Share

Bab 986

Penulis: Hargai
Begitu mendengarkan pertanyaan yang dilontarkan oleh Johan, ekspresi Kelly dan Kalana langsung memucat. Mereka tampak ragu untuk menjawab pertanyaan itu ....

Kelly berkata, "Hmm .... Ayah, kenapa Ayah bisa berpikir seperti itu? Ayah sendiri yang mencari orang untuk membuat soal ujian kali ini, kami sama sekali nggak berinteraksi dengan guru yang mengeluarkan soal itu, bagaimana mungkin kami mencuri soal?"

Kalana juga ikut menganggukkan kepalanya dan berkata, "Kakek, kami sama sekali nggak mencuri soal!"

Johan memelototi mereka berdua dan mencibir. Kemudian, dia berkata, "Oh? Benarkah? Kalian berdua nggak mencuri soal? Kalau begitu, apa mungkin ibu dan anak itu yang menyelinap masuk ke kediaman Keluarga Yanuar, lalu mencuri soal dari dokumen laptopku? Apa kalian pikir aku sudah benar-benar sudah tua dan gegabah? Atau apa mungkin kalian pikir sistem keamanan Keluarga Yanuar hanya pajangan belaka?"

Kelly tampak mengedipkan matanya dengan panik, rasa bersalah seakan-akan melahap jiwanya. "
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 987

    Kelly terkejut bukan main. "Ayah, maksud Ayah .... Ayah memintaku dan Kalana untuk tinggal di pedesaan?"Johan berkata dengan tegas, "Ya, seperti itulah maksudku! Sekarang cepat bereskan barang-barang kalian! Aku akan mengatur orang untuk mengantar kalian ke sana!"Kelly tidak bisa menerima kenyataan ini. Seolah-olah sangat terpukul, dia terjatuh terduduk di lantai dan berkata, "Mengapa? Ayah, apa demi orang luar seperti Pamela, Ayah ingin mengusir menantu dan cucu perempuan Ayah?!"Melihat ekspresi Kelly yang menunjukkan seakan-akan dirinya menjadi korban, Johan menatap wanita itu dengan tatapan jijik dan berkata, "Sekarang, perilaku Kalana sudah berubah menjadi buruk karena pengaruhmu. Aku nggak akan membiarkanmu mempengaruhi Justin! Kalian berdua tinggal saja di pedesaan sana! Jangan memberi contoh yang nggak baik untuk Justin di sini!"Kelly mulai berkata dengan terisak, "Ayah! Ayah nggak bisa memperlakukanku seperti ini! Aku adalah istri Marko, menantu Keluarga Yanuar! Bagaimana A

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 988

    Melihat tidak ada gunanya memohon lagi, Kelly pun berkata dengan kesal, "Marko, kamu pasti ingin aku tinggal di pedesaan selamanya dan nggak kembali lagi, 'kan? Dengan begitu, kamu sudah punya kesempatan untuk menjalin hubungan dengan wanita lain, bukan?"Marko mengerutkan keningnya dan berkata, "Omong kosong seperti apa yang kamu bicarakan? Ini adalah konsekuensi atas perbuatanmu sendiri."Seolah-olah sudah menggila, Kelly tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Hahaha! Marko, kamu jangan berpura-pura lagi, kamu yang benar-benar pandai berpura-pura!""Selama bertahun-tahun aku menjadi menantu Keluarga Yanuar, setiap hari kamu selalu pisah ranjang denganku. Kamu bahkan sama sekali nggak pernah menyentuhku. Aku nggak percaya selama bertahun-tahun ini kamu nggak punya kebutuhan biologis! Kamu pasti sudah punya wanita lain di luar sana, 'kan?""Marko, aku beri tahu kamu, aku bukan Quenne yang bisa kamu campakkan begitu saja!"Mendengar kata-kata tidak enak didengar Kelly, Johan langsung mara

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 989

    Pamela menaikkan alisnya dan berkata, "Benarkah? Kalau begitu, aku tunggu!"Saat ini, para pengawal sudah selesai memasukkan semua koper mereka ke dalam garasi."Nyonya, Nona Kalana, silakan masuk ke dalam mobil, jangan sampai Tuan Johan marah lagi. Mungkin saja beberapa waktu lagi, Tuan Johan akan memerintahkan kami untuk menjemput kalian."Setelah memelototi Pamela untuk terakhir kalinya, Kelly dan Kalana baru masuk ke dalam mobil dengan enggan dan berangkat menuju ke pedesaan ........Di dalam kediaman Keluarga Yanuar.Setelah Kelly dan Kalana dibawa pergi, suasana di dalam kediaman Keluarga Yanuar menjadi jauh lebih tenang.Melihat putranya yang sudah memasuki usia kepala empat itu masih belum tampak berwibawa itu, Johan berkata dengan kesal, "Lihatlah kamu ini! Kamu sudah berusia empat puluhan tahun, tapi kamu bahkan masih belum bisa mengatur istri dan anakmu dengan baik! Kamu lihat sendiri sudah seperti apa mereka sekarang!"Begitu mendengar ucapan ayahnya, Marko yang sedang ber

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 990

    Pamela tersenyum dan berkata, "Hmm, konferensi pers sudah selesai, jadi aku sekalian datang untuk melaporkan hasilnya padamu, serta Nyonya Anisa dan Nona Kalana. Tapi, sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat untukku datang? Bagaimana kalau ... lain hari saja aku datang lagi?"Anisa segera melambaikan tangannya dan berkata, "Pamela, cepat masuk, kamu boleh datang kapan saja! Hanya saja, tadi kakekmu dan pamanmu bertengkar, aku khawatir membuatmu kaget!"Pamela berjalan menghampiri Anisa. Dia melirik Johan yang sedang duduk di sofa dengan ekspresi muram seolah-olah sangat tidak senang itu, lalu mendongak, melihat Marko yang sedang berdiri di tangga. Seakan-akan canggung menghadapi situasi ini, dia mengerutkan keningnya dan berkata, "Paman Marko sudah menginjak usia kepala empat, bukan? Kenapa masih bertengkar dengan ayah sendiri? Bukankah kurang pantas seperti itu?"Biasanya, Marko sama sekali tidak peduli kediaman Keluarga Yanuar kedatangan tamu atau tidak. Dia pasti akan langsung me

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 991

    ....Pada saat bersamaan, di dalam mobil yang melaju ke pedesaan ....Sambil menangis, Kalana menyalahkan ibunya sendiri. "Ibu, lihatlah apa yang telah Ibu lakukan? Ibu sudah menghancurkan semuanya, sampai-sampai kita berdua dikirim ke pedesaan!"Saat ini, suasana hati Kelly memang sudah sangat buruk. Begitu mendengar putrinya menyalahkan dirinya, pukulan mental yang dirasakannya makin besar!"Kalana, aku masih bisa terima orang lain yang mengataiku! Kenapa kamu juga mengataiku seperti itu? Aku melakukan semua ini demi siapa? Aku melakukan semua ini demi kamu!"Di saat seperti ini, Kalana sudah tidak ingin memahami ibunya lagi. Dia berkata dengan kesal, "Aku tahu Ibu melakukan semua ini demi aku, tapi semua yang Ibu lakukan ini sama sekali nggak membantuku, bahkan mencelakaiku! Kini, hidupku sudah nggak seperti dulu lagi! Ibu, seharusnya tadi kita mengakui kesalahan kita di hadapan Kakek dan Nenek dan menunjukkan kita sudah menyesali perbuatan kita! Mungkin saja mereka akan memberi kit

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 992

    Begitu mendengar ucapan ibunya, Kalana juga mengalihkan pandangannya ke arah Revan yang duduk di kursi belakang. Kemudian, ibu dan anak itu saling melempar pandangan dan sudah memahami maksud satu sama lain.Kalana segera bangkit dan pindah ke kursi belakang, duduk di samping Revan ....Awalnya Revan duduk dengan tenang. Begitu melihat Kalana menghampirinya, secara refleks bocah lelaki itu menghindari Kalana. Kini, selain rasa takut, dia sudah tidak menaruh harapan apa pun pada ibunya ini.Diam-diam, Kalana mengulurkan lengannya dan mencubit lengan Revan dengan keras. Begitu mendengar suara teriakan terkejut Revan, dia bertanya dengan volume suara tinggi, "Revan? Revan, kamu kenapa?"Kemudian, dia mengulurkan lengannya untuk menyentuh dahi Revan, lalu dia berpura-pura menunjukkan ekspresi khawatir dan berkata, "Aduh? Kenapa bisa sepanas ini?"Kelly juga berkata dengan kooperatif, "Apa yang terjadi? Apa Revan demam?"Kalana menganggukkan kepalanya dan berkata, "Ibu! Revan demam! Bagaima

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 993

    Sebelumnya, dia masih khawatir mereka harus tinggal di mana karena tidak bisa menginap di hotel. Ada catatan penginapan di hotel, ini bisa mempermudah pelacakan keberadaan mereka. Begitu keberadaan mereka ditemukan, mereka pasti akan diantar ke pedesaan lagi.Sementara itu, pada saat ini, Revan masih terisak dengan volume suara kecil dalam pelukannya. Bocah sekecil itu sama sekali tidak mengerti apa yang telah terjadi. Hanya saja, gelombang kegelisahan yang menerpa dirinya membuatnya sangat ketakutan. Namun, sekarang dia tidak berani menangis dengan suara keras. Dia hanya bisa berusaha untuk mengendalikan suara tangisannya ....Namun, Kalana sedang menggendongnya, bagaimana mungkin dia tidak bisa mendengar suara tangisan bocah lelaki itu?Sejak menyadari anak ini sama sekali tidak bisa dia manfaatkan lagi, Kalana sudah menganggap Revan sebagai beban. Dia sama sekali tidak punya kesabaran dan kasih sayang untuk anak itu. "Menangis apaan kamu ini? Sungguh mengesalkan!"Revan tidak tahu k

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 994

    Begitu mendengar ucapan Stevi, Kalana langsung membelalak kaget. 'Demi melindungi Pamela, Kakak bahkan nggak memedulikan keselamatan nyawanya sendiri? Pasti ada yang nggak beres!'Karena tidak mendapat tanggapan dari Kalana cukup lama, Stevi berkata, "Kalana, kenapa kamu nggak berbicara? Kamu harus membantuku! Kalau sampai Agam benar-benar memperhitungkan masalah itu, Keluarga Respati pasti akan hancur!"Kalana tersadar kembali dan berkata, "Stevi, bukannya aku nggak ingin membantumu, tapi sekarang aku benar-benar nggak berdaya untuk membantumu!"Stevi berkata dengan kebingungan, "Kalana, bagaimana mungkin kamu nggak berdaya untuk membantuku? Kamu adalah penyelamat Agam! Kalau kamu yang buka mulut, Agam pasti akan mempertimbangkan lagi karena kamu adalah penyelamatnya!"Kalana menghela napas panjang, nada bicara sedih terdengar dalam ucapannya. "Stevi, kamu nggak tahu apa yang aku alami belakangan ini. Agam sudah nggak menganggapku sebagai penyelamatnya lagi. Sekarang dia nggak akan me

Bab terbaru

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 2938

    Ketakutan masih melanda Phillip ketika dia membayangkan situasi saat itu, Dian meratakan alis pria itu, "Aku tahu kamu pasti akan datang untuk menyelamatkanku, sama seperti sebelumnya.""Aku mencintaimu, Phillip."Sebelumnya Dian sudah menyatakan cintanya, tapi dia mengatakannya dalam keadaan tidak sadar. Sekarang dia sudah sadar, pikirannya jernih, bahkan sambil tersenyum tipis. Ucapannya membuat Phillip tersipu sejenak."Aku juga mencintaimu," balas Phillip.Dian hanya dirawat sebentar di rumah sakit, tak lama kemudian dia kembali ke Kediaman Sanders.Seperti yang mereka katakan, kondisi Dian tidak serius, dirawat di rumah sakit hanya akan memperlambat pemulihannya.Lebih baik dia dirawat di rumah.Phillip tidak pernah menyinggung pekerjaan Dian. Sebaliknya, Dian langsung pergi ke Surat Kabar Sino untuk mengundurkan diri.Kondisinya saat ini tidak sesuai untuk menyelidiki kasus terkait, lagi pula Phillip langsung menyerahkan barang bukti ke kantor polisi, pihak kepolisian yang akan m

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 2937

    "Phillip, aku menyukaimu, aku mencintaimu."Phillip memeluk Dian dengan perasaan sakit yang tiada tara, "Ini salahku, seharusnya aku lebih cepat.""Aku nggak pernah menyalahkanmu. Aku hanya ingin melihatmu tersenyum. Selama kamu bersedia membiarkanku tetap di sisimu, aku nggak meminta pengakuanmu.""Aku tahu keluargamu menyulitkanmu, aku bisa melihatnya ...."Para pengawal yang ikut menerobos masuk merasa canggung ketika melihat CEO mereka menangis.Namun, yang terpenting saat ini adalah membawa Dian ke rumah sakit untuk pemeriksaan fisik. Setelah lama terikat, aliran darahnya surut, menyebabkan mati rasa yang akan menjadi masalah serius jika tidak bisa pulih.Akhirnya, para pengawal mendorong bos mereka yang sangat pemberani untuk menasihati Phillip. Phillip menundukkan kepala, menyeka air matanya, dia menggendong Dian dengan mudah, tidak membiarkan orang lain turun tangan. Gerakannya sangat lembut, seolah-olah sedang menggendong tuan putri.Untungnya, hasil pemeriksaan menyatakan kon

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 2936

    Setelah itu, Lesti pergi tanpa menoleh, sama sekali tidak menunjukkan keraguan.Masa depan dirinya dan Fabian ada dalam kandungannya, tidak mungkin dia menyerahkan semua hartanya pada Ririn.Karena putrinya tidak menurut, maka dia akan mengandalkan putra dalam kandungannya.Bukankah Ririn senang menemui Juko? Kalau begitu, biarkan saja mereka hidup bersama.Lagi pula dia sudah menghabiskan banyak usaha untuk membesarkan putrinya itu.Ririn menghabiskan paruh pertama hidupnya bersama Lesti, paruh kedua hidupnya sudah seharusnya menjadi giliran Juko.Satu-satunya hal yang membuat Phillip bersyukur adalah Juko tidak mempermainkannya, tampaknya dia masih peduli pada putrinya.Phillip bersama para pengawalnya berhasil menemukan rumah bobrok itu.Pelaku cukup waspada, mereka memilih rumah bobrok di pinggiran desa.Setelah pintu didobrak, Phillip menemukan Dian terbaring sendirian di lantai, tanpa ada yang menghiraukannya.Penjahat yang berjaga menunggu instruksi Juko, tanpa perintah darinya,

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 2935

    Lesti meneteskan air mata, duduk bersila dan terdiam, tidak ingin membela diri.Ririn satu-satunya orang yang masih berusaha memberikan penjelasan, tapi apa pun yang dia katakan, Fabian tidak lagi memercayainya.Hal seperti ini sudah terjadi berkali-kali dan setiap kali Fabian selalu memilih memercayai Lesti dan putrinya.Namun kini dia menyadari bahwa dia sepenuhnya salah.Dian dulunya sangat perhatian dan berperilaku baik, tetapi setelah Lesti dan Ririn memasuki hidup mereka, dia merasa putrinya mulai bermulut tajam dan selalu bertingkah di hadapannya.Sekarang dia baru menyadari, semua itu Dian lakukan untuk mendapatkan lebih banyak perhatian darinya atau setidaknya hanya ingin dia memperlakukan dirinya dan Ririn secara adil.Hanya saja dia tidak pernah menyadarinya. Sebaliknya, dia merasa Dian harus mengalah pada Ririn karena lebih tua."Karena kamu begitu menyukai ayah kandungmu, mulai sekarang kamu bisa hidup bersamanya.""Jangan pernah datang lagi ke rumah ini. Sedangkan ibumu,

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 2934

    Ririn buru-buru bertanya, "Ibu tertipu?""Kenapa Ibu menghubungi Juko?""Sekarang mereka tahu keberadaan Dian, Ibu mengacaukan rencanaku, apa yang ada di kepala Ibu?"Namun Lesti tidak menggubris, dia menangis dan menampar Ririn, "Kamu membuat Ibu takut setengah mati. Kalau terjadi sesuatu padamu, Ibu harus bagaimana? Susah payah Ibu membesarkanmu, apa Ibu harus melihatmu mati?""Ibu 'kan sudah bilang, jangan menemui Juko Sanders, kenapa kamu masih diam-diam menemuinya, bahkan menyuruhnya melakukan hal seperti ini, apa kamu sudah gila?""Ibu hanya ingin menjalani sisa hidup dengan damai bersamamu, kenapa kamu nggak mau mendengarkan Ibu?"Ririn sangat kecewa pada ibunya. Sejak hamil, Lesti tidak pernah lagi memberi pelajaran pada Dian.Namun, Ririn tidak terima, Dian bagaikan duri yang menancap di matanya, duri itu harus disingkirkan agar dia merasa lega."Apa Ibu nggak tahu aku menyukai Phillip?""Aku yang duluan menyukai Phillip, tapi Dian merampasnya. Mana mungkin aku melepaskannya.

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 2933

    Ingin sekali Lesti menamparnya, untuk apa dia bicara seperti itu?Jika dulu pria itu tidak melakukan tindak kekerasan padanya, hubungan mereka tidak mungkin jadi seburuk ini.Sekarang beraninya dia mengatakan berbuat seperti ini demi putrinya, dia kira nyawa Dian bisa diambil semudah itu?Dian adalah Nona Besar Keluarga Sandiga, belum lagi dia sudah menikah dengan Phillip Sanders, sekarang dia adalah istri dari pemilik Perusahaan Sanders. Juko kira siapa dirinya? Beraninya dia menculik Dian!Napas Lesti tidak teratur, dia tersentak, "Kalau kamu nggak percaya, dengarkan saja teriakan putrimu.""Aku nggak bisa menyelamatkannya, nyawanya ada di tanganmu. Lagi pula aku sedang mengandung anak Fabian. Tanpa Ririn sekalipun, aku masih punya anak yang lain, tapi nggak denganmu!"Phillip sangat mengagumi Lesti. Di saat seperti ini, dia tidak lupa mengungkapkan kesetiaannya pada Fabian, secara tidak langsung memberi tahu Fabian bahwa dia selalu berpihak padanya, sungguh hebat.Di ujung telepon,

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 2932

    Phillip menaikkan alisnya sambil berkata, "Jangan khawatir, paling-paling hanya jari tangannya yang disentuh, nggak akan jadi masalah besar. Cedera otot dan tulang akan pulih dalam beberapa bulan. Kalian bisa merawatnya dengan baik di rumah, dijamin dia akan segera pulih."Lesti tidak tega mendengarnya, dia bergegas ke arah Phillip untuk memukulnya, tetapi sebelum berhasil mendekat, pengawal sudah menghentikannya.Fabian juga khawatir, dia segera memeluk Lesti erat-erat ke sisinya, "Kalau benar nggak ada hubungannya dengan Ririn, dia pasti akan keluar dengan selamat, tetapi kalau sebaliknya, kamu harusnya tahu ...."Suara Fabian tiba-tiba berubah dingin. Dia tidak pernah menyangka penculikan putri kandungnya ternyata berhubungan dengan putri tirinya ini.Namun, dia juga tidak terlalu bodoh dan langsung bertanya, "Bagaimana seorang gadis seperti Ririn bisa membawa Dian?""Bahkan kaca mobilnya pecah, pasti ada yang membantunya.""Mungkinkah ada hubungannya dengan ayah kandung Ririn?"Phi

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 2931

    "Benar aku menemui ayah kandungku, tapi hanya satu kali, aku nggak berniat kembali ke sisinya!""Kalau nggak, aku pasti sudah dari dulu meninggalkan Keluarga Sandiga, tapi aku peduli padamu, Ayah. Ayah sudah menjagaku selama bertahun-tahun, aku sudah menganggapmu sebagai ayah kandungku. Kenapa Ayah memperlakukan kami seperti ini?""Sekarang Phillip berbicara nggak bermoral dan melimpahkan semua kesalahan padaku. Ayah harus melihat kebenarannya!"Lesti mengangguk berulang kali, tapi di saat bersamaan, dia penasaran, kapan Ririn menemui Juko?Gadis itu tidak mengatakan apa pun padanya, tapi malah tertangkap oleh Phillip.Sepertinya kejadian yang menimpa Dian memang berhubungan dengannya. Lesti hanya ingin menyelesaikan masalah ini secepatnya agar Phillip tidak berlama-lama di sana.Dia sama sekali tidak punya pemikiran seperti itu, apalagi untuk rujuk dengan Juko.Dia hanya ingin melahirkan putranya dengan selamat di Keluarga Sandiga. Kelak Keluarga Sandiga akan menjadi milik putranya, d

  • Hari-hari Dimanjakan Paman   Bab 2930

    Phillip paling benci ditunjuk orang saat berbicara dengannya. Dia bangkit dari duduknya, seketika tubuhnya lebih tinggi dari Fabian."Kamu masih berani mengaku sebagai ayah kandungnya Dian, kalau aku jadi kamu, aku akan memilih diam dan menyingkir.""Demi putri orang lain, kamu menuduhku mengancam Ririn. Dari ekspresi bersalahnya saja sudah cukup membuktikan kalau masalah ini berhubungan dengannya.""Sekalipun nggak percaya padaku, minimal gunakan otakmu. Pantas saja Perusahaan Sandiga semakin terpuruk, cepat atau lambat akan tamat di tanganmu."Phillip tidak lagi memberi muka. Saat mengucapkan kata-kata ini, dia mundur berulang kali, memegangi dadanya dan hampir kehabisan napas.Lesti melupakan tubuh lemahnya dan maju beberapa langkah, "Begini caramu berbicara dengan ayah mertuamu? Apa Ririn pernah menyinggungmu? Sebelumnya dia bahkan menyukaimu, Ririn masih kecil, kenapa kamu memperlakukannya seperti ini?"Dia mengatakannya berulang kali, tetapi sikap Phillip sudah jelas dan para pen

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status