Di tengah hutan yang tenang, cahaya pagi menerobos dedaunan, menciptakan pola cahaya yang indah di tanah. Suara pedang yang saling beradu menggema di udara, mengikuti irama latihan yang intens. Zhao Xueyan, dengan pedang peraknya yang terhunus, bergerak lincah, tubuhnya memancarkan kekuatan dan ketenangan dari latihan panjangnya. Di depan Zhao , Niuniu dengan pedang perak yang sedikit lebih ringan, berusaha dengan sepenuh hati mengikuti setiap serangan Zhao Xueyan. "Ayo, Niuniu! Jangan ragu! Fokus!" Zhao Xueyan berseru, menggerakkan pedangnya dengan kecepatan tinggi, melancarkan serangan bertubi-tubi ke arah Niuniu. Niuniu mengangguk dan menghindar dengan gesit, pedang kayu di tangannya bergerak menangkis setiap serangan Zhao Xueyan. "Saya siap, Nona!" Dengan gerakan yang semakin halus, Niuniu berhasil memblokir serangan demi serangan, meskipun terkadang ia harus bergerak cepat untuk menghindari serangan mendalam dari Zhao Xueyan. "Bagus, Niuniu!" Zhao Xueyan memuji dengan
Malam di hutan Qinghe begitu gelap. Suara binatang malam menggema di antara pepohonan,menciptakan suasana yang mencekam. Di dalam gubuk sederhana, Zhao Xueyan dan Niuniu Tengah berdiskusi tentang persiapan mereka kembali ke Kekaisaran Zhengtang. Namun, angin malam membawa tanda bahaya yang tidak terduga."Nona," Niuniu tiba-tiba berkata dengan nada serius, matanya memindai bayangan di luar jendela. "Saya merasa ada yang tidak beres."Zhao Xueyan meletakkan cangkir teh yang dipegangnya, tatapannya berubah tajam. "Kau benar. Ada aura membunuh yang mendekat." Seketika itu juga, pintu gubuk dihantam keras hingga terbuka, memperlihatkan sekelompok pria bersenjata. Mata mereka penuh kebencian, jelas membawa niat buruk. “Zhao Xueyan," salah satu dari mereka berbicara dengan nada dingin. "Kami diperintahkan untuk mengakhiri hidupmu malam ini. Jangan melawan, dan semuanya akan cepat selesai.” Niuniu maju, menghunus pedangnya dengan cepat. "Beraninya kalian menyerang Nona! Siapa yang mengir
Matahari pagi bersinar lembut di atas desa Qinghe, menandai hari kepulangan Zhao Xueyan ke Kekaisaran Zhengtang. Setelah lebih dari setahun menjalani pengasingan, Zhao Xueyan dan pelayannya, Niuniu, berdiri di depan gubuk mereka, menunggu kedatangan utusan kekaisaran."Nona, apa Anda pikir mereka akan datang tepat waktu?" tanya Niuniu sambil mengamati jalan setapak yang mengarah ke desa.Zhao Xueyan tersenyum kecil. "Dengan sikap mereka selama ini, aku tidak akan terkejut jika mereka sengaja mempermalukanku. Tapi tenanglah, Niuniu. Hari ini adalah awal dari babak baru."Hingga saat ini, Zhao Xueyan masih mengenakan cadar. Hanya bersama Niuniu, dia akan melepaskan cadarnya. Zhao Xueyan tahu, jika dia memperlihatkan kecantikannya, bukan tidak mungkin kaisar Zheng Yu akan tertarik padanya dan Zhao Xueyan tidak ingin hal itu terjadi. Tak lama kemudian, suara derap kuda terdengar dari kejauhan. Beberapa prajurit kekaisaran muncul dengan membawa kereta kuda. Namun, kereta itu adalah ker
Perjalanan panjang akhirnya membawa Zhao Xueyan dan Niuniu kembali ke Kekaisaran Zhengtang. Gerbang besar istana berdiri megah di depan mereka, namun suasana yang menyambut mereka jauh dari ramah. Tidak ada prosesi penyambutan, tidak ada musik ataupun para pejabat yang berjajar untuk memberi penghormatan.Para pelayan dan prajurit istana tampak sibuk dengan urusan masing-masing, berjalan tanpa memedulikan keberadaan Zhao Xueyan. Bahkan beberapa dari mereka menatap sekilas dengan pandangan meremehkan sebelum berlalu begitu saja.Niuniu yang berdiri di samping Zhao Xueyan mengepalkan tangan dengan marah. "Nona, mereka benar-benar tidak tahu sopan santun! Bagaimana bisa seorang Permaisuri diperlakukan seperti ini?"Zhao Xueyan menghela napas panjang, tetapi bibirnya melengkung membentuk senyuman tipis. "Tenang, Niuniu. Biarkan mereka. Mereka tidak tahu apa yang akan segera terjadi.”Sementara itu, di bagian lain istana, seorang pelayan setia Selir Mei Xiao yang sedang bertugas di gerb
Zhao Xueyan melangkah masuk ke aula utama istana Zhengtang dengan tenang, langkahnya anggun namun tegas. Kehadirannya segera menarik perhatian, namun bukan karena sambutan yang hangat, melainkan karena aura berbeda yang kini ia pancarkan. Para pejabat yang hadir merasa terintimidasi oleh wibawa baru yang entah dari mana berasal, sementara Kaisar Zheng Yu, yang duduk di singgasananya, hanya menatap dinginPara pejabat yang hadir mulai berbisik pelan di antara mereka. "Permaisuri yang diasingkan itu kembali. Tapi kenapa auranya berubah begitu ... agung?" salah satu dari mereka berbisik. Yang lain hanya menggeleng, tidak tahu harus berkata apa.Ketika Zhao Xueyan berhenti di depan singgasana, dia membungkukkan tubuhnya dengan sopan namun tidak tunduk berlebihan. "Hamba Zhao Xueyan, menghadap Yang Mulia Kaisar Zheng Yu," katanya, suaranya tenang namun tegas.Kaisar Zheng Yu memperhatikan wanita itu dengan pandangan yang tajam. Cadar putih yang ia kenakan menutupi sebagian besar wajahnya,
Zhao Xueyan melangkah pelan menuju paviliun kecilnya. Bangunan itu terletak di sudut terpencil istana kekaisaran Zhengtang, jauh dari kemewahan yang seharusnya layak didapatkan oleh seorang permaisuri. Sebagai permaisuri, Zhao Xueyan seharusnya tinggal di paviliun utama yang megah, tetapi Kaisar Zheng Yu telah lama mengasingkannya secara tidak resmi. Paviliun kecil itu hampir seperti pengasingan kedua, dikelilingi oleh pepohonan yang lebat dan jauh dari keramaian istana.Saat Zhao Xueyan masuk ke dalam paviliunnya, ia disambut oleh kondisi yang tak jauh berbeda dari tempat pengasingannya di desa Qinghe. Ruangan itu gelap, dengan perabotan sederhana yang sudah usang. Para pelayan yang berada di dalam hanya menatapnya dengan pandangan sinis, sama sekali tidak menunjukkan hormat.Zhao Xueyan hanya tersenyum tipis di balik cadarnya. ‘Mereka benar-benar tidak tahu apa yang akan menimpa mereka,’ pikirnya sambil melangkah ke dalam ruangan utama. Hari pertama setelah kedatangannya dari pe
Di sisi lain, kabar tentang insiden tersebut sampai juga ke telinga para selir. Di salah satu paviliun megah, selir Mei Xiao, wanita kesayangan Kaisar Zheng Yu, duduk di atas sofa mewah sambil menikmati teh. Senyum sinis menghiasi wajahnya saat pelayannya melaporkan kejadian itu."Permaisuri Zhao menampar pelayan? Jangan bercanda." selir Mei Xiao tertawa keras, diikuti oleh para pelayannya. "Wanita itu bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri karena cacat kultivasi, apalagi melawan seseorang. Dia pasti hanya beruntung kembali hidup dari pengasingan."Meski berkata demikian, tapi dalam hati selir Mei Xiao merasa aneh. Terlebih saat orang suruhannya gagal, dan tidak memiliki kabar. ‘Apa benar, ada seseorang yang melindungi Zhao Xueyan?’ batin selir Mei Xiao bertanya-tanya. Seorang selir lain, Selir utama Hua Lingxin yang berada di dekatnya, menambahkan, "Benar sekali. Dia tidak lebih dari boneka keluarga Zhao Yun. Tidak ada yang perlu ditakuti darinya."Mereka tertawa puas, mengan
Rumor tentang perubahan drastis pada sikap Permaisuri Zhao Xueyan menyebar bak api di musim kemarau. Orang-orang yang selama ini mengenal Zhao Xueyan sebagai wanita bodoh, lemah, dan sering menjadi bahan olok-olok, kini dikejutkan oleh berita baru. Kata para pelayan, permaisuri Zhao Xueyan itu tidak lagi sama. Dia menjadi tegas, bahkan kejam terhadap para pelayan yang berani kurang ajar.Di sudut-sudut istana, para pelayan berbisik, menceritakan kejadian yang terjadi di paviliun kecil milik Zhao Xueyan. Ada yang percaya sepenuhnya, ada juga yang menganggap cerita itu terlalu dilebih-lebihkan."Aku dengar dia memaksa pelayan makan makanan basi yang mereka sajikan," ujar seorang pelayan dengan mata membelalak."Mana mungkin itu benar! Zhao Xueyan kan tidak punya kekuatan apa pun," sahut yang lain."Dia bercadar sekarang karena wajahnya buruk rupa, katanya sikapnya juga berubah. Mungkin dia menyembunyikan sesuatu," tambah pelayan lain, suaranya setengah berbisik.Sementara itu, di pavi
Zhao Xueyan mengibaskan tangannya, keempat mayat itu menghilang begitu saja. Kaisar Tian Ming dan Wu Liang terkejut, saling bertukar pandang sebelum menatap Zhao Xueyan dengan penuh tanya."Ke mana mayat-mayat itu?" tanya Kaisar Tian Ming dengan alis berkerut.Zhao Xueyan tetap tenang. "Mereka berada di tempat yang layak," jawabnya singkat. "Aku akan meneliti mereka lebih lanjut."Wu Liang yang masih kebingungan akhirnya bertanya lagi, "Meneliti? Maksudmu?"Zhao Xueyan menatapnya sekilas sebelum menoleh ke arah Niuniu. "Nanti akan kujelaskan. Sekarang, lebih baik kita beristirahat dan makan siang di sini."Meskipun masih bingung, Kaisar Tian Ming dan Wu Liang tidak bertanya lebih lanjut. Mereka percaya bahwa Zhao Xueyan memiliki alasannya sendiri.Mereka berjalan menjauh dari lokasi, mencari tempat yang lebih nyaman. Setelah menemukan sebuah tempat yang cukup lapang di bawah pepohonan rindang, mereka segera duduk.Niuniu dengan sigap mengambil makanan dari cincin ruang penyimpanannya.
Saat fajar mulai menyingsing, Zhao Xueyan dan Kaisar Tian Ming segera bergegas menuju arah selatan, tempat Kekaisaran Heifeng berada. Setelah mendapatkan informasi dari mata-mata kepercayaan Kaisar Tian Ming, mereka tak bisa lagi menunda pergerakan. Ancaman dari bangsa iblis yang telah mengumumkan perang semalam bukan hal yang bisa diremehkan. Lebih dari itu, pengkhianat yang bersembunyi di dalam kekaisaran manusia harus segera dibereskan sebelum semuanya terlambat.Dengan kecepatan penuh, Zhao Xueyan dan Kaisar Tian Ming melesat menaiki kuda-kuda mereka yang berlari seperti bayangan di tengah angin pagi. Di belakang mereka, Niuniu dan Wu Liang ikut serta, siap melindungi majikan masing-masing dengan kesetiaan penuh.Sepanjang perjalanan, Kaisar Tian Ming tampak murung. Tatapan tajamnya penuh dengan niat membunuh. "Pengkhianat itu harus segera dienyahkan," gumamnya dengan suara dingin.Zhao Xueyan yang menunggangi kudanya di sisi sang kaisar menatapnya sejenak. "Aku tahu kau ingin me
Setelah pertarungan yang melelahkan itu selesai, suasana mencekam masih menyelimuti desa Buo. Mayat-mayat hidup yang sebelumnya mengerikan kini telah berubah menjadi abu, dan para pria berjubah hitam telah dilenyapkan. Namun, sebelum siapa pun bisa bernapas lega, tiba-tiba sebuah suara menggema di seluruh langit. Suara itu berat, tajam, dan penuh dengan aura mengintimidasi."Aku, Penguasa Kegelapan, mengibarkan bendera perang untuk seluruh benua! Aku akan mengambil alih daratan manusia! Mereka yang memilih untuk bergabung, akan disambut. Tapi mereka yang menolak, akan dihancurkan tanpa belas kasihan!"Suara itu menggema dengan kekuatan besar, membuat siapa pun yang mendengarnya merasakan tekanan yang luar biasa. Para warga desa yang baru saja mulai merasa aman, kembali dicekam ketakutan. Mata mereka membelalak, tubuh mereka bergetar, dan napas mereka tertahan dalam dada.Zhao Xueyan menatap langit dengan ekspresi tajam. Insiden ciumannya dengan Kaisar Tian Ming yang masih membuatnya
Dalam hitungan detik, serangan itu hampir mengenai tubuhnya. Zhao Xueyan berusaha menghindar, namun efek ilusi membuat pergerakannya sedikit melambat. Clang! Tepat saat cakar iblis itu hampir menyentuhnya, sebuah pedang lain datang menangkis serangan itu dengan dentingan logam yang memekakkan telinga.Mata Zhao Xueyan terbelalak saat melihat siapa yang telah menolongnya. Di hadapannya, berdiri seorang pria dengan jubah hitam berkilauan, sorot matanya penuh dengan kemarahan yang membara. Kaisar Tian Ming!“Kau berani menyentuhnya?” suara Kaisar Tian Ming terdengar dingin dan penuh ancaman.Iblis bertanduk tiga itu melangkah mundur sedikit, merasakan tekanan yang sangat besar dari aura Kaisar Tian Ming. Namun, ia segera menyeringai licik. “Hah! Seorang Kaisar dari benua lain ikut campur urusan kami? Menarik!”Kaisar Tian Ming tidak menjawab. Dengan sekali gerakan, ia menebaskan pedangnya yang bersinar dengan energi biru yang meny
Swoosh! Zhao Xueyan menebaskan pedangnya yang berwarna keemasan pada iblis bertanduk tiga itu. Namun, iblis bertanduk tiga itu rupanya sangat gesit dan lincah. Boom! Duakh! Setiap serangan Zhao Xueyan berhasil dihindari dengan mudah, membuatnya semakin waspada. Iblis itu menyeringai, memperlihatkan taring tajamnya sebelum melesat maju dengan kecepatan luar biasa.“Ha! Ha! Ha! Hanya itu kemampuanmu, Nona manusia?” teriak iblis bertanduk tiga dengan suara mengejek sambil menyerang Zhao Xueyan. Clang! Zhao Xueyan menatap tajam ke arah iblis itu. “Jangan senang dulu!” Zhao Xueyan dengan sigap mengangkat pedangnya untuk menangkis serangan, namun kekuatan iblis bertanduk tiga itu jauh lebih besar dari perkiraannya. Boom!Duar! Dentuman keras terdengar saat pedang dan cakar saling beradu, menciptakan percikan energi yang menyebar di udara. Ugh! Zhao Xueyan terdorong ke belakang beberapa langkah, tapi dia dengan cepat menstabilkan diri dan kembali menyerang dengan lebih agresif.Di
Pertarungan semakin sengit. Zhao Xueyan dengan gesit melompat di antara mayat hidup yang terus berdatangan, pedangnya berkilau emas saat menebas mereka satu per satu. Setiap ayunan pedangnya mengeluarkan gelombang energi tajam, membuat beberapa mayat langsung terbelah dan hancur menjadi debu. Namun jumlah mereka terus bertambah, seakan tak ada habisnya.Di sisi lain, Bai Long dalam wujud manusianya bertarung dengan ganas. Mata tajamnya menyala, cakar hitam pekat menyapu musuh dengan kecepatan luar biasa. Setiap kali dia menyerang, angin berputar ganas di sekelilingnya, menghancurkan mayat hidup yang berani mendekat. Namun, delapan pria berjubah hitam di kejauhan masih berdiri tegak, mulut mereka komat-kamit membaca mantra."Nona, mereka adalah sumber dari semua ini!" Bai Long berseru sambil menebas beberapa mayat yang mencoba mencakar tubuhnya.Zhao Xueyan mengangguk cepat, menyadari bahwa mereka harus menghentikan pria-pria berjubah hi
Ternyata perkataan pria berjubah hitam itu benar, pertarungan ini belum selesai. Tiba-tiba, sepuluh pria berjubah hitam kembali muncul setelah pria berjubah hitam yang satunya mati. Namun sebelum tubuhnya berubah menjadi abu, ia sempat memanggil rekan-rekannya yang lain.Sepuluh pria berjubah hitam itu berdiri mengelilingi Zhao Xueyan dan Bai Long. Mereka mulai membaca mantra, menciptakan gelombang energi hitam yang menguar di udara. Zhao Xueyan merasakan kesadarannya mulai kabur, tubuhnya melemah, dan pandangannya kabur. Ilusi mulai terbentuk di sekelilingnya—bayangan masa lalu yang menyakitkan, suara-suara yang mengganggu pikirannya.Namun, sebelum Zhao Xueyan semakin tenggelam dalam ilusi itu, Bai Long dengan cepat menghunus pedangnya dan menusukkan ujungnya ke tanah, menciptakan ledakan energi yang menyapu aura hitam di sekitar Zhao Xueyan. Ia tersentak dan sadar kembali."Nona, fokuslah! Mereka mencoba memanipulasi pikiranmu!" seru Bai Long
Bai Long dan Zhao Xueyan bergerak secepat kilat. Pedang di tangan mereka berkilat di bawah cahaya obor yang remang-remang.Puluhan mayat hidup mengaum ganas, menyerbu tanpa takut mati. Namun, bagi Zhao Xueyan dan Bai Long, mereka hanyalah serangga yang menunggu untuk dimusnahkan.Swiing! Zhao Xueyan melesat ke depan, pedangnya berputar dalam lengkungan indah, menebas tiga mayat hidup dalam satu gerakan.Darah hitam menyembur ke tanah, tubuh-tubuh membusuk itu ambruk tanpa nyawa.Sementara itu, Bai Long bertarung dengan kekuatan naga hitamnya.Brak! Satu pukulan telak menghancurkan kepala mayat hidup yang mendekat.Bai Long menyeringai. "Terlalu mudah."Namun, musuh terus berdatangan.Dari dalam formasi, para warga semakin ketakutan.Beberapa perempuan dan anak-anak menangis ketakutan, memeluk satu sama lain."Apa kita akan mati?" bisik seorang ibu dengan wajah pucat.Niuniu berdiri di depan mereka, mencoba menenangkan."Percayalah pada Nona Zhao. Dia tidak akan membiarkan kalian mati
Angin malam bertiup lembut, menggoyangkan lentera-lentera yang menyala di rumah-rumah.Di bawah cahaya perisai emas yang kini melindungi desa, penduduk bisa tidur dengan tenang untuk pertama kalinya setelah sekian lama.Namun, jauh di kejauhan, sepasang mata merah mengawasi dengan dingin.*****Di sisi lain di ruang kerja yang luas dan mewah, Kaisar Tian Ming duduk di belakang meja besar dari kayu hitam.Tumpukan dokumen tertata rapi di hadapannya, tetapi pikirannya terus melayang pada sosok wanita dengan mata tajam dan sikap tak kenal takut.Zhao Xueyan.Sejak kejadian beberapa hari lalu, dia terus memikirkan wanita itu.Suara ketukan pintu menginterupsi lamunannya."Masuk," katanya dengan suara rendah dan berwibawa.Seorang pria berbaju hitam dengan armor ringan melangkah masuk. Dia adalah Yu Qie, pengawal elit kepercayaannya.Yu Qie berlutut dengan satu tangan di dada, melaporkan dengan suara tegas."Yang Mulia, pasukan iblis yang berani menerobos wilayah Kekaisaran Tian Yang telah