Share

Bab 8

Penulis: Aku Mau Minum Air
Saat ini, di dalam mobil Bentley berwarna perak yang sedang melaju.

"Tuan Luther, terima kasih banyak. Ini adalah kartu naga Keluarga Caonata, tolong diterima," ujar Bianca sambil mengeluarkan sebuah kartu hitam dengan sisi yang terbuat dari emas.

Setelah menyodorkannya, dia menjelaskan, "Dengan kartu ini, kamu akan menjadi tamu terhormat Keluarga Caonata. Kamu bisa menikmati pelayanan terbaik dari semua bisnis milik Keluarga Caonata."

"Nona Bianca, bukan ini yang kubutuhkan," sahut Luther sambil menggeleng.

"Tuan Luther, tenang saja. Ini hanya bentuk terima kasih dariku. Rumput Hati Naga yang dikatakan Pak Eril akan dikirim ke rumahmu besok," balas Bianca sembari tersenyum.

"Nona Bianca benar-benar lugas. Baiklah, terima kasih kalau begitu." Luther tersenyum dan menerima kartu naga tersebut.

Barang yang diberikan oleh Bianca sudah pasti bukan barang biasa.

Ketika keduanya masih mengobrol, sopir sontak menginjak rem dan menghentikan mobil di pinggir jalan.

"Bu Bianca, maaf sekali. Mereka memaksaku untuk melakukan ini!" Selesai melontarkan kalimat ini, sopir itu langsung turun dari mobil dan kabur.

Pada saat yang sama, terlihat 2 mobil van berwarna hitam tiba-tiba melaju kemari dengan kecepatan tinggi.

Kedua mobil ini berhenti di depan dan belakang Bentley untuk menghalangi jalan.

Begitu pintu mobil dibuka, belasan preman yang memakai penutup wajah dan memegang tongkat bergegas turun dengan galak.

Yang memimpin adalah seorang pria botak bertubuh gendut.

"Nona Bianca, bosku ingin bertemu denganmu. Tolong ikut dengan kami," kata pria botak itu setelah melompat ke atas mobil. Dia bahkan memegang pisau di tangannya.

Bianca sama sekali tidak panik. Sebaliknya, dia justru tampak teguh dan tak kenal takut.

"Kalau pengawalmu ada di sini, kami tentu nggak berani. Sayangnya, mereka semua sedang menjaga Tuan Jericho di rumah sakit. Hanya ada seorang pecundang yang mengikutimu. Mana mungkin kami melewatkan kesempatan emas ini?" lanjut pria botak itu sembari menyeringai.

"Sepertinya, kalian cukup cerdas karena bisa menyuap sopirku. Tapi, aku sangat penasaran, siapa bos kalian?" tanya Bianca dengan tidak acuh.

"Kamu akan tahu setelah sampai nanti. Cepat turun!" desak pria botak itu.

"Huh! Kamu nggak berhak menyuruhku turun dari mobil!" Bianca menentang dengan berani.

"Kalau kamu begitu nggak tahu diri, jangan salahkan kami bertindak lancang!" ancam pria botak itu. Kemudian, dia melambaikan tangan untuk meminta palu besar dari anak buahnya.

Tepat ketika pria botak ini hendak menghancurkan jendela mobil, Luther tiba-tiba turun dari mobil.

"Nona Bianca, piaraanmu ini benar-benar pengecut. Aku belum mulai, tapi dia sudah ketakutan sampai pipis di celana. Masa kamu menyukai pria seperti ini?" ejek pria botak itu sambil tersenyum.

Bianca mengernyit tanpa mengatakan apa pun. Dia hanya mengulurkan tangan ke dalam tasnya.

"Kuberi kalian 5 detik, cepat pergi dari sini!" perintah Luther dengan dingin.

"Bocah, kamu tahu apa yang kamu katakan? Sok pahlawan! Kamu sudah bosan hidup, ya?" maki pria botak itu.

Begitu ucapan tersebut dilontarkan, terdengar suara pukulan yang nyaring. Luther telah melayangkan pukulan ke wajah pria botak itu.

Tenaga yang dikerahkannya sangat besar, sampai membuat wajah pria botak itu miring. Tubuhnya bahkan terhuyung-huyung dan tidak bisa berdiri dengan stabil.

"Berengsek, berani sekali dia menyerang! Ayo, bunuh dia!" Preman lainnya langsung menerjang saat melihat kejadian ini.

Luther sama sekali tidak takut. Dia maju selangkah untuk berhadapan dengan para preman itu.

Sosoknya sangat gesit, bagaikan hantu yang terus bergerak di antara kerumunan. Setiap kali mendekati seseorang, Luther pasti akan melayangkan pukulannya.

Plak plak plak ....

Seiring dengan suara yang nyaring ini, para preman bertubuh kekar itu dijatuhkan satu per satu oleh Luther hanya dalam waktu singkat.

Satu preman hanya mendapatkan satu pukulan. Proses ini pun berlangsung dengan sangat cepat.

Saat ini, si pria botak yang baru tersadar dari keterkejutannya benar-benar ketakutan. Dia sungguh tidak menduga bahwa pemuda yang dianggapnya pecundang ini ternyata begitu kuat.

Saudara-saudaranya yang begitu ganas itu bahkan tidak punya kesempatan untuk menyentuh Luther.

"Menarik juga," ujar Bianca seraya menyunggingkan senyuman. Matanya tampak berbinar-binar.

Seketika, dia meletakkan kembali pistol kecil yang disembunyikan di dalam tasnya.

Bianca awalnya mengira Luther akan disiksa oleh para preman ini. Siapa sangka, ternyata Luther begitu hebat.

Pemuda ini berhasil menjatuhkan sekelompok preman kekar dengan enteng. Kemampuan bertarung Luther ini sudah pasti di atas para pengawalnya.

Bukan hanya menguasai keterampilan medis, tetapi Luther juga tampan dan pintar bertarung. Benar-benar pria berkelas!

Ketika melihat Luther mendekatinya selangkah demi selangkah, pria botak itu pun panik. Dia berteriak, "Ja ... jangan mendekat! Jangan macam-macam denganku! Kalau kamu berani menyentuhku .... Argh!"

Sebelum selesai berbicara, Luther sudah meninju perutnya. Dia kesakitan hingga berlutut di tanah dan memuntahkan makanannya.

"Nona Bianca, silakan." Luther langsung berdiri di samping setelah memberi pelajaran kepada si pria botak.

"Terima kasih." Bianca mengangguk sambil menghampiri. Dia menatap pria botak itu dengan tatapan merendahkan, lalu bertanya, "Siapa bos kalian?"

"A ... aku ...." Pria botak itu terbata-bata.

"Nggak mau kasih tahu?" Bianca terkekeh-kekeh, lalu memungut sebilah pisau dan menodongkannya ke leher si pria botak. Kemudian, dia melanjutkan dengan sinis, "Kalau begitu, aku akan mencincangmu dengan pisau ini."

Selesai mengatakannya, Bianca pun mengangkat pisaunya dan hendak menebas kepala si pria botak.

"Ja ... jangan! Aku ... akan memberitahumu. Tuan Adi ... Tuan Adi Devano dari Grup Prosper!" jawab si pria botak yang akhirnya mengaku kalah.

Nyawanya sudah terancam, mana sempat dia memedulikan kesetiaannya lagi sekarang.

"Rupanya dia ...." Bianca terkekeh-kekeh dengan sinis, lalu memerintah, "Pulang dan beri tahu bosmu bahwa aku akan mengingat masalah hari ini. Kalau sudah senggang, aku akan mencarinya sendiri. Sekarang, bawa orang-orangmu dan pergi dari sini!"

"Ba ... baik!" Pria botak itu ketakutan hingga pipis di celana. Kemudian, dia buru-buru membawa para bawahannya pergi.

"Nona Bianca, kakekmu diracuni, lalu kamu bertemu dengan masalah seperti ini. Keduanya pasti saling berkaitan. Sepertinya, Tuan Adi ini bukan orang biasa," ujar Luther untuk memperingatkan.

"Adi hanya anjing gila, aku nggak takut. Tapi, masih ada seseorang di belakangnya. Supaya nggak membuat lawan berwaspada, aku akan membiarkannya dulu beberapa hari. Ketika saatnya tiba, aku akan menghancurkan mereka semua!" sahut Bianca sambil memicingkan matanya.

Bianca memilih untuk diam sementara waktu ini. Namun, begitu beraksi, dia akan langsung memberi pukulan yang fatal untuk lawannya!

"Baguslah kalau begitu." Luther menganggukkan kepalanya. Dia tidak tertarik untuk ikut campur dalam perselisihan seperti ini.

"Tuan Luther, kamu benar-benar tamu terhormat Keluarga Caonata. Kamu menolongku dan kakekku, entah bagaimana aku harus berterima kasih," kata Bianca dengan mata berbinar-binar.

"Hanya bantuan kecil, nggak masalah," timpal Luther.

"Ini adalah utang budi yang sangat besar, aku harus membalas kebaikanmu." Setelah terdiam sejenak, Bianca tiba-tiba tersenyum centil dan berkata, "Demi menunjukkan ketulusanku, gimana kalau ... aku menikah denganmu?"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 9

    "Hah?" Ekspresi Luther sontak membeku.Dia tidak menyangka bahwa Bianca akan mengatakan hal semacam ini.Wanita di depannya ini tidak seperti Ariana yang terlihat dingin dan angkuh.Bianca sangatlah cantik dan memesona, bahkan senyumannya begitu memikat.Dengan kata lain, Bianca bisa disebut sebagai wanita penggoda yang mampu menaklukkan hampir semua pria."Hahaha. Aku hanya bercanda, kenapa kamu terkejut begitu?" Bianca tergelak hingga payudaranya bergetar tanpa henti. Pemandangan ini sangat berdampak besar bagi seorang pria.Melihat ini, Luther pun buru-buru mengalihkan pandangannya. Wanita ini terlalu menggoda. Makin dilihat akan makin terpikat."Tuan Luther, sepertinya aku butuh bantuanmu lagi," ujar Bianca yang ekspresinya perlahan-lahan menjadi serius."Ada masalah apa?" Luther tertegun mendengarnya."Kamu juga tahu, para pengawalku sedang berjaga di rumah sakit, nggak ada yang bisa melindungiku. Sekarang, aku sedang dalam bahaya karena diincar seseorang. Jadi, aku berharap Tuan

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 10

    Ketika melihat Ariana menghampirinya, Luther tertegun sejenak. Namun, ekspresinya seketika menjadi dingin saat berkata, "Rupanya Bu Ariana, apa ada yang bisa kubantu?""Aku kebetulan melihatmu, jadi datang untuk menyapa," balas Ariana. Dia membatalkan niatnya untuk memberi penjelasan kepada Luther.Sebelumnya, Ariana mendengar ibunya mengatakan Luther telah memiliki kekasih baru. Dia awalnya masih tidak mengerti.Tanpa diduga, ternyata ucapan ibunya benar.Meskipun keduanya telah bercerai, Ariana tetap merasa tidak nyaman saat melihat mantan suaminya ini begitu cepat memiliki kekasih baru.Ini adalah perasaan jengkel yang sangat aneh."Tuan Luther, ini temanmu?" tanya Bianca sambil mengamati Ariana.Intuisi wanita memberi tahu Bianca bahwa wanita di depannya ini memiliki permusuhan dengannya."Mantan istriku," jawab Luther."Oh?" Bianca mengangkat alisnya, lalu menyunggingkan senyuman dan memperkenalkan diri, "Halo, aku dari Keluarga Caonata. Senang bertemu denganmu."Bianca mengulurka

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 11

    "Nona, apa kamu nggak ngerti? Pria ini hanya penipu. Kamu nggak akan mendapat keuntungan apa pun kalau bersamanya!" kata Wandy dengan agak panik saat melihat rencananya untuk memisahkan Luther dan Bianca gagal.Dia tidak bisa melihat seorang wanita yang begitu cantik jatuh di tangan Luther dan dihancurkannya begitu saja."Hei, kamu ribut sekali. Terserah aku berhubungan dengan pria mana, apa urusannya denganmu!" teriak Bianca yang sudah kehilangan kesabarannya."Kamu ini!" Wandy benar-benar kesal dengan tingkahnya.Dia tidak menduga bahwa wanita di depannya ini akan begitu keras kepala. Sudah tahu ditipu, tapi masih begitu mesra dengan Luther. Memangnya seberapa besar pesona yang dimiliki pecundang ini!"Tuan Muda Wandy, orang seperti ini memang pantas ditipu. Kamu berbaik hati memperingatkannya, tapi dia bersikap begitu lancang. Benar-benar nggak tahu diri!" ujar Julie yang berdiri di samping dengan murung."Huh! Sulit untuk menjadi orang baik di zaman sekarang!" kata Wandy dengan kes

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 12

    Setelah memasuki Gedung Phoenix, Julie menggerutu, "Huh! Wanita tadi cukup cantik, kenapa malah menyukai pecundang seperti Luther? Dia benar-benar sudah dibutakan!""Benar, ini seperti bunga indah yang ditancapkan di atas kotoran," sahut Wandy yang menghela napas panjang.Dia jelas-jelas adalah pria tampan yang kaya raya, kenapa malah tidak mendapatkan wanita berkelas seperti Bianca?"Jangan dibahas lagi. Kita kemari karena ada urusan penting." Ariana mengalihkan topik. "Julie, coba kamu cari tahu anggota Keluarga Caonata mana yang bertanggung jawab atas acara hari ini. Kalau bisa, kita harus mendekatinya.""Temanku kebetulan bekerja di sini. Aku akan segera meneleponnya," ujar Julie. Kemudian, dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi nomor seseorang.Tidak berselang lama, dia pun melapor, "Bu Ariana, pesta amal hari ini diselenggarakan oleh Bu Bianca. Masih belum diketahui siapa yang akan dipilih sebagai mitra, semua tergantung pada Bu Bianca.""Bu Bianca? Ratu Bisnis itu?" tanya

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 13

    Saat ini, aula pesta sudah sangat ramai.Di atas panggung, terlihat sekelompok wanita anggun yang mengenakan gaun sedang menarikan tarian tradisional.Setiap ekspresi dan gerakan mereka penuh dengan pesona dan sangat elegan. Siapa pun yang melihat pasti akan terpana.Di bawah panggung, duduk sekelompok orang kalangan atas yang berpakaian rapi.Ada yang bersulang, ada yang mengobrol, dan ada yang diam-diam menikmati pertunjukan.Luther mencari tempat untuk duduk. Dia meminum jus sambil menyaksikan pertunjukan.Tepat ketika Luther menonton dengan seru, tiba-tiba terdengar sebuah suara yang menusuk telinga."Hei, ternyata kamu berhasil masuk, ya?"Luther melirik sekilas, lalu mendapati Wandy yang duduk bersama Ariana dan lainnya."Huh, sial sekali. Kenapa kami terus bertemu denganmu?" maki Julie dengan kesal.Ariana tidak berbicara dan hanya melirik dengan dingin. Kemudian, dia duduk di kursi barisan depan yang masih kosong."Hei, apa kamu benar-benar ingin mengikuti lelang amal ini? Mema

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 14

    "Mitra bisnis?" Mendengar kata-kata ini, Ariana sontak terkejut. Bisa dibilang, dia agak sulit memercayainya. Sebab, yang dikatakan lawan bicaranya itu bukanlah daftar nominasi, melainkan langsung menetapkannya sebagai mitra bisnis Keluarga Caonata! Bahkan, proses penilaian terakhir pun dilewatkan begitu saja. Apa yang terjadi?"Apa yang Anda katakan tadi benar?" tanya Ariana mencoba menguji."Memangnya masih bisa dipalsukan? Kalau Anda tidak percaya, datanglah langsung ke perusahaan besok untuk menandatangani kontrak. Baiklah, saya ada urusan lain lagi, saya akan menutup telepon sekarang." Setelah mengatakan beberapa kalimat sederhana itu, lawan bicaranya langsung mengakhiri panggilan telepon.Saat ini, Ariana merasa kaget, sekaligus bahagia. Dia benar-benar tidak pernah membayangkan bahwa segalanya akan berjalan begitu lancar. Padahal, dia hampir saja dihapus dari daftar nominasi. Namun, dalam sekejap, dia langsung menjadi mitra bisnis Keluarga Caonata. Kebahagiaan ini datang begitu

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 15

    Luther tidak menyangka bahwa dia tidak memiliki kredibilitas sama sekali di hati Ariana. Setelah menjalani 3 tahun pernikahan, apakah posisi Luther bahkan lebih rendah daripada orang asing?"Iya ... aku adalah orang jahat, sedangkan Wandy adalah orang baik. Aku mencemarkan nama baiknya, apa kamu puas sekarang?" ujar Luther mencemooh dirinya sendiri.Ketika sebuah kepercayaan telah hilang, seberapa banyak pun penjelasan yang diberikan, tetap saja tidak akan ada gunanya."Sikap macam apa ini? Memangnya aku menuduh?" tanya Ariana seraya mengernyit."Tidak menuduh, memang aku yang bermulut besar. Aku pantas diperlakukan seperti ini," pungkas Luther dengan nada dingin."Kamu benar-benar keras kepala!" Ariana merasa agak kesal. Dia tidak menyangka Luther akan menjadi orang seperti ini.Hanya karena cemburu, Luther dengan sengaja mencemarkan nama baik orang dan bahkan tidak menunjukkan penyesalan.Apakah setelah perceraian itu, kini Luther telah sepenuhnya melepaskan topengnya?"Sudahlah, Ari

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 16

    "Kenapa kamu bawa orang sebanyak itu?" Mata Wandy berkedip-kedip ketakutan.Sialan, padahal sudah sepakat duel satu lawan satu. Sekarang, dia malah membawa segerombolan pengawal. Sungguh tidak sportif!Meskipun Wandy memaki-maki dalam hati, saat ini dia tidak punya pilihan selain menghadapi mereka dengan nekat. Bagaimanapun, dia tidak boleh dipermalukan di hadapan wanita idamannya."Kepung mereka semua!" perintah Aidan sambil mengayunkan tangannya. Selanjutnya, sekelompok pengawal langsung mengepung Wandy dan yang lainnya."Apa yang kalian lakukan? Kuperingatkan kalian jangan berbuat curang. Ayahku adalah Direktur Perusahaan Farmasi Yohan, Elwin Yohan!" Ketika melihat situasi yang tidak menguntungkan ini, Wandy segera menyebutkan identitasnya.Dia berencana menggunakan reputasi ayahnya untuk menakut-nakuti orang-orang ini."Cih! Apa hebatnya Elwin?" salah satu pengawalnya berkata, "Kamu tahu siapa yang berada di sebelahku ini? Dia adalah putra Tuan Adi! Tuan Muda dari Grup Prosper."Uc

Bab terbaru

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2509

    Saat itu, tubuh Tiano bergetar hebat. Kemudian, dia tiba-tiba memuntahkan darah. Wajahnya pun menjadi pucat pasi dan lesu.Tadi, hanya dengan satu sentilan jari dari Luther, bukan hanya pedangnya yang patah, tetapi juga organ dalamnya ikut terguncang parah.Ditambah lagi dengan efek Ramuan Peningkat Kekuatan yang mulai melemah, kini dia telah kembali ke kondisi awalnya. Seluruh kekuatannya lenyap, tubuhnya yang semula kekar kini seperti balon yang kempes, bahkan tampak lebih tua 10 tahun.Jangankan bertarung lagi, berdiri pun sulit baginya."Dia nggak sanggup lagi. Sekarang giliranmu." Luther perlahan menoleh, tatapannya tertuju pada Loland yang berdiri di sisi lain."Hmm?" Loland mengerutkan keningnya, wajahnya menjadi semakin serius.Kekuatan yang baru saja diperlihatkan oleh Luther membuatnya merasa terancam. Namun, jika pertarungan ini berlangsung, hasil akhirnya masih sulit ditebak. Belum tentu dia yang akan mati.Hanya saja, sekarang dia tinggal selangkah lagi untuk melarikan dir

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2508

    "Cukup menarik."Melihat jaring pedang yang padat menebas ke arahnya, Luther menyeringai tipis sebelum tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi kabut dan lenyap.Bam! Bam! Bam!Ribuan bayangan pedang menghantam dengan kekuatan dahsyat, menerjang perahu nelayan tempat Luther berdiri beberapa saat yang lalu.Dalam sekejap, seluruh perahu itu hancur berkeping-keping, puing-puingnya melayang di permukaan laut atau tenggelam ke dasar laut."Apa? Dia berhasil menghindar?" Pemandangan itu membuat kelopak mata Loland berkedut hebat.Teknik pedang yang baru saja dilancarkan oleh Tiano adalah serangan tanpa celah. Begitu seseorang masuk dalam jangkauannya, tidak ada kemungkinan untuk menghindar. Satu-satunya pilihan adalah menahan serangan dengan kekuatan penuh.Dia benar-benar tidak bisa memahami bagaimana Luther bisa lolos dari serangan itu. Jangan-jangan dia bisa berteleportasi?"Sembunyi seperti pengecut bukanlah tindakan seorang pria sejati! Kalau kamu memang punya nyali, hadapi aku secara terbuk

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2507

    "Oh? Kamu benar-benar ingin mempertaruhkan nyawamu?" tanya Luther sambil menyeringai dan tatapan yang mengejek.Menurutnya, orang yang menjadi master bela diri karena bantuan obat seperti Tiano ini pada dasarnya tidak berguna. Dia sama sekali tidak merasa terancam dengan Tiano yang sudah meminum obat. Meskipun kekuatan Tiano meningkat seratus kali lipat, paling-paling hanya melebihinya sedikit saja."Argh!"Saat efek obat meningkatkan kekuatannya mencapai puncaknya, Tiano tiba-tiba berteriak. Tubuhnya mulai membesar dengan cepat sampai terdengar suara seperti tulang yang retak dan otot-ototnya menonjol, terlihat sangat mengerikan. Bahkan pakaiannya juga langsung robek karena tidak mampu menahan tubuhnya membesar itu.Tinggi badan Tiano yang tadinya 180 cm, membesar sampai 200 cm hanya dalam beberapa saat. Wajahnya menjadi sangat garang dan muncul sisik hitam di permukaan kulitnya, membuatnya terlihat seperti monster."Roar!"Tiano yang awalnya hanya berteriak, sekarang sudah meraung se

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2506

    Perkataan Luther membuat Tiano mengernyitkan alis dengan makin erat. Dia juga tahu Loland adalah orang yang tidak bermoral. Bahkan pengawal pribadi sendiri pun langsung dibunuh, apalagi orang asing seperti dia. Jika situasinya tidak menguntungkan, Loland pasti akan langsung melarikan diri dengan tanpa ragu-ragu.Jika boleh memilih, Tiano juga tidak ingin mengambil risiko untuk menjadi alat bagi Loland. Namun, sekarang dia sudah tidak bisa mundur lagi. Sejak identitasnya sebagai mata-mata terungkap dan melarikan diri bersama Loland, dia sudah menjadi musuh seluruh Atlandia dan namanya tercatat dalam daftar buronan.Malam ini adalah kesempatan terbaik mereka untuk melarikan diri. Jika melewatkannya, Tiano tahu mereka akan kesulitan untuk mencari jalan keluar lainnya lagi. Oleh karena itu, satu-satunya pilihan di depannya adalah membunuh musuh yang menghalanginya dan naik kapal untuk melarikan diri."Anak muda, nggak perlu banyak bicara, tunjukkan saja kehebatanmu," kata Tiano.Setelah me

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2505

    "Kalau kalian nggak tahu diri, jangan salahkan aku nggak sungkan," kata Luther sambil menekan pedang baja yang terjepit di jarinya sampai dua pedang baja itu pun langsung patah. Namun, sebelum dua anggota Kuil Dewa itu sempat bereaksi, dia kembali mengayun pedangnya lagi.Kedua anggota Kuil Dewa itu langsung terlempar sejauh puluhan meter. Sebelum sempat mendarat di tanah, mereka sudah menyemburkan darah dari mulut serta hidung dan sekarat karena terluka parah.Setelah itu, Luther perlahan-lahan menoleh dan menatap orang yang tadi menyerangnya dari belakang.Melihat pedangnya yang patah karena benturan itu dan Luther yang tidak terluka sedikit pun, orang itu langsung tertegun dan berbalik karena hendak melarikan diri. Dia melompat tinggi, lalu menyelam ke laut. Dia tahu jelas kekuatan Luther sudah melampaui kekuatannya, dia tidak mungkin bisa melarikan diri dengan cara biasa dan hanya bisa melompat ke laut.Ide orang itu memang bagus, tetapi kenyataannya berbeda jauh. Saat tubuhnya ham

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2504

    "Kamu bukan nelayan? Siapa kamu?" Melihat wajah muda di depannya, Tiano langsung waspada.Para nelayan umumnya memiliki kulit yang gelap akibat sering terkena matahari, tetapi pria ini justru memiliki kulit yang putih bersih. Ini jelas tidak wajar.Syut! Syut! Syut! Menyadari ada yang tidak beres, beberapa anak buahnya segera mencabut pedang mereka, menatap dengan tajam.Pemuda yang menjaga kapal ini bukan orang sembarangan. Dia adalah Luther, yang telah menunggu mereka cukup lama.Sejak rencana ini ditetapkan, Luther telah berjaga di sini sejak pagi hingga malam. Akhirnya, setelah sekian lama menunggu, mangsanya pun tiba."Tentu saja orang yang akan menangkap kalian." Luther berdiri dari geladak, meregangkan tubuhnya sejenak, lalu berkata dengan tenang, "Kalau kalian nggak ingin mati, segera letakkan senjata kalian dan menyerah. Kalau nggak, sebentar lagi semuanya akan terlambat.""Hati-hati, mungkin ada penyergapan!" Tiano segera mencabut belatinya. Mata tajamnya menyapu sekeliling,

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2503

    Malam segera tiba. Loland duduk diam di dalam kamar, mencoba menenangkan pikirannya melalui meditasi. Entah mengapa, dia yang biasanya mudah tenang malah terus gelisah kali ini. Dia merasa sangat tidak nyaman.Setelah bertahan sekitar 2 jam, akhirnya orang yang diutus oleh Tiano untuk melakukan penyelidikan kembali dengan membawa kabar baik.Rute penyelundupan yang mereka periksa ternyata sangat aman, tanpa jejak penyergapan ataupun jebakan. Pasukan Atlandia tampaknya belum menemukan jalur pelarian ini.Setelah memastikan semuanya aman, Tiano menghela napas lega. Loland yang gelisah pun akhirnya merasa tenang."Kalau memang aman, lebih baik kita segera berangkat. Semakin lama kita menunggu, semakin besar risikonya!" Loland tidak ingin menunda lebih lama lagi.Saat ini, dia adalah buronan. Semakin lama dia tinggal di Atlandia, semakin besar bahaya yang mengintainya. Jika berlama-lama di sini, dia mungkin akan dikepung oleh pasukan dalam waktu singkat. Satu-satunya cara agar dia benar-be

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2502

    Setelah kenyang, tubuh kekar Loland langsung dihempaskan ke atas tempat tidur. Seketika, dia tertidur pulas, seperti tenggelam dalam mimpi tanpa akhir.Saat matahari terbenam dan langit berubah menjadi lukisan yang indah dengan semburat jingga keemasan, dia baru terbangun.Sesudah bangun, rasa lelah di tubuhnya telah sirna. Wajahnya kembali berseri-seri dan dipenuhi semangat.Saat itu, Raka telah menyiapkan hidangan di ruang makan. Berbeda dari yang sebelumnya, kali ini meja penuh dengan beragam hidangan lezat yang tampak begitu menggoda.Di tengah meja, tampak seekor ayam goreng berwarna keemasan dengan kulit yang berkilau oleh minyak. Aromanya memenuhi seluruh ruangan. Sungguh menggugah selera.Loland tidak pernah sungkan-sungkan. Begitu melihat hidangan istimewa itu, dia segera duduk di kursinya, lalu meraih peralatan makan dan mulai makan dengan lahap. Dia sama sekali tak berniat menunggu Tiano yang tengah mencari informasi di luar.Segera, setengah ekor ayam goreng habis. Loland m

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2501

    "Siapa?" Loland langsung menggenggam erat pedang di tangannya. Tatapannya tajam seperti binatang buas yang terkejut, penuh kewaspadaan dan keganasan.Beberapa hari terakhir, dia seperti burung yang ketakutan, hampir tidak tidur sama sekali. Sarafnya tegang setiap saat, takut bahaya tiba-tiba datang.Kriiik! Pintu kamar perlahan terbuka. Seorang pria tua beruban memasuki ruangan dengan langkah tenang. Kedua tangannya membawa nampan berisi buah dan camilan.Namun, sebelum pria tua itu bisa melihat jelas keadaan di dalam ruangan, kilatan dingin melesat. Pedang Loland sudah menempel di lehernya.Brak! Pria tua itu gemetar ketakutan. Nampan di tangannya jatuh ke lantai, lalu buah serta camilan berserakan di mana-mana."Jenderal, tenanglah, dia orang kita." Tiano segera maju, menekan ujung pedang Loland dengan jarinya sambil tersenyum ramah. "Namanya Paman Raka. Dia bisu dan telah mengabdi kepada Kuil Dewa selama bertahun-tahun. Tugasnya menjaga jalur rahasia ini. Dia nggak pernah membuat ke

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status