Share

OBSESI VICTOR

Author: arafaq_9
last update Huling Na-update: 2024-06-13 02:23:38

"Semakin kau menolak, semakin membuatku tertarik denganmu. Kia,"

Deg!

Kiara terkejut, wanita itu menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Victor. Kiara semakin melangkah mundur saat Victor melangkah ke arahnya, hingga tubuhnya kini menabrak kursi. Kini tubuh Kiara terhimpit dengan kursi, dan tubuh Victor.

"Menjauhlah, Dad. Jangan seperti ini," ucap Kiara dengan rasa takut yang menyeruak.

Victor menyeringai, tangannya terangkat membelai wajah cantik Kiara. Jemari besarnya pun sudah bergerak mengelus pipi, mata, hidung, dan berakhir di bibir sexy Kiara. Membuat wanita itu merasa ketakutan, tubuhnya bergetar."Seperti apa? Apakah seperti ini?" Victor merengkuh pinggang Kiara, Kiara tersentak. Wanita itu memberontak tapi Victor menahannya.

"Kenapa kau selalu menghindar semenjak kejadian itu, Kiara?" tanya Victor dengan suara geraman tertahan.

Kiara kembali memberontak, wanita itu mencoba mendorong tubuh Victor. Namun tidak bisa, Victor menahannya dengan kuat. Bahkan saat ini pria itu menatapnya sayu, membuat tubuhnya bergidik ngeri.

"L-lepaskan aku, Dad. Berhentilah menggangguku, lupakan malam itu. Karena itu semua kesalahan!" sentaknya, tenggorokannya terasa tercekat.

Victor terkekeh lirih, pria itu kembali membelai wajah cantik Kiara dengan lembut. Membuat Kiara mengalihkan wajahnya, ia memejamkan kedua matanya, dan menggigit bibir bawahnya. Victor yang melihat itu sontak mengumpat.

"Fuck! Kau membuatku bergairah, Kiara. Kenapa di gigit sendiri? Aku bisa membantunya, Baby. Biarkan aku yang menggigitnya." Jemari Victor singgah di bibir Kiara, wanita itu membuka pejaman matanya. Kedua matanya sontak melotot saat melihat Victor yang akan menciumnya.

Dug!

"Arghh shit! Kenapa kau menendang milikku, Kiara!" erang Victor, pria itu melepaskan tubuh Kiara dan memegang miliknya yang terasa ngilu.

Kiara bernafas lega, wanita itu menjauh dari Victor. Menghembuskan nafasnya pelan, Kiara menatap Victor tajam. Kemudian tanpa di sadari, dan dengan keberaniannya. Kiara mengacungkan jari tengahnya kepada Victor.

"Fuck you, Daddy!" Kiara berlalu pergi, wanita itu lebih memilih menghindar dari Victor. Daripada urusan laparnya.

"Bukankah dia sangat berani sekarang? Kucing manis penurut itu sudah berubah menjadi kucing liar. Damn! Aku semakin menginginkannya," geram Victor, pria itu melangkah tertatih ke arah kursi. Miliknya sangat sakit, benar-benar sakit.

Sedangkan Kiara, wanita itu sudah masuk ke dalam kamarnya. Kiara melangkah ke arah ranjang, ia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang tersebut. Kedua matanya menatap langit-langit kamar.

"Situasi macam apa ini? Kenapa aku harus bersinggungan dengan Daddy Victor? Oh God! Bagaimana jika Kak Edwin tau kalau aku sudah tidak suci lagi?" gumam Kiara, wanita itu mengerang hebat saat merasakan frustasi.

Keesokan harinya,

Kiara menggeliat, wanita itu membuka matanya. Lalu beranjak bangun dengan cepat, dan menuruni ranjang. Kiara berlari ke arah kamar mandi.

Hoekkk ... hoekkkk ... hoekkk

Kiara memuntahkan isi perutnya yang terasa bergejolak, wanita itu merasa tidak enak pada perutnya. Setelah merasa lega, Kiara membersihkan wajahnya. Kemudian wanita itu duduk di atas closet.

"Sepertinya maag-ku kambuh, semalam gara-gara Daddy Victor aku jadi tidak makan," gerutu Kiara, mengingat kejadian semalam membuatnya kesal.

Tak lama setelahnya, Kiara memilih membersihkan tubuhnya. Wanita itu melakukan ritual mandi, setelah beberapa menit. Kiara selesai dan langsung menuju walk in closet, wanita itu mengganti pakaiannya dan memoles wajahnya sedikit. Sebelum akhirnya melangkah keluar menuju ruang makan.

"Kak Edwin," sapa Kiara saat melihat Edwin baru keluar dari kamarnya, suaminya itu sudah rapi dengan pakaian kerjanya.

"Kak Edwin mau pergi sekarang?" tanya Kiara saat Edwin tidak menjawab sapaannya, dan lebih memilih pergi.

"Kau sudah tau aku akan pergi, kenapa bertanya? Apakah kau buta?" sentak Edwin, membuat Kiara mengatupkan bibirnya rapat. Wanita itu menunduk.

"Maafkan aku, Kak," lirih Kiara.

Edwin berdecak. Pria itu membalikkan badannya, dan menatap Kiara tajam. Edwin mendekati Kiara, dengan gerakan cepat. Edwin mencengkram kuat lengan Kiara, membuat Kiara meringis.

"Aku sudah berkali-kali memperingatimu, jangan menanyakan tentangku! Karena kau tidak berhak untuk itu, dan satu lagi—beberapa bulan lagi aku akan menceraikanmu. Setelah kita bercerai, pergilah sejauh mungkin. Karena aku tidak ingin membuat Cecil marah." Edwin menghempaskan tubuh Kiara sampai sedikit terhuyung, pria itu menatap Kiara sejenak dan berlalu pergi.

Seperginya Edwin, Kiara mengusap air matanya. Wanita itu mencoba menenangkan dirinya sendiri, menekan dadanya yang sesak. Kiara menghembuskan nafasnya perlahan.

"Tidak apa-apa, Kia. Jika memang rumah tanggamu tidak bisa di pertahankan lagi, ayo pergi yang jauh. Lagi pula rumah tangga ini sudah hancur semenjak aku tidak lagi suci," gumam Kiara dengan terkekeh miris, wanita itu kembali mengusap air matanya sebelum akhirnya melangkah pergi.

Tanpa sepengetahuannya, sejak tadi Victor bersembunyi dan mendengarkan semua pertengkaran Edwin, dan Kiara. Tadinya Victor ingin menghampiri Edwin, namun ia malah mendapatkan tontonan gratis dari putra dan menantu kesayangannya. Victor keluar dari persembunyiannya.

"Pernikahan palsu, kau sudah membohongi Daddy. Son, Daddy mengira jika kau bisa berubah. Ternyata tidak, jika seperti ini—untuk apa aku menahan diri tidak mendekati Kiara? Bukankah lebih baik aku mendekatinya dan menjeratnya?" Victor menyeringai, pria itu turut menyusul Kiara dan Edwin.

Dua hari berlalu,

Setiap kali melihat Kiara menolak dan menghindarinya, Victor merasa semakin tertantang. Obsesinya untuk mendapatkan Kiara terus membesar di dalam hatinya. Semakin sulit Kiara didapatkan, semakin Victor ingin menaklukkannya.

Tak ingin menyerah, Victor menyusun berbagai rencana untuk mendekati dan mendapatkan hati Kiara. Mulai dari mengirim bunga dan hadiah, Victor juga sering membawakan makanan kesukaan Kiara. Semuanya ia lakukan untuk mendapatkan perhatian Kiara.

"Berhentilah seperti ini, Dad. Aku tidak mau kau melakukan apapun lagi, bertindaklah seperti dulu ketika belum terjadi apapun di antara kita," mohon Kiara, wanita itu menatap sendu ke arah Victor.

"Memangnya aku melakukan apa, Baby?" tanya Victor tanpa dosa, Kiara mengerang.

"Jangan memanggilku seperti itu!" ketus Kiara, Victor tersenyum smirk.

"Lalu aku harus memanggilmu bagaimana, hm? Sayang? Love? Atau apa?" tanya Victor, Kiara memutar bola matanya malas. Berhadapan dengan Victor membuatnya lelah.

"Sudahlah, aku lelah sekali berbicara dengan Daddy!"

"Tidak usah berbicara, kau cukup mendesah dan menikmati permainanku saja. Bagaimana?" Victor mengedipkan sebelah matanya ke arah Kiara.

"Gila! Kau benar-benar gila, Dad!"

"Yes, i'm crazy—i'm crazy about you!" tegasnya, tatapan tajamnya menghunus ke arah Kiara. Membuat dada Kiara tiba-tiba berdebar tidak karuan.

"Aku istri putramu, Dad. Mengertilah," erang Kiara, Victor terkekeh.

"Persetan dengan statusmu, Kia. Kau akan menjadi milikku, hanya milik Victor Anderson!"

Glek!

Kiara menelan salivanya dengan susah payah, wanita itu mulai menyadari bahaya yang mengancamnya. Kiara sadar bahwa Victor tidak akan berhenti sampai ia benar-benar memiliki dirinya, Kiara pun berusaha mencari cara untuk melindungi diri dan melarikan diri dari cengkeraman obsesi Victor yang semakin mencekik. Obsesi—ya Victor terlihat sangat terobsesi dengannya.

Tidak ingin berhadapan dengan Victor yang membuatnya semakin frustasi, Kiara membalikkan badannya dan melangkah pergi. Seperginya Kiara, Victor pun turut pergi menuju ruang kerjanya. Setibanya di ruang kerja, Victor membuka laptopnya. Pria itu melihat cctv khusus yang ada di kamar Kiara.

Semalam, pria itu diam-diam masuk ke dalam kamar Kiara. Victor menaruh beberapa kamera tersembunyi di beberapa titik, seperti kamar mandi, walk in closet, dan di dekat ranjang. Victor duduk, mata elangnya menatap Kiara yang sedang menggerutu.

"Bukankah dia sangat menggemaskan jika sedang mengumpatiku?" Victor tertawa lirih, ia terus melihat laptopnya. Menatap Kiara-nya.

"Damn! Kenapa kau melepaskan pakaianmu ketika pintu kamarmu lupa kau kunci, Kia? Oh God! Kucing kecilku yang liar, kau semakin membuatku terobsesi. Baby," geram Victor, pria itu mengeraskan rahangnya saat miliknya di bawah sana menegang.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (5)
goodnovel comment avatar
Abdul Nasir
penuh hayal
goodnovel comment avatar
Chy Doang
Haha ayok daddy gass lagi ᥬ...᭄ ᥬ...᭄
goodnovel comment avatar
Wortel Cake
Pepet trs Dad ...
Tignan lahat ng Komento

Kaugnay na kabanata

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   PENOLAKAN KIARA

    Bukankah Victor sangat gila, bisa-bisanya dia mengintai Kiara melalui cctv tersembunyi. Yang mana bisa melihat apapun kegiatan Kiara, Victor tersenyum smirk. Pria itu terus menatap Kiara yang kini masuk ke dalam kamar mandi.Victor mengerang, dan menggeram. Pria itu mengeluarkan miliknya, dan melakukan solo karir bermodalkan bantuan Kiara. Gila, Victor memang sudah gila.Setelah menuntaskan segalanya, dan melihat Kiara yang mulai bersiap tidur. Victor menutup laptopnya, pria itu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. Kedua matanya memejam."Kau harus menjadi milikku, Kia. Kau tidak bisa berharap kepada putraku, untuk apa kau mengharapkan Edwin yang malah memilih wanita lain?" gumam Victor, pria itu membuka matanya, dan mendesah pelan."Kenapa susah sekali menjeratmu? Sedangkan di luar sana para wanita biasanya langsung melemparkan dirinya kepadaku, tapi kau?" Victor mengacak-acak rambutnya dengan kasar.Tak lama kemudian, Victor berdiri. Pria itu melangkah keluar dari ruang kerjan

    Huling Na-update : 2024-06-13
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   CIUMAN PAKSA

    "Maaf, Daddy. Kiara tidak bisa, Kiara sudah memiliki suami, dan suami Kiara putra Daddy sendiri. Jadi Kiara mohon, jangan ganggu Kiara. Lupakan semua perasaan atau obsesi Daddy terhadap Kiara, sampai kapanpun Kiara tidak akan mau menjadi kekasih bahkan istri. Daddy," tolak Kiara dengan tegas.Victor tertegun, harga dirinya terasa tercoreng dengan penolakan Kiara. Pria itu melihat Kiara yang menarik kedua tangannya, dan mengalihkan wajahnya ke arah lain. Victor mengeraskan rahangnya."Kenapa kau menolakku, Kia? Kau berharap apa kepada Edwin? Dia memiliki Cecilia, bahkan dia akan menceraikanmu setelah ini. Lalu apa yang kau harapkan dari Edwin, Kia?" cerca Victor, membuat Kiara terkejut. Wanita itu menoleh."D-daddy, tau?" tanya Kiara terbata, Victor terkekeh lirih."Kau kira aku pria bodoh? Aku tau segalanya, Kiara. Bahkan aku tau jika selama ini Edwin tidak menyentuhmu—karena aku orang pertama yang menyentuhmu!" sentak Victor, jantung Kiara berpacu kian cepat. Wanita itu menggigit bib

    Huling Na-update : 2024-06-14
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   MENARIK ULUR

    "Stop it." Kiara menggelengkan kepalanya saat Victor akan menyerang bibirnya kembali, Victor tersenyum. "Kenapa, Baby? Apakah kau merasa tidak nyaman?" tanya Victor, Kiara mengangguk. "Aku istri putramu, Dad. Berhentilah untuk bersikap seperti ini," lirih Kiara, sesungguhnya wanita itu terbuai akan ciuman dan cumbuan Victor. Namun, mengingat jika ia berstatus istri Edwin. Membuatnya takut, Kiara tidak ingin terjatuh terlalu dalam. Sebab, Victor selalu menggodanya. Yang mana suatu saat bisa saja ia khilaf. Victor mendesah pelan, "kau benar-benar tidak ingin bersamaku, Kia?" tanya Victor, Kiara menggelengkan kepalanya. "Apa yang kau harapkan dari Edwin? Dia tidak mencintaimu, Kiara," ujar Victor dengan mengerang, pria itu menatap Kiara dengan serius. "Sudahlah, Dad. Aku tidak ingin membahasnya, bisakah Daddy keluar dari kamarku?" pinta Kiara, wanita itu mengalihkan tatapannya ke arah lain. "Baiklah, kau istirahat. Daddy keluar dulu." Victor mengecup lembut puncak kepala

    Huling Na-update : 2024-06-16
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KIARA CEMBURU

    Mansion Anderson, 04.00 PM. "Dimana Kiara, dan Daddy. Paula?" tanya Edwin, pria itu baru saja pulang ke mansion setelah dua minggu pergi. "Nona Kiara ada di kamarnya, Tuan. Sementara Tuan Victor ada di mansion satunya sejak dua minggu lalu," jelas Paula dengan sopan, Edwin menaikkan sebelah alisnya. "Ke mansion satunya? Untuk apa Daddy ke sana?" "Saya kurang paham, Tuan," jawabnya, Edwin mengangguk. Pria itu melangkah menuju kamarnya. Setibanya di kamar, Edwin masuk ke dalam kamar mandi. Pria tersebut membersihkan tubuhnya, setelah selesai. Edwin menuju walk in closet, mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Kemudian, pria itu melangkah menuju kamar Kiara. "Kia, bangun." Edwin menggoyangkan tangan Kiara ketika sampai di kamar wanita itu, Kiara terusik. Wanita itu membuka kedua matanya, dan terkejut. "Kak Edwin?" Kiara beranjak bangun, ia duduk dan melihat Edwin yang menatapnya tajam. "Aku memang menikahimu, Kiara. Tapi tidak untuk kau menjadi malas-malasan begini, apakah

    Huling Na-update : 2024-06-17
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   GAIRAH CINTA DADDY MERTUA

    Victor mendorong tubuh Kiara, pria itu menatap Kiara dengan datar. Kemudian merapikan pakaiannya, dan menatap Kiara kembali. Sementara Kiara, wanita itu menatap Victor dengan kesal. "Apa yang kau lakukan, Kiara?" tanya Victor dengan datar. "Menciummu, memangnya apa lagi? Apakah kau terlalu senang di cium oleh wanita lain?" kesal Kiara, Victor mendengkus. "Memangnya kenapa jika ada wanita lain yang menciumku? Tidak ada larangannya bukan? Kau sendiri sudah menolakku, Kia. Lalu untuk apa kau mempermasalahkannya? Wajar saja jika aku berhubungan dengan wanita lain, sebab setelah kau menolakku—masih ada wanita lain yang menginginkanku," ucap Victor, membuat dada Kiara terasa sesak. "Sekarang katakan kepadaku, apa yang kau inginkan datang kemari? Apakah kau memiliki urusan penting denganku, atau Edwin? Jika memang tidak ada—pergilah, karena aku tidak ingin ada kesalahpahaman. Sebab sekarang aku sadar jika kau menantuku!" tekan Victor dengan suara dinginnya, yang mana kata-kata Vic

    Huling Na-update : 2024-06-18
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   PERHATIAN VICTOR

    Victor mengambil air hangat, dan handuk kecil. Setelahnya, ia kembali mendekati Kiara yang sudah terlelap. Victor duduk di bibir ranjang, pria tersebut mengulas senyumnya melihat Kiara yang nampak sangat kelelahan. Bagaimana tidak kelelahan—jika mereka saja melakukannya sampai empat kali, seandainya Kiara tidak mengeluh perutnya sakit. Mungkin Victor akan terus menggempurnya. "Aku tau jika saat ini kau sedang hamil, Baby. Tapi aku akan diam saja sampai kau menyadarinya sendiri." Victor mengelus perut Kiara, pria itu merundukkan tubuhnya dan mengecup perut Kiara penuh sayang. "Sehat selalu anak, Daddy. Terimakasih—karena kau, Mommy jadi mau mendekat," bisiknya, Victor terkekeh. Setelah itu, ia menegakkan tubuhnya. Victor mulai membersihkan tubuh Kiara dengan handuk kecil yang ia bawa tadi, Victor sangat telaten membersihkan tubuh Kiara. Ketika selesai, Victor mengembalikan wadah, dan handuk kecilnya ke kamar mandi. Kemudian pria tersebut bergabung dengan Kiara. Malam harinya,

    Huling Na-update : 2024-06-21
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   HINAAN CECILIA

    Keesokan harinya, Kiara menggeliat, secara perlahan wanita itu membuka kedua matanya, ia mengerjapkan matanya beberapa kali. Sebelum akhirnya Kiara membalikkan badannya, wanita itu menatap Victor yang masih terlelap. Tangannya terulur mengelus rahang tegas Victor. "Daddy," panggil Kiara. "Ayo bangun, sudah pagi. Daddy tidak ke kantor? Kiara hari ini ada urusan ke kampus," ucap Kiara, wanita itu terus mengelus rahang tegas Victor. Sampai akhirnya Kiara mengelus bibir Victor, membuat Victor menggigit jemari Kiara. "Daddy!" pekik Kiara terkejut, Victor membuka kedua matanya. Pria itu terkekeh, dan mengeratkan pelukannya pada tubuh Kiara. "Morning, Baby," Kiara mengulas senyumnya, "morning, Daddy. Ayo bangun, sudah pagi," "Hm, kau mengatakan apa tadi? Kau ada urusan ke kampus?" "Ya, aku harus menandatangani beberapa berkas untuk wisuda nanti," jawabnya, Victor mengangguk. "Kapan kau wisuda, Baby?" "Tiga bulan lagi, kenapa? Daddy mau datang?" "Mau, Daddy akan d

    Huling Na-update : 2024-06-22
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KEMARAHAN VICTOR

    "Apa lagi yang mereka lakukan kepada Kiara?" sentak Victor, wajahnya mengeras. Kedua tangannya terkepal kuat. "Hanya itu, Tuan. Tapi sekarang Nona Kiara kesakitan akibat tendangan Nona Cecilia," jelas anak buah Victor, membuat Victor semakin meradang. "Brengsek! Mereka benar-benar membuatku marah, bagaimana bisa mereka mencelakai kesayanganku hah? Lalu apa tugas kalian di saat Kiara di celakai?" bentak Victor, anak buah Victor menunduk ketakutan. "Sekarang lakukan tugas dariku, jangan buat mereka mati. Cukup lukai mereka, dan buat celaka! Aku ingin mereka berdua merasakan apa yang Kiara rasakan, kalian paham?" tegas Victor, dua anak buah Victor mengangguk. "Kami paham, Tuan," ujar mereka berdua. "Bagus, sekarang jalankan tugas kalian. Aku ingin mendengar mereka benar-benar celaka!" "Baik, Tuan. Lalu bagaimana dengan Nona Kiara?" "Aku yang akan mengurusnya." Victor menatap keduanya dengan tajam, sebelum akhirnya pria itu melangkah pergi. Victor masuk ke dalam mobilnya

    Huling Na-update : 2024-06-24

Pinakabagong kabanata

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   MELIAR DI TAMAN

    Victor mencium Kiara dengan penuh gairah, bibirnya menyapu dengan lembut namun menuntut, membuat wanita itu tenggelam dalam arus hasrat yang menggelora. Tangan besar Victor menelusuri lekuk tubuh Kiara, menariknya semakin dekat hingga dada mereka saling bertemu, seakan ingin menyatu lebih dalam. Kiara menggeliat dalam pelukan Victor, jemarinya menyusuri rambut pria itu, menariknya lebih dekat sementara desahan penuh nikmat meluncur dari bibirnya. Victor menyeringai, menikmati bagaimana istrinya menjadi begitu patuh dalam kungkungannya. "Kau benar-benar menggoda, Baby," gumam Victor dengan suara serak sebelum melumat bibir Kiara lagi, kali ini lebih menuntut, lebih mendominasi. Kiara tersentak, namun tubuhnya segera menyesuaikan, menerima setiap sentuhan Victor dengan penuh hasrat. Dengan satu gerakan kuat, Victor mengangkat Kiara dan mendudukkannya di bangku kayu yang dingin. Gaun rumah yang sederhana dengan mudah tersingkap saat tangan Victor mengelus pahanya, jemarinya meny

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   CIUM AKU, DADDY

    Di sebuah toko bunga mewah yang terletak di sudut jalan kota, Victor berdiri dengan tenang, matanya menelusuri berbagai macam bunga yang tertata indah di dalam vas kaca. Wangi mawar dan lily bercampur lembut di udara, menciptakan suasana yang menenangkan. Tangan Victor yang besar dan kokoh mengambil seikat mawar merah dengan kelopak yang masih segar, lalu menatapnya sejenak. Senyum tipis tersungging di sudut bibirnya saat membayangkan bagaimana ekspresi Kiara ketika menerimanya nanti. Namun, momen itu terganggu oleh suara langkah kaki seseorang yang mendekat. "Victor." Sebuah suara lembut namun tajam bergema di udara. Victor menegang sejenak sebelum menoleh sekilas. Sosok wanita dengan gaun berwarna biru tua berdiri di sana, rambut panjangnya tergerai sempurna, matanya menatap Victor dengan penuh arti. Eleanor. Namun, Victor hanya menoleh sebentar sebelum kembali menatap mawar di tangannya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia melangkah ke kasir. Eleanor memicingkan matanya,

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   ANCAMAN EDWIN

    Keesokan harinya, suasana di sebuah kafe mewah di pusat kota terasa sibuk. Para eksekutif dengan setelan mahal memenuhi ruangan, membahas bisnis mereka dengan serius. Aroma kopi berkualitas tinggi bercampur dengan suara dentingan gelas dan piring, menciptakan harmoni yang khas. Di salah satu sudut ruangan yang lebih privat, Edwin Anderson duduk tegap di kursinya, ekspresi wajahnya tenang dan profesional. Seorang pria paruh baya dengan jas hitam yang rapi duduk di hadapannya, sementara beberapa dokumen terbuka di atas meja. "Mr. Anderson, saya harus mengakui, proposal Anda sangat mengesankan," ucap pria itu sambil melirik berkas yang tersusun rapi. "Namun, kami tetap ingin memastikan bahwa kerja sama ini akan menguntungkan bagi kedua belah pihak. Kami membutuhkan jaminan bahwa distribusi produk ini akan berjalan lancar tanpa kendala logistik." Edwin menyandarkan tubuhnya, menyesap espresso hitamnya sebelum menjawab dengan suara dalam yang tegas, "Anda tidak perlu khawatir, Mr. Col

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   RENCANA ELEANOR & CECIL

    Di sebuah kafe dengan desain klasik nan elegan, dua wanita duduk berhadapan di sudut ruangan yang sedikit tersembunyi. Aroma kopi hitam yang pekat bercampur dengan wangi vanilla dari lilin aroma terapi di setiap meja, menciptakan suasana yang nyaman. Namun, meski suasananya tampak damai, percakapan di meja itu jauh dari kata tenang. Eleanor mengaduk cangkir kopinya dengan pelan, pandangannya lurus ke depan dengan ekspresi yang sulit ditebak. Sementara itu, wanita di hadapannya, Cecil, tersenyum miring sambil memainkan sendok peraknya. "Kau terlihat terlalu serius, Eleanor," ucap Cecil dengan nada santai, tapi sorot matanya menyiratkan sesuatu yang lebih dalam. "Apa kau masih tidak terima kalau Victor sudah menjadi milik wanita lain?" Eleanor tersenyum tipis, tapi matanya berkilat tajam. "Victor bukan 'milik' siapa pun, apalagi wanita biasa seperti Kiara. Aku mengenalnya lebih lama. Aku tahu bagaimana perasaannya yang sebenarnya. Dia hanya… tersesat sejenak." Cecil terkekeh pela

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   SOSOK MASALALU

    Pagi menjelang dengan tenang di mansion keluarga Anderson. Matahari baru saja menyentuh puncak pohon ketika Kiara terbangun dari tidurnya. Tubuhnya masih diselimuti kehangatan Victor, yang lengannya melingkari pinggangnya dengan posesif. Ia tersenyum tipis, membiarkan dirinya menikmati momen itu sebelum akhirnya mencoba beranjak.Namun, begitu ia bergerak, lengan Victor mengencang."Jangan pergi," gumamnya dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.Kiara terkekeh, membelai rambut suaminya. "Anak-anak bisa bangun kapan saja. Aku harus melihat mereka."Victor membuka matanya perlahan, menatapnya dengan pandangan yang selalu berhasil membuat Kiara kehilangan napas. "Biarkan Sofia mengurus mereka sebentar lagi. Aku masih ingin bersamamu."Kiara menggigit bibir, hampir tergoda, tapi suara dentingan piring dari lantai bawah mengingatkannya bahwa hari sudah dimulai. Ia pun mencium pipi Victor singkat sebelum berhasil meloloskan diri dari pelukannya.Saat turun ke ruang makan, aroma kop

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KABAR BAHAGIA DARI SARAH

    Mansion keluarga Anderson berdiri megah di atas lahan luas, dikelilingi taman berhiaskan mawar putih yang bermekaran. Di halaman belakang, air mancur berlapis marmer memantulkan sinar matahari sore, menciptakan suasana damai yang selalu dirindukan Kiara setelah bepergian jauh. Hari itu, keluarga kecil mereka baru saja kembali dari perjalanan di laut. Kenneth dan Felix tidur nyenyak di kamar bayi, sementara Victor mengawasi mereka dari kursi di sudut ruangan, lengan bersilang di dada. Kiara berdiri di ambang pintu, mengamati suaminya yang tampak begitu tenang. "Kau terlihat seperti penjaga gerbang surga," godanya sambil melangkah masuk. Victor menoleh, seulas senyum tipis di bibirnya. "Jika begitu, berarti kau bidadarinya." Ia menepuk pahanya, memberi isyarat agar Kiara mendekat. Tanpa ragu, Kiara duduk di pangkuannya. Tubuhnya bersandar pada dada bidang Victor, menikmati kehangatan yang selalu membuatnya merasa aman. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Suara deru me

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KITA AKAN BERCINTA LAGI

    Matahari telah naik lebih tinggi, memantulkan kilau keemasan di atas permukaan laut yang tenang. Kiara berbaring terlentang di atas selimut putih, dadanya masih bergerak naik-turun perlahan. Victor memandanginya dengan mata penuh kepuasan, jari-jarinya yang besar dengan lembut mengusap lekuk tulang rusuk sang istri. “Kau masih hidup?” goda Victor, suaranya serak namun penuh kelembutan. Bibirnya menempel di bahu Kiara, mengecap keringat asin yang mengering. Kiara memicingkan mata, tangan mungilnya menampar lembut dada Victor. “Hampir tidak,” jawabnya sambil tertawa ringan. “Kau benar-benar … tidak pernah kehabisan tenaga.” Victor menggeram rendah, mendekapnya erat sebelum bangkit dengan gesit. Tubuh atletisnya terpampang sempurna di bawah sinar matahari. “Ayo kita bersihkan diri,” ujarnya sambil merentangkan tangan. “Sebelum Sofia datang dan melihat kita seperti dua remaja mabuk cinta.” Kiara menggigit bibir, matanya menyapu tubuh Victor dari kepala hingga ujung kaki. “Kau yan

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   MENGGELORA

    Matahari pagi menyingsap perlahan, menebar cahaya keemasan yang menari-nari di atas permukaan laut tenang. Yacht megah itu berayun lembut, seakan masih terbuai oleh kenangan malam penuh gairah. Sisa-sisa dekorasi pesta kemarin bergoyang ditiup angin sepoi, balon biru dan putih sesekali bersentuhan dengan riak air yang berkilauan. Kiara berdiri di tepi dek, kedua tangannya bertumpu pada pagar. Gaun putih tipis yang dikenakannya berkibar-kibar, memperlihatkan siluet tubuhnya yang ramping diterpa cahaya mentari pagi. Rambutnya yang berwarna brown diterbangkan angin, menciptakan aurora kegelisahan yang diam-diam diamati oleh sepasang mata biru tajam dari kejauhan. Victor melangkah mendekat dengan diam-diam, sepatunya nyaris tak bersuara di atas lantai dek yang masih lembap oleh embun pagi. Bau laut yang asin bercampur wangi vanilla dari parfum Kiara memenuhi indranya. Tanpa kata, kedua tangannya merangkul pinggang rambut itu dari belakang, menarik tubuh istrinya hingga pung

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   ULANG TAHUN SIKEMBAR

    Angin laut berhembus lembut, membawa aroma asin yang menyegarkan di bawah langit biru yang cerah. Di dek sebuah yacht mewah yang tengah berlayar di tengah lautan, terdengar tawa ceria anak-anak. Kenneth dan Felix, putra kembar Kiara dan Victor, bermain di atas karpet tebal yang diletakkan di atas dek. Kedua bayi laki-laki itu kini berusia 11 bulan, sebentar lagi genap satu tahun. Kiara duduk di salah satu kursi berjemur, matanya tak lepas dari kedua anaknya yang tengah bermain dengan bola-bola kecil berwarna cerah. Wajahnya berseri-seri, menunjukkan kebahagiaan seorang ibu yang tengah menikmati momen bersama keluarganya. Victor, yang berdiri tidak jauh darinya, sesekali mengangkat Kenneth atau Felix dan melemparkan mereka ke udara sebelum menangkap mereka kembali, membuat gelak tawa kedua bayi itu semakin pecah. “Aku masih tak percaya mereka akan genap satu tahun minggu depan,” ujar Kiara dengan senyum lembut. Victor mendekatinya, menggendong Kenneth di satu tangan dan mer

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status