"Luther, kembali ke topik tadi, bisakah kamu mempertimbangkan tawaranku lagi untuk menjadi kakak iparku? Asalkan kamu menikahi kakakku, kelak Keluarga Oktavius akan menjadi pendukungmu. Kamu bisa punya apa pun dan setiap hari duduk di rumah menikmati kebahagiaan. Tiga belas kakakku ini semuanya sangat cantik dan mahir dalam segala bidang. Kamu pasti nggak akan rugi." Hemdar berusaha mempromosikan kakaknya sebagai penjodoh pernikahan mereka."Tuan Hemdar memang suka bercanda. Aku hanya orang yang nggak terkenal, nggak pantas untuk bersama dengan putri Keluarga Oktavius," tolak Luther dengan halus."Nggak apa-apa, aku nggak peduli dengan itu. Asalkan aku merasa kamu cocok, kamu bisa menjadi kakak iparku dan kakak-kakakku juga nggak akan menolak.Setelah mengatakan itu, Hemdar mengeluarkan ponselnya dan mencari foto untuk mulai memperkenalkan kakak-kakaknya pada Luther. "Sini .... Lihatlah, ini adalah foto para kakakku, kamu tinggal pilih salah satu yang kemu sukai. Kamu nggak perlu ragu,
Setelah mencapai kesepakatan dengan Hemdar, Luther langsung memanggil Berry yang berada di ruangan sebelah untuk datang ke sana. Ketiganya mendiskusikan lebih detail, lalu menandatangani kontrak kerja sama. Dengan demikian, aliansi ketiga orang itu resmi terbentuk.Selama dua hari berikutnya, Luther mengajari para alkemis untuk membuat Salep Halimun dan memulai proses renovasi Klinik Svarga. Dia sangat sibuk, tetapi dia sangat menikmatinya. Untungnya ada Berry yang membantunya, sehingga semuanya segera berjalan dengan lancar.Sementara itu, perkembangan di pihak Keluarga Ghanim dan Keluarga Suratman menjadi lebih cepat. Salep Halimun yang diproduksi sudah masuk ke tahap penjualan dan namanya juga diubah menjadi Salep Peremajaan, dengan maksud salep ini bisa membuat kulit yang terluka terlihat menjadi muda kembali. Kandungan dalam Salep Peremajaan ini masih belum mencapai standar, tetapi hal ini tidak menjadi masalah berkat kekayaan mereka.Setelah dipromosikan, Salep Peremajaan milik K
"Persilakan mereka masuk saja," jawab Wenny."Baik." Setelah itu, telepon langsung ditutup.Beberapa saat kemudian, pintu kantor Wenny dibuka, lalu Yudas dan Julia masuk sambil bergandengan tangan dengan ekspresi yang sangat bahagia dan tersenyum."Bu Wenny hari ini kami datang tanpa undangan, harusnya nggak mengganggumu, 'kan?" tanya Yudas dengan sopan.Sementara itu, Julia terlihat tegas dan langsung duduk di sofa, seolah-olah seorang pemimpin."Pak Yudas, Nona Julia, apa ada yang bisa kubantu?" tanya Wenny dengan tenang."Bantuan sih nggak perlu. Kedatangan kami kali ini untuk membahas bisnis dengan Bu Wenny," kata Yudas sambil tersenyum."Bisnis? Bisnis apa?" kata Wenny dengan ekspresi santai dan pura-pura tidak tahu maksud Yudas."Bu Wenny, apa kamu sudah dengar tentang Salep Peremajaan yang dikembangkan Keluarga Suratman dan Keluarga Ghanim belakangan ini?" tanya Yudas."Aku ada mendengarnya. Kenapa?" tanya Wenny dengan ekspresi yang tetap tenang.Yudas tersenyum. "Kalau kamu sud
"Nona Julia, kamu sedang mengancamku ya?" Perkataan Julia yang terus mendesak, membuat ekspresi Wenny menjadi muram dan tatapannya tiba-tiba menjadi tajam.Wenny merasa, dengan koneksi penjualan dan pengaruh Keluarga Oktavius dalam dunia farmasi, bekerja sama dengan orang lain dengan pembagian keuntungan 40% hingga 50% bukan sebuah masalah. Selain itu, mereka juga harus melihat apakah produk itu layak untuk mereka promosikan. Namun, wanita di depannya ini jelas-jelas yang inisiatif datang untuk membahas kerja sama, sikapnya malah sombong dan sama sekali tidak menghargai keluarganya. Bukan hanya memberikan 10% keuntungan, tetapi juga mengancamnya. Apakah kedua orang ini menganggap Keluarga Oktavius keluarga lemah?"Bu Wenny, jangan salah paham. Julia hanya bercanda denganmu." Melihat situasinya buruk, Yudas segera mencoba untuk menenangkan situasinya. Pada saat yang bersamaan, dia terus memberikan isyarat mata pada Julia.Yudas merasa Julia benar-benar sudah gila. Mereka jelas sudah sep
Julia merasa Wenny sangat bodoh."Oh! Ada tamu ya?" Pada saat itu, Hemdar tiba-tiba masuk dengan beberapa orang. Dia berjalan dengan santai sambil mengipasi dirinya, tetap terlihat sangat elegan. Master bela diri, Eira juga mengikutinya di belakang dan mengawasi sekitar dengan tatapan yang tajam agar waspada terhadap setiap ancaman."Hemdar, kenapa kamu ke sini?" Melihat Hemdar yang datang, ekspresi Wenny terlihat lembut."Kak Wenny, kamu pasti belum makan, 'kan? Aku sengaja membawakan beberapa hidangan dari Restoran Sultan untukmu, kamu makan saja dulu." Setelah mengatakan itu, Hemdar menyuruh Eira untuk membawa kotak makanan itu, lalu menyajikan satu per satu hidangannya di atas meja Wenny. Ada enam sayuran dan satu sup, semuanya lengkap dari sayuran dan daging."Terima kasih, Hemdar. Kakak memang nggak sia-sia menyayangimu," kata Wenny yang langsung tersenyum ceria. Semua kegelisahan tadi pun langsung menghilang. Memiliki seorang adik yang begitu pengertian, dia merasa sangat senang
Seiring dengan perintah dari Hemdar, sekelompok pengawal di belakangnya langsung maju dan mengepung Julia dan Yudas. Mereka mengamati kedua orang itu dengan tatapan yang ganas."Apa yang ingin kalian lakukan? Aku peringatkan kalian jangan sembarangan, aku adalah putri Keluarga Ghanim. Kalau kalian menyentuhku, kalian menerima balasannya!" teriak Julia dengan tegas untuk mengancam sekelompok pengawal itu. Dia tidak menyangka Hemdar ini begitu tidak sopan dan bahkan lebih sulit diajak bicara daripada Wenny."Tuan Hemdar, jangan marah. Hanya pembahasan bisnis nggak sepakat saja, nggak perlu ribut sampai seperti ini," kata Yudas dengan segera sambil tersenyum untuk mencoba menenangkan situasinya.Yudas menyadari semua orang kalangan elite di Midyar tahu pengaruh Hemdar sangat besar dan menghormatinya. Semua anggota Keluarga Oktavius sangat menghargai Hemdar dan selalu melindunginya apa pun kesalahannya. Bisa dibilang, semua anak keluarga kaya lainnya pun tidak ada seorang pun yang bisa men
"Bagus ... bagus sekali!" Ekspresi Wenny terlihat sangat gembira dan langsung bersemangat. Sebelumnya, dia masih khawatir harus bagaimana menghadapi dampak ini dan mengurangi kerugiannya. Tak disangka, dia akan menerima kabar baik ini begitu cepat.Keluarga Oktavius memimpin industri farmasi ini dan menguasai hampir 70% pasaran farmasi di Midyar. Selama mereka memiliki produk, mereka tidak perlu khawatir tidak bisa menjualnya. Inilah alasannya Keluarga Ghanim dan Keluarga Suratman mengutus orang untuk membahas kerja sama dengan mereka. Jika kedua keluarga ini ingin mempromosikan Salep Peremajaan, kedua keluarga ini harus menghadapi mereka. Sayangnya, kedua keluarga ini terlalu serakah dan tidak mau berbagi keuntungan, sehingga pada akhirnya pembahasan kerja sama mereka gagal.Sekarang dengan adanya kejutan yang dibawa oleh Hemdar, Wenny merasa Perusahaan Farmasi Oktavius tidak perlu bergantung dengan kedua keluarga itu lagi. Mereka bahkan bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menekan
Saat ini, di dalam sebuah mobil Maserati yang sedang berjalan. Julia duduk di kursi belakang menuangkan segelas anggur merah untuk dirinya sendiri, lalu langsung meneguknya hingga habis. Wajahnya yang awalnya cantik dipenuhi dengan kebencian dan kemarahan."Kakak beradik Keluarga Oktavius sialan! Berani-beraninya mereka mengusir kita, aku pasti akan membalas perlakuan mereka!" kata Julia dengan sangat merah."Julia, tenang saja. Keluarga Oktavius nggak mudah dihadapi, saat ini bukan waktu yang tepat untuk melawan mereka," hibur Yudas."Huh! Sebagai sesama delapan keluarga kaya, apa kita nggak bisa menandingi Keluarga Oktavius kalau kedua keluarga kita bersatu?" kata Julia dengan ekspresi tidak puas."Bukan takut, tapi nggak perlu," kata Yudas sambil menggelengkan kepala. Kekuatan Keluarga Ghanim dan Keluarga Suratman digabungkan tentu saja akan lebih kuat dibandingkan Keluarga Oktavius. Namun, dia berpikir jika mereka benar-benar menantang Keluarga Oktavius, pada akhirnya kedua belah p
Malam harinya, dua pemuda sedang bermain catur dengan santai di sebuah vila mewah yang tersembunyi di dalam kota. Yang sebelah kirinya adalah pria yang baru saja bertamu ke Keluarga Paliama, Roman, sedangkan yang sebelah kanan adalah pangeran kedua yang bertubuh kekar dengan pakaian mewah, Nolan.Keduanya bermain catur dengan konsentrasi penuh, kadang-kadang melangkah dengan cepat dan kadang-kadang berpikir dengan lama. Setelah bermain sekitar sepuluh menit, Roman akhirnya mengaku kalah."Roman, beberapa hari nggak bertemu, kemampuan caturmu makin hebat. Aku hampir saja kalah," kata Nolan sambil mengusap janggutnya, terlihat agak terkejut."Pangeran Nolan terlalu memujiku. Kemampuan caturku nggak ada apa-apanya kalau dibandingkan denganmu. Kalau Pangeran Nolan nggak sengaja mengalah, aku pasti sudah kalah sejak awal. Mana mungkin aku bisa bermain selam ini," kata Roman sambil tersenyum."Hahahaha ... kamu memang pandai berbicara," kata Nolan sambil tertawa terbahak-bahak dan ekspresiny
"Sebenarnya, kita nggak perlu bingung siapa yang lebih cocok menjadi kaisar. Yang lebih penting adalah siapa yang paling mungkin menjadi kaisar?" ucap Gandara tiba-tiba.Sebagai seorang pebisnis, Gandara selalu mengejar keuntungan secara maksimal. Jadi, dia tidak peduli siapa yang menjadi kaisar.Yang Gandara pedulikan adalah siapa yang lebih mungkin menjadi kaisar. Memilih orang itu dan mendukungnya adalah pilihan yang paling bijak."Siapa yang paling mungkin? Itu tergantung pada siapa yang punya paling banyak pendukung," ujar Gusdur sambil merenung."Oh ya, tadi aku lupa tanya, pangeran mana yang didukung oleh Keluarga Luandi?" Gema menepuk kepalanya.Setelah berdiskusi panjang lebar, mereka masih belum tahu siapa yang sebenarnya didukung oleh Keluarga Luandi."Aku rasa itu Pangeran Ketiga." Gandara menyipitkan mata dan menganalisis, "Pangeran Ketiga punya hubungan pribadi yang baik dengan Roman dan punya potensi yang luar biasa. Dia sangat disukai oleh Kaisar, jadi Keluarga Luandi m
Tanpa perlu kaisar turun tangan, orang-orang yang penuh ambisi itu akan menelan Keluarga Paliama tanpa menyisakan apa-apa. Sebaliknya, jika mereka memilih untuk berpihak dan pilihan mereka benar, Keluarga Paliama dapat berjaya selama ratusan tahun. Namun jika mereka salah, Keluarga Paliama bisa hancur hanya dalam semalam!Jadi, sekarang Ezra tidak tahu harus memilih yang mana. Masalah ini bukan masalah sepele. Jika salah langkah, semuanya akan berakhir dengan kekalahan."Biar aku pertimbangkan dulu. Aku belum bisa memberi jawaban kepada kalian saat ini," kata Ezra sekali lagi.Masalah ini berkaitan dengan banyak aspek. Jika Ezra membuat keputusan yang salah, semuanya akan hancur. Oleh karena itu, dia harus sangat hati-hati."Aku ngerti. Bagaimanapun, ini bukan perkara kecil. Tapi, aku harap kamu bisa segera memutuskan," ucap Roman dengan senyuman tipis."Adipati Ezra, Keluarga Paliama bukan satu-satunya yang ingin beraliansi melalui pernikahan dengan Keluarga Luandi. Waktu nggak menung
"Adipati Ezra, perjodohan di antara dua keluarga ini bukan hanya kehendakku, tapi juga kehendak ayah angkatku dan seluruh Keluarga Luandi," ujar Roman dengan tersenyum."Menurut aturan yang sudah diterima, pernikahan antara keluarga kerajaan yang masih berkerabat langsung nggak diperbolehkan. Apa kalian sudah lupa akan hal ini?" tanya Ezra dengan tenang."Berpegang pada aturan yang kaku nggak akan berguna untuk perkembangan," jawab Roman sambil menggeleng dan tersenyum. "Sekarang, Negara Drago sedang dalam masa kacau. Selain itu, aku dengar kesehatan Kaisar kurang baik dan ada kemungkinan dia akan menunjuk pewaris lebih awal dan mundur dari takhta.""Aku yakin Midyar akan mengalami kerusuhan dalam waktu dekat ini. Pada saat itu, baik Empat Keluarga Kerajaan, Delapan Keluarga Kaya, maupun kekuatan lainnya, semua akan terseret dalam pusaran ini. Makanya sebelum itu terjadi, aku harap Keluarga Luandi dan Keluarga Paliama bisa beraliansi melalui pernikahan untuk mengatasi kesulitan bersama
"Ayah, bagaimana menurutmu?" tanya Gusdur sambil mengalihkan pandangannya ke arah Ezra."Ada tamu yang datang, kita tentu saja nggak boleh nggak sopan. Suruh mereka masuk ke ruang tamu untuk berbicara," kata Ezra dengan tenang. Roman mewakili Keluarga Luandi, dia tentu saja tidak bisa mengusir tidak peduli apa pun niat kedatangan Roman ini. Mengenai hubungan pernikahan ini, tentu harus dipertimbangkan dengan matang."Baik," jawab pengurus rumah, lalu segera pergi."Kalian lanjutkan saja makannya, aku akan menemui orang-orang dari Keluarga Luandi ini," kata Ezra, lalu bangkit dan pergi.Setelah saling memandang sebentar, ketiga putra dari Ezra juga akhirnya mengikuti Ezra. Mereka ingin melihat apa yang sedang direncanakan Keluarga Luandi kali ini."Sudahlah, biarkan mereka yang mengurusnya. Kita makan saja," kata nenek Bianca sambil tersenyum agar semuanya melanjutkan makan malamnya.Tiga menit kemudian, di ruang tamu Keluarga Paliama. Ezra duduk di kursi utama dan langsung menghadap ke
Setelah meninggalkan Grup Luca, Luther dan Bianca pergi ke mal terlebih dahulu untuk memberi berbagai hadiah. Mulai dari hadiah untuk para lansia dan anak-anak yang baru belajar berjalan, semua kerabat inti Keluarga Paliama mendapat hadiah. Setelah itu, mereka pergi ke toko barang antik untuk memilih sebuah lukisan kaligrafi yang bagus untuk Ezra.Menjelang senja, Luther yang sudah mempersiapkan semuanya mengunjungi kediaman Adipati Ezra untuk pertama kalinya. Kediaman ini terletak di pusat kota Midyar yang berbentuk kompleks rumah tradisional dengan area yang sangat luas.Ezra memiliki tiga putra dan seorang putri Putra sulung, Gusdur, bekerja di pemerintahan sebagai pejabat pangkat tiga dan statusnya sangat dihormati. Putra kedua, Gandara, bekerja di industri farmasi dengan kekayaan yang mencapai puluhan triliun dan menjadi pengusaha terkenal di Midyar. Putra bungsu, Gema, sukses di dunia militer dan kini menjabat sebagai perwira militer pangkat tiga.Sementara itu, putri kecil Ezra,
Selama Luther pergi, Bianca terus memikirkan dan selalu memperhatikan kabar dari Luther. Namun, meskipun sangat rindu, dia juga tidak pernah mengganggu Luther karena dia tidak ingin membuat fokus Luther terganggu dan memengaruhi urusan negara. Dia sangat memahami kesibukan Luther, sehingga terus menahan gejolak di hatinya dan mengalihkan perhatiannya dengan sibuk bekerja.Namun, setelah sekarang benar-benar bertemu dengan Luther, perasaan Bianca yang sudah lama terpendam akhirnya meledak. Rasa rindu selama berbulan-bulan berubah rasa sayang yang meluap dan air mata pun mengalir deras.Adegan ini membuat asisten wanita di samping Bianca tercengang. Dia tidak menyangka presdir mereka yang cantik ternyata hatinya sudah memiliki pemiliknya. Yang lebih mengejutkannya, Bianca yang biasanya tegas dan sangat berwibawa ternyata begitu lembut dan anggun di depan pria ini.Asisten wanita itu mulai mengamati Luther dengan saksama. Baik dari segi penampilan dan karisma, Luther memang luar biasa dan
Saat ini, Luther sudah duduk di pesawat untuk kembali ke Midyar. Perjalanan ke Gunung Narima kali ini penuh dengan rintangan.Dari kompetisi bela diri hingga invasi Kuil Dewa, prosesnya bisa dibilang sangat berbahaya, tetapi untungnya hasil akhirnya cukup baik.Luter berhasil memenangkan kejuaraan dalam kompetisi bela diri, sekaligus memperoleh tiga energi naga, bahkan berhasil menggagalkan konspirasi Kuil Dewa. Hasil ini sangat sempurna.Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada teman-teman yang baru dikenalnya, Luther menemani Misandari naik pesawat pulang.Dari lima energi naga, telah terkumpul empat, yang berarti tinggal satu lagi. Menurut informasi dari Misandari, kekuatan energi naga yang terakhir telah ditemukan dan orang yang menemukannya ada di Midyar.Namun, identitas orang itu masih belum diketahui. Menurut dugaan Misandari, kemungkinan besar itu ada hubungannya dengan tiga pangeran.Posisi calon pewaris masih belum jelas, sementara ketiga pangeran sangat aktif dalam mencar
Angin malam pun segera mereda. Keesokan paginya, saat sinar matahari mulai menyinari bumi, keadaan di Gunung Narima sudah kembali tenang. Hanya saja, bercak-bercak darah masih ada di mana-mana dan bangunan yang hancur masih menjadi saksi kekacauan tadi malam. Para ahli dari Kuil Dewa yang menjadi tawanan juga sudah dibawa pergi oleh pasukan yang dipanggil Misandari.Berbagai rumor pun mulai menyebar ke mana-mana. Berbagai sekte besar di dunia persilatan hanya merespons rumor itu sebagai penonton. Bagaimanapun juga, sejak dahulu sampai sekarang, sangat jarang orang yang berani menyinggung Gunung Narima. Tindakan nekat seperti menyerang secara terang-terangan dan berusaha menghancurkan mereka seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya.Soal hasil dari tindakan ini, seluruh dunia juga sudah menyaksikannya. Setelah bertahun-tahun lamanya, ini pertama kalinya negara-negara lain menyadari betapa mengerikannya Riley. Keberadaan sudah hampir seperti sosok ilahi.Saat ini, semua anggota inti s