Share

37. Sebagai Suami

Penulis: Sayap Ikarus
last update Terakhir Diperbarui: 2025-02-17 22:18:22

"Soal nominal jujuran tadi, saya nggak serius, Pak," ungkap Rara akhirnya angkat bicara.

"Kita bahas itu sambil makan, saya laper soalnya tadi kamu nolak pas disuruh makan sama Pak Darwis," sindir Ryu setengah menggoda.

Rara ingin segera mendebat, tapi Ryu sudah lebih dulu turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam salah satu rumah makan padang andalannya. Benar, Ryu memang terkesan galak dan kejam, tapi ia sangat detail. Terbukti, bukannya mencari tempat makan yang sesuai seleranya, ia justru membawa Rara ke rumah makan padang favorit perempuan berusia 25 tahun itu.

"Pak, soal jujuran itu, saya nggak serius. Saya nggak akan menyebutkan nominal. Tadi itu saya cuma spontan karena saya nggak tahan sama sikap ibu tiri saya," ungkap Rara setelah mengambil makanannya dan duduk menghadapi Ryu.

"Makan dulu," ucap Ryu singkat.

"Pak," Rara tidak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   38. Serasi Tanpa Rasa?

    "Kamu yakin nggak mau pake wedding dress ala-ala princess?" tanya Ryu meyakinkan Rara. Setelah kejadian tidak mengenakkan sore hari tadi, malam harinya Ryu mengajak Rara untuk bertemu dengan vendor gaun pernikahan. Rara justru memilih satu set kebaya simpel berwarna broken white dipadu kain batik kalimantan yang nantinya akan dijahit sesuai ukuran tubuh Rara. "Saya nggak mau terlihat memanfaatkan kesempatan banget Pak." "Kenapa? Kesempatan itu terbuka lebar buat kamu, manfaatkan!" ujar Ryu. Rara menggeleng, "Keluarga Pak Rain dan Bu Mika sudah terlalu baik sama saya. Ngasih saya kerjaan, bantuin ayah saya pensiun dengan nyaman, sekarang ngasih anak sulungnya pula buat nikah sama saya. Saya nggak bisa nerima banyak kebaikan lagi. Pak, Pak Ryu yakin bisa punya perasaan ke saya nantinya kalau kita nikah? Ya saya tau saya ini cantik, tapi lebih cantik cewek-cewek di kota sana," katanya meracau gemas. "

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-18
  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   39. Suka Sama Saya

    Ucapan Ryu yang terdengar sedikit mencibirnya itu membuat Rara memanyunkan bibirnya. Namun, gadis ini tidak berucap apapun, ia memilih untuk mengalah. Ditatapnya Ryu dari pantulan cermin di depan sana. Ryu memiliki semua yang diidamkan perempuan, wajah tampan, harta, tahta, juga kehidupan yang sempurna. Menjadi pendamping Ryu dan berperan sebagai seorang istri dari lelaki seluar biasa itu tentu bagaikan mimpi bagi Rara. Mimpi yang sebentar lagi akan berubah menjadi kenyataan. Beranikah ia menumbuhkan perasaan? Mungkinkah ikatan pernikahan itu akan bertahan lama jika semua dilakukan atas dasar ego dan rasa kasihan? "Abang mau dibikinin jas aja untuk temen kebaya hitamnya?" tawar Nurma sebelum menyelesaikan ritual pengukurannya. "Ikut Tante gimana bagusnya. Yang penting harus mencolok dan jadi pusat perhatian. Terutama dia!" ucap Ryu mengedikkan dagunya ke arah Rara yang melamun. "Oke, sebentar kita urus tanda jadinya ya," ujar N

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-18
  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   40. Terserah Kamu

    "Ibu tiri saya selalu bilang kalau saya ini bakalan susah dapet jodoh. Saya nggak punya temen, jadi bahan gunjingan di kampung, kepala kosong nggak ada isinya," desah Rara lirih. Di sampingnya Ryu duduk sambil menyesap rokok. Suasana Patung Ikan Jelawat sudah mulai lengang. Sudah hampir tengah malam, tapi Ryu masih setia bertahan menemani Rara duduk di kursi taman, memandang beberapa kapal besar yang tengah sandar di dermaga. "Kata dia, syukur-syukur ada yang mau sama saya. Jadi saya nggak dia kasih kesempatan buat kenal sama cowok, dia nyuruh saya kerja aja biar saya lupa sama pacaran," lanjut Rara. "Semenjak Bunda meninggal dan Ayah nikah lagi sama Bu Endah, saya adalah orang lain buat Ayah saya," ceritanya. "Saya nggak tau apa yang ada di Bu Endah sampe Ayah bisa kepelet begitu. Kejadiannya cepet banget, seinget saya dari Bunda meninggal sampe ke Ayah nikah lagi itu jaraknya nggak terlalu jauh."

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-18
  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   41. Kamu, Azura

    "Ah, karena gelang yang Bapak pake itu ya Pak? Satu gelang kayu gaharu, satunya gelang hitam. Siapa yang berani bikin Pak Ryu semati rasa ini sampe random banget ngajak nikah saya?" Ryu memalingkan wajahnya, "Ada," jawabnya getir., 'kamu, Azura.' Ia isap lagi dalam-dalam rokoknya, "Jangan nyari tau yang nggak perlu kamu tau," cegahnya. "Semoga lekas sembuh deh buat hatinya Pak Ryu, jadi bisa kali nanti ngelirik ke saya. Seumur hidup itu lama lho, siapa tau tertarik nyobain suka atau cinta ke saya sebagai istrinya," kekeh Rara. Ryu tertawa juga mendengar ucapan Rara, "Seumur hidup juga saya bakalan tahan," katanya yakin. "Tapi kalau ada yang nanyain anak gimana? Kita harus bikin kan?" "Heh! Bikin, bikin, ngawur," hampir Ryu tersesak ludahnya. "Maksudnya, bakalan aneh kalau kita nikah tapi nggak punya anak

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-19
  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   42. Apa Itu Aku?

    Ryu mengangguk lemah, "Ada peristiwa besar yang bikin kamu begini, Azura," katanya memejamkan mata, tidak mau terlihat lemah dan rapuh di depan Rara. Setitik air mata Rara jatuh. Hening yang semula menyelimuti sekitar keduanya, diisi isak Rara yang menyayat. Satu hal yang membuat Rara begitu merasa jatuh ke dasar samudera, ia lupa pada apa yang membuatnya menjadi semenyedihkan ini. Selama ini yang ia yakini sebagai kecelakaan justru tak pernah terjadi. "Apa orang gila yang bikin Pak Ryu mati rasa itu saya?" bisik Rara memberanikan diri. Ia menahan napasnya sendiri, takut dikatai sok percaya diri oleh sang atasan. "Boleh saya sepercaya diri ini dan merasa penting buat orang sehebat Bapak?" Ryu tampak memijat pelipisnya, "Ayo balik hotel, bentar lagi sahur. Kita cari makan buat sahur sekalian," ajaknya tak menjawab pertanyaan Rara. "Pak," Rara meraih pergelangan tan

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-19
  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   43. Cantik Banget

    SMP Harapan Kita, 11 tahun lalu .... "Bang Ryu sering-sering main kebun ya, jengukin Mama Ayang ke sini," ucap Mayang, mengusap lengan Ryu lembut. "Iya Tante," jawab Ryu singkat, seperti biasanya. "Mana mau dia ke sini jengukin Mbak Mayang, kecuali ketemu sama yang itu tuh Mbak," ledek Mika mengedikkan dagunya pada seorang gadis berseragam SMP yang datang dari arah kelasnya. "Rara, Ketua OSIS cantik kita," bisik Mayang takjub. "Anak kamu udah gede ya Mik," gumamnya gemas. "Bentar ya Ma," pamit Ryu sadar bahwa Rara mendekat untuk mendatanginya. "Mas," senyum Rara terkembang, ia ikuti Ryu yang mengajaknya ke taman samping kelas 9C di mana ada beberapa kursi kayu yang diletakkan di sana. "Pulang Jakarta hari ini Mas?" tanyanya. Ryu mengangguk, "Pesawat jam 2 siang," ujarnya lalu duduk di kursi kayu. "Bawa apaan itu?" tunjuknya pada bungkusan di pangkuan Rara. "Kroket

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-20
  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   44. Ada Apa Azura?

    "Bang! Bang Ryu!" Reiga, anak bungsu dari pasangan Mika dan Rain, si tampan tengil yang mewarisi kepribadian ibunya ini mengguncang pundak sang kakak sulung kencang. "Apaan?" Ryu mengangkat kepalanya malas-malas. "Lo tinggal di hutan begini? Betah?" gumam Reiga mengitarkan pandangan, "ih, gue ogah nerima warisan kebun, lo aja," tukasnya. "Makanya, biar lo betah, lo belajar tinggal di sini," ujar Raya, si cantik anak kedua. "Lo aja Kak, gue yang pegang udud," gumam Reiga nyengir. "Gue lahir duluan, menang milih ya! Dan gue milih pabrik rokok! Nggak bisa diganggu!" sengal Raya tak terima. "Mau berdebat apa mau turun kalian?" tanya Ryu bangun dari posisi setengah berbaringnya. "Mas Jaka jangan langsung pulang, saya udah minta Mbak Susi nyiapin makan," ujarnya pada sang sopir. "Bang, udah mau maghrib emang sehoror ini rumah lo?" tanya Reiga b

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-20
  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   45. Pelukan Pertama Kali

    "Kamu juga minum," ucap Ryu datang dari dapur seraya membawa satu nampan es teh untuknya dan Rara. Di jemari kirinya ia menenteng kroket buatan Rara, kroket yang sangat dirindukannya. "Bapak nggak buka puasa dulu bareng adek-adek?" tanya Rara. "Abis perjalanan jauh juga, Pak." "Saya biasa ngemil doang, nanti setelah salat tarawih baru makan berat," jawab Ryu. "Kamu ke sini cuma mau nganter makanan? Nggak ada hal laen? Urusan kerjaan?" tanya Ryu curiga. "Saya denger Bapak mau dateng bareng Mbak Raya dan Mas Reiga, makanya saya sengaja masak rendang daging rusa," jawab Rara. "Saya bareng Mas Jaka aja Pak," pamitnya berdiri buru-buru karena ia melihat Jaka sudah masuk ke dalam mobil, "Permisi ya Pak," ujarnya. "Hei," sigap, Ryu lagi-lagi menahan pergelangan tangan Rara. "Ada apa? Kamu ada yang mau disampein?" tanyanya sangat peka. Rara terdiam, ditatapnya Ryu sebentar, bibirnya bergetar, air mata itu akhirnya tu

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-20

Bab terbaru

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   106. Kamu Harus Istirahat

    "Ayah ke mana?" tanya Rara tersadar. "Pak Darwis di Sampit, kamu lupa Ayah udah nikah lagi?" tanya Ryu balik, pelan-pelan menuntun ingatan Rara. Rara terpana, untuk beberapa saat ia terdiam sambil menutup mata. Tidak ada yang bisa ia ingat dari lelaki di depannya ini, tapi kenapa memori tentang ayahnya yang menikah lagi juga tidak ia temui? Meninggalnya sang bunda menjadi luka yang tak bisa Rara lupakan, dan kehadiran Bu Endah adalah luka lain baginya tapi masih bisa ia atasi. "Ayah nikah sama perempuan yang udah ngasih aku minuman aneh itu kan?" gumam Rara, tatapannya tampak kosong sekarang. "Kamu inget itu?" "Aku nggak bakalan lupa. Mas, kenapa dia beginiin aku? Kenapa dia jahat?" Ryu menghela napas sabar, ia raih jemari Rara dan digenggamnya jemari istrinya itu. "Aku boleh cerita?" tanya Ryu meminta ijin. "Boleh," jawab Rara lagi-lagi mengangguk. "Namanya Bu Endah, dulu satu SMA sama ayah kamu, mantan pacar lebih tepatnya," mulai Ryu hati-hati. Ia menghela napas sebentar,

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   105. Penjaga dan Pelindung

    Tiga hari lamanya, Ryu berperan sebagai orang asing untuk Rara. Praktis, selama 3 hari itu pula, Rara tidak bisa bekerja hingga Ryu terpaksa memberi istrinya cuti tahunan. Ryu juga meminta HRD untuk menugaskan Elok, personal assistant manajer operasional untuk menggantikan posisi Rara sementara. Kabar cepat merebak tapi Ryu tidak menganggapnya dan memilih fokus pada proses penyembuhan Rara. "Sudah makan, sudah mandi dan sepertinya, Mbak Rara suasana hatinya baik sekali hari ini, Pak," lapor Susi saat Ryu pulang dari GMO menjelang senja. "Dia nggak ngaco lagi kan Mbak ngomongnya?" tanya Ryu sambil melepas jasnya, ia langsung menuju ke kamar, melihat keadaan sang istri. "Enggak Pak, seperti kemarin, Mbak Rara udah nggak bilang mau mati lagi," jawab Susi. "Oke Mbak, biar saya yang temenin Rara. Mbak bisa bersih-bersih, kalau Mbak pengin mandi dan makan," ujar Ryu. Susi mengangguk, ia segera ke dapur meletakkan bekas piring yang tadi ia gunakan untuk membawakan Rara camilan, lal

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   104. Kembali Padaku

    "Mbak Rara sudah saya lap tubuhnya Pak, sudah tiduran dan sudah tidak menangis," lapor Susi sekembalinya Ryu dari pinggir danau. "Oke, makasih Mbak," jawab Ryu lega. "Saya masakin untuk makan malam ya Pak, seadanya bahan," ucap Susi lagi, meminta ijin. "Tadi saya minta Jaka belikan makanan untuk siang ini Mbak, sebelum masak, tolong suapin Rara dulu," pinta Ryu. "Oh, iya Pak, siap," Susi segera berbalik menuju dapur. Ryu mengekor Susi yang masuk ke kamarnya untuk menyuapi Rara. Ia sengaja menjaga jarak agar Rara tidak histeris melihatnya. Wajah Rara sudah lebih cerah, Susi sudah merapikan rambut dan mengganti pakaiannya. "Mbak Rara, makan dulu ya," bujuk Susi ceria. Rara spontan menggeleng, "Mau mati aja," katanya. "Heh, mau apapun itu, harus makan dulu, Mbak Susi bantu ya," kata Susi tak menyerah. Sorot mata Rara yang tadinya kosong menatap keluar jendela, akhirnya berpindah menatap pada Susi. Air matanya mengalir, tapi ia tidak meracau, hanya bibirnya saja yang bergetar me

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   103. Kembali ke Awal

    "Kenapa kamu pengin mati?" Luna, dokter jiwa yang sejak bertahun-tahun lalu menangani Rara akhirnya didatangkan Ryu ke kebun. Mengingat kondisi Rara yang tidak mungkin untuk dibawa perjalanan jauh ke Sampit, Ryu meminta Jaka untuk menjemput Luna. Rara masih mengisolasi diri dan tak mau didekati lelaki, ia melempar apapun yang bisa dijangkaunya untuk menghalau Ryu saat berusaha mendekat. Baru ketika Luna datang, Rara menjadi lebih tenang. "Mau mati," jawab Rara lirih, pandangannya kosong, penampilannya sangat berantakan. "Kamu takut hidup sendiri ya?" tebak Luna berusaha untuk bertanya dengan santai. "Aku nggak mau hamil, nggak mau hidup, nggak mau semuanya," ucap Rara. "Tapi ada yang pengin kamu tetep hidup dan ada di sisinya," Luna menghela napas panjang. "Coba kamu inget Ra, ada seseorang yang sangat bisa kamu andalkan, sangat mencintai kamu. Ada nggak di ingatanmu tentang orang itu?" pancingnya. "Nggak! Dia nggak boleh tau! Dia nggak boleh liat aku begini. Aku kotor, menjiji

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   102. Terluka Kembali

    "Bundaaa," rintih Rara tak berdaya. Saat ia membuka mata, tubuhnya diseret begitu saja melewati semak, meski tak kuat, ia masih memiliki keinginan untuk melawan. "Pukul aja kepalanya!" perintah sebuah suara lain yang baru saja datang. Perlahan Rara mencoba membuka matanya, seragamnya sudah compang-camping sobek, roknya susah tersingkap. Saat itulah ia juga sadar bahwa ada 5 orang lelaki di sekitarnya, mengerubunginya. Satu orang sudah berlutut di depan Rara, siap menindih Rara yang setengah sadar. Air mata Rara mengalir, suaranya sudah tenggelam dalam rasa nelangsa yang tanpa akhir. Pening di kepalanya semakin terasa saat ia mendengar tawa dan obrolan vulgar orang-orang yang merudapaksanya. Tak ada lagi kekuatan Rara untuk sekadar membuka mata, tubuhnya digerayangi pun Rara seperti mati rasa. Kepalanya lalu dihantam sebuah benda keras, kesadaran Rara menghilang. *** "Bunda!" seru Rara seketika bangun dari posisi tidurnya dengan mata nyalang ketakutan. "Azura," panggil Ryu

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   101. Ingatan Menyeramkan Itu

    "Kenapa motornya, Dek?" Jepi, buruh panen lepas berbadan kurus kecil tapi bertato ini mendekat ke arah Rara yang tengah mengamati motor mogoknya. "Kayaknya habis bensin, Om," jawab Rara tanpa rasa curiga. "Lhoh? Emang mau ke mana?" Randu, si tambun dengan kumis tipis dan menenteng 'dodos' di tangannya ikut keluar dari sawitan, menghampiri Rara. "Mau ambil paketan ke GMO, Om," balas Rara ramah. "Lha kok sendirian, nggak takut? Rumahnya mana?" tanya Jepi lagi, pura-pura ikut mengamati motor yang dibawa Rara. "Rumahnya di Borneo Capital Om," gumam Rara. "Oh, iya, habis ini bensinnya. Kami ada bawa tapi motornya di blok I, mau dipake?" tawar Randu. "Boleh kah ulun pake, Om?" tanya Rara mengakrabkan diri. "Boleh, tapi kamu ambil sendiri ke sana ya, kami mau panen sawit lagi ini," ucap Jepi. Tanpa menaruh curiga sedikit pun, Rara mengangguk setuju. Kondisi di tengah hutan sawit, masih setengah jalan sampai ke tujuan, bantuan dari Jepi dan Randu adalah keajaiban yang tidak

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   100. Terpatri Namamu

    Rara menggigit bibir bawahnya sensual saat Ryu menegakkan tubuh untuk melepas kemejanya. Tubuh Ryu selalu menarik, apalagi hiasan tato nama Rara yang terpatri di dadanya itu, sungguh lambang kesetiaan yang tiada duanya."Tato ini, namaku kan Mas?" tanya Rara meraba dada Ryu hati-hati. "Emang ada lagi perempuan bernama Lembayung selain kamu? Nama itu khas dan langka, jelas itu nama kamu. Mau kubikin pake nama lengkap kepanjangan, sakit," ujar Ryu setengah bercanda. Dikecupinya leher Rara lembut, mengembus napas hangatnya. "Ih, gitu deh," Rara mencembikkan bibirnya. Tak menanggapi sang istri, Ryu bergerak lagi. Ia loloskan t-shirt yang Rara kenakan hingga menampilkan bra warna abunya yang penuh. Kecupannya di leher Rara perlahan semakin turun, tulang selangka, kemudian menghirup aroma manis tubuh istrinya dalam-dalam. Baru setelahnya, tangan Ryu terampil melepas kaitan bra hingga Rara spontan menopang lenga

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   99. Bulan Madu Singkat

    "Nggak pa-pa nih kita di sini?" gumam Rara menerima uluran tangan suaminya dan naik ke atas dermaga. "Ya nggak pa-pa," Ryu tersenyum. "Aku udah sengaja bawa kuncinya. Kutitip kunci mobil ke Mas Aldi biar dikasih Jaka. Ikan yang tadi kita beli biar Jaka yang bawa sekalian anter mobil ke rumah. Nanti kita jalan kaki aja ke rumah, nggak pa-pa?" gumamya seraya membuka pintu samping guest house milik perusahaan di pinggir danau itu. "Iya, iya. Kalau lewat darat, jalan kaki aja dari sini ke rumah juga deket ya Mas," gumam Rara mengitarkan pandangan. "Jadi kerasa jauh karena tadi kita naik klotok dari Kampung dan turun di dermaga," ujarnya takjub. Isi di dalam guest house selalu rapi dan bersih karena memang dirawat seminggu dua kali oleh divisi perawatan khusus. Ada dua ranjang besar di kamar yang berbeda, lengkap dengan dapur dan ruang tamu, hanya ukurannya memang lebih kecil ketimbang rumah dinas yang Ryu tempati. Di kamar mandi pun dilengkapi dengan handuk bersih dan peralatan mand

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   98. Tanda Cinta

    "Di mana ada banyak orang pasang perangkap, Mas?" tanya Ryu. "Nanti kalau kita keluar di hilir sungai ketemu sama danau, banyak yang pasang Pak," ucap Aldi informatif. "Nggak sabar," ujar Rara senang. "Dulu pas jaman aku kecil, Ayah sering ngajak aku pasang lukah di belakang rumah, Mas. Enaknya kalau mancing ikan taja yang kecil-kecil kayak teri gitu, pake minyak jelantah nanti mereka udah ngumpul sendiri, tinggal dijaring," ceritanya penuh semangat. "Kangen ya sama Ayah?" tanya Ryu maklum. Rara menggeleng, "Kenangannya. Beruntung kenangan itu nggak ikut kulupain," desisnya. "Sekarang kuajak cari ikan juga ini," kata Ryu. "Bentar lagi kita sampe muara," ujarnya menunjuk papan rambu warna biru yang memang dipasang sebagai panduan lalu lintas air di danau dan sungai. "Ibu mau mancing? Saya ada bawa joran, umpannya bisa pakai tempe," tawar Aldi. Mata Rara yang tengah bertatapan dengan suaminya itu berbinar indah. Ia spontan berdiri menghampiri Aldi, menerima joran dari sang

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status