Share

Bab 1925

Penulis: Awan
“Maaf, Pak Shane!” kata Ricky sembari menepuk bahunya. Dia masih menatap luka di kaki Shane cukup lama sebelum akhirnya dia kembali ke kursinya.

Shane menarik napas panjang, terlihat dia memang sangat kesakitan. Lalu sambil membalut kembali lukanya dengan perban, dia berkata, “Ricky, apa maksud kamu? Apa kamu pikir lukaku ini dibuat-buat?”

Masih dengan cara bicaranya yang datar, dia menyeringai dan menjawab, “Nggak juga. Tapi nggak ada salahnya memastikan senjata jenis apa yang lawan kita pakai.”

Kedengarannya memang seperti alasan yang mengada-ada, tetapi di saat seperti ini, detail sekecil apa pun bisa menjadi petunjuk untuk mencari siapa penyerangnya.

“Kalau kamu mau tahu senjata apa yang lawan kita pakai, kan bisa tanya aku saja. Buat apa sampai merusak celanaku segala. Sudah, jangan mengalihkan topik lagi, sekarang kita harus cari si bos secepatnya! Oh ya, yang di atas sudah tahu bos kita menghilang?”

Semula mereka semua terlihat cuek dan tidak peduli, tetapi begitu Shane berbicar
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1926

    “Kalau begitu bilang saja dari awal nggak perlu bukti. Rainie, terserah kamu sajalah maunya apa! Bos kita cuma menghilang sebentar saja, tapi kamu sudah panik duluan dan menuduh sana sini! Memangnya kalau bos kita nggak ada, kamu yang jadi bosnya? Kalau begitu justru kamu yang paling perlu dicurigai!”Cukup dengan penjelasan singkat saja, Yuna berhasil membalikkan keadaan, membuat tuduhan mengarah kepada Rainie.“Aku … aku nggak bilang begitu!” balasnya. Dengan perasaan tak rela Rainie menarik kembali ucapannya, di saat itu juga dia merasakan tatapan sinis dari Ricky yang membuat punggungnya merinding.Sebelum ini Rainie hanya sesekali saja berpapasan dengan Ricky, tetapi dia tahu kalau Ricky juga sering berada di sisi bos mereka. Dia tidak banyak bicara dan kepribadiannya pun dingin, walau begitu dia cukup kejam ketika bertindak. Ada sekali Rainie tak sengaja melihat seseorang yang sedang dihukum oleh Ricky. Adegan itu membuat Rainie mual, meski dia sendiri sudah cukup terbiasa menciu

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1927

    “… nggak, kita berempat sama-sama punya hak untuk berpendapat dan bertanya. Siapa pun yang punya pemikiran boleh menyampaikan pemikiran mereka. Tapi …,” Ricky berhenti sejenak, lalu dengan mata yang tajam dia melanjutkan, “Kalau sampai ketahuan ada yang berkhianat, aku nggak akan kasih ampun!”Setelah rapat bubar, Rainie langsung menghadang jalan Yuna dan menuduhnya, “Pasti kamu pelakunya, ‘kan.”“Menurut kamu?” balas Yuna“Kamu ini benar-benar, ya. Aku nggak nyangka kamu berani menculik bos kita. Tapi jangan mengira perbuatan kamu nggak bercelah. Kamu nggak tahu saja kalau orang yang ada di atas bos kita itu baru ngeri!”“Oh, kamu bisa takut juga ternyata? Aku kira dengan kepribadian kamu yang rusak itu, kamu sudah nggak takut apa-apa lagi!”“Kamu … nggak usah berpura-pura terus! Kalau bukan kamu, kenapa kamu nggak menyangkal? Sudah jelas-jelas pelakunya kamu! Aku tahu kamu jago bela diri. Pasti selagi Bos istirahat, kamu ….”Sebelum Rainie selesai berbicara, kerah bajunya ditarik den

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1928

    Ketika gelas baru habis separuh, pintu kamar Yuna diketuk dari luar.“Pintunya nggak dikunci,” kata Yuna, dia sudah terlalu lemas untuk membukakan pintunya. Waktu sekarang kurang lebih sudah menunjukkan jam yang mereka janjikan sebelumnya. Dan benar saja, Shane sudah menunggunya di luar. Ketika masuk, dia menengok ke belakang untuk memastikan, dan ketika dia hendak menutup pintunya, Yuna meminta Shane untuk biarkan saja terbuka.“Dulu mungkin yang memantau kita cuma satu dua orang, tapi sekarang pasti minimal sudah tiga sampai lima orang. Pintunya ditutup atau nggak, sama saja. Yang ada justru bikin kita makin kelihatan mencurigakan. Sekarang situasinya lagi kacau, nggak ada yang perlu kita hindari.”Shane berpikir benar juga, maka dia pun membiarkan pintunya terbuka lebar agar ketika duduk di dalam kamar pun dia bisa melihat situasi di luar dengan lebih mudah. Yuna tampak sedikit gelisah. Dia bersandar di tempat duduknya dengan kening yang mengerut, entah apa yang sedang dia pikirkan.

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1929

    “Sekarang Bos menghilang. Menurut kamu, apa dia juga ikut merasa tertekan?” tanya Yuna.“Sudah pasti. Toh kami nggak berhubungan langsung dengan yang di atas, jadi kalaupun akan dikasih hukuman sama mereka, semuanya itu harus melalui …. Eh, jadi maksud kamu apa?”“Aku cuma merasa kekacauan yang Frans buat ini ternyata nggak sepenuhnya buruk juga. Sebelumnya kita nggak bisa berbuat banyak dan nggak berani menyerang si pendek itu secara langsung karena takut. Tapi Frans mana peduli dengan itu. Dia nggak banyak berpikir, jalan pikirannya cukup simpel dan langsung beraksi, tapi terkadang justru memang itu cara yang terbaik untuk membuat kesempatan.”Shane juga berpikir demikian setelah mendengar pendapat Yuna. Dia sendiri juga tidak berani bertindak karena Nathan masih ada di tangan mereka, Yuna juga tidak berani bertindak gegabah karena dia ingin langsung memancing ikan besar yang ada di belakang hanya dengan sekali menjaring. Namun Frans tidak seperti itu. Dia hanya berpikir untuk mengha

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1930

    Shane mengangguk dan tak berkata apa-apa lagi. Tetapi begitu dia sampai di depan pintu, lagi-lagi dia berhenti dan kembali menatap Yuna.“Ada apa lagi?” tanya Yuna.“Aku percaya kamu sendiri yang paling paham dengan kondisi badan sendiri, tapi aku juga pernah melewati masa-masa itu, dan aku tahu proses melahirkan itu nggak mudah. Kelahiran Nathan hampir saja bikin istriku kehilangan nyawanya. Sekarang kamu sudah di masa-masa penting kehamilan, dan lagi kita juga berada di situasi yang kurang baik ini. Jadi apa pun yang kamu lakukan, tolong jangan memaksakan diri.”Yuna paling tidak suka mendengar kata-kata “memaksakan diri”, itu membuat dia merasa seakan dia melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan. Namun di satu sisi Yuna juga bisa memahami Shane yang mengatakan ini atas dasar perhatian padanya.“Iya, aku ngerti. Terima kasih,” jawab Yuna. Bisa mengatakan terima kasih kepada Shane bagi Yuna adalah hal yang sangat sulit. Semenjak Shane menipu Yuna, dia sudah tidak mungkin lagi

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1931

    Di saat itu juga Shane merasa firasat buruk yang akan menimpa dirinya. Dia secara spontan menatap ke arah Yuna, tetapi Yuna terlihat biasa saja dan masih duduk santai di tempatnya semula.“Pak Ricky datang ke sini … dengan niat mencurigai aku, ya?” tanya Yuna.“Jangan salah paham dulu,” jawab Ricky.Ricky melepaskan genggaman tangannya dari bahu Shane dan mengambil kursi yang ada di tengah kamar. Dia mengatur posisinya persis berhadapan dengan Yuna dan berkata, “Aku datang ke sini karena ada beberapa hal yang ingin kutanya ke kalian berdua.”“Hmmm, kupikir semua yang perlu kamu tanya sudah disampaikan semua di rapat tadi.”Ricky mengangkat tangannya. Entah apa yang dia pegang di tangannya, tetapi mereka mendengar suara pecahan barang kecil, dan seisi ruangan itu terisi dengan bau hangus.“Itu ….”“Terlalu banyak yang menguping pembicaraan kita, jadi aku hancurkan saja. Sekarang sudah nggak ada lagi yang bisa mengganggu percakapan kita.”“Yang tadi kamu hancurkan itu alat penyadap?”Sam

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1932

    Benda itu seharusnya adalah alat penyadap yang baru saja dirusak. Tadi Yuna diam-diam memperhatikan, dan benar bahwa segala perangkat seperti penyadap yang ada di dalam kamar ini semuanya sudah dirusak, bahkan lampu kamera CCTV juga sudah tidak menyala lagi. Ricky tidak berbohong, tetapi apa alasan dia berbuat begini?“Yang bisa kusampaikan, sudah kusampaikan semuanya. Aku nggak ngerti apa lagi yang mau kamu dengar dariku?” tanya Yuna sambil mengangkat gelasnya, tetapi karena sudah tidak terlalu panas, Yuna sedikit membungkuk ke depan untuk merasakan panasnya. Melihat hal itu, Shane segera datang menambahkan air panas untuknya.“Terima kasih,” sahut Yuna, lalu dia meminumnya sampai setengah gelas untuk melegakan tenggorokannya.Ricky dari tadi tidak bersuara dan hanya mengamati setiap tindakan mereka dengan tenang, hingga akhirnya Yuna selesai minum, barulah dia berbicara, “Dengan hubungan kalian berdua yang sedekat ini, aku nggak percaya kalau kalian berdua nggak merencanakan sesuatu

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1933

    “Aku nggak terlibat langsung dengan penelitian atau eksperimen kalian, tapi aku tahu obat ini sudah berjalan untuk waktu yang sangat lama,” tutur Ricky lugas. “Aku nggak peduli kamu berhasil atau nggak, atau kamu sengaja cari alasan untuk mengulur waktu, tapi aku nggak punya kesabaran untuk itu. Besok aku mau hasil akhir dari penelitian obat ini,” kata Ricky dengan tatapan matanya yang dingin, dan sebelum Yuna menjawab, dia sudah melanjutkan, “Nggak usah cari-cari alasan, selesai atau nggak, aku nggak peduli, pokoknya aku mau tahu hasilnya besok.”“Jadi yang kamu mau itu cuma hasil dari eksperimennya, tapi mau cari alasan yang masuk akal untuk membunuhku, begitu? Mana mungkin keburu besok.”“Aku nggak butuh alasan apa pun untuk membunuhmu. Kalau memang aku mau, aku bisa membunuh kamu kapan saja. Kamu harus tahu yang aku minta itu obatnya, barangnya! Eksperimen ini sudah terlalu lama diundur-undur, dan aku rasa sudah waktunya diselesaikan.” pokoknya besok aku mau sudah ada hasilnya, soa

Bab terbaru

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2389

    “Karena kamu begitu setia padaku, aku kasih kamu satu kesempatan lagi,” kata sang Ratu mendesah ringan.“Mau aku jadi bahan percobaanmu? Nggak masalah!” kata Fred dengan alis terangkat. “Toh sekarang aku juga nggak bisa menolak, bukan?”“Apa kamu ada permintaan lain?”Bagaimanapun juga, mereka adalah tuan dan pelayan yang sudah bekerja bersama selama bertahun-tahun, yang sudah melewati suka dan duka bersama. Andaikan Fred memiliki niat untuk melakukan kudeta, dia sudah berkontribusi banyak dan layak untuk mendapatkan apa yang dia minta sebelum dieksekusi.“Yang Mulia tahu aku sudah nggak membutuhkan apa-apa lagi. Aku sudah lama bercerai dengan istriku dan anakku ikut dia ke luar negeri. Aku cuma sendiri mendedikasikan hidupku untukmu, Yang Mulia Ratu. Sekarang aku sudah nggak punya permintaan apa-apa lagi. Oh ya, kalau sampai ….”Fred berhenti sejenak, kemudian dia melanjutkan, “Kalau sampai eksperimen ini berhasil, aku bisa terus hidup lebih lama di dalam badan anak itu, aku berharap

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2388

    Di sebuah ruang bawah tanah yang lembap dan tidak terkena cahaya matahari, begitu masuk langsung tercium bau busuk yang menyengat hidung. Saat pintu dibuka, dan mendengar ada suara kursi roda yang mendekat, orang yang berada di dalam langsung mendongak menatap ke depan.“Ah, Yang Mulia datang untuk menemui aku juga.”Orang itu menyunggingkan senyum yang kaku. Dia yang dulu adalah seorang duta besar terhormat kini menjadi tak lebih dari seperti tawanan perang. Kursi roda berhenti, lalu sang Ratu menatapnya, orang yang sudah meneaninya selama puluhan tahun lebih.“Fred, apa kamu menyesal?” tanyanya.“Menyesal? Apa yang perlu disesali? Aku menyesal kenapa eksperimennya nggak aku lakukan lebih awal? Atau menyesal karena terlalu banyak berpikir? Ataukah menyesal karena aku nggak menyadari lebih awal kalau kamu mencurigaiku? Yang menang memakan yang kalah, itu sudah hukumnya. Nggak ada yang perlu aku sesali.”Sang Ratu sempat terdiam sesaat mendengar kata-kata Fred.“Jadi kamu nggak pernah m

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2387

    “Tapi sudah terlambat kalau terus menunggu sampai eksperimennya dimulai!” kata Shane seraya menggertakkan gigi.Dia tidak punya sisa waktu lagi untuk bertaruh. Kalau sampai ternyata eksperimennya keburu dimulai, betapa sakit hatinya Shane membayangkan tubuh Nathan yang masih kecil itu harus terbaring di atas meja operasi yang dingin dan dibedah seperti tikus percobaan. Dia tidak bisa menerima hal seperti itu terjadi. Dia tidak tega melihat anaknya yang masih kecil harus mengalami penderitaan yang sebegitu parahnya. Nathan tidak tahu apa-apa dan diculik begitu saja, terpisah dari ayahnya begitu lama. Dan sekarang, dia harus menghadapi semua ini. Bahkan … bahkan dia tidak tahu apa yang akan dia hadapi.“Tapi kalau kamu ke sana sekarang, memangnya kamu bisa menolong Nathan?” Brandon bertanya.“Aku nggak peduli. Kalaupun aku harus mati, aku bakal tetap berusaha!”“Ya sudah, terserah kamu. Pergi sana!” Brandon tak lagi membujuk Shane. Dia memukul meja yang ada di depannya dan berseru kepada

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2386

    Mau dipikir seperti apa pun, itu rasanya agak mustahil.“Aku juga berharap informasiku salah, tapi ….”Brandon tidak menyelesaikan kalimatnya, tetapi itu sudah menyiratkan intensi yang sangat jelas. Berhubung ini sudah menyangkut nasib Nathan, jika informasi yang dia dapat tidak bisa dipercaya, dia pun tidak akan memberitahukannya kepada Shane.“Jadi selama ini dia nggak mau membebaskan Nathan karena itu? Itu alasan kenapa selama ini aku nggak pernah berhasil menemukan dia. Jadi … mereka dari awal memang nggak ada niat untuk melepaskan Nathan, dan mereka menyandera dia dengan alasan membutuhkan investasi dana dariku, itu semua bohong?!”Rona wajah Shane di saat itu sudah pucat pasi. Suaranya pasti terdengar cukup datar, tetapi bisa terdengar bibirnya sedikit gemetar. Siapa pun yang menghadapi hal semacam ini pasti akan memberikan reaksi yang sama.Chermiko tidak tahu seperti apa rasanya memiliki seorang anak, tetpai dia dapat memahami perasaan Shane. Dia sendiri juga tidak keberatan di

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2385

    “Ratu mau Fred jadi bahan percobaannya?” Chermiko bertanya, tetapi dia langsung membantah pertanyaan itu. “Nggak, itu mustahil! Aku dulu pernah ada di sana dan banyak tahu tentang R10. eksperimen ini nggak pernah diuji coba karena syarat dari penerimanya terlalu ketat.”Syaratnya adalah mendapatkan dua tubuh yang cocok, dan itu jelas bukan hal yang mudah untuk dicari. Sama seperti melakukan donor organ, tubuh pendonor dan penerima donor harus cocok baru bisa dilaksanakan. Hanya dengan syarat itu terpenuhi barulah tidak terjadi reaksi penolakan. Makanya, kalaupun Ratu punya niat untuk itu, dia harus mencarikan tubuh yang cocok dengan Fred.“Kamu kira nggak ada?” Brandon bertanya balik dan seketika membuat Chermiko dan Shane kaget. Chermiko dan Shane sama-sama dibuat bertanya-tanya, siapa orang yang akan menjadi wadah baru bagi jiwa Fred.“Dan orang yang bakal menampung jiwa Fred itu bukan orang asing. Fred sendiri yang cari,” kata Brandon. “Kalau dia nggak ketemu orang yang cocok, mana

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2384

    “Sudah nggak ada lagi, itu saja. Dia bilang yang kita butuhkan sekarang cuma waktu. Sebenarnya nggak ada yang penting, sih. Mungkin dia takut karena masih diawasi. Takutnya ada orang yang mendengar percakapan, makanya dia nggak berani bilang banyak.”“Bukan. Informasi pa yang mau diasampaikan sudah semuanya dia kasih tahu ke kamu,” ucap Brandon.Chermiko, “Eh?”Shane, “Hah? Jadi yang Pak Juan mau sampaikan itu apa?”“Pak Juan bilang kita nggak bisa tangani, tapi ada orang lain yang bisa. Orang yang bisa itu maksudnya siapa?” tanya Brandon kepada mereka berdua. Tetapi baik Shane dan Chermiko di saat itu hanya bertukar pandang dan menggelengkan kepala.“Dan juga kenapa kita nggak bisa? Sebelumnya kita sudah tahu mereka ada di dalam kedutaan, terus kenapa tiba-tiba Pak Juan bilang ini di luar batas kemampuan kita?” tanya Brandon lagi.Kali ini Shane dan Chermiko lebih kompak lagi. Mereka berdua sama-sama menggelengkan kepala serentak tanpa perlu menatap satu sama lain.“Karena Pak Juan me

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2383

    Chermiko datang dengan penuh tanda tanya dan pergi dengan penuh tanda tanya pula. Dia merasa belum mengatakan atau melakukan apa-apa selama dia bertemu dengan kakeknya tadi, dan langsung disuruh pulang begitu saja. Selama perjalanan, Chermiko berulang kali memikirkan apa yang tadi Juan katakan kepadanya, tetapi dia tidak mendapatkan jawabannya. Jadi apa maksud Juan sebenarnya?Begitu Chermiko sampai ke rumah, benar saja Brandon dan Shane sudah menunggunya. Mereka langsung datang menyambut dan bertanya, “Gimana? Mereka ngundang kamu ke sana untuk apa?”Bahkan mobil yang mengikuti Chermiko dari belakang juga sudah melakukan persiapan jaga-jaga apabila terjadi sesuatu yang buruk padanya. Namun mereka bisa tenang setelah mendapat kabar kalau Chermiko sudah dalam perjalanan pulang. Namun di saaat yang sama mereka pun terheran-heran mengapa hanya Chermiko sendiri yang keluar.“Mereka mengancam kamu? Apa saja yang mereka bilang di sana?” tanya Shane. “Pasti Rainie, ‘kan? Kali ini apa lagi yan

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2382

    “Kami semua panik setengah mati waktu dengar Kakek dibawa. Untung saja Kakek baik-baik saja!”“Omong kosong! Kalau kamu pani, kenapa baru sekarang kamu datang menolongku?” tanya Juan melotot.“Bukannya nggak mau nolong, tapi tempat ini nggak bisa main datang kapan pun aku mau. Lagi pula aku tahu sifat Kakek. Kalau Kakek sendiri yang mau ke sana, aku bujuk untuk pulang kayak apa juga Kakek nggak bakal mau pulang! Kakek sendiri yang mau datang ke sini untuk menolong Yuna, ‘kan?”Dengan tatapan mata setuju, Juan menatap Chermiko dan berkata padanya, “Iya, sih. Akhir-akhir ini kamu ada banyak kemajuan juga, ya. Kamu sudah bisa menganalisis keadaan dengan baik dan bisa mengerti sifatku seperti apa.”Chermiko terlihat tidak terlalu senang meski mendapat pujian dari kakeknya. Saat ini dia punya masalah yang lebih mendesak untuk dia sampaikan.“Kakek yang minta aku datang ke sini, ya?” tanyanya.“Ya, untung saja mereka kasih aku ketemu orang lain! Kalau Brandon, mereka pasti nggak akan setuju.

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2381

    Chermio sudah berada di ruang tamu kedutaan dan melihat sekelilingnya. Dia curiga apakah tempat ini menyimpan suatu konspirasi, karena di antara yang lain, hanya dia sendiri yang mendapatan undangan secara tiba-tiba.Mereka bertiga kaget saat mendapat undangan tersebut. Tidak ada yang menyangka ternyata undangan itu ditujukan kepada Chermiko, dan tidak ada yang tahu apa maksud dari undangannya. Apalagi Chermiko juga yang paling asing dengan kedutaan dibanding Shane atau Brandon. Setelah melalui proses perundingan yang cukup laa, akhirnya mereka bertiga mencapai kesepakatan bersama, Chermiko harus pergi!Jika tidak pergi, bagaimana mereka bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan undangan ini juga dibuat secara resmi, jadi seharusnya tidak akan ada keanehan yang terjadi, atau surat ini tidak akan sampai ke tangan mereka. Maka itu Chermiko datang sesuai dengan waktu dan tempat undangan. Saat masuk dia juga diperiksa karena untuk masuk ke kedutaan tidak diizinkan membawa barang-barang ya

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status