Home / Romansa / Diculik Calon Adik Ipar / BAB 36: SUARA YANG DIKENAL

Share

BAB 36: SUARA YANG DIKENAL

Author: IvonyRose
last update Last Updated: 2024-09-11 18:48:14

Darren mengepalkan tangannya saat melihat Eloisa masuk ke dalam mobil yang sangat dia kenal, yaitu mobil kakaknya. Dia hanya melihat sekilas saat wanita itu masuk ke dalam mobil kakaknya, namun dia bisa melihat wanita itu tidak menggunakan kacamata.

Apakah Eloisa sekarang tertarik pada Kak Darius? Bahkan wanita itu menggunakan softlens untuk pergi dengan kakaknya. Saat di restoran dulu juga wanita itu menggunakan softlens.

Dia menggeram saat teringat betapa cantik dan anggunnya Eloisa saat mereka bertemu di restoran dulu. Sekarang dia merasa ingin menghajar kakaknya lagi!

Dia memakai pelindung kepalanya dan mulai menyalakan mesin motornya, namun belum menjalankannya.

Dia tahu kakaknya selalu awas dengan keadaan, jadi dia harus memberi jarak yang cukup jauh agar tidak membuat kakaknya menyadari kalau ada yang mengikuti. Walaupun dia menggunakan motor sewaan, tetap saja dia takut kakaknya akan mengenalinya.

Kemampuan kakaknya untuk mengenali segala sesuatu agak mengerikan menurutnya.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 37: GEDUNG KOSONG

    Darren tidak jadi membayar nasi gorengnya, dia meminta abang penjual untuk membuatkan satu porsi nasi goreng lagi.“Nambah lagi?” tanya abang penjual heran, karena secara penampakan tubuh Darren tidak besar dan porsi nasi gorengnya itu banyak.“Iya, Bang. Nasi goreng abang top banget, jadi gak bisa kenyang sepertinya,” jawab Darren sambil mengacungkan jempol yang membuat si abang penjual nasi goreng tertawa. Dia lalu kembali duduk di sebelah dua pria yang sedang berbicara sambil berbisik itu. Nomor rumahnya adalah dua puluh delapan dan komplek rumahnya ini tidak besar, jadi hanya ada satu rumah dengan nomor dua puluh delapan.“Ingat, wanita itu tidak akan membayar sisanya jika kau gagal lagi!” omel si pria kacamata sambil berbisik.“Aku mengerti. Setelah ini tidak akan gagal lagi. Kau tahu kan kemampuanku? Sekali mungkin keberuntungan wanita itu, tapi tidak akan ada yang kedua kali.” jawab si pria kurus dengan percaya diri.Kemudian nasi goreng pesanan mereka datang, obrolan mereka t

    Last Updated : 2024-09-13
  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 38: MEMBUNUH ATAU DIBUNUH

    Darren perlahan melepaskan pegangan tangannya pada lengan pembunuh bayaran di atasnya setelah dia menarik nafas panjang untuk mengisi paru-parunya. Dia sudah berusaha melepaskan tangan pria itu sejak tadi dan tidak berhasil, jadi dia harus mencari cara lain.Sekarang kondisi kritis, salah perhitungan sedikit saja maka dia yang akan mati. Dia tidak akan bisa melawan tenaga pria diatasnya itu karena posisi pria itu lebih menguntungkan darinya.Jaka menyerigai dan langsung mengencangkan cekikannya saat merasakan pegangan tangan yang memegang lengannya mengendur. Dia pikir pria itu akhirnya kelelahan dan lemas karena kekurangan oksigen. Jaka tidak menyadari kalau kedua tangan Darren berpindah tempat.“Aarrgh … Bangsat!” maki Jaka terkejut saat kedua putingnya dicubit dan diputar Darren sekuat tenaga. Cekikannya di leher Darren langsung terlepas dan Darren langsung menerjang Jaka.Mereka bergulat sambil saling menghajar semampu mereka, dalam pikiran mereka sekarang hanya ada dua pilihan, m

    Last Updated : 2024-09-16
  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 39: KECURIGAAN DARIUS

    Tubuh Jaka jatuh terlungkup, darah merembes keluar dari luka tembak di punggungnya. Tubuhnya seperti boneka kain saat Aji menendang tubuhnya agar terlentang.“Kau pikir siapa dirimu yang bisa seenaknya memutuskan untuk melepaskan pekerjaan ini? Apalagi kau telah membuat posisiku berada dalam bahaya.” kata Aji sinis.“Ke-kenapa … Uhuk!” tanya Jaka terbata, lalu dia batuk darah. Matanya memancarkan ketakutan saat melihat ekspresi dingin di wajah Aji.“Kau sudah tidak berguna lagi, lebih baik kau mati daripada nanti mereka mengorek informasi darimu.” kata Aji sebelum menembak kepala Jaka.Setelah membuang mayat Jaka, Aji melajukan motornya untuk kembali ke rumahnya, namun sebelumnya dia mampir dulu di sebuah toko ponsel untuk membeli ponsel baru dan mengganti nomor ponselnya. Dia lalu membakar ponsel yang masih berisi kartu ponselnya lamanya dan menginjak bangkai ponsel itu untuk memastikan barang itu hancur tidak bersisa.****Sumpah serapah keluar dari bibir Darren esok paginya saat di

    Last Updated : 2024-09-18
  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 40: BUJUKAN NICK

    Darius mengetukkan jarinya di meja kerjanya, kebiasaannya saat sedang berpikir keras. Satu hal yang bisa dia pastikan. Adiknya pasti dalam masalah besar. Perangai adiknya yang banyak berubah, sikap Darren yang terlalu berhati-hati dan seakan ingin bersembunyi, bahkan dari keluarganya sendiri menuntunnya dalam asumsinya itu.Dia tidak tahu apakah adiknya tidak sengaja terseret atau adiknya itu yang menjerumuskan diri secara sadar ke dalam masalah? Tapi sebagai Kakak, apapun yang dilakukan Darren, salah ataupun benar, dia harus menjaga adiknya itu. Setelah menghela nafas panjang, dia akhirnya memutuskan untuk terus mengawasi Darren, dia hanya akan meretas posisi ponsel Darren. Dia menahan dirinya untuk tidak meretas data di ponsel adiknya untuk mencari tahu jawaban dari perubahan pada adiknya itu. Dia tidak akan meretas data di ponsel adiknya, dia akan menunggu adiknya itu untuk mengatakan sendiri padanya. Darius berdiri dan kembali menghela nafas panjang. Dia berjalan menuju jendela

    Last Updated : 2024-09-20
  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 41: RENCANA CLARA

    Eloisa mengerutkan keningnya saat keluar dari kelas yang baru selesai diajarnya. Dia melihat salah satu mahasiswa yang dulu pernah masuk kelasnya, sekarang tengah sibuk dengan ponselnya tidak jauh dari kelasnya mengajar. Ini sudah kesekian kalinya dia melihat mahasiswa itu berada diluar kelas tempatnya mengajar dalam beberapa hari ini, padahal sebelum-sebelumnya, dia sudah lama tidak pernah melihat mahasiswanya itu di sekitar kampus. Apakah sekarang mahasiswa itu sedang mengulang mata kuliah lagi? Mahasiswa itu cukup tampan dan pembawaannya menyenangkan. Dia lupa siapa nama mahasiswanya itu, tapi sejak dulu setiap kali berpapasan, pria itu akan menyapanya walau hanya dengan anggukan dan diapun membalas dengan mengangguk.Dia berjalan melewati mahasiswa itu yang sepertinya sedang sangat fokus pada ponselnya karena pria itu bahkan tidak menoleh sedikitpun padanya. Dia mengabaikan mahasiswanya itu, tidak mau mengambil pusing dengan hal yang bukan merupakan urusannya.Nick menoleh dan m

    Last Updated : 2024-09-23
  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 42: RENCANA NICK

    Clara menaiki mobilnya dan segera melajukan mobil itu untuk kembali ke rumahnya. Dia menyeringai jahat, akhirnya kesempatan untuk membalas Eloisa Renata datang. Sudah dua minggu ini dia mencari cara untuk membalas Eloisa Renata dan akhirnya kesempatan itu tiba.Awalnya dia sudah sangat kesal saat Om Bayu, Pamannya, menolak untuk membantunya memecat Eloisa dari kampus. Begitu juga Ayahnya yang mengatakan kalau jangan ikut campur lagi untuk hal apapun yang berhubungan dengan keluarga Hartadi. Sepertinya Profesor Adianto Hartadi sangat disegani, bahkan Ayahnya yang menjabat sebagai Kapolsek saja menyuruhnya melupakan masalah ini.Dia adalah putri kesayangan keluarganya, semua yang dia inginkan selalu bisa dia dapatkan, kecuali Darren Hartadi. Sejak awal dia sudah meminta Ayahnya untuk membantunya menjodohkannya dengan Darren Hartadi, tapi Ayahnya berkata kalau Profesor Adianto bukanlah orang yang bisa ditekan dengan jabatan Ayahnya. Hal itu membuatnya harus bersabar dan terus mendekati

    Last Updated : 2024-09-25
  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 43: GUNA-GUNA DOSEN KILLER

    Darren memikirkan saran Nick sambil mengemudikan mobil Nick ke kampus dengan penyamarannya yang biasa, tadi dia memerlukan waktu lebih lama untuk berdandan karena harus menutupi wajahnya yang memar dengan concealer. Dia sudah tidak bisa meminta tolong pada Nick untuk menunggui Bu Eloisa lagi di kampus, jadi hanya dialah yang bisa melakukan hal itu. Dia sekarang berpikir untuk menyamar sebagai apa lagi agar bisa leluasa keluar masuk kampus. Apa sebagai office boy saja ya? Tapi bagaimana jika nanti dia ketahuan? Apa dia menyamar sebagai mahasiswa lagi saja ya? Mungkin dia bergaya mahasiswa kuper?Darren tersenyum saat merasa idenya cukup baik. Dia akan menjadi mahasiswa kuper dengan kacamata tebal, wajah culun dan penampilan membosankan. Setelah sampai di kampus, dia akan minta Nick membelikan keperluannya yang baru.Disaat Darren sedang memikirkan penyamaran terbarunya, Orlando sedang ngumpul dengan teman-temannya yang sama brengseknya dengannya. Dia memiliki perkumpulan berisi anak-

    Last Updated : 2024-09-27
  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 44: PENCULIKAN ELOISA (1)

    Waspada!Satu kalimat yang langsung muncul di kepala Darren saat mendengar perkataan si tukang parkir. Dia langsung menoleh ke sekeliling dan tidak menemukan mobil selain milik Bu El di bagian tempat parkir ini.Dia melihat pada si tukang parkir yang sekarang sedang bersiul sambil kembali ke pos jaganya setelah memasang traffic cone itu. Dia berjalan ke arah lain agar si tukang parkir tetap tidak menyadari keberadaannya, namun dia memperhatikan area itu, mencari tempat untuk bersembunyi agar bisa memantau mobil Bu El tanpa diketahui.Anggap saja dia parnoan, belum tentu yang dimaksud si tukang parkir adalah pria itu dibayar untuk mencelakakan Bu El, tapi lebih baik mencegah daripada terlambat!Dia mengirim pesan pada Nick agar datang ke tempat kampus jika urusan sahabatnya itu sudah selesai. Tahu saja ada pembunuh bayaran baru dan dia membutuhkan bantuan Nick untuk meringkus pembunuh bayaran itu.Jika dia berhasil menangkap pembunuh bayaran itu dan kemudian bisa memberitahu orang yang

    Last Updated : 2024-09-30

Latest chapter

  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 108: EXTRA PART 3

    “Ya. Ada apa, Pak Andrew?” tanya Eloisa bingung.“Bisakah Anda meminta pada Ibu Rosaline untuk menangguhkan sidang?” tanya Andrew. Belum sempat Eloisa ataupun Darren bicara, Andrew sudah melanjutkan perkataannya.“Kondisi Susan sebenarnya masih belum terlalu baik. Pendarahannya belum benar-benar berhenti, tubuhnya juga sebenarnya belum kuat untuk menjalani berbagai pemeriksaan. Dengan kuasa Bu Rosaline, hukuman pasti akan dijatuhkan dengan cepat, saya khawatir … Susan tidak akan bisa bertahan di dalam penjara. Resiko lukanya akan terbuka lagi dan infeksi sangat tinggi, apalagi luka dalam di rahimnya akibat kecelakaan itu membutuhkan beberapa bulan untuk benar-benar sembuh,” kata Andrew sambil menghela nafas berat. Dia adalah polisi, harusnya dia tidak boleh melakukan hal ini, tapi jika terjadi sesuatu pada Susan di dalam penjara, dia pasti akan hidup dalam penyesalan.“Saya tidak meminta Susan dibebaskan, hanya kalau bisa, tunggu sampai kondisinya benar-benar memungkinkan untuk masuk

  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 107: EXTRA PART 2

    Eloisa sengaja datang ke kampus di waktu yang mepet dengan jam mengajarnya, agar dia tidak diinterogasi oleh rekan-rekannya lagi perihal pernikahannya kemarin. Jadi, dia masuk ke ruang dosen dan langsung menuju mejanya sambil menyapa sekilas dosen-dosen yang masih berada disana, lalu mengambil perlengkapan mengajarnya dan kembali keluar.Beberapa dosen menertawakan tingkah Eloisa yang terlihat jelas sedang menghindari mereka. Mereka yakin Eloisa juga berada di posisi yang tidak enak karena pernikahan unik ini, hanya saja, hal ini memang sangat sulit untuk dipercayai akal sehat.Mereka melihat sendiri kalau Eloisa dan Darius sudah cukup dekat, tapi tiba-tiba di hari H, yang menikah dengan Eloisa adalah adik Darius, dimana Dariusnya sendiri terkesan cuek dengan hal itu. Hari seninnya, Darius masuk kerja seperti biasa, seakan tidak ada pernikahannya yang gagal terlaksana. Apakah mungkin ada prank untuk hal sepenting sebuah pernikahan?Setelah mengantar Eloisa ke kampus dimana dia tidak d

  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 106: EXTRA PART 1

    Selama tiga hari menginap di vila, Eloisa sangat dimanjakan oleh Darren. Mereka tidak seperti pengantin baru yang menghabiskan sepanjang hari di kamar, tapi Darren mengajak Eloisa untuk pergi ke tempat-tempat bagus yang ada di sekitar vila tempat mereka menginap.Darren selama ini tidak pernah berjalan berdua dan menikmati waktu bersama-sama dengan Eloisa, walau hanya untuk makan dan melihat-lihat tempat wisata. Karenanya, dia ingin melakukannya mulai dari sekarang, dia akan membuat banyak momen untuknya dan Eloisa, istilahnya ini seperti pacaran setelah menikah. Mereka berjalan berdua di pinggir danau sambil bergandengan tangan, menikmati makanan khas di pinggir jalan. besonya, Darren mengajak Eloisa ke taman, berjalan sambil memberi makan roti tawar pada burung liar.Eloisa banyak tertawa karena memang Darren adalah orang yang menyenangkan, pria itu bisa membawa suasana menjadi ceria dengan tingkahnya. Darren juga tidak pernah menuntut apapun dari Eloisa, dia malah mendorong Eloisa

  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 105: TAMAT

    Tidak terjadi insiden apapun saat acara pemberkatan pernikahan ini, mulai dari Eloisa yang mengucapkan sumpah pernikahannya dengan baik, sampai dengan penandatanganan surat nikah mereka.Kali ini, Darren juga menjadi anak baik, saat disuruh mencium pengantinnya, dia hanya menempelkan bibirnya sebentar dengan bibir Eloisa, dia tidak melumat bibir Eloisa dengan ganas seperti biasanya.Dia mengerti kalau dia harus menjaga martabat Eloisa yang tinggal setengah itu, agar tidak amblas sampai ke dasar. Dalam hati, dia menyabarkan dirinya. Tenang, setelah ini, Eloisa sudah bebas dia peluk, cium dan yang lainnya semau dia, jadi sekarang saja dia harus menjaga sikap!Ada jamuan makan siang di ruangan lain yang sudah disulap menjadi tempat resepsi kecil-kecilan dan disanalah Eloisa tidak bisa menghindar dari rekan-rekan dosennya yang terus menggodanya dan menjadi reporter dadakan.“Ya ampun, Bu Eloisa, kenapa bisa jadi nikahnya dengan Darren?” tanya salah satu Dosen.“Iya, nih, Bu Eloisa, ternyat

  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 104: HARI PERNIKAHAN (3)

    Untuk kesekian kalinya, Eloisa berusaha melepaskan pegangan tangan Darren, dan untuk kesekian kalinya juga gagal. Mereka sudah berada di gereja sejak jam sepuluh, dimana keluarga Hartadi dan keluarga Renata juga sedang dalam perjalanan ke gereja ini, tempat dimana sekarang mereka sedang duduk di ruang tunggu pengantin dan keluarganya, sambil bergandengan tangan sejak lima belas menit yang lalu.Karena pernikahan ini hanya berupa pemberkatan pernikahan saja, dan semua dekorasi dan persiapan sudah dibereskan oleh staf gereja dan Lukas dkk, jadi mereka memang hanya menunggu waktu saja sekarang.“Lepaskan tanganku, Darren,” pinta Eloisa.“Tidak mau,” jawab Darren sambil tersenyum menggoda.“Kenapa juga harus pegangan tangan terus!” keluh Eloisa.“Karena aku tidak boleh memelukmu atau menciummu,” jawab Darren yang membuat Eloisa langsung cemberut, tapi lalu menyerah mencoba menarik tangannya. Sedangkan sebelah tangan Darren masih sibuk mencomot camilan yang disediakan disana, berupa kue-ku

  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 103: HARI PERNIKAHAN (2)

    Karena hari masih pagi dan hari ini adalah hari minggu, mobil yang dikendarai Darren tiba di rumah Eloisa dalam waktu setengah jam.Manda terkejut saat melihat Darren yang sudah rapi, di depan rumahnya. Eloisa memang sudah memberitahu kalau Darren sudah menyewa makeup artis untuk mendandani putrinya itu, tapi dia tidak tahu kalau Darren juga akan datang pagi ini, dia pikir mereka akan bertemu di gereja.“Pagi, Bu,” sapa Darren yang lalu memperkenalkan Jane.“Pagi, Darren,” Manda membalas sapaan Darren dan kemudian berkenalan dengan Jane.“Saya mengantar Jane kemari, sekalian membawa pakaian dan barang-barang saya. Ayah ada?” tanya Darren luwes yang membuat Manda kembali takjub saat melihat sebuah koper besar dan sebuah koper kecil, yang dibawa Darren.“Ayah sedang menyirami bonsainya di belakang,” jawab Manda.“Baik. Darren akan mengantar Jane ke kamar Eloisa dulu, nanti baru menyapa Ayah,” kata Darren sopan.“Ya, mari Ibu antar ke kamar Eloisa,” jawab Manda yang lalu menuntun jalan u

  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 102: HARI PERNIKAHAN (1)

    Hari yang ditunggu telah tiba. Darren bangun di jam enam pagi dan mandi. Dia dengan semangat menunggu Jane datang ke rumahnya untuk membantunya membereskan wajahnya yang hari ini tampak lebih mengerikan daripada kemarin, padahal dia sudah terus mengompres wajahnya itu sejak semalam.“Selamat pagi semuanya!” seru Darren semangat saat memasuki ruang makan.“Kau sangat bersemangat,” kekeh Rosaline yang sedang menyiapkan sarapan. Adianto sedang duduk dan minum kopi, sedangkan Darius sekarang sedang mandi, tadi dia mengalah dan membiarkan adiknya mandi dulu, sedangkan Donny, dia masih tidur.“Tentu saja. Aku menikah hari ini,” kata Darren riang sambil bersenandung.“Kau yakin ingin menikah dengan wajah seperti itu?” tanya Adianto menggoda putranya dan betul saja, senandung Darren langsung berhenti.“Walau aku masuk rumah sakit, Eloisa tetap harus menikah denganku disana,” kata Darren mengerucutkan bibirnya.“Mama juga, kalau ingin membantuku menikah dengan Eloisa hari ini, mengapa juga mem

  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 101: BUCIN AKUT

    Manda dan Anto memperhatikan saat Darren dan Eloisa keluar dari rumah sambil bergandengan tangan, yang katanya masih akan mengurus urusan pernikahan mereka.“Aku merasa seperti sedang bermimpi,” kata Manda dengan mata yang masih memperhatikan Darren yang sekarang sedang membukakan pintu untuk Eloisa.“Mungkin Eloisa memang akan lebih bahagia dengan Darren. Aku bisa melihat kalau Darren memang mencintai Eloisa,” kata Anto yang juga memperhatikan hal manis itu.“Menurutku, Darren sangat bucin pada Eloisa.” kata Manda sambil tertawa bahagia. Dia juga menyadari kalau sepertinya Eloisa memang juga mencintai Darren. Walau sejak tadi Eloisa terlihat agak risih dengan perlakuan manis Darren, tapi dia tidak menghindar saat Darren menunjukkan perhatiannya. Mungkin putrinya itu hanya belum terbiasa dengan sikap Darren yang terlalu jujur dalam menunjukkan perasaannya.Berbeda dengan saat bersama Viktor dulu, baik Eloisa ataupun Viktor selalu menjaga sikap, mereka hanya sesekali bergandengan tanga

  • Diculik Calon Adik Ipar   BAB 100: SEPADAN DENGAN HASILNYA

    “Saya mencintai Eloisa dan Eloisa juga mencintai saya. Jadi, besok sayalah yang akan menikah dengan Eloisa,” kata Darren. Sejak tadi dia sudah memikirkan banyak kalimat manis untuk membujuk kedua calon mertuanya, tapi begitu duduk di depan kedua calon mertuanya, otaknya kosong.“Kenapa langsung ngomong begitu!” omel Eloisa sambil memukul paha Darren karena perkataan frontal pria itu. Sedangkan kedua orang tua Eloisa, masih bengong menatap Darren.“A-apa maksud perkataan, Nak Darren?” tanya Anto yang masih syok. Dia berpikir kalau mungkin dia sudah tua, jadi telinganya salah dengar.“Besok saya yang akan menikah dengan Eloisa, bukan Kak Darius,” kata Darren perlahan sambil menggamit tangan Eloisa yang tadi memukul pahanya. Kedua orang tua itu semakin terbelalak saat melihat tangan Eloisa dan Darren yang menyatu.“Bukan begitu, Ayah, Ibu. Eloisa bisa jelaskan,” kata Eloisa sambil berusaha menarik tangannya dari Darren, yang tentu saja gagal karena Darren malah mengeratkan pegangannya pa

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status