แชร์

Kawanan yang Menghilang

ผู้เขียน: Komalasari
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-02-06 07:20:55

“Ini hanya kecelakaan kecil karena aku kurang hati-hati,” jawab Kirei. Lagi-lagi, dia berbohong. Kirei takut Dev marah dan melakukan sesuatu yang di luar batas.

“Kecelakaan kecil katamu?” Dev menatap dengan sorot tajam. Rasa tak percaya tersirat jelas dari sepasang mata cokelat pria tampan itu.

Kirei mengangguk pelan.

“Jangan berbohong di hadapanku.” Nada bicara Dev terdengar aneh dan teramat menakutkan.

“Ti-tidak. Bagaimana mungkin aku be-berani berbohong padamu.” Nyali Kirei selalu menciut ketika berhadapan langsung dengan Dev. Entah mengapa, aura pria berdarah Meksiko tersebut begitu menakutkan.

“Kalau begitu, katakan siapa yang berani melakukan ini padamu?”

“Sudah kukatakan tadi. Tidak ada!” tegas Kirei, seraya menepiskan tangan Dev dari wajahnya. “Sebaiknya, jangan ikut campur dengan urusan pribadiku!"

Setelah berkata demikian, Kirei langsung berbalik. Tak ingin diinterogasi lebih jauh oleh Dev, wanita muda itu memilih berlari menuju kamar.

Anehnya, Dev tidak mengejar untuk meminta jawaban yang belum Kirei berikan. Dia hanya terpaku menatap kepergian sang istri, kemudian memicingkan mata.

Sesaat kemudian, Dev berbalik sambil tersenyum tipis. Dia berlalu menuju ruang kerja, seraya menghubungi seseorang.

Semenara itu, Kirei memilih berdiam diri di kamar, memikirkan hidupnya yang jadi kacau. Dia merenung dalam-dalam, sampai Santi masuk dan membuyarkan seluruh lamunannya.

“Pak Dev menyuruh saya mengobati luka di wajah Mbak Kirei,” ucap Santi sopan.

“Tidak usah. Aku bisa sendiri,” tolak Kirei malas.

“Pak Dev pasti marah kalau saya ….” Santi tidak melanjutkan kalimatnya. Dia menoleh ke pintu. “Saya takut Pak Dev tiba-tiba muncul,” ucapnya lagi, setengah berbisik.

Kirei menatap Santii sesaat, sebelum mengalihkan pandangan ke kotak P3K yang dibawa wanita itu.

“Sudah berapa lama kamu bekerja di sini?” tanya Kirei penuh selidik.

“Sudah cukup lama, Mbak. Biasanya, Pak Dev lebih banyak menghabiskan waktu di luar kota. Saya heran karena sekarang dia betah berlama-lama di sini.”

“Apa sikapnya seperti itu? Maksudku ….” Kirei terdiam. Dia bingung bagaimana cara menjelaskan kepada Santi.

“Seperti apa, Mbak?”

Kirei segera menggeleng. “Lupakan,” ucapnya.

“Pak Dev jarang mengobrol. Dia tidak suka banyak basa-basi dengan siapa pun,” ucap Santi.

“Wanita?” Kirei menautkan alis.

Santi menggeleng. “Sejauh ini, saya belum pernah melihat Pak Dev membawa wanita kemari. Entah kalau di luar. Maaf, Mbak. Saya tidak bermaksud ….”

“Tidak apa-apa.” Kirei tersenyum kecil.

...............

Tiga hari berlalu, setelah kejadian pengeroyokan yang dilakukan Natasha dan teman-temannya. Luka lebam di wajah Kirei mulai memudar. Dia sudah percaya diri kembali ke kampus.

“Kalau mau pulang, hubungi saya dulu, Mbak,” pesan Rudi. “Waktu itu, saya jadi dimarahi Pak Dev.”

“Iya.” Kirei mengangguk pelan, sebelum turun dari mobil. Seperti hari sebelumnya, dia meminta Rudi menurunkannya beberapa meter dari gerbang universitas.

Sebelum melewati pintu gerbang, Kirei tertegun sejenak. Dia mempersiapkan diri untuk menghadapi keisengan Natasha dan teman-temannya.

“Aku senang. Semoga mereka menghilang selamanya. Kampus ini tidak membutuhkan Natasha dan geng tidak bergunanya itu.”

Kirei menoleh pada dua gadis yang melintas di sebelahnya, lalu menautkan alis. Dia terpaku sejenak, sebelum memberanikan diri bertanya pada dua gadis tadi. “Apa yang terjadi pada Natasha dan teman-temannya?” tanya Kirei penasaran.

“Mereka dikabarkan hilang dalam tiga hari terakhir. Kasus ini sedang ditangani pihak kepolisian,” jawab salah satu dari dua gadis itu.

“Hilang?” Kirei menatap tak mengerti.

“Ya. Mungkin mereka diculik wewe gombel karena nakal,” gurau gadis yang satu lagi. “Banyak yang berharap Natasha dan teman-teman satu gengnya tidak kembali ke kampus ini. Semua tahu seperti apa perilaku mereka.”

Kirei terpaku. Pikirannya langsung tertuju kepada Dev. Namun, dia tak pernah mengatakan apa pun tentang Natasha dan segala perilaku buruk gadis itu terhadapnya.

Kirei menggeleng pelan, mencoba membantah pikiran tadi. “Semoga bukan karena Dev,” ucapnya dalam hati, kemudian melanjutkan langkah menuju ruang kelas.

Sekitar tengah hari, jam pelajaran berakhir. Kirei melangkah tenang menyusuri koridor. Betapa damai tempat itu tanpa adanya Natasha dan teman-temannya. Pantaslah banyak yang tak mengharapkan mereka kembali.

Namun, langkah tenang Kirei tiba-tiba terusik oleh kerumunan mahasiswa. Entah apa yang jadi perhatian mereka.

Penasaran, Kirei mendekati kerumunan itu. Dari jarak beberapa langkah di belakang, dia mendengar percakapan yang membuatnya terbelalak tak percaya.

Kirei langsung berbalik, kemudian berjalan cepat keluar dari halaman kampus. Dia melanjutkan langkah ke tempat Rudi menunggu.

Setibanya di dekat mobil, Kirei langsung masuk. Setelah duduk, dia membuka layar ponsel, lalu mencari berita tentang yang didengar tadi. Tangan Kirei mendadak gemetaran.

“Apa Pak Dev ada di rumah?” tanya Kirei, mengalihkan perhatian kepada Rudi yang sudah melajukan kendaraan.

“Pak Dev baru pulang dari meninjau proyek,” jawab Rudi.

Kirei mengangguk samar. “Bisa lebih cepat? Aku ingin segera tiba di rumah,” ucapnya, kemudian mengalihkan perhatian ke luar jendela. Kirei memikirkan kata-kata yang akan diucapkan kepada sang suami.

Beberapa saat kemudian, Kirei sudah tiba di rumah. Dia bergegas masuk dan menuju ruang kerja Dev. Namun, pria itu tidak ada di sana.

Kirei berinisiatif mencari sang suami ke kamarnya. Meskipun ragu, tetapi dia memberanikan diri mengetuk pintu. "Bisa bicara sebentar?” tanyanya.

“Tentang apa? Sepenting itukah sampai mencariku kemari?” Dev memicingkan mata.

“Ya. Sangat penting.”

Kirei menatap tajam Dev. “Apa yang kamu lakukan terhadap mereka?”

“Siapa?”

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทที่เกี่ยวข้อง

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Cara Seorang Dev

    “Jangan pura-pura tidak tahu!” Kirei menatap tajam.“Aku memang tidak tahu dan tidak mengerti dengan maksud pertanyaanmu tadi,” balas Dev tenang, seraya meletakkan buku di meja. Dia beranjak dari duduk, lalu mendekat ke hadapan Kirei. “Bagaimana kabarmu hari ini?” tanyanya, diiringi tatapan penuh arti.Namun, Kirei justru tak menyukai dengan cara Dev menatapnya. Dia langsung memalingkan wajah. “Hari-harimu akan jauh lebih tenang sekarang. Kupastikan tak ada yang berani mengganggumu lagi,” ucap Dev, pelan dan dalam. Kirei sontak menoleh, menatap tajam pria tampan di hadapannya. “Jadi, benar dugaanku? Kamu yang telah melenyapkan Natasha dan teman-temannya?”“Lebih tepatnya adalah anak buahku. Aku hanya memberi perintah,” ujar Dev tenang. “Bagaimana kamu bisa mengetahui semua itu?” Kirei menatap penuh selidik. “Kamu mengawasiku?” “Sudah kukatakan bahwa ini akan jadi lebih mudah untukku,” balas Dev tetap tenang. “Dari mana? Siapa? Bagaimana caranya kamu mengawasiku, Dev?” “Aku tidak

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-25
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Anak Haram

    Kirei terdiam. Namun, dia tak mau ambil pusing dan bergegas ke pintu. “Temani aku malam ini,” ucap Dev, bersamaan dengan Kirei yang hendak memutar gagang pintu. Kirei langsung menoleh. “Ke mana?” tanyanya pelan.“Nanti juga kamu akan tahu,” jawab Dev singkat. Dari nada bicara serta bahasa tubuhnya, tampak jelas bahwa dia tak berniat melanjutkan perbincangan. Apalagi, Dev kembali pada buku yang sedang dibacanya tadi. Melihat itu, Kirei juga tak ingin banyak bertanya. Dia bergegas keluar kamar. Kirei melangkah tergesa-gesa, membawa kemarahan yang tak dapat dilampiaskan sepenuhnya. Kirei masuk ke kamar dan langsung menutup pintu. Dia bersandar beberapa saat sambil memejamkan mata. Dadanya terasa begitu sesak, mengingat nasib sial yang harus dijalani saat ini. “Mama … kenapa? Kenapa harus aku yang menanggung semua kesalahanmu?” Kirei membuka mata, menatap sekeliling kamar yang ditempatinya. Penyesalan Kirei tak pernah habis, meskipun selalu berusaha menerima semua yang terjadi. Sesu

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-25
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Di Jalan Sepi

    Tampaknya, Dev keberatan memenuhi keinginan Xander untuk berkenalan dengan Kirei. Dia punya alasan tersendiri bersikap begitu. Dev juga tidak merasa bersalah atau sekadar tak enak hati.“Bukankah kamu mengundangku untuk makan malam?” Nada pertanyaan Dev bagai sindiran halus, berhubung belum ada satu menu pun yang dihidangkan.“Oh, astaga. Aku terlalu fokus pada pembahasan tanah,” ujar Xander, yang segera menekan tombol merah di kaki meja.Tak berselang lama, tiga pelayan masuk ke ruangan itu. Masing-masing dari mereka membawa satu menu. Sesaat kemudian, muncul seorang lagi membawa troli dengan botol minuman keluaran brand luar negeri.“Aku sengaja hanya memsan sedikit makanan. Kamu jarang makan banyak jika kutraktir,” ucap

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-28
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Seperti Seorang Tawanan

    Kirei menatap Dev, meskipun wajah pria itu tidak terlihat jelas. Sesaat, dia memejamkan mata, menikmati sentuhan nakal sang suami. Namun, Kirei segera tersadar, ketika tangan Dev menelusup ke balik celana dalam, bermaksud menyentuh area kewanitaannya secara langsung.“Tidak. Kamu belum mencuci tangan,” cegah Kirei, seraya menahan tangan Dev hingga berhenti bergerak.Dev mengembuskan napas berat bernada keluhan, lalu menarik tangannya dari balik celana dalam Kirei. Dia kembali duduk pada posisi siap mengemudi. Namun, tak segera menyalakan mesin kendaraan. Dev terdiam beberapa saat, seperti tengah memikirkan sesuatu. Sesaat kemudian, barulah pria itu menyalakan mesin kendaraan, lalu menginjak pedal gas.Tak ada perbincangan selama dalam perjalanan. Hingga sedan hitam yang Dev kendarai mem

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-03-01
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Dibayar dengan Ciuman

    “Buku yang kubutuhkan tidak ada di perpustakaan pribadimu. Semua tentang bisnis dan …. Aku mahasiswi jurusan sastra.”Dev tersenyum simpul. “Buku apa yang kamu butuhkan? Aku akan mampir ke toko buku sambil pulang.”Kirei menyebutkan nama buku yang dia butuhkan sedangkan Dev mendengarkan dengan serius. Sesekali, pria tampan 38 tahun tersebut menautkan alis, lalu mengembuskan napas pelan.Sementara itu, Xander memperhatikan dengan sorot tak dapat diartikan. Dia tahu Dev sedang bicara dengan Kirei, wanita yang membuat penasaran karena belum sempat menyebutkan nama.Naluri Xander sebagai pria berlabel casanova begitu tergelitik, meskipun tahu betul bahwa Kirei merupakan istri Dev. Namun, godaan paras menawan dan tubuh

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-03-01
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Bermandikan Anggur

    Malam belum terlalu larut, ketika Kirei menutup buku, lalu meletakkannya di meja. Wanita muda itu terdiam beberapa saat, sebelum beranjak dari tempat tidur.Kirei melangkah keluar kamar, menyusuri koridor berhiaskan lampu tempel dengan jarak yang sudah diatur sedemikian rupa. Tujuannya adalah ruang kerja Dev. Dia tahu pada jam seperti itu, sang suami masih di sana.Sesaat kemudian, Kirei sudah tiba di depan ruang kerja Dev. Sebelum mengetuk pintu, dia menggulung rambut menggunakan jedai, lalu merapikan tali kimono.“Ah, bodoh sekali aku!” gerutu Kirei pelan. “Kenapa menemui Dev dengan pakaian seperti ini?”Kirei sadar hanya akan ‘cari mati’, bila menghadap Dev dengan penampilan seperti itu. Akhirnya, dia berbalik hend

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-03-02
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Sisa Semalam

    “Ah …. Ya, Tuhan …,” desah manja Kirei kembali terdengar. Kali ini bahkan lebih nyaring dari sebelumnya. Beruntung karena suara wanita muda itu tersamarkan, oleh alunan lagu yang belum dimatikan.Kirei menggigit bibir cukup kencang, merasakan sapuan lembut Dev di area kewanitaannya. Selama ini, dia yang hanya membayangkan, akhirnya, dapat merasakan sendiri seberapa nikmatnya diperlakukan seperti itu.“Oh, Dev. Aku tidak tahan.”Desahan manja mengalir tanpa henti dari bibir Kirei. Lagi dan lagi. Dev membuatnya ingin berteriak sekencang mungkin.“Ah …. Aku menyukainya. Tapi, ini terlalu nikmat …,” racau Kirei. Entah sadar atau tidak, saat berkata demikian. Kirei bagai terlupa akan

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-03-02
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Curiga

    “Hm. Benar-benar cantiK,” ucap pria yang tak lain adalah Xander. “Billy memang bisa diandalkan.” Senyum simpul tersungging dari bibir teman sekaligus rekan bisnis Dev tersebut.Xander asyik mengawasi Kirei yang tengah berbicara dengan Tristan. Tak ada yang luput dari pandangan pria 38 tahun itu. Dari ujung rambut hingga ujung kaki. diperhatikannya secara detail.“Betapa beruntung Dev memilikimu ….” Xander mengalihkan perhatian pada dua lembar kertas, berisi segala informasi tentang Kirei. “Kirei Karenina. Kirei ….”Xander sudah memperoleh apa yang dia inginkan. Entah bagaimana caranya, Billy bisa mendapatkan informasi tentang istri Dev tersebut.“Jadi, kamu adalah putri dari Sigit Surya

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-03-03

บทล่าสุด

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Bukan Omong Kosong

    Kirei menoleh, menatap dengan sorot tak dapat diartikan. Namun, dia tak tahu harus berkata apa untuk menanggapi ucapan Dev. Akhirnya, dia lebih memilih diam, lalu memalingkan muka.Beberapa saat kemudian, mobil yang Dev dan Kirei tumpangi sudah tiba di halaman parkir belakang rumah perkebunan milik Maitea. Kedatangan mereka disambut senyum hangat ibunda Dev tersebut.Bahasa tubuh Maitea masih terlihat sama. Dia tidak menunjukkan kemarahan atau semacamnya, meskipun Kirei sudah melakukan kesalahan dengan melarikan dari sang putra. Entah kesalahan atau bukan yang Kirei lakukan. Namun, sepertinya Maitea berusaha memahami situasi yang dihadapi wanita muda itu.“Apa kabar, Nak? Selamat datang kembali di rumah ini,” sambut Maitea hangat dan penuh kasih. Dipeluk serta diciumnya kening Kirei, bagai seorang ibu te

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Terbayar

    Dev mengepalkan tangan mendengar ucapan Kirei. Tanpa banyak bicara, dia berlalu keluar kamar. Dev mengunci pintu, agar Kirei tidak bisa melarikan diri.Dengan langkah gagah penuh percaya diri, dia menuju kamar Luis.“Ada yang bisa kubantu, Tuan?” tanya Luis.Dev tidak segera menjawab. Dia menatap sang ajudan, dengan sorot tajam penuh makna. Namun, hanya lewat tatapan seperti itu, Luis sudah mengetahui apa yang akan Dev katakan.“Owen Wyatt,” ucap Dev dingin.Luis mengangguk. “Siap, Tuan.”“Ingat. Jangan meninggalkan jejak sedikit pun.”

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Kembali ke Tangan Dev

    Kirei terbelalak lebar, lalu mundur. Namun, Owen langsung pindah ke belakang sehingga dia tak bisa ke mana-mana. “Owen … kau ….” Suara Kirei begitu lirih. Bibirnya pun bergetar menahan kemarahan yang bisa dilampiaskan.“Luis akan memberikan bayaranmu,” ucap seseorang, yang tak lain adalah Dev. Pria tampan berkemeja putih itu tersenyum kalem, dengan sorot tak dapat diartikan yang terus tertuju kepada Kirei.“Terima kasih, Tuan Dev,” sahut Owen tanpa beban.“Ayo, pulang,” ajak Dev, seraya maju ke hadapan Kirei yang menatap ketakutan. “Kita akan kembali ke Meksiko.”Kirei menggeleng kencang, menolak keras ajakan Dev. Namun, dia tidak bisa melarikan diri, berhubung Owen menahannya dari bela

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Sama Saja

    “New York?” Kirei menatap tajam Owen yang langsung mengangguk. “Kenapa? Kenapa kau ingin membawaku ke sana?” tanya Kirei penuh selidik.“Bukankah kau tidak ingin kembali pada Dev Aydin? Pria itu ada di kota ini. Jika kau juga masih di sini, bukan tak mungkin dia akan menemukanmu dalam waktu dekat,” jelas Owen.Namun, Kirei langsung menggeleng kencang. “Tidak!” tolaknya tegas, seraya berdiri dan menjauh dari Owen. “Aku tidak akan mengulangi kebodohan yang sama, dengan langsung percaya pada pria yang belum kukenal baik.”“Apa yang salah dariku? Aku tidak punya niat buruk padamu. Aku justru ….” Owen yang sudah beranjak dari duduk, berjalan ke hadapan Kirei. “Kau sangat menarik,” ucapnya, seraya menyentuh pipi wanita itu.“Jangan merayuku!” Kirei menepiskan kasar tangan Owen dari wajahnya. “Aku tidak mengenalmu dan tak tahu apa yang kau inginkan.”“Jika aku punya niat buruk, aku pasti sudah memberitahukan keberadaanmu sejak awal kepada Dev Aydin. Aku juga tidak akan mengakui telah ditugas

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Pembohong Sialan

    Kirei tersenyum lebar, diiringi gelengan tak percaya. “Kupikir, kau tidak selucu ini, Tuan Wyatt.”“Aku serius.”Perlahan, senyuman Kirei memudar. Raut wajahnya berubah aneh.“Kenapa?”“Seharusnya, aku yang bertanya kenapa.”Owen tidak menjawab. Dia berbalik, menghadapkan tubuh sepenuhnya kepada Kirei. Pria tampan berambut cokelat gelap itu makin mendekat. “Anggap saja sebagai salam pertemuan dan perpisahan.”“Maksudmu?” Kirei menatap tak mengerti.“Aku tak tahu apakah kita akan bertemu lagi atau tidak. Kau wanita yang sangat menarik, Helena.&rdqu

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Sebentar Saja

    Kirei duduk di hadapan Owen, yang menatapnya dengan sorot tak dapat diartikan. “Sejak kapan kau ada di sini?” “Aku baru masuk.” “Aku tidak percaya.” Kirei menatap ragu.“Sungguh menyedihkan jadi Owen Wyatt. Kenapa sulit sekali mendapat kepercayaan dari orang lain?” Owen menggeleng tak mengerti, lalu berdecak pelan. “Ya, ampun. Apakah kata-kataku telah menyinggung perasaanmu?” Kirei menatap tak enak. “Aku tidak bermaksud begitu, mengingat semalam kau ….” Kirei tak melanjutkan kalimatnya.Owen justru tersenyum kalem menanggapi ekspresi tak enak yang Kirei tunjukkan. “Aku hanya sedang membutuhkan teman bicara,” ucapnya. “Kau pikir, aku adalah orang yang tepat untuk dijadikan teman bicara?”Owen kembali tersenyum kalem. “Ayo. Temani aku jalan-jalan. Anggap saja sebagai balas budi atas pertolonganku kemarin malam,” ujarnya enteng. Kirei mengembuskan napas pelan bernada keluhan. Wanita muda berkulit eksotis itu menatap aneh.“Ayolah, Nona.” Owen beranjak dari duduk, seakan tak menerima

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Tuan Pemaksa

    Kirei tak langsung menyetujui ajakan Owen. Dia terpaku menatap pria tampan bermata biru itu. Kali ini, dirinya harus lebih berhati-hati. Jangan sampai kejadian seperti terhadap Hernan terulang kembali.“Aku bisa pulang sendiri,” tolak Kirei halus.“Kenapa?” Owen tersenyum kalem. “Jangan khawatir. Aku bukan penjahat yang akan menculikmu,” candanya, meskipun terdengar tidak lucu.Namun, Kirei tetap menanggapi dengan senyuman. Ucapan Owen cukup menghibur, walau tak tahu apakah itu murni candaan atau bukan.Owen melangkah makin dekat ke hadapan Kirei. “Aku tahu siapa kau sebenarnya,” ucap pria itu pelan dan dalam.“Maksudmu?” Kirei menautkan

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Sang Pahlawan

    “Apa maksudmu, Tuan?” Kirei menatap tak mengerti.“Kami akan memberikan uang tips sesuai yang kau inginkan. Bagaimana?” Si pria tersenyum culas. “Kau tidak akan terlalu kewalahan melayani kami bertiga secara bersamaan ____”“Maaf. Aku tidak bisa,” tolak Kirei segera. Dia langsung berbalik, tak ingin meladeni para pria gila yang sedang berahi.“Hey, Sayang. Tunggu sebentar.” Pria itu meraih tangan Kirei, menahannya agar tidak pergi.Kirei yang merasa terancam, langsung berbalik. Tanpa segan, dia memukulkan nampan stainless yang dipegangnya ke kepala si pria hingga melepaskan cengkraman dan mundur beberapa langkah.Melihat temannya diperlakukan

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Tawaran Gila

    “Hai, Kawan. Apa kabar?” sapa Luis, seraya menyalami Owen.“Seperti yang kau lihat,” jawab Owen kalem, kemudian mengalihkan perhatian kepada Dev.“Ini Tuan Dev Aydin,” ucap Luis memperkenalkan.“Apa kabar, Tuan Dev,” sapa Owen, seraya mengulurkan tangan mengajak bersalaman.“Baik,” balas Dev datar. “Langsung saja ke inti dari pertemuan ini,” ucapnya tanpa basa-basi.Owen mempersilakan duduk, lalu memanggil pramusaji untuk memesan minuman. “Jadi, bagaimana? Apa yang bisa kubantu?” tanyanya.Dev tidak langsung menjawab. Dia mengeluarkan selembar foto dari dalam saku jake

สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status