Share

MENARIK ULUR

Author: arafaq_9
last update Huling Na-update: 2024-06-16 02:39:36

"Stop it." Kiara menggelengkan kepalanya saat Victor akan menyerang bibirnya kembali, Victor tersenyum.

"Kenapa, Baby? Apakah kau merasa tidak nyaman?" tanya Victor, Kiara mengangguk.

"Aku istri putramu, Dad. Berhentilah untuk bersikap seperti ini," lirih Kiara, sesungguhnya wanita itu terbuai akan ciuman dan cumbuan Victor.

Namun, mengingat jika ia berstatus istri Edwin. Membuatnya takut, Kiara tidak ingin terjatuh terlalu dalam. Sebab, Victor selalu menggodanya. Yang mana suatu saat bisa saja ia khilaf.

Victor mendesah pelan, "kau benar-benar tidak ingin bersamaku, Kia?" tanya Victor, Kiara menggelengkan kepalanya.

"Apa yang kau harapkan dari Edwin? Dia tidak mencintaimu, Kiara," ujar Victor dengan mengerang, pria itu menatap Kiara dengan serius.

"Sudahlah, Dad. Aku tidak ingin membahasnya, bisakah Daddy keluar dari kamarku?" pinta Kiara, wanita itu mengalihkan tatapannya ke arah lain.

"Baiklah, kau istirahat. Daddy keluar dulu." Victor mengecup lembut puncak kepala Kiara, membuat Kiara memejamkan kedua matanya. Kiara membuka matanya kembali saat Victor sudah pergi dari kamarnya.

"Maafkan, Kiara. Dad, Kiara tidak ingin jika lama-lama Kiara merasa nyaman dengan Daddy,'' gumam Kiara, karena sesungguhnya saat ini Kiara sudah merasakan sedikit kenyamanan itu.

Sementara Victor, pria itu masuk ke dalam ruang kerjanya, ia meneguk wine di tangannya sembari kedua matanya yang menatap Kiara dari laptopnya. Victor terus memandangi kegiatan Kiara di dalam kamar, sesekali ia tersenyum melihat tingkah Kiara. Apalagi saat melihat Kiara yang kesal karena tidak bisa tidur.

"Aku harus bagaimana agar bisa membuatmu terikat denganku, Kia? Karena tidak mungkin jika aku memaksamu, yang ada kau semakin membenciku," gumam Victor, pria tersebut menghembuskan nafasnya kasar.

Setelahnya, Victor menuju kamar Kiara. Pria itu menyelinap masuk, dan kembali menemani Kiara tidur. Victor memeluk Kiara, membuat tidur Kiara semakin lelap.

Hingga keesokan harinya, Kiara menggeliat tertahan. Wanita itu menggerakkan kelopak matanya, dan membuka matanya secara perlahan. Kiara menunduk saat merasakan berat pada perutnya, saat melihat ke bawah. Kedua mata Kiara melotot, sebab ada tangan kekar yang melingkar di perutnya. Kiara membalikkan badannya, wanita itu melihat Victor yang sedang memejamkan kedua matanya.

"Daddy bangun! Bagaimana bisa kau ada di sini huh?" pekik Kiara, wanita itu menepuk-nepuk rahang tegas Victor, membuat Victor terusik.

"Apa, Baby?" tanya Victor, ia membuka kedua matanya menatap Kiara.

"Kenapa Daddy ada di sini, dan bagaimana bisa Daddy masuk?"

Victor terdiam sejenak, "Daddy ingin menemanimu," ujarnya, Kiara mendengkus.

"Kiara tidak perlu teman, Dad. Lebih baik sekarang Daddy keluar, Kiara mau mandi," usirnya, Victor tersenyum.

"Kau mau mandi? Bagaimana jika kita mandi bersama?" goda Victor.

"Jangan bercanda, Dad. Aku sudah mengatakannya berkali-kali kepadamu, jangan seperti ini. Ingatlah jika aku istri putramu, sampai kapanpun aku tidak akan mau bersamamu. Kita sudah melakukan kesalahan, jangan sampai kita semakin berbuat kesalahan," ucap Kiara dengan nada marahnya, wanita itu memberontak. Victor melepaskannya, membiarkan Kiara bangun.

"Kiara mohon, Dad. Jangan ganggu Kiara lagi, lupakan tentang kesalahan semalam itu," mohon Kiara dengan mengatupkan kedua tangannya di depan dada.

Victor menghembuskan nafasnya pelan, ia beranjak bangun, dan menatap Kiara serius. Pria itu merasa kesal dengan penolakan Kiara berkali-kali, apalagi melihat Kiara yang keras kepala. menjadikan Victor ingin sekali memaksa wanita itu.

"Edwin tidak akan membahagiakanmu, Kia,"

"Aku tidak perduli, Dad. Yang harus kau ingat—aku istri Edwin," sahut Kiara.

"Dia akan menceraikanmu, Kia, dan membuangmu," ucap Victor kembali, Kiara menatap Victor.

"Apapun itu—biarkan menjadikan keputusanku dengan, Edwin. Dad, mau bagaimana nantinya hubungan kita berdua. Yang terpenting adalah saat ini aku istri Edwin, dan Daddy tidak berhak ikut campur akan masalah ini. Jadi Kiara mohon, jangan mengusik Kiara, dan lupakan kejadian itu. Kiara mohon," mohon Kiara kembali, Victor mengeraskan rahangnya. Amarahnya memuncak, namun ia mati-matian menahannya.

"Aku tanya kembali kepadamu, Kiara. Kau benar-benar tidak ingin bersamaku, dan meninggalkan putraku itu?" tanya Victor, Kiara menggelengkan kepalanya.

"Tidak, Dad. Aku tetap akan bersama Victor," tegasnya, yang semakin membuat dada Victor terbakar.

"Meskipun aku mengatakan jika aku mencintaimu?" tanya Victor, Kiara terkejut. Dadanya berdebar dengan kencang, lidahnya terasa keluh saat mendapatkan pertanyaan dari Victor barusan.

"Jawab, Kiara," tekan Victor, Kiara menggigit bibir bawahnya.

"Y-ya, meskipun Daddy mencintaiku," jawabanya terbata, Victor mengepalkan kedua tangannya. Emosinya benar-benar sudah memuncak.

"Baik, jika memang itu kemauanmu. Daddy tidak akan pernah mengganggumu lagi, maafkan Daddy jika pernah mengganggumu. Semoga kau bahagia dengan keputusanmu," tegas Victor dengan penuh amarah yang tersimpan, membuat Kiara menelan salivanya dengan susah payah.

Kiara mendongak, wanita itu menatap Victor yang sudah melangkah pergi dan menutup pintu kamarnya dengan kasar. Sampai membuatnya terjingkat, seperginya Victor. Kiara meneteskan air matanya, tiba-tiba benaknya terasa sesak mendengar ucapan Victor.

"M-maaf," gumam Kiara.

Sementara di sisi Victor, pria itu membanting barang-barangnya hingga pecah berkeping-keping. Pria itu benar-benar melampiaskan emosinya.

"Fuck! Kau benar-benar membuatku marah, Kiara. Lihat saja nanti, aku akan memastikan jika kau akan memohon kepadaku!" tekan Victor.

"Argh brengsek!" Victor melemparkan guci di sampingnya hingga menghantam dinding, dan pecah berkeping-keping.

Malam harinya,

"Dimana, Daddy. Paula?" tanya Kiara, ia mencari keberadaan Victor. Sebab semenjak pertengkarannya dengan Victor tadi pagi, Kiara belum melihat Victor sama sekali.

"Nona tidak tau?"

"Tau apa?" tanya Kiara kembali dengan heran.

"Tuan Victor mengatakan jika pindah ke mansion satunya," jelas Paula, membuat dada Kiara terasa nyeri.

"Pindah? Mansion mana?" tanya Kiara.

"Iya, Nona. Tuan mengatakan jika selama beberapa bulan akan tinggal di mansion satunya, tapi Nona tenang saja. Tuan sudah berpesan tentang semua yang Nona butuhkan," jelas Paula, yang mana rasa nyeri itu semakin menghujam benak Kiara.

"Dimana mansion itu, Paula?"

"Wah ... saya juga tidak tau, Nona. Sebab Tuan tidak pernah memberitahu kami tetang mansion itu," ucap Paula.

Kiara mengangguk. Wanita itu melangkah kembali ke ke kamarnya. Setibanya di kamar, Kiara melangkah menuju ranjang. Wanita itu duduk di bibir ranjang. Kiara menghembuskan nafasnya perlahan.

"Apakah kau sangat marah kepadaku, Dad?" gumam Kiara, tiba-tiba saja air matanya menetes saat mengingat Victor.

Hari terus berlalu, minggu demi minggu terlewati. Sudah genap dua minggu ini Victor menarik diri dari Kiara, membuat Kiara merasakan kesepian. Tidak jarang Kiara juga menangis di kamar saat merasakan rindu kepada Victor, Victor sendiri diam-diam tetap memperhatikan Kiara. Meskipun ia sedang dalam misi menarik diri.

"Kenapa kau lebih memilih tinggal di mansion lain? Apakah ini caramu menghindar?" gumam Kiara, wanita itu membaringkan tubuhnya. Air matanya terus mengalir deras.

"Kau kemana, Dad? Aku merindukanmu," ucap Kiara dengan rasa sesak di benaknya.

arafaq_9

Selamat Membaca ❤ Sehat Selalu 🥰

| 23
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (7)
goodnovel comment avatar
Chy Doang
Sok bgts sih kapok ditinggal.. ayoo daddy jangan nongol dlu biar klimpungan
goodnovel comment avatar
Sri Wahyuni
nah kah udh kangen sok2 jual mhl
goodnovel comment avatar
Triwahyuni Bintan
ga ada double updatany ra, crtanya...
Tignan lahat ng Komento

Kaugnay na kabanata

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KIARA CEMBURU

    Mansion Anderson, 04.00 PM. "Dimana Kiara, dan Daddy. Paula?" tanya Edwin, pria itu baru saja pulang ke mansion setelah dua minggu pergi. "Nona Kiara ada di kamarnya, Tuan. Sementara Tuan Victor ada di mansion satunya sejak dua minggu lalu," jelas Paula dengan sopan, Edwin menaikkan sebelah alisnya. "Ke mansion satunya? Untuk apa Daddy ke sana?" "Saya kurang paham, Tuan," jawabnya, Edwin mengangguk. Pria itu melangkah menuju kamarnya. Setibanya di kamar, Edwin masuk ke dalam kamar mandi. Pria tersebut membersihkan tubuhnya, setelah selesai. Edwin menuju walk in closet, mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Kemudian, pria itu melangkah menuju kamar Kiara. "Kia, bangun." Edwin menggoyangkan tangan Kiara ketika sampai di kamar wanita itu, Kiara terusik. Wanita itu membuka kedua matanya, dan terkejut. "Kak Edwin?" Kiara beranjak bangun, ia duduk dan melihat Edwin yang menatapnya tajam. "Aku memang menikahimu, Kiara. Tapi tidak untuk kau menjadi malas-malasan begini, apakah

    Huling Na-update : 2024-06-17
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   GAIRAH CINTA DADDY MERTUA

    Victor mendorong tubuh Kiara, pria itu menatap Kiara dengan datar. Kemudian merapikan pakaiannya, dan menatap Kiara kembali. Sementara Kiara, wanita itu menatap Victor dengan kesal. "Apa yang kau lakukan, Kiara?" tanya Victor dengan datar. "Menciummu, memangnya apa lagi? Apakah kau terlalu senang di cium oleh wanita lain?" kesal Kiara, Victor mendengkus. "Memangnya kenapa jika ada wanita lain yang menciumku? Tidak ada larangannya bukan? Kau sendiri sudah menolakku, Kia. Lalu untuk apa kau mempermasalahkannya? Wajar saja jika aku berhubungan dengan wanita lain, sebab setelah kau menolakku—masih ada wanita lain yang menginginkanku," ucap Victor, membuat dada Kiara terasa sesak. "Sekarang katakan kepadaku, apa yang kau inginkan datang kemari? Apakah kau memiliki urusan penting denganku, atau Edwin? Jika memang tidak ada—pergilah, karena aku tidak ingin ada kesalahpahaman. Sebab sekarang aku sadar jika kau menantuku!" tekan Victor dengan suara dinginnya, yang mana kata-kata Vic

    Huling Na-update : 2024-06-18
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   PERHATIAN VICTOR

    Victor mengambil air hangat, dan handuk kecil. Setelahnya, ia kembali mendekati Kiara yang sudah terlelap. Victor duduk di bibir ranjang, pria tersebut mengulas senyumnya melihat Kiara yang nampak sangat kelelahan. Bagaimana tidak kelelahan—jika mereka saja melakukannya sampai empat kali, seandainya Kiara tidak mengeluh perutnya sakit. Mungkin Victor akan terus menggempurnya. "Aku tau jika saat ini kau sedang hamil, Baby. Tapi aku akan diam saja sampai kau menyadarinya sendiri." Victor mengelus perut Kiara, pria itu merundukkan tubuhnya dan mengecup perut Kiara penuh sayang. "Sehat selalu anak, Daddy. Terimakasih—karena kau, Mommy jadi mau mendekat," bisiknya, Victor terkekeh. Setelah itu, ia menegakkan tubuhnya. Victor mulai membersihkan tubuh Kiara dengan handuk kecil yang ia bawa tadi, Victor sangat telaten membersihkan tubuh Kiara. Ketika selesai, Victor mengembalikan wadah, dan handuk kecilnya ke kamar mandi. Kemudian pria tersebut bergabung dengan Kiara. Malam harinya,

    Huling Na-update : 2024-06-21
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   HINAAN CECILIA

    Keesokan harinya, Kiara menggeliat, secara perlahan wanita itu membuka kedua matanya, ia mengerjapkan matanya beberapa kali. Sebelum akhirnya Kiara membalikkan badannya, wanita itu menatap Victor yang masih terlelap. Tangannya terulur mengelus rahang tegas Victor. "Daddy," panggil Kiara. "Ayo bangun, sudah pagi. Daddy tidak ke kantor? Kiara hari ini ada urusan ke kampus," ucap Kiara, wanita itu terus mengelus rahang tegas Victor. Sampai akhirnya Kiara mengelus bibir Victor, membuat Victor menggigit jemari Kiara. "Daddy!" pekik Kiara terkejut, Victor membuka kedua matanya. Pria itu terkekeh, dan mengeratkan pelukannya pada tubuh Kiara. "Morning, Baby," Kiara mengulas senyumnya, "morning, Daddy. Ayo bangun, sudah pagi," "Hm, kau mengatakan apa tadi? Kau ada urusan ke kampus?" "Ya, aku harus menandatangani beberapa berkas untuk wisuda nanti," jawabnya, Victor mengangguk. "Kapan kau wisuda, Baby?" "Tiga bulan lagi, kenapa? Daddy mau datang?" "Mau, Daddy akan d

    Huling Na-update : 2024-06-22
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KEMARAHAN VICTOR

    "Apa lagi yang mereka lakukan kepada Kiara?" sentak Victor, wajahnya mengeras. Kedua tangannya terkepal kuat. "Hanya itu, Tuan. Tapi sekarang Nona Kiara kesakitan akibat tendangan Nona Cecilia," jelas anak buah Victor, membuat Victor semakin meradang. "Brengsek! Mereka benar-benar membuatku marah, bagaimana bisa mereka mencelakai kesayanganku hah? Lalu apa tugas kalian di saat Kiara di celakai?" bentak Victor, anak buah Victor menunduk ketakutan. "Sekarang lakukan tugas dariku, jangan buat mereka mati. Cukup lukai mereka, dan buat celaka! Aku ingin mereka berdua merasakan apa yang Kiara rasakan, kalian paham?" tegas Victor, dua anak buah Victor mengangguk. "Kami paham, Tuan," ujar mereka berdua. "Bagus, sekarang jalankan tugas kalian. Aku ingin mendengar mereka benar-benar celaka!" "Baik, Tuan. Lalu bagaimana dengan Nona Kiara?" "Aku yang akan mengurusnya." Victor menatap keduanya dengan tajam, sebelum akhirnya pria itu melangkah pergi. Victor masuk ke dalam mobilnya

    Huling Na-update : 2024-06-24
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   MANJANYA KIARA

    Bellevue Hospitals, "Bagaimana situasinya?" tanya Victor pada anak buahnya melalui panggilan telefon. "Aman, Tuan. Apakah Anda akan kemari sekarang?" tanya anak buah Victor. "Ya, aku kesana. Buka pintu ruangan Cecil," ucap Victor, sebelum akhirnya pria itu mematikan sambungan telefonnya. Victor membalikkan badannya, ia masuk ke dalam ruangan Kiara. Setibanya di kamar, Victor mendekati Kiara. Tangannya bergerak mengelus lembut puncak kepala Kiara, kemudian, ia merundukkan tubuhnya, dan mengecup Kiara. "Istirahatlah, aku akan membalas apa yang sudah Cecil lakukan kepadamu. Baby," bisik Victor, ia menegakkan tubuhnya, dan melangkah keluar dari ruangan Kiara. Setibanya di ruangan Cecil, Victor menyeringai. Pria itu melihat Cecil yang terbaring dengan beberapa luka di tubuhnya, lantas—Victor mengeluarkan belati kecil dari saku kemejanya, ia mendekati ranjang Cecil. Victor menancapkan belatinya pada pipi Cecil. "Kau cantik, tapi sayang—masih cantik Kiara. Bahkan kini kau

    Huling Na-update : 2024-06-26
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KECUPAN KIARA

    "Aku mencintaimu, Victor," Deg! Victor tertegun, jantungnya berdegup dengan kencang. Ketika telinganya mendengar Kiara mengatakan cinta, Victor menjauhkan tubuhnya dari Kiara. Pria tersebut menatap Kiara dengan serius, mencoba mencari kebohongan pada kedua mata teduh itu. "Kau mengatakan apa, Baby? Coba katakan lagi," pinta Victor, Kiara mendengkus geli. "Tidak ada siaran ulang, Sayang," ucap Kiara, membuat Victor terkekeh. "Ulang lagi, Baby. Aku benar-benar ingin mendengarnya, aku mohon," ucap Victor dengan memohon, Kiara tersenyum. Wanita itu mengalungkan kedua tangannya di leher Victor. "Aku mencintaimu, Victor. Mencintaimu, dan mencintaimu!" seru Kiara, menerbitkan senyuman dan jantung berdebar-debar di hati Victor. Victor meraih dagu Kiara, mendongakkan wajah wanita itu. Membuatnya bisa memangut bibir Kiara, Victor memangutnya dengan penuh kelembutan. Kiara sendiri turut membalas pangutan Victor dengan intens. Lama keduanya berpangutan, kemudian—Victor menyudah

    Huling Na-update : 2024-06-27
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   LAYANI AKU DULU!

    Beberapa hari berlalu, Setelah berada di rumah sakit menjalani perawatan, kini Edwin sudah kembali ke mansion. Dalam beberapa hari ini, ia juga sering memperhatikan Kiara. Sebab wanita itu semakin menjaga jarak dengannya, dan nampak acuh. "Kiara," panggil Edwin, pria tersebut berdecak saat Kiara tidak menyahut. "Kiara, apakah kau tidak mendengarku?" sentak Edwin, Kiara mendesah pelan. Lantas membalikkan badannya, dan menatap Edwin dengan serius. "Kenapa, Kak?" tanya Kiara dengan malas. "Aku sejak tadi memanggilmu, apakah telingamu bermasalah?" gerutu Edwin, pria itu menatap Kiara dengan serius. 'Ternyata dia juga sangat cantik, tubuhnya pun sangat indah. Bagaimana jika aku meminta hak sebagai seorang suami? Shit!' batin Edwin, ia menggelengkan kepalanya saat pikiran kotor mulai membayangi otaknya. "Kau hanya ingin memanggilku tanpa sebab, Kak?" kesal Kiara, Edwin tersadar. "Tidak, bisakah kau membantuku untuk mengganti perban di tanganku?" tanya Edwin, Kiara ter

    Huling Na-update : 2024-06-29

Pinakabagong kabanata

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   MELIAR DI TAMAN

    Victor mencium Kiara dengan penuh gairah, bibirnya menyapu dengan lembut namun menuntut, membuat wanita itu tenggelam dalam arus hasrat yang menggelora. Tangan besar Victor menelusuri lekuk tubuh Kiara, menariknya semakin dekat hingga dada mereka saling bertemu, seakan ingin menyatu lebih dalam. Kiara menggeliat dalam pelukan Victor, jemarinya menyusuri rambut pria itu, menariknya lebih dekat sementara desahan penuh nikmat meluncur dari bibirnya. Victor menyeringai, menikmati bagaimana istrinya menjadi begitu patuh dalam kungkungannya. "Kau benar-benar menggoda, Baby," gumam Victor dengan suara serak sebelum melumat bibir Kiara lagi, kali ini lebih menuntut, lebih mendominasi. Kiara tersentak, namun tubuhnya segera menyesuaikan, menerima setiap sentuhan Victor dengan penuh hasrat. Dengan satu gerakan kuat, Victor mengangkat Kiara dan mendudukkannya di bangku kayu yang dingin. Gaun rumah yang sederhana dengan mudah tersingkap saat tangan Victor mengelus pahanya, jemarinya meny

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   CIUM AKU, DADDY

    Di sebuah toko bunga mewah yang terletak di sudut jalan kota, Victor berdiri dengan tenang, matanya menelusuri berbagai macam bunga yang tertata indah di dalam vas kaca. Wangi mawar dan lily bercampur lembut di udara, menciptakan suasana yang menenangkan. Tangan Victor yang besar dan kokoh mengambil seikat mawar merah dengan kelopak yang masih segar, lalu menatapnya sejenak. Senyum tipis tersungging di sudut bibirnya saat membayangkan bagaimana ekspresi Kiara ketika menerimanya nanti. Namun, momen itu terganggu oleh suara langkah kaki seseorang yang mendekat. "Victor." Sebuah suara lembut namun tajam bergema di udara. Victor menegang sejenak sebelum menoleh sekilas. Sosok wanita dengan gaun berwarna biru tua berdiri di sana, rambut panjangnya tergerai sempurna, matanya menatap Victor dengan penuh arti. Eleanor. Namun, Victor hanya menoleh sebentar sebelum kembali menatap mawar di tangannya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia melangkah ke kasir. Eleanor memicingkan matanya,

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   ANCAMAN EDWIN

    Keesokan harinya, suasana di sebuah kafe mewah di pusat kota terasa sibuk. Para eksekutif dengan setelan mahal memenuhi ruangan, membahas bisnis mereka dengan serius. Aroma kopi berkualitas tinggi bercampur dengan suara dentingan gelas dan piring, menciptakan harmoni yang khas. Di salah satu sudut ruangan yang lebih privat, Edwin Anderson duduk tegap di kursinya, ekspresi wajahnya tenang dan profesional. Seorang pria paruh baya dengan jas hitam yang rapi duduk di hadapannya, sementara beberapa dokumen terbuka di atas meja. "Mr. Anderson, saya harus mengakui, proposal Anda sangat mengesankan," ucap pria itu sambil melirik berkas yang tersusun rapi. "Namun, kami tetap ingin memastikan bahwa kerja sama ini akan menguntungkan bagi kedua belah pihak. Kami membutuhkan jaminan bahwa distribusi produk ini akan berjalan lancar tanpa kendala logistik." Edwin menyandarkan tubuhnya, menyesap espresso hitamnya sebelum menjawab dengan suara dalam yang tegas, "Anda tidak perlu khawatir, Mr. Col

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   RENCANA ELEANOR & CECIL

    Di sebuah kafe dengan desain klasik nan elegan, dua wanita duduk berhadapan di sudut ruangan yang sedikit tersembunyi. Aroma kopi hitam yang pekat bercampur dengan wangi vanilla dari lilin aroma terapi di setiap meja, menciptakan suasana yang nyaman. Namun, meski suasananya tampak damai, percakapan di meja itu jauh dari kata tenang. Eleanor mengaduk cangkir kopinya dengan pelan, pandangannya lurus ke depan dengan ekspresi yang sulit ditebak. Sementara itu, wanita di hadapannya, Cecil, tersenyum miring sambil memainkan sendok peraknya. "Kau terlihat terlalu serius, Eleanor," ucap Cecil dengan nada santai, tapi sorot matanya menyiratkan sesuatu yang lebih dalam. "Apa kau masih tidak terima kalau Victor sudah menjadi milik wanita lain?" Eleanor tersenyum tipis, tapi matanya berkilat tajam. "Victor bukan 'milik' siapa pun, apalagi wanita biasa seperti Kiara. Aku mengenalnya lebih lama. Aku tahu bagaimana perasaannya yang sebenarnya. Dia hanya… tersesat sejenak." Cecil terkekeh pela

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   SOSOK MASALALU

    Pagi menjelang dengan tenang di mansion keluarga Anderson. Matahari baru saja menyentuh puncak pohon ketika Kiara terbangun dari tidurnya. Tubuhnya masih diselimuti kehangatan Victor, yang lengannya melingkari pinggangnya dengan posesif. Ia tersenyum tipis, membiarkan dirinya menikmati momen itu sebelum akhirnya mencoba beranjak.Namun, begitu ia bergerak, lengan Victor mengencang."Jangan pergi," gumamnya dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.Kiara terkekeh, membelai rambut suaminya. "Anak-anak bisa bangun kapan saja. Aku harus melihat mereka."Victor membuka matanya perlahan, menatapnya dengan pandangan yang selalu berhasil membuat Kiara kehilangan napas. "Biarkan Sofia mengurus mereka sebentar lagi. Aku masih ingin bersamamu."Kiara menggigit bibir, hampir tergoda, tapi suara dentingan piring dari lantai bawah mengingatkannya bahwa hari sudah dimulai. Ia pun mencium pipi Victor singkat sebelum berhasil meloloskan diri dari pelukannya.Saat turun ke ruang makan, aroma kop

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KABAR BAHAGIA DARI SARAH

    Mansion keluarga Anderson berdiri megah di atas lahan luas, dikelilingi taman berhiaskan mawar putih yang bermekaran. Di halaman belakang, air mancur berlapis marmer memantulkan sinar matahari sore, menciptakan suasana damai yang selalu dirindukan Kiara setelah bepergian jauh. Hari itu, keluarga kecil mereka baru saja kembali dari perjalanan di laut. Kenneth dan Felix tidur nyenyak di kamar bayi, sementara Victor mengawasi mereka dari kursi di sudut ruangan, lengan bersilang di dada. Kiara berdiri di ambang pintu, mengamati suaminya yang tampak begitu tenang. "Kau terlihat seperti penjaga gerbang surga," godanya sambil melangkah masuk. Victor menoleh, seulas senyum tipis di bibirnya. "Jika begitu, berarti kau bidadarinya." Ia menepuk pahanya, memberi isyarat agar Kiara mendekat. Tanpa ragu, Kiara duduk di pangkuannya. Tubuhnya bersandar pada dada bidang Victor, menikmati kehangatan yang selalu membuatnya merasa aman. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Suara deru me

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KITA AKAN BERCINTA LAGI

    Matahari telah naik lebih tinggi, memantulkan kilau keemasan di atas permukaan laut yang tenang. Kiara berbaring terlentang di atas selimut putih, dadanya masih bergerak naik-turun perlahan. Victor memandanginya dengan mata penuh kepuasan, jari-jarinya yang besar dengan lembut mengusap lekuk tulang rusuk sang istri. “Kau masih hidup?” goda Victor, suaranya serak namun penuh kelembutan. Bibirnya menempel di bahu Kiara, mengecap keringat asin yang mengering. Kiara memicingkan mata, tangan mungilnya menampar lembut dada Victor. “Hampir tidak,” jawabnya sambil tertawa ringan. “Kau benar-benar … tidak pernah kehabisan tenaga.” Victor menggeram rendah, mendekapnya erat sebelum bangkit dengan gesit. Tubuh atletisnya terpampang sempurna di bawah sinar matahari. “Ayo kita bersihkan diri,” ujarnya sambil merentangkan tangan. “Sebelum Sofia datang dan melihat kita seperti dua remaja mabuk cinta.” Kiara menggigit bibir, matanya menyapu tubuh Victor dari kepala hingga ujung kaki. “Kau yan

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   MENGGELORA

    Matahari pagi menyingsap perlahan, menebar cahaya keemasan yang menari-nari di atas permukaan laut tenang. Yacht megah itu berayun lembut, seakan masih terbuai oleh kenangan malam penuh gairah. Sisa-sisa dekorasi pesta kemarin bergoyang ditiup angin sepoi, balon biru dan putih sesekali bersentuhan dengan riak air yang berkilauan. Kiara berdiri di tepi dek, kedua tangannya bertumpu pada pagar. Gaun putih tipis yang dikenakannya berkibar-kibar, memperlihatkan siluet tubuhnya yang ramping diterpa cahaya mentari pagi. Rambutnya yang berwarna brown diterbangkan angin, menciptakan aurora kegelisahan yang diam-diam diamati oleh sepasang mata biru tajam dari kejauhan. Victor melangkah mendekat dengan diam-diam, sepatunya nyaris tak bersuara di atas lantai dek yang masih lembap oleh embun pagi. Bau laut yang asin bercampur wangi vanilla dari parfum Kiara memenuhi indranya. Tanpa kata, kedua tangannya merangkul pinggang rambut itu dari belakang, menarik tubuh istrinya hingga pung

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   ULANG TAHUN SIKEMBAR

    Angin laut berhembus lembut, membawa aroma asin yang menyegarkan di bawah langit biru yang cerah. Di dek sebuah yacht mewah yang tengah berlayar di tengah lautan, terdengar tawa ceria anak-anak. Kenneth dan Felix, putra kembar Kiara dan Victor, bermain di atas karpet tebal yang diletakkan di atas dek. Kedua bayi laki-laki itu kini berusia 11 bulan, sebentar lagi genap satu tahun. Kiara duduk di salah satu kursi berjemur, matanya tak lepas dari kedua anaknya yang tengah bermain dengan bola-bola kecil berwarna cerah. Wajahnya berseri-seri, menunjukkan kebahagiaan seorang ibu yang tengah menikmati momen bersama keluarganya. Victor, yang berdiri tidak jauh darinya, sesekali mengangkat Kenneth atau Felix dan melemparkan mereka ke udara sebelum menangkap mereka kembali, membuat gelak tawa kedua bayi itu semakin pecah. “Aku masih tak percaya mereka akan genap satu tahun minggu depan,” ujar Kiara dengan senyum lembut. Victor mendekatinya, menggendong Kenneth di satu tangan dan mer

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status