Home / Fantasi / Dewi Penyembuh Surgawi / Menyebar Bagai Angin

Share

Menyebar Bagai Angin

Author: Yu.Az.
last update Last Updated: 2025-01-09 15:30:56

Kabar perceraian Permaisuri Zhao Xueyan dengan Kaisar Zheng Yu menyebar dengan cepat, seperti api yang menyambar dedaunan kering.

Istana yang biasanya penuh dengan politik dan desas-desus kini bergejolak dengan spekulasi baru. Namun, kabar itu tidak berhenti di istana.

Dalam waktu singkat, berita itu sampai ke telinga Jenderal Zhao, ayah dari Zhao Xueyan, yang saat ini tengah berada di perbatasan kekaisaran bersama istrinya, Nyonya Zhao.

Jenderal Zhao Yun, seorang pria paruh baya dengan wajah tegas dan tubuh yang gagah, sedang memimpin strategi pertahanan ketika salah satu pengawal pribadinya masuk tergesa-gesa ke dalam tenda komando. "Jenderal, kabar dari istana!" katanya dengan suara bergetar.

Jenderal Zhao mengambil gulungan surat yang diserahkan padanya. Begitu ia membaca isi surat itu, tangannya mengepal kuat, hampir meremas kertas di tangannya. Wajahnya yang biasanya tenang kini memerah karena amarah. "Berani sekali Kaisar Zheng Yu mempermalukan keluarga Zhao seperti ini!"

Par
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Akhirnya Terbebas

    Keesokan paginya, Zhao Xueyan meninggalkan istana kekaisaran dengan tenang. Hanfu sederhana yang dia kenakan tampak anggun, dengan cadar yang menutupi wajahnya seperti biasa. Di belakangnya, Niuniu membawa sebuah kotak kecil, menyusuri jalan yang panjang dan sepi menuju gerbang utama istana.Di pertengahan jalan, langkah Zhao Xueyan terhenti. Dari arah depan, Selir Mei Xiao muncul bersama para pelayannya. Wajah Selir Mei Xiao memancarkan kepuasan, bibirnya melengkung membentuk senyuman penuh ejekan."Oh, bukankah ini mantan permaisuri Zhao? Ternyata kamu benar-benar diusir dari istana," Selir Mei Xiao berkata dengan nada mengejek, menatap Zhao Xueyan dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Apakah rasanya menyakitkan kehilangan segalanya? Kekuasaan, kehormatan, bahkan suami yang kamu cintai?"Zhao Xueyan tetap tenang, seperti batu karang yang tidak tergoyahkan oleh ombak. Dengan langkah anggun, dia mendekati Selir Mei Xiao, lalu menatapnya tajam melalui cadarnya. "Lucu sekali. Kamu berpi

    Last Updated : 2025-01-09
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Kediaman Jenderal Zhao

    Ketika kereta berhenti di depan gerbang utama kediaman keluarga Zhao, para pelayan segera berbaris rapi dengan sikap penuh hormat. Pintu gerbang yang besar dan megah dibuka lebar-lebar, menampilkan halaman yang luas dan indah, dihiasi taman yang terawat dengan sempurna. Mereka semua telah menerima pesan langsung dari Jenderal Zhao, memastikan setiap persiapan untuk menyambut putri kesayangannya dilakukan dengan sempurna.Saat Zhao Xueyan turun dari kereta, langkahnya tetap tenang dan anggun seperti biasanya. Hanfu sederhananya yang elegan serta cadar tipis yang dikenakannya menambah aura misterius pada dirinya. Para pelayan segera membungkuk dalam-dalam, memberikan penghormatan."Selamat datang, Nona Muda," ujar kepala pelayan dengan suara tegas namun sopan. "Kami telah mempersiapkan segalanya sesuai instruksi Tuan Jenderal. Jika ada yang Nona perlukan, kami siap melayani."Zhao Xueyan mengangguk pelan. "Terima kasih. Aku harap kalian tidak merepotkan diri terlalu banyak."Para pela

    Last Updated : 2025-01-10
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Kedatangan Jenderal Zhao

    Hari itu akhirnya tiba, sebuah momen yang telah lama dinantikan. Setelah perjalanan panjang yang melelahkan, Jenderal Zhao Yun dan istrinya akhirnya kembali ke kediaman keluarga Zhao. Kehadiran mereka segera menarik perhatian rakyat. Namun, tidak ada kehebohan besar, karena semua orang sudah menduga Jenderal Zhao akan kembali setelah mendengar kabar perceraian putrinya dengan kaisar Zheng Yu.Di sudut-sudut jalan, orang-orang berbisik-bisik, memandang rombongan besar yang mengawal kepulangan Jenderal Zhao dengan penuh rasa ingin tahu.“Ternyata Jenderal Zhao, pulang lebih cepat dari yang kita perkirakan,” bisik seorang pembeli. “Benar! Aku mengira seperti itu juga!” "Kau pikir Jenderal Zhao akan membiarkan masalah ini begitu saja?" bisik seorang pedagang."Tentu tidak," sahut yang lain. "Bagaimana pun, putrinya adalah mantan permaisuri. Aku yakin dia akan meminta keadilan."Namun, semua itu hanyalah spekulasi. Tidak ada yang tahu bahwa di dalam hati Jenderal Zhao Yun, ada kekhawati

    Last Updated : 2025-01-10
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Kegelisahan Kaisar Zheng Yu

    Di Istana Kekaisaran Zhengtang, suasana tegang terasa di Balairung Agung. Kaisar Zheng Yu duduk di singgasananya dengan raut wajah penuh kegelisahan. Berita tentang kembalinya Jenderal Zhao Yun dari perbatasan telah sampai ke telinganya beberapa hari yang lalu, dan sejak itu, pikirannya tidak tenang.Dengan prajurit yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada milik kekaisaran, ditambah pengaruh besar Jenderal Zhao Yun di kalangan rakyat dan pejabat militer, kemungkinan pemberontakan selalu menjadi bayangan yang menghantui Kaisar Zheng Yu. Apalagi setelah keputusan menceraikan Zhao Xueyan, kaisar Zheng Yu menyadari bahwa tindakannya dapat dianggap sebagai penghinaan terhadap keluarga Zhao, yang telah berjasa besar untuk kekaisaran.Di tengah kegelisahannya, Selir Mei Xiao datang mendekat. Dengan langkah anggun dan senyum yang penuh tipu muslihat, dia duduk di samping Kaisar Zheng Yu dan mulai berbicara dengan nada lembut."Yang Mulia, mengapa Anda tampak begitu cemas? Apakah karena kem

    Last Updated : 2025-01-11
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Keterkejutan Jenderal Zhao

    Setelah menikmati makan malam dengan kehangatan keluarga, Jenderal Zhao Yun, Nyonya Zhao, dan Zhao Xueyan duduk di ruang tengah yang dihiasi dengan ornamen sederhana namun elegan. Malam itu diterangi oleh lentera-lentera lembut yang menggantung di sudut ruangan, menciptakan suasana tenang untuk berbincang.Jenderal Zhao Yun duduk dengan sikap tegas, namun jelas terlihat kemarahan yang terselubung di wajahnya. Ia menatap putrinya dengan mata penuh tekad. "Xueyan, Ayah tidak bisa membiarkan ini begitu saja. Penghinaan terhadapmu adalah penghinaan terhadap keluarga Zhao. Besok Ayah akan menghadap ke istana untuk memprotes keputusan itu. Kaisar Zheng Yu harus bertanggung jawab!"Zhao Xueyan, yang duduk dengan tenang di sisi ibunya, hanya tersenyum tipis mendengar kata-kata ayahnya. Dengan suara lembut namun penuh ketegasan, ia berkata, "Ayah, tidak perlu seperti itu. Perceraian ini terjadi karena aku yang menginginkannya."Kata-kata itu membuat Jenderal Zhao Yun terkejut. Alisnya berkeru

    Last Updated : 2025-01-11
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Membuat Mereka Heran

    Zhao Xueyan mengangguk. "Jangan khawatir, Ayah. Xueyan tahu batasannya. Pil ini hanya untuk membantu mempercepat proses yang terhambat. Dengan kultivasi Ayah yang saat ini berada di ranah lanjutan 1, pil ini bisa sedikit membuka jalan yang tersumbat."Nyonya Zhao yang duduk di sampingnya juga tidak ketinggalan mencoba pil tersebut setelah Zhao Xueyan memberikannya padanya. Begitu pil itu masuk ke dalam tubuh, keduanya merasakan kehangatan yang mengalir dan meluruhkan ketegangan dalam tubuh mereka."Ayah, Ibu, jika kalian merasa ada perubahan positif, aku akan memberikan lebih banyak untuk kalian. Xueyan ingin kalian sehat dan kuat, agar bisa terus mendukungku dalam menghadapi masa depan." Zhao Xueyan berkata dengan tulus, meski hatinya terasa lebih berat dari yang bisa dia ungkapkan.Jenderal Zhao Yun akhirnya tersenyum tipis, merasakan energi yang mulai mengalir lebih lancar setelah mengonsumsi pil tersebut. "Ayah merasakan sesuatu yang berbeda, Xueyan. Aku merasa Qi-ku lebih lancar.

    Last Updated : 2025-01-11
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Memulai Hidup Baru

    Pagi itu, meja makan keluarga Zhao terasa hangat. Jenderal Zhao Yun dan Nyonya Zhao menikmati masakan yang kembali dibuat oleh Zhao Xueyan. Di tengah kehangatan itu, Zhao Xueyan perlahan membuka pembicaraan yang mengejutkan kedua orangtuanya."Ayah, Ibu," kata Zhao Xueyan sambil meletakkan cangkir tehnya dengan anggun. "Aku berencana untuk membuka usaha. Aku sudah memikirkannya dengan matang."Jenderal Zhao Yun menghentikan makannya, menatap putrinya dengan alis terangkat. "Membuka usaha? Xueyan, apakah kamu merasa kekurangan koin emas? Ayah bisa memberimu lebih banyak jika kamu butuh."Zhao Xueyan tersenyum kecil, menggelengkan kepalanya. "Bukan begitu, Ayah. Aku tidak melakukannya karena kekurangan. Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat. Usaha ini bukan hanya untukku, tapi juga untuk membantu mereka yang membutuhkan, seperti para pengemis jalanan dan pengangguran. Aku ingin memberi mereka pekerjaan dan kesempatan untuk memulai hidup baru."Nyonya Zhao yang sejak tadi men

    Last Updated : 2025-01-12
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Membeli Budak

    Saat mereka tiba di depan toko yang dimaksud, Jenderal Zhao Yun membuka pintu yang sudah lama terkunci. "Ini dia," katanya sambil melangkah masuk. Toko itu terlihat cukup besar dengan ruang yang luas. Meskipun terlihat berdebu dan sedikit usang, potensi tempat itu sangat jelas.Zhao Xueyan mengamati sekelilingnya dengan teliti. Dalam pikirannya, ia sudah membayangkan bagaimana toko itu akan diubah menjadi tempat usaha yang menarik dan nyaman. "Ini sempurna, Ayah. Aku akan mulai membersihkan dan mengaturnya sesegera mungkin.""Jika kamu membutuhkan sesuatu, jangan ragu untuk memberi tahu Ayah," kata Jenderal Zhao Yun dengan nada penuh perhatian.Zhao Xueyan mengangguk, lalu melihat ke arah Niuniu. "Kita mulai dari sini, Niuniu. Bersiaplah, ini akan menjadi langkah pertama untuk membuktikan bahwa aku lebih dari sekadar wanita yang diceraikan."Niuniu tersenyum penuh semangat. "Tentu, Nona. Saya akan membantu dengan sepenuh hati."Mereka segera mulai membersihkan toko itu bersama bebera

    Last Updated : 2025-01-12

Latest chapter

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 299

    Zhao Xueyan mengibaskan tangannya, keempat mayat itu menghilang begitu saja. Kaisar Tian Ming dan Wu Liang terkejut, saling bertukar pandang sebelum menatap Zhao Xueyan dengan penuh tanya."Ke mana mayat-mayat itu?" tanya Kaisar Tian Ming dengan alis berkerut.Zhao Xueyan tetap tenang. "Mereka berada di tempat yang layak," jawabnya singkat. "Aku akan meneliti mereka lebih lanjut."Wu Liang yang masih kebingungan akhirnya bertanya lagi, "Meneliti? Maksudmu?"Zhao Xueyan menatapnya sekilas sebelum menoleh ke arah Niuniu. "Nanti akan kujelaskan. Sekarang, lebih baik kita beristirahat dan makan siang di sini."Meskipun masih bingung, Kaisar Tian Ming dan Wu Liang tidak bertanya lebih lanjut. Mereka percaya bahwa Zhao Xueyan memiliki alasannya sendiri.Mereka berjalan menjauh dari lokasi, mencari tempat yang lebih nyaman. Setelah menemukan sebuah tempat yang cukup lapang di bawah pepohonan rindang, mereka segera duduk.Niuniu dengan sigap mengambil makanan dari cincin ruang penyimpanannya.

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 298

    Saat fajar mulai menyingsing, Zhao Xueyan dan Kaisar Tian Ming segera bergegas menuju arah selatan, tempat Kekaisaran Heifeng berada. Setelah mendapatkan informasi dari mata-mata kepercayaan Kaisar Tian Ming, mereka tak bisa lagi menunda pergerakan. Ancaman dari bangsa iblis yang telah mengumumkan perang semalam bukan hal yang bisa diremehkan. Lebih dari itu, pengkhianat yang bersembunyi di dalam kekaisaran manusia harus segera dibereskan sebelum semuanya terlambat.Dengan kecepatan penuh, Zhao Xueyan dan Kaisar Tian Ming melesat menaiki kuda-kuda mereka yang berlari seperti bayangan di tengah angin pagi. Di belakang mereka, Niuniu dan Wu Liang ikut serta, siap melindungi majikan masing-masing dengan kesetiaan penuh.Sepanjang perjalanan, Kaisar Tian Ming tampak murung. Tatapan tajamnya penuh dengan niat membunuh. "Pengkhianat itu harus segera dienyahkan," gumamnya dengan suara dingin.Zhao Xueyan yang menunggangi kudanya di sisi sang kaisar menatapnya sejenak. "Aku tahu kau ingin me

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 297

    Setelah pertarungan yang melelahkan itu selesai, suasana mencekam masih menyelimuti desa Buo. Mayat-mayat hidup yang sebelumnya mengerikan kini telah berubah menjadi abu, dan para pria berjubah hitam telah dilenyapkan. Namun, sebelum siapa pun bisa bernapas lega, tiba-tiba sebuah suara menggema di seluruh langit. Suara itu berat, tajam, dan penuh dengan aura mengintimidasi."Aku, Penguasa Kegelapan, mengibarkan bendera perang untuk seluruh benua! Aku akan mengambil alih daratan manusia! Mereka yang memilih untuk bergabung, akan disambut. Tapi mereka yang menolak, akan dihancurkan tanpa belas kasihan!"Suara itu menggema dengan kekuatan besar, membuat siapa pun yang mendengarnya merasakan tekanan yang luar biasa. Para warga desa yang baru saja mulai merasa aman, kembali dicekam ketakutan. Mata mereka membelalak, tubuh mereka bergetar, dan napas mereka tertahan dalam dada.Zhao Xueyan menatap langit dengan ekspresi tajam. Insiden ciumannya dengan Kaisar Tian Ming yang masih membuatnya

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 296

    Dalam hitungan detik, serangan itu hampir mengenai tubuhnya. Zhao Xueyan berusaha menghindar, namun efek ilusi membuat pergerakannya sedikit melambat. Clang! Tepat saat cakar iblis itu hampir menyentuhnya, sebuah pedang lain datang menangkis serangan itu dengan dentingan logam yang memekakkan telinga.Mata Zhao Xueyan terbelalak saat melihat siapa yang telah menolongnya. Di hadapannya, berdiri seorang pria dengan jubah hitam berkilauan, sorot matanya penuh dengan kemarahan yang membara. Kaisar Tian Ming!“Kau berani menyentuhnya?” suara Kaisar Tian Ming terdengar dingin dan penuh ancaman.Iblis bertanduk tiga itu melangkah mundur sedikit, merasakan tekanan yang sangat besar dari aura Kaisar Tian Ming. Namun, ia segera menyeringai licik. “Hah! Seorang Kaisar dari benua lain ikut campur urusan kami? Menarik!”Kaisar Tian Ming tidak menjawab. Dengan sekali gerakan, ia menebaskan pedangnya yang bersinar dengan energi biru yang meny

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 295

    Swoosh! Zhao Xueyan menebaskan pedangnya yang berwarna keemasan pada iblis bertanduk tiga itu. Namun, iblis bertanduk tiga itu rupanya sangat gesit dan lincah. Boom! Duakh! Setiap serangan Zhao Xueyan berhasil dihindari dengan mudah, membuatnya semakin waspada. Iblis itu menyeringai, memperlihatkan taring tajamnya sebelum melesat maju dengan kecepatan luar biasa.“Ha! Ha! Ha! Hanya itu kemampuanmu, Nona manusia?” teriak iblis bertanduk tiga dengan suara mengejek sambil menyerang Zhao Xueyan. Clang! Zhao Xueyan menatap tajam ke arah iblis itu. “Jangan senang dulu!” Zhao Xueyan dengan sigap mengangkat pedangnya untuk menangkis serangan, namun kekuatan iblis bertanduk tiga itu jauh lebih besar dari perkiraannya. Boom!Duar! Dentuman keras terdengar saat pedang dan cakar saling beradu, menciptakan percikan energi yang menyebar di udara. Ugh! Zhao Xueyan terdorong ke belakang beberapa langkah, tapi dia dengan cepat menstabilkan diri dan kembali menyerang dengan lebih agresif.Di

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 294

    Pertarungan semakin sengit. Zhao Xueyan dengan gesit melompat di antara mayat hidup yang terus berdatangan, pedangnya berkilau emas saat menebas mereka satu per satu. Setiap ayunan pedangnya mengeluarkan gelombang energi tajam, membuat beberapa mayat langsung terbelah dan hancur menjadi debu. Namun jumlah mereka terus bertambah, seakan tak ada habisnya.Di sisi lain, Bai Long dalam wujud manusianya bertarung dengan ganas. Mata tajamnya menyala, cakar hitam pekat menyapu musuh dengan kecepatan luar biasa. Setiap kali dia menyerang, angin berputar ganas di sekelilingnya, menghancurkan mayat hidup yang berani mendekat. Namun, delapan pria berjubah hitam di kejauhan masih berdiri tegak, mulut mereka komat-kamit membaca mantra."Nona, mereka adalah sumber dari semua ini!" Bai Long berseru sambil menebas beberapa mayat yang mencoba mencakar tubuhnya.Zhao Xueyan mengangguk cepat, menyadari bahwa mereka harus menghentikan pria-pria berjubah hi

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 293

    Ternyata perkataan pria berjubah hitam itu benar, pertarungan ini belum selesai. Tiba-tiba, sepuluh pria berjubah hitam kembali muncul setelah pria berjubah hitam yang satunya mati. Namun sebelum tubuhnya berubah menjadi abu, ia sempat memanggil rekan-rekannya yang lain.Sepuluh pria berjubah hitam itu berdiri mengelilingi Zhao Xueyan dan Bai Long. Mereka mulai membaca mantra, menciptakan gelombang energi hitam yang menguar di udara. Zhao Xueyan merasakan kesadarannya mulai kabur, tubuhnya melemah, dan pandangannya kabur. Ilusi mulai terbentuk di sekelilingnya—bayangan masa lalu yang menyakitkan, suara-suara yang mengganggu pikirannya.Namun, sebelum Zhao Xueyan semakin tenggelam dalam ilusi itu, Bai Long dengan cepat menghunus pedangnya dan menusukkan ujungnya ke tanah, menciptakan ledakan energi yang menyapu aura hitam di sekitar Zhao Xueyan. Ia tersentak dan sadar kembali."Nona, fokuslah! Mereka mencoba memanipulasi pikiranmu!" seru Bai Long

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 292

    Bai Long dan Zhao Xueyan bergerak secepat kilat. Pedang di tangan mereka berkilat di bawah cahaya obor yang remang-remang.Puluhan mayat hidup mengaum ganas, menyerbu tanpa takut mati. Namun, bagi Zhao Xueyan dan Bai Long, mereka hanyalah serangga yang menunggu untuk dimusnahkan.Swiing! Zhao Xueyan melesat ke depan, pedangnya berputar dalam lengkungan indah, menebas tiga mayat hidup dalam satu gerakan.Darah hitam menyembur ke tanah, tubuh-tubuh membusuk itu ambruk tanpa nyawa.Sementara itu, Bai Long bertarung dengan kekuatan naga hitamnya.Brak! Satu pukulan telak menghancurkan kepala mayat hidup yang mendekat.Bai Long menyeringai. "Terlalu mudah."Namun, musuh terus berdatangan.Dari dalam formasi, para warga semakin ketakutan.Beberapa perempuan dan anak-anak menangis ketakutan, memeluk satu sama lain."Apa kita akan mati?" bisik seorang ibu dengan wajah pucat.Niuniu berdiri di depan mereka, mencoba menenangkan."Percayalah pada Nona Zhao. Dia tidak akan membiarkan kalian mati

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 291

    Angin malam bertiup lembut, menggoyangkan lentera-lentera yang menyala di rumah-rumah.Di bawah cahaya perisai emas yang kini melindungi desa, penduduk bisa tidur dengan tenang untuk pertama kalinya setelah sekian lama.Namun, jauh di kejauhan, sepasang mata merah mengawasi dengan dingin.*****Di sisi lain di ruang kerja yang luas dan mewah, Kaisar Tian Ming duduk di belakang meja besar dari kayu hitam.Tumpukan dokumen tertata rapi di hadapannya, tetapi pikirannya terus melayang pada sosok wanita dengan mata tajam dan sikap tak kenal takut.Zhao Xueyan.Sejak kejadian beberapa hari lalu, dia terus memikirkan wanita itu.Suara ketukan pintu menginterupsi lamunannya."Masuk," katanya dengan suara rendah dan berwibawa.Seorang pria berbaju hitam dengan armor ringan melangkah masuk. Dia adalah Yu Qie, pengawal elit kepercayaannya.Yu Qie berlutut dengan satu tangan di dada, melaporkan dengan suara tegas."Yang Mulia, pasukan iblis yang berani menerobos wilayah Kekaisaran Tian Yang telah

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status