Share

Pencuri

Author: Dek ita
last update Last Updated: 2024-10-11 14:13:56

Lizy yang menoleh tersebut mendapati seorang gadis belia yang kelihatan sangat cemberut sekali menadanginya. Tangannya menyilang, dan wajahnya penuh curiga memandangi Lizy.

Dengan tergugup Lizy memilih buru-buru mengambil semua barang yang barusan terjatuh dari tangannya tersebut. Ia merasa telah dipergoki melakukan sesuatu yang tidak baik oleh orang lain rasanya.

“A- Ah, tidak. Aku hanya-“

“Kamu mau mencuri, kan?!” tuduh dari gadis itu.

“Apa? Tidak. Tidak, sungguh. Aku tidak berniat mencuri,” Lizy membela diri.

“Jangan bohong! Aku tahu kamu-“

“Alya…,” Suara rintihan itu terdengar cukup berat sekali.

Mereka berdua secara spontan menoleh ke samping, dan mendapati bahwa pria yang pingsan itu sudah bangun. Lizy didorong kasar oleh Gadis tersebut.

“Kak! Kakak tidak apa?! Apa kakak dirampok oleh wanita ini?! atau dibegal?!” Matanya membula terbelalak memandangi pria tersebut.

Lizy merasa degup jantungnya berpacu dengan sangat cepat. Ia memandangi pria tersebut dengan tatapan memelas meminta bantuan. Ia bukan pencuri.

Pria itu melihatnya dan mengerti maksud kode dari Lizy. Meski dia pasti tidak tahu pasti apa yang terjadi, tetapi dia kelihatan mau membantu Lizy pada kala tersebut.

“Tidak. Alya. Kalau dia pencuri, kenapa dia di sini?” Suaranya yang lirih itu menyakiti hati saat mendengarnya.

Tak lama dari itu, dari pintu masuk sepasang pasangan tua yang kelihatan begitu panik sekali mendatangi mereka. Lizy segera mundur dari posisi, dan membiarkan orang-orang yang merupakan keluarga pria itu mendekat.

Ia merasa iri, melihat bagaimana mereka peduli satu sama lain. Mungkin punya keluarga itu bisa menyenangkan juga, kan?

“Ah, maaf, kami mengabaikanmu,” Wanita paruh baya itu segera bangun dan menghampiri Lizy yang daritadi tidak menghiraukan dirinya tersebut.

“O- Oh, tidak apa. Ini…, ini barang-barang yang tadi diserahkan oleh pihak rumah sakit saat mengevakuasinya,” Lizy menyerahkan semuanya tanpa menyisakan satu pun.

“Terima kasih, Nak. Kalau tidak ada kamu, mungkin tidak ada yang tahu bagaimana kondisi dari anak kami. Kami tidak tahu bagaimana caranya membalas perbuatanmu ini,” Wanita tersebut merasa sangat terharu.

Dengan kesadaran penuh, Lizy akhirnya punya ide yang harus ia sampaikan. Memang terkesan sangat matre sekali. Tetapi, ia perlu untuk modal bertahan hidupnya kedepannya.

“Kalau tidak keberatan…, apa aku  boleh meminta uang sebagai imbalannya?”

“HEH! DASAR PENCURI!” Gadis tersebut langsung menyela mereka berdua, dan menunjuk dengan kasar ke arah dari Lizy.

“Kamu pasti sengaja ingin memoroti keluargaku karena sudah menolong kakakku, kan?! Jangan pikir kami bisa memberikanmu dengan mudah semua itu!” Gadis itu berbicara dengan sangat kasar.

“Alya, sudah. Kita dengarkan dulu alasannya,” Pria yang tadi pingsan itu sudah duduk di atas ranjang rumah sakit, dan memandanginya.

“Iya, Nak. Kenapa kamu ingin uang sebagai imbalannya?” tanya dari Wanita itu.

Lizy terdiam sejenak. Ia sebenarnya merasa malu untuk mengatakan alasannya. Terlebih dia baru saja diusir dari rumahnya sendiri. Tapi, kalau tidak dikatakan, Lizy mau kemana?

Ia melihat ke arah para orang-orang yang ada di sana. Kelihatannya mereka menunggu jawaban dari Lizy yang mungkin akan terdengar tidak masuk akal sama sekali.

“Sebenarnya, aku baru saja diusir oleh suamiku- ah, lebih tepatnya mantan suamiku. Dia menceraikanku tiba-tiba. sekarang aku tidak punya tempat tinggal, dan tidak punya pekerjaan. Kalau tidak keberatan, aku ingin meminta uang untuk aku menyewa tempat tinggal sementara, tapi, kalau kalian keberatan pun tidak masalah,” jelas Lizy dengan wajah memerah menahan malu.

“Kamu…, dicerai?” tanya pria tersebut.

Semua memandangi ke arah pria yang bertanya dengan wajah tak percaya tersebut.

“Ada apa, Adrian? Kamu tahu dia?” Wanita tersebut bertanya.

“Ah, aku tahu dia istri dari salah satu perusahaan yang mencoba untuk menawarkan diri mendapatkan kerjasama denganku belakangan,” sahut dari pria bernama Adrian tersebut.

“Ah, bagus, setidaknya kamu tahu dia. Bagaimana kalau kamu tinggal bersama kami? Kamu bisa bekera sebagai asisten pribadiku untuk jadwalku,” Wanita tersebut langsung menerima dengan mudahnya.

“A- Apa?” / “APA?!”

Lizy berbicara bersamaan dengan gadis tersebut, tetapi dengan nada yang berbeda pastinya. Mereka saling menatap satu sama lain. Antara merasa tidak senang dan juga tidak terima sudah menjadi satu di dalam benaknya.

“Ma! Mama gila ya?! Bagaimana mama bisa memperkerjakan seorang pencuri di rumah kita!” Gadis bernama Alya tersebut terus menuduh Lizy yang bukan-bukan.

“Alya. Kamu tidak boleh menuduh yang bukan-bukan,” Tante tersebut memberitahu.

Melihat bagaimana orang-orang tak ada di pihaknya, membuat sosok gadis tersebut merasa sangat frustrasi dan ingin marah sekali. Ia akhirnya hanya bisa menahan amarahnya, serta pergi meninggalkan mereka.

Lizy yang melihat suasana jadi tidak nyaman itu merasa tidak enak hati dengan apa yang dirasakan gadis tersebut. Rasanya berlebihan menerima tawaran tersebut.

“Tid- Tidak usah, Tante. Aku akan mencari tempat lain-“

“Hei, jangan begitu. Kamu nanti tinggalnya terpisah dengan rumah utama kami. Mungkin bantuan ini tidak seberapa, tapi kami harap ini bisa membantumu untuk tetap menyambung hidup,” sela dari wanita tersebut.

Lizy merasa sangat tersentuh setelah mendengar ucapan yang membuatnya merasa luluh. Ia menahan air mata dan tetap merasa bersyukur sekali. Tuhan benar-benar baik mendatangkan orang yang tepat saat dirinya kesulitan seperti ini.

****

“Nanti kamu tinggal di rumah itu, ada para bibi pembantu yang juga tinggal di sana,” sebutnya.

“Ah, baik, Tante,” sahut Lizy.

“Oh, satu lagi. Jangan panggil Tante, ya? Panggil saja Bu Hana.”

Lizy menganggukkan kepala. Ia baru saja mengetahui siapa nama wanita tersebut. Rasanya takjub sekali melihat, bagaimana luasnya tempat yang sedang ia masuki. Bahkan ini lebih besar dari yang dirinya sempat pikirkan.

Dirinya berkeliling sejenak untuk melihat beberapa tempat yang sekiranya menarik. Lizy tak bisa berhenti merasa terpukau setelah beberapa melihat bagaimana tempat tersebut menjadi sangat luar biasa untuk terus dipandangi.

“Lizy?” Panggil seseorang.

Lizy melihat ke arah sumber suara, dan mendapati pria yang ia kemarin tolong datang dengan wajah penuh senyuman. Lizy merasa agak gugup dan tidak ahu harus melakukan apa.

“A- Ah, Pak Adrian.., saya-“

“Hahaha, santai saja. Aku hanya ingin menyapa. Umur kita tidak beda jauh, Lizy. Kamu bisa bicara santai denganku,” ungkap dari Adrian.

Lizy hanya tersenyum tipis sambil sedikit membuang muka. Entah kenapa raut wajah Adrian seperti menunjukkan sesuatu yang berbeda.

“Namaku Adrian. Aku belum sempat berkenalan secara resmi denganmu,” Adrian mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan dirinya tersebut.

Lizy menjabat tangan tersebut untuk membalasnya, “Lizy,” singkatnya.

Tangan mereka langsung lepas dengan segera. Rasanya suasana jadi terasa canggung di dekat Lizy. Adrian masih berdiri di depannya, seolah memang masih ada yang ingin disampaikan.

“Kebetulan aku akan keluar. Katanya barang-barangmu masih ada di penitipan, kan? Aku akan mengantarmu,” ucap dari Adrian.

Agak terkejut Lizy mendengarnya. “Ti- tidak usah. Kamu baru keluar rumah sakit. Pasti kondisimu belum fit,” Lizy menolak.

“Tidak, Lizy. Aku tidak kecelakaan parah. Aku hanya tidak sadarkan diri sebentar. Tidak ada luka. Bahkan kalau bekerja sekarang pun, aku bisa,” Adrian memberitahu dengan sedikit mengutarakan candaan kepadanya.

“Jangan! Nanti makin parah!” Lizy melarang.

Adrian senang mendengarnya. Seperti sebuah ucapan yang sudah diharapan dari awal. “Kalau begitu, kamu temani aku saja, bagaimana? Tenang saja, aku sudah memberitahu mama,” ajak dari Adrian.

Melihat bagaimana Adrian yang kelihatan benar-benar baik-baik saja, membuat Lizy sempat ragu. Tetapi, akhirnya ia mengiyakan ajakan tersebut setelah berbicara dengan Bu Hana.

Mereka pergi ke penitipan barang seperti kata Hito yang akan meletakkan barang-barangnya di sana. Lizy memasukkan satu persatu barang tersebut sendirian, sementara Adrian berkata dia ingin mampir ke minimarket sebentar untuk membeli sesuatu.

Ketika sedang sangat sibuknya menyusun barang agar tidak berantakan, sebuah suara datang membuat Lizy merasa gemetar sampai tidak bisa berkutik selama beberapa saat.

“Wah, Lizy. SugarDaddy mana yang kamu cari sampai dapat mobil?”

Lizy spontan berbalik, dan melihat orang yang barusan berkata demikian. Ia jelas mengenalnya dengan baik. Namun, kedua matanya terbelalak, saat ia melihat seorang wanita lain yang ada di gandengannya tersebut.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Mantan Suami

    Matanya terbelalak, dan bola matanya gemetar mendapati bagaimana mantan suaminya, Hito, sudah bersama wanita lain yang kelihatannya mereka sangat mesra sekali pada saat itu.Hito dengan terang-terangan merangkul Wanita tersebut di depan matanya, dan memberikan kecupan manis pada dahi dari wanita tersebut.Hati Lizy terbakar melihatnya. Ia bisa merakan bagaimana panas perasaan yang tengah ia rasakan tersebut. Pengkhianatan yang selama ini tidak ia ketahui, bahkan tak sadar sama sekali.“Aku penasaran. Bagaimana kamu bisa mendapatkan seorang pria dalam waktu semalah setelah aku usir,” ucap dari Hito, sambil melihat ke arah mobil yang dimana Lizy sedang memasukkan barang.Lizy tak bergeming sedikit pun. Ia merasa mau menangis. Bahkan sambil menelan ludah, ia menahan diri untuk tak menunjukkan bagaimana lemahnya dirinya di depan dari Hito.Hito mendekat, kemudian mendorong dahi Lizy sambil memukul pelan kepala Lizy sambil tersenyum miring, dan memberikan tawa yang sangat licik sekali.“Su

    Last Updated : 2024-10-11
  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Berada di Pihakku

    “Tu- Tuan Adrian!” Seru wanita yang ada di depannya itu.Adrian masuk ke dalam dengan langkah yang sangat mengintimidasi sekali. Bahkan wanita yang menunggu di pintu itu sudah menunduk. Lizy bingung dengan keadaan sekarang.“Aku tanya sekali lagi, kenapa kalau dia memanggilku langsung dinamaku?” Adrian mempertegas sekali lagi.“Ma- Maaf Tuan. Ba- bagi saya itu kurang sopan. Apalagi dia orang baru di sini.”“Lalu? Itu bukan urusanmu, Nia. Dia orang yang telah menyelamatkanku saat kecelakaan. Sekali lagi kamu menggangguku, aku akan membuatmu dalam masalah,” ucap Adrian.“Ma- Maaf Tuan,” Perempuan itu sudah tidak dapat bergerak lagi setelah itu.“Apa lagi? Keluar!” Dua perempuan yang tadinya seperti ingin mencari masalah dengan Lizy, langsung keluar dengan segera. Mereka seperti baru saja mendapatkan peringatan besar sekali. Sementara Lizy tidak tahu harus bertindak bagaimana lagi.“Maaf…, Adrian.., sepertinya aku memang tidak sopan langsung memanggil namamu. Apalag

    Last Updated : 2024-10-11
  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Pertengkaran Wanita

    Mia begitu marah mendengar bagaimana cara bicara dari Lizy yang memang terkesan sangat menyebalkan sekali. Tetapi dia kelihatan menahan diri agar tidak meledak dan membuat kekacauan yang tidak terkendali lagi.“Kamu itu sudah bekas, Lizy…, seharusnya kamu tidak mencari pria yang bagus untuk dirimu,” Mia berkata sambil menekankan setiap kata yang keluar dari mulutnya tersebut.Sedikit pun Lizy tidak merasa tersinggung dengan apa yang barusan dikatakan oleh Mia. Wanita ini hanya sedang berusaha memancing emosi agar dirinya bisa melampiaskan saja.“Jadi, menurutmu karena aku sudah pernah menikah, aku tidak boleh mencari pria yang lebih baik dari segala sisi?” Lizy bertanya dengan nada yang menjengkelkan.“Ya. Kamu seharusnya mencari yang selevel denganmu. Bukan malah yang ada di atasmu!” tegas Mia.Lizy diam sejenak. Ia kemudian memperbaiki posisi duduk, dengan bersandar pada kursi, dan menyilangkan kakinya dengan menunjukkan seberapa dirinya tidak mendengarkan ucapannya barusan.“Lalu k

    Last Updated : 2024-11-07
  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Keanehan Adik Adrian

    Sampai di rumah, Lizy memberikan belanjaan yang sudah ia beli tersebut. Sementara para asisten rumah tangga yang lain kelihatan memasang wajah runyam dan masam sekali saat melihat Lizy yang baru saja datang bersama dengan Adrian.“Kalian darimana saja? Kenapa pulangnya belakangan?” Bu Hana bertanya kepada dirinya dan Adrian dengan raut wajah khawatir.“Maaf sebelumnya Bu, kami hanya-““Mia datang lagi. Sepertinya dia sekarang akan menargetkat Lizy,” Adrian segera menyela obrolan.Langsung menoleh dengan tatapan tajam Lizy ke arah dari Adrian yang memberikan jawaban sangat santai dan tanpa beban sama sekali. Dia sebenarnya tidak ingin mebeberkan perihal itu, makanya dirinya berusaha menyembunyikan.Namun, respon dari Bu Hana kelihatan kaget dan malah seperti orang yang was-wasnya makin menjadi setelah mendengar jawaban itu. Dia segera menghampiri Lizy dengan raut yang sedih.“Apa yang dia lakukan padamu? Apa dia melakukan hal buruk? Dia tidak memukulmu, kan?” tanya Bu Hana.“T- Tidak.

    Last Updated : 2024-11-08
  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Aku Akan Menjaga Lizy

    Adrian sama sekali tidak bisa berkata-kata setelah membaca apa yang ada di tangannya tersebut. Rasanya mustahil sekali. Lizy adalah orang yang selama ini dicari banyak orang karena ini?!“Mama yakin?” Adrian masih sedikit ragu.“Mama masih mencaritahu. Sengaja mama memasukkannya ke perusahaanmu, untuk melihat seberapa besar dia akan membantumu. Mama rasa, ini alasan mantan suaminya tidak memberikannya bekerja. Karena dia tahu Lizy orangnya berpotensi,” Mama memberitahu.“Tapi ma, ini berlebihan. Aku memang bisa saja langsung menerimanya, aku tidak masalah. Tapi pikirkan bagaimana pandangan orang-orang akan memandangnya? Dia akan dicap aneh-aneh!” Adrian masih mencoba memberikan penolakan.Mama memperhatikan Adrian, kemudian tersenyum miring melihat anak lelakinya yang tampak sangat khawatir sekali. Tetapi, ia lebih memandangi dengan tatapan yang merasa sangat curiga sekali.“Ada apa ini, Adrian? Tidak biasanya kamu seperti ini…, apa kamu ada rasa dengannya?”Adrian tertegun mendengarn

    Last Updated : 2024-11-09
  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Lebih Baik Darinya

    Dengan perasaan yang membara dan juga menggebu, jelas Mia marah sekali. Rasanya masih tidak terima melihat Adrian yang lebih memilih wanita tersebut.“Kenapa kamu sangat membelanya?! Apa aku kurang berharga bagimu?! Aku lebih menarik dan bahkan aku lebih cantik darinya!” tegas dari Mia.Suaranya yang menggelegar tersebut jelas membuat para karyawan yang mendengarnya jadi melihat ke arah mereka. Menjadikan diri mereka sebagai tontonan yang menarik dan bahkan sangat menyenangkan untuk digosipkan.“Memang siapa yang mengatakan dirimu cantik?” Adrian dengan ketusnya bertanya kepada Mia.Seketika Mia tergagap hendak menjawabnya. Ia kembali dibuat tersinggung dengan ucapan dari Adrian yang terbilang cukup membuatnya merasa kesal.“A- Apa?! Apa bagimu aku tidak seperti itu?!”Adrian dengan enteng menjawab, “Kamu bahkan tak kuanggap wanita setelah tahu sifatmu,” balasnya.Ternganga tak percaya Mia mendengarnya. Ia mengalihkan pandangannya ke arah Lizy yang sedaritadi diam tidak mengatakan apa

    Last Updated : 2024-11-10
  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Pencari Masalah

    Mia terus memperhatikan gerak-gerik dari Hito selama di rumah. Ia menunggu, kapan suaminya akan melakukan apa yang ia katakan kepadanya tersebut.Rasanya tidak sabar pastinya ingin melihat Lizy terpuruk dan mengalami apa yang ia harapkan. Wanita itu harus tahu rasa dulu supaya dia sadar bahwa dia bukan apa-apa.Tetapi, hari ini Mia tak pernah merasa lelah sama sekali untuk mendekati Adrian lagi. Ia ingin sekali mendekati pria itu, dan menjadikannya miliknya.‘Apa yang harus aku lakukan untuk memikatnya?’ batinnya lagi.Mia keluar dan kali ini berada di sebuah café yang cukup fancy untuk dirinya tersebut. Sambil duduk melamun dan memikirkan kembali apa yang harus ia lakukan, Mia memandangi minuman yang ia beli tersebut.Saat memandangi keluar, ia melihat sosok gadis yang jelas ia kenal sekali. Sambil menyeringai licik, Mia memperhatikan kemana perginya gadis itu. Sudah lama sekali dirinya tidak melihat si gadis itu lagi.Adik Adrian, Alya, jelas Mia mendengarnya. Karena ia pernah menco

    Last Updated : 2024-11-11
  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Baik-Baik Saja?

    Tak puas sampai di sana, Mia memeluk kaki Lizy dan menggigitnya di bagian betis hingga terasa dengan sangat keras sekali.Lizy tak berusaha menendangnya, ia tahu akan terjadi hal lebih buruk kalau ia sampai menendang wajah dari wanita itu. Jadi Lizy lebih memilih menarik secara terpisah rambut Mia sampai ia merasa sakit sendiri.“AGHHH!” teriaknya.“Lepaskan!” Lizy membalas.Mia melepaskan tangannya dari kaki Lizy, dan kini hanya bisa memegangi kepala setelah Lizy melepaskannya. Melihat bahwa Mia tak lagi bisa berkutik, akhirnya Lizy menarik Alya pergi menjauh dari sana.Dengan langkah yang segera, Lizy menghentikan taksi dan juga langsung mengajak Alya masuk ke dalam sana. Alya masih merasa syok setelah melihat pertengkaran di depan matanya.Cepat Lizy melihat ke arah Alya, dan memegang tangannya dengan erat, “Kamu tidak apa?” tanya Lizy, masih tenang.Alya yang daritadi hendak bicara namun tertahan itu hanya bisa tergagap selama beberapa saat, tetapi ia masih gemetar saat dipegang o

    Last Updated : 2024-11-12

Latest chapter

  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Last Think Forever

    Lizy merasa sangat senang. Meski sering kali ditinggalkan oleh Adrian untuk urusan pekerjaan, Adrian tak pernah melewatkan satu haripun untuk bisa memasak dan menemani Lizy.Sampai beberapa bulan berlalu. Dimana anak Loz dan Nana sudah lahir, dan kehamilan Lizy juga sudah mulai membesar. Ia tak menyangka bahwa membawa perut sebesar ini akan membuatnya sedikit kewalahan. Jujur saja, Lizy bisa merasakan bahwa sekarang ia tak mampu melakukan apapun.Kakinya membengkak dan juga sekarang Lizy merasa sangat cepat kepanasan. Badannya juga terus berkeringat dan membuat Lizy merasa tak nyaman karena saking lengketnya. Tak sekali dua kali Lizy mandi dalam sehari.“Sayang, apa kamu akan mandi lagi?” tanya Adrian yang baru saja selesai mencuci piring di hari liburnya.Lizy yang sudah membawa handuk itu hanya bisa tertawa kecil mendapati dirinya sudah terpergok oleh suaminya yang mengenakan pakaian cukup tebal tersebut.“Haha. Panas sekali, Adrian. Aku tak bisa menahan diri untuk tidak mandi,” bal

  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Jadi Makin Sayang

    “Sudah, sudah. Jangan membicarakan hal seperti itu. Tidak baik,” Lizy segera menyela agar nantinya tidak terjadi pertengkaran di antara Adrian dan juga Loz.Mereka berbincang dengan topik yang lain setelah Lizy mengalihkan. Memang agak aneh karena ternyata mereka berdua masih memiliki sedikit dendam yang bisa disadari dengan mudah.“Kapan kamu akan melahirkan, Nana?” tanya Lizy.“Sebentar lagi. Yah, paling lambat sebulan lagi. Tapi kemungkinan lebih cepat juga mungkin. Jadi aku harus tetap siap sedia,” jawab Nana.“Kamu sudah menyiapkan peralatan bayinya?” tanya Lizy, lagi.Nana menganggukkan kepala. “Tinggal beberapa yang bisa dibeli belakangan. Untuk nanti baru lahirnya aku sudah ada,” jawab Nana.Lizy menyiku Adrian yang ada di sampingnya, kemudian berbisik pelan. Ia meminta izin kepada suaminya untuk memberikan sesuatu yang dari awal sudah salah debeli, jadi tidak ada salahnya kalau ditawarkan ke orang lain.“Apa kamu perlu alat pengayun bayi otomatis, Nana?” Adrian menawarkan.“M

  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Kehamilan Lizy

    Lizy menganggukkan kepala membenarkan berita tersebut kepada Adrian. Adrian yang mendengarnya pun tak percaya awalnya. Tetapi, melihat bahwa Lizy sampai menangis membuat Adrian juga tak bisa menyangkal sama sekali. Semakin jelas bahwa memang Lizy sekarang sedang hamil.Segera Adrian memeluk Lizy dengan sangat erat dan memberikan kecupan yang begitu manis pada Lizy. Lizy membalas pelukan tersebut untuk memberikan selamat kepada Adrian atas apa yang sudah mereka dapatkan.“Terima kasih…, terima kasih, Lizy,” ucap Adrian dengan amat suka cita.Orang-orang yang ada di sekitar mereka juga merasa sangat senang dengan berita bahagia tersebut. Bahkan beberapa orang bertepuk tangan membuat Lizy makin merasa terharu.“Lizy!” Suara itu menggema dan membuat Lizy langsung menolah ke arah Loz yang baru saja memanggilnya.Loz melotot memandangi Lizy. Ia sepertinya juga sudah mendengar berita tersebut dari Nana. Kelihatan bahwa Loz menyambut kehamilan Lizy yang sangat ditunggu tersebut. Loz langsung

  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Keluarga Besar

    Kali ini Lizy mulai punya lingkup keluarga yang lebih besar lagi. Ibu juga sudah mulai bicara dengan keluarga Nana, mendengarkan lebih banyak dan mencaritahu lebih detail. Ibu juga meminta maaf atas sikapnya selama ini.Jadi, sekarang bisa dikatakan bahwa keluarga Lizy, Adrian, dan juga Nana bisa menjadi satu setelah semua kesalahapahaman yang tidak diperlukan selesai. Mereka kini bisa menerima satu sama lain dengan baik tanpa rasa curiga sama sekali. Lizy merasa senang sekali.Kehamilan Nana yang kini sudah makin membesar jelas disambut dengan hangat sekali. Ayah memfasilitasi Nana di rumah. Dan ibu juga memanjakan Nana dengan segala perawatan dan juga latihan bagi ibu hamil pastinya.Lizy merasa senang, tetapi juga merasa sangat iri sekali. Ia juga ingin berada di posisi tersebut. Meski pastinya akan sangat sulit sekali untuk bisa benar-benar berada di posisi Nana. Lizy perlu perjuangan yang besar sekali.“Lizy!” seru Nana yang memanggilnya.“Ya?” Lizy membalasnya saat ia sedang mem

  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Ibu Sebenarnya Menyukaimu

    Nana mau makan dengan lahap setelah Lizy menyuapinya dan takkan berhenti apabila makanannya belum habis. Nana memang sakit, tapi Lizy tidak mau sakitnya malah merambat pada anak dalam kandungannya, dan akan membuat sakit Nana lebih besar nantinya.“Kamu sangat baik, Lizy. Bahkan suamimu juga baik,” ucap Nana.“Haha, terima kasih. Aku akan tetap baik kalau orang lain juga memperlakukanku dengan cara yang sama,” balas Lizy.Tampak Nana memandangi Lizy dengan tatapan yang membulat dan juga seperti hendak mengatakan sesuatu kepada Lizy. Lizy menyadarinya, jadi ia langsung melihat ke arah Nana dengan tatapan yang bertanya.“Ada apa? Apa masih ada yang mengganjal dalam hatimu?” tanya Lizy sambil merapikan semua wadah yang ia bawa.“Aku penasaran…, bagaimana caranya diterima di keluargamu. Suamimu juga tampaknya sangat diterima baik sekali,” tanya Nana yang merasa sangat iri dan juga bisa dilihat bahwa dia seperti merasa tak tega sama sekali.Lizy terdiam sejenak sambil hendak menyiapkan jaw

  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Mengertilah

    Lizy yang mendengar ibunya mengeluh itu sebenarnya merasa sangat jengkel sekali. Dia juga seorang ibu dan sama-sama seorang wanita juga. Tapi bisa-bisanya sang ibu malah berkata begitu.Di depan ruangan igd sang ibu mengomeli Loz berkali-kali meski sudah sangat diabaikan. Sayangnya suara ibu itu seperti menusuk ke dalam telinga. Karena Lizy juga merasa sangat kesal meski hanya dengan mendengarkannya.“Ibu tidak mengerti, padahal ini hari pentingnya, kenapa dia bisa-bisanya-““Bu!” Lizy menggertak karena merasa kesal sekali.Orang-orang yang ada di sana langsung menoleh ke arah Lizy dengan Ibu yang langsung terdiam dari omongannya yang tidak berarti sama sekali saat ini. Lizy merasa kesal meski hanya dengan mendengarkan saja.“Aku mengerti ibu kesal sekarang ini. Tapi, ibu tak pantas berkata begitu. Nana juga tidak mau hari pentingnya berada di rumah sakit. Apa ibu memikirkan bagaimana perasaannya kalau mendengar ibu mengatakan hal itu padanya?” Lizy mulai mengoceh karena tak bisa mena

  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Pernikahan Loz

    Setelah perjalanan panjang karena adanya pertentangan dari keluarga pihak perempuan, akhirnya Loz bisa melangsungkan pernikahan meski secara tertutup atas permintaan keluarga perempuan.Meski sebenarnya terlihat beberapa pihak keluarga Lizy yang tidak senang, Lizy lebih melihat bahwasannya kakaknya tampak sangat menyukai pernikahan tersebut. Tampaknya tidak ada permasalahan bagi Loz saat itu.“Kamu merasa gugup?” tanya Lizy pada Nana, calon istri Loz.“Sedikit. Aku hanya merasa tidak enak hati pada Loz. Keluargaku sangat banyak menntut darinya. Pasti rasanya berat sekali menurutinya,” ucap Nana yang merasa sangat bersalah memberikan jawaban Lizy.“Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Loz ada dipihakmu, dan itu jelas jauh lebih dari cukup untuk kamu bisa berhadapan kedepannya,” ucap Lizy.Nana yang sedang mengenakan gaun pengantin dan duduk di depan cermin itu tersenyum menatapinya lewat pantulan cermin. Lizy membalas senyuman itu dan menepuk bahunya dengan pelan.“Jangan terlalu stres

  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Berita Baik Namanya

    Tetapi, sayang sekali lelucon Adrian sama sekali tidak masuk ke dalam humor Loz yang sangat tidak garing tersebut. Jadi Lizy memilih menyiku sedikit Adrian agar tidak tertawa. Karena leluconnya tak mampu mencairkan suasana.“Tapi, kenapa kamu ke sini? Tak mungkin kamu datang hanya untuk menanyakan perihal tersebut, kan?” singgung Lizy.Loz yang tadinya khawatir tersebut kini mendadak berubah menjadi tegang dan tidak bisa bicara selama beberapa saat. Dia terpaku di tempatnya tak bisa mengatakan sepatah kata apapun selama beberapa saat.Lizy yang melihat keanehan itu jelas langsung merasa curiga sekali. Tak biasanya Loz akan berubah seperti ini dengan begitu cepatnya. Ini persis seperti bagaimana dia sebelumnya pernah datang dengan membawa perasaan bersalah kemari.“Ada apa?” Lizy mulai bertanya dengan suara yang halus kepadanya.Loz tampak merasa ragu hendak memberikan jawaban kepada Lizy. Kalau sepert ini, Lizy jadi makin yakin memang sengaja ada yang coba disembunyikan dan juga ditut

  • Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin   Dramatis Sekali

    Luna yang sempat tak mampu menjawab itu ingin marah setelah mendengar jawaban Adrian. Ia tak puas sama sekali. Luna terlalu berlebihan dalam mengejar orang yang sudah dimiliki orang lain.Baru saja Adrian menarik Lizy dan hendak berjalan meninggalkan tempat. Mendadak saja Luna kembali mengejar dan kembali menghadang mereka berdua yang kini berdiri lagi.Wajahnya tersengal dengan emosi yang memuncak besar sekali. Sampai-sampai Lizy bisa melihat tatapan kebenciannya yang menyatu dengan rasa iri hati yang terlalu besar memandangi Lizy.“Aku tidak peduli, Adrian! Kamu harus jadi milikku! Dan itu mutlak! Tidak ada yang boleh memilikimu selain aku!” tegas Luna sambil memukul diri berkali-kali menegaskannya.Orang-orang yang ada di sana sudah memandangi mereka dan bahkan menyodorkan layar ponsel merekam kegilaan dari Luna. Keanggunan Luna yang tadi Lizy lihat sudah sirna. Kini ia berubah menjadi dirinya yang sebenarnya.‘Wow, dia kalau dipasangkan dengan Hito pasti sangat cocok sekali,’ bati

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status