author-banner
Writergaje23_
Writergaje23_
Author

Novel-novel oleh Writergaje23_

Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda

Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda

Menikah dengan bosnya sendiri?! Tidak pernah, bahkan di imajinasi terliarnya sekalipun Abia membayangkan itu. Terlebih dengan si CEO galak sekaligus duda beranak satu seperti Arya. Sialnya, karena tanpa sengaja merusak mobil mewah kesayangan sang bos, Arya memberinya dua pilihan; mengganti rugi dengan jumlah uang yang tentu saja fantastis ... atau menikah dengannya. Tentu saja pilihan pertama tidak bisa Abia penuhi. Tetapi pilihan kedua, juga bukan hal yang masuk akal sama sekali. Tinggal dengan Arya setengah hari di kantor saja, Abia tidak tahan. Bagaimana jika mereka tinggal seatap?! *** Pict by Pixabay. Edit by AddText. Free for commercial use.
Baca
Chapter: 32. Kau Melupakanku, Ya?
"Kenapa kalian hanya diam? Apa aku mengganggu?" Nara bertanya pada seluruh penghuni meja makan yang tidak bergeming.Hanya ada suara alat makan yang saling beradu dengan orang-orangnya yang sibuk menekuri piring masing-masing. Tidak ada yang tampak berniat membuka obrolan. Membuat Nara tentu saja sadar keheningan itu ada sesaat setelah dia bergabung bersama mereka."Tidak boleh berbicara saat sedang makan, Nar. Itu tidak sopan," tegur Neo mencoba mencari alasan."Tapi tadi kalian terlihat banyak bicara sebelum aku melihat dari dekat. Kalian bahkan tertawa," sanggah Nara polos yang kontan membuat Neo meringis."Sudahlah, makan saja!" sahut Neo yang akhirnya hanya dibalas Nara dengan angkatan bahu acuh.Naya memandangi sang adik dengan tatapan penuh selidik. Untuk apa adiknya mencari sang suami sepagi ini? Apa mereka akan pergi berkencan? Bukankah pagi ini dia dan Neo akan pergi mengecek lokasi untuk bisnis mereka?"Kenapa kau ke sini sepagi ini?" tanya Naya akhirnya mengutarakan isi ha
Terakhir Diperbarui: 2025-04-03
Chapter: 31. Aku Mencari Neo
"Kau jaga diri baik-baik. Jangan sampai sakit lagi!" Bintang menegur tegas yang diangguki Naya pasrah.Tidak ingin membuat Ayahnya mengomel lebih banyak lagi. Perempuan itu hanya duduk diam sambil memandangi Neo yang sibuk memasukkan pakaiannya ke dalam tas dengan telaten."Neo!" Naya memanggil pelan.Pria sipit yang masih terlihat sibuk itu kontan menoleh. "Apa?""Kau terlihat cocok jadi pembantuku," sahut Naya tanpa dosa.Bintang yang mendengarnya, kontan memelototi sang putri memperingati. Berbanding terbalik dengan Arya dan Abia yang sudah tertawa geli."Mana ada pembantu setampan aku. Bisa-bisa setiap agensi entertaiment yang datang ke rumahmu malah merekrutku menjadi aktor," sahut Neo kelewat percaya diri."Kau jangan jadi aktor! Nanti siapa yang mengurus perusahaanku?" sanggah Arya yang hanya dibalas Neo dengan putaran bola mata malas."Aku tidak akan menjadi aktor apalagi mengurus perusahaan Daddy. Aku punya rencana sendiri. Iya kan, Nay?" sahut Neo sambil melempar kedipan kep
Terakhir Diperbarui: 2025-04-03
Chapter: 30. Istri Milyarder
"Kenapa kau baru kembali?" Arya bertanya kesal pada putranya yang baru membuka pintu ruang rawat sang istri.Neo mencebik sebal. "Menurutmu aku harus kembali kapan? Ini kan memang sudah waktunya pulang kerja!" sahut pria sipit itu ngegas.Arya memandangnya aneh. Neo yang ditatap seperti itu tentu saja merasa tidak nyaman."Kenapa Daddy menatapku seperti itu?" tanya Neo curiga dan sedikit tersinggung."Itu kan perusahaan milikmu. Kenapa kau harus pulang sesuai aturan para pegawai? Kau bisa pulang kapan pun kau ingin jika pekerjaanmu sudah selesai," jawab Arya tidak habis pikir.Neo mendelik. "Sejak kapan itu jadi milikku?! Aku pegawai biasa di kantormu! Jadi aku harus mematuhi aturan yang ada," jawab Neo yang hanya dibalas Arya dengan anggukan malas."Iya iya. Kau memang sangat mirip dengan Biya-mu. Meski dia istrinya Daddy, dia bersikap seperti sekretaris teladan pada umumnya. Ya Tuhan ... kenapa istri dan anakku tidak bisa memanfaatkan kemudahan yang kuberikan?" gumam Arya meratap ya
Terakhir Diperbarui: 2025-04-02
Chapter: 29. Perhatian Kecil
"Ayah kembali ke rumah sakit dulu, ya? Panggil saja pembantu jika kau butuh sesuatu. Atau telepon Ayah," pesan Bintang sambil mengusap puncak kepala Nara lembut.Nara membalas ucapan ayahnya dengab anggukan dan senyum terpaksa. Begitu pria itu pamit sambil keluar dan menutup pintu, senyum di wajah perempuan cantik itu kontan pudar.Jika boleh mengatakannya ... Nara merasa kesepian dan tidak nyaman. Sejak Naya keluar dari pelatnas dan hamil, apalagi setelah Kakaknya menikah dengan sang kekasih, Nara tentu saja sadar sebagian besar kasih sayang Ayahnya hanya tertuju pada sang kakak.Saat perempuan itu sakit sedikit saja, semua orang akan panik luar biasa. Tidak terkecuali Neo yang biasanya hanya akan peduli dan khawatir pada Nara saja. Tapi kali ini ... pria itu bahkan melupakan Nara karena perempuan yang berstatus istrinya.Nara bahkan tidak yakin apa perasaan Neo masih sama untuknya sejak terakhir kali. Terutama sejak pria itu bersama Kakaknya."Kenapa aku mulai kesal?" Nara menggumam
Terakhir Diperbarui: 2025-04-01
Chapter: 28. Terlihat Seperti Suami-Istri
Neo melangkah tergesa di antara lorong rumah sakit dengan perasaan kalut luar biasa. Berbagai kemungkinan terburuk terus bercokol di tempurung kepalanya membuat pria itu akhirnya mempercepat langkah dengan berlari.Begitu menemukan presensi sang Mama, Ayah juga Ayah mertuanya, pria sipit itu segera mendekat dan bertanya cepat."Bagaimana dengannya?" tanya Neo tanpa punya waktu untuk mengatur napasnya yang tidak beraturan terlebih dahulu."Mama juga belum tahu jelas. Dia masih diperiksa oleh Dokter," jelas Abia mewakili suami juga besannya yang hanya terdiam tanpa berniat bicara.Keduanya terlihat terlalu terkejut dan khawatir. Hal yang paling tidak Abia bayangkan, Arya yang tidak pernah terlalu peduli pada orang lain selain dirinya, kini terlihat sama cemasnya dengan sang putra."Ini semua karenamu! Kenapa kau tidak membawanya pulang tadi? Daddy tidak mengerti kenapa kau masih bisa disebut seorang suami," tukas Arya dengan nada menyeramkan.Tapi, lebih daripada ketakutannya pada amara
Terakhir Diperbarui: 2025-04-01
Chapter: 27. Tidak Bisa Terus Bergantung
"Loh, Naya mana, Neo? Bukankah kau pergi menjemputnya tadi?" Abia bertanya bingung begitu melihat putranya pulang tanpa sang istri lagi.Neo menoleh pada sang Mama dengan helaan napas berat. Dia sedang tidak ingin membahas perempuan itu sekarang. Kepalanya terasa hampir meledak karena bimbang."Jangan bilang kau hanya pergi menemui Nara?" tebak Abia lagi begitu teringat kebiasaan putranya.Bukannya menjawab, perempuan itu malah menghela kasar sebelum kemudian beranjak menuju tangga rumah. Tapi, belum sampai tangga pertama, pria itu meringis sakit begitu punggungnya terhantam sesuatu."Argh!" erang pria sipit itu kesakitan sambil memandangi sandal jepit rumahan yang tiba-tiba dilempar Arya."Kau sudah merasa begitu besar sehingga berani mengabaikan pertanyaan Mamamu?" tanya sang ayah dengan wajah mengeras karena amarah.Seketika, Neo bergidik takut. Sadar bahwa kelakuannya memancing emosi pria galak yang begitu menyayangi istrinya tersebut."Maaf, Daddy." Neo menyahut lirih."Minta maa
Terakhir Diperbarui: 2025-02-11
Istri Kecil untuk Bos Duda

Istri Kecil untuk Bos Duda

Demi menentang perjodohan yang direncanakan Ayahnya, Aileen kabur dari rumah. Tentu saja perempuan itu tersesat. Beruntungnya, dia malah bertemu duda kaya raya bernama Arsen yang mengangkatnya menjadi ART. Aileen tentu saja langsung menerima pekerjaan tersebut. Karena selain butuh tempat tinggal, dia juga menyukai anak sang duda---Ayres. Tapi, siapa sangka karena kedekatannya dengan bocah nakal itu, Ibu Arsen malah memintanya menjadi menantu.
Baca
Chapter: Jangan Diulangi Lagi
"Saya anter sampai sini aja. Udah sana masuk!" usir Arsen begitu mobilnya sudah terparkir di parkiran butik melati.Aileen menoleh aneh. Tumben sekali Arsen tidak mengantarnya sampai dalam. Apa pria sipit ini sedang sibuk?"Kamu lagi sibuk, ya? Seharusnya kan aku dianter sama supir aja," ucap Aileen merasa bersalah.Arsen menoleh bingung. "Kapan aku bilang aku sibuk?" tanya pria itu heran."Buktinya kamu mau langsung pergi. Biasanya nganter aku dulu sampai dalem," jawab Aileen polos.Arsen terkekeh geli sambil menjawil sebelah pipi Aileen gemas. "Enggak sibuk kok. Cuma lagi belajar percaya aja. Jangan curigaan terus sama istri sendiri. Dikira begini begitulah. Bosen saya marahan cuma karena hal kekanakan kayak gitu," jelas Arsen yang dibalas Aileen dengan 'ooo' yang panjang."Kamu enggak mau turun nih? Biar saya culik terus jadiin pajangan di ruangan saya," tanya Arsen yang dibalas Aileen dengan delikan."Nanti kalau aku jadi pajangan, bukan cuma kamu doang yang liat dong?" jawab Aile
Terakhir Diperbarui: 2025-04-03
Chapter: Maaf, Ya?
Aileen cemberut. Begitu sampai rumah, Arsen malah tidak ingin berbicara dengannya. Pria itu benar-benar marah hanya karena Aileen lupa meminta izin untuk pergi dengan Tama."Mas, mau kopi?" Aileen bertanya sambil merangkul pundak sang suami dari belakang.Pria sipit itu mendengkus kemudian menepis lengan Aileen yang melingkar di lehernya. "Saya lagi sibuk! Jangan ganggu," tegur Arsen ketus yang tentu saja tidak membuat Aileen menyerah untuk membujuknya."Aku lapar, belum masak. Pesenin sesuatu di go food dong!" Di saat Arsen tengah marah begitu, Aileen malah sempat-sempatnya meminta dibelikan makanan.Tentu saja Arsen mengabaikan sambil terus melanjutkan pekerjaannya di laptop. "Kamu marah banget, ya?" tanya Aileen begitu tidak mendapat respon apapun dari sang suami."Yaudah deh, terserah kamu aja! Aku juga enggak ngapa-ngapain kok sama Tama. Kalau kamu enggak percaya ya terserah. Intinya aku udah jujur." Kali ini, Aileen malah ikut-ikutan sensi.Tapi, meski sudah mengomel sepanjang
Terakhir Diperbarui: 2025-04-02
Chapter: Aileen dan Tama
"Wah ... Aileen udah masuk lagi ya, sekarang? Kemarin kemana aja? Kok enggak dateng?" tanya Tama menyapa begitu perempuan pendek itu sampai di tempat kursus.Aileen yang baru saja akan menjawab, langsung diam begitu melihat pelototan Arsen di sampingnya. Jadi demi menghindari Arsen mengomel season dua, perempuan itu hanya diam saja. Membiarkan sang suami menjawabnya."Dia lagi sibuk. Dia kan bukan remaja kemarin sore. Yang kerjaannya kalau enggak belajar atau ekskul, ya main hp." Arsen menjawab dengan nada sedikit sewot.Aileen mendelik protes sekaligus tidak terima. "Aku dulu enggak main hp kok! Dulu aku enggak punya hp soalnya," sanggah perempuan pendek itu tidak tahu suasana yang dibalas Tama dengan kekehan geli."Kabarin saya lagi kalau saya peduli," balas Arsen yang semakin membuat Aileen menghentakkan kaki sebal."Yaudah, saya berangkat dulu. Kamu yang serius belajarnya, jangan malah kebanyakan bercanda sama Tama!" tegur Arsen yang niatnya menyindir pria berkaca mata itu.Tama
Terakhir Diperbarui: 2025-04-02
Chapter: Istri Cantik Saya
Sejak pulang dari tempat kursus jahit, Arsen lebih banyak marah-marah pada Aileen. Aileen yang tidak tahu alasannya apa tentu saja bertanya-tanya.Lebih dari Almarhumah Bundanya, sang suami terus mengomeli setiap hal yang sebenarnya tidak perlu. Padahal biasanya, Arsen paling malas berbicara."Mas mau ngopi?" tawar Aileen berniat meredakan sensitifitas pria sipit itu.Arsen yang tengah mengetik sesuatu entah apa di laptopnya, hanya membalas dengan lirikan tajam. Aileen mendadak tergagap melihat sikap galak suaminya yang terlalu mendadak."Mau kopi nggak? Kalau enggak aku lanjut bantu Bi Rindi di dapur nih," tanya Aileen sekali lagi sedikit takut."Tadi siang kamu bikinin Tama kopi tanpa nanya dulu di sana. Kok sekarang kamu tanya saya? Ya mau lah! Ga liat mata saya ini udah ngantuk berat?" tanya Arsen sewot yang akhirnya membuat Aileen menyimpulkan satu hal.Arsen ingin minum kopi.Beberapa saat kemudian, Aileen segera berlalu ke dapur. Tidak butuh waktu lama untuk membuat perempuan p
Terakhir Diperbarui: 2025-02-11
Chapter: Kecemburuan Arsen
"Udah siap?" tanya Arsen begitu melihat sang istri masih sibuk berdandan di depan meja rias.Aileen menggeleng. Sebelum kemudian kembali mengolesi krim siang ke wajahnya. Arsen yang melihat kelakuan perempuan pendek itu hanya mendengkus tidak suka.Kenapa Aileen harus berdandan hanya untuk pergi ke kursus jahit saja? Lagaknya seolah akan pergi kencan dan bertemu pacarnya saja."Kamu kalau di rumah mana pernah dandan kayak gitu buat saya. Giliran keluar rumah aja, baru rapi dan cantik." Arsen mengomentari dengan niat menyindir.Aileen mendelik kesal. "Berarti selama ini aku berantakan dan jelek kalau di rumah?!" tanya Aileen galak yang seketika membuat Arsen berhenti berkomentar.Jika sudah memasang wajah sejudes itu, berarti Arsen harus diam. Atau jika tidak, perang dunia ke sekian kali akan terjadi. Terlebih sekarang istrinya tengah PMS."Udah selesai belum?" tanya Arsen beberapa saat kemudian.Aileen hanya membalasnya dengan gelengan dan gerutuan. "Belum juga apa-apa. Masih aja nan
Terakhir Diperbarui: 2025-02-11
Chapter: Bertemu Tama
Sejak menikah dengan Arsen, kesehariab Aileen hanya diisi oleh membantu Bi Rindi bersih-bersih dan memasak atau mengurus keperluan penghuni rumah saja. Tidak ada yang lain.Sesekali di hari libur kantor juga sekolah, Arsen akan mengajaknya liburan. Atau paling tidak sekedar berbelanja bulanan ke supermarket.Setelah dipikir-pikir, selama ini kehidupan Aileen hanya berputar di itu-itu saja. Tanpa sadar, perempuan itu mulai merasa bosan dengan kegiatannya sendiri."Bikinin kopi dong!" pinta Arsen sambil merangkul leher sang istri dari belakang.Aileen yang sore ini tengah duduk di ruang tengah sambil menonton TV hanya mengangguk dan tersenyum manis sebagai jawaban. Begitu berjalan ke dapur, Arsen malah mengikutinya.Padahal pria sipit itu bisa mengganti baju atau membersihkan diri terlebih dahulu. "Kapan kamu pulang?" tanya Aileen begitu sampai dapur sambil mengeluarkan toples gula juga kopi bubuk di dalam lemari.Arsen memang pecinta kopi hitam asli yang diracik. Jadilah Aileen selalu
Terakhir Diperbarui: 2025-02-06
Marry Me, Om Duda!

Marry Me, Om Duda!

Damian Narendra terjebak pesona seorang anak dari rekan kerja yang dititipkan padanya. Pria berstatus duda yang menyatakan membenci perempuan kecil dan cerewet itu, tanpa sadar terpikat oleh sosok Adisthy Anyelir. Keduanya lagi-lagi harus terjebak dalam dunia pernikahan karena Damian yang tanpa sengaja melakukan sebuah kesalahan. Di saat Damian dan Anyelir mulai saling mencintai, masa lalu Damian tiba-tiba datang dan mengacaukan keadaan. Akankah Damian mempertahankan Anyelir? Atau Damian harus merelakan perempuan itu pada orang yang masih Anyelir cintai hingga kini? *** Pict by Pixabay. Edit by AddText. Free for commercial use.
Baca
Chapter: My Little Anyelir [Extra Part]
"Pokoknya nggak mau tau! Nggak mau makan kalau nggak diseduhin mie instan!" Teriakan cempreng dari sang putri bungsu, membuat Anyelir berkacak pinggang. Perempuan itu mendengkus kesal sebelum kemudian beralih ke dapur."Azura! Jangan bikin Mama marah! Kata Papa, Mama lagi mode singa betina," bisik Elynca---sang putri sulung yang sayangnya tidak mirip bisikan. Karena Anyelir bahkan mampu mendengar 'bisikan' gadis kelas 1 SMP itu. Azura menoleh pada sang kakak kemudian memasang wajah memelas."Mintain mie instan ke Papa kalau gitu. Sana teleponin Papa, Kak Elyn!" Azura meminta sambil menarik-narik ujung baju kakaknya. Gadis yang saat ini duduk di bangku kelas 4 SD tersebut bahkan hampir menangis hanya karena sebungkus mie instan."Lagian kamu sih! Makan mie mulu, dimarahin Papa tau rasa deh," omel Elynca membuat Azura menggeleng protes."Aku nggak makan mie banyak kok sekarang. Cuma 2 kali sehari," cerita Azura yang dibalas dengusan sebal Elynca."Itu banyak namanya, Zuraaa! Papa aja
Terakhir Diperbarui: 2025-02-11
Chapter: Kamu Terlalu Memabukkan [Tamat]
"Hei, Anak kecil! Makan dulu baru main! Ya Ampun, kok susah banget nurutnya sih?!" omel Anyelir pada gadis berambut sebahu yang berlari keluar dari dapur.Meninggalkan sang Ibu yang kini sudah berkacak pinggang di pintu utama rumah. Elynca menyengir lebar begitu melihat kekesalan yang terpeta di wajah awet muda sang Mama. Tapi, bukannya takut, gadis 5 tahun itu justru semakin berlari hendak keluar gerbang kalau saja tidak menubruk tubuh seseorang.Bruk ...."Aduuh ...." Elynca meringis sambil mengusap-usap keningnya tengan tangan mungilnya.Tapi, begitu mengenali celana orang yang ditabraknya, perempuan itu mendongak antusias dan menemukan wajah Damian tengah tersenyum sama sepertinya."Hei, Nona Adisthy kecil. Kamu ngapain Mamamu lagi sekarang sampai dia semarah itu, hm?" tanya Damian sambil menggendong sang putri dengan begitu ringan.Anyelir yang melihat kepulangan suaminya, semakin mendengkus kesal. "Oh ... inget rumah ternyata? Kirain lupa alamat terus nggak tau mau pulang lewat
Terakhir Diperbarui: 2025-02-11
Chapter: Seharusnya Pura-pura Tidur
Anyelir duduk berpangku tangan serius sambil memandangi pria di depannya yang memasak wajah ngeri. Berbanding terbalik dengan wajah sang suami di sampingnya yang sudah seperti hendak menerkam orang."Dia nggak bisa itu, Nye! Mending kamu liat aku makan pedes aja daripada dia. Dia mah cemen!" saran Damian masih tak mau menyerah membujuk istrinya.Anyelir mendesis kesal. Merasa fokusnya memandang wajah Angga terganggu oleh rengekan Damian."Ish, diem dulu, Om! Lagi serius ini!" kesal Anyelir begitu melihat Angga mulai membuka cup mie instan pedas yang dibelikan Anyelir khusus untuknya.Meski disuruh diam, Damian tetap mendumel sebal. Masih tidak terima karena Anyelir lebih tertarik pada wajah kepedasan Angga daripada wajah cool-nya."Apa hebatnya sih liat wajah Angga makan pedes dariapa liat wajah ganteng suami kamu ini?!" tanya Damian masih tidak mengerti."Kalau Om kan bisa makan pedes, dia mah nggak bisa. Jadi ya lucu aja ekspresinya gitu," jawab Anyelir sambil cekikikan geli.Damian
Terakhir Diperbarui: 2025-02-11
Chapter: Korban Ngidam Mantan
Anyelir berbaring telentang di lantai keramik dingin ruang tengah. Tanpa alas, tanpa bantal, juga tanpa niat bangkit meski Damian sudah menyorotnya tajam dari lantai atas tepat di ujung tangga."Woi!" teriak Damian yang ditanggapi Anyelir dengan tatapan malas.Melihat Anyelir yang tidak berpindah posisi sama sekali, Damian kontan berlari turun tangga. Anyelor yang melihatnya, menggeleng-geleng."Jangan lari-lari di tangga! Dasar anak kecil!" peringat Anyelir menirukan kalimat sang suami saat mengomelinya.Damian mendengkus sebal. Tanpa berucap apapun, pria itu mendekat pada Anyelir yang terlihat seperti paus terdampar. Damian mengangkat tubuh sang istri santai. Seolah tidak keberatan padahal perut Anyelir mulai terlihat lebih menonjol karena kehamilannya yang menginjak usia 5 bulan."Jangan rebahan di lantai tanpa alas! Dasar anak kecil!" balas Damian sambil membaringkan perempuan itu di sofa panjang ruang tengah.Anyelir menghela napas berat. Seolah habis melakukan kegiatan melelahka
Terakhir Diperbarui: 2025-02-06
Chapter: Jauh Lebih Banyak
"Om?" Anyelir terpaku melihat Damian berdiri di sampingnya dengan payung yang bahkan belum tertutup. Pria itu menyorotnya dengan pandangan tak terbaca. Seperti ... sorot kecewa?"Tadi niatnya mau jemput kamu, mau perbaikin hubungan kita juga. Tapi, kayaknya nggak guna. Kamu udah punya Angga."Selesai mengatakan hal itu, Damian melangkah meninggalkan Anyelir menuju mobilnya yang entah pria itu parkir dimana. Menyadari kesalah pahaman yang terjadi, Anyelir bangkit berdiri dan berlari menembus hujan mengejar Damian.Tapi, langkah lebar dan cepat Damian tidak berhasil membuatnya mengejar pria itu. Anyelir yang lincah dalam hal berlari tidak menyerah tentu saja.Sedangkan Angga, memperhatikan dalam diam di kursi depan minimarket. Sejenak, senyum getir menghiasi wajah pria tampan itu. Menyadari kesempatannya yang sudah nihil juga Anyelir yang sepertinya terlihat begitu mencintai suaminya."Om! Tunggu dulu!" teriak Anyelir begitu berhasil menarik ujung jaket sang suami yang kontan ikut basa
Terakhir Diperbarui: 2025-02-06
Chapter: Anyelir Menghilang
Anyelir mendelik begitu menemukan dua garis merah dari benda di genggamannya. Perempuan itu menggigit bibir bawah gusar. Masih tidak percaya dengan apa yang tengah dilihatnya saat ini.Dia hamil. Anyelir akan menjadi seorang Ibu. Rasanya ... terlalu cepat dan tiba-tiba.“Masak aku hamil sih?” tanya Anyelir pada dirinya sendiri.Perempuan itu hanya menggigit bibir bawah gelisah. Tidak mengerti harus menanggapi hal ini dengan reaksi apa. Dia ... masiih terlalu muda untuk menjadi seorang Ibu kan, ya?Mengabaikan test pack di tangannya, Anyelir segera keluar dari kamar mandi dan berjalan ke ruang tengah, hendak pulang. Tadi, sehabis mampir ke apotek, dia memang memilih pulang ke sini, ke rumah Papa. Rencananya ingin membuat Damian panik dan akhirnya mencarinya ke sini, lebih tepatnya cari perhatian. Tapi, hingga pukul 8 malam, pria itu bahkan tidak mencarinya sama sekali.Dalam hati, Anyelir merasa sedikit kecewa. Dia pikir Damian bakal peduli padanya. Tapi, jangankan mencari, pria itu ba
Terakhir Diperbarui: 2025-02-04
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status