Mili pun tidak perduli meski dirinya telah terlambat,karena niat nya ke kampus untuk menemui Bowo,bukan untuk belajar,Mili seakan sudah tidak ingat dengan yang nama nya malu,sesampai nya di kampus dia pun langsung turun dan mencari Bowo,semua orang dia tanyai di mana keberadaan Bowo,dan ada salah seorang Mahasiswa yang memberi tau bahwa Bowo sedang berada di perpustakaan,saat itu Bowo sedang mencari materi untuk dia persentasi kan nanti di kelas,spontan Mili pun langsung menuju ke perpustakaan kampus untuk menemui Bowo."Mas Mili mau bicara!"tiba-tiba saja Mili sudah duduk di samping Bowo,dan sontak Bowo pun menoleh kaget."Mbak Mili,saya kira Mbak tidak ke kampus,ini sudah jam berapa Mbak?"tanya Bowo yang menunjuk jam di tangan nya,karena saat itu jam sudah menunjuk kan pukul 11:12 WIB,dan itu artinya jam kampus sudah berjalan cukup lama."saya ke sini bukan ingin belajar Mas,tapi saya ke sini mau ketemu sama Mas Bowo,"jawab Mili dengan suara sedikit berbisik dan penuh tekanan,karena
"Mas Bowo!"sapa Bulan yang sudah berdiri di belakang Abah Jaya."iya Mbak,sudah bangun Mbak?"tanya Bowo yang berdiri karena Bulan mendekati nya lalu mencium punggung tangan nya."Mas sudah lama?"Bulan balik bertanya."belum Mbak,"jawab Bowo."sudah lumayan lama Neng,"Abah Jaya menimpali nya."kok gak bangunin Bulan Bah,"ucap Bulan yang terlihat sudah mulai segar kembali."Mbak kan sedang istirahat,jadi saya yang larang Abah ataupun Bik Inah untuk membangun kan Mbak Bulan,"sahut Bowo dengan tersenyum lega karena melihat wajah cantik Bulan kembali segar."gak apa-apa Mas kan Bulan sudah baikan,"sahut Bulan lagi.Karena Bulan sudah menemani Bowo,maka Abah Jaya pun pamit untuk kembali ke kamar nya,setelah Abah Jaya meninggalkan mereka,Bulan pun mengajak Bowo untuk menemani nya berjalan-jalan di taman belakang rumah nya."Mas,temani Bulan ke taman belakang yuk!"pinta Bulan yang berdiri terlebih dahulu."iya sayang,yuk!"sahut Bowo dengan senyum manis nya,lalu mereka berdua berjalan beriring
Kini mereka sudah berkumpul di pendopo,Bowo dan Bulan pun sudah duduk berdampingan,sedangkan Bu Salsa dan juga senior yang lain juga sudah berada di samping Bu Salsa,tapi rapat belum di mulai karena masih menunggu Mili yang belum juga datang."Bowo,sudah lima belas menit kita menunggu,kenapa Mili belum datang juga?"tanya Bu Salsa."saya juga kurang tau Bu,tunggu biyar saya hubungi Mbak Mili!"jawab Bowo yang langsung merogoh ponsel nya dari dalam tas."ok,"sahut Bu Salsa.Dan Bowo pun langsung menghubungi Mili,berkali-kali dia menghubungi nya tapi tidak juga di angkat oleh Mili,tapi Bowo mencoba nya sekali lagi dan kali ini Mili mengangkat nya.["Assalamu'alaikum,Mbak di mana,kami sudah menunggu lama Mbak?"] tanya Bowo dari dalam telfon.["Wa'alaikumsalam,sorry Mas Mili gak bisa datang,kalian mulai saja!"] sahut Mili dan langsung mematikan ponsel nya,Bowo pun langsung melihat ponsel nya dan menyimpan nya kembali."gimana?"tanya Bu Salsa yang sedikit memajukan dagu nya."Mbak Mili tidak
Setelah mereka memilih meja,mereka pun memesan makanan,selama menunggu makanan tiba,Bulan pun menanyakan perihal sikap Mili yang aneh."Mas,kenapa dengan kak Mili,kok agak jutek gitu ya?"tanya Bulan yang sangat penasaran."maaf kan sikap Mili ya sayang,sejujur nya Mas ingin cerita sama kamu,tapi Mas takut kamu jadi kepikiran sayang,"jawab Bowo lesu."kenapa Mas,cerita aja!"ucap Bulan yang penasaran ingin tau."tapi Mas minta setelah Mas cerita,kamu jangan kepikiran ya sayang,dan jangan di masuk kan ke dalam hati juga fikiran kamu ya sayang,"sahut Bowo yang sebenar nya sangat kawatir."iya Mas gak apa-apa cerita aja!"ucap Bulan yang mendesak Bowo untuk bercerita.Sebelum bercerita Bowo pun menarik nafas panjang,dia sebenar nya ragu untuk bercerita,tapi karena Bulan terus mendesak akhir nya Bowo pun cerita,Bowo bercerita dengan sangat hati-hati,saat menceritakan nya pun hati Bowo merasa resah,dada nya terus berdebar debar,sedangkan Bulan mendengarkan nya dengan sangat serius."jadi sebe
Tapi sebelum sampai di tempat makan Jerry mencoba menepikan Mobil nya di pinggir jalan,dan hal itu membuat Mili bingung."Jerry kok kita berhenti di sini?"tanya Mili dengan raut wajah kebingungan."aku..,apa aku boleh cium kamu gadis ku?"tiba-tiba saja Jerry berkata seperti itu dan sontak Mili pun kaget."apa,cium,maaf aku gak bisa Jer,sorry ya..,emm..aku turun sini saja ya,bay..,"dengan cepat nya Mili keluar dari Mobil Jerry dan dia pun berlari secepat mungkin menuju ke tempat makan itu untuk mengambil Mobil nya,sedangkan Jerry tetap diam dan justru dia malah tertawa puas melihat kepanikan yang Mili tunjuk kan.[["pergi saja kau gadis bodoh,cuh..,"]] gumam Jerry dalam hati seraya meludah sembarang karena saat itu Jerry membuka kaca jendela Mobil nya.Sementara itu Mili ngos-ngosan ketika sudah masuk ke dalam Mobil nya,dia tidak menyangka kalau Jerry akan minta seperti itu,Mili merasa sangat ketakutan,dia pun berusaha mengatur nafas dan setelah itu Mili pun menyalakan mesin Mobil nya
Keesokan hari nya Mili sudah bersiap lebih awal,dia sudah menunggu di ruang tamu untuk berangkat ke rumah sakit,kali ini Mili sama sekali tidak merias diri,dia hanya mengikat rambut nya kuncir kuda dan juga pakaian sederhana,karena di pagi itu tidak ada semangat dalam diri Mili merias diri,yang ada dalam pikiran nya hanya ingin segera bertemu dengan Mama nya."Nak,sebaik nya kamu sarapan dulu!"ucap pak Kusuma,tanpa menjawab Mili hanya menggelengkan kepala nya,ayo Nak,nanti kamu sakit!"sekali lagi papa nya Mili berkata."Mili tidak lapar pa,kenapa Mas Bowo lama sekali,"ucap Mili yang mulai gelisah."sabar sayang,mungkin sebentar lagi Bowo sampai!"sahut pak Kusuma yang berusaha membuat Mili untuk tenang.Kegelisahan Mili semakin menjadi tatkala Bowo tidak kunjung datang,itu terlihat dari Mili yang mondar mandir keluar masuk rumah dan dia juga terus-terusan menatap jam di ponsel nya,tapi selang beberapa menit kemudian terdengar suara Mobil Bowo sudah berhenti di teras rumah pak Kusuma,so
"Nak kamu harus sabar ya,do'a kan Mama cepat sehat kembali,dan kita bisa berkumpul kembali menjadi keluarga yang utuh!"pak Kusuma membelai lembut rambut Mili,dan mendengar papa nya berucap seperti itu dia pun mengangguk lemah.Perasaan hati Mili sebenar nya sangat lah sakit,tapi dia juga sangat merindukan belaian dan kasih sayang dari seorang Ibu,bertahun-tahun lama nya dia hanya tau sosok seorang Ayah sekaligus Ibu bagi nya,dan kini saat dia tau Mama nya masih hidup kondisi nya pun tidak sehat,Mili mulai menyadari semua nya,dia mulai menyadari akan berat nya beban yang papa nya rasakan selama ini."pa,Mili minta maaf,Mili sudah kasar sama papa,selama bertahun-tahun papa merawat Mili seorang diri,pasti itu sangat berat bagi papa,bertahun-tahun juga papa berusaha merahasiakan penyakit kejiwaan Mama dari Mili,itu pasti sangat berat kan pa,maaf kan Mili ya pa,karena Mili sudah sangat egois pada papa,maaf ya pa!"Mili meratap sedih dan menyesal karena sudah emosi terhadap papa nya,semakin
Sekali lagi Mili memperhatikan jam di ponsel nya,dan ternyata jam besuk sudah tiba,maka dengan semangat Mili berangkat menuju rumah sakit,dia memesan taksi online dan taksi pesanan nya pun sudah menunggu di pelataran hotel,dengan senyum bahagia Mili mulai melangkah turun,karena posisi kamar hotel yang Mili sewa waktu itu berada di lantai 40.Setiba nya di bawah Mili langsung memasuki taksi pesanan nya itu dan taksi pun melaju dengan cepat menuju rumah sakit."kak maaf,untuk apa kakak ke rumah sakit jiwa?"tanya supir taksi itu tiba-tiba dengan iseng dan ke kepoan nya."oh,jenguk Mama saya Mas,"jawab Mili seraya tersenyum dengan bahagia."apa,jadi orang tuan nya kakak ini gila ya?"pertanyaan konyol supir taksi online itu membuat geram Mili."apa tadi Mas bilang,heh Mas jangan sembarangan ya kalau ngomong!"sahut Mili dengan sewot nya."lho kan kakak sendiri tadi yang bilang kalau Mama nya kakak sakit jiwa,jadi saya gak salah dong,"ucap supir taksi itu seraya cengengesan."huh...,"dengan