Share

Obsesi Adrian

Penulis: Baby Yangfa
last update Terakhir Diperbarui: 2024-02-19 04:25:27

Keina terperangah mendengar ucapan Adrian, "Apa? Menikah denganmu? Apa kau tidak salah bicara, Adrian?" Tanyanya tidak percaya, saat ini ia sedang ingin menjalin hubungannya kembali dengan Alden, lalu kenapa Adrian malah mengajukan syarat seperti itu?

"Apa yang salah? Aku memang ingin menikah denganmu sejak dulu."

"Kau tahu aku sama sekali tidak bisa menikah denganmu, Adrian. Kau tahu bagaimana perasaanku pada Alden,"

"Ya, aku tahu. Lalu kenapa? Kau bisa menghapus perasaanmu untuk Alden dan mulai memunculkan perasaanmu untukku."

"Apa kau pikir menghapus dan memunculkan sebuah perasaan itu semudah membalikkan telapak tangan, Adrian?" ujar Keina dengan ketus.

"Kau bisa memulainya dari sekarang, kau bisa jika berusaha."

"Aku sudah memiliki perasaan kepada Alden selama seumur hidup, kau juga tahu beberapa bulan aku mencoba menghapus perasaanku ini, tapi selalu saja gagal."

"Itu karena kau tidak berusaha lebih keras Keina." Adrian tiba-tiba menghentikan mobilnya lalu mendekatkan wajahnya k
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Muniroh Marpaung
lanjut thor
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Rencana Adrian

    "Gawat, itu Adrian. Bagaimana ini?" ucap Keina dengan panik.Alden terlihat berpikir keras, jika mereka ketahuan sekarang, Adrian pasti akan memberitahu Handika tentang pertemuan mereka dan membuat restu itu semakin sulit didapat. Matanya kemudian menangkap bagian bawah toilet yang cukup muat untuk ia sebrangi. Kepalanya mulai mendapat suatu ide, ia akan menyebrang ke bilik toilet lain lewat celah itu."Aku akan pergi, jaga dirimu."Dengan cepat Alden mengecup kening Keina, Keina hanya bisa terkejut melihat langkah demi langkah Alden yang terburu lalu masuk ke dalam bilik toilet lain lewat bawah."Keina, apa yang sedang kau lakukan?""Sebentar," balas Keina dengan berteriak. Saat ia yakin Alden sudah masuk ke dalam bilik toilet lain, Keina segera menghela nafasnya lega, ia membuka pintu toiletnya dengan raut wajah kesal, "Ada apa sih? Kenapa kau heboh sekali?""Kau tidak berniat melarikan diri, bukan?" tanya Adrian dengan nada curiga."Astaga, memangnya aku akan melarikan diri kemana?

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-19
  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Kelicikan Adrian dan Clara

    Handika segera bergerak ke tempat dimana Adrian sudah menunggu. Saat ia sampai di tempat itu, terlihat Adrian yang melambaikan tangan ke arahnya, "Om disini."Handika terlihat mengangkat alis saat melihat ada orang lain yang berada di sampingnya. Seorang perempuan muda yang cantik, apa maksudnya? Kenapa Adrian datang bersama seorang perempuan?Handika segera berjalan menghampiri mereka lalu duduk di sana."Sudah menunggu lama?""Tidak juga Om, Om mau pesan makanan?""Tidak, minum saja. Om tidak bisa lama-lama, kamu tahu sendiri jika Om harus menjaga Keina.""Ah baiklah, kita akan memberikan penjelasan singkat kepada Om." Adrian terlihat mengalihkan tatapannya ke arah perempuan di sampingnya, "Ini Clara, dia adalah kekasih Alden sekarang."Mata Handika seketika melebar mendengar ucapan Adrian, "Apa maksud kamu? Alden memiliki kekasih saat ini?" Tanyany dengan raut wajah terkejut."Ya, dia memiliki kekasih. Alden bahkan membawa Clara kesini untuk diperkenalkan kepada keluarganya, benar

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-20
  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Semakin Rumit?

    Keina terhenyak saat mendengar suara Handika yabg berteriak dengan kuat. Pelukannya bersama Alden seketika terlepas.Handika terlihat merangsek maju lalu buughh!"Papa!"Keina seketika berteriak, tidak percaya jika Handika akan memukul Alden dengan tinjunya hingga Alden jatuh tersungkur.Handika hendak memukul Alden kembali, namun tangannya seketika ditahan oleh Keina, "Hentikan Pa, tolong hentikan." ujarnya dengan tangis yang mulai berderai."Minggir kamu Keina, Papa harus menghajar pria ini agar dia bisa sadar.""Tidak, jangan. Keina memohon.""Papa! Jangan Pa!"Tiana yang mendengar keributan segera ikut menahan tangan Tiana. Handika segera menepis tangan mereka, "Diam! Kalian berdua sama saja!" Handika terlihat menatap tajam ke arah Tiana, ia tidak menyangka jika istrinya sendiri akan mengkhianati dirinya seperti ini."Mama pasti yang mengizinkan pria ini masuk, ini pasti ulah Mama, iya kan?""Maafkan Mama, Pa. Mama tidak tega melihat Alden dan Keina." Balas Tiana dengan takut-taku

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-20
  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Tidak Bisakah Kau Melepaskan Aku Saja?

    "Pa..." Meski susah payah Alden terlihat membuka mulutnya."Pa, Alden sepertinya ingin bicara Pa," ujar Audrey.Reymand yang terlihat sangat marah segera mendekat ke arah Alden, "Ada apa Alden? Ada yang ingin kamu katakan?""Jangan berbuat apapun pada Papa Handika," ujar Alden dengan suara terbata."Tapi dia sudah membuat kamu seperti ini, Papa tidak terima."Alden segera menarik tangan Reymand lalu meremasnya dengan perlahan, "Alden tidak apa-apa. Demi Alden, tolong Papa jangan berbuat gegabah, Alden mohon."Melihat kondisi Alden, Audrey segera menyentuh tangan Reymand, "Kita pikirkan ini nanti, sebaiknya kita obati dulu luka-luka Alden."Reymand menghela nafasnya panjang mendengar penuturan Audrey, "Baiklah, aku akan menelepon dokter untuk mengobatinya."Reymand segera beranjak lalu memanggil dokter. Setelah itu ia menghela nafasnya kembali, kenapa hubungan keluarga mereka dengan Keluarga Handika menjadi sangat buruk seperti ini sekarang?****"Pinjam ponsel Mama." ujar Keina dengan

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-21
  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Keluar Dari Rumah

    Alden yang segera sadar dari pingsannya seketika bangkit saat dirinya kembali teringat dengan Keina. Namun, levam-lebam di tubuhnya yang masih belum sembuh benar membuat Alden seketika meringis kesakitan. Audrey yang tengah tertidur seketika bangun saat mendengar suara Alden."Alden, Nak? Kamu sudah sadar?" Ia beralih pada Reymand yang juga terlihat menelungkupkan wajah di sampingnya, "Pa bangun Pa, Alden sudah sadar."Reymand langsung terjaga, ia menatap Alden yang terlihat hendak berdiri, "Alden, kamu mau kemana? Jangan bergerak dulu, kamu baru saja diobati."Alden yang merasa tubuhnya masih terasa sangat sakit segera mengikuti saran ayahnya, "Pa, sudah berapa lama aku tidak sadar?""Hampir sehari penuh,"Mata Alden seketika melebar sempurna mendengar balasan ayahnya, "Aku harus menemui Keina sekarang. Keina pasti sangat khawatir,"Alden bangkit, tidak perduli lagi dengan rasa sakit yang mendera tubuhnya. Namun, baru saja kakinya hendak melangkah, Alden kembali ambruk karena nyeri y

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-21
  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Tidak Bisakah Kau Tidur Bersamaku Saja?

    Sejenak Audrey hanya tertegun mendengar penuturan Keina, namun ia segera menyadarkan dirinya. Audrey menarik tangan Keina untuk masuk ke dalam rumah dengan cepat."Astaga, hujan di luar lebat sekali, kenapa kamu datang ketika hujan?"Keina tersenyum tipis tidak menyangka jika Audrey akan menyambutnya."Sebentar, Mama akan ambilkan baju ganti."Keina terdiam sejenak, menunggu hingga Audrey datang lalu membawa sebuah kemeja."Mama hanya menemukan kemeja Alden yang ini. Baju-baju Mama tidak cocok untuk badan kamu yang mungil,"Keina menerima kemeja itu lalu memakainya dengan cepat."Ayo kita masuk ke dalam,"Keina terlihat mengedarkan pandangannya, Audrey terlihat mengamati tindakan Keina lalu berujar, "Alden sedang pergi ke dokter bersama ayahnya."Keina tersentak mendengar ucapan Audrey, "Apa kemarin luka-lukanya parah? Kenapa Alden sampai harus pergi ke dokter?""Ah tidak, itu karena Papa Reymand memaksa untuk memeriksakan luka-luka Alden, ia sangat khawatir jika itu akan berbekas."

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-22
  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Kau Harus Kembali

    "Kalian ini sudah bukan suami istri, jadi Keina akan tidur bersama Mama bukan bersama kamu,"Alden mendesah kecewa mendengar ucapan Audrey, "Ah Mama tidak seru!"Mendengar keluhan Alden, Audrey dan Keina seketika berpandangan, untuk kemudian tawa mereka pecah seketika menertawakan tingkah Alden. Hati Kein berdesir, ia sungguh merindukan suasana ramai seperti ini di dalam kehidupannya. Tidak ada kebencian dan amarah, yang ada hanya gurauan dan saling memberi dukungan."Sana keluar, Mama ingin bersama dengan Keina hari ini. Kamu tidur bersama Papa saja."Dengan langkah gontai, Alden keluar dari kamarnya lalu bergerak ke arah ayahnya.Audrey terlihat melirik ke arah Keina lalu menghela nafasnya panjang, "Sudah lama kita tidak tidur bersama, bukan?"Keina mengangguk kecil, ia tersenyum ke arah Audrey, "Ya sudah lama sekali." Saat Audrey menghampirinya lalu duduk di sampingnya, Keina mulai bertanya dengan nada hati-hati, "Apa Mama tidak marah kepada Papa Handika?""Marah, tentu saja Mama m

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-23
  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Perlindungan Ibunda

    Keina hanya bisa tertegun di depan pintu rumahnya, ia segera mundur selangkah, merasa enggan kembali ke dalam rumah. Bayangan saat Handika menamparnya masih teringat di ingatan, bagaimana mungkin ia bisa kembali ke sana dan membuat perasaannya kembali sakit?"Tidak Alden, aku tidak bisa kembali."Alden yang mendengar hal itu segera menggenggam erat tangan Keina, "Dia ayahmu, Keina. Aku tahu kau kecewa padanya, tapi melarikan diri dari rumahmu bukanlah solusi terbaik."Keina menghela nafasnya panjang, membiarkan Alden membawanya ke dalam rumah. Alden mengetuk pintu perlahan, tidak menunggu beberapa lama pintu dibuka menampilkan Tiana yang berdiri di hadapannya."Keina Sayang, kamu sudah pulang? Kami baru saja ingin menjemput kamu.""Alden yang mengantarku kemari." balas Keina dengan lirih."Pa, Keina sudah pulang, Pa." Teriak Tiana dengan kuat.Alden tersentak saat melihat ada Adrian juga yang menyusul langkah Handika saat menyambut mereka, kenapa Adrian datang kemari pagi-pagi sekali?

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-23

Bab terbaru

  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Hari Pernikahan Kedua

    "Kau benar-benar akan pergi sekarang? Tanpa melihat pernikahanku terlebih dulu?" rengek Keina kepada Adrian. Hari ini adalah hari dimana Adrian memutuskan untuk melanjutkan perjalanan seperti yang ia sudah ia rencanakan sedari awal. Karena keadaan Alden sudah stabil, ia merasa cukup tenang meninggalkan Keina sendirian sekarang."Bukankah sudah ku bilang, aku tidak akan mau menanggung resiko menangis di hari itu."Keina membrenggutkan wajahnya, ia segera merentangkan tangannya di depan Adrian, "Kalau begitu aku akan memelukmu saja."Adrian tersenyum kecil mendengar ucapan itu, ia segera memeluk Keina dengan erat."Apa aku patung di sini?" timpal Alden yang sedari tadi hanya mengawasi tingkah Adrian dan juga Keina. Matanya menatap tajam ke arah mereka yang malah asyik berpelukan. Sebal melihatnya, Alden segera menarik tubuh mungil Keina untuk menjauh dari jangkauan Adrian, "Sudah hentikan, jika kau terus memeluknya seperti itu, ia akan mengurungkan niatnya kembali untuk pergi.""Astaga

  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Kau Harus Melihat Pernikahan Kami

    Saat mengetahui bahwa Alden yang datang menjenguk dirinya hari ini, raut wajah Clara seketika berubah cerah, ia segera merangsek maju dengan antusias saat sampai di ruang tunggu para tamu."Alden, akhirnya kau menemuiku, bagaimana keadaanmu? Aku sungguh minta maaf karena membuat dirimu celaka tempo hari. Itu karena Keina–""Kau sedang membicarakan aku, Clara?"Kata-kata Clara seketika tergantung begitu saja saat melihat Keina yang ternyata mengikuti langkah Alden dari belakang."Kenapa diam? Lanjutkan saja perkataanmu." ujar Keina dengan tatapan tajam."Dia yang sudah membuat kita seperti ini, Alden. Kau harus mengeluarkan aku dari sini, aku sama sekali tidak bersalah, dia mencoba memisahkan kita.""Astaga wanita ini benar-benar gila." dengus Keina tidak percaya. Setelah semua yang ia lakukan, Clara sama sekali tidak merasa bersalah."Alden katakan sesuatu!" Jerit Clara dengan kesal karena melihat Alden yang hanya terdiam."Kau ingin aku mengatakan sesuatu?"Clara mengangguk kecil, "K

  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Diam atau Aku Akan Menciummu Lagi dan Lagi

    "Tentu saja bodoh! Aku mengingat semuanya, semuanya termasuk rencana pernikahan kita sebelumnya."Keina membekap mulutnya, merasa sangat terharu dengan seluruh keajaiban ini, ia sungguh tidak menyangka akhirnya hari ini datang juga, hari dimana Alden akan kembali mengingat cinta mereka, "Astaga!""Tadi kau bilang apa? Kau mau menjauh dariku setelah ini? Dua kali aku hampir mati untukmu, tapi kau malah mau meninggalkan aku. Kau pikir siapa–"Alden tersentak saat tiba-tiba merasakan bibir Keina yang mengecupnya. Matanya mengerjap sempurna, merasa tidak percaya jika Keina akan melakukan ini.Setelah mengecup bibir Alden selama beberapa menit, Keina menjauhkan dirinya, "Aku senang kau selamat, aku senang kau mengingatku lagi, Alden." ujar Keina dengan berurai air mata. Penantiannya kali ini ternyata mendapat sambutan hangat, Alden akhirnya dapat mengingat dirinya.Alden tersenyum mendengar ucapan Keina, ia mengusap air mata Keina yang masih mengalir, "Aku minta maaf karena membuatmu kesuli

  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Kau Mengingat Semuanya?

    Puas menumpahkan semuanya di dalam bilik toilet, Keina segera bangkit. Perlahan Keina kembali ke ruangan Alden. Keina tersentak saat melihat Audrey dan juga Handika sudah ada di sana, raut wajah bersalah kembali memenuhi hatinya. Keina segera berlari ke arah Audrey hendak menjatuhkan diri untuk berlutut di hadapan kedua figur yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri."Maafkan Keina Ma, sungguh maafkan Keina.""Bangun Keina, apa yang kamu lakukan?"Keina hanya bisa tergugu, ia bangkit dengan air mata yang masih mengalir tiada henti."Keina selalu membuat Alden seperti ini, maafkan Keina.""Sudahlah Sayang, Dokter sudah menangani Alden, kita berdoa saja yang terbaik untuknya. Kamu juga terluka saat ini."Keina mengangkat wajahnya merasa tidak percaya jika Audrey tidak menyalahkan dirinya, Audrey bahkan terlihat lebih tegar dibandingkan dengan saat Alden mengalami kecelakaan saat itu."Mama tidak marah padaku?""Untuk Mama marah? Mama marah pun tidak akan membuat Alden sembuh le

  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Insiden Berdarah Lagi

    "Hentikan!!"Keina yang hampir frustasi dengan keadaannya segera mengangkat wajah saat mendengar teriakan itu. Harapan segera terlihat di sudut matanya, akhirnya Tuhan menjawab do'anya, Alden ada di sana mendobrak pintu gudang dengan tatapan nyalang yang ia berikan.Clara terlihat terkejut, ia tidak menduga akan kehadiran Alden yang berada di sini. Padahal ia sudah melakukan rencana serapi mungkin, tapi kenapa Alden ada di sini?Alden terhenyak melihat keadaan Keina, amarahnya segera naik ke ubun-ubun melihat beberapa pria tengah melecehkan Keina di sana. Baju Keina terlihat sudah compang-camping, dengan amarah yang teramat besar Alden segera menerjang maju ke arah mereka. Pukulan demi pukulan Alden layangkan, merasa tidak terima melihat orang lain menyentuh Keina sesuka hati. Mendengar tangisan Keina yang begitu menyayat membuat bara api di dalam hatinya semakin menyala-nyala. Berani sekali! Berani sekali mereka menyentuh Keina!"Kurang ajar kalian! Kurang ajar! Berani sekali kalian m

  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Tiduri Dia Sampai Kalian Puas!

    Tepat saat Alden merasa sangat frustasi dengan keadaan yang menimpa Keina, ponselnya berdering dengan nyaring. Alden segera mengangkat panggilan itu ternyata itu dari Erik."Bagaimana Erik? Kau menemukan jejak Keina di lokasi terakhir yang aku kirimkan?""Ya Pak, saya juga menemukan mobil yang membawa Nona Keina. Saya akan segera mengirim lokasi terakhir mobil itu ditemukan dengan bantuan orang-orang profesional kita."Mendengar hal itu Alden kembali memantapkan pemikirannya, Alden segera menyalakan mesin mobilnya lalu melihat ke arah pesan Erik. Keningnya berkerut dalam melihat lokasi pesan itu, lokasinya mengarah kepada tempat dimana pabrik makanan yang sudah terbengkalai. Pasti Keina ada di sana. Mata Alden segera berubah dengan yakin, ia harus bisa menemukan Keina secepatnya.****Keina mengerjapkan matanya saat kesadarannya mulai kembali. Ia terhenyak saat matanya menangkap pemandangan di hadapannya. Ruangan tempat ia berada sepertinya merupakan bangunan tua. Rasa pengap dan deb

  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Keina Bahaya!

    Keina mengulas senyumnya dengan lebar saat mendapati telepon dari Alden. Ia segera mengangkat panggilan itu lalu menempelkan ponselnya ke arah telinga.Keina berdeham sejenak, mencoba mengendalikan dirinya agar tidak terlalu terlihat antusias."Ya Alden?" Tanyanya dengan nada setenang mungkin."Kau ada di mana?""Aku ada di rumah, kenapa?" jawab Keina enteng."Mau bertemu?"Senyuman lebar kembali terukir di wajahnya saat mendengar pertanyaan yang diberikan oleh Alden, "Ya, boleh. Kapan?""Sekarang. Bisa?"Keina menundukkan wajahnya lalu melirik ke arah tubuhnya yang masih berantakan, "Ah bisa. Tapi, bisa kau beri aku waktu untuk bersiap dulu, tiga puluh menit?""Baiklah, tiga puluh menit, kita bertemu di rumah.""Rumah maksudmu–?""Rumah kita, Keina Nayara. Kita bertemu di sana. Aku rasa di sana tempat paling aman untuk kita bertemu.""Ah, baik."Setelah berkata seperti itu panggilan mereka seketika berhenti. Keina mengulas senyuman kembali lalu melesat ke arah kamar mandi, karena Ald

  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Selamat Tinggal Clara

    Meski merasa bingung dengan tindakan Alden, Keina hanya bisa membalas pelukan pria itu. Ia mengusap punggung Alden dengan perlahan, rasanya sudah lama sekali mereka tidak berpelukan seperti ini.Saat Alden melepaskan pelukan mereka, Keina segera bertanya, "Jadi, apa maksudnya?""Sebenarnya aku mengingatmu."Raut wajah Keina seketika berubah cerah mendengar ucapan Alden, ia mencondongkan tubuhnya ke arah pria itu, "Kau mengingatku? Jadi apa yang kau ingat?""Aku ingat dirimu dari masakan yang kau buat. Ku kira itu Clara yang membuatnya.""Astaga, jadi selama ini kau salah paham?""Begitulah,"Keina menggelengkan kepalanya tidak habis pikir, ternyata ia terlalu menganggap remeh Clara Benedict. Bisa-bisanya Clara berbohong pada mereka selama ini."Bahkan dia menyombongkan diri padaku bahwa dia bisa mengambil hatimu, ternyata firasatku benar, dia menipumu." gumam Keina sambil memijat kepalanya.Alden yang mendengar hal itu segera mengambil tangan Keina, merasa sangat bersalah karena ia te

  • Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO   Rupanya Kau Wanita Itu

    Tepat sebelum Keina membuka mulutnya, ponsel Alden berbunyi dengan nyaring. Keina segera menggeser tubuh pria itu lalu berkata, "Ponselmu, ponselmu berbunyi!" ujarnya dengan gugup.Alden segera mundur, ia mengambil ponsel yang berada di saku jasnya. Sejenak Alden terlihat termenung melihat siapa yang memanggilnya saat ini. Clara."Kau tidak mengangkatnya?" tanya Keina yang melihat Alden hanya terdiam dengan ponsel di tangan.Alden mengangkat wajah lalu mematikan ponselnya dengan cepat, "Sudahlah, tidak penting."Keina yang melihat hal itu mengerutkan dahinya, bukankah itu adalah telepon dari Clara? Kenapa Alden tidak mau mengangkatnya?"Kita lanjutkan saja perjalanan kita, bagaimana kalau kita ke rumah itu?""Maksudmu rumah kita terdahulu?""Ya, mungkin kau benar akan ada sesuatu yang tertinggal di sana. Mungkin aku harus berada di sana sedikit lebih lama."Meski merasa aneh dengan tingkah Alden, Keina mengangguk kecil. Saat ini adalah waktu bersama Alden, ia harus bisa memanfaatkan w

DMCA.com Protection Status