanya Arya panik dan sedikit linglung. Efek baru bangun tidur."B-bagaimana bisa kita tidur seranjang?" tanya Abia yang sudah duduk di sisi ranjang dengan wajah bangun tidurnya.Arya tak langsung menjawab, namun ia memperhatikan wajah Abia yang tampak kusut serta rambut berantakan. Anehnya, Arya bisa melihat bahwa Abia cantik, meski baru bangun tidur. "Kenapa kalian berdiri di sana?! Pergi!" usir Arya galak pada beberapa pelayan yang berdiri di ambang pintu.Merasa diabaikan, Abia mendengkus sebal. Melirik pakaiannya yang masih sama dan lengkap seperti semalam, perempuan itu menghela lega. Tanpa sadar, gerak-geriknya me

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-03-05
  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   Dia Istriku

    "Mas."Arya menoleh sejenak sebelum kemudian kembali fokus menyetir. Wajahnya tampak datar dan dingin. Membuat Abia sedikit bergidik takut."Mas Arya," panggil Abia lagi."Hm." Pria itu menjawab dengan deheman.Abia memalingkan wajah. Menyadari suaminya sedang dalam suasana hati yang buruk dan tidak ingin diganggu."Daddy, ada kecelakaan di depan!" ucap Neo sambil menunjuk kerumunan orang yang menutupi jalan.BUGH!"Ck ... merepotkan saja!" maki Arya sambil memukul setir. Abia dan Neo saling berpandangan. Terkejut dengan kemarahan pria itu."Biya!" panggil Neo lirih sambil menarik ujung baju sang Mama."Kenapa?""Apa Daddy marah karena aku mau makan nasi goreng sendiri?" tanya bocah sipit itu polos.Abia mengangguk. "Iya. Jadi, lain kali berbagilah dengannya, ya?" pesan Abia setengah berbohong.Neo mengangguk patuh. Bocah itu duduk anteng di belakang lagi. Berbanding terbalik dengan Abia yang memandang Arya lekat.Jadi, Aluna---perempuan cantik sekaligus aktris terkenal pada masanya

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-03-06
  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   Saling Menyentuh

    Sepanjang perjalanan pulang, Abia tidak banyak berbicara. Perempuan itu lebih banyak melamun dan melotot linglung begitu Arya memanggil atau menanyainya sesuatu. Sebenarnya, Arya sedikit merasa bersalah karena mendiami istrinya sedari pagi tadi. Sejak mantan istrinya tiba-tiba datang ke rumah seolah di antara mereka tidak pernah ada apa pun yang terjadi.Arya marah karena Aluna menemuinya setelah Neo besar. Di saat bocah itu sudah tidak merengek ingin mengetahui siapa dan dimana Ibunya. Di saat namanya sudah tidak ada di hati Arya.Terutama, di saat dia dan Neo sudah menemukan pengganti perempuan itu. Sekarang, untuk apa mantan istrinya ke sini? Apa karena Arya sudah kaya dan mapan?"Eung ... Mas!" Panggilan Abia membuat Arya menoleh."Ada apa?" tanya Arya kali ini dengan nada lebih lembut. Berbanding terbalik dengan caranya menatap dan berbicara pada Abia pagi tadi."Kenapa Mas Arya mengumumkan status hubungan kita pada semua orang di kantor?" tanya Abia akhirnya mengutarakan kebing

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-03-06
  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   Aku Menunggumu

    Pagi ini, Abia terbangun dengan sekujur tubuh yang terasa sakit. Berbanding terbalik dengan Arya yang pagi ini sudah rapi dengan setelan jas kerjanya.Pria itu duduk di sisi ranjang. Memandang Abia yang masih berbaring telungkup dengan punggung polos. Wajah perempuan itu tampak berantakan. Rambut pirang kecokelatannya tergerai menutupi senagian punggung.Perempuan itu masih tanpa busana. Hanya selimut yang menutupi tubuh polosnya. Melihat itu, tanpa sadar Arya tersenyum. Mengingat apa yang sudah mereka lakukan semalam membuat pria itu senang."Apa hari ini kau tidak akan pergi bekerja?" tanya Arya sambil menarik selimut di tubuh istrinya.Abia mengerang. "Maaas!" rengeknya sebal sambil mempertahankan selimut yang menutupi punggung."Kenapa? Aku kan sudah melihat semuanya semalam," jawab Arya santai.Abia menenggelamkan wajahnya di kasur. Dia malu. Sangat malu. Kenapa Arya harus membahasnya sepagi ini? Suaminya menyebalkan sekali."Jadi bagaimana? Kau tidak ikut ke kantor?" tanya Arya

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-03-08
  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   Kau Berbohong

    "Kau sudah pulang?" Pertanyaan dengan nada semangat itu membuat Arya menoleh.Abia berlari menghampirinya dengan wajah bangun tidurnya. Sepertinya perempuan itu ada di ruang tengah karena menunggu Arya pulang."Kenapa kau belum tidur? Ini sudah hampir jam satu malam," tanya Arya heran.Biasanya, jangankan sampai jam 12. Sejak tinggal bersamanya, Abia bahkan tidak pernah tidur di bawah jam 10 malam. "Kenapa kau bertanya? Seharusnya aku yang bertanya padamu," sahut Abia sambil berkacak pinggang."Kau kemana saja? Kenapa sampai jam segini baru sampai rumah? Apa di kantor sedang ada masalah?" tanya perempuan dengan piyama satin hitam itu beruntun. Arya tersenyum. Bahkan kecerewetan perempuan ini membuat suasana hatinya jadi membaik dalam sekejap. Seharusnya Arya pulang lebih cepat saja tadi. Bukannya berkeliling tanpa tujuan guna menenangkan pikiran yang malah semakin kacau."Kenapa kau hanya tersenyum? Aku menunggumu pulang dari tadi. Kutelepon juga kau tidak angkat, nomormu tidak akti

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-03-08
  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   Mengintip Bos dan Istrinya

    Begitu kembali dari taman dengan tubuh basah kuyup, Abia berjalan mengendap di teras rumah. Perempuan itu mengintip dari jendela apa ada sang suami di ruang tengah.Begitu dirasa aman, ia membuka pintu dengan sangat pelan. Tapi, baru saja membawa tubuhnya melewati ambang pintu, sebuah deheman singkat membuat Abia terlonjak kaget."Ehem!""E-eh, Mas. Sejak kapan kau di sini? Aku tidak melihatmu tadi," tanya Abia mencoba terdengar biasa saja. "Memangnya kenapa? Ini rumahku. Aku berhak berada di sisi mana saja," jawab Arya sarkas."Aku tahu," jawab Abia lirih."Kau sudah bertemu dengan teman 'perempuan'mu itu?" tanya Arya sengaja mempertegas kata 'perempuan' di dalam kalimatnya."Sudah," jawab Abia singkat sambil berjalan menaiki tangga berniat menuju kamarnya.Bajunya basah kuyup. Di luar juga masih hujan deras. Setidaknya pria ini membiarkannya berganti pakaian terlebih dahulu. Bukan menanyainya sesuatu."Apa yang kalian bicarakan sampai harus bertemu sambil hujan-hujanan begini?" tan

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-03-10
  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   Sebuah Keinginan

    Arya pikir, dampak dari ulah Keanu tidak akan separah ini. Tapi rupanya, harga saham Star Group turun drastis sejak rumor tentang Keanu yang keluar dari agensi muncul ke permukaan.Entah informasi itu muncul darimana, yang jelas, Star Group lumayan terancam sekarang. Arya bisa meminta Keanu kembali sebenarnya. Tapi, dia tidak ingin melepaskan Abia.Pria itu sudah bilang hanya akan kembali jika Arya menceraikan Abia. Dia tidak akan pernah melepaskan istrinya untuk hal semacam ini.Meski agensi ini dirintisnya dari nol. Meski usaha Arya untuk membesarkan Star Group selama beberapa tahun ini berakhir, dia tidak akan pernah merelakan istrinya untuk Keanu. Meski pria itu adalah sahabat atau bisa juga disebut adiknya."Pak, bagaimana---""Aku sedang tidak ingin diganggu! Beraninya kau masuk ke ruanganku!" teriak Arya murka membuat Lintang segera undur diri.Begitu sampai di luar, lagi-lagi, pria berkacamata itu harus terkejut menemukan istri sang atasan berdiri di ambang pintu. Perempuan it

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-03-10
  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   (Tidak Mungkin) Berselingkuh

    "Kenapa kau baru pulang?" tanya Arya heran begitu mendapati Abia baru sampai rumah pada pukul 5 sore. Tadi, saat Arya bertanya pada tim humas, mereka bilang istrinya pulang lebih dulu. Tapi dia tidak memberi penjelasan akan kemana."Aku bertemu seseorang," jawab Abia sambil duduk di sofa ruang tengah. Tepat di samping suaminya.Wajah perempuan itu tampak lesu. Arya jadi sedikit curiga 'seseorang' yang dimaksud istrinya adalah Keanu. Waktu itu, Abia juga berbohong untuk bertemu pria itu, kan?"Aku mencarimu ke ruangaan tim humas tadi. Tapi kata mereka kau izin pulang lebih awal," jelas Arya jujur."Benarkah?" tanya Abia terkejut.Arya mengangguk."Maaf, aku benar-benar ada urusan penting tadi." Abia melingkari lengannya pada lengan kiri sang suami.Kepala perempuan itu bahkan bersandar di bahunya. Membuat Arya terkekeh geli dengan sikap sang istri."Akhir-akhir ini, kau jadi lebih romantis, ya? Biasanya orang yang berselingkuh melakukan ini karena rasa bersalah atau ingin menutupi per

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-03-10

บทล่าสุด

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   34. Menantu Milyarder

    "Neo kemana, Bun?" Naya bertanya sambil melongokkan kepala dari luar pintu dapur.Abia yang tengah memasak untuk makan malam tentu saja menoleh. Begitu mendapati kehadiran sang menantu di sana, perempuan itu memberi kode untuk mendekat.Naya segera menghampiri dan melihat apa yang dikerjakan sang Mama mertua. Begitu melihat perempuan itu yang tengah memandang aneh jantung pisang di atas talenan, Naya mengerjap."Bunda mendapatkan ini di mana?" tanya Naya heran."Tadi ada tetangga yang memberikannya. Katanya ini enak dimasak dengan kacang merah. Bunda ingin menolak karena tidak tahu cara memasaknya, tapi gengsi." Abia bercerita sambil menggaruk tengkuk malu.Naya terkekeh kecil sebelum kemudian mengambil alih jantung pisang berwarna ungu tersebut. Berikutnya mengupas kelopaknya satu-persatu dan membuang bagian keras pada ujung bakal buah pisang yang masih berbentuk kuncup bunga tersebut.Abia memandangi dengan serius apa yang dilakukan sang menantu. "Bunda bisa mengupasnya begini. Lal

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   33. Hanya Kau, Nara

    Begitu terbangun dari tidurnya, Neo menemukan Naya yang tengah sibuk menonton live pertandingan badmintonnya di laptop. Entah perempuan itu mendapat benda tersebut darimana."Ini sudah jam berapa?" Neo bertanya serak sambil mengucek matanya yang masih setengah mengantuk."Jam delapan malam. Kau tidur seperti orang mati. Bahkan aku di sini daritadi pun kau tidak menyadarinya," sahut Naya yang terus fokus pada pertandingan badminton di laptopnya."Aku lelah sekali. Sudah lama sejak terakhir kali aku libur selama ini. Aku bahkan takut mengambil cuti saat sakit karena pegawai-pegawai banyak omong kesayangannya Daddy," omel pria sipit itu sambil merangkak mendekati sang istri yang berada di sisi kasur lainnya."Laptop ini terlihat masih sangat baru. Kapan kau membelinya?" tanya Neo penasaran begitu melihat beberapa tempelan-tempelan di sana bahkan masih belum dicabut."Aku beli tadi sore, karena Ayah sedang menonton bola di televisi ruang tengah, aku malu untuk bilang ingin menonton pertan

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   32. Kau Melupakanku, Ya?

    "Kenapa kalian hanya diam? Apa aku mengganggu?" Nara bertanya pada seluruh penghuni meja makan yang tidak bergeming.Hanya ada suara alat makan yang saling beradu dengan orang-orangnya yang sibuk menekuri piring masing-masing. Tidak ada yang tampak berniat membuka obrolan. Membuat Nara tentu saja sadar keheningan itu ada sesaat setelah dia bergabung bersama mereka."Tidak boleh berbicara saat sedang makan, Nar. Itu tidak sopan," tegur Neo mencoba mencari alasan."Tapi tadi kalian terlihat banyak bicara sebelum aku melihat dari dekat. Kalian bahkan tertawa," sanggah Nara polos yang kontan membuat Neo meringis."Sudahlah, makan saja!" sahut Neo yang akhirnya hanya dibalas Nara dengan angkatan bahu acuh.Naya memandangi sang adik dengan tatapan penuh selidik. Untuk apa adiknya mencari sang suami sepagi ini? Apa mereka akan pergi berkencan? Bukankah pagi ini dia dan Neo akan pergi mengecek lokasi untuk bisnis mereka?"Kenapa kau ke sini sepagi ini?" tanya Naya akhirnya mengutarakan isi ha

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   31. Aku Mencari Neo

    "Kau jaga diri baik-baik. Jangan sampai sakit lagi!" Bintang menegur tegas yang diangguki Naya pasrah.Tidak ingin membuat Ayahnya mengomel lebih banyak lagi. Perempuan itu hanya duduk diam sambil memandangi Neo yang sibuk memasukkan pakaiannya ke dalam tas dengan telaten."Neo!" Naya memanggil pelan.Pria sipit yang masih terlihat sibuk itu kontan menoleh. "Apa?""Kau terlihat cocok jadi pembantuku," sahut Naya tanpa dosa.Bintang yang mendengarnya, kontan memelototi sang putri memperingati. Berbanding terbalik dengan Arya dan Abia yang sudah tertawa geli."Mana ada pembantu setampan aku. Bisa-bisa setiap agensi entertaiment yang datang ke rumahmu malah merekrutku menjadi aktor," sahut Neo kelewat percaya diri."Kau jangan jadi aktor! Nanti siapa yang mengurus perusahaanku?" sanggah Arya yang hanya dibalas Neo dengan putaran bola mata malas."Aku tidak akan menjadi aktor apalagi mengurus perusahaan Daddy. Aku punya rencana sendiri. Iya kan, Nay?" sahut Neo sambil melempar kedipan kep

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   30. Istri Milyarder

    "Kenapa kau baru kembali?" Arya bertanya kesal pada putranya yang baru membuka pintu ruang rawat sang istri.Neo mencebik sebal. "Menurutmu aku harus kembali kapan? Ini kan memang sudah waktunya pulang kerja!" sahut pria sipit itu ngegas.Arya memandangnya aneh. Neo yang ditatap seperti itu tentu saja merasa tidak nyaman."Kenapa Daddy menatapku seperti itu?" tanya Neo curiga dan sedikit tersinggung."Itu kan perusahaan milikmu. Kenapa kau harus pulang sesuai aturan para pegawai? Kau bisa pulang kapan pun kau ingin jika pekerjaanmu sudah selesai," jawab Arya tidak habis pikir.Neo mendelik. "Sejak kapan itu jadi milikku?! Aku pegawai biasa di kantormu! Jadi aku harus mematuhi aturan yang ada," jawab Neo yang hanya dibalas Arya dengan anggukan malas."Iya iya. Kau memang sangat mirip dengan Biya-mu. Meski dia istrinya Daddy, dia bersikap seperti sekretaris teladan pada umumnya. Ya Tuhan ... kenapa istri dan anakku tidak bisa memanfaatkan kemudahan yang kuberikan?" gumam Arya meratap ya

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   29. Perhatian Kecil

    "Ayah kembali ke rumah sakit dulu, ya? Panggil saja pembantu jika kau butuh sesuatu. Atau telepon Ayah," pesan Bintang sambil mengusap puncak kepala Nara lembut.Nara membalas ucapan ayahnya dengab anggukan dan senyum terpaksa. Begitu pria itu pamit sambil keluar dan menutup pintu, senyum di wajah perempuan cantik itu kontan pudar.Jika boleh mengatakannya ... Nara merasa kesepian dan tidak nyaman. Sejak Naya keluar dari pelatnas dan hamil, apalagi setelah Kakaknya menikah dengan sang kekasih, Nara tentu saja sadar sebagian besar kasih sayang Ayahnya hanya tertuju pada sang kakak.Saat perempuan itu sakit sedikit saja, semua orang akan panik luar biasa. Tidak terkecuali Neo yang biasanya hanya akan peduli dan khawatir pada Nara saja. Tapi kali ini ... pria itu bahkan melupakan Nara karena perempuan yang berstatus istrinya.Nara bahkan tidak yakin apa perasaan Neo masih sama untuknya sejak terakhir kali. Terutama sejak pria itu bersama Kakaknya."Kenapa aku mulai kesal?" Nara menggumam

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   28. Terlihat Seperti Suami-Istri

    Neo melangkah tergesa di antara lorong rumah sakit dengan perasaan kalut luar biasa. Berbagai kemungkinan terburuk terus bercokol di tempurung kepalanya membuat pria itu akhirnya mempercepat langkah dengan berlari.Begitu menemukan presensi sang Mama, Ayah juga Ayah mertuanya, pria sipit itu segera mendekat dan bertanya cepat."Bagaimana dengannya?" tanya Neo tanpa punya waktu untuk mengatur napasnya yang tidak beraturan terlebih dahulu."Mama juga belum tahu jelas. Dia masih diperiksa oleh Dokter," jelas Abia mewakili suami juga besannya yang hanya terdiam tanpa berniat bicara.Keduanya terlihat terlalu terkejut dan khawatir. Hal yang paling tidak Abia bayangkan, Arya yang tidak pernah terlalu peduli pada orang lain selain dirinya, kini terlihat sama cemasnya dengan sang putra."Ini semua karenamu! Kenapa kau tidak membawanya pulang tadi? Daddy tidak mengerti kenapa kau masih bisa disebut seorang suami," tukas Arya dengan nada menyeramkan.Tapi, lebih daripada ketakutannya pada amara

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   27. Tidak Bisa Terus Bergantung

    "Loh, Naya mana, Neo? Bukankah kau pergi menjemputnya tadi?" Abia bertanya bingung begitu melihat putranya pulang tanpa sang istri lagi.Neo menoleh pada sang Mama dengan helaan napas berat. Dia sedang tidak ingin membahas perempuan itu sekarang. Kepalanya terasa hampir meledak karena bimbang."Jangan bilang kau hanya pergi menemui Nara?" tebak Abia lagi begitu teringat kebiasaan putranya.Bukannya menjawab, perempuan itu malah menghela kasar sebelum kemudian beranjak menuju tangga rumah. Tapi, belum sampai tangga pertama, pria itu meringis sakit begitu punggungnya terhantam sesuatu."Argh!" erang pria sipit itu kesakitan sambil memandangi sandal jepit rumahan yang tiba-tiba dilempar Arya."Kau sudah merasa begitu besar sehingga berani mengabaikan pertanyaan Mamamu?" tanya sang ayah dengan wajah mengeras karena amarah.Seketika, Neo bergidik takut. Sadar bahwa kelakuannya memancing emosi pria galak yang begitu menyayangi istrinya tersebut."Maaf, Daddy." Neo menyahut lirih."Minta maa

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   26. Maaf, Aku Egois

    Neo tidak mengerti apa yang salah dengan dirinya. Tapi, menyadari kekhawatirannya pada Naya justru lebih besar ketimbang pada Nara membuat pria itu kesal luar biasa. Dia merasa buruk. Secara tidak langsung, pikirannya sudah berpaling dan selingkuh dari sang kekasih---Nara. Seharusnya, Neo lebih memikirkan keadaan Nara yang masih berada di rumah sakit sekarang.Bukan malah bertanya-tanya ada di mana Naya sekarang dan apakah perempuan itu sudah makan. Neo ingin mencoba memaklumi dan berpikir bahwa kekhawatirannya tidak lebih karena perempuan itu tengah mengandung anaknya.Hanya saja ... tetap saja semuanya terasa salah. Neo seharusnya tidak perlu peduli seberlebihan ini pada perempuan menyebalkan itu."Nak, kau tidak menjemput istrimu? Dia belum pulang juga sampai sekarang," tanya Abia sambil membuka pintu kamar sang putra pagi ini.Neo menoleh sejenak sebelum kemudian menenggelamkan wajahnya ke dalam lipatan selimut. Tidak ingin mendengar pembahasan apa pun tentang perempuan yang sial

สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status