Xena mengangkat pedangnya dan menghampiri Luther dengan gemetaran. Raut wajahnya tampak tidak karuan. Di tengah jalan, dia tiba-tiba menjatuhkan pedangnya, lalu menoleh dan berkata dengan wajah berlinang air mata, "Guru, aku nggak bisa. Aku benar-benar nggak bisa!"Rasa bersalah dan rasa sayang bercampur menjadi satu.Melihat ini, wajah Ivory menjadi suram. Dia langsung maju dan menampar Xena sampai terjatuh, lalu membentak, "Begini saja nggak berani, untuk apa aku punya murid sepertimu!""Guru, biar aku saja kalau dia nggak berani!" Tiba-tiba, kerumunan membuka jalan dan terlihat Claudia yang menghampiri dengan pincang.Wanita ini menatap Luther dengan tatapan penuh kebencian. Dia bisa menoleransi jika Luther hanya memukulnya. Namun, pria ini malah berani mengabaikan kecantikannya! Sungguh lancang!"Bagus, kamu saja yang bunuh dia," ujar Ivory sambil mengangguk dengan puas. Murid utamanya ini memang yang paling hebat."Luther, kamu pasti nggak menduga akan berakhir seperti ini, 'kan?"
Claudia persis orang yang kehilangan kewarasannya. Citranya benar-benar sudah hancur sekarang."Xena, apa yang terjadi? Kamu nggak membiusnya?" tanya Ivory sembari memicingkan mata dengan ekspresi kesal. Pesilat di bawah tingkat master tidak akan tahan dengan obat bius yang diraciknya."Sudah, aku menaruh obat bius di semua minuman," sahut Xena yang juga kebingungan. Luther jelas-jelas meminum anggur tadi, mengapa malah baik-baik saja sekarang?"Sepertinya kamu beruntung." Ivory mengangguk sambil menghunuskan pedang, lalu berkata, "Kamu sudah termasuk berbakat karena bisa mencapai tingkat sejati. Tapi, aku paling suka membunuh orang pintar. Hari ini, kamu sangat terhormat karena bisa mati di tanganku.""Belum tentu aku yang mati. Aku akan memberimu kesempatan, berlutut dan mengaku salah, maka aku akan mengampunimu," sahut Luther dengan tidak acuh.Begitu ucapan ini dilontarkan, orang-orang pun termangu sebelum tertawa terbahak-bahak. Mereka seperti mendengar lelucon paling konyol di du
Ketika melihat Ivory yang tersangkut di lubang, para murid Istana Hawa sangat tercengang. Semua orang melongo dan tampak tidak percaya.Ivory jelas adalah guru mereka yang begitu hebat sekaligus Ketua Istana Hawa yang sudah mencapai tingkat semi-master. Dia bahkan pendekar pedang yang ulung. Eksistensi sehebat ini malah berhasil dikalahkan oleh Luther? Sungguh di luar nalar!"Gi ... gimana mungkin? Kenapa Guru bisa kalah?""Ilusi, ini pasti ilusi! Guru begitu hebat, dia nggak mungkin kalah!""Kenapa? Kenapa bisa begini?"Sesudah hening sejenak, suasana menjadi heboh. Tidak ada yang bisa menerima bahwa guru mereka yang begitu hebat akan berakhir begitu menyedihkan."Si ... siapa kamu sebenarnya?" tanya Jana yang ekspresinya berubah drastis. Meskipun luka dalam Ivory masih belum pulih, orang biasa tetap tidak sanggup menandingi kekuatannya."Kalian bertindak sewenang-wenang di wilayahku, sekarang malah bertanya siapa aku?" tanya Luther dengan ekspresi dingin dan niat membunuh yang kuat.
Plak! "Tamparan ini karena kamu terlalu sombong!"Plak! "Tamparan ini karena kamu mengingkar janji!"Plak! "Tamparan ini karena kamu memberi contoh yang buruk!"Plak! "Tamparan ini karena kamu membalas air susu dengan air tuba!"Luther menampar sembari memaki. Setiap tamparan didaratkannya dengan kuat sehingga terdengar sangat nyaring. Sesaat kemudian, wajah Ivory pun tampak babak belur. Bibirnya sampai miring, benar-benar menyedihkan."Eee ...." Ketika melihat Ivory yang ditampar sampai begitu tragis, para murid Istana Hawa ketakutan hingga tidak berani bersuara. Semua hanya menatap dengan tercengang.Awalnya, mereka masih mengira Luther bermain curang untuk mengalahkan Ivory. Namun, situasi di depan membuat mereka sadar bahwa pemikiran itu salah!Plak, plak, plak .... Luther masih sibuk menampar Ivory. Tidak ada seorang pun yang berani maju untuk menghentikan. Guru mereka saja kalah, kalau mereka maju, bukankah sama saja dengan bunuh diri?"Berhenti!" Ketika Ivory sudah terlihat seka
"Nggak masuk akal?" Begitu mendengarnya, Luther menyindir, "Xena, kamu ini memang aneh, ya?""Kalau aku nggak masuk akal, gimana dengan gurumu yang ingkar janji, membalas air susu dengan air tuba, menyuruhmu menaruh obat bius, dan ingin membunuhku tadi? Oh, karena kalian sudah kalah, jadi kamu mengatakanku nggak masuk akal? Kamu nggak merasa tingkahmu ini menjijikkan sekali?"Ketika dirinya berada dalam bahaya, Xena hanya menyaksikan dari samping. Kini, Xena malah langsung maju karena melihat Ivory sudah sekarat. Sungguh rendahan!"Aku ...." Pertanyaan Luther yang beruntun itu membuat Xena tidak bisa berkata-kata. Lantaran tidak punya alasan yang tepat, dia terpaksa memberanikan diri untuk menyahut, "Luther, semua ini demi kebaikanmu sendiri! Guruku punya koneksi luas, kamu bisa diburu ahli bela diri. Kamu yang akan rugi nanti!""Aku sudah menyinggung banyak ahli hebat di dunia persilatan, bukan masalah kalau tambah Istana Hawa," balas Luther dengan tidak acuh. Kini, Luther adalah musu
Sejak dikalahkan oleh Luther dan pusat energinya hancur, Terry terus mengumpulkan kekuatannya dan menunggu kesempatan untuk membalas dendam. Sekarang, waktunya akhirnya tiba!"Kamu jauh lebih lemah dari dulu, gimana bisa melawanku?" tanya Luther sambil mengamatinya dari atas hingga bawah. Dalam sekejap, dia menyadari bahwa pusat energi Terry sudah pulih, tetapi basis kultivasinya masih lemah. Dia hanya pesilat tingkat internal biasa, sama sekali bukan ancaman untuk Luther."Huh! Aku nggak bilang aku yang akan bertarung denganmu. Yang menantangmu adalah guruku!" seru Terry dengan lantang."Siapa gurumu?" tanya Luther."Dengar baik-baik, ya! Guruku adalah Tuan Youngky yang terkenal!" jawab Terry dengan angkuh. Saat berikutnya, semua orang sontak heboh karena jawaban ini."Apa? Tuan Youngky? Bukankah dia ahli bela diri tingkat master?""Ya! Tuan Youngky sangat terkenal, dia bahkan pernah menjadi salah satu dari lima master terhebat di Jiman!""Astaga! Siapa pria ini? Bagaimana dia bisa me
Hari kedua, sebuah kabar yang mengejutkan tersebar ke segala penjuru. Seorang genius bela diri, Luther, telah menantang Youngky secara terbuka. Pertarungan ini akan diadakan di Danau Akua.Kabar ini tentu menggemparkan semua orang. Sebagai juara pertama kompetisi seni bela diri, Luther mendapatkan perhatian banyak orang. Apalagi setelah kematian Larry, dia dicurigai sebagai pelakunya sehingga makin menarik perhatian orang-orang.Kini, setelah berita tentang pertarungan ini tersebar luas, baik Aliansi Bela Diri Jiman ataupun Jiberia, semuanya kembali heboh.Begitu langit terang, sekitar Danau Akua sudah dikelilingi oleh pesilat yang tak terhitung jumlahnya. Sebagian besar datang untuk menonton Youngky. Sebagai ahli bela diri tingkat master yang terkenal, reputasinya tentu ada di mana-mana. Di Jiman, tidak ada seorang pun yang tidak mengenalnya.Meskipun Youngky tidak menunjukkan diri selama beberapa tahun ini, reputasinya sama sekali tidak padam. Bagaimanapun, ahli bela diri tingkat mas
Sejak kematian Larry, Harlan masih belum meninggalkan Jiman. Dia sangat penasaran, bagaimana Aliansi Bela Diri Jiman akan mengatasi masalah ini?"Kalau begitu, silakan duduk," ujar Raiden sambil tersenyum tipis.Harlan tidak sungkan-sungkan. Begitu duduk, dia langsung bertanya, "Tuan Raiden, apa pendapatmu tentang duel hari ini?""Kita lihat saja nanti," balas Raiden dengan tidak acuh.Harlan menunjukkan senyuman, lalu berkata, "Setahuku, Tuan Youngky datang untuk membalaskan dendam Terry. Sepertinya, genius itu dalam bahaya hari ini.""Hidup dan mati sudah takdir seseorang. Semua tergantung pada nasib Luther hari ini," sahut Raiden dengan dingin."Tapi, genius seperti dia benar-benar langka di Jiman. Kamu tega membiarkannya mati?" tanya Harlan yang tersenyum tipis."Dia memang hebat. Tapi, apa gunanya kalau karakternya nggak baik?" jawab Raiden yang berusaha untuk tidak terkesan memihak Luther."Benar, ayahku baru meninggal karenanya. Mati saja nggak pantas untuk bajingan seperti dia!
Huston berbicara dengan sangat tegas dan berwibawa sampai Loland pun tertegun sejenak oleh auranya yang begitu kuat dan mengernyitkan alis, tetapi dia segera menenangkan dirinya kembali.Ekspresi Loland tetap tenang saat melirik dokumen-dokumen bukti yang berserakan di lantai, melainkan berkata dengan sangat tenang, "Pangeran Huston, orang-orang yang mati ini hanya orang biasa saja, apa perlu sampai begitu heboh? Aku nggak percaya tanganmu nggak pernah ternoda darah seseorang."Loland merasa dia sudah berjuang mati-matian untuk posisinya saat ini juga demi kehidupan yang lebih baik. Hanya saja, setiap orang memiliki keinginan yang berbeda. Ada yang demi reputasi, mengejar keuntungan, harta kekayaan, tergila-gila pada wanita, dan ada juga yang terobsesi dengan kekayaan serta menikmati penghormatan dari orang lain.Untuk mencapai semua itu, terkadang seseorang harus melakukan hal-hal yang tidak terhormat. Ini sudah menjadi peraturan tak tertulis di kalangan pejabat dan semua pejabat juga
Weker yang wajahnya pucat pun diseret pergi. Sejak kejahatannya terungkap, dia sudah dipastikan akan musnah dan bahkan seluruh keluarganya juga akan dihukum. Semua orang yang bersalah akan diadili dan yang tidak bersalah juga akan diminta pertanggungjawabannya jika pernah menikmati hasil kejahatannya. Bisa dibilang, seluruh keluarganya akan mengalami pembersihan besar-besaran."Wirya, sudah saatnya mengundang tamu utama kita," perintah Huston lagi setelah bekas darah di lantai sudah dibersihkan. Setelah membereskan Weker, target interogasi selanjutnya adalah Loland. Dibandingkan Weker, Loland jauh lebih sulit untuk dihadapi. Bagaimanapun juga, Loland memegang kekuasaan militer yang besar, bisa menjadi masalah besar jika Loland melawan karena merasa terdesak."Aku mengerti."Wirya merespons sambil memberi hormat, lalu segera memerintah bawahannya, "Panggil beberapa orang lagi dan ikuti aku."Loland meraih kedudukannya sebagai seorang jenderal besar dengan prestasinya yang mampu menghada
"Berengsek! Setelah melihat semua bukti kejahatan ini, apa lagi yang ingin kamu katakan?" teriak Huston dengan nada muram.Weker yang sudah ketakutan sampai berkeringat dingin pun berkata dengan terbata-bata, "Pangeran Huston, tolong dengar penjelasanku .... Semua ini palsu, pasti ada orang yang ingin menjebakku. Aku sudah taat hukum selama bertahun-tahun ini, mana mungkin aku melakukan hal kotor seperti ini.""Buktinya sudah jelas, kamu masih berani membantah? Aku rasa kamu nggak akan menyerah kalau nggak terdesak."Huston melambaikan tangannya dan memerintah, "Pengawal, seret dia ke penjara bawah tanah dan siksa dia. Aku ingin lihat seberapa keras mulutnya.""Siap!" jawab sekelompok Tim Penegak Hukum yang langsung masuk dan mengepung Weker.Melihat keadaan itu, Weker akhirnya menjadi panik. Dia langsung berlutut dan mulai terus memohon ampun, "Pangeran Huston, aku mengaku salah. Aku hanya khilaf sesaat. Mohon Pangeran Huston mengingat jasaku yang sudah mengabdi pada Atlandia selama b
Malam pun perlahan-lahan tiba. Saat ini, Huston sedang membaca buku sambil menunggu hasilnya dengan diam di ruang konferensi. Setelah berhasil menghasut Trisno untuk memberontak, mencari bukti kejahatan dari Loland dan Weker hanya masalah waktu.Selama ini, kediaman Raja Atlandia selalu berpura-pura tidak tahu tentang transaksi keuangan yang dilakukan Loland dan Weker. Bagaimanapun juga, seorang pejabat mengambil sedikit keuntungan bukan hal besar.Namun, kali ini berbeda. Loland dan Weker sudah diam-diam merencanakan pembunuhan terhadap Gema, yang berarti mereka sudah meremehkan dan menantang wibawa kediaman Raja Atlandia. Ini adalah pelanggaran yang serius. Jika mereka tidak dihukum dengan tegas, entah akan ada berapa banyak orang lagi yang akan mengikuti jejak mereka kelak."Pangeran Huston." Pada saat itu, Wirya yang merupakan kapten Tim Penegak Hukum bergegas masuk ke dalam ruang konferensi. Napasnya yang terengah-engah menunjukkan dia sudah berlari sepanjang perjalanan ke sini ka
Saat ini, Trisno benar-benar panik. Sebelumnya, dia hanya khawatir akan terseret dalam masalah ini. Namun, sekarang tuduhan besar langsung dijatuhkan kepadanya, membuatnya sungguh kewalahan."Hmph! Bukti sudah sangat jelas, kamu masih berani menyangkal? Apa aku harus menggunakan penyiksaan agar kamu mau bicara?" bentak Huston dengan tegas."Pangeran! Aku benar-benar nggak bersalah!" Trisno ketakutan hingga hampir menangis. Dia mengangkat tangan dan bersumpah, "Aku bersumpah, kalau aku benar-benar terlibat dalam pembunuhan Gema, aku akan disambar petir dan nggak akan pernah terlahir kembali!""Kalau sumpah itu berguna, lalu buat apa ada tim penegak hukum?" Ekspresi Huston tetap dingin. "Karena kamu adalah pejabat senior di Atlandia, aku memberimu kesempatan untuk mengaku. Kalau kamu mengaku, hukumannya akan lebih ringan. Kalau kamu tetap bersikeras, jangan salahkan aku kalau kamu berakhir di Penjara Iblis!"Begitu mendengar kata Penjara Iblis, tubuh Trisno langsung gemetaran hebat. Deng
Sepuluh menit kemudian, Loland kembali dipersilakan keluar dari ruangan nomor 1 gedung A. Namun, dibandingkan sebelumnya, sikap Wirya berubah 180 derajat, menjadi sangat ramah."Jenderal, Pangeran sudah menyelidiki semuanya. Kali ini, masalah ini sama sekali nggak ada hubungannya denganmu. Kami yang telah keliru. Mohon maaf atas kelancangan kami," kata Wirya sambil tersenyum dengan sikap sangat rendah hati."Oh?" Melihat ekspresi penuh sanjungan di wajah Wirya, Loland mengangkat alisnya dan tampak sedikit terkejut.Baru beberapa saat yang lalu, suasana di antara mereka masih begitu tegang. Sekarang, Wirya tiba-tiba menjadi begitu ramah?"Sudah benar-benar diselidiki?" tanya Loland dengan nada menyelidik."Tentu! Berdasarkan penyelidikan kami, hilangnya Gema disebabkan oleh pembalasan dendam dari musuhnya di Midyar," ujar Wirya dengan wajah serius."Selama ini Gema bertindak semena-mena di luar dan menimbulkan banyak masalah. Dia pantas mendapatkan semua ini. Alasan Pangeran menyelidiki
"Jenderal Loland, silakan!" Wirya meletakkan satu tangan di gagang pedangnya, sementara tangan lainnya membuat gerakan mengantar tamu pergi."Hmph!" Loland melirik dingin gerakan kecil Wirya itu, lalu berbalik meninggalkan ruangan. Huston memiliki kecurigaan, tetapi selama tidak ada bukti, Huston tidak bisa berbuat apa-apa terhadapnya.Wirya mengantar Loland keluar, lalu kembali ke ruangan nomor 1 di gedung A. Setelah menutup pintu, dia berjalan ke ruangan nomor 2 di gedung A dan mempersilakan Weker keluar dan membawanya ke ruang konferensi."Salam hormat kepada Pangeran Huston!" Begitu memasuki ruangan, Weker segera membungkuk dengan sopan."Silakan duduk." Huston tetap tanpa ekspresi. Setelah Weker duduk, dia memberi isyarat kepada Wirya untuk menuangkan secangkir teh."Apa kamu tahu alasan aku memanggilmu hari ini?" tanya Huston dengan nada datar. Sama seperti sebelumnya, kalimat pembuka ini penuh dengan makna pengujian."Apa ini tentang hilangnya Gema?" Weker bertanya balik."Oh? S
Efisiensi Tim Penegak Hukum sangat tinggi. Hanya dalam waktu satu jam saja, ketiga orang itu sudah dibawa ke kediaman Raja Atlandia.Saat memasuki kediaman itu, Wirya sengaja membiarkan ketiga orang itu bertatap muka sebentar sesuai perintah Huston. Namun, dia tidak memberi mereka kesempatan untuk berbicara dan langsung dipisahkan ke dalam tiga ruangan berbeda untuk diawasi secara ketat.Berhubung status ketiganya tinggi, Tim Penegak Hukum tidak menggunakan kekerasan. Sebaliknya, mereka malah dijamu dengan teh dan anggur terbaik. Satu-satunya syaratnya adalah mereka tidak boleh meninggalkan ruangan dan hanya bisa menunggu panggilan dari Huston. Loland ditempatkan di ruangan nomor 1 di gedung A, Weker di ruangan nomor 2, dan Trisno di ruangan nomor 3.Ketiga kamar itu berdekatan, hanya dipisahkan dengan satu dinding. Mereka bisa langsung melihat satu sama lain jika keluar dari kamar itu, tetapi mereka tidak mengetahui hal ini. Huston sengaja mengatur hal ini karena dia tahu dia harus me
"Eh?"Mendengar perkataan itu, Loland juga langsung mengernyitkan alisnya. Tim Penegak Hukum dari kediaman Raja Atlandia ini tidak pernah dikerahkan sembarangan, tetapi pertanda ada kejadian yang sangat besar jika mereka bergerak. Masalahnya adalah Gema ini hanya anggota Keluarga Paliama yang kecil saja, tidak pantas mendapatkan perhatian yang begitu besar dari Huston."Pak Weker, kamu yakin Tim Penegak Hukum ini benar-benar sudah bergerak dan tujuannya untuk mencari Gema?" tanya Loland.Weker menjawab dengan ekspresi serius, "Tentu saja benaran. Tadi atasan sudah memberikan perintah agar tugas pengawasan kota diserahkan pada kapten Tim Penegak Hukum untuk sementara ini. Sekarang semua urusan pertahanan dan penyelidikan sudah berada di bawah kendali mereka.""Aneh. Kenapa Pangeran Huston harus begitu susah payah seperti ini hanya untuk seorang tokoh kecil?" kata Loland yang terlihat bingung.Berdasarkan penyelidikan Loland, ini pertama kalinya Gema dan Huston bertemu. Meskipun ada kerj