Pria pendek itu menggigit kaki Shane dengan sekeras mungkin seperti anjing rabies. Jelas sekali wajahnya yang buruk rupa itu menjadi sesuatu yang dia benci.“Lepasin, dasar gila! Lepasin!” bentak Shane sambil memukuli kepalanya. Akan tetapi sekeras apa pun dia memukul, pria itu tidak mau melepaskan gigitannya. Darah sampai merembes keluar dari celananya, memperlihatkan betapa dalam gigitannya.Yuna segera memberikan isyarat kepada Frans dengan matanya. Shane lalu memukul belakang kepala pria pendek itu hingga dia pun pingsan. Namun bahkan setelah pingsan pun, dia masih tak melepaskan gigitannya.“Cih, dasar orang gila!” ujar Shane memaki sambil berusaha untuk menarik kakinya keluar dari gigitannya. Frans juga ikut membantu dengan menekan kedua pipi pria itu sekuat tenaga, barulah kaki Shane bisa keluar.“Benar-benar, sudah gila orang ini,” kata Frans.Yuna menghampiri Shane untuk melihat luka di kakinya, lalu dia mengambil sehelai kain untuk membalut lukanya, kemudian dia berkata, “Kan
Pertanyaan Yuna membuat Frans seketika itu juga langsung terdiam. Frans mengepalkan tangannya dengan erat, kemudian melepaskannya. Dengan suara yang seperti tertahan dia berkata, “Aku … nggak peduli dengan mereka.”Ya … Frans tidak peduli perbuatannya itu akan memberi dampak yang sangat besar, bahkan hingga ke orang-orang yang tidak bersalah. Meski di tempat ini masih banyak pekerja yang tidak bersalah, tetap masih lebih banyak orang jahat yang secara sadar meneliti virus untuk tujuan yang buruk. Mau tidak mau harus ada beberapa orang yang dikorbankan.“Kenapa? Kita belum seputus asa itu! Lagi pula perkara sebesar ini kenapa kamu nggak diskusi dulu sama kami? Apa kamu sudah pernah bilang ke Brandon? Pasti belum, ‘kan?!”Sejujurnya Yuna tidak ada maksud untuk menyalahkan Frans sedikit pun, dia hanya sedikit kesal saja. Jangankan dengan Yuna, bahkan dengan Brandon yang sudah bekerja di bawahnya selama bertahun-tahun, di mana Brandon sudah menganggapnya sebagai adik sendiri saja, Frans ma
“Dengar aku. Kesampingkan dulu semua rencanamu. Pokoknya jangan melakukan hal bodoh! Kamu pikir kami nggak bisa menangkap dia? Menangkap dia itu gampang, yang jadi masalah adalah orang-orang yang ada di belakangnya.”“Jadi … apa selama ini aku salah?”Frans mulai meragukan keputusan yang dia ambil. Sejak dia sadar sepenuhnya, dia sudah yakin akan melakukan ini, tetapi sekarang dia baru sadar bahwa sepertinya jalan yang dia tempuh salah.“Masih belum terlambat untuk mundur, toh belum terjadi,” ujar Yuna menghiburnya. “Tapi ….”Yuna terdiam sejenak melihat pria pendek yang pingsan itu dan menghela napasnya. Rencana mereka jadi berjalan di luar perkiraan. Yuna tidak menyangka akan bertemu dengan Frans di sini, dan lagi dia sudah selangkah lebih cepat.Shane sudah lemas tak bertenaga. Sakit di kakinya terasa begitu menyengat hingga wajahnya pucat pasi. Dia pun duduk untuk mengambil napas seraya terus memantau bosnya itu dengan mata yang ganas. Wajah pria itu sungguh tak enak dilihat, apala
Setelah rak bukunya tertutup, ruangan rahasia itu menjadi sebuah ruangan kecil yang tertutup dan sumpek. Bahkan jendela saja tidak ada, membuat orang yang berada di dalam ruangan itu sesak napas. Namun begitu orang seperti pria pendek ini memang cocoknya bersembunyi di tempat ini.Yuna menatap Frans, dan Frans juga menatap balik. Mereka berdua diam tak berbicara, lalu tak lama mereka mendengar dari luar ada orang yang berbicara.“Bos, Bos!”Sepertinya ada orang yang menyadari keempat pengawal itu tumbang di depan, tentu mereka jadi curiga jangan-jangan terjadi sesuatu di dalam dan langsung masuk untuk memeriksa keadaan. Di situ Yuna mulai merasa sedikit tegang. Dia memegang erat ujung meja dan memfokuskan pendengarannya.“Kalian kenapa baru datang?!” seru Shane marah-marah.“Pak Shane?!” tanya orang itu terkejut.“Dasar nggak berguna. Terlambat kalian datangnya!”“Ada apa ini?!”Shane pun coba untuk menjelaskan dengan seserius mungkin,”Ada orang yang menyelinap masuk dan menyandera bos
Setelah ditegur oleh Shane, mereka tidak lagi berani banya bertanya, tetapi mereka juga masih belum langsung pergi dari tempat itu.“Kenapa masih belum pergi juga?!”“Pak Shane terluka, apa perlu kuantar ke rumah sakit?” tanya orang itu.“Makasih, tapi nggak usah. Kalau sampai bos kita nggak selamat, nggak cuma aku saja, tapi kita semua yang bakal mati! Nanti sekalian saja kamu antar aku ke kamar mayat! Oh, nggak usah diantar, karena kamu juga sama-sama tergeletak di kamar mayat bareng aku!”“I-iya!”Setelah itu, dia tak banyak tanya lagi dan langsung berlari. Kali ini sudah tidak terdengar keributan apa-apa lagi dari luar. Namun untuk berjaga-jaga, Shane tidak langsung masuk ke dalam, Yuna juga tidak merasa perlu terburu-buru keluar. Dia sepertinya sedang memikirkan sesuatu.Setelah kurang lebih lima menit berlalu, rak buku itu terbuka dari luar, lalu Shane berkata kepada mereka,”Ayo pergi, kita nggak bisa terlalu lama di sini.”“Terus dia gimana?” tanya Yuna menunjuk ke pria pendek i
Pertama-tama Yuna duluan yang keluar, setelah itu baru Frans.“Kamu pergilah dari sini,” kata Yuna kepadanya.“Eh?”“Apa pun tujuan kamu sekarang, kamu nggak bisa bantu banyak dengan terus ada di sini, yang ada justru malah menambah risiko. Lebih baik kamu pergi dari sini!”“Nggak bisa! Tempat ini berbahaya!” balas Frans.“Justru karena berbahaya, makanya kamu harus pergi. Aku dan Shane ada tugas yang harus dikerjakan di sini, jadi kami belum bisa pergi, tapi kamu nggak! Kamu lebih dibutuhkan di luar. Masih ada orang lain yang menunggu kamu di luar!”Frans jelas tahu siapa yang Yuna maksud, siapa lagi. Tetapi …. justru karena tempat ini berbahaya, dia merasa tidak seharusnya pergi meninggalkan mereka.“Bu Yuna, aku mau tetap di sini melindungimu. Aku yang sudah merusak rencanamu, kalau sekarang kalian ketahuan, kalian akan lebih berbahaya lagi!”“Frans, menurutmu apa kau perlu perlindungan darimu?”Seketika Frans tertegun. Memang kemampuan bertarung Yuna lebih tinggi daripada Frans, ha
Yuna cukup tersentak ketika dia melihat kesedihan yang terpancar melalui sorot mata Frans. Dia pun tak lagi membujuk Frans, melainkan hanya menepuk bahunya dengan lembut dan berkata, “Ya sudah! Tapi kamu harus jaga keselamatanmu sendiri.”Frans mengangguk, dan ketika dia hendak pergi, Yuna memanggilnya lagi. “Frans! Virus yang ada di dalam badan kamu mungkin masih bisa diobati, jadi jangan pernah menyerah! Ingat, masih ada orang lain yang menunggu kamu pulang!”Awalnya Frans sempat kaget karena dia tidak percaya virus yang ada di dalam badannya itu masih bisa disembuhkan, tetapi saat melihat ketulusan hati Yuna, dia tahu kalau Yuna bermaksud baik. Meskipun itu hanya sekadar hiburan, setidaknya itu memberikan sedikit harapan padanya. “Ya, aku tahu.”Tak lama setelah mereka bertiga pergi dari kantor itu, hanya dalam waktu tak sampai setengah jam saja kabar tentang hilangnya bos mereka telah tersebar. Sebenarnya yang mengetahui keberadaan si pria pendek itu juga tidak banyak, khususnya m
“Apa maksud ucapanmu?”“Aku nggak bermaksud apa-apa.” Rainie tampak begitu santai seperti tidak peduli dengan apa yang terjadi, tetapi matanya terus menatap lekat Shane. “Seharusnya kamu yang paling tahu ke mana dia pergi. Karena gimanapun juga di waktu kejadian, cuma kamu yang ada di sana, bukan?”Ketika memberikan pertanyaan yang terakhir itu, Rainie dengan sengaja mengalihkan perhatiannya kepada pria yang duduk tepat di seberangnya.“Jadi kamu curiga aku yang menculik dia? Untuk apa juga aku melakukan itu?! memang apa untungnya bagiku?”“Jawab saja sendiri! Kamu menculik dia untuk tanya di mana keberadaan anak kamu, ‘kan? Toh di sini yang paling nggak suka sama dia cuma kamu. Kita semua tahu itu.”“Rainie, jangan sembarangan menuduh! Kalau dia masih belum ketemu, kita semua juga yang kena sial! Kamu pikir cuma aku saja yang patut dicurigai? Asal tahu saja, tadi aku sampai terluka demi menolong dia. Semua orang juga lihat. Kalau kamu memfitnah aku, coba kasih buktinya!”Ketika itu Sh
“Karena kamu begitu setia padaku, aku kasih kamu satu kesempatan lagi,” kata sang Ratu mendesah ringan.“Mau aku jadi bahan percobaanmu? Nggak masalah!” kata Fred dengan alis terangkat. “Toh sekarang aku juga nggak bisa menolak, bukan?”“Apa kamu ada permintaan lain?”Bagaimanapun juga, mereka adalah tuan dan pelayan yang sudah bekerja bersama selama bertahun-tahun, yang sudah melewati suka dan duka bersama. Andaikan Fred memiliki niat untuk melakukan kudeta, dia sudah berkontribusi banyak dan layak untuk mendapatkan apa yang dia minta sebelum dieksekusi.“Yang Mulia tahu aku sudah nggak membutuhkan apa-apa lagi. Aku sudah lama bercerai dengan istriku dan anakku ikut dia ke luar negeri. Aku cuma sendiri mendedikasikan hidupku untukmu, Yang Mulia Ratu. Sekarang aku sudah nggak punya permintaan apa-apa lagi. Oh ya, kalau sampai ….”Fred berhenti sejenak, kemudian dia melanjutkan, “Kalau sampai eksperimen ini berhasil, aku bisa terus hidup lebih lama di dalam badan anak itu, aku berharap
Di sebuah ruang bawah tanah yang lembap dan tidak terkena cahaya matahari, begitu masuk langsung tercium bau busuk yang menyengat hidung. Saat pintu dibuka, dan mendengar ada suara kursi roda yang mendekat, orang yang berada di dalam langsung mendongak menatap ke depan.“Ah, Yang Mulia datang untuk menemui aku juga.”Orang itu menyunggingkan senyum yang kaku. Dia yang dulu adalah seorang duta besar terhormat kini menjadi tak lebih dari seperti tawanan perang. Kursi roda berhenti, lalu sang Ratu menatapnya, orang yang sudah meneaninya selama puluhan tahun lebih.“Fred, apa kamu menyesal?” tanyanya.“Menyesal? Apa yang perlu disesali? Aku menyesal kenapa eksperimennya nggak aku lakukan lebih awal? Atau menyesal karena terlalu banyak berpikir? Ataukah menyesal karena aku nggak menyadari lebih awal kalau kamu mencurigaiku? Yang menang memakan yang kalah, itu sudah hukumnya. Nggak ada yang perlu aku sesali.”Sang Ratu sempat terdiam sesaat mendengar kata-kata Fred.“Jadi kamu nggak pernah m
“Tapi sudah terlambat kalau terus menunggu sampai eksperimennya dimulai!” kata Shane seraya menggertakkan gigi.Dia tidak punya sisa waktu lagi untuk bertaruh. Kalau sampai ternyata eksperimennya keburu dimulai, betapa sakit hatinya Shane membayangkan tubuh Nathan yang masih kecil itu harus terbaring di atas meja operasi yang dingin dan dibedah seperti tikus percobaan. Dia tidak bisa menerima hal seperti itu terjadi. Dia tidak tega melihat anaknya yang masih kecil harus mengalami penderitaan yang sebegitu parahnya. Nathan tidak tahu apa-apa dan diculik begitu saja, terpisah dari ayahnya begitu lama. Dan sekarang, dia harus menghadapi semua ini. Bahkan … bahkan dia tidak tahu apa yang akan dia hadapi.“Tapi kalau kamu ke sana sekarang, memangnya kamu bisa menolong Nathan?” Brandon bertanya.“Aku nggak peduli. Kalaupun aku harus mati, aku bakal tetap berusaha!”“Ya sudah, terserah kamu. Pergi sana!” Brandon tak lagi membujuk Shane. Dia memukul meja yang ada di depannya dan berseru kepada
Mau dipikir seperti apa pun, itu rasanya agak mustahil.“Aku juga berharap informasiku salah, tapi ….”Brandon tidak menyelesaikan kalimatnya, tetapi itu sudah menyiratkan intensi yang sangat jelas. Berhubung ini sudah menyangkut nasib Nathan, jika informasi yang dia dapat tidak bisa dipercaya, dia pun tidak akan memberitahukannya kepada Shane.“Jadi selama ini dia nggak mau membebaskan Nathan karena itu? Itu alasan kenapa selama ini aku nggak pernah berhasil menemukan dia. Jadi … mereka dari awal memang nggak ada niat untuk melepaskan Nathan, dan mereka menyandera dia dengan alasan membutuhkan investasi dana dariku, itu semua bohong?!”Rona wajah Shane di saat itu sudah pucat pasi. Suaranya pasti terdengar cukup datar, tetapi bisa terdengar bibirnya sedikit gemetar. Siapa pun yang menghadapi hal semacam ini pasti akan memberikan reaksi yang sama.Chermiko tidak tahu seperti apa rasanya memiliki seorang anak, tetpai dia dapat memahami perasaan Shane. Dia sendiri juga tidak keberatan di
“Ratu mau Fred jadi bahan percobaannya?” Chermiko bertanya, tetapi dia langsung membantah pertanyaan itu. “Nggak, itu mustahil! Aku dulu pernah ada di sana dan banyak tahu tentang R10. eksperimen ini nggak pernah diuji coba karena syarat dari penerimanya terlalu ketat.”Syaratnya adalah mendapatkan dua tubuh yang cocok, dan itu jelas bukan hal yang mudah untuk dicari. Sama seperti melakukan donor organ, tubuh pendonor dan penerima donor harus cocok baru bisa dilaksanakan. Hanya dengan syarat itu terpenuhi barulah tidak terjadi reaksi penolakan. Makanya, kalaupun Ratu punya niat untuk itu, dia harus mencarikan tubuh yang cocok dengan Fred.“Kamu kira nggak ada?” Brandon bertanya balik dan seketika membuat Chermiko dan Shane kaget. Chermiko dan Shane sama-sama dibuat bertanya-tanya, siapa orang yang akan menjadi wadah baru bagi jiwa Fred.“Dan orang yang bakal menampung jiwa Fred itu bukan orang asing. Fred sendiri yang cari,” kata Brandon. “Kalau dia nggak ketemu orang yang cocok, mana
“Sudah nggak ada lagi, itu saja. Dia bilang yang kita butuhkan sekarang cuma waktu. Sebenarnya nggak ada yang penting, sih. Mungkin dia takut karena masih diawasi. Takutnya ada orang yang mendengar percakapan, makanya dia nggak berani bilang banyak.”“Bukan. Informasi pa yang mau diasampaikan sudah semuanya dia kasih tahu ke kamu,” ucap Brandon.Chermiko, “Eh?”Shane, “Hah? Jadi yang Pak Juan mau sampaikan itu apa?”“Pak Juan bilang kita nggak bisa tangani, tapi ada orang lain yang bisa. Orang yang bisa itu maksudnya siapa?” tanya Brandon kepada mereka berdua. Tetapi baik Shane dan Chermiko di saat itu hanya bertukar pandang dan menggelengkan kepala.“Dan juga kenapa kita nggak bisa? Sebelumnya kita sudah tahu mereka ada di dalam kedutaan, terus kenapa tiba-tiba Pak Juan bilang ini di luar batas kemampuan kita?” tanya Brandon lagi.Kali ini Shane dan Chermiko lebih kompak lagi. Mereka berdua sama-sama menggelengkan kepala serentak tanpa perlu menatap satu sama lain.“Karena Pak Juan me
Chermiko datang dengan penuh tanda tanya dan pergi dengan penuh tanda tanya pula. Dia merasa belum mengatakan atau melakukan apa-apa selama dia bertemu dengan kakeknya tadi, dan langsung disuruh pulang begitu saja. Selama perjalanan, Chermiko berulang kali memikirkan apa yang tadi Juan katakan kepadanya, tetapi dia tidak mendapatkan jawabannya. Jadi apa maksud Juan sebenarnya?Begitu Chermiko sampai ke rumah, benar saja Brandon dan Shane sudah menunggunya. Mereka langsung datang menyambut dan bertanya, “Gimana? Mereka ngundang kamu ke sana untuk apa?”Bahkan mobil yang mengikuti Chermiko dari belakang juga sudah melakukan persiapan jaga-jaga apabila terjadi sesuatu yang buruk padanya. Namun mereka bisa tenang setelah mendapat kabar kalau Chermiko sudah dalam perjalanan pulang. Namun di saaat yang sama mereka pun terheran-heran mengapa hanya Chermiko sendiri yang keluar.“Mereka mengancam kamu? Apa saja yang mereka bilang di sana?” tanya Shane. “Pasti Rainie, ‘kan? Kali ini apa lagi yan
“Kami semua panik setengah mati waktu dengar Kakek dibawa. Untung saja Kakek baik-baik saja!”“Omong kosong! Kalau kamu pani, kenapa baru sekarang kamu datang menolongku?” tanya Juan melotot.“Bukannya nggak mau nolong, tapi tempat ini nggak bisa main datang kapan pun aku mau. Lagi pula aku tahu sifat Kakek. Kalau Kakek sendiri yang mau ke sana, aku bujuk untuk pulang kayak apa juga Kakek nggak bakal mau pulang! Kakek sendiri yang mau datang ke sini untuk menolong Yuna, ‘kan?”Dengan tatapan mata setuju, Juan menatap Chermiko dan berkata padanya, “Iya, sih. Akhir-akhir ini kamu ada banyak kemajuan juga, ya. Kamu sudah bisa menganalisis keadaan dengan baik dan bisa mengerti sifatku seperti apa.”Chermiko terlihat tidak terlalu senang meski mendapat pujian dari kakeknya. Saat ini dia punya masalah yang lebih mendesak untuk dia sampaikan.“Kakek yang minta aku datang ke sini, ya?” tanyanya.“Ya, untung saja mereka kasih aku ketemu orang lain! Kalau Brandon, mereka pasti nggak akan setuju.
Chermio sudah berada di ruang tamu kedutaan dan melihat sekelilingnya. Dia curiga apakah tempat ini menyimpan suatu konspirasi, karena di antara yang lain, hanya dia sendiri yang mendapatan undangan secara tiba-tiba.Mereka bertiga kaget saat mendapat undangan tersebut. Tidak ada yang menyangka ternyata undangan itu ditujukan kepada Chermiko, dan tidak ada yang tahu apa maksud dari undangannya. Apalagi Chermiko juga yang paling asing dengan kedutaan dibanding Shane atau Brandon. Setelah melalui proses perundingan yang cukup laa, akhirnya mereka bertiga mencapai kesepakatan bersama, Chermiko harus pergi!Jika tidak pergi, bagaimana mereka bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan undangan ini juga dibuat secara resmi, jadi seharusnya tidak akan ada keanehan yang terjadi, atau surat ini tidak akan sampai ke tangan mereka. Maka itu Chermiko datang sesuai dengan waktu dan tempat undangan. Saat masuk dia juga diperiksa karena untuk masuk ke kedutaan tidak diizinkan membawa barang-barang ya